Soda Kue Asam cuka Botol Air mineral Balon
Larutan asam cuka dimasukan ke dalam botol.
Soda kue dimasukkan ke dalam balon Mulut balon diregangkan dan dimasukkan ke dalam mulut botol. Satu tangan pegang mulut balon dan satu tangan pegang balon yang menjuntai tersebut dan angkat balon sehingga soda kue jatuh ke dalam botol. Sehingga balon mengembang.
1 2
3 4
Balon Mengembang Tanpa di Tiup
EKSPERIMEN KIMIA SEDERHANA
~BALON MENGEMBANG TANPA DITIUP~
Siapa yang gak suka balon? Anak-anak terutama yang suka dengan balon. Hampir di semua pesta ulang tahun, syukuran, pentas seni selalu ada balon. Selain membuat ruangan menjadi semarak, balon juga digunakan untuk berbagai permainan. Kalau dalam sebuah pesta yang membutuhkan banyak balon, kita bisa pegel kalau harus meniup satu-satu. Selain menggunakan alat peniup balon, ada cara lain gak sih? Nah ternyata, balon bisa mengembang tanpa ditiup, lho. Mari kita uji coba! Kita belajar sains sederhana.
ALAT DAN BAHAN
PROSEDUR
Ketika soda kue (NaHCO3) bercampur
dengan cuka (CH3COOH), maka akan
menghasilkan banyak
gelembung-gelembung udara. Gelembung udara tersebut
merupakan gas yang dihasilkan dari
pencampuran soda kue, dan cuka. Gas
tersebut dinamakan karbon dioksida (CO2).
Nah, gas inilah yang masuk ke dalam balon
sehingga balon dapat menggelembung tanpa
ditiup. Adapun persamaan reaksinya:
NaHCO3 + CH3COOH = NaCH3COO +
H2O + CO2
Besar kecilnya balon yang
mengembang juga bergantung besar kecil
takaran soda kue dan cuka yang
dicampurkan, semakin besar takaran
keduanya maka balon mengembung besar
dan atau sebaliknya.
Asam Asetat (CH3COOH)
Asam asetat merupakan salah satu
produk industri yang banyak dibutuhkan di
Indonesia. Asam asetat dapat dibuat dari
substrat yang mengandung etanol, yang
dapat diperoleh dari berbagai macam bahan
seperti buah-buahan, kulit tunas, pulp kopi,
dan air kelapa. Tersedianya air kelapa dalam
jumlah besar di Indonesia, yaitu lebih dari
900 juta liter per tahun merupakan potensi
yang belum dimanfaatkan secara maksimal
(Nurika, 2001).
Rumus kimia asam asetat adalah
CH3COOH yang memiliki berat molekul
sebesar 60,05. Asam asetat atau lebih
dikenal dengan asam cuka adalah golongan
asam karboksilat yang sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari yang
digunakan sebagai pemberi rasa asam pada
makanan, selain itu asam cuka digunkaan
untuk menurunkan pH dan sebagai zat
pengawet. Asam asetat biasa digunakan
pada pembuatan serat selulosa asetat,
plastic, zat warna, dan obat-obatan
(Sutresna, 2007).
Menurut Fitriyanita (2013), bakteri dalam
asam asetat terdiri dari sekelompok gram
negatif, aerobik, batang kecil motil yang
mengeluarkan oksidasi tidak sempurna alkohol
dan gula menyebabkan akumulasi asam organik
sebagai produk akhir, dengan kata lain bakteri
asam asetat adalah kumpulan bakteri heterogen.
Berdasarkan beberapa teori yang telah
dipaparkan tersebut, maka diketahui
bahwasannya asam asetat lebih dikenal dengan
asam cuka termasuk ke dalam sifat asam lemah
dan banyak dimanfaatkan terutama di Negara
Indonesia sebagai pelengkap bahan makanan,
dimana asam cuka tersebut dapat terbuat dari
bahan-bahan organic yang aman untuk
dikonsumsi, selain itu manfaat dari asam cuka
tersebut sebagai penurun pH dan zat pengawet
alami.
Soda kue atau natrium bikarbonat
(NaHCO3)
Menurut Ferliyanti (2012), Soda kue
adalah salah satu komponen yang ada di
dalam baking powder. Dari segi kehalalan
bahan ini tidak terlalu bermasalah, karena
Kenapa balon bisa mengembang hanya karena soda kue dan cuka?
biasanya berasal dari batu-batuan. Baking
soda merupakan sodium bi-karbonat murni.
Formula kimianya NaHCO3 dan baking
soda berbentuk bubuk putih dengan biji-biji
kristal. Baking soda adalah garam kimia
yang punya beragam fungsi. Baking soda
bersifat basa lemah sehingga berguna untuk
menetralisasi asam dan memecah protein.
Soda kue dapat menetralkan bau secara
kimia , sehingga digunakan sebagai bahan
dalam pembuatan sabun mandi dan
deodorant. Selain itu juga dapat
menghilangkan bau di dalam kulkas dengan
cara memasukan baking soda di dalam
wadah terbuka didalam lemari es. Baking
soda bisa menjaga kesegaran pada makanan
atau minuman untuk menghindari
kontaminasi oleh bau yang tidak enak. Bau
kulkas bisa berasal dari makanan mentah
seperti ikan dan daging atau makanan yang
sudah lama disimpan.
Soda kue juga bermanfaat dalam dunia
industri. Soda kue dapat memadamkan api
sehingga dapat digunakan untuk pemadam
kebakaran karena ketika dipanaskan soda
kue melepaskan karbon dioksida. Aplikasi
yang lain adalah bermanfaat dalam
pengendalian pencemaran udara karena
menyerap emisi sulfur dioksida dan gas
asam lainnya.
Berdasarkan teori tersebut, maka diketahui
bahwasannya soda kue atau natrium bikarbonat
menrupakan salah satu bahan yang
dimanfaatkan untuk membuat makanan salah
satunya sebagai pengembang. Soda kue tersebut
termasuk ke dalam golongan basa lemah.
Berdasarkan pemaparan mengenai asam
asetat dan soda kue tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwasannya:
1. Asam asetat yang dikenal dengan nama asam
cuka merupakan bahan makanan yang
termasuk ke dalam asam lemah.
2. Natrium bikarbonat yang dikenal dengan
nama soda kue yang berfungsi sebagai
pengembang makanan, termasuk ke dalam
basa lemah.
3. Asam cuka dan soda kue ketika dijadikan
menjadi satu larutan homogen akan
menghasilkan gas karbondioksida dan air.
4. Balon yang dijadikan percobaan menjadi
mengembang diakibatkan adanya gas
karbondioksida (CO2) dan terdapat percikan
air dalam balon yang menunjukan adanya
H2O.
Nurika, I. dan Nur, H. 2001. Pembuatan Asam dari
Air Kelapa secara Fermentasi Kontinyu
Menggunakan Kolom Bio-Oksidasi. Surabaya:
UB.
Sutresna, N. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Bandung:
Grafindo Media Pratama.
Ferliyanti, V. 2012. Pengambang makanan:
http://vennyferliyantichemistry2012.blogspot.co.i
d, diakses pada 18 November 2016 pukul 16: 22
WIB.
Fitriyania, N. A. 2013. Peranan Baakteri Acetobacter
dalam Pembuatan Cuka.
http://ayfitriyanita.blogsfot.com, diakses pada
tanggal 18 November 2016, pukul 16:15 WIB.