• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI POLA GRAMMEN BANK DALAM PEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IMPLEMENTASI POLA GRAMMEN BANK DALAM PEN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

A. Judul :IMPLEMENTASI POLA GRAMMEN BANK DALAM PENINGKATAN DAN PENGUATAN SEKTOR EKONOMI MENENGAH BAWAH DI KABUPATEN MALANG PASCA ERUPSI GUNUNG KELUD

B. Analisis Situasi

Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada pertengahan bulan februari 2014 merupakan bencana alam yang menjadi mimpi buruk bagi warga sekitar Kab. Malang khususnya wilayah Ngantang dimana daerah ini terkena dampak paling parah dari erupsi Gunung Kelud. Berdasarkan pendataan sementara di Kabupaten Malang, dampak langsung dari erupsi Gunung Kelud menimbulkan kerugian Rp. 392,66 miliar. Ini adalah taksiran kerugian sementara yang dapat berubah nantinya. Jumlah korban jiwa di Kabupaten Malang adalah 7 meninggal dunia, 31 orang rawat inap, dan 1.392 orang rawat jalan. Indentitas korban akan saya releasekan nanti. Senin (17/2) malam dilakukan rapat dari pusat, pemda, camat dan kepala desa untuk verfikasi korban. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Kerusakan bangunan meliputi rumah 3.782 unit, kantor bangunan pemerintah 20 unit, prasarana pendidikan 25I unit, prasarana kesehatan 9 unit, tempat ibadah 36 unit, dan kerusakan sarana air bersih 8.095 m3. Wilayah yang paling parah terkena dampak erupsi di Kab Malang adalah di Kecamatan Ngantang dan Kasembon. Kerusakan lahan pertanian terdapat lahan pertanian sawah seluas 5.146 ha, lahan pertanian kebun 1.792 ha, dan tanaman buah-buahan 260.060 pohon. Sedangkan ternak sapi perah terdapat 25.290 ekor sapi yang terdampak. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

(2)

merupakan pemasok perusahaan besar susu sapi Nestle di Pasuruan dengan tingkat produktivitas cukup tinggi sebanyak 99,4 liter per hari. Sedangkan daerah Ngantang merupakan daerah pertanian yang juga menyumbang berbagai jenis hasil pertanian seperti padi, sayur, buah – buahan bahkan tanaman hias. Sementara Kasembon merupakan daerah penghasil durian yang mampu berbuah tanpa memandang musim.

Dengan adanya bencana erupsi Gunung Kelud maka masyarakat atau korban bencana secara otomatis harus memulai usaha mereka mulai dari nol. Untuk kembali memulai usaha jelas yang dibutuhkan pertama kali adalah kucuran dana untuk memulai usaha. Permasalahan klasik muncul, dimana dalam pemenuhan kecukupan modal akan sulit tercapai apabila masyarakat dianggap tidak bankable oleh lembaga keuangan. Bagi masyarakat persyaratan yang biasa kita dengan 5c + 3R sulit untuk dipenuhi, dimana 5C adalah singkatan dari Character (moral), Collateral (agunan tambahan), Capital (modal sendiri semangat kerja/berusaha), Capacity (kemampuan membayar), Condition (produktivitas). Sedangkan 3R singkatan dari Return (hasil yang akan diperoleh), repayment (kemampuan membayar) dan Risk (resiko). Tidak ada satu syarat-pun yang mampu dipenuhi oleh masyarakat yang terekena dampak erupsi Kelud dalam pemenuhan modal usaha dikarenakan sebagian besar kekayaan yang mereka miliki hilang ataupun rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

(3)

C. Solusi yang Ditawarkan

Lembaga keuangan baik perbankan ataupun non perbankan akan berfikir seribu kali dalam memberikan fasilitas kredit kepada para korban bencana untuk melakukan kegiatan usaha baru. Perilaku kegiatan lembaga ini memang tidak sepenuhnya salah akan tetapi ketika masyarakat tidak mendapatkan akses kredit itu berarti masyarakat ekonomi masyarakat pasca bencana akan terpuruk yang pada akhirnya tingkat kesejahteraan masyarakat akan sulit terpenuhi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di sini peneliti menawarkan pola pembiayaan yang sedikit berbeda dengan lembaga perbankan pada umumnya, yang dirasa mampu menyediakan kecukupan modal usaha bagi para masyarakat pasca erupsi Gunung Kelud, pola pembiayaan tersebut adalah pola pembiayaan model Grammen Bank yang diadopsi dari negara Bangladesh.

