Sistem Logistik Pakan yang Efektif dan
Efisien
Oleh : Istiadi General Manager
Logistic Term
THE TERM LOGISTICS IS ATTESTED IN ENGLISH FROM 1846, AND IS FROM FRENCH: LOGISTIQUE, WHERE IT WAS EITHER COINED OR POPULARIZED BY MILITARY OFFICER AND WRITER ANTOINE-HENRI JOMINI, WHO DEFINED IT IN HIS SUMMARY OF THE ART OF WAR (PRÉCIS DE L'ART DE LA GUERRE).
THE TERM APPEARS IN THE 1830 EDITION, THEN TITLED
ANALYTIC TABLE (TABLEAU ANALYTIQUE), AND JOMINI EXPLAINS THAT IT IS DERIVED FROM FRENCH: LOGIS, LIT. 'LODGINGS'
(COGNATE TO ENGLISH LODGE), IN THE TERMS FRENCH: MARÉCHAL DES LOGIS, LIT. 'MARSHALL OF LODGINGS' AND FRENCH: MAJOR-GÉN…
Pengertian Manajemen Logistik
According to Phillip Kotler, “Market logistics involve
planning, implementing and controlling physical flow of material and final (finished) goods from the point of origin to the point of use to meet customer requirements, at a profit.”
LOGISTICS MANAGEMENT IS A SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT COMPONENT THAT IS USED TO MEET CUSTOMER DEMANDS THROUGH THE PLANNING, CONTROL AND IMPLEMENTATION OF THE EFFECTIVE MOVEMENT AND STORAGE OF RELATED INFORMATION, GOODS AND SERVICES FROM ORIGIN TO DESTINATION.
Bagaimana Logistik Pakan Di Indonesia?
Sources : Nahrowi, 2015 Workshop FLPI
Bagaimana Logistik Bahan Pakan
Sumber bahan pakan di Indonesia berasal dari dua
Import dan Local.
Adapun secara global source bahan pakan di Indonesia lebih 20 - 40% Import : 60 - 80% Lokal (mei, 2020). Terjadi
peningkatan pemakaian local dari tahun ke tahun.
Akan terjadi fluktuasi bulanan pada saat penerimaan,
tergantung daripada musim panen dan hasil panen lokal
No . Bahan Baku Sumber Lokal (%) Import (%) 1 Yellow corn 100 0 2 Feed wheat 0 100
3 Meat bone meal 0 100
4 Soybean Seed 0 100
5 DDGS 0 100
6 Corn Gluten Meal 0 100
7 Calcium Phosphate 0 100 8 Feed Additive 0 100 9 Vitamin 0 100 10 Ricebran 100 0 11 Wheat bran 100 0 12 Limestone 100 0 13 Copra Meal 100 0
14 Palm kernel meal 100 0
15 Crude Palm oil 100 0
Feed Formulation Pada Unggas
Layer : 40 - 75% bahan baku
lokal Broiler : 25 – 60% bahanbaku lokal
Jagung/P. Wheat 51 % BKK 15 % DDGS 2 % CPO 1 % Dedak 15 % FFSBM 4 % PKM 5 % Limestone 10 % Premix 0.6 % Feed Suplemen 0.4 % Jagung/P. Wheat51 % BKK 18 % DDGS/CGM 3 % CPO 4 % Dedak 4 % Wheat bran 3 % FFSBM 4 % MBM 5 % Premix 0.6 % Feed Suplemen 0.4 %
• Feed Formulation dan sales target digunakan untuk dasar pembuatan forecasting kebutuhan bahan baku
• Level inventory bahan baku adalah strategi manajemen yang diputuskan karena banyak
Strategi ketersedian bahan baku
Bahan baku Local :
One day delivery? Low cost delivery? Seasonal?
Continuitas?
Bahan baku Import
Order bahan baku import dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama, tergantung
negara asal :
Amerika/south Amerika (eastcoast : 40 - 45 hari, west coast : 25- 30 hari) Eropa
Asia
Australia
At least waktu yang dibutuhkan berkisar 1 – 3 bulan, bahkan ada yang sampai 6 bulan karena ke tahan di bea cukai?
Lalu bagaimana starteginya sehingga ketersedian bahan-baku tersebut terjaga, di tengah pandemic covid-19 ini?
The Challenges and Strategy
A sustainable supply of high
quality raw
materials THE CHALLENGES ON RAW MATERIAL SUPPLY
Corn and Soybean Meal are the primary raw material Challenges on sustainable supply of raw materials due
to “Covid 19” and Lockdown Area.
