• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk Paparan Publik. 9 Mei 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk Paparan Publik. 9 Mei 2018"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Paparan Publik

9 Mei 2018

(2)

1

Agenda

We Care with Passion and Excellence

Bagian 1: Gambaran Umum Perseroan

Bagian 2: Gambaran Industri

Bagian 3: Rencana Pengembangan Tahun 2018

(3)

Bagian 1:

(4)

3

Sekilas PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk

Kegiatan Usaha

 Menyediakan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi pasien rawat jalan dan rawat inap melalui tiga rumah sakit Perseroan – OMNI Hospitals Pulomas, OMNI Hospitals Alam Sutera dan OMNI Hospitals Cikarang

 Memiliki 269 dokter (spesialis dan dokter umum)

 Memperoleh Akreditasi Rumah Sakit dengan kelulusan tingkat tertinggi yaitu PARIPURNA (Bintang Lima) untuk OMNI Hospitals Pulomas dan OMNI Hospitals Alam Sutera dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Mendapatkan penghargaan “Indonesia Hospital Growth Excellence Leadership Award” dari Frost & Sullivan pada bulan November 2017, penghargaan

“Orthopedics Service Provider of The Year” dari Global Health & Travel pada bulan Mei 2016 dan penghargaan “Fastest Growing New Issuer 2016” dari Warta

Ekonomi pada bulan Maret 2016.

 100% kepemilikan aset rumah sakit termasuk tanah dan bangunan rumah sakit

OMNI Hospitals Alam Sutera

 Berdiri tahun 2007

 232 kapasitas tempat tidur

OMNI Hospitals Pulomas

 Berdiri tahun 1984

 168 kapasitas tempat tidur

Cikarang

OMNI Hospitals Cikarang

 Beroperasi sejak April 2016

 250 kapasitas tempat tidur

Balikpapan

Fasilitas yang telah ada Rencana proyek

OMNI Hospitals Pekayon

 Peletakan batu pertama bulan Juli 2017

 Dalam tahap pembangunan

Jakarta

Omni Hospitals Balikpapan

(5)

Fasilitas Rumah Sakit

Catatan : *Centers of Excellence

Tahun Berdiri Lokasi Luas (m2)

Kapasitas Tempat Tidur

Jumlah Tempat Tidur yang dioperasikan Jumlah Tempat Tidur Premium

Jumlah Kamar Operasi Jumlah Dokter

Staff Medis (termasuk perawat) Tingkat Hunian Kamar (BOR)

Pelayanan Medis Utama

Cardiology & Cardiac Surgery* Neurology & Neurosurgery*

Orthopedic Surgery * Urology & Nephrology*

Kawasaki*

Oncology & Oncology Surgery* Digestive & Bariatric Surgery*

Diabetic*

Ophthalmology Plastic Surgery

Obstetrics & Gynecology General Surgery

Pediatrics Allergy Immunology Dental & Orthodontic

Trauma Center Haemodialysis Autism Center IVF Fertility Center

OMNI Hospitals Pulomas OMNI Hospitals Alam Sutera OMNI Hospitals Cikarang

1984 Pulomas 11.093 168 145 49 3 116 289 76% 2007 Alam Sutera 24.790 232 155 49 4 105 318 60% 2016 Cikarang 16.370 250 85 13 3 48 153 55%

(6)

5

Dewan Komisaris

Budi Hadidjaja 31 tahun pengalaman

 Presiden Komisaris

 Presiden Direktur PT Tridharma Guna Mandiri (2006-2014) dan PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (1994–2006)

 Sebagai anggota Dewan Komisaris sejak Juli 2015

Kwong Pei Meng 22 tahun pengalaman

 Komisaris

 Menjabat Senior Manajemen di beberapa Perusahaan antara lain; PT Indopoly Swakarsa Tbk (2010-2015), Save Our Planet Investments Pte Ltd dan United Fiber System Ltd

 Sebagai anggota Dewan Komisaris sejak Mei 2018

Drs Herbudianto 33 tahun pengalaman

 Komisaris Independen

 Berkarir di Bapepam LK, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dengan posisi terakhir sebagai Kepala Bagian Penilaian Perusahaan Jasa Non Keuangan, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa (2006-2012)

 Sebagai anggota Dewan Komisaris sejak Oktober 2012

Dr Supriyantoro, Sp.P, MARS 36 tahun pengalaman

 Komisaris Independen

 Berkarir di Direktorat Kesehatan TNI-AD, menjadi Kepala/Direktur Utama RSPAD Gatot Subroto sebelum menjadi Direktur Kesehatan TNI-AD (2010-2012). Kemudian menjabat sebagai Dirjen Bina Upaya Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan terakhir sebagai Sekretaris Jendral (2012-2014)