Dengan menggunakan pola pembiayaan model Grammen Bank maka masyarakat yang dianggap tidak bankable oleh lembaga keuangan dalam meminjam atau mengajukan kredit dapat menerima pembiayaan tanpa adanya persyaratan yang mengikat seperti jaminan dan unsur – unsur lain yang ada dalam 5C + 3R. Di sini peneliti merasa optimis bahwa pola Grammen Bank sangat cocok diterapkan untuk memperbaiki kondisi perekonomian warga masyarakat yang terekena musibah erupsi Gunung Kelud dikarenakan terdapat salah satu dari prinsip pokok dalam Grammen Bank merupakan jawaban dari permasalahan kecukupuan modal bagi masyarakat, prinsip – prinsip pokok tersebut antara lain adalah: pinjaman diberikan tanpa agunan atau penjamin, prosedur pinjaman dibuat sederhana, pinjaman diberikan kepada kegiatan produktif.

(4)

sedang melunasi pinjaman akan diawasi oleh nasabah yang lainnya, karena pada intinya pinjaman pada Gremmen Bank bersifat kelompok.

D. Progam Pengabdian Masyarakat

Progam pengabdian masyarakat ini merupakan program pemberdayaan pola Grammen Bank bagi masyarakat pasca erupsi Gunung Kelud, adapun dampak dari program ini nantinya akan berdampak sistemik dari berbagai macam sisi yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pola Grammen Bank digunakan untuk mengatasi permasalahan kekurangan modal dari para masyarakat bencana yang diakibatkan rendahnya akses terhadap perbankan karena dianggap masyarakat tidak lagi bankable.

Pola program Grammen Bank yang akan dipakai nantinya akan difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah yang memiliki permasalahan dalam akses kredit pasca bencana, dimana sebelumnya mereka sudah memiliki usaha produktif sebelum bencana. Diharapkan dengan pemberian pinjaman modal kerja ini kesejahteraan masyarakat dapat meningkat pasca bencana. Secara singkat akan digambar sebagai berikut:

Adapun program pola Grammen Bank yang akan diterapkan memiliki beberapa tahap sebagai berikut:

1. Sebelum melakukan pola pembiayaan kredit produktif, maka terlebih dahulu perlu adanya klasifikasi masyarakat yang menjadi sasaran dari pola pembiayaan ini. Dimana sasaran dari pola ini adalah masyarakat menegah ke bawah, korban dari bencana erupsi Gunung Kelud yang memiliki kelemahan akses terhadap dunia perbankan, dimana sebelumnya mereka termasuk orang yang sudah memiliki kegiatan usaha produktif. 2. Setelah itu, pihak pengurus pola Grammen mengadakan rapat umum

dengan mengundang masyarakat setempat terutama tokoh masyarakat dan agama, guru, pejabat pemerintah daerah dan lain-lain. Inti dari rapat adalah

Masyarakat

menengah

kebawah

Kredit/

Pinjaman

Grameen

Bank

(5)

memberi penjelasan secara rinci mengenai kegiatan usaha dari pola Grammen Bank.

3. Para pengurus Grameen Bank yang baru dibentuk berdasarkan rapat umum mencari calon nasabah/anggota yang terdiri dari orang-orang korban bencana erupsi Gunung Kelud yang memerlukan bantuan pembiayaan dimana sebelumnya bencana sudah memiliki kegiatan usaha produktif, dengan cara uji kelayakan terhadap calon yang bersangkutan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjamin bahwa mereka betul-betul memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan tolok ukur mengenai objek dari pola Grameen Bank.

4. Bagi calon yang dianggap layak menjadi anggota dan diberi pinjaman, maka harus membentuk kelompok sebanyak 4 orang yang juga memenuhi persyaratan. Mereka harus bertempat tinggal berdekatan satu dengan lainnya dan kira-kira seumur, keadaan sosial ekonomi, jenis kelamin dan latar belakang pendidikan yang sama. Didalam kelompok tidak diperkenankan adanya anggota yang mempunyai ikatan kekeluargaan yang dekat seperti : ayah, ibu, kakak, adik, ipar, mertua dan sebagainya. Kelompok ini memilih ketua dan sekretaris kelompok.

5. Beberapa kelompok (2 sampai 8 kelompok) membentuk satu pusat. Untuk memimpin pusat tersebut dipilih seorang ketua dan seorang wakil ketua pusat. Kelompok-kelompok yang tergabung dalam pusat itu mengadakan rapat -bersama seminggu sekali, yang tempat dan waktunya mereka tentukan sendiri.

6. Kelompok yang baru terbentuk harus mengikuti Latihan Wajib Kelompok (LWK). Dalam LWK ini diajarkan mengenai falsafah dan prinsip prinsip dari Grameen Bank, cara permohonan.pinjaman dan cara pembayaran kembali pinjaman tersebut. Kepada mereka yang buta huruf diajarkan untak membuat tanda tangan. Selain itu ditanamkan juga rasa solidaritas antara anggota kelompok dan disiplin, serta memotivasi mereka untuk bekerja keras.

