i
TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Fisika
Dosen Pembibing: Asih Melati, M.Si.
Disusun oleh : Nurfahmi 11620035
Kepada:
PROGRAM STUDI FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
v
Kedua orang tua ku tercinta, Agani dan Kalisom yang yang setia mendo’akan
ku tiada henti.
Kakak-kakak ku tercinta Masnunah dan Abdurahman yang
selalu mensuport dan mendo’akan ku dalam keadaan apapun.
Sahabat-Sahabat ku terkasih (Sri Wahyuna dan Uswatun Khasanah) atas
Dukungan dan Semangat serta setia mendengarkan
cerita-cerita ku.
vi
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufiq serta hidayah-Nya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan Judul “Analisis
Pergerakan Sunspot Untuk Mengkaji Potensi Terjadinya Flare Pada Bulan Maret-Juni 2015” Shalawat serta salam tetap terlimpahkan kepada junjungan kita
Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membimbing ummatnya ke jalan yang di ridhoi Allah SWT yakni Diinul Islam.
Penulis sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan di jenjang universitas, khususnya program studi Fisika. Penulis berharap, tahap ini hanyalah titian awal untuk terjun dalam dunia Fisika yang sangat luas. Penulis menyadari bahwa dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini dengan rasa hormat penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua orang tuaku beserta keluarga besar tercinta atas doa dan pengorbanannya dalam merawat dan mendidik demi mendapat ridha Allah. 2. Bapak Frida Agung Rohmadi, M.Sc Selaku Ketua Program Studi Fisika atas
arahan dan bimbinganya.
3. Asih Melati, M.Si. Selaku dosen pembimbing yang penuh perhatian, ketelatenan, kesabaran dalam memberikan bimbingan dan arahan.
vii
berjuang, mensupport dan saling menyemangati dalam mengerjakan skripsi ini, terimakasih.
6. Teman-teman Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2011.
Dan semua pihk yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, tiada ucapan yang dapat penulis haturkan kecuali “Jazaakumullah Ahsanal Jazaa” semoga semua amal baiknya diterima oleh Allah SWT. Dengan bekal dan kemampuan terbatas, tiada kata selain harapan semoga skripsi ini bermanfaat sesuai dengan maksud dan tujuannya. Amiin Ya Robbal Alamiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Yogyakarta, Oktober 2015
ix 11620035
ABSTRACT
Solar activity is influenced by the sunspot and flare, there is one that flares can affect Earth's atmosphere, where the X-class flares affect the Earth's atmosphere. In connection with that in March-June 2015 occurred some astronomical events, one of which is the GMT and partial solar eclipses (GMS), this study deserves to be studied. The aim of this study is to examine the visualization of the movement of sunspots and change the position of the area as well as the effect of flare on the astronomical event in March-June 2015. This research method is observation of sunspot using 8-inch Celestron telescope and made a sketch of data with software Solare and Helio as well as contrasting with observations using solarscope. Results from this study is shown that the motion of the sunspot is unstable, and the area of sunspot minimum is 10 mm and wide sunspot maximum 2320 mm, flares occurring is a flare type C, M, X, and does not affect the event astronomical occurred in March-June 2015.
viii 11620035
INTISARI
Aktivitas matahari dipengaruhi ole sunspot dan flare, ada salah satu flare yang bisa mempengaruhi atmosfer bumi, dimana flare kelas X akan mempengaruhi atmosfer bumi. Sehubungan dengan itu pada bulan Maret-Juni 2015 terjadi beberapa event astronomi, salah satunya yaitu terjadinya GMT dan gerhana matahari sebagian (GMS) maka penelitian ini layak untuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji visualisasi pergerakan posisi sunspot dan perubahan luas daerah serta pengaruh flare terhadap event astronomi pada bulan Maret-Juni 2015. Metode penelitian ini yaitu pengamatan sunspot menggunakan teleskop celestron 8 inci dan membuat data sket dengan software Solare dan Helio serta membandingkanya dengan hasil pengamatan menggunakan solarscope. Hasil dari penelitian ini yaitu terlihat bahwa gerak sunspot tidak stabil, dan luas daerah sunspot minimum yaitu 10 mm dan luas sunspot maksimum 2320 mm, flare yang terjadi adalah flare tipe C, M, X dan tidak mempengaruhi event astronomi yang terjadi pada bulan Maret-Juni 2015.