 Komisaris Utama PT Indofarma Tbk. (2012-2013) dan PT Kimia Farma Tbk. (2013-2015)

 Sebagai anggota Dewan Komisaris sejak April 2017

(7)

Dewan Direksi

Sankaranarayanan Shrikanth 26 tahun pengalaman

 Presiden Direktur

 Menduduki berbagai posisi Senior Manajemen antara lain di PT Prospek Duta Sukses, Grup Mitratama Perkasa, Grup Ludlow Capital dan Grup Polysindo

 Sebagai anggota Dewan Direksi sejak April 2017

Hassan Themas 26 tahun pengalaman

 Direktur

 Direktur PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (2008-2011) dan Country CFO Philips Foods Asia Inc. (2003-2007)

 Sebagai anggota Dewan Direksi sejak Oktober 2012

dr Maria Theresia Yulita, MARS 22 tahun pengalaman

 Direktur

 Direktur OMNI Hospitals Pulomas (2009-2011)

 Sebagai anggota Dewan Direksi sejak Oktober 2012

Surina

14 tahun pengalaman

 Direktur

 Group Financial Controller di Omni Hospital Group (2014-2015), Vice President Finance, Accounting & Tax di PT Mitra Komunikasi Nusantara (2013-2014) dan Corporate Secretary SAME (2010-2013)

 Sebagai anggota Dewan Direksi sejak Juni 2015

Benjamin Winoto 24 tahun pengalaman

 Direktur Tidak Terafiliasi

 Menjabat Senior Manajemen di beberapa Grup Perusahaan antara lain; Grup Tempo Scan Pasific (2009-2014) dan Grup Martha Tilaar (2014-2017)

 Sebagai anggota Dewan Direksi sejak Mei 2018

(8)

Bagian 2:

(9)

Gambaran Industri

Dinamika industri yang

menguntungkan

Pelayanan kesehatan

terpadu

Fokus pada ceruk pasar

yang sangat menarik

1

(10)

9

Dinamika Industri yang menguntungkan :

Profil Pertumbuhan Struktural Jangka Panjang Yang Kuat

1

 Perkiraan pertumbuhan PDB nominal per kapita Indonesia di atas 5% per tahun, dan meningkatnya segmen kelas menengah akan mendorong kenaikan permintaan atas layanan kesehatan dengan kualitas lebih baik, dan menciptakan peluang bagi sektor layanan kesehatan swasta.

 Belanja kesehatan pemerintah di Indonesia mengalami pertumbuhan diatas 8% dari tahun 2012 hingga tahun 2016 yang disebabkan oleh program JKN. Sedangkan belanja kesehatan swasta di Indonesia diperkirakan akan mengalami percepatan kenaikan menjadi diatas 9% (2016-2021), sebagai akibat dari pertumbuhan segmen kelas menengah.

Pada tahun 2012-2022, United Nations Department of Economic and Social Affairs memperkirakan populasi penduduk yang berumur 60 tahun ke atas di Indonesia akan meningkat 52% menjadi 12 juta jiwa.

 Faktor perubahan gaya hidup di kalangan kelas menengah dan fakta bahwa lebih dari 60% penduduk laki-laki Indonesia merokok, akan memicu lebih banyak penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup seperti penyakit jantung, TBC dan kanker.

 WHO memperkirakan 87% kematian pada tahun 2030, terutama disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup.

 Berdasarkan perkiraan tersebut, penyakit jantung diperkirakan akan berkontribusi 31% dari total seluruh kematian di dunia pada tahun 2030 diikuti oleh penyakit kronis lain sebesar 28%. Kanker akan menjadi penyebab ketiga dari penyebab kematian di dunia yakni sebesar 18%.

(11)

Dinamika Industri yang menguntungkan :

Pangsa Pasar Industri Kesehatan yang tak terlayani

1

 Berbagai standar pengukuran kesehatan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penetrasi yang terendah di dunia dengan 9 tempat tidur, 2 dokter dan 14 perawat per 10.000 penduduk.

 Banyak klinik dan rumah sakit yang merujuk pasiennya dengan kondisi penyakit yang kompleks ke rumah sakit dengan peralatan medik yang lebih lengkap dan modern, untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang lebih baik. Karena banyak rumah sakit yang pada umumnya kekurangan alat medik khusus sehingga menyulitkan pasien dan dokter.

