• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN AUTHENTHIC ASSESSMENT DALAM KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN AUTHENTHIC ASSESSMENT DALAM KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

125

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian beberapa bab sebelumnya, baik berupa kajian konsep-konsep

maupun hasil penelitian yaitu “Penerapan Authenthic Assessement dalam Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah

Negeri 3 Tulungagung” maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Perencanaan dalam authenthic assessment meliputi: (a) menyusun

rancangan penilaian berupa: menentukan indikator pencapaian hasil belajar

peserta didik, indikator pencapaian ini menjadi patokan guru supaya dalam

melaksanakan pembelajaran dan penilaian lebih mengarahkan pada

pencapaian penguasaan kompetensi, dalam hal ini guru akidah akhlak tidak

melaksanakan pengembangan indikator penilaian hanya menentukan

indikator pencapaian yang terdapat dalam RPP (b) menetapkan teknik

penilaian, untuk memperoleh informasi pemahaman dan pencapaian

kompetensi yang dikuasai oleh peserta didik dalam proses belajar (c)

menyusun instrumen penilaian untuk menilai hasil belajar peserta didik (d)

menetapkan KKM.

2. Pelaksanaan authenthic assessement meliputi: (a) pelaksanaan penilaian

kompetensi pengetahuan dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung

dengan melalui tanya jawab dan proses penilaian yang dilaksanakan setelah

(2)

126

dan ulangan akhir semester. (b) pelaksanaan penilaian kompetensi sikap

siswa dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung melalui

pengamatan terhadap siswa menggunakan instrumen yang telah disusun

sebelumnya oleh guru (c) pelaksanaan penilaian kompetensi keterampilan

siswa dilaksanakan pada saat proses belajar di kelas melalui hafalan dan

kerja kelompok.

3. Pelaporan hasil belajar peserta didik terdiri dari: pelaporan penilaian

pengetahuan, penilaian sikap dan penilaian keterampilan. Dilakukan

penghitungan dari proses penilaian yang telah dilakukan sebelumnya oleh

guru dan mendapatkan nilai rata-rata. Kemudian melaporkan nilai akhir

kepada wali kelas berupa angka dan deskripsi dari nilai hasil belajar peserta

didik.

B. Saran

1. Kepala Madrasah

Kepala madrasah selaku pimpinan lembaga diharapkan mampu

memberikan kebijakan-kebijakan untuk membina dan meningkatkan

pengetahuan guru terkait penilaian hasil belajar siswa yang berguna untuk

membentuk siswa yang berkompeten.

2. Guru

Sebagai bahan tambahan dalam melakukan pembenahan dan peningkatan

terkait pemahaman yang dimiliki sehingga dapat menjadi landasan dalam

pembenahan dan peningkatan sebagai pendidik dalam membentuk

(3)

127

3. Peneliti Selanjutnya

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi

sehingga pada penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian yang

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mendeskripsikan perencanaan yang dilakukan guru mata pelajaran akidah akhlak dalam implementasi kurikulum 2013 pada kelas X Madrasah Aliyah Bilingual Batu..3.

Skripsi dengan judul "Penerapan Authenthic Assessment dalam Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Tulungagung" yang ditulis

1) Pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap akidah yang benar (rukun iman), serta mana akhlak yang baik dan yang buruk terhadap diri sendiri, orang lain, dan

Penilaian autentik kompetensi pengetahuan yang digunakan guru Akidah Akhlak dalam Kurikulum 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir Wonodadi Blitar ... Penilaian

2 Untuk memberikan gambaran mengenai penilaian autentik guru akidah akhlak dalam pembelajaran Kurikulum 2013 siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir Wonodadi

Dari kutipan wawancara di atas dapat diketahui bahwa guru juga menggunakan penilaian diri sebagai teknik penilaian sikap, baik penilaian sikap religius maupun sikap

dan melakukan pretes, sedangkan pada kegiatan inti, langkah pertama, guru meminta siswa untuk membentuk kelompok, langkah kedua, guru menjelaskan prosedur

Maka guru harus memiliki kasih sayang yang terhadap siswanya, sehingga siswa akan terbentuk kepribadiannya yang baik juga, dan pada gilirannya akan membentuk akhlak yang sehingga dalam