• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1. Geografis Kota Sungai Penuh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2.1. Geografis Kota Sungai Penuh"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

1

2.1.

Geografis Kota Sungai Penuh

2.1.1. Administratif Wilayah

Aspek geografis dan demografi menggambarkan karakteristik lokasi dan pengmbangan wilayah do suatu daerah, Kota Sungai Penuh sejak Tahun 2012 berkembang menjadi 8 Kecamatan dengan 65 Desa dan 4 Kelurahan, yaitu diantaranya adalah;

1. Kecamatan Tanah Kampung

Kecamatan Tanah Kampung memiliki luas wilayah + 1,10 Km2 dari luas keseluruhan Kota Sungai Penuh dengan Persentase luas areal+ 2,81% dari luas keseluruhan Kota Sungai Penuh. Ibu Kota Kecamatan Tanah Kampung terletak di Desa Tanah Kampung, Kecamatan Tanah Kampung erdiri dari beberapa Desa/Kelurahan diantaranya adalah;

- Dususn Baru Debai - Desa Koto Panap

- Desa Pendung Hiang - Desa Koto Baru

- Desa Koto Padang - Desa Tanah Kampung

- Desa Mekar Jaya - Desa Koto Pudung

- Desa koto Dumo - Desa Koto Tengah

- Desa Sembilan - Desa Koto Tuo, dan

(2)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

2

2. Kecamatan Kumun Debai

Kecamatan Kumun Debai memiliki luas + 14,20 Km2 dari laus keseluruhan wilayah Kota Sungai penuh, dengan persentase 30,27%. Adapun Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Kumun Debai diantaranya adalah;

- Desa Renah Kayu Embun - Desa Ulu Air

- Desa Air Teluh - Desa Sandaran Galeh - Desa Kumun Mudik - Desa Pinggir Air - Desa Muara Jaya - Desa Debai - Desa Kumun Hilir

3. Kecamatan Sungai Penuh

Kecamatan Sungai Penuh merupakan Ibu Kota dari Kota Sungai Penuh. Kecamatan Sungai Penuh memiliki Luas wilayah + 0,34 Km2 dengan persentase 0,80% dari luas wilayah Kota Sungai Penuh yang terdiri dari beberapa Desa/Kelurahan di dalamnya diantaranya adalah;

- Desa Gedang - Kelurahan Pasar Sungai Penuh, dan

- Desa Pasar Baru - Desa Amar Sakti

- Kelurahan Sungai Penuh 4. Kecamatan Hamparan Rawang

Kecamatan Hamparan Rawang memiliki luas daerah + 1,21 Km2 dengan persentase 3,10 % dari luas daerah Kota Sungai Penuh yang terdiri dari:

- Desa Tanjung Muda - Desa Cempaka - Desa Simpang Tiga Rawang - Desa Koto Beringin

- Dusun Diilir - Desa Maliki Air

- Kampung Diilir - Desa Kampung Dalam,dan - Desa koto Teluk - Desa Larik Kemahan - Desa Koto Dian

5. Kecamatan Pesisir Bukit

Kecamatan Pesisir Bukit memiliki luas wilayah seluas + 1.95 Km2 drengan persentase luas lebih kurang 4.97% dari luas areal Kota Sungai Penuh yang terdiri dari beberapa Desa/Kelurahan diantaranya adalah; - Desa Koto Bento - Desa Koto Dua - Desa Koto Lolo

- Desa Koto Renah - Desa Seberang

- Desa Koto Keras - Desa Sumur Gedang, dan - Desa Koto Tengah - Desa Sungai Liuk

(3)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

3

6. Kecamatan Pondok Tinggi

Luas Wilayah Kecamatan Pondok Tinggi adalah 9,10 km2 dengan persentase luas wilayah + 23,23% dari Luas Keseluruhan Kota Sungai Penuh yang terdiri dari;

- Desa Sungai Jernih - Kelurahan Pondok Tinggi

- Desa Koto Lebu - Desa Permanti

- Desa Karya Bakti - Desa Pondok Agung, dan

- Desa Lawang Agung - Desa Aur Duri

7. Kecamatan Sungai Bungkal

Kecamatan Sungai Bungkal memiliki luas wilayah + 11,10 Km2 dengan persentase 28,34% dengan jumlah Desa/Kelurahan sebagai berikut;

- Desa Sumur Anyir - Desa Sungai Ning

- Desa Pelayang Raya - Desa Koto Tinggi - Desa Talang Lindung - Kelurahan Dusun Baru 8. Kecamatan Koto Baru

Kecamatan Koto Baru memiliki luas wilayah 0,10 Km2 dari total luas keseluruhan wilayah Kota Sungai Penuh dengan persentase wilayah 0,42% yang terdiri dari beberapa Desa diantaranya adalah;

- Desa Baru Sri Menanti - Desa Kampung Tengah - Desa Koto Limau Manis - Desa Dujung Sakti, dan - Desa Koto Baru - Desa Permai Indah

Jarak antara Ibu Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten lain yang ada di Provinsi Jambi diantaranya adalah sebagai berikut:  Jambi Via Bungo : 491,60 Km Via Sarolngun : 421,29 Km Muara Bulian : 362,36 Km Muara Sabak : 550,73 Km Kuala Tungkal : 549,99 Km Sarolangun : 242,00 Km Bangko : 164,18 Km Bungo : 240,00 Km Tebo : 285,80 Km

Kota sungai Penuh merupakan dataran tinggi dengan ketinggian berada diantara 500-1.500 meter diatas permukaaan laut. Terletak pada posisi antara 1010 14' 32'' BT sampai dengan 1010 27' 31'' BT dan 020 01' 40'' LS sampai dengan 020 14' 54'' LS, sesuai dengan undang-undanga nomor 25 tahun 2008 tentang pembentukan Kota Sungai Penuh memiliki luas 391,5 Km2 (39.150 Ha) yang sekitar 59,2 % (23.177,6 Ha)

(4)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

4

merupakan Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan merupakan kawasan lindung dan kawasan strategis nasional. Berdasarkan elevasi ketinggian wilayah Kota Sungai Penuh dataran di Kota Sungai penuh terdiri dari;

- 500 m – 1.000 m = 15,25% - 1.000 m Keatas = 84,75%

Jarak antara Ibu kota Sungai Penuh dengan Daerah Kecamatan di Kota Sungai Penuh adalah sebagai berikut:

a) Sungai Penuh-Tanah Kampung = 6 Km

b) Sungai Penuh-Kumun = 6 Km

c) Sungai Penuh-Sungai Penuh = 2 Km d) Sungai Penuh-Simpang Tiga Rawang = 5 Km e) Sungai Penuh-Sungai Liuk = 4,5 Km

f) Sungai Penuh-Dusun Baru = 2 Km

g) Sungai Penuh-Pondik Tinggi = 1 Km

h) Sungai Penuh koto Baru = 6 Km

Wilayah Kota Sungai Penuh bagian utara dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Kerinci, bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Utara (Provinsi Bengkulu) dan Kabupaten Pesisir Selatan (Provinsi Sumatera Barat) dan bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Kerinci.

Gambar 2.1. Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Koat Sungai Penuh (Km2) Tahun 2014

(5)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

5

Tabel 2.1.

Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Sungai Penuh Tahun 2015

No Kecamatan Luas (Km2) Persentase (%)

1 Tanah Kampung 1,10 2,81 2 Kumun Debai 14,20 36,27 3 Sungai Penuh 0,34 0,80 4 Hamparan Rawang 1,21 3,10 5 Pesisir Bukit 1,95 4,97 6 Sungai Bungkal 11,10 28,34 7 Pondok Tinggi 9,10 23,23 8 Koto Baru 0,10 0,42 Jumlah 39,15 100

Sumber : Kota Sungai Penuh Dalam Angka Tahun 2015.

Tabel 2.2.

Ketinggian Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

Kecamatan Luas Wilayah Menurut Posisi Ketinggian

dari Permukaan Laut (Ha) Jumlah

100 - 500 Mdpl 500 - 1000 Mdpl > 1000 Mdpl 1. Tanah Kampung - 1.100 - 1.100 2. Kumun Debai - 860 13.340 14.200 3. Sungai Penuh - 335 - 335 4. Hamparan Rawang - 1.215 - 1.215 5. Pesisir Bukit - 1.216 730 1.946 6. Sungai Bungkal - 310 10.325 11.095 7. Pondok Tinggi - 770 10.335 9.095 8. Koto Baru - 164 - 164 JUMLAH - 5.970 33.180 39.150

(6)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

6

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

Bidang Cipta Karya

Gambar 2.2. Batas Administrasi Kota Sungai Penuh

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh Tahun 2011-2031

6

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM

(7)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

7

2.1.2. Topografi

Kota Sungai Penuh secara umum berada pada ketinggian yang mencapai antara 500 – 2.250 mdpl. Pada ketinggian 500-1.000 mdpl yakni sebesar 7,19% yang berada di Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan Sungai Penuh. Selanjutnya pada ketinggian yang mencapai lebih dari 1.000 mdpl yakni sebesar 92,81% diantaranya pada Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Sungai Bungkal, Kecamatan Kumun Debai dan Kecamatan Pondok Tinggi. Keempat kecamatan dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl tersebut memiliki daerah perbukitan yang juga merupakan daerah pertanian dan perkebunan yang dimiliki Kota Sungai Penuh

Tabel 2.3.

