• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ryM

(2)

WUI{Y

Tahun

IX,

Nomor

2,

Mei

200i:7

DAFTAR ISI

:

\{enyoroti

Kompetensi Guru

Oleh; Trisna Widyana

:

Feningkatan

Kompetensi

Guru

Melalui

Kemampuan Pengembangan Media Pembelajaran...

OIeh. Satriyo Wibowo

:

Strategi Pengelolaan

Warga

Belajar

Program

Kejar

Paket

B Setara SLTP di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

(PKBM)

Oleh.

Iis Prasetyo

:

Peran

Orang Tua

terhadap

Anak

dalam Menonton

Tayangan

Televisi

Oleh:

Asih

Sigit Padmanugraha

:BekerjadiDepanKomputiryangErgonomis..'....''

Oleh: Noor

Fitrihana

:

Memanfaatkan

Sampah

Daun

sebagai

Bahan Kompos

dan Pupuk Organik Tanaman Sawi dalam

Pot

...

Oleh.

H.

Yulipriyanto

Teknik Pengolahan Limbah Cair dengan Fitoremediasi ...

Oleh; Tien Aminatun

Waspada, Demam Berdarah Datang

Lagi!

...

Oleh: Rachmah Laksmi

Ambardini

Teknik Mengatasi Stress dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh:

C.

Sri

Hari

Ujiningtyas
(3)

PII'iGELOLAAN WARGA BELAJAR PROGRAM KEJAR

n[ff,T

B

SETARA

SLTP

DI

PUSAT

KEGIATAN BELAJAR

MASYARAKAT (PKBM)

Oleh:

Iis Prasetyo

kaf

Pengajor

FIP

Universitas Negeri Yogyakarta

Milidikan

merupakan

sektor penting yang

berperan

aktif

dalam

pembangunan

bangsa.

Apabila melihat

kondisi

masyarakat un seLarang

ini

masih banyak

yang

belum

mendapatkan pelayanan

tenrtilma

untuk

masyarakat

ekonomi

menengah

ke

bawah. bia]-a pendidikan

menjadi faktor

utama

bagi

masyarakat, sehingga

mfu'lsk mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan bahkan

mkohh

dasar sekalipun.

Rcndahnva

partisipasi

masyarakat

dalam pendidikan

mengakibatkan

meningkatnya

angka kemiskinan

dan

kebodohan.

Tidak

jarang

Smffikfi \-ang mengalami

buta

huruf

sebagai konsekuensi

dari

kurangnya

hgi

mereka.

Untuk

menguangi

masalah tersebut,

perlu

adanya

pcndidikan yang dapat menyentuh masyarakat hingga lapisan bawah, pendidikan

tidak

hanya memusatkan pada

jalur

pendidikan formal saja,

melalui

jalur

pendidikan

lain, yaitu

pendidikan

nonformal

dan

informal.

Penlelenggaraan

Pendidikan

Non

Formal

atau

Pendidikan

Luar

dinoaksudkan

untuk

memberikan pelayanan

pendidikan

kepada

.rang

tidak

mungkin terlayani

pendidikannya

di

jalur

pendidikan

Program yang diselenggarakan dalam Pendidikan

Non

Formal

(PNF) i

PAUD,

Program kesetaraan Pendidikan Dasar

Luar

Sekolah, Program

Buta

Huruf

melalui

Keaksaraan Fungsional, Program Taman

\Iasyarakat,

Program

Pendidikan

Perempuan,

Program

Pendidikan

hnjutatl

Program

Pemberdayaan

dan

Pengembangan

Pusat

Kegiatan Masyarakat

(PKBM)

dan Program Peningkatan

Kualitas

Sumber Daya

Pengelola program PLS dari, oleh dan untuk masyarakat.

