• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANG BANGUN ANEMOMETER MANGKOK DENGAN UJI LABORATORIUM DAN LAPANGAN ( DESIGN CUP ANEMOMETER WITH LABORATORY AND FIELD ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RANCANG BANGUN ANEMOMETER MANGKOK DENGAN UJI LABORATORIUM DAN LAPANGAN ( DESIGN CUP ANEMOMETER WITH LABORATORY AND FIELD ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari penyusunan tugas akhir dengan judul Rancang Bangun Anemometer

poros Horizontal dengan Uji Laboratorium dan Lapangan dapat disimpulkan

beberapa hal sebagai berikut:

1. Dari perhitungan standar deviasi pada anemometer didapatkan bahwa pada

kecepatan 4m/s nilai standar deviasi adalah 1,29%, pada kecepatan 5 m/s

nilai standar deviasi sebesar 1,53%, pada kecepatan 6 m/s nilai standar

deviasi sebesar 1,44%, pada kecepatan 7 m/s nilai standar deviasi sebesar

1,29%, dan pada kecepatan 8 m/s nilai standar deviasi sebesar 1,52%

2. Dari perhitungan standar eror pada anemometer didapatkan bahwa nilai

standar eror pada kecepatan 4 m/s sebesar 0,4% pada kecepatan 5 m/s

nilai standar eror sebesar 0,48%, pada kecepatan 6 m/s nilai standar eror

sebesar 0,45%, pada kecepatan 7 m/s nilai standar eror sebesar 0,40%, dan

pada kecepatan 8 m/s nilai standar eror sebesar 0,48%.

3. Berdasarkan hasil pengujian uji linearitas, alat tersebut linear. Maka

penggunaan metode ekstrapolasi linier yang digunakan dalam

menganalisis data dapat dibenarkan.

4. Dari hasil perhitungan metode ekstrapolasi, telah didapatkan kecepatan

angin pada ketinggian 5 meter sebesar 5,09 m/s, pada ketinggian 15 meter

(2)

71   

 

5. Anemometer yang telah dibuat dalam penelitian ini dapat digunakkan

sebagai salah satu acuan untuk penelitian selanjutnya.

6. Kelemahan anemometer ini adalah tidak bisa membaca kecepatan angin 0

m/s – 3 m/s dan 9 m/s keatas, kelemahan tersebut dikarenakan medan

magnet pada dinamo yang terlalu kuat.

5.2 Saran

1. Dalam penelitian selanjutnya, disarankan untuk lebih meningkatkan

kemampuan pada alat anemometer, karena pada alat yg dibuat belum

maksimal untuk mengukur kecepatan angin dibawah 3 m/s dan 9 m/s

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil perhitungan diketahui yaitu kincir tanpa pengarah dengan koefesien daya sebesar 35 % pada kecepatan angin 6,83 m/s, kincir. angin dengan pengarah 30 0 mempunyai

Dari hasil perhitungan diketahui yaitu kincir tanpa pengarah dengan koefesien daya sebesar 35 % pada kecepatan angin 6,83 m/s, kincir. angin dengan pengarah 30 0 mempunyai

Dari pembuatan rancang bangun prototipe buka tutup atap otomatis, didapatkan hasil sebagai berikut, pada saat terang dan sensor hujan tidak basah maka atap akan

Performa rotor turbin mixed airfoil pada sudut serang 0 dan 5° menghasilkan tegangan dan daya yang lebih tinggi dari rotor uniform airfoil pada kecepatan angin yang sama 4 m/s.

dalam melakukan pengujian putaran burner sebesar 1000 rpm, 2000.. rpm dan 3000 rpm diperlukan inventer single phase/ alat

Kecepatan angin terbesar pada desa Klirong yang didapatkan adalah 4,7 m/s. pada suhu 27 °C dengan tekanan udara 97,78x Pa yang menghasilkan

Hasil Pengukuran pada Jarak 4 m a Perbadingan Kecepatan Speedometer Dengan Kecetapan pada Detektor serta Nilai Frekuensi Dopplernya, B Selisih Nilai Kecepatan Speedometer dan Detektor

Pada data 2 didapatkan hasil perhitungan menggunakan Optical flow rata-rata kecepatan manusia berjalan sebesar 1.23 m/s dan menunjukan klasifikasi sebagai golongan