Topografi Kota Sungai Penuh

NO KECAMATAN ELEVASI (MDPL) LUAS (Ha)

1 Sungai Penuh 787 s/d 847 335 2 Pesisir Bukit 802 s/d 1.400 1.946 3 Hamparan Rawang 787 s/d 792 1.215 4 Kumun Debai 787 s/d 2000 14.200 5 Tanah Kampung 787 s/d 792 1.100 6 Pondok Tinggi 787 s/d 2250 9.095 7 Koto Baru 790 s/d 802 164 8 Sungai Bungkal 792 s/d 1750 11.095

Sumber : Peta Rupa Bumi Skala 1 : 50.000

(8)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

8

Gambar 2.3. Peta Topografi Kota Sungai Penuh

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(9)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

9

Dengan lokasi yang berada pada dataran tinggi, kemiringan lereng wilayah Kota Sungai Penuh sangat bervariasi, dapat dibagi menjadi topografi yang relatif datar, berbukit-bukit, dan terjal. Wilayah yang terjal berada di bagian tengah Kecamatan Sungai Penuh dan Kumun Debai (24,3 %), sementara daerah perbukitan (28,2 %) berada di bagian barat Kecamatan Sungai Penuh dan Kumun Debai dan dikawasan perbatasan Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Lahan yang memiliki kemiringan relatif datar (12,3 %) terdapat sebagian besar di Kecamatan Hamparan Rawang dan Tanah Kampung, serta di Kecamatan Pesisir Bukit, Sungai Penuh dan Kumun bagian timur.

Tabel 2.4.

Klasifikasi Lereng di Kota Sungai Penuh

No Klasifikasi lereng Lereng Luas (ha) Persentase

Luas (%)

1. Datar 0 - 2 % 4.812 12,29

2. Bergelombang > 2 – 15 % 4.618 11,80

3. Berbukit >15 - 25% 11.051 28,23

4. Curam >25 - 40% 9.171 23,42

5. Sangat Curam, Terjal > 40% 9.498 24,23

Luas Wilayah Kota 39.150 100.00

(10)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

10

Gambar 2.4. Peta Morfologi Kota Sungai Penuh

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(11)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

11

2.1.3. Geologi

Kota Sungai Penuh secara regional berada di lingkungan Bukit Barisan yang dibentuk oleh bentang alam perbukitan dan pegunungan dengan relief permukaan yang umumnya tinggi.Pembentukan bentang alam yang tampak seperti sekarang ini sangat dipengaruhi oleh susunan batuan (litologi), struktur geologi yang berkembang, serta proses-proses geologi yang sedang berlangsung. Pusat kegiatan kota menempati bagian kaki dari bentang alam tersebut yang disusun oleh endapan material rombakan, batuan gunung api, sedimen, dan batuan terobosan yang secara morfologi berupa kipas.

 Batuan Sedimen; terletak di bagian selatan Kota Sungai Penuh dan dikenal dengannama Formasi Kumun membentuk bentang alam perbukitan berelief terjalmemanjang barat laut – tenggara, terdiri dari batu pasir, konglomerat, breksi, dantuf dengan sisipan lignit dan berlapis baik.

 Batuan Gunung Api; bersusunan andesit-basal, menempati bagian barat KotaSungai penuh membentuk bentang alam pegunungan dan perbukitan yang terdiridari lava andesit-basalan, tuf, dan breksi gunung api.

 Batuan Terobosan; terdiri dari Gronodiorit terletak di sekitar Kota Sungai penuh membentuk perbukitan yang memanjang barat laut – tenggara, dan batuanterobosan granit yang menempati bagian barat laut.  Batuan Sedimen Lainnya dan Endapan Aluvium; mengalasi bentang alam dataran,yaitu formasi pengasih

terdiri dari batu lempung, batu lanau, batu pasir berbatuapung dengan sisipan lignit dan konglomerat. Endapan aluvium ini menempatibentang alam dataran di sekitar wilayah Kota Sungai Penuh.

Struktur geologi berupa lipatan, patahan, dan kelurusan banyak dijumpai di wilayah Kota Sungai Penuh, dimana umumnya berarah tenggara – barat laut. Struktur patahan mempengaruhi seluruh batuan penyusun yang terbentuk di jaman Pra-Holosen bahkan hingga jaman Resen. Patahan ini mempengaruhi pula terhadap endapan aluvium di bagian dataran, yang tercerminkan oleh adanya retakan/lipatan dan kelurusan. Wilayah dataran yang disusun oleh endapan aluvium sungai merupakan endapan yang sangat sensitif terhadap kegempaan. Berdasarkan kejadian gempa yang pernah terjadi pada tahun 1995, bangunan rumah dan infrastruktur yang ada diatasnya telah mengalami rusak berat dibandingkan dengan bangunan yang bertumpu pada batuan lainnya, seperti batuan sedimen, batuan gunung api, batuan terobosan, dan endapan kipas (kolovial).

(12)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

12

Tabel 2.5.

Jenis Batuan di Daerah Kota Sungai Penuh

Ja Formasi Asai

Jgr Granit tatan

Kjp Formasi Peneta

Tomh Formasi Hulusimapang (batuan gunung berapi)

Tb, Tmk, Qtp Batuan Sedimen Tersier

Tb Formasi bandan

Tmk Formasi Kumun

QTp Formasi Pengasih

Tdi Granit dan Diorit

Tgd Granodiorit

Tgr Granit

Di Diorit

Qa Endapan Aluvial

Qaf Endapan Kipas Aluvial

Qad Endapan Delta

Qav Endapan Aluvial Gunungapi

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

Pada skala lokal 1:100.000, sesuai dengan struktur geologi di kota Sungai Penuh terdapat sesar berarah ke barat laut – tenggara, yaitu sesar Siulak (hasil studi Pusat Geologi yang bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Kerinci Tahun 2003). Sesar ini terdiri atas dua Sesar yang sejajar melintasi Kota Sungai Penuh. Panjang Sesar kurang lebih 37 Km dan Lebarnya 17 Km. Sesar ini mulai aktif sejak Miosen Tengah, yang berhubungan dengan pembentukan Formasi Kumun dan diaktifkan lagi pada Pilio-Plitosen. Sesar ini merupakan sesar geser menganan dengan kemiringan hampir tegak. Kondisi geologi Kota Sungai Penuh dapat dilihat pada Gambar 3.5 dibawah ini.

(13)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

13

Gambar 2.5. Peta Geologi Kota Sungai Penuh

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(14)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

14

2.1.4. Hidrologi

Pada dasarnya kondisi hidrologi Kota Sungai Penuh dapat terlihat dari adanya sumber-sumber air, baik berupa air permukaan, mata air, maupun air tanah sebagai berikut.

A. Air permukaan (sungai)

Wilayah Kota Sungai Penuh termasuk dalam Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari, yang merupakan rangkaian daerah aliran sungai dari Kabupaten Kerinci. Wilayah Kabupaten Kerinci didominasi oleh pegunungan Bukit Barisan, sebagai bagian dan rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang memanjang sepanjang pantai Barat Sumatera, titik tertinggi adalah puncak Gunung Kerinci. Terdapat banyak dataran sepanjang lembah Bukit Barisan tersebut. Pegunungan Bukit Barisan yang berada sebelah Barat dan timur Kerinci ini menjadi titik tertinggi di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, sehingga semua sungai yang mengalir di Kota Sungai Penuh mengalir ke arah tengah dan selatan menuju dan bermuara ke Danau Kerinci dan selanjutnya mengalir ke Sungai Batang Hari.

Berdasarkan hasil penyelidikan hidrogeologi regional lembar Sungai Penuh dapat dibagi kedalam tiga (tiga) wilayah produktivitas akuifer (lapisan pembawa air) yaitu:

1. Akuifer Produktif sedang dengan penyebaran luas, keterusan rendah sampai sedang, muka air tanah beragam dan debit sumur kurang dari 5l/det;

2. Akuifer dengan produktifitas rendah setempat dimana umumnya keterusan rendah, setempat sedang, air tanah dalam jumlahnya cukup dapat diperoleh terutama dilembah-lembah atau zona sesar dan pelapukan; dan

3. Daerah air tanah langka.Pemanfaatan air permukaan sebagai air baku untuk pelayanan air bersih di Kota Sungai Penuh terutama berasal dari anak Sungai Ampuh yang terletak ± 3 m di bagian tenggara pusat Kota Sungai Penuh yakni di desa sungai jernih Kecamatan Sungai Penuh.