(4)

4

Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan program

pendidikan

di

jalur

Pendidikan

Luar

Sekolah adalah terbentuknya

Pusat

Kegiatan

Belajar

Masyarakat

(PKBM)

di

tingkat

daerah yang

dikelola

oleh

leJUaga kernasyarakatan daerah setempat. PKBiv{ merupakan salah satu ujung

tornbal

pengembangan

program

PLSP

di

tingkat

lapangan karena iangsung

bersentuhao

d*nguri *"ryu-rukut.

Dari

sini

diharapkan pengelola

PKBM

mampu

*.ng.*bungkan

dirinya

secara

maksimal

cialam

melayani

dan

meugembangkan

p'"g-'"*

pemi:ertlai'aan di masyarakat (Sihombing' 2001:23)'

pKBM

*"rop?ku'

saiah satu aiternatif yang dapat

dipiiih

dan dijadil"an

ajangpemb.,ouyuunmasyarakat,}laliniselarasdenganpemikir.anb-ahwa

dengair me len-rbagakan

FKBM

akan ban-o-ak potensi yang.selama

ini tidak

ter-gali"akun dapat digali,

ditu'rbuhkan.

dimanfaatkan dan didayagunakan' PKBN4 tendaknya- menjaJi pemicu dan penl'ulut rnotivasi dan kreasi masyarakat'

Pengelolaan

Warga

Belajar

warga

bel*:jar adaiah anggota masyarakat, tanpa batas umur, yang

me-merlukan

suatu atau beberapa

lenis

pendidikan

tertentu,

mempunyai hasrat

untuk belajar,

serta bersedia mernbiayai

sebagian

.atau

segala keperluan

,r"iu3urnyu."Pengelolaan meiupakan tetjemahan

dari

kata

"manzagemenl"'

Di

claiam

Kam,s

Besar

Bahasa

jndonesia-disebutkan bahwa pengelolaan berarti

penyeiengga1aan.MenurutHerseydanBlanchard(1982),pengelolaan

didefinisikan

sebagai: ,,},[anagemet.tt

as v,orking logether

,,*ith

or

through pnoptn,

indiviriual or

groups, to accamplish organizat.ion.al

goal'"

Manajemen uauiutr kegiatan bekerjasama atau meialui orang lain, baik perorangan maupun

kelompok*untukmencapaitujuanorganisasi(Sudjana'2003:1)'

Menurut Winarno

Hamiseno

(Arikunto,

1986:8) pengelo}aan adalah

substantifa

dari

mengelola. sedangkan mengelola adalah suatu tindakan yang

dimulai dari pen1u,*,,u,,

tlata, metencana' mengolganisasikan, melaksanakan

sampaidengan-p.ngu*u'ungunpenilaian'.selanjutnyapengelolaan

menghasilkansesuatudansesuatuitudapatmerupakalsutnberpenyempurnaan dan peningkatan

p."g"r.r""n

selanjutnya.

Dehnisi lain

menyebutkan bahwa

p.ng.iofuu""

adalah

lenyelenggaraa.n

atau

perumusan

agar

sesuatu yang

dikeloia dapat

i.t:uju"' lancli,

efektif dan

etisien (Arikunto,

i986:8)'

Dijelaskan pula bahwa pengelolaan-meliputi banyak kegiatan dan semuanya

itu

bersama-sa-u

**gttutiff..-"

suatu hasil ukhit yuttg memberikan informasi bagi

- :r.\ .-lnPUf naan pe

rk;5::.:--,=

"ar

atau pengelola.:.

.-.

::

- )3-i penerimaan

hf.-;.

:,.:

iamat atau sebab,

".-l

Dengan

i.t:-

,

.':-: -l.':-:.LlI \\aI.'3 b.':-:-t'--

,

-'-.=;:rkan,iJ"an

s;:-:::i".

.

:-

l:'::t

Kejar

Pal:l

r

'*=

(5)

lempurnaan

perkegiatan.

Menurut Hartati

(2001:17), pengelolaan warga warga belajar dari

disebabkan karena

iar

atau pengelolaan siswa adalah kegiatan pencatatan

penerimaan

hingga warga

belajar tersebut keluar tamat atau sebab lain.

