ANALISIS PARAMETER Mn (mangan) PADA KOLAM
BEKAS TAMBANG BATU BARA DI PT LANA HARITA INDONESIA KELURAHAN SUNGAI SIRING
Oleh:
ANTON CUCUNI NIM: 130 500 139
PROGRAM STUDI MANAJEMEN LINGKUNGAN JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA
ss
Penguji I
Ir. Dadang Suprapto, MP NIP. 19620101 198803003
Mengesahkan, Ketua Jurusan Manajemen
Pertanian
Ir. M. Masrudy. MP NIP. 19600805 198803 1003
Penguji II
Arini Rajab. S.Si. M. Si NIP.19880912 201404 2002
Menyetujui,
Ketua Program Studi Manajemen Lingkungan
Ir. Dadang Suprapto, MP NIP. 19620101 198803 1 003
HALAMAN PENGESAHAN
Judul Karya Ilmiah : Analisis Parameter Mn (Mangan) pada Kolam Bekas Tambang Batubara di PT Lana Harita Indonesia Kelurahan Sungai Siring
Nama : Anton Cucuni NIM : 130 500 139
Program studi : Manajemen Lingkungan Jurusan : Manajemen Pertanian
Pembimbing,
Fachruddin Azwari, ST,M.Si NIP.19750521 200812 001
sss
ABSTRAK
ANTON CUCUNI. Analisis Parameter Mn (Mangan) pada Kolam bekas
Tambang Batu bara PT Lana Harita Indonesia kelurahan Sungai Siring di bawah bimbingan Facruddin Azwari
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur Mn (mangan) di kolam bekas Tambang Batu bara PT Lana Harita Indonesia di Kelurahan Sungai Siring. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan dari bulan Agustus sampai September 2016 yang meliputi studi literatur, persiapan penelitian, melaksanakan pengambilan data, uji laboratorium dan pengolahan data.
Lokasi pengambilan sampel di kolam bekas tambang batubara PT Lana Harita Indonesia di kelurahan Sungai Siring dilakukan pada tiga lokasi, yaitu pada satu titik di bagian kanan, tengah, kiri pada masing-masing bagian pengambilan sampel selama satu hari selanjutnya hasil sampeldi analisis di Laboratorium Tanah dan Air Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sampel air kolam bekas tambang batubara di Kelurahan Sungai Siring Nilai Mn (mangan) di bagian kanan sebesar 4.021 mg/L, Nilai Mn (mangan) di bagian tengah sebesar 3.662 mg/L, Nilai Mn (mangan) di bagian kiri sebesar 3.711 mg/L, kandungan Mn (mangan) pada satu titik bagian kanan melewati standar baku mutu sedangkan bagian tengah dan bagian kiri memenuhi standar baku mutu yang di tetapkan Oleh keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 113 Tahun 2003, yaitu 4 Mg/L,
Kata kunci: Mangan Kolam tambang BatuBara di PT. Lana Harita Indonesia
s|
RIWAYAT HIDUP
Anton Cucuni, lahir pada tanggal 23 Desember 1991
di Samarinda. Merupakan anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Laitura dan Ibu Waeca. Memulai pendidikan pada tahun 2000 di SDN 026 Negeri Samarinda bertempat Jl. Otista Kecamatan Sidodamai dan mendapatkan ijazah tahun 2007/2008.
Kemudian melanjutkan pendidikan SLTP di SMP Gotong Royong Samarinda dan lulus pada tahun 2010. Pada tahun yang sama yaitu pada tahun 2000 melanjutkan ke SMA Gotong Royong samarinda dan lulus pada 2013. Kemudian melanjutkan Pendidikan Tinggi pada tahun 2013 di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Program Studi Manajemen Lingkungan .
Pada Tanggal 3 Maret 2016 sampai 3 Mei 2016 mengikuti kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) bertempat di PT. Bhumiku Jadi Abadi Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara.
Penulisan karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperolah gelar dengan sebutan Ahli Madya Manajemen Lingkungan pada program Diploma III (D3). Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Penulis menulis karya ilmiah dengan judul (Analisis Parameter Mn, (Mangan) pada Kolam Bekas Tambang Batubara di PT. Lana Harita Indonesia di Kelurahan Sungai Siring.
|
KATAPENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur
karena dengan rahmat serta hidayah -Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya ilmiah ini. Karya ilmiah ini di susun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi karya ilmiah di Politeknik Pertania Negeri Samarinda.
