• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTERIKEUANGAN REPUBLlK IN!;)ONESIA SALIN AN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MENTERIKEUANGAN REPUBLlK IN!;)ONESIA SALIN AN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERIKEUANGAN REPUBLlK IN!;)ONESIA

SALIN AN

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92jPMK. 01 / 201 7

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA

SEKRETARIAT KOMITE STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Menimbang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 7 ayat (4 ) Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegah�n dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, Menteri . Keuangan membentuk Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Kementerian Keuangan; b. bahwa untuk membentuk organisasi dan tata kerja

Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan sebagaimana dimaksud dalam · huruf a, Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah memberikan persetujuan melalui Surat Nomor B/ 29 4 / M. KT. 01 / 201 7 Perihal Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

(2)

Mengingat

Menetapkan

1 . Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 16 6 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4 9 16 ) ;

2 . Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sitem Keuangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016

Nomor 7 0, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 58 7 2) ;

3 . Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2015 tentang Kementerian Keuangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 5 1) ;

MEMUTUSKAN:

PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT KOMITE STABILITAS SISTEM

KEUANGAN.

BAB I

KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI

Pasal 1

Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang selanjutnya disebut Sekretariat KSSK merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan selaku Koordinator Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal.

Pasal 2

Sekretariat KSSK mempunyai tugas membantu pelaksanaan tugas Komite Stabilitas Sistem Keuangan baik secara substantif maupun administratif.

(3)

3

-Pasal3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 , Sekretariat KSSK menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan tata kelola Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan Sekretariat KSSK;

b. perumusan kerangka kerja, termasuk kriteria dan indikator, penilaian kondisi stabilitas sistem keuangan; c. penyiapan bahan untuk penilaian terhadap kondisi

stabilitas sistem keuangan berdasarkan masukan dari setiap anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, beserta data dan informasi pendukung;

d. penyiapan usulan langkah koordinasi untuk mencegah krisis sistem keuangan dengan mempertimbangkan rekomendasi dari setiap anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

e. peny1 apan rekomendasi kepada Presiden untuk memutuskan perubahan status stabilitas sistem keuangan, langkah penanganan krisis sistem keuangan, serta penyelenggaraan dan pengakhiran Program Restrukturisasi Perbankan;

f. penyiapan penyerahan penanganan permasalahan solvabilitas bank sistemik kepada Lembaga Penjamin Simpanan beserta usulan langkah yang harus dilakukan oleh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan untuk mendukung pelaksanaan penanganan permasalahan bank sistemik oleh Lembaga Penjamin Simpanan;

g. penyiapan keputusan pembelian Surat Berharga Negara yang dimiliki Lembaga Penjamin Simpanan oleh Bank Indonesia guna penanganan bank;

h. penyiapan masukan bagi anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan undangan mengena1 materi di bidang J as a peraturan keuangan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan;

perundang­ yang dapat

1 . penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

J. pengelolaan data dan informasi terkait Stabilitas Sistem Keuangan;

(4)

k. pelaksanaan kajian risiko dan hukum atas kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

1. pengelolaan komunikasi publik dan hubungan antar

lembaga;

m. pelaksanaan urusan administrasi Sekretariat KSSK dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan; dan

n. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

BAB II

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal4

Sekretariat KSSK dipimpin oleh Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Pasal 5 Sekretariat KSSK terdiri atas:

a. Direktur Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan;

b. Direktur Manajemen Risiko dan Hukum; c. Divisi Manajemen Kantor; dan

d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 6

Direktur Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan mempunyai tugas melakukan perumusan kerangka kerja penilaian stabilitas sistem keuangan, penyusunan bahan untuk penilaian kondisi stabilitas sistem keuangan, dan peny1 apan usulan kebijakan untuk pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan.