Dengan demikian,

pengelolaan

warga belajar

adalah

pekerjaan

ff

warga belajar yang

meliputi

mendaftar, meneatat, menempatkan,

nrkan

dan

sebagainya.

Secara

spesifik,

pengerolaan

warga

belajar

am-Kejar Paket

B

adalah kegiatan pencatatan warga belajar

dari

proses

naan

sampat

saat

warga

belajar meninggalkan

lembaga pendidikan

sudah tamat atau pengaturan suasana belajar

di

tempat beiajar sehingga

) warga belajar mendapat pelayanan menurut kebutuhannya dan

*.n"apui

belajar yang maksimal secara efektif dan efisien.

lahan

Warga Belajar Program

Kejar

paket B

Dalam

pelaksanaan

Program

Kejar paket

B

setara

SLTP

berbagai

dihadapi diuraikan

di

han

berkaitan

dengan

warga belajar

yang
(6)

5.

6.

1.

Lokasi

tempat

tinggal

\4'arga

belajar saling

berjauhan,

sehingga sulit

mendapatkan

satu

kelompok

sebanyak

40

orang warga belajar

sesuai

dengan yang dipersvaratkan pemerintah.

2"

Latar

belakang sosial

ekonomi warga belajar lemah

sehingga frekuensi kehadiran sangat rendah.

3.

Warga belajar menjadi pencari nafkah keluarga,

mereka

hanya

belajar kalau waktu mengizinkan.

blotivasi belajar

rendah, mereka

menganggap

dan

berpendapat tanpa belajar mereka sudah mendapatkan uang.

Pelaksanaan evaluasi yang kurang baik.

Kesadaran

belajar

sangat dipengaruhi

oieh

budaya

yang

berkembang di

masyarakat dan aktivitas warga di lingkungannya.

Strategi Pengelolaan

untuk

Penyelesaian Masalah

Llntuk mengatasi permasalahan harus diketahui cukup permasalahannya

dan

rnenganalisis penyebab

timbulnya

permasalahan.

Dalam

pengelolaan

program

Kejar

Paket

B

khususnya pengelolaan

warga

belajarnya

dapat dilakukan dengan cara pertimbangan atas dasar permasalahannya.

Lokasi

tempat

tinggal

warga belajar yang

berjauhan sehingga sulit

mendapatkan

40

orang

warga belajar

untuk

dibentuk

satu

kelonrpok

untuk

mengatasin,va diperlukan sistem pengelolaan

yang baik

yang

dilakukan

oleh pengelola

untuk

mencari warga belajar yang merupakan tahap pertama dalam proses pengelolaan warga belajar. Mencari warga belajar Paket

B

cukup sulit,

namun pengelola sedapat

mungkin

harus membuat

warga

masyarakat yang memang membutuhkan program

ini

menjadi

tertarik.

Strategi sosialisasi yang berkesan

dan menarik

sangat

perlu

direncakan dengan

baik

oleh

pengelola, sehingga warga belajar disamping mendapatkan informasi

juga

mendapatkan

manfaat

dari

informasi tersebut. Pengelola

juga

perlu

melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat yang dianggap sentral

di

masyarakat, karena untuk

warga belajar

di

mas,varakat pedesaan, peran tokoh masyarakat sangat penting

dan cukup

berpengaruh sehingga

apapun kebijakan

atau

keputusan yang

dikeluarkan

oleh tokoh

masyarakat

yang

bersangkutan

akan dituruti

oleh

anggota masyarakat yang iain (Prasetyo, 2003:107).

Tingkat

kehadiran rendah

yang

merupakan konsekuensi

dari

kondisi ekonomi masyarakat yang rendah dan mengharuskan mereka bekerja ekstra

*:r: uk mencukupi kehidupar:.::r

r::akteristik

pendidikan

l.r"

:::entuan

waktu

pelaksan-r:

.-:adiran

warga belajar re:.

r -

rlisi

warga

belajar

dai

::

:.:at

diikuti

oleh semua it,

:r:

-

; : :n e-qalkan pekerjaalt.

