1
Umum.
Types of Fuselage Construction
Fuselage Structural Members
Fuselage Structural Elements
Methods of Fuselage Construction
Location Numbering Systems
Fuselage pesawat – masa depan (futuristik)
Aircraft Structural Assembly:
FUSELAGE / BODY – Daftar isi
FUSELAGE – berasal dari bahasa
Perancis
“
fuselé
” ("spindle-shaped“ artinya:
berbentuk cerutu) – atau
“
fuseler
” artinya: membuat aerodinamis
atau streamline (ramping)
3
Asal kata
FUSELAGE
/ BODY
(Badan Pesawat):
FUSELAGE
/BODY (Badan Pesawat):
• Bentuk dan Ukuran pesawat terbang
berbeda-beda tergantung Misi-nya pesawat.
• Gambar dibawah ini merupakan pesawat
terbang bermesin turbin (jet /pancar gas).
Pesawat Militer Pesawat Transport
• Fuselage, atau Badan pesawat terbang, adalah
sebuah tabung berrongga yang memegang semua
bagian dari pesawat.
• Berrongga gunanya untuk mengurangi berat pesawat.
• Airliner/ maskapai penerbangan sipil
– mempunyai
penampang fuselage lebih lebar agar dapat
membawa penumpang sebanyak mungkin.
• Pesawat tempur
supersonic
mempunyai fuselage yang
sangat ramping,
streamlined
, untuk mengurangi
hambatan (drag) yang berkaitan dengan terbang
dengan kecepatan tinggi.
PENAMPANG
FUSELAGE / BODY
• Pada Airliner,
• Para Pilot duduk di cockpit di bagian depan fuselage. • Penumpang & barang
(kargo) dibawa di bagian belakang dari Fuselage.
• Bahan-bakar (fuel) biasanya dimuat di sayap, ada pula rancangan yang memuat BBM di fuselage (mis.
Pesawat Fighter).
6
7
• Untuk Pesawat Tempur (fighter airplane): cockpit –
biasanya diatas fuselage, senjata (weapons) – dibawa di sayap (wing); BBM dan mesin pesawat (engines and fuel ) – terdapat dibagian belakang fuselage.
• Berat (
weight
) pesawat udara - didistribusikan ke
sepanjang pesawat udara tsb. Fuselage, berikut
penumpang (pax) dan kargo – merupakan bagian
yang berarti dari berat pesawat.
• Titik berat
(center of gravity
) dari pesawat udara –
ialah tempat kedudukan rata-rata dari Berat dan
biasanya terletak didalam fuselage.
• Selama penerbangan, pesawat udara berputar
(rotasi) terhadap C.G. (titik beratnya), karena torsi/
puntiran (torque) yang ditimbulkan oleh
elevator
,
rudder
, dan
ailerons
.
• Fuselage harus dirancang-bangun cukup kuat agar
mampu memikul beban torsi ini.
Fuselage (Body)
& Fungsinya:
FUSELAGE adalah: Badan Pesawat Terbang
yang dirancang untuk
Tempat :
1. Pengendalian Pesawat (cockpit / pilot
compartment pada Nose Fuselage)
2.
Melindungi dan Memuat Penumpang, Barang /
cargo (Passenger Cabin dan Cargo
compartment), controls, crews (awak pesawat),
accessories, dan equipments / peralatan lainnya;
3. Memasang Wing, Tail, dan Landing Gear (Roda
Pendarat).
{Note: Landing gear dapat pula dipasang di wing}.
FUSELAGE /BODY
– Fungsinya
– (sambungan) :
4. Tempat pemasangan & support bagi Mesin
pada single-engine aircraft (pesawat terbang
bermesin tunggal).
– Pada multi-engine aircraft (pesawat
bermesin ganda), engine bisa dipasang di
fuselage, atau di wing, atau di tail.
• Non-Aerodynamic Surface – bukan penghasil
gaya angkat.
Types of Structures
- Fuselage
11 1: Subsonic 2: High-speed / supersonic 3: High-capacity subsonic 4: High-maneuverability supersonic 5: Flying boat 6: HypersonicMach Number
Speed of sound at sea level = 340.29 m / s
Ada 3(tiga) Tipe Konstruksi Fuselage,
secara
garis besar, yang pernah digunakan, yaitu
Tipe Konstruksi :
1. Geodetik atau Geodesik (Geodetic /Geodesic);
2. Rangka batang /Pipa (
Truss /Frame Type
);
3. Stressed Skin Structures: Monocoque
dan
Semi-monocoque
.
Klasifikasi
Fuselage
berdasarkan
Cara Perpindahan
Tegangan
(stresses) yang diterima oleh
strukturnya.
13
1. Konstruksi
Geodetik
(
Geodesic
atau
Geodetic
)
Geodesic airframe (atau geodetic) – adalah tipe konstruksi untuk rangka pesawat udara, yang :
• Menggunakan kerangka ruang (space frame ) yang
dibentuk dari bagian struktur pemikul beban, yang
di-anyam menyilang secara spiral, seperti keranjang / kurungan ayam.
• Prinsipnya adalah – dua busur/lengkungan bola dunia (geodesic arcs) berpotongan membentuk suatu
permukaan lengkung /curving surface (the fuselage).
14
1. Konstruksi Geodetik (Geodesic or Geodetic) – (samb). Metode Konstruksi Geodesik utk rangka pesawat terbang
(airframe) – pertama kali dikembangkan oleh Barnes Wallis, seorang aeronautical engineer dari Inggris, Ter-inspirasi dari pengalaman sebelumnya menggunakan
geodesic wiring harness untuk memegang kantong-gas
(gasbags) pada konstruksi kapal udara (airship)
komersial, yang pernah di-rancangnya, pada masa Perang Dunia (PD)-1 ke PD-2.
Konstruksi tipe ini digunakan juga untuk Wing (sayap) pesawat Thalman T-4 . (Lihat skets-berikut).
15
1. Konstruksi Geodetik (
Geodesic
or
Geodetic
) –
(samb).
Sekarang, Tipe konstruksi Geodetik –
SUDAH TIDAK
DIPAKAI LAGI.
Karena
:
Manfaat dari konstruksi geodesic sebagian
diimbangi oleh kesulitan memodifikasi struktur
fisik pesawat untuk memungkinkan perubahan
panjang, profil, bentangan sayap (wing-span),
kesulitan inspeksi, dsb.
Geodetic Aircraft Structure
Geodesic Airframe
Vickers Wellington Mark X, HE239 'NA-Y', of No. 428 Squadron RCAF; dated 9 April 1943. [Pesawat militer – pembom Inggris.
Kain Linen penutup rangka (doped
fabric skin) –
terbakar habis sewaktu perang dunia (PD-II), dan pesawat mendarat dengan selamat.
Konstruksi Geodesic Airframe
19
Bagian dalam Fuselage, dilihat ke-arah
belakang.
Detail konstruksi Geodetik – Fuselage (bahan kayu)
Vickers Warwick Geodesic fuselage.
20
Rear Fuselage airframe (Warwick airfraft) terbuat dari konstruksi Geodetik dari bahan Duralumin
2. Truss- atau Framework
Type
–
umumnya dipakai untuk pesawat udara ringan
(light) dan tidak bertekanan (non-pressurized).
3. Stressed Skin Structure
(struktur kulit
yang diketatkan /cangkang-tertekan):
a. Monocoque
(Bhs Perancis: hanya cangkang / “single shell only”)b. Semi-monocoque
( kulit yang diperkuat / “stiffened shell” )21
TYPES OF FUSELAGE CONSTRUCTION
2. Truss Fuselage construction
• Pratt truss • Warren truss 3. Stressed-skin Structure • Monocoque • Semi - Monocoque 4. Pressurized Structure
1. Truss-type Structures
• Had struts and wire-braced wings • Occupants sat in open cockpits • Cockpits fabric-covered
2. Stressed-skin Structures (struktur kulit yang
diketatkan)
• All of the structural loads are carried by the skin. • Thin wood skin
• Or aluminum-alloy sheets (skin)
23
•metal tube truss
construction
•Welded thin-walled
metal tube
• covered with fabric
• lighter weight and
stronger
•Occupants sat in
open cockpits
11/7/2016 Author: Harry L. Whitehead 25
1. TRUSS or FRAMEWORK
TYPE of Aircraft
FUSELAGE CONSTRUCTION
•Pratt Truss
Konstruksi Fuselage – tipe Truss:
Truss-type fuselage Construction
.
27
Jack Northrop (Lokheed S-1 Racer)
• Fuselage dari Struktur pesawat
– dapat dianggapsebagai sebuah:
– Balok arah memanjang (lengthwise beam) dan – Berpenampang Tabung (tube) atau Cincin (ring or
hoop) .
• Dalam Teori Balok (beam theory), fuselage di-rancang untuk dapat menahan beban dalam satu bidang atau lebih.
• Awalnya, oleh Octave Chanute: 1832-1910, fuselage
di-rancang berdasarkan teori Balok (beam theory), belajar
dari konstruksi jembatan atau rangka batang (
braced-box structure). 28
• Empat (4) buah Longerons –
ditempatkan pada
keempat sudut Fuselage , untuk memikul
sebagian besar beban Tekan/kompresi &
beban Tarik /tensi (compressive & tensile
loads).
• Kekurangan utama dari struktur rangka batang
(Truss) – adalah bentuknya tidak aerodinamis
(streamlined shape).