Keberhasilan dan kelancaran dalam menyelesaikan Karya ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berapa pihak , oleh karenanya dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati sikap hormat penulis menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Fachruddin Azwari, ST M. Siselaku dosen pembimbing.
2. Bapak Ir. Dadang Suprapto, MP selaku dosen penguji satu, sekaligus ketua program studi Manajemen Lingkungan.
3. Ibu Arini Rajab. S,Si. M.Si selaku dosen penguji dua.
4. Bapak Ir. M. Masrudy, MP selaku Ketua Jurusan Manajemen Pertanian. 5. Bapak Ir. Hasanudin, MP selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri
Samarinda.
6. Orang tua, dan anggota keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dukungan baik berupa moral maupun materi.
7. Rekan -rekan seperjuangan angkatan 2013 khususnya program studi Manajemen Lingkungan.
Semogaapa yang mereka telah berikan kepada penulis baik doa maupun mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa Amin. Dalam menyusun Karya Ilmiah ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan, untuk itu saran dan kritikan yang bersifat membangun untuk perbaikan sangat diharapkan dan penulis berharap semoga Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca.
Anton CucunI
|s DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN ... ii ABSTRAK ... iii RIWAYAT HIDUP . ... iv KATA PENGANTAR ... v DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL . ... viii
DAFTAR GAMBAR .. ... ix
I. PENDAHULUAN . ... 1
II. TINJAUAN PUSAKA . ... 3
A. Pengertian Air Asam Tambang .. ... 3
B. Proses Terbentuknya Air Asam Tambang . ... 4
C. Sumber Air Asam Tambang . ... 5
D. Sistem Penyaliran tambang . ... 6
E. Dampak yang Ditimbulkan Akibat Air Asam Tambang (AAT) . .... 6
F. Mangan (Mn) . ... 7
G. Dampak mangan . ... 7
III.METODE PENELITIAN . ... 9
A.Tempat Dan WaktuPenelitian . ... 9
B.. Alat Dan Bahan . ... 9
C. Prosedur Kerja . ... 10
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN . ... 11
A. Hasil Analisis . ... 11
B. Pembahasan . ... 12
V. KESIMPULAN DAN SARAN . ... 13
A. Kesimpulan . ... 13
B. ... 13
DAFTAR PUSAKA LAMPIRAN
|ss
DAFTAR TABEL
Nomor TubuhUtama Halaman 1. Data Hasil Analisis parameter Mn (Mangan) pada air Kolam
bekas Tambang Batu bara di Laboratorium Tanah dan Air . ... 11 LAMPIRAN
Nomor Tubuh Utama Halaman 1. Keputusan menteri Negara Lingkungan Hidup No 113
Tahun 2003 Baku mutu Air limbah kegiatan penambangan
Batu bara. ... 18 2. Hasil analilis mangan terlarut... 19
|sss
DAFTAR GAMBAR
Nomor Lampiran Halaman 1. Gambar 1 Lokasi pengambilan sampel ... 16 2. Gambar 2 Tempat pengambilan sampel .arah kanan tengah
Dan kiri . ... 16 3. Gambar 3 Proses penyaringan Air sampel. ... 17 4. Gambar 4 Spektrometer Serapan Atom ... 17
?
BAB I PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan bahan galian (tambang). Pertambangan Batu bara merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian. Bahan galian itu, meliputi emas, perak, tembaga, minyak dan gas bumi, batu bara, dan lain-lain. Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep pertambangan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. (Dinas Pertambangan dan Energi (2008)
Limbah cair yang dihasilkan dari proses pencucian batubara diduga mengandung logam berat berbahaya. Unsur-unsur dan senyawa kimia logam berat kadmium dan mangan ini berasal dari tanah dan batuan yang ikut terbawa pada saat proses eksploitasi batubara. Meskipun pihak industri sudah melakukan tindakan dalam pengendalian tingkat cemaran berupa 4 (empat) kolam penampungan limbah cair dengan perlakuan penambahan dolomit sebagai minerat penetral dan adsorben, namun dari hasil penelitian (Ridinata 2012) telah membuktikan bahwa terjadi pencemaran pada badan Sungai Karang Mumus yang diakibatkan oleh kegiatan penambangan batubara yang terdapat di Desa Pampang. Sungai ini merupakan tempat pembuangan akhir limbah cair batubara. Kadar logam berat Pb dan Mn pada badan sungai telah melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan pada PP No. 82 Tahun 2001 yaitu Mn 0,0440 ppm dan Cd 0,1195 ppm. Tingginya kandungan logam Pb dan Mn tidak menutup kemungkinan adanya kandungan logam lain. Cemaran pada badan sungai Karang Mumus menunjukkan adanya input dari limbah yang dihasilkan dari pencucian batubara.
? Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Mn (Mangan) di kolam bekas tambang di PT Lana Harita Indonesia Kelurahan Sungai Siring
Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kandungan Mn (mangan) yang terlarut dalam sampel air bekas kolam tambang PT. Lana Harita Indonesia
?
BAB II
TINJAUAN PUSAKA.
A. Pengertian Air Asam Tambang
Air asam tambang (AAT) atau dalam bahasa Inggris acid
mine drainage acid rock drainage
sulphida tertentu yang ada pada batuan terpapar dengan kondisi dimana terdapat air dan oksigen (sebagai faktor utama) yang menyebabkan terjadinya proses oksidasi dan menghasilkan air dengan kondisi asam. Hasil reaksi kimia ini, beserta air yang sifatnya asam, dapat keluar dari asalnya jika terdapat air penggelontor yang cukup, umumnya air hujan yang pada timbunan batuan dapat mengalami infiltrasi/perkolasi.Air yang keluar dari sumber -nya inilah yang lazimnya disebut dengan istilah AAT tersebut.(Hadiyan. 1997)
Air Asam Tambang merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada air asam yang timbul akibat kegiatan penambangan. Hal ini untuk membedakan dengan air asam yang timbul oleh kegiatan lain, seperti penggalian untuk pemba ngunan pondasi bangunan, pembuatan tambak, dan sebagainya(Hadiyan. 1997).
B. Proses Terbentuknya Air Asam Tambang
Pembentukan Air Asam Tambang (AAT) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan "Acid Mine Drainage (AMD)" atau "Acid Rock Drainage (ARD)" terbentuk saat mineral sulfida tertentu yang ada pada batuan terpapar dengan kondisi dimena terdapat air dan oksigen (sebagai faktor utama) yang menyebabkan terjadinya proses oksidasi dan menghasilkan air dengan kondisi asam. Hasil reaksi kimia ini,beserta air yang bersifat asam dapat keluar dari asalnya jika terdapat air pengelontor yang cukup, umumnya air hujan yang pada timbunan batuan dapat mengalami infiltrasi/perkolasi. Air yang keluar dari
? sumbernya inilah yang lazim disebut dengan istilah AAT. AAT adalah air asam yang timbul akibat kegiatan penambangan, untuk membedakan dengan air asam yang timbul akibat kegiatan lain seperti penggalian untuk pembangunan fondasi bangunan, pembuatan tambak dan sebagainya. Beberapa mineral sulfida yang ditemukan pada proses AAT FeS2, Cu2S, CuS, CuFeS2, MoS2, NiS, PbS, ZnS.
Pirit merupakan mineral sulfida yang umum ditemukan pada kegiatan penambangan terutama batubara. Terbentuknya AATditandai oleh pH yang rendah (1,5-4) konsentrasi logam terlarut yang tinggi, nilai acidity yang tinggi, nilai sulfat yang tinggi dan konsentrasi O2 ke Lingkungan yang rendah. Jika AAT keluar dari tempat terbentuknya dan keluar kelingkungan umum maka faktor lingkungan akan terpengaruhi. (Anonim. 2012)
C. Sumber Air Asam Tambang
Sumber Air Asam Tambang adalah dari pertambangan terbuka, terutama pada tambang batubara, yang memilki resiko terpapar oleh air hujan sehingga berpotensi sangat besar untuk menjadi tempat terbentuknya Air Asam Tambang.
( Miftahul , 2013)
Air asam tambang dapat terjadi pada kegiatan penambangan baik itu tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Umumnya keadaan ini terjadi karena unsur sulfur yang terdapat di dalam batuan teroksidasi secara alamiah didukung juga dengan curah hujan yang tinggi semakin mempercepat perubahan oksida sulfur menjadi asam. Sumber sumber air asam tambang antara lain berasal dari kegiatan kegiatan berikut :
1). Air dari tambang terbuka
Lapisan batuan akan terbuka sebagai akibat dari terkupasnya lapisan penutup ,sehingga unsur sulfur yang terdapat dalam batuan sulfida akan mudah
? teroksidasi dan bila bereaksi air dan oksigen akan membentuk air asam tambang.