Pasal 7

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 , Direktur Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan menyelenggarakan fungsi:

(5)

5

-a. perumusan kerangka kerja, termasuk kriteria dan indikator penilaian kondisi stabilitas sistem keuangan; b. penyiapan bahan untuk penilaian terhadap kondisi

stabilitas sistem keuangan berdasarkan masukan dari setiap anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan beserta data dan informasi pendukung;

c. penyiapan usulan langkah koordinasi untuk mencegah krisis sistem keuangan dengan memper.timbangkan rekomendasi dari setiap anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

d. peny1 apan penyerahan penanganan permasalahan solvabilitas bank sistemik kepada Lembaga Penjamin Simpanan beserta usulan langkah yang harus dilakukan oleh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan untuk mendukung pelaksanaan penanganan permasalahan bank sistemik oleh Lembaga Penjamin Simpanan;

e. penyiapan bahan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan; dan

f. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan/ a tau Sekretaris KSSK.

Pasal8

Direktur Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan terdiri a tas:

a. Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan I;

b. Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan II; dan

c. Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan III.

Pasal 9

(1) Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan I mempunyai tugas melakukan perumusan kerangka kerja penilaian stabilitas sistem keuangan, penyusunan bahan untuk penilaian kondisi stabilitas sistem keuangan, dan

(6)

peny1 apan usulan kebijakan untuk pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan.

(2) Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan II mempunyai tugas melakukan perumusan kerangka kerja penilaian stabilitas sistem keuangan, penyusunan bahan untuk penilaian kondisi stabilitas sistem keuangan, dan penyiapan usulan kebijakan untuk pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan.

(3) Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan III mempunyai tugas melakukan perumusan kerangka kerja penilaian stabilitas sistem keuangan, penyusunan bahan untuk penilaian kondisi stabilitas sistem keuangan, dan penyiapan usulan kebijakan untuk pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan.

(4 ) Pembagian objek dalam pelaksanaan tugas Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan I sebagaimana dimaksud pada ayat (2) , Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan II, dan Divisi Asesmen dan Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan III sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Sekretaris KSSK dengan berpedoman pada asas pemerintahan yang baik

(good governance).

Pasal 1 0

Direktur Manajemen Risiko dan Hukum mempunyai tugas melakukan penyusunan kajian manajemen risiko dan hukum atas bahanjkonsep rekomendasi kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan, serta penyiapan konsep keputusan di bidang Stabilitas Sistem Keuangan.

Pasal 11

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 0, Direktur Manajemen Risiko dan Hukum menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan tata kelola Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan Sekretariat KSSK;

(7)

7

-b. penyiapan rekomendasi kepada Presiden untuk memutuskan perubahan status stabilitas sistem keuangan, langkah penanganan krisis sistem keuangan, serta penyelenggaraan dan pengakhiran Program Restrukturisasi· Perbankan;

c. penyiapan masukan bagi anggota Komite Stabilitas Sistem

Keuangan mengenai materi peraturan perundang­ undangan di bidang Jasa keuangan yang dapat mempengaruhi Stabilitas Sistem Keuangan;

d. penyiapan keputusan pembelian Surat Berharga Negara yang dimiliki Lembaga Penjamin Simpanan oleh Bank Indonesia guna penanganan bank;

e. penyiapan dan penyelenggaraan simulasi penanganan krisis sistem keuangan; dan

f. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan/ atau Sekretaris KSSK.

Pasal 12

Direktur Manajemen Risiko dan Hukum terdiri atas: a. Divisi Manajemen Risiko; dan

b. Divisi Hukum.

Pasal 13

Divisi Manajemen Risiko mempunyai tugas melaksanakan perumusan tata kelola Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan Sekretariat KSSK, penyiapan rekomendasi · kepada Presiden

untuk memutuskan perubahan status stabilitas sistem keuangan, langkah penanganan krisis sistem keuangan, serta penyelenggaraan dan pengakhiran Program Restrukturisasi Perbankan, penyiapan keputusan pembelian Surat Berharga Negara yang dimiliki Lembaga Penjamin Simpanan oleh Bank Indonesia guna penanganan bank, peny1 apan dan penyelenggaraan simulasi penanganan krisis sistem keuangan; serta pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan/ a tau Sekretaris KSSK.