x
HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN TUGAS AKHIR... ... iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR... ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN... ... v
KATA PENGANTAR... ... vi
ABSTRAK... ... viii
DAFTAR ISI... ... ix
DAFTAR TABEL... ... xi
DAFTAR GAMBAR... ... xii
BAB I PENDAHULUAN... ... 1 1.1 Latar Belakang... ... 1 1.2 Rumusan Masalah... ... 6 1.3 Batasan Masalah... 6 1.4 Tujuan Penelitian... ... 7 1.5 Manfaat Penelitian... ... 7
BAB II LANDASAN TEORI... ... . 8
2.1 Tinjauan Pustaka... .. 8 2.2 Dasar Teori... ... 9 2.2.1 Matahari... ... 9 2.2.2 Cuaca antariksa... ... 11 2.2.3 Sunspot... .... 13 2.2.4 Flare... .. 22 2.2.5 CME... ... 24 2.2.6 Lidah api... ... 25
2.2.7 Pengaruh aktivitas matahari (solar wind)... ... 26
2.2.8 Angin surya... ... 30
2.2.9 Software helio32 dan solare... .... 33
xi
3.2 Prosedur kerja... .. 41
3.2.1 Penjelasan tahap kegiatan... 41
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... ... . 44
4.1 Hasil... .. 44
4.1.1 Grafik pergerakan posisi sunspot pada bulan Maret-Juni 2015 menggunakan data sket ... 44
4.1.2 Grafik luas area sunspot pada bulan Maret-Juni 2015 menggunakan data sket ... 48
4.1.3 Grafik pergerakan posisi sunspot pada bulan Juni 2015 menggunakan solarscope. ... 52
4.1.4 Hasil prediksi terjadinya flare kelas C, M, X bulan Maret-Juni 2015 ... 53 4.2 Pembahasan... ... 57 BAB V PENUTUP... ... 66 5.1 Kesimpulan... .. 66 5.2 Saran... 66 DAFTAR PUSTAKA... ... 68 LAMPIRAN... ... 70
xii
Tabel 2.1 Penjelasan sistem klasifikasi grup sunpot Mcintosh ... 29 Tabel 2.2 Kelas grup sunspot Mcintos yang berlaku ... 20 Tabel 4.1 Persentase terjadinya flare kelas C, M, X pada bulan Maret 2015 53 Tabel 4.2 Persentase terjadinya flare kelas C, M, X pada bulan April 2015 54 Tabel 4.3 Persentase terjadinya flare kelas C, M, X pada bulan Mei 2015 .. 55 Tabel 4.4 Persentase terjadinya flare kelas C, M, X pada bulan Juni 2015 .. 56 Tabel 4.5 Event astronomi bulan Maret-Juni 2015 ... 62 Tabel 4.6 Event astronomi bulan Maret-Juni 2015 ... 63
xiii
Gambar 2.2 Sunspot……… . 14
Gambar 2.3 Diagram kupu-kupu yang menunjukan posisi sunspot dalam Siklusnya ... 14
Gambar 2.4 Sistem klasifikasi sunspot Mcintosh ... 18
Gambar 2.5 Nilai sistem klasifikasi sunspot Mcintosh ... 18
Gambar 2.6 Flare ... 22
Gambar 2.7 CME ... 25
Gambar 2.8 Lidah api ... 26
Gambar 2.9 Interaksi antara angin matahari dan medan magnet bumi…. ... 28
Gambar 2.10 Aurora ... 28
Gambar 2.11 Badai matahari ... 29
Gambar 2.12 Aliran angin matahari ... 30
Gambar 2.13 Bentuk magnetosfer bumi yang mengalami deformasi akibat bertumbukan dengan angin matahari dan tumbukan CME ... 32
Gambar 2.14 Tampilan software Helio ... 35
Gambar 2.15 Tampilan software Solare ... 36
Gambar 2.16 Solarscope... 37
Gambar 2.17 Detail solarscope ... 38
Gambar 4.1 Grafik perubahan posisi lintang terhadap sunspot bulan Maret 2015 ... 44
xiv
2015 ... 46 Gambar 4.4 Grafik perubahan posisi lintang terhadap sunspot bulan Juni