:::-.=.*:lh

warga belajar

den.:;l:

:

: ::ianggungja*'abkan se ;

:r:

Untuk menin_ska:k a:. ::

:.-=:lnan atau

kecakapan

:L-::,'raran

mereka ju_ea

ne;:::

-

-:ilakan

benar-benaf L-.=t-:

-

=.-.rrfaatkan

poten-si r

,:

-,

-:.*:ian

modal atau

hal:::.

:-.:

-:.::3.a.

Richard

M.

Sre::

;._,

s-::-rl&og akan

cenderr:-_.

-:

-:,:elajarair)

hanya

ier:ji.:

-;---rir

Japatkan sebanJ_:-

:-\lotivasi

belajar j

.:,:

-:.

=::

dapat ntencari

-.::-: =-.::-:--.::-:elajaran Program

Ket"r

:--:j:L\

a membUat \\

arg:

t;-

'.

,

:.:.

:enciptaan

suasana

b:-:,:

r=::r

tidak

bosan.

P:1,---.:

:: :-::an

1an_e tidak be

n:r

::-:

Dalam

kaitan

it,

:;:._

-'

..

;si

adalah

herm:'.::.-:-,

.=,::i

icpat

dan

kai;::-,

,::

-'.

---,rti

dalani

mcnu:t:*:_.:,-:i::

\\arga belajar.

Se

:":

::_

--)':i

tidak menguniun:.:i:-

:

S=::-nan (1986: 91).

ai:

b,::, *=-:n-i kegiatan beiajar.

a::r-,

(7)

Li'n

ai

*r: " *-ri lrlellcukupi kehidupannya sehari-hari. Seperti diketahui bahwa salah satu

r

::r:ieristik

pendidikan

luar

sekolah

adalah

adanya

keluwesan

dalam

:r,-,:nruan

waktu

pelaksanaan

belajar

mengajarnya.

Untuk

meningkatkan

':,jiran

warga belajar

perlu

dilakukan

penjadwalan

yang

sesuai dengan

,

:::-si

warga

belajar

dan

pemilihan

waktu

dilakukan

semaksimal mungkin

:::.:

diikuti

oleh semua warga belajar tanpa harus merugikan mereka dengan

*-:

.-:ugalkan pekerjaan, pemilihan

waktu

ini

akan lebih baik

jika

melibatkan

:

*::h

rvarga belajar dengan musyawarah agar kesepakatan penjadwalan dapat

:

:.::anggungjawabkan secara bersama-sama (Prasetyo, 2003: 1

l0).

Untuk meningkatkan motivasi belajar cara lairurya dengan mengadakan

::.-iian

atau

kecakapan

hidup,

di

samping mereka

mendapatkan materi

r:,:r3ian

mereka

juga

memperoleh keterampilan, dan keterampilan tersebut

:

*..hakan

benar-benar menjadi kebutuhan warga belajar dan kalau bisa dapat

*::::anfaatkan potensi

yang

ada sehingga dengan

keterampilan

ini

dimana

,.:.:ian

modal atau bahan mentahnya sudah ada dapat meningkatkan ekonomi

*=:eka.

Richard

M.

steer dalam (Sihombing, 1999:

199) menyebutkan bahwa

.: j,;r1r?frg

akan

cenderung

ikut

serta dalam kegiatan

organisasi

(proses

:::rrelajaran)

hanya terbatas pada anggapan bahwa

hasil

atau irribalan yang

*-:eka

dapatkan sebanding dengan usaha

yang mereka lakukan.