B. Mata Air

Di wilayah Kota Sungai Penuh juga dijumpai mata air, yang terbentuk dari dasar lembah atau kaki perbukitan yang disebabkan adanya lapisan batuan kedap air dibawahnya, sehingga peregangan tidak terus ke dalam melainkan ke arah kateral dan muncul di kaki tebing/ lembah atau kaki perbukitan. Hal ini ditunjukkan adanya beberapa danau, dan air terjun di daerah pegunungan.

C. Air Tanah

Keberadaan air tanah dipengaruhi oleh curah hujan, luas daerah resapan, sifat kelulusan bahan permukaan dan batuan yang terdapat dibawahnya serta morfologi. Potensi air tanah umumnya relatif

(15)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

15

dalam, sekitar > 60 meter. Hampir seluruh Kecamatan di Kota Sungai Penuh mempunyai kedalaman efektif tanah >90 meter.

(16)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

16

Gambar 2.6. Peta Hidrogeologi dan Produktivitas Akuifer

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(17)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

17

Sungai-sungai utama yang terdapat di Kota Sungai Penuh adalah : Sei Batang Air Baru, Sei Bt. Merau, Sei Mura Jaya, Sei Ning, Sei Air Bungkai dan Sei Rampuh.

Tabel 2.6.

Sungai Yang Ada di Kota Sungai Penuh

No Nama Sungai Pajang

(M) Lebar (M) Kedalaman (M) Debit (M

3/Dtk)

Permukaan Dasar Maks. Min.

1 Sungai Ning 3.48 10 8 2 120 1,5

2 Sungai Pengasah 3.624 8 7 1,5 80 0,9

3 Sungai Air Sesat 1.14 12 10 2 95 0,95

4 Sungai Air Sempit 5.041 12 10 2 96 0,98

5 Sungai Terung 4.943 20 18 3 115 1,3

6 Sungai Air Hitam 2.793 10 8 2 90 0,8

7 Sungai Batang Sangkir 2.802 15 13 4 130 2

8 Sungai Air Bunkal 2.988 8 6 2 170 2,5

9 Sungai Rampuh 6.18 6 4 1,5 70 1,1

10 Sungai Ulu Air Kumun 1.795 6 4 1,5 85 1

11 Sungai Batang Bungkal 9.062 15 13 2 190 3

12 Sungai Batang Merao 10.247 20 18 5 365 6

(18)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

18

Gambar 2.7. Peta Daerah Aliran Sungai (DAS)

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(19)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

19

2.1.5. Jenis Tanah

Jenis tanah yang terdapat di Kota Sungai Penuh meliputi 4 (empat) macam jenis tanah, yaitu: andosol, latosol, podsolik, dan alluvial yang dapat dilihat pada Tabel dan Gambar dibawah. Pemanfaatan tanah jenis alluvial pada usaha pertanian dapat dilakukan di daerah endapan sungai atau daerah rawa-rawa pasang surut, sedangkan tanah aluvial yang berasal dari bahan alluvium umumnya merupakan tanah subur. Jenis tanah alluvial di Kota Sungai Penuh umumnya berupa tanah subur yang dimanfaatkan menjadi lahan pertanian sawah.

Tabel 2.7.

Jenis Tanah di Kota Sungai Penuh

No Jenis Tanah Luas (Ha) Persentase (%)

1 Andosol 12564 32.1

2 Latosol 15577 39.8

3 Padsolik 5594 14.3

4 Alluvial 5415 13.8

Jumlah 39150 100

(20)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

20

Gambar 2.8. Peta Kondisi Tanah Sungai Penuh

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(21)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

21

2.1.6. Klimatologi

Sungai Penuh Beriklim tropis dengan suhu rata-rata 22,5 Cselama tahun 2014. Suhu maksimum sebesar 29,6 C terjadi pada bulan April - Mei, serta suhu minimum sebesar 17,7Cterjadi pada bulan September. Curah hujan rata-rata per bulan sepanjang tahun 2014 sebesar112,6 mm3 dengan curah hujan terendah sebesar 12,4 mm3 terjadi pada bulan juni dan curah hujan tertinggi sebesar 293,8 mm3 terjadi pada bulan November.

Kelembaban relatif uadara rata-rata per bulan sebesar 83 % dengan kelembabanudara terendah sebesar 79 % di bulan September dankelembaban udara tertinggi sebesar 86 % terjadi pada bulan Januari.

2.2.

Kependudukan

Penduduk Kota Sungai Penuh berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2015 sebanyak 101.542 jiwa yang terdiri dari atas 51.146 jiwa penduduk laki-laki dan 50.396 jiwa penduduk perempuan dengan rasio jenis kelamin sebesar 101,48%.

Kepadatan penduduk di Kota Sungai penuh pada Tahun 2015 mencapai 259 Jiwa/Km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan penduduk di 8 Kecamatan di Kota Sungai Penuh cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan koto Baru dengan Kepadatan Penduduk sebesar 6.556 Jiwa/Km2. Jumlah penduduk dan laju pertumbuhan penduduk di Kota Sungai Penuh Menurut Kecamatan dapat dilihat pada Tabel 2.8 berikut ini.

Tabel 2.8.

Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk di Kota Sungai Penuh Tahun 2010, 2014 dan 2015. No Kecamatan Jumlah Penduduk 2011 2012 201 3 2014 2015 1 Sungai Penuh 36.291 11.992 12.396 11.668 11.929 2 Pesisir Bukit 19.504 12.535 13.015 12.596 12.939 3 Hamparan Rawang 14.155 14.858 15.245 15.119 15.236 4 Kumun Debai 10.157 11.215 11.524 11.256 11.588 5 Tanah Kampung 9.609 11.213 11.517 11.191 11.586 6 Pondok Tinggi - 18.935 19.781 18.836 18.447 7 Sungai Bungkal - 9.618 9.986 9.979 10.699 8 Koto Baru - 10.888 11.246 10.752 9.128 Jumlah 89.716 101.25 4 104.728 101.397 101.542

(22)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

22

Tabel 2.9.

Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di kota Sungai Penuh

Tahun 2015.

Kelompok Umur Laki – Laki Perempuan Jumlah

Rasio Jenis Kelamin 2015 2015 2015 2015 0-4 3.165 2.784 5.949 113,68 5-'9 4.479 4.048 8.527 110,64 Okt-14 4.786 4.494 9.280 106,49 15-19 4.606 4.475 9.081 102,92 20-24 3.946 3.913 7.859 100,84 25-29 3.973 3.864 7.837 102,82 30-34 4.482 4.418 8.900 101,44 35-39 4.746 4.484 9.230 105,84 40-44 4.026 3.840 7.866 104,84 45-49 3.140 2.951 6.091 106,40 50-54 2.635 2.792 5.427 94,37 55-59 2.284 2.492 4.776 91,65 60-64 1.972 2.048 4.020 96,28 65-69 1.091 1.190 2.281 91,68 70-74 800 1.027 1.827 77,89 75+ 1.015 1.576 2.591 64,40 Total 51.146 50.396 101.542 101,48

Sumber: Dinas Dukcapil Kota Sungai Penuh Tahun 2016 dan Hasil Analisis Tahun 2016

Tabel 2.10.

Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di kota Sungai Penuh Tahun

2015.

No

Kecamatan

Penduduk

Jumlah

Hunian

Luas

TNKS

Budi Daya

Kepadatan

Penduduk

(jw)

(km2)

(ha)

(km2)

(jw/km2)

1 Sungai Penuh 11.929 3,35 - 3,35 3.483 2 Pesisir Bukit 12.939 19,46 83 18,63 647 3 Hamparan Rawang 15.236 12,15 - 12,15 1.244 4 Kumun Debai 11.588 142 10.834 33,66 79 5 Tanah Kampung 11.586 11 - 11,00 1.023 6 Pondok Tinggi 18.447 90,95 12.261 79,29 207 7 Sungai Bungkal 10.699 110,95 90 8 Koto Baru 9.128 1,64 - 1,64 6.556

KOTA SUNGAI PENUH 101.542 39.150 23.178 159,72 259

(23)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

23

Tabel 2.11.

Distribusi Penduduk Menurut Tingkta Pendidikan Tahun 2016.

2.3.