THE STRATEGY
Increase local sourcing and derivative raw material
Intensive monitoring for purchase and shipment material Monitor warehouse capacity and production output
Primary Raw Material Supply
Jagung
Processed Wheat/gandum
Pada saat ini jagung tidak diperbolehkan import jadi 100% local. Pembelian pada saat season akan mendapatkan harga yang lebih
murah/competitive.
Panen jagung di Indonesia terjadi dalam 2 season Season pertama
Jan - Mar, area North sumatera Feb – Apr , area South sumatera
Apr – June, area Jatim, Jateng, Sulawesi, Mei – July, area NTB
Untuk season kedua panen lebih sedikit dibanding pertama dan
Fluktuasi harga jagung kering (15%)
Fluktuasi harga jagung local 2016 - 2020
Kapasitas Dryer di Beberapa Propinsi di
Indonesia
KEBUTUHAN JAGUNG INDUSTRI PAKAN 2019* (Dalam ton/Bulan) 76,093 78,280 9,021 120,373 80,911 74,757 196,021 14,340 50,204 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 SUMUT LAMPUNG SUMBAR BANTEN JAWA BARAT JAWA TENGAH JAWA TIMUR KALSEL-KALBAR SULSEL
2019 : kebutuhan jagung 700.000 ton/bulan = Estimasi produksi pakan nasional 2019 : 20,5 jt ton
Logistik Jagung
Ditengah pandemic covid-19 di Indonesia bulan April –Mei
2020 harga jagung kering (KA 15%) sempat terdepresiasi
sampai dilevel rendah (Rp. 3700/kg) di harga pabrik untuk
area Jabotabek.
Hal ini dipicu pada saat musim panen, permintaan turun
karena adanya pandemic covid -19 .
Umumnya setelah panen berkurang akan terjadi kenaikan
harga lagi.
Pabrikan pakan yang punya planing logistik bagus akan
mampu menyerap banyak hal yang perlu diperhatikan
diantaranya
space gudang, pengaturan pengiriman dan
alokasi pemakaiannya
.
Net Design Procurement with Logistic
Management (manage shipments)
Primary Raw Material Supply
Import soybean meal (SBM) Logistik bahan baku import dengan kapal dan container bisa di monitor kedatangan dengan tracking system.
Dengan adanya covid-19 untuk pada saat ini tidak ada kendala yang berarti. Hal ini dimungkinkan karena sistem logistik di port to port sudah mengadopsi mesin-mesin techonogy online system.
Kendala saat kondisi covid-19 perlu diwaspada over supply karena penurunan permintaan pakan. Sedangkan order shipment sudah 3 bulan yang lalu. Adjusting forecast tidak banyak membantu karena perbedaan waktu, sehingga hanya bisa dipakai untuk bulan-bulan mendatang.
Persiapan yang perlu dilakukan adalah review kapasitas gudang, maintain quality, susut material, dll
Freight Cost (port to port)
From Destination Price ($/Ton) Vessel
USA (east coast) JKT 40 – 42 Panamax (50 - 63 KMT)
BRASIL JKT 28 -33 Panamax (50 - 63
KMT)
ARG JKT 44 Panamax (45 - 47
KMT)
COMBO ARG - BRA JKT 34 - 40 Panamax (50 - 63 KMT)
USA JKT 50 Container
Cost belum termasuk : FOB dan Future cost Rata-rata panamex bisa sampai 63 KMT
Vessel Sizes
Handysize: 20,000 - 34,000
MTHandymax: 35,000 - 49,000
MTPengiriman dengan kereta, cost delivery
sangat kompetitif
Kondisi bahan baku lainnya
Lokal ricebran harga lagi turun, bahkan harga lebih rendah
dari tahun 2016.
Feed additive dari china terganggu supply-nya dan
sebagian beralih ke eropa namun harga lebih mahal
Wheat, MBM, CGM, DDGS, dll harga meningkat karena
kenaikan kurs dollar.
Pasokan bahan baku in container kurang karena kondisi
bongkar muat dipelabuhan yang terganggu dengan adanya
covid-19.
Overall harga bahan baku terdepresiasi karena pandemic
Beberapa Strategy Supply Bahan Baku
Selama Covid-19
Inventory management
Normalnya dalam manajemen logistik inventory adalah sedikit
mungkin (just in time), namun dengan adanya covid-19 perlu dipertimbangan tersendatnya pasokan karena transportasi, supply barang, dll.