Motivasi belajar yang

rendah

dan

anggapan

bahwa tanpa

belajar

:=::ka

dapat mencari

uang

merupakan permasalahan

yang umum

daiam

:

':rbelajaran Program Kejar Paket B,

jadi

tugas pengelolaan adalah bagaimana

-::'nva

membuat warga belajar menyadari pentingnya pendidikan bagi rnereka

:i:-

penciptaan suasana belajarpun

perlu dilakukan

dengan

baik

agar warga

:t.'jar

tidak

bosan. Pelatihan keterampilan

yang

sesuai

dapat *ettgurungi

:::"-apan yang tidak benar mengenai arti penting pendidikan bagi mereka.

Dalam kaitan

itu

perlu

diketahui bahwa cara dan

jenis

menumbuhkap

,:rivasi

adalah bermacarn-macam. Tetapi

untuk motivasi ekstlinsik

kadang--.:ang

tepat dan kadang-kadang

juga

kurang

sesuai.

Hal

ini

pendidik

harus

-.::-hati

dalam

menumbuhkan

dan memberi motivasi

bagi

kegiatan

belajar

:::a

warga

belajar.

Sebab

mungkin

maksudnya memberikan

motivasi

tetapi ,s-iru

tidak

menguntungkan perkembangan

belajar warga belajar.

Mentuut

i.:ciman

(1985:

91),

ada beberapa bentuk dan cara menumbuhkan motivasi

:'iam

kegiatan belajar, antara lain: memberi angka, hadiah, saingan/kompetisi.

J; r-a an tatr

Iit

Ek eh Im ;it. ng aq

la

an an uk ng ng eh

iis

i

tra

WUNY EDISI

MEI2OOT

-

23
(8)

ego-involvement, memberi ulangan, mengetahui hasil, pujian, hukuman,

hasrat

:e:gelola untuk

mengidentill

untuk belajar, minat. dan tujuan yang

diakui.

:-:;lenggarakan sangat diperl*-' Pengelolaan warga belajar selain pada saat penerimaan warga belajar

dan pada saat

pembelajaran.

j,rga

diperlukan

pengelolaan

hasil dimana

F'inutup

permasalahan yang ada pada setiap

progru*

Kejar pakel B warga belajar

hanya

Dalam pelaksanaal

i.

mengikuti

proi.,

pe*U.tu.iurun puau saat

ujian

saja dan pada saat

ujian

pun

:

'"":kan

pengelolaan

\an:

:-mereka

dibantu oleh

tutor

atau pengawas,

jadi

evaluasi-

yang

dilairunukun

r-r-:3r

daya manusia. dar:

p;-.-seiama

ini

kurang

baik,

seharusnya

untuk

menghasilkan warga beiajar

yang

*-=.':rtukankeberhasilan

F::-:

lulus

dengan

baik

sebaiknya

Program

Kejar

Paket

B

melakukan

sistem

:;

':

jikan

non

formal

aoal.:- .

evaluasi seperti yang

terjadi

pada pendidikan

formal

dan dengan

pengawasan

:-'':'1.

faktor

yang sang;:

:l yung

-"*udai.

SistJm eualuuii yang

dinilai

kurang baik

ini

cukup

memperkuat

i

-:'lei&J&ran,

untuk

itu

p::-*

onggupun

bahwa rnengikuti Program

Kejar

Faket

B

hanyalah

untuk

:

'

:" nul?i

dari tahap

peren.:--mendapatk

an

rlazahsaja tanpa harus rnengikuii proses pembelajaran yang

baik.

j:o'es

pengeiolaan Ii

:r:

Permasaiahan iuinnyu yang berhubrrngun dengan

*uuuluh

peiak-sanaan

r--.':

Paket

B,

sangat

er"i

i.=-rekais evaluasi atau penilaian

akhir

hasil

pembelajaian tahap

akhir

nasional

l:':-'r

dan

penciptaan

l.'-::

{pehabtanas) adalah

di*ottu

tidak

jarang \,'arga belajar

tidak

mengikuti

ujian.

r:

:rr'-3rBrI

.p1o:.:

penl':c-=-:-ter;arlrbat, ataupun ciata pesertu yung berbeda dan berubah-ubah. Dalam

kondisi

- --r'

-:-lafl

dari

beberapa :... ' - :

seperti

ini

,.orung

pin-gelola

PKBM

harus

benar-benar memperhatikan

I

: ' r l' 1'

tokoh masvarai":.