Potensi Wilayah

Jenis tanah yang terdapat di Kota Sungai Penuh meliputi empat macam jenis tanah yaitu andosol, latosol, podsolik dan alluvial. Pemanfaatan tanah tanah jenis alluvial pada usaha pertanian dapat dilakukan di daerah endapan sungai atau daerah rawa-rawa pasang surut, sedangkan tanah aluvial yang berasal dari bahan alluvium umumnya merupakan tanah subur. Perbaikan drainase perlu diperhitungkan agar tidak mengakibatkan munculnya cat clay yang sangat masam akibat oksidasi sulfida menjadi sulfat. Jenis tanah alluvial di Kota Sungai Penuh umumnya berupa tanah subur yang dimanfaatkan menjadi lahan pertanian sawah.

Sedangkan untuk penggunaan lahan, Kota Sungai Penuh saat ini pada dasarnya terbentuk dari percampuran kegiatan-kegiatan yang bersifat perkotaan dan sebagian kecil bersifat perdesaan berupa lahan-lahan pertanian, serta kegiatan kepariwisataan. Kegiatan perkotaan yang mempunyai jangkauan pelayanan wilayah (regional) berupa fasilitas perdagangan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas transportasi regional dan fasilitas perkantoran dan/atau pemerintahan. Sedangkan kegiatan-kegiatan kepariwisataan di Kota Sungai Penuh memiliki tingkat pelayanan nasional maupun regional antara lain berupa fasilitas akomodasi hotel dalam memberikan pelayanan jasa kepariwisataan yang mengkaitkan objek-objek wisata baik yang berada di dalam kota ataupun yang terletak di luar kota dan daerah lain di Kabupaten Kerinci.

Komponen ruang kota yang bersifat pedesaan berupa lahan-lahan pertanian tanaman pangan sawah dan kebun lahan kering terdapat lebih banyak di wilayah hinterland kota dengan hasil produksi yang dipasarkan ke Propinsi Jambi, dan wilayah Sumatera Barat. Daerah pertanian ini sebagian besar berada di bagian timur dan selatan wilayah kota, terutama di Kecamatan Tanah Kampung dan Hamparan Rawang.Secara

(24)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

24

umum gambaran penggunaan lahan di Kota Sungai Penuh dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Kawasan Pusat kota yang merupakan konsentrasi kegiatan perdagangan, pemerintahan dan perkantoran, pelayanan kegiatan sosial dan pariwisata dengan lingkup pelayanan regional wilayah kota dan daerah pinggiran. Kegiatan ini berada di Kelurahan Pasar Sungai Penuh, Pondok Tinggi, Sungai Penuh,Desa Gedang, Permanti, Koto Tinggi, serta Aur Duri.

b) Kawasan pariwisata dan kegiatan pendukungnya yaitu sepanjang Bukit Sentiong, Bukit Kayangandan kawasan Taman Bunga di Talang Lindung serta kawasan Bukit Khayangan.

c) Kawasan perumahan yang menyebar dengan intensitas yang semakin tinggi ke arah pusat kota. Bagian barat dan tenggara serta utara kota merupakan daerah perkembangan perumahan yang antara lain di Kecamatan Sungai Penuh bagian barat, dan Pesisir Bukit.

d) Kawasan Pertanian pada kawasan utara dan tenggara kota yang besaran lahannya semakin menyusut karena beralih fungsi menjadi lahan perumahan.

Perkembangan fisik ruang kota dari awal hingga mencapai besaran luas seperti sekarang berawal dari lingkungan pusat kota. Perkembangan mengikuti rencana pola jaringan jalan lingkar yaitu poros jalan Desa Gedang – Jembatan I Tanah Kampung. Struktur Kota Sungai Penuh yang bersifat konsentrik cenderung mengarah ke pola pembauran sektoral yang terintegrasi tanpa zonasi yang tidak begitu jelas batasnya. Terjadi pemusatan kegiatan-kegiatan utama seperti kegiatan perdagangan, perkantoran, perhotelan dan kepariwisataan, pendidikan, dan kesehatan dengan konsentrasi tinggi pada pusat kota.

Tabel 2.12.

Penggunaan Lahan Kota Sungai Penuh

No Penggunaan Lahan Kecamatan Luas

(Ha) Hamparan Rawang Koto Baru Kumun Debai Pesisir Bukit Pondok Tinggi Sungai Bungkal Sungai Penuh Tanah Kampung 1 Hutan Primer (TNKS) - - 11.032 379 4.600 7.167 - - 23.178 2 Hutan Sekunder - - 666 837 3.508 2.876 - - 7.887 3 Kebun Campuran - - 1.218 324 371 10 38 1.961 4 Permukiman 150 40 128 104 157 117 77 147 920 5 Pertanian Lahan Basah 287 - 4 - 52 - 5 51 399 6 Pertanian Lahan Kering - - 70 394 147 427 - 3 1.041 7 Rawa 127 - - - 3 130 8 Sawah 651 124 505 226 285 100 243 858 2.992 9 Semak/Belukar - - 568 5 20 37 - - 630 10 Tanah Terbuka - - 9 1 2 - - - 12 Total (Ha) 1.215 164 14.200 1.946 9.095 11.095 335 1.100 39.150

(25)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

25

Tabel 2.13.

Luas TNKS dan Luas Budidaya di Kota Sungai Penuh Tahun 2016

No Kecamatan Luas Wilayah Luas TNKS Luas Budidaya

Ha % Ha % Ha % 1 Tanah Kampung 1100 2,81 - - 1100 6,89 2 Sungai Penuh 335 0,86 - - 335 2,1 3 Hamparan Rawang 1215 3,1 - - 1215 7,61 4 Pesisir Bukit 1946 4,97 379 1,64 1567 9,81 5 Kumun Debai 14200 36,27 11032 47,6 3168 19,83 6 Podok Tinggi 9095 23,23 4600 19,85 4495 28,14 7 Sungai Bungkal 11095 0,42 7167 30,92 3928 24,59 8 Koto Baru 164 28,34 - - 164 1,03

Sumber : BPS Kota Sungai Penuh Tahun 2015

Berdasarkan fungsi utama kawasan yakni fungsi lindung dan budidaya jenis pemanfaatan lahan yang terdapat di Kota Sungai Penuh terbagi atas :

1. Kawasan Budidaya a) Perumahan

Luas Kawasan perumahan di Kota Sungai Penuh adalah sebesar 920 ha. Pada kondisi eksisting perumahan berkembang secara linear mengikuti jaringan jalan arteri dan kolektor pada kawasan perdesaan dan beberapa kawasan perkotaan. Sedangkan pada kawasan pusat kota perumahan berkembang secara merata (konsentris) dengan intensitas yang lebih tinggi, hal ini dipengaruhi tingginya nilai lahan pada kawasan pusat kota dan belum adanya aturan yang membatasi fungsi ruang secara jelas.

b) Perdagangan dan Jasa

Kawasan Perdagangan dan Jasa Kota Sungai Penuh merupakan kawasan perdagangan dan jasa yang melayani skala Regional dan lokal. Pelayanan regional terutama berkembang pada kawasan pusat kota dan koridor utama kawasan kota sungai penuh yang terdapat pada Kecamatan Sungai Penuh dengan jenis barang yang diperjual belikan mulai dari barang primer hingga tersier, yang melayani sebagian besar penduduk Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Perannya sebagai kawasan perdagangan dan jasa skala regional menjadikan menjadi kawasan ini cepat tumbuh yang menimbulkan tarikan masyarakat yang besar ke kawasan ini dalam aktifitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

a. Perkantoran

Sebagai kota yang baru berkembang berdasarkan UU No. 25 Tahun 2008, Pada kondisi eksisting kawasan perkantoran Kota Sungai Penuh tersebar pada beberapa wilayah karena menempati bangunan kantor sementara hingga selesainya pengalihan status kepemilikan bangunan gedung

(26)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

26

perkantoran yang saat ini masih ditempati oleh kabupaten Kerinci di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Pesisir Bukit.

