NASKAH APA KABAR JOGJA
Judul : hiburan anak-anak pedesaan
Lokasi : piyungan
Reporter & Camerawan : yoi
Tanggal Liputan : 4 agustus 2005
ACC Redaktur Narator Editor
1 Mencari hiburan yang positif / ternyata tidak selalu identik dengan pengeluaran biaya yang mahal // banyak cara yang dilakukan / sekedar untuk mencari hiburan // dengan biaya sedikit / hanya bermodalkan jagung dan arang / kenikmatan rasa / dan suasana / sudah menjadi hiburan ringan // terlebih-lebih / setelah kita melakukan kegiatan rutin / seperti bekerja // dengan sedikit hiburan yang menyenangkan ini / semua kepenatan / dan kejenuhan / dalam pekerjaan sehari-hari / dapat terobati // terlebih-lebih / di suasana pedesaan //
Seperti halnya / yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pedesaan / yang berada di desa daraman / srimartani / piyungan / bantul // terutama anak-anak muda / dalam mencari hiburan / mereka jarang sekali pergi ke kota // bahkan diantara mereka / ada yang belum pernah ke kota // mereka menganggap / di desanya / untuk mencari sekedar hiburan / pastilah ada / dan / tidak susah-payah untuk menemukannya // Kegiatan hiburan ini / sudah mereka / jauh-jauh sebelumnya / dan bisa dikatakan sebagai kegiatan rutinitas //
Menjelang malam / aktifitas anak-anak muda di desa daraman / mulai tampak // mereka saling
berkumpul di suatu tempat / yang sudah mereka jadikan base camp // dan dihalaman rumah inilah / aktifitas / dimulai // malam yang gelap / diselimuti hawa yang dingin / seakan menambah indahnya dan asrinya alam pedesaan // sungguh / suasana di pedesaan / sangatlah cocok untuk melepas kepenatan setelah bekerja seharian // kegiatan ini cocok sekali / bagi mereka yang mempunyai hobby adventure atau petualangan //
Berbekal senter / mereka mulai menelusuri pematang sawah / menuju ladang jagung mereka // hawa dingin / menusuk tulang / seolah-olah tidak mereka rasakan // hanya kesenangan membisu / yang mereka rasakan // dengan sedikit canda tawa diantara mereka / dipetiklah jagung-jagung muda itu // dalam memetiknya / seolah oleh mereka / asal petik // ternyata / mereka sudah paham betul / mana yang jagung muda / dan mana yang tua // pekatnya malam / serta rerumputan di pematang sawah / mengiringi kepergian mereka // keceriaan sejenak / melekat di hati mereka / sambil membawa beberapa buah jagung muda / untuk siap di bakar //
Hawa yang dinginpun / tidak mereka rasakan // seolah-olah telah terhapuskan dengan canda dan tawa diantara mereka // mereka mencari kesibukan sendiri-sendiri // ada yang hanya bercanda / ada yang sedang membakar jagung // diatas bara api inilah / diletakkanlah jagung muda // sambil sedikit- dibalik-balik / serta di beri bumbu seadanya / jadilah jagung bakar yang lezat //
Menurut salah satu anak muda yang sering dipanggil dengan sebutan “balung” / ketika ditemui tim apa kabar jogja / mengatakan bahwa / hiburan seperti ini / biasa mereka lakukan // tanpa biaya yang mahal / mereka bisa menikmatinya // mereka juga mengatakan bahwa anak-anak muda di desanya / dalam mencari hiburan / jarang terjun ke kota // bahkan ia sendiri tidak pernah mencari hiburan di kota // didaerahnya / masih banyak sekali hiburan-hiburan / walaupun dengan seadanya / mereka sudah merasa terpuaskan //
---state--- Ikhsan Nudin Harahap “Balunk”
Warga desa
(nb : semua dimasukkan ya ...
Tentunya / hiburan seperti ini / tidak hanya satu-satunya yang ditemukan di desa daraman // banyak sekali yang bisa dilakukan / untuk mencari hiburan yang positif / tanpa banyak mengeluarkan biaya // kesuntukan /
kejenuhan / dan kepenatan yang telah dialami sehari-hari / dengan sedikit jiwa petualang / dapat terobati / di alam pedesaan //