Collaborative Supply
Hubungan yang baik dengan supplier mampu memback-up kita
punya bisnis, sehingga menjadikan kita customer priority.
Lowest possible cost
Hukum ekonomi (high supply low demand??)
Strategy Supply Bahan Baku Selama
Covid-19
Ensure Quality Raw Material
Kondisi uncertainty, menuntut kita untuk menyimpan bahan
baku yang tidak menentu lamanya? 1 bulan, 3 bulan, atau bahkan 1 tahun?
Terutama untuk mineral/vitamin/feed additive lainnya
Finansial Strategy
Terms of payment? Risks Priority?
Warehouse dan Production
Planning
Production Planning
Forecasting Bahan baku
Main raw material
Substitute raw material Complementary
Produk jadi
Feed code (amount, quantity) Feed Type
Packaging
Machinery parts -- (grace, oli, spare parts, etc)
Production schedule
Make to order
Produk diproduksi berdasarkan pesanan dari customer
Make to stock
Warehouse and Production Planning
Di masa pandemic covid ini tidak banyak yang bisa kita improve untuk warehouse dan production layout dalam waktu singkat. Namun kita bisa melakukan review dengan kondisi actual kita
sekarang dengan adanya covid-19 ini.
Contoh kasus :
Pintu akses untuk pakan? Orang? raw material? Balancing kapasitas dan jenis gudang?
Biosecurity, dll.
Hal yang utama dalam pademic ini adalah kesulitan akurasi planning produksi dan juga kapasitas gudang.
Perhatikan kondisi gudang agar bisa menyimpan bahan baku dengan aman, serta lakukan manajemen penyimpanan dengan baik.
Aerasi dan treatment khusus kadang bisa memperpanjang umur simpan bahan baku
Efisiensi Dalam Penyediaan Pakan
Selama Pandemic Covid-19
Distribusi Pabrik Pakan di Indonesia
2019
Daerah Sumbar & Sumut Lampung
Banten, Jabar &
Jakarta Jateng Jatim
Kalimant
an Sulawesi Total
Jumlah Pabrik 12 6 37 12 26 3 7 103
Kapasitas
(juta MT/year) 2.840 1.440 9.200 2.480 7.190 800 1.550 25.500
Pengaruh PSBB (pandemic covid-19) Terhadap Penurunan Permintaan Pakan Ternak
Penurunan
30%
dibandingkan kondisi normalStartegi operasional dalam kondisi
penurunan permintaan pakan
Review marketing forecast
Jenis-jenis pakan yang ternganggu penjualannya (broiler, layer,
breeder, pig, dll)
Review Inventory level produk jadi
Jangan sampai terganggu atau berlebih
Review kerja logistik produk jadi
Terganggu pengiriman atau tidak?
Maintain kualitas produk jadi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan
forecast
kebutuhan pakan
Paramater yang harus diperhatikan
Target feed intake
Populasi pemeliharaan
Lama waktu pemeliharaan
Feed program (two feed, tree feed or single feed? Asumsi jumlah kematian
Beberapa penyebab forecast tidak akurat :
-
Kurangnya monitoring
-Data tidak akurat
-
Terjadi perubahan yang sifatnya mendadak (panen cepat
Kondisi inventory pakan saat pandemic
covid-19
High Inventory Low Inventory
Penurunan produksi
Inventory level naik /slow
moving (sales < produksi)
Reschedule perencanaan
produksi
Increase capacity gudang
Maintain quality cost
Reproduction cost
Produksi sesuai pesanan
(make to order)
Planning produksi lebih
flexible
Low cost inventory
Risk quality terjaga (feed
Prinsip kerja logistik
Kualitas pakan tetap terjaga
Logistik tidak meningkatkan kualitas namun bagaimana kita memaintain
kualitas yang ada tidak mengalami penurunan/degradasi.
Quantity barang tidak berkurang melebihi toleransi
Dalam pengiriman pakan susut sama sekali tidak ada toleransi karena
akan mempengaruhi FCR pakan. Hal ini karena perhitungan berdasarkan jumlah bag yang dipakai.
Tepat waktu pengiriman
Diharapkan pakan tetap fresh sebelum dipakai, karena ada beberapa
bahan pakan yang tidak tahan lama.