2015 ... 47 Gambar 4.5 Grafik hubungan luas area sunspot terhadap jumlah hari
bulan Maret 2015 ... 48 Gambar 4.6 Grafik hubungan luas area sunspot terhadap jumlah hari
bulan April 2015 ... 49 Gambar 4.7 Grafik hubungan luas area sunspot terhadap jumlah hari
bulan Mei 2015 ... 50 Gambar 4.8 Grafik hubungan luas area sunspot terhadap jumlah hari
bulan Juni 2015... 51 Gambar 4.9 Grafik hubungan posisi bintik dengan tanggal pengamatan
menggunakan solarscope ... 52 Gambar 4.10 Ilustrasi yang menunjukan posisi bumi saat terjadinya titik
1 1.1 Latar Belakang
Sebagai pengerak utama cuaca antariksa, matahari selalu dipantau dan diprakirakan aktivitasnya. Matahari adalah sebuah bintang yang merupakan pusat orbit tata surya. Bintang seperti matahari mempunyai berbagai macam aktivitas. Aktivitas matahari ini ditandai dengan munculnya sunspot dipermukaan matahari. Matahari dapat menimbulkan ledakan yang dipicu oleh sunspot. Ledakan-ledakan ini dapat berupa lontaran massa korona mupun flare. Fenomena alam terkait dengan benda-benda langit akan menjadi objek yang menarik dalam histori peradaban umat manusia hingga saat ini termasuk fenomena aktivitas matahari khususnya mengenai sunspot dan flare.
Melalui Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi serta fenomena yang terjadi di dalamnya untuk dikaji dan di amati oleh manusia. Di harapkan manusia bisa mengkaji manfaat serta kegunaan dari ciptaan Allah. Sebagaimana firman allah SWT:
Artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengkaji bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengkaji. (QS.Yunus : 5). Dari QS.Yunus ayat 5 tersebut terdapat kata (
لعج
) yang artinya menjadikan, maksudnya adalah Allah menjadikan sesuatu yang sudah ada sebelumnya (matahari), dan kata (قلخ)
yang artinya menciptakan, yaitu Allah menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya (matahari), sedangkan kata (ٌ ءايض
) yaitu matahari bersinar, maksudnya adalah sesuatu yang bersinar atau dapat memancarkan energi sendiri (matahari).Artinya: “Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengkaji apa yang kamu kerjakan” (QS. Luqman : 29). Dan dari QS. Yunus ayat 29 terdapat kata (
ٌ ارون
) yaitu bercahaya, dimana sesuatu yang bercahaya tersebut (bulan) berasal dari pantulan sinar matahari, serta kata (لزانم
) yang berartitempat-tempat, dimana tempat yang dimaksud adalah tempat yang diam yang sudah ada bagi perjalanan bulan (tempat orbit).
Berdasarkan ayat terlihat jelas bahwa Allah SWT menciptakan apa-apa yang ada di langit dan di bumi dengan indah dan sempurna agar manusia selalu memperhatikan, mempelajari dan mengamati ciptaannya. Salah satu bentuk ciptaan Allah yang begitu indah dan sempurna adalah matahari yang memancarkan cahaya di langit. Matahari merupakan sumber energi terbesar di bumi. Tanpa matahari mungkin tidak pernah ada kehidupan di muka bumi ini. Matahari juga merupakan sebuah bintang yang pusat orbit dalam tata surya.
