PERANCANGAN WEBSITE E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA
PENJUALAN ONLINE KAOS JERSEY KLUB SEPAKBOLA
Indah Intan Pratama
Prodi Manajemen Informatika AMIK BSI Yogyakarta,
Pudji Widodo
Prodi Manajemen Informatika AMIK BSI Yogyakarta,
ABSTRAKBeberapa tahun terakhir, internet
mengalami perkembangan yang cukup
signifikan. Di Indonesia, internet banyak digunakan sebagai media promosi dan penjualan. Sehingga, banyak pihak swasta yang melakukan pengembangan usahanya khususnya dalam
memasarkan hasil produksinya dengan
membuat sebuah website terutama website penjualan yang biasa disebut dengan toko online atau e-commerce. Ini menandakan bahwa penjualan secara online banyak digunakan di Indonesia dan telah banyak yang membuktikan keuntungan dari penggunakan toko online dalam hal pemasaran hasil produksi. Toko kaos jersey klub sepakbola merupakan salah satu usaha dibidang penjualan yang perlu membuat toko online berbasis web e-commerce. Hal ini dimaksud untuk memudahkan penjual dan pembeli dalam melakukan kegiatan transaksi. Sistem penjualan yang digunakan pada toko kaos jersey klub sepakbola saat ini masih banyak yang dilakukan secara konvensional. Karena sistem tersebut masih kurang efektif dilihat dari perkembangan internet di Indonesia sekarang ini. Dengan perancangan toko online ini diharapkan jalannya kegiatan usaha penjualan kaus jersey klub sepakbola menjadi lebih efektif dan efisien serta dapat meningkatkan volume penjualan.
Kata Kunci: Internet, E-Commerce, Toko Kaos
Jersey
ABSTRACTThe last few years, the internet has a
significant development. In Indonesia, the internet is widely used as a media promotion and sales. Thus, many private parties who do business development, especially in marketing the results of its production by creating a website, especially sales websites commonly referred to as online stores or e-commerce. This indicates that online sales are widely used in Indonesia and many have proven the advantages of using online stores in terms of marketing the products. Football jersey shop football club is one of the business in the field of sales that need to create an online store based e-commerce web. This is intended to facilitate sellers
and buyers in conducting transaction activities. The sales system used in afootball jersey stores today is still a lot done conventionally. Because the system is still less effective seen from the development of the internet in Indonesia today. With the design of this online store is expected to walk the business activities of football jersey sales club football becomes more effective and efficient and can increase sales volume.
Keywords: Internet, E-Commerce, Jersey Stores PENDAHULUAN
Saat ini banyak orang yang sudah menggunakan internet untuk melancarkan bisnisnya. Bisnis internet merupakan suatu bisnis yang dalam prosesnya menggunakan media internet atau sering disebut dengan
e-commerce. E-commerce menggambarkan cakupan yang lebih luas mengenai teknologi,
e-commerce pun telah memberikan pengaruh yang
besar terhadap pertumbuhan tata sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini memang diakui karena dengan adanya e-commerce biaya operasionalnya bisa dikurangi, sehingga bisa bersaing dengan pelaku bisnis yang lain, karena
semakin banyaknya permintaan yang
mengharuskan pelayanan yang cepat dan akurat. Keuntungan menggunakan website e-commerce sebagai salah satu media penjualan yaitu akan memperluas daerah pemasaran produk (Aryanto & Tjendrowaseno, 2013), memudahkan pembeli untuk memilih dan memesan produk tanpa harus keluar dari rumah, e-commerce dapat diakses selama 24 jam, memiliki pangsa pasar yang lebih
luas dibandingkan dengan penjualan
konvensional sehingga dapat meningkatkan omset penjualan.
Di era sekarang ini, sepakbola bukan hanya menjadi perbincangan bagi kaum pria saja. Cabang olahraga yang satu ini sudah umum menarik hati para pecintanya dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, orang tua, wanita muda hingga wanita dewasa pun banyak yang menyukai sepakbola. Supporter dari tiap klub sepakbola bukan hanya mendukung tim
kesayangannya di dalam lapangan saja, mereka rela membeli berbagai atribut dari tim kesayangannya untuk menunjukan loyalitas bahkan kefanatikan mereka terhadap tim yang dicintainya. Atribut klub sepakbola bisa berupa jaket, jam tangan, syal, topi, poster dan jersey. Salah satu atribut yang seringkali digunakan bagi para supporter klub sepakbola adalah jersey dari tiap klub sepakbola yang didukung. Kata jersey mungkin sudah tidak asing lagi di telinga penggemar sepakbola. Jersey biasa di artikan sebagai kaus atau kostum dalam sebuah klub dan tim nasional sepakbola. Supporter sepakbola di Indonesia termasuk supporter yang loyal dan fanatik. Hal ini dibuktikan dengan laku kerasnya penjualan jersey di pasaran. Dengan begitu,
memunculkan banyaknya pebisnis yang
memanfaatkan peluang bisnis dibidang olahraga sepakbola khususnya penjualan jersey.