(8)

Pasal 14

Divisi Hukum mempunyai tugas melaksanakan peny1apan rekomendasi kepada Presiden untuk memutuskan perubahan status stabilitas sistem keuangan, langkah penanganan krisis sistem keuangan, serta penyelenggaraan dan pengakhiran Program Restrukturisasi Perbankan, penyiapan masukan bagi anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan mengenai materi pe�aturan perundang- undangan di bidang jasa keuangan yang dapat mempengaruhi Stabilitas Sistem Keuangan, penyiapan keputusan pembelian Surat Berharga Negara yang dimiliki Lembaga Penjamin Simpanan oleh Bank Indonesia guna penanganan bank serta pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan/ a tau Sekretaris KSSK.

Pasal 15

Divisi Manajemen Perkantoran mempunya1 tugas melaksanakan penyelenggaraan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan, pengelolaan komunikasi publik dan hubungan antarlembaga, pengelolaan teknologi informasi, pengelolaan sumber daya manus1a Sekretariat KSSK, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan urusan administrasi lainnya.

Pasal 16

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 , Divisi Manajemen Perkantoran menyelenggarakan fungsi:

a. peny1apan dan penyelenggaraan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan;

b. pengelolaan data dan informasi terkait stapilitas sistem keuangan;

c. pengelolaan komunikasi publik dan hubungan antar

lembaga;

d. pengelolaan teknologi informasi;

e. pengelolaan sumber daya manusia Sekretariat KSSK; f. pengelolaan keuangan;

(9)

9

-h. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Pasal 17

Divisi Manajemen Perkantoran terdiri atas:

a. Subdivisi Manajemen Data dan Teknologi Informasi;

b. Subdivisi Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Umum; dan

c. Subdivisi Persidangan dan Komunikasi Publik.

Pasal 18

( 5 ) Subdivisi Manajemen Data dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data, analisis, perencanaan, pengembangan, dan implementasi sistem, serta melaksanakan operasional layanan teknologi informasi.

(6 ) Subdivisi Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan sumber daya manusia, keuangan dan urusan administrasi lainnya. (7 ) Subdivisi Persidangan dan Komunikasi Publik mempunyai

tugas melakukan persiapan dan penyelenggaraan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan, pengelolaan komunikasi publik dan hubungan antarlembaga.

BAB III

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Pasal 19

( 1) Pada Sekretariat KSSK dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesua1 dengan kebutuhan berdasarkan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

(2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sebagaimana ditetapkan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

(10)

Pasal 20

(1) Kelompok jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional yang terbagi menurut jenjang dan bidang keahliannya.

(2) Masing- masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dikoordinasikan oleh Kepala Divisi berdasarkan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan/ a tau Sekretaris KSSK.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja.

( 4 ) Jenis dan JenJang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan.

BAB IV TATA KERJA

Pasal 21

Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan satuan organisasi pada Sekretariat KSSK menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik di lingkungan masing- masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Sekretariat KSSK serta dengan instansi lain di luar Sekretariat KSSK sesuai dengan tugas masing- masing.

Pasal 22

Setiap pimpinan satuan organisasi pada Sekretariat KSSK mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing- masing dan apabila terjadi penyimpangan mengambil langkah- langkah yang diperlukan sesua1 dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

(11)

11

-Pasal 23

Setiap p1 mp1 nan satuan organisasi pada Sekretariat KSSK bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahan masing- masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal 24

Setiap p1 mp1 nan satuan organisasi pada Sekretariat KSSK mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing- masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

Pasal 25

Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, tembusan laporan disampaikan kepada pimpinan satuan unit organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Pasal 26

Setiap laporan yang diterima pimpinan satuan organisasi dari bawahan diolah dan dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan memberikan petunjuk kepada bawahan.

Pasal 27

( 1) Sekretaris Komite Stabilitas Sis tern Keuangan menyampaikan laporan kepada Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

( 2) Para Direktur dan Kepala Divisi Manajemen Perkantoran menyampaikan laporan kepada Sekretaris Komite Stabilitas Sistem keuangan.

(3) Para Pejabat Fungsional menyampaikan laporan secara langsung kepada Direktur atau melalui Kepala Divisi yang menjadi Koordinator Pejabat Fungsional tersebut.

