Jakarta, 12 Nopember 2012
Jl. Slompretan No. 3-5, Telp.: 031 - 3522051, Fax. 031-3522461, Surabaya CAPEM CANDRANAYA :
Jl. Jembatan Besi II No. 26, Telp.: 021 - 6301326, 6344483 Jakarta Barat KANTOR KAS :
Roxy Square Blok B 8 No. 7 - 8 Lt.GF Lobby Kyai Tapa 2 , Jakarta Telp. 021-56953597
Kantor Pusat : Jl. Ir. H. Juanda No. 12, Jakarta 10120, Telp. 021-2312633, Fax. 021-2312604
NERACA
Per 30 September 2012 & 31 Desember 2011
(dalam jutaan rupiah)No. Pos-Pos 2012 2011
LABA RUGI KOMPREHENSIF
Periode 1 Januari s/d 30 September 2012 & 1 Januari s/d 30 September 2011
(dalam jutaan rupiah)KUALITAS ASET PRODUKTIF DAN INFORMASI LAINNYA
(dalam jutaan rupiah)
Posisi Tanggal 30 September 2012 Posisi Tanggal 30 September 2011 CKPN PPA wajib dibentuk 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli
kembali ( Repo ) - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli
dengan janji di jual kembali ( Reverse Repo ) - - - -
Penyajian laporan keuangan ini disusun sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001 tentang transparansi kondisi keuangan Bank dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011 tentang Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Laporan bulanan Bank Umum serta Laporan tertentu yang disampaikan ke Bank Indonesia.
Untuk Laporan Keuangan 30 September 2012 sudah menerapkan ketentuan PSAK 50/55
Pengunaan nama PT Bank Dinar Indonesia efektif sejak tgl. 08 Nopember 2012 dahulu PT Bank Liman International. Perubahan ini telah mendapat persetujuan DEPKUM HAM & Bank Indonesia
PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
Per 30 September 2012 & 30 September 2011
(dalam jutaan rupiah)
Pemegang Saham Bukan PSP tidak melalui pasar modal ( > 5%) 1. Nio Yantony : 40.75% 7. Tagihan atas surat berharga yg dibeli dgn janji
dijual kembali (Reverse Repo) - -
12. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (1.512) (1.569)
a. Surat berharga - - 8. Utang atas surat berharga yg dijual dgn janji dibeli
kembali (repo) - - a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dlm
mata uang asing - -
b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset
keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual. - D. MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YG MEMENUHI
PERSYARATAN ( Tier 3) - - E. MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN - - UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR. - -II TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP ( A+B-C) 197.996 111.476 III TOTAL MODAL INTI. MODAL PELENGKAP. DAN MODAL
PELENG KAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK
MENGANTISIPASI RISIKO PASAR ( A+B-C+E) 197.996 111.476 IV ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO ( ATMR )UNTUK
RISIKO KREDIT 219.637 167.008 V ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO ( ATMR )UNTUK
RISIKO OPERASIONAL 27.246 25.949 VI ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO ( ATMR )
UNTUK RISIKO PASAR - - VII RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO OPERASIONAL (II: (IV+V)) 80,20% 57,77% VIII RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
UNTUK RISIKO KREDIT. RISIKO OPERASIONAL DAN
RISIKO PASAR (III: (IV+V+VI)) 80,20% 57,77%
5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali
( Reverse repo ) - - - -
5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji
dijual kembali ( Reverse repo ) - - - -
5. Persentase kredit kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap
total kredit 6.00 7.28
6. Persentase jumlah debitur UMKM terhadap total debitur 93.70 94.41
7. Persentase jumlah debitur UMK terhadap total debitur 52.00 56.64
8. Lainnya - -
a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dlm
mata uang asing - -
b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan
dlm kelompoktersedia untuk dijual - -