Kemasan tidak rusak
Ongkos kirim kompetitif
Perlu trobosan jika, sekarang ongkos kirim masih relatif tinggi, kadang
Efektitas pengiriman pakan
Berapa lama sih idealnya pakan itu dikirim?
Keluar negeri? Keluar pulau? Antar kota? Dalam kota?
Faktor yang paling sering dijumpai dalam kegagalan pengiriman adalah faktor cuaca dan hama gudang
Untuk hama gudang ini biasanya kita siasati dengan penambahan
fumigant selama pengiriman
Untuk faktor cuaca pengaruhnya ke kondensasi, ini kita siasati dengan desicant dan asuransi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi penurunan kualitas pakan diantaranya :
Formuasi pakan
Bahan baku baru, penambahan antimold, antibacteria, dst.
Kemasan
mengurangi kontak langsung dengan udara luar, atau hama gudang)
Lama waktu penyimpanan (freshness is natural protection)
Kondisi penyimpanan (hama gudang, kebocoran gudang, dsb)
Lama pengiriman dan kondisi pengiriman (kondisi truck, terpal, dll) Manajemen penyimpanan (aerasi, space gudang, FIFO, pengunaan
Contoh : Effisiensi logistik pakan
Effisiensi bisa kita lakukan dari pengurangan feed additif yang kita tambahankan dalam rangka proteksi pakan dari jamur, bacteri, dll.
Misalnya : formulasi tanpa harus penambahan antimold, antibacteria, dsb. Ini biasa dilakukan jika jangka waktu sebelum pemakaian relatif singkat dan resiko kontaminan rendah.
Untuk bisa mengurangi jangka waktu biasannya forecast dan actual pengiriman harus sesuai.
Effisiensi juga dari pemilihan kemasan yang kita pakai. biaya kemasan seiring dengan harga biji plastik, apalagi
Effisiensi dalam hal biaya pengiriman (jenis angkutan)
bagaimana pertimbangan kita dalam menentukan jenis angkutan yang akan kita pakai?
Beberapa contoh pertimbangan yang dipakai misalnya :
Kondisi jalan : jalan kecil, beban jalan rendah, kita mau
kirim pakai fuso ( 15 – 30 ton) ini bisa beresiko tinggi
terhadap kecelakaan. Sehingga kita pakai truck yang lebih kecil kapasitas 7 – 8 ton.
Jarak : semakin jauh jarak pengiriman ongkos semakin
besar, sehingga disiasati dengan pemilihan angkutan yang kapasitas lebih besar
Efisiensi pengiriman pakan via container
Density pakan dan kerapian penyusunan pakan saat muat
untuk pengiriman dalam container juga perlu diperhatikan.
Pengaruhnya adalah jumlah pakan yang bisa dimuat dalam kontainer, jika pakan density rendah akan lebih sedikit yang termuat dibanding pakan yang density tinggi. Demikian juga penyusunan dan kemasan tidak rapi juga sangat berpengaruh terhadap kapasitas container
Contoh dalam 1 container seharusnya muat 410 bag, namun ini hanya muat 390 bag. Selisih ongkos bisa 5 - 10%, jika keluar pulau bisa ada penambahan sekitar Rp. 30-50/kg pakan.
Pemilihan transportasi untuk effisiensi
pengiriman pakan
Tantangan logistik pakan ke depan
Pengurangan pemakaian karung plastik
Traditional farming Modernisasi Peternakan dengan gudang yang layak
Infrastruktur
Jalan : akses ke farm-farm di pedesaan Sarana angkutan : kereta api,
Pelabuhan yang memadai
Kawasan industri peternakan Biaya logistik yang masih tinggi
Biaya-biaya tidak terduga (pungli, manual handling, dll) Mesin-mesin teknologi harus diperluas pengunaannya Ini bisa mencegah penularan covid-19
Digitalisasi logistik
Pemanfaatan internet dan fitur2 digital untuk memonitor pengiriman
Summary
Logistik yang baik mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan sehingga meningkatkan daya saing bahan baku lokal. Dengan sendirinya akan meningkatkan porsi pemakaian bahan baku lokal dalam industri pakan.
Sistem manajemen logistik yang effisien mampu meningkatkan profitability industri, dengan menekan semua lini kegiatan dan mengurangi loss/susut yang terjadi karena kerusakan barang atau kebocoran selama delivery.
Sistem logistik yang efektif adalah yang mampu menghadapi segala situasi dan kondisi yang terjadi, sehingga mampu
meningkatkan startegi manajemen dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.