(6)

disahkan sebagai anggota Grameen Bank dan berhak mengajukan permohonan pinjaman.

8. Seminggu kemudian dua orang anggota didalam kelompok .menerima

pinjaman. Apabila mereka telah mengangsur pinjamannya selama batas waktu yang ditentukan, maka dua anggota lagi menerima pinjaman. Selanjutnya setelah keempat (4) anggota tersebut mengangsur pinjamannya dengan teratur selama batas waktu yang ditentukan, maka anggota yang kelima dalam kelompok menerima pinjamannya.

E. Target Progam

Target program ini mempunyai dua bagian utama dimana di sini penulis menyebutnya sebagai two ultimate object yaitu sasaran pokok dan sasaran tambahan. Sasaran pokok di sini adalah sasaran yang harus terwujud atau terealisasi dalam jangka pendek dan sasaran tambahan di sini merupakan sasaran jangka panjang setelah sasaran pokok dapat tercapai.

Sasaran pokok di sini adalah cara meningkatkan dan menguatkan sektor ekonomi masyarakat menengah bawah kabupaten Malang pasca erupsi Gunung Kelud melalui pola pembiayaan pola Grammen Bank. Diharapkan masyarakat mampu mengakses pembiayan yang bersifat produktif untuk perbaikan kondisi perekonomian pasca erupsi Gunung Kelud.

(7)

1. Bagi Ekologi/ Alam (Nature)

Masyarakat kabupaten Malang yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud sebagian besar sebagai petani dan peternak. Pasca erupsi keadaan alam atau ekologi di daerah kabupaten Malang rusak parah. Dengan adanya program pembiayaan pola Grammen Bank ini diharapkan para petani dan peternak dapat melanjutkan kegiatan produktifnya. Dengan harapan semakin membaiknya pertanian dan pertenakan d daerah tersebut maka sebenarnya secara tidak sadar alam yang semula porak poranda akibat erupsi kembali menghijau oleh kegiatan di sektor pertanian warga sekitar. 2. Bagi Sosial Budaya (Society)

Penguatan sektor ekonomi dengan pola Grammen Bank bisa dirasakan sangat cocok dengan Indonesia dikarenakan sistem yang terdapat pada pembiayaan adalah bersifat kelompok dan tanggung renteng, sehingga sudah sangat jelas bahwa satu dengan yang lainnya saling memiliki tingkat hubungan keterikatan yang bagus ini menandakan bahwa ciri khas masyarakat Indonesia yang memiliki sifat sosial yang tinggi dimana menjadi ciri khas budaya bangsa tidak dihilangkan oleh lembaga pembiayaan dengan pola Grammen Bank.

3. Bagi Ekonomi (Economy)

Dengan adanya bantuan pembiayaan produktif pola Grammen Bank sudah pasti kegiatan perekonomian daerah yang terekena dampak bencana erupsi Gunung Kelud akan mulai bergerak menuju tren positif. Dengan adanya pinjaman ini diharapkan nantinya kegiatan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud dapat kembali seperti sedia kala dan cenderung meningkat taraf kehidupan ekonominya terutama masyarakat menengah ke bawah.

4. Bagi Kesejahteraan (Well-Being)

(8)

masyarakat maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga dalam jangka panjang kesejahteraan individu masyarakat juga dapat terangkat. F. Strategi Pencapaian Target

Dalam pengabdian masyarakat ini atas dikatakan bahwa terdapat two ultimate object dalam mengatasi permasalahan kecukupan modal produktif bagi masyarakat mengengah ke bawah korban erupsi Gunung Kelud. Dua program utama ini sendiri dibagi berdasarakan jangka waktu. Satu program utama merupakan sasaran dalam jangka pendek sedangkan sasaran tambahan merupakan sasaran dalam jangka panjang apabila sasaran umum mampu tercapai. Tentunya ada dua aspek yang menjadi fokus dalam pola Grammen Bank ini adalah bagaimana cara masyarakat memperoleh pinjaman produktif dan proses pembayaran/pengemabalian kredit, hal ini menjadi sangat penting karena dua hal tersebut merupakan indikasi dari tercapainya target dari pengabdian masyarakat ini. Adapun strategi pencapaian target yang akan dilakukan adalah sebagai berikut

F.1 Mekanisme Penyaluran Kredit

Sebelum memulai pekerjaan maka pihak bank mengirim calon pimpinan cabang disertai pembantunya ke daerah tertentu (Pandu Suharto,1996:9 -10) . Adapun tujuannya adalah :

a. Membuat peta wilayah yang akan dijadikan kantor cabang yang akan didirikan, antara lain mengenai sejarah, kebudayaan, perekonomian dan keadaan kemiskinan didaerah itu.

b. Setelah itu, pihak bank mengadakan rapat umum dengan mengundang masyarakat setempat terutama tokoh masyarakat dan agama, guru, pejabat pemerintah daerah dan lain-lain. Inti dari rapat adalah memberi penjelasan secara rinci mengenai kegiatan usaha dari bank.

