• Tidak ada hasil yang ditemukan

peraturan bupati 2008 34

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "peraturan bupati 2008 34"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BANTUL

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 34 TAHUN 2008

T E N T A N G

HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) MINYAK TANAH PADA TINGKAT PENGECER DI KABUPATEN BANTUL

BUPATI BANTUL,

Menimbang : a. bahwa minyak tanah merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting, sehingga perlu diatur harga jualnya pada tingkat pengecer di Kabupaten Bantul;

b. bahwa dengan terjadinya kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri termasuk minyak tanah, serta ditetapkannya Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2008 tentang Penetapan Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Tanah di Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, maka Peraturan Bupati Bantul Nomor 23 Tahun 2005 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Tanah pada Tingkat Pengecer di Kabupaten Bantul sudah tidak sesuai lagi;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati Bantul tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Tanah Pada Tingkat Pengecer di Kabupaten Bantul;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan Mulai Berlakunya Undang-Undang 1950 Nomor 12, 13, 14 dan 15;

4. Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2005 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2006;

(2)

5. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 16 Tahun 2008 tentang Harga Jual Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Tanah (Kerosene), Bensin Premium dan Minyak Solar (Gas Oil) Untuk Keperluan Rumah Tangga, Usaha Kecil, Usaha Perikanan, Transportasi dan Pelayanan Umum;

6. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2008 tentang Penetapan Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Tanah di Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;

Memperhatikan : 1. Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3859/12/MEM.M/2008, tanggal 2 Juni 2008, perihal Pedoman Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Tanah;

2. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 541/1545/SJ, tanggal 6 Juni 2008, perihal Pedoman Penetapan Perhitungan Harga Eceran Tertinggi 1. Harga eceran tertinggi (HET) di tingkat

pangkalan

Rp.2.920,00 (dua ribu sembilan ratus dua puluh rupiah)

2. Margin pengecer Rp.380,00 (tiga ratus delapan puluh rupiah)

3. Harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pengecer, warung kecil, di luar pangkalan

Rp.3.300,00 (tiga ribu tiga ratus rupiah)

Pasal 2

Harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah pada tingkat pengecer di luar pangkalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 hanya berlaku untuk kebutuhan rumah tangga.

Pasal 3

Pengawasan terhadap penyaluran serta pengamanan harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah pada tingkat pengecer di luar pangkalan di Kabupaten Bantul ditugaskan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul dan dapat bekerja sama dengan perangkat daerah terkait.

(3)

Pasal 4

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Bantul.

Ditetapkan di Bantul

pada tanggal 30 Juni 2008

BUPATI BANTUL,

M. IDHAM SAMAWI

Dimuat dalam Berita Daerah Kabupaten Bantul

Nomor Tahun 2008

Tanggal

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANTUL,

GENDUT SUDARTO

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, dan b, serta untuk menertibkan harga jual minyak tanah pada tingkat pengecer di Kabupaten Bantul, maka

(2) Biaya bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sebagai pengganti biaya transport dengan menunjukan bukti pembelian bahan bakar

Harga BBM dapat disesuaikan dengan tetap mengacu Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Harga Jual Eceran Dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar

55 Tahun 2005 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) Dalam Negeri bertentangan dengan Undang-undang No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) yang telah

Kebijakan ini dilakukan dikarenakan bersamaan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa tahun terakhir ini yang diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan

Kenaikan konsentrasi gas CO 2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui

bahwa sehubungan dengan kebijakan pemerintah terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disesuaikan perkembangan situasi harga minyak bumi internasional yang

Bahan Bakar seperti Minyak Tanah Kenaikan atau penurunan harga jual krupuk tergantung pada produsen atau pabrik krupuk itu sendiri, karena mayoritas para pengusaha penggorengan krupuk