 Pada tahun 2016 terdapat 2.601 rumah sakit, dimana sekitar 62% nya dimiliki dan dikelola oleh pemerintah dan lembaga non profit, dan sisanya sekitar 38% dimiliki dan dikelola swasta. Perkiraan konservatif menyatakan bahwa Indonesia masih memerlukan tambahan 500.000 tempat tidur lagi.

 Penyediaan infrastruktur layanan kesehatan yang handal dan tenaga medis yang berkualitas masih belum memadai.

 68% dari penduduk Indonesia diperkirakan akan tinggal di wilayah perkotaan pada tahun 2025, didukung dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan, akan mendorong peningkatan permintaan akan layanan kesehatan premium dan tingkat hunian rumah sakit yang tinggi.

(12)

11

Pelayanan Kesehatan Terpadu :

Fokus pada segmen dengan pendapatan yang tinggi

Peningkatan Kompleksitas

Perawatan/Pendapatan Per kasus yang lebih tinggi Perawatan Kesehatan dasar /

Pendapatan per kasus yang lebih rendah

Perawatan Sekunder

Perawatan Primer Perawatan Tersier Perawatan Kuartener

 Perawatan penyakit dasar  Check-up rutin  Vaksinasi  Pertolongan pertama pada kecelakaan

 Layanan dokter gigi

 Konsultasi spesialis

 Bedah umum

 Perawatan gawat darurat

 Diagnostik

 Perawatan konsultasi terspesialisasi

 Perawatan tingkat lanjut dan bedah kompleks

 Pelayanan rawat inap

 Bedah kompleks risiko tinggi

 Pusat layanan unggulan

 Pengembangan program transplantasi organ

Tipe Pelayanan

Penunjang Medis

 SAME menawarkan pelayanan perawatan sekunder ke perawatan kuartener, dan didukung dengan layanan penunjang medis yang lengkap akan meningkatkan kepuasan pasien

 Fokus pada Case Mix yang kompleks dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi sehingga meningkatkan pendapatan SAME

2

 Laboratorium  Radiologi  Farmasi

Layanan Kesehatan Omni Hospital

(13)

Fokus pada ceruk pasar yang sangat menarik

Fokus pada kelas menengah atas yang semakin berkembang dengan pelayanan prima

 Meningkatnya segmen kelas menengah atas di Indonesia, mendorong kenaikan permintaan atas layanan kesehatan dengan kualitas yang lebih baik.

 The Boston Consulting Group memperkirakan kelas menengah atas di Indonesia akan berlipat ganda dari 74 juta orang pada tahun 2012 menjadi 141 juta orang pada tahun 2020 (CAGR 8,4% tahun 2012 – 2020).

 The McKinsey Global Institute memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kota-kota kecil di Indonesia (populasi 150 ribu - 10 juta) 6,3% -9,1% per tahun pada tahun 2010-30, dibandingkan dengan 5,1% per tahun untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Hal ini akan meningkatkan permintaan untuk layanan kesehatan dari rumah sakit swasta di daerah-daerah yang kekurangan layanan kesehatan rumah sakit swasta yang berkualitas.

Populasi penduduk Indonesia kelas menengah atas diharapkan meningkat dengan pesat

Pertumbuhan kelas menengah atas

Sumber: Deutsche Bank dan World Bank Sumber: Deutsche Bank dan World Bank

3

% Jumlah Rumah tangga Populasi penduduk dengan pengeluaran tahunan

(14)

Bagian 3:

(15)

Target ekspansi di Jabodetabek dan kota-kota utama lainnya dengan memanfaatkan kekuatan brand.

Penambahan kapasitas tempat tidur pada rumah sakit yang sudah ada.

Mengoperasikan rumah sakit keempat di Pekayon, Bekasi Selatan dengan kapasitas 250 tempat tidur.

Merekrut dokter spesialis terkemuka dengan fokus dalam layanan spesialisasi bedah dan mengembangkan

kemampuan khusus dalam layanan perawatan akut dan tersier pilihan.

Melanjutkan program MICAS (Minimally Invasive Multivessel Coronary Artery Surgery) sebagai pelopor

prosedur bedah jantung dengan sayatan minimal.

Penetrasi pasar di semua lini termasuk komunitas, perusahaan dan asuransi, baik dalam lingkup lokal maupun

luar kota (upcountry), untuk mendorong volume rawat inap melalui strategi pemasaran yang.

(16)

15

Rencana Pengembangan Tahun 2018

OMNI Hospitals Pekayon

• Berlokasi di Bekasi Selatan dan dikelilingi oleh perumahan kelas menengah dengan tingkat ekonomi C+ dan B seperti Kemang Pratama dan Grand Galaxy.

• Rumah sakit tipe B masih terbatas di daerah sekitarnya.