Flare adalah ledakan besar di matahari akibat terbukanya salah satu kumparan medan magnet dipermukan matahari yang memancaran energi yang sangat besar. Ledakan ini merupakan partikel berenergi tinggi dan radisi elektomagnetik pada ujung gelombang sinar X dan sinar gamma. Partikel berenergi tinggi yang dilepaskan pada peristiwa flare, jika mengarah ke bumi akan mencapai bumi dalam waktu 1-2 hari. Sedangkan radiasi elektromagnetik akan mencapai bumi dalam waktu hanya sekitar 8 menit. Pada umumnya flare terjadi di daerah aktif di matahari (Wihans, 2010)
Lontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) adalah sebuah pelepasan materi dari daerah korona matahari kearah luar dan disertai dengan pelepasan energi. CME sering kali terjadi berbarengan dengan flare dan prominensa, namun kadang kala tidak disertai dengan flare. Jika aktivitas matahari sedang minimum hanya terjadi 1 kali CME perhari dan jika aktivitas matahari sedang maksimum bisa terjadi CME 2 sampai 3 kali per hari
(Wihans, 2010). Saat berada pada puncak siklusnya matahari melontarkan lebih banyak flare dan CME.
Aktivitas pada matahari tidaklah stabil, artinya aktivitas pada matahari selalu bergejolak. Untuk dapat mengkaji aktivitas matahari biasa menggunakan bilangan sunspot untuk klasifikasi zurich atau nilai klasifikasi (Cv) dalam klasifikasi McIntosh sebagai tolak ukur aktivitas matahari. Sunspot merupakan fenomena permukaan matahari pada lapisan ionosfer yang paling mudah di kenal. Sunspot disebabkan oleh medan magnet matahari yang mengalir ke atas sampai ke fotosfer matahari. Sunspot berevolusi dari bintik kecil dengan aktivitas rendah berkembang menjadi konfigurasi yang sangat kompleks dengan kemungkinan mempunyai aktivitas tinggi.
Sunspot sebagai variabel aktivitas matahari mengalami perubahan-perubahan antara lain dalam jumlah, luas dan bentuk pada suatu grup sunspot selama massa evolusinya. Dengan mempelajari gerak diri dan kelompok dari suatu grup sunspot berupa gerak putar dan geser, maka dilakukan pengukuran posisi titik berat kelompok spot. Pada evolusi grup sunspot mengalami pergerakan dan perkembangan atau penyusutan. Daerah aktif (grup sunspot yang menunjukan ciri-ciri perubahan tertentu dapat dijadikan salah satu indikasi akan terjadinya flare). Untuk membuktikan teori tersebut maka dilakukan penelitian ini yaitu menganalisis pergerakan sunspot dan mengkaji potensi terjadinya flare kelas C, M, X pada bulan Maret-Juni 2015.
Pada bulan Maret-Juni 2015 terjadi beberapa event astronomy, diantaranya yaitu sebagai berikut:
Tabel 1.1 Event Astronomi Bulan Maret-Juni 2015 (www.seasky.org)
No Waktu Event Astronomi
1 6 Maret Bulan Purnama
2 20Maret Gerhana Matahari Total
3 28Maret Bulan Baru
4 4 April Gerhana Bulan Total
5 23 April Hujan Meteor
6 23 Mei Oposisi Saturnus
7 28 Mei Isti'wa Adhom
8 2 juni Fase Bulan Purnama
9 21 juni Titik Balik Matahari
Dari beberapa peristiwa-peristiwa yang terjadi dari bulan Maret-Juni 2015 maka menarik untuk diteliti lebih jauh untuk mengkaji hubungan dan pengaruh kejadian flare tersebut terhadap event astronomy dan sunspot.
Pada penelitian ini berbasis data sket sunspot pada bulan Maret-Juni 2015 dari Loka Pengamat Dirgantara Sumedang. Dari data tersebut akan dipakai untuk membuat grafik hubungan posisi sunspot dengan hari (umur sunspot) yang nantinya akan dianalisis pergerakan serta perubahan luas dari sunspot tersebut. Analisis pergerakan sunspot dan mengkaji potensi terjadinya flare tidaklah mudah ini dikarenakan ada beberapa hal yang pempengaruhinya yaitu luas area, posisi serta kelas sunspot dan ini akan dapat berpengaruh terhadap besar kecil potensi terjadinya flare. Maka dari itu di butuhkan pemahaman dan pengetahuan yang luas khususnya mengenai sunspot,
sehingga untuk memudahkan mengkaji besar kecilnya potensi terjadinya flare untuk mengetahui luas area dengan menggunakan software Helio32 dan Solare.