Toko jersey klub sepakbola merupakan toko fiktif yang bergerak dalam bidang penjualan yang hanya menyediakan jersey klub sepakbola ternama tingkat Eropa. Pelaku bisnis ini masih banyak yang menggunakan cara penjualan konvensional (Rejeki & Utomo, 2011; Frieyadie, 2014) untuk penyebaran informasi dan promosi produk seperti brosur dan spanduk. Sebagian besar pula para pelaku bisnis ini hanya mengandalkan penjualan dengan membeli atau menyewa sebuah toko dan menjaganya hingga pembeli datang. Kelemahan dari media ini adalah biaya promosi yang mahal (Noto & Wardati, 2012), jangkauan pemasaran produk yang kurang luas dan sasaran pasar yang dituju kurang tepat. Sehingga dapat menghambat perkembangan usaha dan mempengaruhi omset penjualan yang akan didapatkan.
BAHAN DAN METODE
Penelitian merupakan rangkaian
kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan. Penelitian deskriptif melakukan analisa hanya sampai pada taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau
mengenai bidang tertentu. Data yang
dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi ataupun mempelajari implikasi (Azwar, 2010:6).
Metode perancangan software
berdasarkan teori model waterfall menurut Sommerville (2011:30) adalah tahapan utama
yang langsung mencerminkan dasar
pembangunan kegiatan, berikut ini adalah tahapannya:
1. Requirements analysis and definition,
mengumpulkan apa yang dibutuhkan secara lengkap untuk kemudian dianalisis guna mendefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan dengan lengkap untuk menghasilkan desain yang lengkap. 2. System and software design, setelah apa yang
dibutuhkan telah selesai dikumpulkan dan sudah lengkap maka desain kemudian di kerjakan.
3. Implementation and unit testing, desain program diterjemahkan dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah di tentukan. Program yang dibangun langsung diuji secara unit, apakah sudah bekerja dengan baik.
4. Integration and system testing, penyatuan unit-unit program untuk kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).
5. Operating and maintenance, mengoperasikan program di lingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan untuk adaptasi dengan situasi yang sebenarnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisa Kebutuhan
Analisa kebutuhan yaitu mengidentifikasi
kebutuhan sistem dalam implementasi.
Menjelaskan kebutuhan fungsional berdasarkan tingkat pengguna dalam sistem yang meliputi pengguna/user, pelanggan/member dan admin. Kebutuhan non fungsional sangat dibutuhkan dalam mendukung kinerja suatu sistem, apakah sistem yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan atau belum karena kebutuhan non fungsional akan mendukung tercapainya suatu tujuan.
1. Analisa Kebutuhan Fungsional
Analisa kebutuhan fungsional mencangkup beberapa aspek pengolahan data antara lain: (1) pengolahan data user; (2) pengolahan data member; (3) pengolahan data admin.
2. Analisa Kebutuhan Non Fungsional
a Digunakan pada sistem operasi Microsoft Windows 2007 dan Microsoft Windows 2010
b Spesifikasi komputer minimal pentium IV c Dilengkapi password untuk login admin d Dilengkapi password untuk login member
e Dilengkapi enkripsi untuk password admin pada database
f Digunakan untuk menginformasikan jika
admin gagal masuk di halaman
administrator
g Digunakan untuk menginformasikan jika member gagal masuk halaman login
h Digunakan untuk menampilkan prosedur pemesanan produk
i Proses transaksi berlangsung cepat dan
lancar sesuai jaringan
B. Desain
1. Desain Database
a. Entity Relationship Diagram (ERD)
Member melakukan Transaksi mempunyai Produk Transaksi_detail memiliki Klub Kategori membutuhkan Konfirmasi menambah Komentar Admin mengelola mengelola id_member nama_member alamat_member jenis_kelamin tempat_lahir tanggal_lahir username password id_member kode_transaksi status jam_transaksi tgl_transaski kode_transaksi kode_transaksi subtotal jumlah harga kode_produk kode_transaksi harga_baru harga_awal dibeli ukuran gambar deskripsi stock promo seo_produk nama_produk kode_produk kode_produk kode_produk id_klub id_kategori id_klub logo_klub nama_klub seo_kategori nama_kategori id_kategori kode_transaksi kode_transaksi tgl_pembayaran images status_pembayaran bank_pembayaran tgl_komentar komentar jam_komentar id_komentar id_komentar kode_produk id_member id_komentar username photo id_session kelamin telpon nama_lengkap email password username id_komentar username id_member kode_transaksi kode_produk menyertai 1 m 1 1 m m 1 1 1 m m 1 1 1 1 m 1 m m m m
Gambar 2 : Entity Relationship Diagram (ERD)
b. Logical Relational Structure (LRS)