Pusat pemerintahan Kota Sungai Penuh dikembangkan di Desa Aur Duri, Kecamatan Sungai Penuh, sementara beberapa SKPD atau instansi lainnya tersebar pada beberapa kawasan di Kecamatan Sungai Penuh, seperti di Kelurahan Pasar Sungai Penuh, Karya Bakti dan Desa Talang Lindung. b. Pariwisata

Kota Sungai Penuh telah memiliki kelengkapan fasilitas pelayanan wisata berupa hotel, restoran dan jasa keuangan yang sebagian besarnya terpusat di Kecamatan Sungai Penuh. Objek wisata yang dimiliki Kota Sungai Penuh berupa objek Wisata Alam, Objek wisata Budaya dan Objek Wisata Relegius, antara lain:

1. Bukit Khayangan 2. Bukit Sentiong

3. Pembangunan Pasar Tradisional Pariwisata 4. Objek Wisata Bukit Tapan

5. Taman Bunga Puti Senang 6. Tempat Benda Bersejarah 2. Kawasan Lindung

a. Kawasan Suaka Alam

Kota Sungai penuh memiliki kawasan lindung berupa kawasan Suaka Alam yang merupakan kawasan strategis nasional yakni Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang terdapat di Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit dan Kecamatan Kumun Debai.

b. Kawasan Perlindungan Setempat

Kawasan Perlindungan Setempat yang terdapat di Kota Sungai Penuh berupa kawasan sempadan sungai dan Kawasan Tangkapan Air yang sebagian besar terdapat di Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Sungai Penuh dan Kecamatan Tanah Kampung. Disamping itu juga terdapat kawasan Sesar (Patahan) dan Ruang Terbuka Hijau Kota yang juga menjadi kawasan perlindungan setempat.

(27)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

27

Gambar 2.9. Peta Penggunaan Lahan Kota Sungai Penuh

: RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

LANJUTAN PENYUSUNAN RPIJM KOTA SUNGAI PENUH

PETA PENGGUNAAN LAHAN

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(28)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

28

2.3.1. Pertanian

Subsektor Tanaman Pangan merupakan salah satu subsektor pada sektor pertanian. Subsektor ini mencakup tanaman padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang kedelai. Pada Tahun 2015, produksi padi tercatat sebesar 58.280 ton dengan luas panen sebesar 9.863 Ha, sementara produktivitasnya mencapai 5,91 Ton/Ha.

Produksi palawija didominasi oleh komoditas ubi kayu sebesar 1.041 Ton dan produksi paling kecil adalah dari komoditas kacang tanah sebesar 11 Ton. Adapun data luas pertanian di Kota Sungai Penuh menurut Kecamatan berdasarkan jumlah produksi, produktivitas dan luas panen dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.14.

Luas Lahan Sawah Menurut Kecamatan dan Jenis Pengairan di Kota Sungai Penuh

Tahun 2015.

No Kecamatan Irigasi Non Irigasi Jumlah

1 Tanah Kampung 930 69 999 2 Kumun Debai 91 421 512 3 Sungai Penuh 239 25 264 4 Hamparan Rawang 60 753 813 5 Pesisir Bukit 400 92 492 6 Sungai Bungkal 180 - 180 7 Pondok Tinggi 578 17 595 8 Koto Baru 210 115 325 Jumlah 2.688 1.492 4.180

Sumber : BPS Kota Sungai Penuh Tahun 2015

Tabel 2.15.

Luas Lahan/Tegal, Kebun/Huma dan Lahan yang Sementara Tidak diusahakan Menurut Kecamatan di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Tegal/Kebun Ladang/Huma Sementara Tidak di

Usahakan 1 Tanah Kampung 8 7 364 2 Kumun Debai 3000 881 1174 3 Sungai Penuh 13 - 59 4 Hamparan Rawang 26 - 186 5 Pesisir Bukit 1131 2478 65 6 Sungai Bungkal 105 460 41 7 Pondok Tinggi 346 125 250 8 Koto Baru - 1 - Jumlah 4621 3945 2139

(29)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

29

Tabel 2.16.

Luas Panen Padi Sawah dan Padi Ladang di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Padi Sawah Padi Ladang

1 Tanah Kampung 2841 - 2 Kumun Debai 1726 - 3 Sungai Penuh 723 - 4 Hamparan Rawang 1838 - 5 Pesisir Bukit 930 - 6 Sungai Bungkal 268 - 7 Pondok Tinggi 1051 - 8 Koto Baru 486 - Jumlah 9863 -

Sumber : BPS Kota Sungai Penuh Tahun 2015

Tabel 2.17.

Luas Panen Jagung, Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu dan Ubi Jalar Menurut Kecamatan di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Jagung Kedelai Kacang

Tanah Kacang hijau Kayu Ubi Jalar Ubi

1 Tanah Kampung 222 - - - - - 2 Kumun Debai 11 - - - 5 7 3 Sungai Penuh 2 - - - 1 - 4 Hamparan Rawang 3 - - - - - 5 Pesisir Bukit - - - - 14 6 6 Sungai Bungkal 33 - - - 25 8 7 Pondok Tinggi 2 - - - 6 3 8 Koto Baru - - - - 3 1 Jumlah - - - 54 25

Sumber : BPS Kota Sungai Penuh Tahun 2015

Tabel 2.18.

Luas Panen, Produksi dan Rata-rata Produksi Tanaman Padi Sawah Menurut Kecamatan di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Luas Panen Produksi Rata-rata Produksi

1 Tanah Kampung 2.841 16.790 5,91 2 Kumun Debai 1.726 10.197 5,91 3 Sungai Penuh 723 4.272 5,91 4 Hamparan Rawang 1.838 10.863 5,91 5 Pesisir Bukit 930 5.494 5,91 6 Sungai Bungkal 268 1.584 5,91 7 Pondok Tinggi 1.051 6.208 5,91 8 Koto Baru 486 2.871 5,91 Jumlah 9.863 58.279 5,91

(30)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

30

2.3.2. Perkebunan

Terdapat berbagai jenis tanaman perkebunan yang diusahakan oleh masyarakat di Kota Sungai Penuh diantaranya adalah tanaman Cassiavera, Kopi, Cengkeh, Kemiri, Tebu, Pinang dan Kakao. Adapun komiditas tanaman perkebunan di Kota Sungai Penuh adalah komoditas Cassiavera yang pada Tahun 2015 jumlah produksinya mencapai 225 Ton dengan luas tanam mencapai 329 Ha. Adapaun data luas perkebuanan yang ada di Kota Sungai Penuh dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Tabel 2.19.

Luas Areal Tanam, Produksi, rata-rata Produksi dan Jumlah Petani Cassiavera Menurut Kecamatan di kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Luas Tanam Produksi Rata-Rata Produksi Jumlah Petani

1 Tanah Kampung - - - - 2 Kumun Debai 78 52 1486 217 3 Sungai Penuh - - - - 4 Hamparan Rawang - - - - 5 Pesisir Bukit 129 41 1139 101 6 Sungai Bungkal 78 82 1822 86 7 Pondok Tinggi 44 50 1515 39 8 Koto Baru - - - - Jumlah 329 225 5962 443

Sumber : BPS Kota Sungai Penuh Tahun 2015

Tabel 2.20.

Luas Areal Tanam, Produksi, rata-rata Produksi dan Jumlah Petani Kopi Arabika Meurut Kecamatan di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Luas Tanam Produksi Rata-Rata

Produksi Jumlah Petani

1 Tanah Kampung - - - - 2 Kumun Debai 203 35 467 385 3 Sungai Penuh - - - - 4 Hamparan Rawang - - - - 5 Pesisir Bukit 35 19 655 129 6 Sungai Bungkal 105 8 320 278 7 Pondok Tinggi 118 8 421 141 8 Koto Baru - - - - Jumlah 461 70 1863 933

(31)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

31

Tabel 2.21.

Luas Areal Tanam, Produksi, rata-rata Produksi dan Jumlah Petani Kopi Robusta

Meurut Kecamatan di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Kecamatan Luas Tanam Produksi Rata-Rata

Produksi Jumlah Petani

1 Tanah Kampung - - - - 2 Kumun Debai 58 18 900 123 3 Sungai Penuh - - - - 4 Hamparan Rawang - - - - 5 Pesisir Bukit 101 36 500 113 6 Sungai Bungkal 197 50 625 227 7 Pondok Tinggi 12 1 500 57 8 Koto Baru - - - - Jumlah 368 105 2525 520

Sumber : BPS Kota Sungai Penuh Tahun 2015 2.3.3. Peternakan

Populasi ternak di Kota Sungai Penuh dibagi menjadi tiga, yaitu ternak besar, ternak kecil dan unggas. Populasi ternak besar terdiri dari sapi, kerbau dan kuda, sedangkan ternak kecil terdiri dari kambing dan domba. Adapun populasi ternak unggas terdiri dari ayam buras, ayam petelur, broiler, itik dan puyuh. Populasi ternak besar, populasi ternak kecil pada akhir tahun 2015 adalah sebesar 21.204 ekor jumlah ini meningkat tajam sebesar 247,21 % dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 6.107 ekor di akhir Tahun 2014. Untuk populasi unggas di Tahun 2015 adalah sebesar 1.000.962 ekor, populasi terbesar adalah ayam buras sebesar 478.591 ekor.

Tabel 2.22.