!

.:'

rnasalah

ini.

dan mengantisipasinya dengan cara melakukan pendatuu,t

*urgu

-"

ingkungan

sosiahra.

belajar dengan

baik,

melakukan pencatatan

ulang,

meneliti

data-data warga

belaJar

*.riru

cermat

dan

melakukan

pemantauan secara

rutin

untuk ['t'lfiar

Pustaka

mengetahuiperkembanganwargabelajaryangmasihmengikutiprogram.

-*--..*:rLr.

S.

19g6.

p;,:::.,'.

Permasalahan terakhir

yaitu

menyangkut kesadaran warga

masyarakal

i.,.a/uarif.Jakarta:

C',

:.:

akan pendidikan

yang

dipengaruhi

oleh

kebuda,Yaan

yang

berkembang di

masyarakat.

Di

lingkungan masyarakat pedesaan

yang

masih

kental

dengan.

.:.,:..

S.2001

..ld:i:jt:.-,.,-:."

nuansa keagamaan hasii penelitian menunjukkan bahwa kesadaran

masyarakat

Fjp.

untuk

pendidikan sangat rendah karena

pandangan masyarakat

yang

menganggap bahwa sekolah atau belajar hanya

untuk

kepentingan dunia saja

*::.;i.

p

&

Blanchard.

r *

.

dan mereka lebih mengutamakan urusan akhirat (Prasetyo, 2003:112).

Kondisi

---:iii:irtg

I{unic,:

-?;-,,.: .,,

seperti

ini

dapat diatasi

.jika

pengelola

program

dapat mempengaruhi

tokoh

,r:entice F{all.

*c.

masyarakat

untuk

menyadarkan masyalakat

di

sekitarnya

akan

pentingnya

pendidikan. Peran

tokoh

masyarakat

maupun

tokoh

agama

yang paling:*,-=-.-- T

1^n.

berpengaruh

di

masyarakat

sekitar

sangat

besar

p"ngu..rilnyu

untuk

.-t=t;.l**;th"Jii;,:=l

mempengaruhi kesadaran

masyarakat,

untuk itulah

kemampuan

seorang

Bantul.',

SAzlp-r; i::=-*. :":=:

(9)

-srat

:engelola

:selenggarakan

untuk

sangat

mengidentifikasi

diperlukan sekali.

kondisi sosial

budaya

dimana

program

aiat

,rrru

Fenutup

nva

Dalam

pelaksanaan

Program

Kejar

Paket

B

setara SLTP

harus

oun

--,akukan pengelolaan

yang baik

dan terencana

dari

pengelolaan organisasi,

*un

-.-:rber daya manusia, dan pelaksanaan program. Salah satu faktor yang sangat

,.ans

:,::rentukan keberhasilan program pendidikan baik pendidikan

formal

maupun

n.ri

:::didikan

non

formal

adalah kualitas warga belajarnya, karena warga belajar

asan

.l:'lah

faktor

yang

sangat

menentukan

keberhasilan

dari

suatu

program

kuat

:e:ibelajaran, untuk

itu

perlu dilakukan

pengeiolaan

warga belajar

dengan

ntuk i;t.

mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan bahkan sampai tahap evaluasi.

pik.

Proses pengelolaan warga belajar

di PKBM

khususnya dalam Program

naan

r,:,jar

Paket

B,

sangat

erat

kaitannya dengan pengelolaan

kelas

atau tempat

ional

:e^ajar

dan

penciptaan

iklim

lingkungan

belajar

yang

kondusif

untuk

riian,

.,-:lancaran

proses

pembelajaran.