2). Air dari unit pengolahan batuan buangan
Material yang banyak terdapat pada limbah kegiatan penambangan adalah batuan buangan ( waste rock ). Jumlah batuan buangan ini akan semakin meningkat dengan bertambahnya kegiatan penambangan. Sebagai akibatnya, batuan buangan yang banyak mengandung sulfur akan berhubungan langsung dengan udara terbuka membentuk senyawa sulfur oksida selanjutnya dengan adanya air akan membentuk air asam tambang
3). Air dari lokasi penimbunan batuan
Timbunan batuan yang berasal dari batuan sulfida dapat menghasilkan air asam tambang karena adanya kontak langsung dengan udara yang selanjutnya terjadi pelarutan akibat adanya air. ( Miftahul , 2013)
D. Sistem Penyaliran tambang
Sistem penyaliran tambang adalah suatu usaha yang diterapkan pada daerah penambangan untuk mencegah, mengeringkan, atau mengeluarkan air yang masuk ke daerah penambangan.Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah terganggunya aktivitas penambangan akibat adanya air dalam jumlah yang berlebihan, terutama pada musim hujan.Selain itu, sistem penyaliran tambang ini juga dimaksudkan untuk memperlambat kerusakan alat serta mempertahankan kondisi kerja yang aman, sehingga alat -alat mekanis yang digunakan pada daerah tersebut mempunyai umur yang lama. Anonim. (2012)
E. Dampak Yang Ditimbulkan Akibat Air Asam Tambang (AAT)
Dampak yang dapat ditimbulkan akibat air asam tambang adalah terjadinya pencemaran lingkungan, dimana komposisi atau kandungan air di
? daerah yang terkena dampak tersebut akan berubah sehingga dapat 0dan dapat mengakibatkan korosi pada peralatan tambang. Derajat keasaman tanah yang telah tercemar akibat air asam tambang ini akan semakin meningkat, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh karena derajat keasaman tanahnya terlalu tinggi. Apabila air asam tersebut mencemari air tanah maupun aliran air sungai dimana masyarakat memanfaatkan air tersebut maka dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, diantaranya dapat menimbulkan penyakit diare maupun penyakit lainnya yang berhubungan dengan pencernaan. Sedangkan air asam tambang juga dapat mempercepat proses pengkaratan pada peralatan tambang, sehingga perlu penanganan agar pengaruh yang ditimbulkan dari air asam tersebut tidak merusak peralatan tambang .( ElBerling et al, 2008)
F. Mangan (Mn)
Mangan adalah metal berwana kelabu-kemerahan, di alam mangan (Mn) umumnya ditemui dalam bentuk senyawa dengan berbagai macam valensi. Air yang mengandung mangan (Mn) berlebihan menimbulkan rasa,warna (coklat/ungu/hitam),dan kekeruhan. (Achmad, 2002)
Toksisitas mangan relative sudah tampak pada konsentrasi rendah. Kandungan mangan yang digunakan untuk keperluan dosmetik yaitu di bawah 0,05 mg/l. Air yang berasal dari sumber tambang asam dapat mengandung mangan terlarut dengan konsentrasi 1 mg/l. pada pH yang agak tinggi dan kondisi aerob terbentuk mangan yang tidak terlarut seperti MnO2, Mn3O4 atau
MnCO3 meskipun oksidasi dari Mn2 itu berjalan relative lambat (Achmad, 2002)
G. Dampak Mangan
Daerah pertambangan utama untuk Bijih mangan adalah Afrika Selatan, Rusia, Ukraina, Georgia, Gabon dan Australia. Efek kesehatan Mangan Mangan
? adalah senyawa yang sangat umum yang dapat ditemukan di mana - mana di bumi. Mangan adalah salah satu dar i tiga elemen penting beracun, yang berarti bahwa tidak hanya perlu bagi manusia untuk bertahan hidup, tetapi juga beracun ketika terlalu tinggi konsentrasi hadir dalam tubuh manusia. Pengambilan mangan oleh manusia terutama terjadi melalui makanan, seperti bayam, teh dan rempah-rempah. Bahan makanan yang mengandung konsentrasi tertinggi adalah biji-bijian dan beras, kacang kedelai, telur, kacang-kacangan, minyak zaitun, kacang hijau dan tiram.(Achmad, 2002)
