• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRES DAN KOPING KELUARGA DENGAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C DAN SLB C1 WIDYA BHAKTI SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STRES DAN KOPING KELUARGA DENGAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C DAN SLB C1 WIDYA BHAKTI SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

1. Yanti. Anak tunagrahita. 2009.

http://bintangbangsaku.com/artikel/tag/tunagrahita (Diakses tanggal 5 September 2009)

2. Fitri Nurjanah. Pengertian tunagrahita. 2009. http://bintangbangsaku.com/artikel/2009/11/pengertian-tunagrahita/

(Diakses tanggal 5 September 2009)

3. Sako, Wahidin R. Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua tunagrahita dengan sikap penerimaan orang tua terhadap anak di SDLB (C) tunagrahita YPPLB Cendrawasih Makassar. Program Studi Ilmu Keperawatan Makassar. 2006.

4. Hapsara. Tunagrahita di Indonesia mencapai 6,6 juta orang. 2006. http://www.antara.co.id/view/?i=1195207146&c=NAS&s= (Diakses tanggal 11 Februari 2010)

5. Zuhdiar. SLB di Indonesia hanya 20%.

http://news.id.finroll.com/nasioanl/110817-slb-negeri-di-indonesia-hanya-20-persen.html (Diakses tanggal 5 September 2009)

6. Setiadi. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007.

7. Newmark, R., Grange, L. Subjective Perceptions of Stress and Coping by Mother of Children with Intellectual Disability A Need Assessment. 2009. http://www.Internationalsped.com/document/Hill(5).doc (Diakses tanggal 10 September 2009)

8. Sari Purnama. Anak cacat juga berhak menikmati dunia. http://www.pelita.or.id/cetakartikel.php?id=37051

(Diakses tanggal 16 Oktober 2009)

9. Achir Yani S. Hamid. Pengalaman Keluarga dan Nilai Anak Tunagrahita. 2004. http://pusdiknakes.or.id/fikui/?show=detailnew&kode=25&tbl=pustaka (Diakses tanggal 16 Oktober 2009)

10. Safaria, Triantoro. Pemahaman Baru untuk Hidup Bermakna Bagi Orang Tua Anak Autis. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2005.

(2)

12. Nevid, Jeffry S, dkk. Psikologi abnormal. Edisi ke5 jilid 2. Jakarta: Erlangga. 2005.

13. Qauliyah, Asta. Konsep keluarga dinamika dan fungsinya konsep keluarga. http://astaqauliyah.com/2006/12/26/konsep-keluarga-dinamika-dan-fungsinya (Diakses tanggal 26 Oktober 2009)

14. Suryanto. Optimalisasi peran dan fungsi keluarga. http://www.gemari.or.id/cetakartikel.php?id=3325

(Diakses tanggal 11 November 2009)

15. Ardi Ardani, Tristiadi; Tri Rahayu, Iin; Sholichatun, Yulia. Psikologi Klinis. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007.

16. Sunaryo. Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC. 2004.

17. Arifiyanto, David. Stres dan adaptasi. http://askep-askeb.cz.cc/2010/01/konsep-manusia-dan-kebutuhan-dasar.html

(Diakses tanggal 11 November 2009)

18. Murbanti. Koping Keluarga terhadap Anggota Keluarga yang Menderita Skizofrenia di Semarang. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Undip. 2004.

19. Smet, Bart. Psikologi Kesehatan. Jakarta: Grasindo. 1994.

20. Alexa. Kontrol diri. 2010. http://www.mitrariset.com/2009/08/kontrol-diri.html (Diakses tanggal 31 Mei 2010)

21. Atok. Sabar: Kunci kecerdasan emosi. 2007. http://atoksub.wordpress.com/2007/03/09/sabar-kunci-kecerdasan-emosi/ (Diakses tanggal 14 Mei 2010)

22. Miranda Zarfiel. Menanamkan kedisiplinan pada anak. 2008. http://nursingforuniverse.blogspot.com/2010/01/koping-keluarga-resiko-krisis-keluarga.html (Diakses tanggal 11 Mei 2010)

23. Heri Prasetyo. Anak sindrom down lebih cerdas. http://www.buahaticerdas.com/index.php?option=com_content&view=article