Kegiatan

ini

jugu

perlu

mendapatkan

oOiri

:-irrngan dari

beberapa

faktor

antara

lain: tutor

atau

fasilitator,

pengelola

tikan

:(BM,

tokoh

masyarakat, pemerintah, sarana dan prasarana pendukung, dan

rarga

-:ga

lingkungan sosialnYa.

r alga

rnr;k

Daftar

Pustaka

};ikunto,

S.

1986.

Pengelolaan

Kelas

dan

Siswa Sebuah

Pendekatctn

Evaluatif.

Jakarta:

CV

Rajawali.

ij^artati,

S.

2001

.

Administrasi dan

Supervisi

Pendidikan

Yogyakarta:

trNY

FIP.

-{ersey,

P

&

Blanchard,

K.H.

1982 Management

of

Organizational

Behavior

Utilizing

Human

Resources (4th

Ed).

Englewood

Cliffts, New

Jersey: Prentice

Hall,Inc.

Prasetyo,

I.

2003. "Pengembangan Program Pelatihan Panatacara Adat Jawa

di

Dusun Gupak Warak Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Kabupaten

Bantul." Slvipsi tidak

diterbitkan

FIP I-INY.

WUNY EDISI

MEI 2007.

25

rakat

rg

di

sngan

uakat yang a saja

ondisi

tokoh

ngnya paling

untuk

(10)

Sardiman.

.

1986.

Interaksi dan Motivasi Belaiar-Mengaiar

(Pedoman Bag

Guru dan Calon Guru). Jakarta: CV. Rajawali'

Sihombing,IJ.lggg.

Pendidikan

Luar

Sekolah

Kini

dan Masa Depan. Jakarta PD. Mahkota.

.

2001. Pendidikan

Luar

sekolah

Masalah

dan Peluang. Jakarta:

c

Wirakarsa.

Sudjana. 2003. Strotegi Pengelolaan

dan

Pengembangan Pusat B el aj ar Masyarakat. J akarta: Depdiknas.

26

. WT]NY

EDISI

MEI2OOT

PERAN ORANG

TUA

TI

TAI

AIeh: "a

Staf Peng@u

fr

an

Berbagai

upay*a

teh

mutu tayangan

tf

ada penelitian 1'ang

dib

ini

terbukti

dengan

jduh

iru

tayangan yang

bebera

r.r smuasta Hal ini ditindaklaqi

Pada

arlal

tahun

2fiI7

idik

dan

membaqgrm

h

psi

tay'angan Sesarru a tanggal

I

April

telah 1

sia

Ini

adalah

korm

,

lrmg

Sapta Pesorra,

Deetr

Terobosan-terobosrn

k

cukup karena talarg

minasi

la1-ar

kaca

lrrlr

-

Sehin

itu

ta3aryrcta;

idil[an anak. Bany.ak porsi

m.

Pemed

Korm

infotoinmeru

remhum

i

tontonan

(iKo4par-

A

i3a

anak,

tfiusrsnya

ml

i

pekerjaan anak

lakiH

t

mmbuat

anek pun

tllak

h

itu-

mereka

mmmdu

he'

diri

mereka dan

tak

Referensi

Dokumen terkait

I Judul Jurnal llmiah (Artikel) : Pendidikan Kewa raganegaraan Untuk Membangun Wawasan Global Warga Negara Muda. Penulis Jurnal llmiah :

Bahwa untuk nEnguj i Tugas Akhir Skipsi Mahasiswa perlu dilerapkan Tim penaj in\a b. P€rahnan Menteri pendidikan Nasional

KEMENTERIAN PEI\DIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDTKAN DASAR DTREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH

• Bangunan yang dipergunakan unt uk kegiat an publik komersial maupun non komersial... Diagram

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 23 Tahun 2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Yogyakarta;. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI

Melalui pemberian umpan balik langsung maupun tidak langsung, hasil yang diharapkan adalah adanya peningkatan keberhasilan secara mencolok dalam proses

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri- ciri aptitude maupun

wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan