PENGARUH KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER I TERHADAP MUNCULNYA GANGGUAN MORNING SICKNESS DI WILAYAH KERJA
PUSKESMA KUSUMA BANGSA KOTA PEKALONGAN TAHUN 2005 Nur Izzah1, Aida Rusmariana2, Teti Retnawati3
ABSTRAK
Kehamilan merupakan proses alami dan normal dalam kehidupan wanita pada masa reproduksi. Selama 3 bulan pertama, wanita mengalami perubahan-perubahan fisik maupun psikis untuk mempersiapkan petumbuhan janin, masa persalinan dan menyusui. Keadaan perubahan yang terjadi dapat menimbulkan hambatan atau gangguan dalam kehamilan. Morning Sickness merupakan gangguan khas kehamilan yang umumnya sering terjadi pada awal kehamilan. Walaupun alasan timbulnya Morning Sickness belum pasti, namun para ahli meyakini gangguan ini terjadi karena perubahan hormon kehamilan. Selain itu reaksi psikologis seperti kecemasan juga diyakini dapat memicu munculnya Morning Sickness dalam kehamilan.
Penelitian ini menganalisa pengaruh kecemasan ibu hamil trimester I terhadap munculnya gangguan Morning Sickness di Wilayah Kerja Puskesmas Kusuma Bangsa kota Pekalongan tahun 2005. Hal ini dilatar belakangi dengan hampir semua ibu hamil mengalami gangguan Morning Sickness pada awal kehamilannya (trimester I). Desain yang digunakan dalam penenlitian ini menggunakan metode deskripstif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hipotesis ditetapkan untuk melihat apakah ada pengaruh kecemasan dengan gangguan Morning Sickness.
Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan tidak ada pengaruh yang bermakna antara kecemasan dengan gangguan Morning Sickness dengan P>a (0,5-0,1). Namun ada kecenderungan ibu hamil trimester I yang cemas berpeluang 3,2 kali mempengaruhi ibu hamil untuk mengalami Morning Sickness dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak Morning Sickness.
Saran kepada pihak puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan untuk memberikan perhatian yang lebih kepada ibu hamil terutama dari aspek psikologis serta kecemasan, khususnya bagi ibu hamil yang mengalami gangguan ketidaknyamanan seperti Morning Sickness, agar komplikasi kehamilan yang ditimbulkan atau diperberat oleh factor psikis dapat diminimalkan.
Kata kunci: Kecemasan, gangguan Morning Sickness, Kehamilan
PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan proses alami dan normal. Massa ini merupakan salah satu fase dalam kehidupan wanita pada masa reproduksi. Wanita normal akan mengalami sekali, dua kali bahkan berkali-kali hamil dalam kehidupannya. (Kasdu, 2005:1). Bagi ibu hamil pada umumnya keadaan perubahan yang terjadi berlangsung normal. Namun beberapa ibu hamil mengalami hambatan atau gangguan dalam kehamilannya. Keadaan ini tidak sama pada setiap ibu hamil dan kehamilannya. Berbagai keluhan atau gangguan akan mengganggu aktivitas dan kebugaran tubuh sehari-hari. Bahkan, pada beberapa gangguan dapat mengganggu kesehatan tubuh ibu hamil. Merupakan hal yang mengkhawatirkan apabila gangguan itu sampai mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin (Kasdu,2005).
Pada awal kehamilan sampai usia 4 bulan (6 minggu), umumnya sering terjadi gangguan Morning Sickness. Gangguan bersifat individual. Dalam arti tidak semua ibu hamil
akan mengalami gangguan morning sickness ini. Namun diperkirakan 50% -90% ibu hamil akan mengalami akan mengalaminya. Berat rigannya gangguan ini tidak ama pada setiap ibu hamil dan kehamilannya.(Ayah Bunda, 2003). Dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih normal, namun apabila muntah terjadi terus menerus sehingga mengganggu keseimbangan gizi dan cairan tubuh, kondisi ini didiagnosa sebagai Hyperemesis Gravidarum (Wesson, 2002).
Belum ada penelitian pasti mengenai gangguan Morning Sickness ini. Meskipun demikian para ahli brpendapat perubahan hormonal mungkin mengganggu mekanisme tubuh dan menimbulkan rasa tidak nyama, terutama didaerah pengecapan atau mulut. Sebagian ahli lain melihat hal ini sebagai tuntutan kebutuhan psikologis yang meningkat. Dalam arti perasaan tidak nyaman pada ibu hamil tersebut merupakan keinginan untuk lebih diperhatikan (Indarti, 2004). Kasdu (2005) juga menyatakan bahwa Morning Sickness dapat juga dipicu oleh kecemasan dan tekanan emosi. Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk mengadakan penelitian guna mengetahui pengaruh kecemasan ibu hamil trimester I terhadap munculnya gangguan Morning Sickness di wialaah kerja puskesmas Kusuma bangsa kota Pekalongan 2005.
II. Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional karena penelitian ini untuk mengetahui kecemasan pada ibu hamil trimester I terhadap munculnya gangguan Morning Sicknes dimana peneliti tidak melakukan intervensi terhadap responden. Penelitian di Wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan.
Variabel penelitian yaitu tingkat kecemasan ibu hamil trimester I dan Morning Sickness yaitu salah satu gangguan yang khas yang dialami oleh wanita hamil 0-3 bulan yang ditandai dengan gejala mual, ingin muntah, lemas dan pusing yang biasanya terjadi pada pagi hari atau berlanjut sepanjang hari.
Analisa data yang digunakan pada penelitian dilakukan terhadap tiap-tiap variabel terutama untuk melihat tampilan distribusi frekuensi variabel independen (kecemasan ibu hamil trimester I) dan variabel dependen (Gangguan Morning Sickness). Analisa Bivariat untuk melihat hubungan tiap-tiap variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan uji statistik Chi square dengan tingkat kemaknaan alpha=0.05.
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan hampir semua ibu hami trimester I diwilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa (81,25%) mengalami Morning Sickness. Hasil penelitina tersebut sesuai dengan pendapat Adhim (2003) yang menyatakan bahwa selama tiga bulan pertama kehamilan wanita mengalami perubahan fisiologis dan psikologis. Penyebab-penyebab tersebut wanita dapat mengalami gangguan gangguan khas kehamilan yaitu Morning Sickness. Hasil tersebut didukung juga dengan artikel lain yang menyatakan bahwa Morning Sickness memang bersifat individual artinya tidaksemua ibu hamil mengalami hal yang sama. Penelitian yang sama juga Suririnah (2005) yang menyatakan bahwa Morning Sickness atau rasa mual dan muntah yang terjadi pada masa awal kehamilan hampir terjadi pada separuh wanita di tiga bulan pertama kehamilan.
Gangguan Morning Sickness mengakibatkan ibu hamil mengabaikan kebutuhan gizinya. Padahal gizi yang dibutuhkan ibu hamil trimester I tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan gizi pada trimester II dan III kehamilan. Apabila pada trimester I ibu hamil mengalami kekurangan gizi tertentu, bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kegagalan
pembentukan otak dengan sempurna sehingga dapat menimbulkan cacat bawaan pada susunan saraf pusat dan otak janin. Namun Zubairi (2002) menyatakan bahwa umumnya Morning Sickness tidak akan berakibat buruk pada bayi, kecuali jika ibu menjadi malas makan dan minum sehingga terjadi dehidrasi dan kuran ggizi.
Lestari (2003) meyatakan bahwa sebagian besar peneliti meyakini muncul Morning Sickness dipengaruhi oleh faktor psikologis dan fisiologis. Lestari juga menyatakan bahwa faktor fisiologis memegang peranan penting pada gangguan Morning Sickness seperti takut pada pada kehamilan, pertentangan dengan suami dan mertua sehingga kesulitan sosial ekonomi. Indarti (2004) menyebutkan Morning Sickness sebagai tuntutan kebutuhan psikologis pada ibu hamil. Perasaan tidak nyaman tersebut merupakan keinginan untuk lebih diperhatikan. Sementara Kasdu (2005) menyebutkan bahwa reaksi Psikologis yang dapat memunculkan Morning Sickness adalah kecemasan.
Hasil analisa univariat yang penenliti lakukan didapatkan separuh lebih (56,25%) ibu hamil trimester I di wilayah kerja puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan menalami kecemasan, berdasarkan uji Chi square terhadap pengaruh kecemasan dengan munculnya gangguan gangguan morning sickness diperoleh P value > a (0,5-1,0) yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kecemasan dengan gangguan Morning Sickness yang terjadi pada ibu hamil tidak semata-mata dipengaruhi oleh kecemasan tetapi mungkin masih banyak faktor mempengaruhi Morning Sickness yang perlu untuk kita teliti. Hasil tersebut tidak sesuai dengan dengan pendapat Lestari (2005) yang menyebutkan bahwa gangguan Morning Sickness pada ibu hamil trimester I dipengaruhi oleh adanya perubahan fisiologi dan perubahan psikologis dalam kehamilan. Perubahan psikologis dapat berupa kecemasan dan tekanan emosi. Kecemasan dan ketagangan akan merangsang sistem saraf otonom, untuk selanjutnya memerintahkan tubuh menghasilkan asam lambung yang lebih banyak. Peningkatan asam lambung yang progresif akan membawa konsekuensi antara lain munculnya respon mual. Sementara Kasdu (2005) menyebutkan bahwa reaksi psikologis yang dapat memunculkan Morning Sickness adalah kecemasan. Adhim (2003) juga mengatakan kecemasan pada ibu hamil banyak bersumber pada keterkejutan dan kebingungan dalam menghadapi perubahan status. Kecemasan yang sering muncul pada ibu hamil trimester I. Menurut Adhim mengatakan kecemasan tersebut adalah kecemasan terhadap keguguran, kecemasan terhadap kondisi bayi, cemburu terhadap suami, antara menerima dan menolak kehamilan, meragukan kemampuan menjadi ibu. Namun berdasarkan nilai OR didapatkan kecenderungan ibu hamil yang mengalami kecemasa mmpunyai peluang 3.2 kali untuk mengalami Morning Sickness dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami kecemasan sehingga tidak merupakan pendorong untuk munculnya Morning Sickness, maka diperlukan dukungan dari semua pihak terutama orang-orang yang terdekat dengan ibu hamil termasuk peran petugas kesehatan dalam membantu memecahkan masalah yang dihadapi ibu hamil. Hal ini sesuai dengan pendapat Indarti (2004) yang menyatakan bahwa tuntutan kebutuhan psikologis yang meningkat pada ibu hamil yang memunculkan perasaan tidak nyaman yang merupakan keinginan untuk lebih diperhatikan. Adhim (2003) juga menyatakan kesiapan seorang ibu menghaapi kehamilan memberi pengaruh penting terhadap penyesuaian diri wanita hamil. Wanita yang memiliki kesiapan dan sadar terhadap kehamilan lebih jarang mengalami gangguan khas daripada mereka yang memasuki kehamilan dengan tiba-tiba dan cemas. Wanita dengan mental yang matang akan lebih nyaman dalam menghadapi kehamilan daripada yang kurag stabil mentalnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Separuh lebih (56,25%) ibu hamil trimester I diwilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan dalam keadaan cemas dan hampir separuh lainnya tidak mengalami
kecamasan. Hampir semua ibu hamil (81,25%) ibu hamil trimester I diwilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan mengalami morning sickness dan hanya sebagian kecil (18,75%) ibu hamil trimester I Yang tidak mengalami Morning Sickness. Tidak ada pengaruh yang bermakna antara kecemasan dengan gangguan Morning Sickness pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja puskesmas Kusuma Bangsa kota Pekalongan, namun ada kecenderungan ibu hamil trimester I yang mengalami kecemasan cenderung akan mengalami Morning Sickness 3,2 kali dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami kecemasan.
Pemberian pelayanan pada ibu hamil trimester I yang selama ini lebih banyak difokuskan pada masalah-masalah fisik klien tetapi juga asuhan diberikan secara komprehensif yang meliputi aspek bio-psiko-sosio-kultural-spiritual sehingga masalah psikologi atau kejiwaan yang dialami ibu hamil juga dapat teratasi. Perlu adanya konseling informasi dan edukasi pada ibu hamil dan bagaimana pencegahan faktor resiko yang dapat mengganggu kehamilannya. Penyuluhan dan pendidikan bagi masyarakat tentang bagaimana menghadapi kehamilan pada anggota keluarga dan bagaimana mengatasi faktor yang dapat mengganggu kesehatan selama hamil.
Referensi:
1. Adhim,M.F 2003. Bahagia Saat Hamil Bagi Ummahat, Mitra Pustaka, Yogyakarta. 2. Ayah bunda,2003, Sembilan Bulan Yang Menakjubkan, edisi 44/April, gaya favorit
Press, Jakarta.
3. Hermawa, D.2003. BahagiaMenjadi ibu, Media Insani Press, Surakarta. 4. Huliana, M, 2001, Panduan menjalani kehamilan sehat, Puspa Swara, Jakarta. 5. Indarti, J, 2004, Panduan Kesehatan Wanita, Puspa Swara, Jakarta.
6. Kasdu, D, 2005, Solusi Problem Kehamilan, Puspa Swara, Jakarta.
7. Krisnatuti, D, 2000, Menu Sehat untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Puspa Swara, Jakarta.
8. Lestari, K.d, 2005, Mengatasi Morning Sickness Saat Hamil, www.Bali Travelsnews.com.
9. Manuaba, I.B.G. 1998, Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi, EGC, Jakarta.
10. Notoatmojo, S. 2002. Metedologi Penelitian Kesehatan, Rieneka cipta, Jakarta. 11. Pusdiknakes, 2003, Asuhan Antenatal, Pusdiknakes-WHO-JHPIEGo, Jakarta.
12. Suririnah, 2005, Tips Mengatasi Mual Muntah pada Hamil Muda, diambil 10-02-2007 dari www.infoibu.com
13. Wesson, N. 2002, Morning Sickness, Prestasi Pustaka, Jakarta,
14. Wiknjosastro, H.dkk. 1999. Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Praworo. Jakarta.
15. Zubairi. 2002. Mual pada Awal kehamilan, diambil 10-02-2007 dari www.republika.co.id