(9)

dari Grameen Bank.

d. Bagi calon yang dianggap layak menjadi anggota dan diberi pinjaman, maka harus membentuk kelompok sebanyak 4 orang yang juga memenuhi persyaratan. Mereka harus bertempat tinggal berdekatan satu dengan lainnya dan kira – kira seumuran, keadaan sosial ekonomi, jenis kelamin dan latar belakang pendidikan yang sama. Didalam kelompok tidak diperkenankan adanya anggota yang mempunyai ikatan kekeluargaan yang dekat seperti : ayah, ibu, kakak, adik, ipar, mertua dan sebagainya. Kelompok ini memilih ketua dan sekretaris kelompok. e. Beberapa kelompok (2 sampai 8 kelompok) membentuk satu pusat. Untuk

memimpin pusat tersebut dipilih seorang ketua dam seorang wakil ketua pusat. Kelompok-kelompok yang tergabung dalam pusat itu mengadakan rapat -bersama seminggu sekali, yang tempat dan waktunya mereka tentukan sendiri.

f. Kelompok yang bare terbentuk harus mengikuti Latihan Wajib Kelompok (LWK). Dalam LWK ini diajarkan mengenai falsafah dan prinsip prinsip dari Grameen Bank, cara permohonan.pinjaman dan cara pembayaran kembali pinjaman tersebut. Kepada mereka yang buta huruf diajarkan untak membuat tanda tangan. Selain itu ditanamkan juga rasa solidaritas antara anggota kelompok dan disiplin, serta memotivasi mereka untuk bekerja keras.

g. Pada akhir Latihan Wajib Kelompok (LWK) diadakan ujian pengesahan kelompok. Apabila lulus dalam ujian itu, maka mereka disahkan sebagai anggota Grameen Bank dan berhak mengajukan permohonan pinjaman.

h. Seminggu kemudian dua orang anggota didalam kelompok .menerhna

pinjaman. Apabila mereka telah mengangsur pinjamannya selama satu atau dua bulan, maka dua anggota lagi menerima pinjaman. Selanjutnya setelah keempat (4) anggota tersebut mengangsur pinjamannya dengan teratur selama satu atau dua bulan, maka anggota yang kelima dalam kelompok menerima pinjamannya.

(10)

Peran Kelompok mempunyai peranan penting sebagai lembaga yang menjamin tanggung jawab anggotanya dalam pembayaran kembali pinjaman dari semua anggotannya. Dengan demikian anggota berada dalam tekanan yang kuat dari anggota yang lain dalam kelompok. Apabila ada anggota kelompok tidak dapat membayar angsuran yang disebabkan ada permasalahan yang tidak terelakkan maka anggota lainnya yang membayarkan terlebih dahulu angsuran pinjamannya kepada Bank, dan nantinya mereka menagih kepada anggota yang bersangkutan.

Pembayaran dilakukan pada saat mengadakan rapat mingguan, dimana rapat tersebut lebih dikenal sebagai rapat pusat atau "center". Oleh karena itu dalam rapat tersebut petugas Grameen Bank juga hadir karena kegiatan atau transaksi Grameen Bank dilaksanakan antara pengurus dengan anggota kelompok. Selain menerima angsuran dari para anggota, petugas Grameen Bank juga menghimpun Dana Tabungan Kelompok dan Dana Darurat untuk disimpan di bank. Begitu pula, semua urusan pinjaman juga dibahas dalam rapat dengan petugas bank.

Besarnya dana tabungan kelompok adalah 5 % dari total pinjaman yang diterima tiap anggota yang tidak dapat ditarik kembali. Sedangkan dana darurat disisihkan sebanyak 25 % dari bunga pinjaman yang sudah dibayar dan didepositokan. Sebagai dana khusus rembug pusat, dana ini dapat digunakan anggota untuk berbagai keperluan asuransi, misalnya asuransi jiwa, asuransi temak, dan asuransi tanaman. Penggunaannya berdasarkan keputusan yang ditetapkan oleh rembug pusat. Pengeluaran dana darurat hares ditandatangani oleh ketua rembug, wakil ketua rembug, dan manajer. Pemenfaatan dana darurat hares ditandatangani secara bersama yang terdiri dari ketua rembug pusat, wakil ketua dan manajer cabang.

(11)

Referensi

Dokumen terkait