Member id_member* nama_member alamat_member jenis_kelamin tempat_lahir tanggal_lahir username password Transaksi id_member kode_transaksi tgl_transaksi jam_transaksi status username Transaksi_detail kode_transaksi kode_produk harga jumlah subtotal Admin username* password nama_lengkap kelamin email telpon photo id_session Produk kode_produk* id_kategori id_klub nama_produk seo_produk deskripsi ukuran harga_awal harga_baru promo stock gambar dibeli username** Konfirmasi kode_transaksi tgl_pembayaran bank_pembayaran images status_pembayaran username Id_member Kategori id_kategori* nama_kategori seo_kategori Klub id_klub* nama_klub logo_klub Komentar id_komentar komentar jam_komentar tgl_komentar id_member kode_produk username
Gambar 3 : Logical Relational Structur (LRS)
2. Desain Struktur Navigasi
Struktur Navigasi website digunakan untuk menggambarkan secara garis besar isi dari seluruh isi web dan menggambarkan bagaimana hubungan antara isi-isi tersebut. Struktur navigasi yang digunakan adalah Full Web Model. Secara garis besar struktur navigasi dari pembuatan website seperti gambar berikut:
a. Struktur Navigasi User
Payment
Method About Us
Home
Terms and
conditions How to order register All Product
Product by categories Product by FC Detail Product
& Comment
Login FAQ Search
b. Struktur Navigasi Member All product About Us Home Terms and conditions How to order Account search Product by categories Product by FC Detail Product & Comment Logout Shopping Cart Shopping List Finish Transaction dan Cetak List Transaction Change Profil data Change password Confirmation Payment Login
FAQ PaymentMethod
Gambar 5 : Struktur Navigasi Member
c. Struktur Navigasi Admin
Admin Football Clubs
Home
Member Categories Product
Add new admin Transaction Comment Logout Login Delete Member Change admin data Change Categories data Delete Categorie s Add new product Change product data Delete Produk data Change FC data Delete
FC Data CommentDelete
Gambar 6 : Struktur Navigasi Admin
3. Desain User Interface
Bentuk dari tampilan awal website untuk User, Member, dan Admin:
a. Halaman Website User
Gambar 7 : Halaman Utama User b. Halaman Website Member
Gambar 8 : Halaman Login Member
c. Halaman Transaksi Member
d. Halaman Website Admin
Gambar 10 : Halaman Utama Admin e. Halaman Data Transaksi
Gambar 11 : Halaman Data Transaksi
C. Pengujian (Testing)
Dalam hal ini pengujian web yang digunakan adalah black-box testing. Pengujian untuk validasi memiliki beberapa pendekatan menurut Rosa dan Shalahuddin (2014:275) sebagai berikut:
1. Black-Box Testing (pengujian kotak hitam)
Black-Box Testing merupakan pengujian
perangkat lunak dari spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat
lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Kasus uji yang dibuat untuk melakukan
pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:
a. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.
b. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi adalah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.
2. White-Box Testing (pengujian kotak putih)
White-Box Testing merupakan pengujian
perangkat lunak dari segi desain dan kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Pengujian kotak putih dilakukan dengan memeriksa lojik dari kode program. Pembuatan kasus uji bisa mengikuti standar pengujian dari standar pemrograman yang seharusnya.
KESIMPULAN
Website yang dibangun menggunakan software Dreamweaver CS6 dan menggunakan database MySQL yang dapat mempermudah
pembuatan website dibanding dengan coding manual secara keseluruhan. Pengujian pada
website yang sudah dibangun diuji dengan
metode blackbox testing. Hasil pengujian semuanya sesuai harapan. SG Jersey Store memungkinkan pelanggan untuk berbelanja
online atau melakukan banyak pembelian online
dalam satu waktu. SG Jersey Store menyediakan
form komentar di setiap detail produk bagi member yang ingin berkomentar tentang produk
tersebut.
REFERENSI
Aryanto, A., & Tjendrowaseno, T. I. (2013). Pembangunan Sistem Penjualan Online Pada Toko Indah Jaya Furniture Surakarta. Speed-Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 4(4).
Azwar, Saifudin. (2010). Metodologi
Frieyadie, F. (2014). Web Sistem Informasi Berbasis W2000 Untuk Dukungan Pemesanan Dan Penjualan Produk Safety. Jurnal Pilar Nusa Mandiri, 10(1), 111-115. Noto, T., & Wardati, I. U. (2012). Implementasi Sms Gateway Dan Sms Broadcast Untuk Pelayanan Konsumen Pada CV. Tanjung Pinang Motor Pacitan. Speed-Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 2(4). Rejeki, R. S. A., & Utomo, A. P. (2011).
Perancangan dan Pengaplikasian Sistem Penjualan pada “Distro Smith” Berbasis E-Commerce. Dinamik-Jurnal Teknologi Informasi, 16(2).
Rosa, A. S., & Shalahuddin, M. (2013). Rekayasa
perangkat lunak terstruktur dan
berorientasi objek. Bandung: Informatika. Sommerville, Ian. 2011. Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak). Jakarta: Erlangga.