Populasi ternak Menurut Jenis Ternak di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

No Jenis Ternak Populasi Ternak

Tanah

Kampung Kumun Debai Sungai Penuh Hamparan Rawang Pesisir Bukit Bungkal Sungai Pondok Tinggi Koto Baru Jumlah

1 Sapi 625 63 332 1.481 415 312 249 167 3.644 2 Kerbau 23 123 10 93 45 18 30 18 360 3 Kuda 3 - 5 27 33 - - 8 76 4 Kambing 4.050 2.350 2.118 3.139 1.200 980 1.130 450 15.437 5 Domba 1.680 560 890 540 630 700 611 125 5.766 6 Ayam Buras 73.550 60.560 56.570 68.450 62.850 49.200 61.850 45.560 478.590 7 Ayam Petelur 15.864 11.126 18.950 26.500 13.850 13.950 13.870 8.700 133.810 8 Broiller 29.580 24.580 35.560 27.650 21.810 27.850 25.570 14.790 207.390 9 Itik 28.700 28.750 16.580 35.850 24.520 18.750 14.578 13.450 181.178 10 Puyuh - - - -

(32)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

32

2.3.4. Ekonomi

Struktur perekonomian di suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing sektor ekonomi dalam memproduksi barang ataupun jasa. Struktur yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan tersebut menggambarkan ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari masing-masing sektor. Suatu perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam menentukan prioritas pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB disuatu daerah. Penurunan produksi dari masing-masing sektor-sektor yang dominan akan mempengaruhi sektor-sektor terkait lainya yang bisa berakibat pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Tabel 2.23.

Laju pertumbuhan Ekonomi Kota Sungai Penuh Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Jambi Tahun 2016

No Kabupaten/ Kota Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)

2014 2015 1 Kerinci 9,06 6,45 2 Merangin 7,13 5,48 3 Sarolangun 5,2 3,59 4 Batanghari 7,56 4,26 5 Muaro Jambi 8,03 5,24

6 Tanjung Jabung Timur 5,81 1,87

7 Tanjung Jabung Barat 5,85 3,98

8 Tebo 9,35 5,52

9 Bungo 6,74 5,13

10 Kota Jambi 8,17 5,56

11 Kota Sungai Penuh 7,54 7,06

Sumber : Statistik Daerah Kota Sungai Penuh Tahun 2016

Sebagai Ibu Kota Kabupaten sebelumnya, Kota Sungai Penuh merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian. Hal ini menyebabkan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran merupakan sektor utama yang menjadi andalan pembentukan PDRB Kota Sungai Penuh.Sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar terhadap total PDRB Kota Sungai Penuh. Pada tahun 2015, Perhitungan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 4.984,59 Miliar dengan Tahun 2010 yang menjadi dasarnya mencapai Rp. 3.705,28 miliar. Pertumbuhan ekonomi Kota Sungai Penuh dapat dilihat dari nilai PDRB ADHK. Pertumbuhan ekonomi di Kota Sungai Penuh pada Tahun 2014 sebesar 1,08%. Namun pada Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kota Sungai Penuh mengalami penurunan sebesar 0m01 % menjadi 1,06%. Sektor prekonomian Kota Sungai Penuh Juga masih di dominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor yaitu sebesar 13,42% sedangkan sektor yang memberikan kontribusi yang sangat kecil adalah sektor perdagangan listrik dan gas. Adapun Nilai PDRB ADHK dan ADHB di Kota Sungai Penuh pada Tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel berikut.

(33)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

33

Tabel 2.24.

Produk Domestik Regional Bruto Atas dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha

di Kota Sungai Penuh Tahun 2015.

Lapangan Usaha

2013 2014

Industrial Origin

(1) (2) (3)

A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 269 318,92 305 686,31

B. Pertambangan dan Penggalian 37 249,73 41 629,85

C. Industri Pengolahan 21 763,98 24 454,43

D. Pengadaan Listrik dan Gas 682,71 773,46

E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, 14 048,42 15 125,87

Limbah dan Daur Ulang

F. Konstruksi 511 064,96 554 486,57

G. Perdagangan Besar dan Eceran; 909 714,95 1 147 698,58

H. Transportasi dan Pergudangan 124 462,19 155 511,28

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 43 620,84 56 811,45

J. Informasi dan Komunikasi 471 698,22 551 780,61

K. Jasa Keuangan dan Asuransi 216 597,75 235 127,40

L Real Estate 122 224,56 126 927,79

M,N Jasa Perusahaan 233 653,08 257 506,97

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan 202 592,85 304 530,65 Jaminan Sosial Wajib

Compulsory Social Security Administration

P Jasa Pendidikan 415 003,66 513 745,51

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 84 293,64 109 464,88

R,S,T,U Jasa lainnya 86 032,73 95 163,58

Other Services Produk Domestik Regional Bruto

3 774 187,68 4 507 654,27 Gross Domestic Regional Product

(34)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

34

Tabel 2.25.

Produk Domestik Regional Bruto Atas dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha

di Kota Sungai Penuh Tahun 2015. Lapangan Usaha

2013 2014

Industrial Origin

(1) (2) (3)

A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 208 041,14 215 788,85

B. Pertambangan dan Penggalian 28 177,23 29 856,59

C. Industri Pengolahan 23 634,57 24 429,25

D. Pengadaan Listrik dan Gas 778,78 833,69

E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, 12 600,64 12 752,63

Limbah dan Daur Ulang

F. Konstruksi 442 263,40 454 735,46

G. Perdagangan Besar dan Eceran; 762 317,90 823 382,71

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

H. Transportasi dan Pergudangan 121 744,81 128 611,00

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 33 501,58 40 249,57

J. Informasi dan Komunikasi 447 331,78 491 349,23

K. Jasa Keuangan dan Asuransi 180 265,82 184 405,54

L Real Estate 98 422,76 101 155,82

M,N Jasa Perusahaan 197 818,06 205 187,40

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan 179 722,58 208 801,03 Jaminan Sosial Wajib

P Jasa Pendidikan 306 430,62 308 392,84

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 76 621,92 88 875,37

R,S,T,U Jasa lainnya 79 119,10 83 254,70

Produk Domestik Regional Bruto

3 198 792,73 3 402 061,68 Gross Domestic Regional Product

(35)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

35

Tabel 2.26.

Proyeksi Kontribusi PDRB Kota Sungai Penuh Tahun 2015-2017 Menurut Lapanga

Usaha (ADH konstan 2000)*

Sumber : Hasil Estimasi BAPPEDA 2016, Proyeksi Tahun 2017

Tabel 2.27.

Proyeksi Beberapa Indikator Makro Ekonomi Kota Sungai Penuh Tahun 2015-2016

(36)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

36

2.3.5. Air Bersih

Secara umum, distribusi air minum di Kota Sungai Penuh menggunakan sistem gravitasi dan pemompaan, namun setiap sumber air memiliki cara pendistribusian masing-masing hingga sampai ke daerah pelayanan. Deskripsi sumber air yang melayani kebutuhan air minum adalah sebagai berikut: Kebutuhan air bersih di Kota Sungai Penuh diperoleh dari pelayanan PDAM Tirta Sakti Kerinci dengan kapasitas terpasang 120 ltr/dtk, yang terdiri dari IPA Pelayang Raya dengan kapasitas 60 ltr/dtk, IPA Rawang kapasitas 20 ltr/dtk serta IPA Sungai Jernih 5 l/dt, IPA Kumun 30 L/detik dam IPA Tanah Kampung 10 ltr/dtk. Degan kapasitas termanfaatkan 170 ltr/dt untuk melayani konsumen di lapangan pada tahun 2013 yang mencapai 12.777 sambungan rumah, sehingga terjadi over kapasitas dalam operasional, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya ketidakstabilan kualitas yang dihasilkan.

Tabel 2.28.

Kondisi Sumber Air Minum Kota Sungai Penuh

NO URAIAN KETERANGAN 1 IPA Sungai Jernih, 5 L/detik

Pelayang Raya, 60 L/detik Rawang, 20 L/detik Kumun 30 L/detik

Tanah Kampung, 10 L/detik 2 Sistim Gravitasi/Pompa

3 Kapasitas Terpasang 120 L/det 4 Kapasitas dimanfaatkan 170 L/det 5 Jumlah Sambungan Rumah 12.777 unit SR 6 Jumlah Desa Terlayani 65 Desa/Kelurahan 7 Jumlah Penduduk (SPN angka 2014) 84.965 Jiwa 9 Jumlah Pddk. Terlayani 51.108 10 Persentase Pddk.Terlayani ± 60,15% 11 Tingkat Kebocoran ± 35.94%

(37)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

37

2.3.6. Kesehatan

Angka Harapan Angka harapan hidup yang terus meningkat tersebut memperlihatkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dinilai cukup berhasil. Karena angka harapan hidup merupakan salah satu alat untuk mengukur kinerja pemerintah dari segi peningkatan kesehatan penduduk.