• Perluasan sektor industri di Bekasi untuk antisipasi kenaikan permintaan untuk layanan kesehatan yang berkualitas. • Dengan kapasitas 250 tempat tidur dan luas bangunan + 20.000 m2.

• Akses mudah ke jalan tol yang menghubungkan wilayah Bekasi. • Status proyek : Peletakan batu pertama pada bulan Juli 2017.

OMNI Pekayon

PERUMAHAN

GRAND

GALAXY

PERUMAHAN PONDOK PEKAYON INDAH PERUMAHAN PERMATA & VILLA PEKAYON PERUMAHAN PONDOK MITRA LESTARI PERUMAHAN PONDOK TIMUR MAS

(17)

Bagian 4:

(18)

17

Kinerja keuangan

Peningkatan pertumbuhan pendapatan Perseroan yang kuat didukung oleh industri yang solid dan fundamental operasional Perseroan. Meningkatkan marjin EBITDA hingga melebihi 28%. CAGR Pendapatan dan EBITDA selama 5 tahun terakhir masing-masing diatas 23% dan 24%

Pendapatan EBITDA EBITDA margin 28,3% 29,7% 30,1% 30,3% 28,9% 29,3% 270 337 414 515 635 776 2012 2013 2014 2015 2016 2017 P en d a p a ta n ( M ili a r Rp ) 76 100 125 156 184 227 2012 2013 2014 2015 2016 2017 EBI TD A ( M ili a r Rp )

(19)

Ringkasan Keuangan

2012 2013 2014 2015 2016 2017 Pendapatan 270.468 336.511 414.415 515.094 635.021 775.567 Laba Kotor 122.615 164.289 203.848 253.715 295.765 356.639 Laba Usaha 49.019 72.549 90.193 117.856 116.552 156.984 Laba Bersih 23.269 46.649 57.708 56.605 14.795 72.015 EBITDA 76.474 99.978 124.875 155.955 183.581 226.859 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Aset Lancar 37.880 43.113 117.286 245.387 120.333 203.623 Aset Tetap 245.030 315.102 332.014 922.943 1.315.738 1.503.005 Aset Lain-lain 7.870 19.051 17.065 34.890 15.836 8.107 Jumlah 290.779 377.267 466.366 1.203.220 1.451.907 1.714.735

Kewajiban Jangka Pendek 133.509 119.206 82.212 117.719 131.540 165.074

Kewajiban Jangka Panjang 138.047 123.887 192.193 344.321 469.394 507.377

Ekuitas 19.223 134.174 191.961 741.180 850.973 1.042.284

Jumlah 290.779 377.267 466.366 1.203.220 1.451.907 1.714.735

Laba Rugi Komprehensif Rp mio

Posisi Keuangan Rp mio

(20)

19

Rasio Keuangan

Marjin Laba Kotor 45% 49% 49% 49% 47% 46%

Marjin EBITDA 28% 30% 30% 30% 29% 29% Tingkat Pengembalian Aset (ROA) 8% 12% 12% 5% 1% 4% Tingkat Pengembalian Ekuitas (ROE) 123% 35% 30% 8% 2% 7% Rasio Lancar (Current Ratio) 0,3x 0,4x 1,4x 2,1x 0,9x 1,2x

Rasio Hutang Bank Terhadap

Ekuitas (Gross Debt to Equity) 8,4x 1,3x 0,9x 0,5x 0,5x 0,5x

2017 2016

Referensi

Dokumen terkait

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya dalam hal investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ditambah biaya transaksi yang

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya dalam hal investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ditambah biaya transaksi yang

20% hingga 40% daripada NAB dana (dengan sekurang-kurangnya 20% daripada NAB dana dilaburkan dalam instrumen pasaran wang Islam) Ekuiti patuh Syariah Sehingga 20% daripada NAB

Peneliti melaksanakan penelitian ini diluar jam pelajaran, kegiatan ini juga disebut dengan kegiatan ekstrakulikuler. Pada tahap awal peneliti menentukan sampel yang

- bahwa rumah tangga Pemohon dan Termohon sejak tinggal di Lahat antara keduanya sering terjadi perselisihan dan pertengkaran sampai Pemohon mentalak Termohon

Sesungguhnya dapat terlihat bagaimana meskipun telah ada perangkat hukum internasional yang telah mengatur secara jelas mengenai pelarangan perkosaan dilakukan di dalam perang

 Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud di atas tidak tercapai, RUPS kedua dapat diadakan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika RUPS

Untuk menerjemahkan postur tangan menjadi huruf alphabet terdapat seurutan proses yang harus dilalui terlebih dahulu. Pertama pengguna akan memasukkan gambar berupa