Setelah penyerapan dalam tubuh manusia mangan akan diangkut melalui darah ke hati, ginjal, pankreas dan kelenjar endokrin. Efek mangan terjadi terutama di saluran pernapasan dan di otak. Gejala keracunan mangan adalah halusinasi, pelupa dan kerusakan saraf. Mangan juga dapat menyebabkan Parkinson, emboli paru-paru dan bronkitis. Ketika orang-orang yang terkena mangan untuk jangka waktu lama mereka menjadi impoten. Suatu sindrom yang disebabkan oleh mangan memiliki gejala seperti skizofrenia, kebodohan, lemah otot, sakit kepala dan insomnia. Karena Mangan merupakan elemen penting bagi kesehatan manusia kekurangan mangan juga dapat menyebabkan efek kesehatan. Ini adalah efek berikut: - Kegemukan - Glukosa intoleransi - Darah pembekuan - Masalah kulit - Menurunkan kadar kolesterol - ganguan Skeleton - Kelahiran cacat - Perubahan warna rambut - gejala Neurological. Mangan yang terdapat di alam banyak ditemukan dalam bentuk Mangan dioksida, untuk itu perlu diketahui karakteristik lebih lanjut mengenai sifat dari Mangan dioksida dengan melihat Lembar keselamatan untuk Mangan dioksida. Ketepaparan Mangan (Mn) Paparan jangka panjang menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat dan paru-paru. (Achmad, 2002)
?
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian yakni di Kolam bekas tambang batubara PT Lana Harita Indonesia, kemudian analisis Mn (mangan) dilakukan di laboratorium Tanah dan Air Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Jangka waktu yang di butuhkan dalam seluruh tahap pelaksanaan penelitian mulai dari persiapan pembuatan karya ilmiah adalah kurang lebih 2 bulan, dimulai bulan Agustus-September 2016
B. Alat Dan Bahan
Alat yang di gunakan dalam penelitian ini adalah
1. Spektrometer Serapan Atom 2. Tiga botol aqua ukuran 600 liter 3. Gelas ukur
4. Alat tulis 5. Kamera
6. Kayu panjang 2 m
Bahan yang di gunakan adalah 1. Air kolam bekas tambang
2. Air Aquades
C. Prosedur kerja 1. Cara pengambilan sampel
a. Sampel pertama pengambilanya di pinggir kolam bekas tambang sebelah kanan Sampel air diambil pada kedalamam 50 cm dari permukaan air b. Sampel kedua pengambilanya di tengah kolam bekas tambang dengan
? bisa mencapai 2 m dan kayu tersebut di ikat dengan botol aqua pada ujung kayu agar bisa mengambil sampel di tengah kolam bekas tambang batu bara tersebut. Sampel airnya di ambil pada kedalamam 50 cm dari permukaan air
c. Sampel ketiga pengambilanya di pinggi kolam bekas tambang batu bara sebelah kanan Sampel air diambil pada kedalamam 50 cm dari permukaan air
2. Cara Penyaringan air sampel dan analisis Mn (mangan)
a. Sampel dari lokasi di kocok sampai homogin
b. Sampel disaring menggunakan kertas saring whatman 1
c. Hasil Saringan sampel langsung di analisa/langsung dibaca Mn (mangan) terlarut menggunakan Spectrometer Serapan Atom
??
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Analisis
Hasil Analisis Parameter Mn (Mangan) pada kolam bekas Tambang Batubara di PT Lana Harita Indonesi pada sampel pertama, sampel kedua dan ketiga dilakukan di Laboratorium Tanah dan Air dapat dilihat pada lampiran 1. Untuk hasil pengujian disajikan pada Tabel 1 berikut:
Tabel 1. Data Hasil Analisis Parameter Mn (Mangan) pada Air Kolam
bekas Tambang Batu bara di Laboratorium Tanah dan Air. NO Parameter Satuan Kode Sample
A B C 1 Mn Mg/l 4.021 3.662 3.711 Keterangan :
A=sampel 1 pengambilan sampel di pinggir kolam bekasTambang sebelah kanan
B=sampel 2 pengambilan sampel di tengah kolam bekas Tambangsebelah tengah.