Perkembangan angka harapan hidup penduduk menunjukkan perkembangan berarti, dimana terlihat pada gambar di bawah ini, angka harapan hidup penduduk Kota Sungai Penuh dari tahun 2008-2013 terus menunjukkan peningkatan, yang semula pada tahun 2008, angka harapan hidup sebesar 70,84 tahun meningkat menjadi 70,9 tahun (2009), 70,96 tahun (2010), 71,03 (2011), dan hingga pada tahun 2013 menjadi 71,19 tahun.

Gambar 2.10. Angka Harapan Hidup di kota Sungai Penuh Tahun 2008-2013

Morbiditas (angka kesakitan) digunakan untuk menggambarkan pola penyakit yang terjadi di masyarakat. Berikut adalah beberapa kejadian morbiditas yang terjadi di Kota Sungai Penuh.

Tabel 2.29.

10 Penyakit Terbesar di Kota Sungai Penuh Tahun 2014

No Jenis Penyakit Jumlah Kasus Persentase (%) 1. ISPA 14,917 33.5 2. Hipertensi 5,600 12.6 3. Gastritis 5,022 11.3 4. Penyakit pada Sistim Otot dan Jaringan 4,661 10.5

Pengikat (REUMATIK)

5. Penyakit Kulit Alergi 3,177 7.1 6. Penyakit Pulpa dan Jaringan Periapikal 2,788 6.3 7. Infeksi Lain pada Saluran Pernapasan 2,713 6.1

Bagian Atas

8. Karies Gigi 2,231 5.0 9. Diare 2,029 4.6

10. Gangguan Psikotik 1,349 3.0 Jumlah 44,487 100.00 Sumber : Dinas Kesehatan 2014

(38)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

38

2.3.7. Kemiskinan

Persentase jumlah penduduk miskin di Kota Sungai Penuh tergolong rendah dibandingkan dengan kemiskinan Provinsi Jambi dan nasional, jumlah penduduk miskin 2013 tercatat sekitar 2,8 ribu jiwa menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara persentase kemiskinan tahun 2013 sebesar 3,30 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Gambar 2.11. Perkembangan Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Kota Sungai Penuh (dalam ribuan) Tahun 2008-2013.

Sumber : BPS Jambi Tahun 2014 2.3.8. Perumahan dan permukiman

Sistem Permukiman di Kota Sungai Penuh terbentuk secara alami, dimana permukiman/kampung tempat masyarakat tinggal terdapat di pusat-pusat kecamatan yang saling berkumpul membentuk sebuah kelompok permukiman. Selain itu permukiman di Kota Sungai Penuh terbentuk mengikuti jaringan jalan yang ada secara linier. Mata Pencaharian penduduk Kota Sungai Penuh yang kebanyakan adalah pedagang dan penyedia jasa.

Adanya pertumbuhan penduduk secara langsung akan mempengaruhi jumlah lahan terbangun untuk permukiman. Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,5 % secara langsung akan meningkatkan luas penggunaan lahan untuk permukiman. Untuk itu perlu disiapkan lahan untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk tersebut.

Dengan kondisi Penggunaan lahan terbangun yang masih sedikit memberikan kesempatan yang cukup luas bagi pengembangan kawasan permukiman, adanya kesempatan untuk mengembangkan kawasan permukiman tidak berarti menjadikan pembangunan kawasan permukiman berjalan secara sembarangan dan tidak teratur. Pengembangan kawasan permukiman tetap harus mengikuti kaidah dan prinsip-prinsip penataan ruang seperti mengikuti ketentuan kemiringan lereng, ketentuan teknis bangunan, kebebasan dari bencana banjir, bukan di kawasan lindung, memiliki aksesibilitas dan kedekatan dengan jaringan jalan

(39)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

39

dan lain sebagainya,. Arahan pengembangan kawasan permukiman sebaiknya diarahkan di pusat-pusat kecamatan dan terhubung dengan jaringan jalan.

Sistem permukiman di Kota Sungai Penuh selama ini berada di pusat-pusat kota kecamatan dan mengikuti pola jaringan jalan atau akses sungai. disanalah berkelompoknya pembangunan permukiman. Melihat dari keadaan yang terjadi di Kota Sungai Penuh masih memiliki permukiman/ kawasan desa tertinggal.

Fasilitas perumahan yang dimiliki atau Kualitas rumah tinggal di Kota Sungai Penuh menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat dari material yang membentuk rumah di Kota Sungai Penuh yang mengalami perbaikan.

Tabel 2.30.

Persentase Rumah Tinggal Menurut Beberapa Indikator Kulaitas Permukiman di Kota Sungai Penuh Tahun 2013

No. Indikator Persentase Per Tahun 2011 2012 2013 1 Bukan Tanah 96.15 95.55 98.5 2 Atap Layak 100 99.68 100 3 Dinding Permanen 92.16 95 98.92

Sumber : Inkesra Kota Sungai Penuh Tahun 2011-2013, 1) Atap Layak : Tidak beratap dedaunan dan ijuk; 2) Dinding Permanen : Tidak berdinding bambu.

Berdasarkan tabel diatas dapat diterangkan bahwa pada tahun 2013 tercatat sebesar 1,5 persen rumah tangga di Kota Sungai Penuh masih menggunakan tanah sebagai lantainya. Sedangkan pada tahun sebelumnya, pada tahun 2012, tercatat 3,85 persen masyarakat masih menggunakan tanah sebagai lantai. Indikator kualitas perumahan yang lain diantaranya adalah rumah tinggal dengan atap yang layak dan dinding permanen. Pada tahun 2012 rumah tinggal dengan dinding permanen adalah sebanyak 92,16 persen. Dan kini pada tahun 2013 seluruh rumah di Kota Sungai Penuh sudah tidak menggunakan dedaunan/ijuk sebagai atap rumah. Secara keseluruhan dilihat dari rendahnyapersentase lantai tanah, tingginya persentase atap yang layak dan tingginya persentase dinding permanen mengindikasikan kenaikan kualitas perumahan di Kota Sungai Penuh sudah cukup memadai. Kelengkapan fasilitas pokok suatu rumah tinggal akan menentukan nyaman atau tidaknya suatu rumah tinggal.

Tabel 2.31.

Persentase Rumah Tinggal menurut Beberapa Indikator Rumah Tinggal di Kota Sungai Penuh Tahun 2013

No. Indikator

Persentase Per Tahun 2011 2012 2013 1 Penerangan Listrik 94.56 94.28 98.49 2 Air Minum Ledeng 60.41 58.87 66.75 3 Air Minum Bersih 25.20 25.20 11.81 Sumber : Inkesra Kota Sungai Penuh Tahun 2011-2013

(40)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

40

Gambar 2.12. Peta Lokasi Perumahan Kumuh Kota Sungai Penuh

Sumber : RTRW Kota Sungai Penuh 2011-2031

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II-

(41)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

41

2.3.9. Tata Bangunan dan Lingkungan

Penyelenggaran Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan yang ada masih bersifat pembangunan sesuai perencanaan yang sudah disusun. Pembangunan gedung biasanya dilakukan oleh Bidang Cipta Karya terutama untuk gedung pemerintah dan fasilitas umum.

Untuk bangunan-bangunan umum baik yang dibangun oleh pemerintah maupun oleh pihak lain (masyarakat, swasta) belum ada pendataan kelayakan dna keandalan bangunan sesuai dengan apa yang diminta oleh Undang-undang Bangunan Gedung. Penyediaan fasilitas keselamatan bangunan seperti hidran kebakaran, akses jalan dan lain-lainnya belum pernah diteliti apakah sudah sesuai dengan standar teknis ataukah belum. Perlu adanya penilaian dan identifikasi keandalan bangunan terutama pada bangunan umum agar keselematan dan kenyamanan pengguna bisa terjamin.

Untuk bangunan-bangunan negara, sampai saat ini belum ada pendataan secara khusus, terutama menyangkuta kalayakan dan keandalan bangunannya. Pembangunan bangunan negara sampai saat ini perencanaan dan pelaksanaanny maish ditangani oleh Bidang Cipta Karya pada Dinas PU Kota Sungai Penuh.

Kawasan permukiman tradisional juga merupakan salah satu kawasan yang akan menjadi sasaran dalam penataan bangunan dan lingkungan. Di Kota Sungai Penuh ada beberapa kawasan yang bisa dikategorikan dalam kawasan permukiman tradisional, antara lain di Pondok Tinggi Kecamatan Sungai Penuh, Desa Sungai Liuk Kecamatan Pesisir Bukit. Pada kawasan-kawasan permukiman tradisional tersebut belum pernah dilakukan program penataan maupun revitalisasi.