Helio32 dan Solare dalam penelitian ini di gunakan karena kedua software ini merupakan satu-satunya software yang berfungsi untuk mengkaji luas area sunspot, persentase potensi terjadinya flare dan kalasifikasi sunspot berdasarkan tabel McIntosh, sedangkan untuk software yang lainya kurang rekomended untuk penelitian ini.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka permasalahan yang di teliti dalam penelitian ini meliputi:
1. Bagaimanakah visualisasi pergerakan sunspot dengan menggunakan data sket dan Solarscope?
2. Bagaimanakah perubahan luas daerah sunspot pada bulan Maret-Juni 2015?
3. Bagaimanakah potensi terjadinya flare kelas C, M, X dan pengaruhnya terhadap event astronomy pada bulan Maret-Juni 2015?
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas maka penelitian ini dibatasi sampai dengan:
1. Visualisasi pergerakan sunspot menggunakan data sket sunspot dan Solarscope.
3. Persentase terjadinya flare kelas C, M, X menggunakan software Helio32 dan Solare serta pengaruhnya terhadap event astronomy.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengkaji visualisasi pergerakan sunspot menggunakan data sket sunspot dan Solarscope.
2. Mengkaji perubahan luas daerah sunspot pada bulan Maret-Juni 2015. 3. Mengkaji besar kecilnya potensi terjadinya flare pada kelas C, M, X dan
pengaruhnya terhadap event astronomy pada bulan Maret-Juni 2015 1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang didapat dari penelitian ini antara lain:
1. Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan, di bidang Astrofisika. khususnya mengenai visualisasi pergerakan sunspot.
2. Menambah khasanah ilmu pengetahuan baru tentang Dunia Astrofisika terkait dengan perubahan luas daerah sunspot.
3. Dapat memberi pemahaman mengenai ilmu astronomi yaitu tentang besar kecilnya potensi terjadinya flare pada kelas C, M, X dan pengaruhnya terhadap event astronomi.
66 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pada bab IV maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Pergerakan posisi sunspot menggunakan data sket dan solarscope pada bulan Maret-Juni 2015 tidak stabil yaitu selalu berubah-ubah setiap harinya.
2. Untuk luas area sunspot pada bulan Maret-Juni 2015 mengalami perubahan yang cukup signifikan, yaitu untuk besar luas minimum 10 mm dan besar luas maksimum 2320 mm.
3. Flare yang terjadi pada bulan Maret-Juni 2015 berpotensi rendah. Dan setelah dikaji flare tersebut tidak berpengaruh terhadap event astronomi yang terjadi pada pulan Maret-Juni 2015.
5.2 Saran
Dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan , oleh karena itu peneliti menyarankan agar penelitian terhadap posisi dan luas daerah sunspot serta flare ini perlu dilakukan penelitian lanjutan mengingat posisi dan luas daerah sunspot yang selalu beruba-ubah setiap harinya, seperti mengkaji perubahan posisi dan luas dengan siklus kupu-kupu (siklus sebela tahunan) agar perubahan posisi dan luas sunspot lebih jelas terlihat dan lebih mudah untuk di amati. Selain itu untuk mengkaji potensi terjadinya flare, tidak hanya
dibatasi pada kelas C, M, X secara umum, melainkan peneliti menyarankan untuk mengkaji semua jenis flare yang terjadi secara detail dan lebih rinci.
68
Astradhani, Aries Subgan. 2013. Identifikasi Pengaruh Aktivitas Matahari (Bintik
Matahari) Diwilayah Manokrawi Dan Kaimana. ISSN: 2085-6245.
ISTECH Vol.5,No.1,Februari 2013
Dani, Tiar, dkk. 2010. Analisis Empirik Kejadian Flare Tirkait Dengan
Perubahan Fisik Sunspot. Bandung: Lapan
Herdi, Dani Wijaya dan Sherly Imelda. 2006. The Probability of Flare
Occurrences Based On Sunspot Group And Magnetic Configuration.