C=sampel 3 pengambilan dipinggir kolam bekas Tambang sebelah kiri
B. Pembahasan
Dari hasil analisis laboratorium tanah dan air Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, didapatkan hasil sebagai berikut:
Pada lokasi 1 yaitu di pinggir sebelah kanan kolam bekas tambang batubara didapatkan hasil analisis unsur Mn (mangan) yaitu sebesar 4,021 Mg/L. Kemudian pada lokasi 2 yaitu di tengah kolam bekas tambang didapatkan hasil analisis unsur Mn (mangan) sebesar 3,662 Mg/L. Pada lokasi 3 yaitu di pinggir sebelah kiri kolam bekas tambang batu bara didapatkan hasil analisis unsur Mn (mangan) yaitu sebesar 3,711 Mg/L. Dari hasil pengukuran yang di lakukan pada ketiga lokasi tersebut dan dibandingkan dengan baku mutu Limbah Cair batubara
?? berdasarkan Kep Menteri Lingkungan Hidup No. 113 tahun 2003 yang baku mutu Limbah Cair batubara, maka jika di bandingkan dengan peraturan tersebut maka Nilai yang didapat dari hasil analisis laboratorium berada di bawah standar baku mutu yang ditetapkan yaitu sebesar 4 Mg/L.
Akibat tingginya kandungan Mn menunjukkan bahwa telah terjadi pengendapan selama proses pengolahan air limbah . Sehingga ini akan memberikan tingkat pencemaran atau pada badan perairan lebih tinggi. Hal ini menyebabkan kekeruhan pada badan air sungai dan mengurangi kemampuan ikan dan organisme air lainnya dalam memperoleh makanan dan mengurangi kemampuan tanaman air melakukan fotosintesis.
??
BAB V
KESIMPULAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Air sampel bekas Kolam Tambang yang ada di PT Lana Harita Indonesia Kelurahan Sungai siring memiliki nilai Mn (mangan) yang terlarut pada sampel pertama 4.021 Mg/l, sampel kedua 3.662 Mg/l, sampel ketiga 3.711 Mg/l dari ketiga sampel hal ini menunjukkan bahwa pada saat sampel kondisi Air Kolam bekas Tambang memiliki nilai Mn (mangan) pada titik kanan diatas baku mutu ditentukan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 113 Tahun 2003, yaitu 4 mg/L, sedangkan pada titik tengah dan titik kiri masih memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
B. Saran
Untuk memenuhi baku mutu yang baik sebaiknya perlu dibuatkan Instalasi Pengolahan Air Bersih .
??
DAFTAR PUSTAKA
Achmad R. 2002 Kimia Lingkungan Edisi 1 Yogyakarta, Adndi offset, hlm 15,16 Anonim. 2012. Statistik Batubara. Sumber: SllÐ????G?Ew ?OŽ?sE??lAls?lsU?EAlA?GUlŽ?
Diakses pada Tanggal 20 Agustus 2013
Dinas Pertambangan dan Energi. 2008.Pemberian kuasa pertambangan
Ekpolrasi kepada PT Lana Harita Indonesia Sungai Siring. Di akset pada Tanggal 8 Desember 2012
Elberling.et.al,2008, Dampak yang ditimbulkan Air AsamTambang
Di akses pada 29 Mai 2015. Yogyakarta
ESDM/CAT_View/58-publikasi/240-statistik/337-statistik batubara.
Hadiyan. 1997. Air Asam Tambang. Yogyakarta: Teknik Perminyakan UPN
Veteran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001, Tentang Pengelolaan Kualitas air dan pengendalian pencemaran. Di akses pada Tangga 9 Agustus 2015
Miftahul, 2013.Sumber air Asam Tambang. http://miftahul.blogspot.com/2013/04
sumber-air Asam-Tambang HTML.?
Ridinata, A. 2012. Analisis Kontribusi Logam (Pb, Mn), Nitrat dan Sulfat Dari
Limbah Tambang Batubara pada Badan Air sungai di Desa Pampamg. Di akses pada Tangga 28 April 2011
??
??
Gambar 1. Lokasi pengambilan sampel
??
Gambar 3 Proses penyaringan air sampel