2.3.10. Drainase

Kondisi Alam Kota Sungai Penuh secara umum dapat dibedakan menjadi daerah datar, bergelombang, dan berbukit. Limpasan air permukaan yang berpotensi banjir biasanya terjadi di wilayah dengan topografi datar-bergelombang dengan kelerengan daerah kurang dari 15%. Peningkatan debit air permukaan dipengaruhi pula oleh jenis tanah lempungan, dimana resapan air relatif kecil. Pada musim penghujan dimana curah hujan cenderung tinggi, genangan air permukaan semakin meningkat pada daerah- daerah tersebut. Di beberapa wilayah kecamatan dengan karakteristik alam seperti itu, jaringan drainase seringkali belum ada, sehingga sering terjadi banjir. Fenomena itu diperburuk dengan luapan air sungai yang mengalir di wilayah-wilayah itu. Dalam konteks ini, pembangunan sistem drainase menjadi suatu kebutuhan yang mendesak dan harus mendapat prioritas.

Kondisi jaringan drainase di Kota Sungai Penuh secara umum belum memadai atau tidak sesuai dengan peruntukannya. Oleh karenanya, kinerja sistem drainase tidak optimal, dan sebagai akibatnya banjirpun masih sering terjadi, meskipun di wilayah itu dijumpai adanya jaringan drainase. Sistem penampungan pada kolam-kolam retensi yang sudah ada tampaknya perlu ditingkatkan. Kondisi fisik dan kapasitas drainase perlu ditingkatkan, terutama dalam rangka mengikuti laju pembangunan di sektor lain seperti pengembangan

(42)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

42

wilayah perumahan, dimana pengalihan fungsi lahan terjadi dan berpotensi meningkatkan erosi dan limpasan air permukaan.

2.3.11. Air Limbah

Penetapan prasarana dan sarana air limbah bertujuan untuk pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan bagi limbah dari kegiatan permukiman dan kegiatan ekonomi dengan memperhatikan baku mutu limbah yang berlaku. Prasarana dan sarana air limbah meliputi sistem pembuangan air limbah setempat dan/atau terpusat. Sistem pembuangan air limbah setempat dilakukan secara individual melalui pengolahan dan pembuangan air limbah setempat pada kawasan-kawasan yang belum memiliki sistem terpusat di Kota Sungai Penuh. Sistem pembuangan air limbah terpusat dilakukan secara kolektif melalui jaringan pengumpul dan diolah serta dibuang secara terpusat pada kawasan pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan perumahan, dan kawasan permukiman padat di Kota Sungai Penuh. Lokasi instalasi pengolahan air limbah harus memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial budaya masyarakat setempat, serta dilengkapi dengan zona penyangga. Instalasi pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) diatur dalam rencana detail tata ruang. Tempat pengolahan limbah bahan beracun berbahaya dan beracun diarahkan di kawasan rumah sakit dalam kota sungai penuh.

Pada dasarnya air limbah terdiri dari 2 bentuk yaitu air kotor (Grey Water) danlimbah manusia (Black Water). Grey Water yaitu limbah manusia dalam bentuk cairan yang dihasilkan dari sisa kegiatan pemakaian air domestik, seperti air bekas mandi, mencuci dan sebagainya. Sedangkan Black Water yaitu buangan limbah padat yang berasal dari kotoran manusia. Prakiraan air limbah di Kota Sungai Penuh pada tahun 2031 untuk grey water sebesar 17.973 m3 dan black water 8.987 m3.

Penanganan air limbah dapat dilakukan melalui dua teknologi pembuangan, yaitu sistem setempat (onsite system) dan sistem terpusat (offsite sysfem). Sistem setempat yaitu suatu sistem pembuangan air limbah sekaligus pengolahannya yang dilakukan di tempat tersebut melalui penguraian bakteri anaerob. Teknologi pengolahan sistem setempat biasanya menggunakan Septic Tank atau Cubluk disertai Bidang Resapan. Sedangkan sistem terpusat yaitu bentuk pembuangan air limbah menggunakan sistem perpipaan yang berfungsi mengalirkan air limbah dari sumbernya ke suatu tempat pengolahan.

Air limbah (buangan) dapat didefinisikan sebagai air yang mengandung bahan pencemar fisik, biologi, atau kimia. Air buangan kota berasal dari kegiatan rumah tangga atau domestik dan dari kegiatan industri. Kedua air buangan ini harus ditangani secara terpisah karena karakteristiknya berbeda, dimana air buangan industri memiliki karakteristik yang lebih kompleks.

Air buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan. Tingkat pengolahan yang akan diterapkan tergantung apda kualitas air buangan, yang erat kaitannya dengan jenis-jenis sumber air buangan tersebut. Pengolahan yang dilakukan terhadap air buangan dimaksudkan agar air buangan tersebut dapat dibuang ke

(43)

Dinas PU Kota Sungai Penuh Bab II- Bidang Cipta Karya

43

badan air penerima menurut standar yang diterapkan, yaitu standar aliran (stream standard) dan standar efluen (effluent standard) (lihat Kep-02/MENKLH/I/1998 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan).

Pengelolaan limbah manusia, khususnya limbah air bekas dilakukan secara individual pada masing-masing rumah tangga atau memanfaatkan fasilitas umum seperti MCK umum. System yang digunakan adalah on-site (setempat). Untuk permukiman penduduk yang berada di tepian sungai, pada umumnya memanfaatkan sungai untuk keperluan mandi, cuci dan buang air.

2.3.12. Persampahan

Kota Sungai Penuh terdiri dari 5 kecamatan, dengan luas wilayah secara keseluruhan mencapai 39.150 Km2. Pengelolaan persampahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh masuk dalam skala regional, dimana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih berada dalam wilayah administrsi Kabupaten Kerinci jumlah, wilayah yang dilayani mencakup 5 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Kumun Debai dan Kecamatan Pesisir Bukit.

Penanganan persampahan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap 5 kecamatan didasari oleh kondisi di kecamatan-kecamatan memang memerlukan pelayanan persampahan, karena di 5 kecamatan tersebut merupakan kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk dan permukiman yang cukup padat, serta aktivitas perekonomian masyarakatnya cukup tinggi. Pertimbangan lain adalah bahwa ketiga kawasan kecamatan tersebut berjarak cukup dekat satu sama lain, sehingga memungkinkan untuk dilayani secara sekaligus. Institusi pengelola persampahan yang ada di Kota Sungai Penuh saat ini adalah institusi pemerintah, yaitu Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh. Dalam pengelolaan persampahan, institusi ini menjalankan 2 (dua) fungsi, yaitu selain sebagai pelaksana pelayanan kebersihan (operator), juga sebagai pengatur atau pengendali (regulator) pengelolaan persampahan bersama Badan/dinas teknis lain, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kantor Lingkungan Hidup.

Dalam pelaksanaan pelayanan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh bertugas melakukan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan sampah hingga ke tempat pembuangan akhir. Sementara itu masyarakat, baik secara individual maupun komunal, berperan dalam pengumpulan sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan, misalnya membuang sampah pada tong sampah, kontainer, tempat-tempat pembuangan sementara, dan tempat-tempat lainnya.

Gambar

Gambar 2.1.  Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Koat Sungai Penuh (Km 2 ) Tahun 2014
Tabel 2.2.  Ketinggian Kota Sungai Penuh Tahun 2015.
Gambar 2.2.  Batas Administrasi Kota Sungai Penuh
Tabel 2.3.  Topografi Kota Sungai Penuh
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kualitas LKS IPA berbasis project based learning yang telah dikembangkan adalah Baik (B) berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, peer reviewer, dan guru IPA,

Penelitian kelima oleh Takarini dan Ekawati (2003) untuk Menguji analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan manufaktur dipasar modal

Pada PES 2013, akan lebih mudah dalam melakukan dribbling untuk melewati pemain lawan, namun lebih susah dalam melakukan umpan 1-2 jika dibandingkan PES 20121. Trik dalam

Penulis juga menerangkan empat hal yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk membangun karakter dan kepribadian anak, yaitu pendidikan karakter dan perubahan

KUBE adalah kelompok warga atau keluarga binaan sosial yang dibentuk oleh warga atau keluarga binaan sosial yang telah dibina melalui proses kegiatan Program

Persyaratan subjektif yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah bahwa seseorang yang telah memenuhi sebagai subjek pajak sesuai yang diatur dalam Pasal 2

Organ pada tumbuhan tingkat tinggi !cormat" dibagi ke dalam dua macam, yaitu Organ pada tumbuhan tingkat tinggi !cormat" dibagi ke dalam dua macam, yaitu organ #egetati#

Persembahan bukan bicara tentang nominal, persembahan berbicara soal hati kita kepada Allah. Saat ini kita sedang membangun gereja. Bukan suatu kebetulan jika kita berada di gereja