&id=217:nashita-anak-down-syndrome-lebih-disiplin&catid=57:wawancara&Itemid=61 (Diakses tanggal 14 Mei 2010)

24. Putra. Dampak dan pengaruh. 2008. http://indosdm.com/kamus-kompetensi-dampak-dan-pengaruh-impact (Diakses tanggal 14 Mei 2010)

(3)

26. Mansur Hafiz. Pelajaran kehidupan yang harus diamalkan. 2010. http://mansurhafiz.com/pelajaran-kehidupan-yang-harus-di-amalkan-2.php (Diakses tanggal 28 Mei 2010)

27. Alek. Makna ujian. http://alekateepis.wordpress.com/2009/10/13/makna-ujian/

(Diakses tanggal 11 Mei 2010)

28. Moleong, Lexy. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2002.

29. Ainul, A.A. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika. 2003.

30. Yuan K, Ifrani. Studi Fenomenologis tentang Pengalaman Merokok Jenis Mild pada Remaja. Program Studi Ilmu Keperawatan Undip.2009.

31. Setiadi. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007.

32. Ilham, Eko. Metodologi penelitian..

http://www.damandiri.or.id/file/ekoilhamunbrawbab3.pdf (Diakses tanggal 17 Desember 2009)

33. Rasmun. Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri Terintegrasi dengan Keluarga. Jakarta : CV Sagung Seto. 2001.

34. Rizky. Wawancara semi terstruktur..

http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/wawancara-semi-terstruktur (Diakses tanggal 17 Desember 2009)

35. Iyan Afriani. Metode penelitian kualitatif. http://www.penalaran-

unm.org/index.php/artikel-nalar/penelitian/116-metode-penelitian-kualitatif.html (Diakses tanggal 11 November 2009)

36. Mulyono. Penelitian kualitatif. 2009.

http://mulyono.staff.uns.ac.id/2009/05/20/referensi-penelitian-kualitatif/ (Diakses tanggal 4 November 2009)

37. Ardhana. Tehnik analisa data dalam penelitian. 2008. http://ardhana12.wordpress.com/2008/02/08/teknik-analisis-data-dalam-penelitian/ (Diakses tanggal 11 November 2009)

(4)

39. Sutji Martiningsih. Penanganan anak tunagrahita. 2008. http://www.scribd.com/doc/25481901/Penanganan-Tuna-Grahita.

(Diakses tanggal 10 Mei 2010)

40. Yenti Apriyanti. Gara-gara anak tunagrahita. 2006. http://groups.yahoo.com/group/cfbe/message/25520

(Diakses tanggal 11 Mei 2010)

41. Delphi. Penyuluhan tentang siapa, mengapa dan bagaimana terjadi ketunagrahitaan. 2008. http://www.anakciremai.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-penyuluhan.html (Diakses tanggal 28 Mei 2010)

42. Atok. Sabar: Kunci kecerdasan emosi. 2007. http://atoksub.wordpress.com/2007/03/09/sabar-kunci-kecerdasan-emosi/ (Diakses tanggal 14 Mei 2010)

43. Fitriani. Wasiat Rosulullah kepada para Sahabat. Jakarta: Pustaka Indonesia. 2000.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Penelitian ini menggunakan teknik permainan Pantomim dengan meragakan setiap kosakata verba dengan gerakan-gerakan Pantomim untuk membantu siswa dalam meningkatkan

EFEKTIVITAS TEKNIK PERMAINAN PANTOMIM UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA VERBA BAHASA JEPANG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

sosial, yang ditujukan kepada tecapainya masyarakat dan manusia yang makmur dan bahagia dan secara jasmaniah dan rochaniah" mendekati cita-cita negara. Oleh

Untuk itu, dalam menilai keberhasilan pelaksanaan kinerja organisasi dilaporkan beberapa indikator kinerja sebagai kriteria keberhasilan kinerja suatu organisasi,

Galvanized steel pipe dengan diameter luar (D) 6 inch dan tebal ( t ) 0,17 inch.. difungsikan sebagai boiler dalam

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang puskesmas, puskesmasadalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang memiliki apoteker dan Puskesmas yang tidak memiliki apoteker di