Vol.11 No. 2: Bandung
http://www.cv-helios.net/zmcls.html di unduh tanggal 7 februari 2015 pukul 11:00 WIB
http://deebacalah.blogspot.co.id/2013/06/titik-balik-matahari-21-juni-2013.html diunduh 16 Juni 2015 pukul 11:25 WIB
http://dollar919.my.id/yaumu-rashdil-qiblat-28-mei-2015-saat-akurat-untuk-mengetahui-arah-kiblat/ diunduh 16 Juni 2015 pukul 11:35 WIB
http://ds9.ssl.berkeley.edu/lws_gems/6/secef_7b.htm diunduh 15 Mei 2015 pukul 10:50 WIB.
http://en.wikipedia.org/wiki/Sun diunduh 16 Juni 2015 pukul 11:50 WIB
http://gunungtoba2014.blogspot.co.id/2014/05/5-tempat-terbaik-untuk-melihat-aurora.html diunduh 20 Juli 2015 pukul 14:05 WIB
http://ibnukatsironline.blogspot.co.id. diunduh 19 Desember 2015 pukul 19:06 WIB
http://kafeastronomi.com/aurora-dan-proses-terjadinya.html diunduh tanggal 15 Mei 2015 pukul 10:30 WIB.
http://thewatchers.adorraeli.com/2015/09/20/long-duration-m2-1-solar-flare-erupts-from-region-2415-cme-produced/ diunduh 20 Juli 2015 pukul 13:45 WIB
http://vimeo.com/25811412 diunduh 20 Juli 2015 pukul 14:25 WIB
http://www.petermeadows.com/html/area.html diunduh 15 Mei 2015 pukul 10:00 WIB
http://www.seasky.org/astronomy/astronomy-calendar-current.html. diunduh 19 Desember 2015 pukul 19:10 WIB
Jasman, Suprijatno. 2000. Kaitan Kemunculan Flare Dengan Perkembangan
Bintik Matahari. Warta Lapan. Vol 2, No.1, Januari-Maret 2000.
Jasman, Suprijatno. 2010. Luas Minimum Grup Sunspot Untuk Pemunculan
Flare. Bandung: Lapan
Kesumaningrum, Rasdewita, dkk. 2010. Model lntegrasi Hasil Pengamatan
Sunspot, Flare, dan Prominens Untuk Mitigasi Gangguan Cuaca Antariksa ;bandung
Kesumaningrum, Rasdewita. 2013. Angin Matahari. Vol.2. No. 4 Oktober-Desember 2013: Pussainsa Lapan.
LAPAN. 2012. Fenomena cuaca antariksa. Bandung: CV.Andira
Melati, Asih. 2015. Analisis Pengaruh Flare Dan CME Terhadap Indeks DST
Pasca Gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014. Kaunia Vol. XI No. 1, April
2015/1436: ISSN 1829-5266 (print) ISSN 2301-8550 (online)
Rahayu, Dyah M, dkk. 2012, Fenomena Cuaca Antariksa, Pussainsa-LAPAN:Bandung
Satia, Gregorius Budhi, dkk. 2011. Pengelompokan Sunspot Pada Citra Digital
Matahari Menggunakan Metode Clustering DBSCAN. ISSN:1907-5022.
Yogyakarta 17-18 Juni 2011
Sulistiani, Santi, dkk. 2010. Model lntegrasi Hasil Pengamatan Sunspot, Flare,
dan Prominens Untuk Mitigasi Gangguan Cuaca Antariksa ;bandung
Yatini, Clara Y, dkk.2008. Karakteristik Lontaran Massa Korona (CME) yang
Menyebabkan Badai Geomagnet.Jurnal Sains Dirgantara.Vol 6, No. 1
5. Data Hasil Pengamatan Menggunakan Solarscope Pengamatan tanggal 3 Juni 2015
Pengamatan tanggal 8 Juni 2015
Pengamatan tanggal 18 Juni 2015
6. Sunspot hasil pengamatan NOAA Pengamatan tanggal 20 Maret 2015