• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengertian jual beli - BAB II NANI HIDAYATUN HES'17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengertian jual beli - BAB II NANI HIDAYATUN HES'17"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

dikatakan baligh (dewasa apabila telah berusia 15 tahun bagi anak laki-laki dan telah datang (haid) bagi anak perempuan, oleh karena itu transaksi jual beli yang

Artinya: Jual beli menurut syara’ adalah suatu aqad yang mengandung tukar menukar harta dengan harta dengan syarat yang akan diuraikan nanti untuk memperoleh

Para ulama fikih menyatakan bahwa suatu jual beli baru dianggap sah apabila jual beli tersebut terhindar dari cacat seperti ketidak jelasan barang baik dari kualitas

1) Terpenuhinya sebab-sebab sah dan mubahnya jual beli yaitu yang meliputi rukun dan syarat dari jual beli yang telah ditetapkan oleh syari'at, maka tidak

Jual beli benda yang tidak ada serta tidak dapat dilihat, yaitu jual beli yang dilarang oleh agama Islam, karena barangnya tidak tentu atau masih gelap, sehingga dikhawatirkan

Dari beberapa definisi tersebut diatas penulis mencoba untuk mengambil sebuah kesimpulan bahwasannya jual beli adalah suatu perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau

ketentuan syara’ baik dari rukun maupun syaratnya, dan jual beli yang tidak sah yaitu jual beli yang tidak memenuhi rukun dan syarat jual beli. Jual-Beli yang dilarang dalam Islam.

2) Jual beli yang belum jelas, yakni sesuatu yang bersifat spekulasi samar-samar (tidak jelas barang, harga, kadarnya, masa pembayarannya dan lain-lain)