DEPARTEMEN KEUANCAN REPUBLIK INDONESIA
PENYESUAIAN ADHOC II TAHUN ANGGARAN 2005
DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,
Menimbang : a. bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang
ditetapkan oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus
dilaksanakan dengan tertib, efisien, transparan dan bertanggung jawab
sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
b. bahwa untuk membantu keuangan daerah dalam rangka percepatan
penyelenggaraan pemerintahan daerah, pada APBN Tahun Anggaran 2005
dialokasikan Dana Penyesuaian Adhoc II;
c. bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal
Perbendaharaan adalah menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan anggaran
sesuai dengan ketentuan APBN dan peraturan perundang-undangan lainnya;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b,
dan c, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan
Tentang Mekanisme Pembayaran/Penyaluran Dana Penyesuaian Adhoc II
Tahun Anggaran 2005 sebagai pedoman bagi Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN) dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
penerima Dana Penyesuaian Adhoc II;
Mcngingat : 1. Un dan g-u ndang Nomo r 17 Ta hu n 2 003 tentang Keuan ga n Ne ga ra
(Lembaran Negara RI Nomor 47 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara
RI Nomor 4286);
2.
Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4355);
3.
Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);
4.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara RI Nomor 4437);
5.
Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4438);
6.
Undang-undang Nomor 36 Tahun 2004 tentang Anggaran Pendapatan dan
7.
Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan
(Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 201, Tambahan Lembaran
Negara RI Nomor 4021);
8.
Keputusan Presidcn RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman
Pelaksanaan APBN (Lembaran Negara RI Tahun 2002 Nomor 73,
Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4 2 1 4 ) sebagaimana telah diubah
dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara RI
Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4I 8) ;
9.
Peraturan Menteri Keuangan III Nomor 606/PMK.06/2004 tentang
Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan APBN;
10.
Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 13/PMK.06/2005 tentang Bagan
Perkiraan Standar;
11.
Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 626/PMK.02/2004 tentang
Penetapan Rincian Dana Penyesuaian Tahun 2005 Kepada Daerah Provinsi,
Daerah kabupaten dan Kota;
12. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 02/PB/2005 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG
MEKANISME PEMBAYARAN/PENYALURAN DANA PENYESUAIAN
ADHOC II TAHUN ANGGARAN 2005
BAB 1
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan:
1.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana
keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan
Perwakilan Rakyat, yang masa berlakunya dari tanggal 1 Januari sampai
dengan tanggal 31 Desember Tahun berkenaan.
2.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil Ditjen
Perbendaharaan) adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal
Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung
kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan.
3.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) adalah instansi vertikal
Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung
jawab langsung kepada Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan.
4.
Surat Keputusan Otorisasi (SKO) adalah dokumen pelaksanaan anggaran
lainnya yang dipersamakan dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
(DIPA) dan disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama
Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara.
pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan alokasi dana yang bersumber
dari SKO Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005.
6.
Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) adalah surat perintah yang
diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara untuk
pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM.
7.
Dana Penyesuaian Adhoc H TA 2005 adalah sejumlah dana yang
dialokasikan kepada daerah tertentu yang merupakan bantuan keuangan
dari Pemerintah Pusat dan penggunaannya untuk peningkatan pelayanan
dasar dan kesejahteraan masyarakat.
S. Rekening Khusus Kas Daerah adalah rekening yang digunakan untuk
menampung seluruh penerimaan dan pengeluaran daerah yang
bersumber dari Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005.
BAB II
PENGGUNAAN DANA
Pasal 2
(1) Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005 hanya dapat dipergunakan untuk
membiayai kebutuhan Fisik, sarana, dan prasarana dasar yang merupakan
prioritas untuk bidang-bidang kegiatan sebagai berikut :
a. Bidang
Infrastruktur.
b. Bidang
Pendidikan.
c. Bidang
Kesehatan.
d. Bidang Sarana dan Prasarana Pemerintahan.
(2) Hasil kegiatan fisik yang dibiayai melalui Dana Penyesuaian Adhoc II TA
2005 harus selesai dan dapat dimanfaatkan pada akhir tahun 2005.
BAB III
MEKANISME PEMBAYARAN/PENCAIRAN
Pasal 3
(1)
Dalam rangka penyaluran Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005 kepada
masing-masing kabupaten/kota, Direktur Jenderal Perbendaharaan
menerbitkan SKO yang selanjutnya disampaikan kepada Kepala KPPN dan
Rupati/Walikoiu penenma Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005.
(2)
Alokasi dana untuk masing-masing kabupaten/kota penerima Dana
Penyesuaian Adhoc II TA 2005, disusun berdasarkan Lampiran III
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 62 6/PMK. 02/2004 tanggal
31 Desember 2004.
Pasal 4
( l ) D a l a m rangka pencairan Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005,
Bupati/Walikota menerbitkan Surat Keputusan yang menetapkan/
menunjuk:
a. Pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang
mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja (Pejabat Pembuat
Komitmen).
b. Pejabat yang diberi kewenangan untuk menandatangani SPM.
c. Bendahara
Pengeluaran.
(2)
Asli Surat Keputusan sebagaimana dimaksud pada aval ( 1 ), disampaikan
kepada Kepala KPPN setempat dengan dilampiri bukti identitas masing-
masing pejabat bersangkuian yang meliputi: nama, NIP, pangkat/ golongan,
jabatan, kantor/satker, stempel kantor/satker bersangkutan serta spesimen
tanda tangan.
(3)
Bupati/Walikota membuka Rekening Khusus Kas Daerah yang digunakan
untuk menampung Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005.
Pasal 5
(1)
Berdasarkan SKO sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (1),
Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk mengajukan Surat Perintah
Membayar Langsung (SPM-LS) Tahap I maksimum sebesar 30 %
(tigapuluh persen) dari pagu SKO kepada KPPN dengan dilampiri Rencana
Penarikan Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005 (sesuai Lampiran I).
(2)
KPPN menerbitkan SP2D untuk memindahbukukan (mentransfer) dana
dari Rekening Kas Negara ke Rekening Khusus Kas Daerah, dengan
menggunakan Kode Anggaran sebagai berikut :
01.06.0803.2684.1032.6222.622212.000000.71.03.0000 (Fungsi, Sub
Fungsi, Program, Kegiatan, Sub Kegiatan, Klasifikasi Belanja, MAK,
Satker, Bagian Anggaran, Lokasi).
(3)
SPM LS Tahap II dan tahap selanjutnya dapat diajukan maksimal sebesar
30 % dari pagu SKO, apabila sisa dana pada Rekening Khusus Kas Daerah
tahap sebelumnya maksimal 10 % dari jumlah Dana Penyesuaian Adhoc II
TA 2005 yang telah dicairkan melalui KPPN (kolom 9 pada Lampiran II
maksimal sebesar 10 %),
(4)
Pengajuan SPM-LS Tahap II dan tahap selanjutnya, dilakukan dengan
melampirkan :
a. Fotokopi SPMU (pada SPMU tersebut harus dicantumkan tanggal,
nomor dan nilai kontrak serta uraian pekerjaan)
b. Laporan Penggunaan Dana Penyesuaian Adhoc II TA 2005 tahap
sebelumnya (sesuai Lampiran II).
BAB IV
(2)
Bupati/Walikota wajib menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban
penggunaan dana (sesuai Lampiran IV) secara triwulanan kepada Direktur
Jenderal Perbendaharaan u.p. Direktur Pelaksanaan Anggaran dengan
tembusan kepada Kepala KPPN setempat, paling lambat pada tanggal 5
bulan berikutnya setelah berakhirnya setiap triwulan.
(3) Kepala KPPN menyampaikan laporan triwulanan (sesuai Lampiran V)
kepada Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan paling lambat pada tanggal
10 bulan berikutnya setelah berakhirnya setiap triwulan.
(4) Kepala Kanwii Ditjen Perbendaharaan menyampaikan laporan rekapitulasi
realisasi penggunaan dana (sesuai Lampiran VI) kepada Direktur Jenderal
Perbendaharaan u.p, Direktur Pelaksanaan Anggaran, paling lambat pada
tanggal 20 bulan berikutnya setelah berakhirnya setiap triwulan.
BAB V KETENTUAN
LAIN-LAIN
Pasal 7
Perubahan/revisi SKO diajukan kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 8
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku sejak tanggal
ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan
Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita
Negara Republik Indonesia.
RENCANA PENARIKAN
DANA PENYESUAIAN ADHOC II TA 2005
*) Keterangan :1. Untuk Tahap I s.d. Ill, dapat ditarik maksimum 30 % dari pagu masing-masing bidang 2. Untuk tahap IV, dapat ditarik sebesar saldo alokasi dana pada SKO
Lampiran I Perdirjen Perbendaharaan
Nomor : PER~08/PB/2005 Tanggal
: I6 JUNI 2005
Bupati/Walikota....
LAPORAN PENGGUNAAN DANA PENYESUAIAN ADHIOC II
TAHUN ANGGARAN 2005
TAHAP ...
Lampiran )l Perdirjen Perbendaharaan
Nomor : PER-08/Pll/2005 Tanaaal :
16 JUNI 2005
Pencairan Dana dari KPPN
Pencairan Dana dari Kas Daerah (mclalui SPMU)
DAFTAR PENGAWASAN SPMU
DANA PENVESUAJAN ADHOC II TA 2005
Lampiran HI Perdirjen Perbendaharaan
Nomor : PER-08/PB/2O05 Taneaal :
16 JUN'S 2005
Kabupaten/Kota :
A.n. Kepala Kantor KPPN ...
LAPORAN PERTANGGUNG.JAWABAN
PENGGUNAAN DANA PENYESUAIAN ADHOC II
TAHUN ANGGARAN 2005
TRIWULAN:...
Lampiran IV Perdirjen Perbendaharaan
Nomor : PER-08/P8/2005
Tanggal : 16 JUNI 2005
Bupati/Walikota
REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN
DANA PENYESUAIAN ADHOC II TA 2005
TRIWULAN: ...
Lampiran V Perdirjen Pcrhcndaharaan
Nomor : PER-08/PB/2005
Tanggal : I6JUNI 2005
2005