(12)

BAB V

SUMBER DAYA MANUSIA

Pasal 28

Pejabat dan pegawa1 Sekretariat KSSK dapat berasal dari pegawai negeri sipil, pegawai Bank Indonesia, pegawai Otoritas Jasa Keuangan, pegawai Lembaga Penjamin Simpanan, serta

pegawai nonpegawai negeri sipil lainnya. Pasal 29

Pembinaan pejabat dan pegawai Sekretariat KSSK yang berasal dari pegawai negeri sipil dilakukan oleh Menteri Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Pasal30

( 1) Pembinaan pegawa1 Sekretariat KSSK yang berasal dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan dilakukan oleh lembaga asal pegawai yang bersangkutan.

(2) Untuk keperluan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) , Sekretaris Komite Stabilitas Sis tern Keuangan memberikan pertimbangan kepada lembaga asal pegawai terse but.

Pasal 31

(1) Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan dijabat secara ex officio oleh Staf Ahli Menteri Keuangan yang

membidangi kebijakan dan regulasi jasa keuangan dan pasar modal.

(2) Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Keuangan.

(3) Direktur, Kepala Divisi, Kepala Subdivisi, dan Pejabat Fungsional diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Keuangan atas usul Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

(13)

-

13-Pasal32

Sekretaris dapat mengangkat dan memberhentikan pegawai yang bukan pegawai negeri sipil dan bukan berasal dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang­ undangan.

BAB VII

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal33

Selama organisasi dan tata kerja Sekretariat KSSK berdasarkan Peraturan Iylenteri ini belum dapat dilaksanakan secara efektif, tugas dan fungsi kesekretariatan KSSK yang dilaksanakan oleh satuan kerja yang telah ada sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri ini, dinyatakan tetap berlaku paling lama 1 ( satu) tahun sejak tanggal diundangkan.

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal34

Perubahan atas tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Sekretariat KSSK sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Pasal35

Peraturan Menteri 1 n1 mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

(14)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Beri ta N egara Repu blik Indonesia.

Diundangkan di Jakarta pad a tanggal 7 J uli 2 0 1 7

DIREKTUR JENDERAL

PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

WIDODO EKATJAHJANA

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Juli 20 17

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

SRI MULYANI INDRAWATI

(15)

15 -LAMPI RAN

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOM OR 92/PMK. 01/2017

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT KOMITE STABILITAS SISTEM KEUANGAN

BAGAN ORGANISASI

SEKRETARIAT KOMITE STABILITAS SISTEM KEUANGAN

SEKRETARIAT KOMITE STABILITAS S!STEM KEUANGAN

I

DIREKTUR ASESMEN DAN KEBIJAKAN STABILITAS SISTEM KEUANGAN

I DIVIS!

ASESMEN DAN KEBIJAKAN

-STABILITAS SISTEM

KEUANGAN I

DIVIS! ASESMEN DAN KEBIJAKAN

-STABILITAS SISTEM

KEUANGAN II

DIVIS!

ASESMEN DAN KEBIJAKAN

-STABILITAS SISTEM KEUANGAN III I I I I I I I I KELOMPOK --JABATAN FUNGSIONAL f-1 I I I I I I I

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum

SUBDI"'/ISI MANAJEMEN DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI I DIREKTUR DIVIS! MANAJEMEN PERKANTORAN I I SUBDIVISI SUMBER DAYA MAN USIA,

KEUANGAN, DAN UMUM

MANAJEMEN RISIKO DAN

-HUKUM I DIVIS! MANAJEMEN RISIKO DIVIS! HUKUM I L I I KELOMPOK I I --JABATAN FUNGSIONAL-I I I I I I I SUBDIVISI PERSIDANGAN DAN KOMUNIKASI PUBLIK

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan pembayaran klaim kepada Kreditur dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai Tata Cara Pencairan Anggaran Pendapatan dan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (4) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK .0 11/2014 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (4) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.011/2014 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 163/PMK.05/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir Tahun Anggaran

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Atas Peraturan