29
• Rigid framework (kerangka yang kaku) terdiri
dari beams, struts, bars, dan wires (kawat)
untuk menahan deformasi (perubahan
bentuk) akibat beban yang bekerja (applied
loads).
• Open Truss Structure (Rangka Batang)
–
digunakan pada tipe rancangan (design)
pesawat lebih tua – konstruksi-nya terbuat
dari kayu (wood), baja (steel), atau pipa
(tubing) aluminium.
30
1. Truss-or Framework
Types of
1. Truss-Type Fuselage Frame
(rangka batang)
• Pipa memanjang, disebut longerons, terbuat dari Baja atau Aluminium (steel or aluminum tubing), di las
ditempat untuk membentuk kerangka kokoh
(well-braced framework).
• Batang penyangga (struts) Vertical dan horizontal – di-las ke longerons menjadi bentuk struktur segitiga atau persegi bila dilihat dari belakang, yang disebut Rangka
Batang (trusses).
• Tambahan penopang (struts & wires) – diperlukan untuk menahan tegangan yang mungkin datang dari berbagai arah.
31
1. Truss-Type Fuselage Construction
1. Truss-Type Fuselage Construction
(konstruksi rangka batang)
• Untuk mengurangi berat maka pesawat kecil
menggunakan pipa aluminium (aluminium alloy) yang di rivet atau di-sekrup menjadi satu bagian dengan
bagian lain yang berhadapan membentuk rangka / kerangka.
• Strength and rigidity (Kekuatan dan Kekakuan/ rigiditas) – diperoleh dari pengelasan pipa-pipa (menyatukan pipa dengan las) tsb.
• Truss-framed fuselage (fuselage rangka batang) -
biasanya dibungkus dengan fabrik/kain dan diberi dope (cairan penguat) untuk memberikan bentuk halus
(smooth aerodynamic shape).
11/7/2016 Author: Harry L. Whitehead 33
Structures That Hold People:
To protect the crew and passengers, withstand the
stresses created in flight and landing, and mount all
other major components
•Truss
•Pratt
•Longerons
•Struts
• Pesawat lama/jaman dulu • Struktur dari Kayu atau Metal • Bobotnya berat
• Sulit untuk dibuat “streamline” • Box dengan longerons tubular
(pipa)/atau batang pejal + batang vertikal
Diagonal members of tubing or solid rods
Longerons + only Diagonal Members
Force transfer to every others structure Capable to carry tension + compression Reduce amount of webs work
More space , strength , rigidity Better streamline
WARREN TRUSS
35 Bagian kekuatan utama dari konstruksi rangka Warren adalah 4-buah Longeron.Structures That Hold People:
To protect the crew and passengers, withstand the
stresses created in flight and landing, and mount all
other major component
s•Truss
•Warren
•Metal
Warren Truss Structure of an airplane
Four longerons Stringers
2. Stressed Skin Type
a) Monocoque
Rancangan dari Konstruksi Fuselage Type Monocoque (single shell) mengandalkan pada kekuatan skin atau penutup (covering) untuk menahan beban/tegangan utama.
Rancangan (design) ini dapat dibagi menjadi tiga
(3) kelas:
1. Monocoque
2. Semi-monocoque, atau
3. Reinforced Shell (cangkang yang diperkuat)
• Tipe struktur fuselage yang paling populer /paling
banyak digunakan oleh pesawat udara masa kini, adalah: • Monocoque (French for “ single shell ” atau “hanya
cangkang”) dan Semi-monocoque.
39
Stressed – Skin Type
Fuselage Construction
BEDA -
Struktur Konstruksi
MONO - & SEMI-MONOCOQUE
• Monocoque
• Virtually no internal framework
• (Nyaris tidak ada kerangka didalamnya)
• Semi-monocoque
• Internal arrangement of formers and
stringers is used to provide additional
rigidity and strength to the skin.
• (Susunan dalam dari formers dan stringers
digunakan untuk memberikan tambahan
kekakuan dan kekuatan kepada skin)
• Fig.1-3 : Struktur pesawat
dengan kulit yang
diketatkan , yang pertama kali (The fist stressed-skin
a/c structure ) – pada
lapisan diluar terbuat dari kayu tipis yang dibentuk dengan cetakan beton (concrete molds).
41
Stressed – Skin Type
Fuselage Construction
MONOCOQUE
In this method, the exterior surface of the fuselage is also the primary structure. A typical early form of this was built using
molded plywood.
A later form of this structure uses fiberglass
cloth impregnated with
polyester or epoxy resin, instead of plywood, as the skin.
(Bhs Perancis) Monocoque : artinya Hanya cangkang (shell only)
Rancangan / design monocoque hanya memakai kulit
yang diketatkan atau cangkang bertekanan (stressed
skin) untuk menahan hampir semua beban-beban
primer (twisting dan bending).
Struktur ini dapat sangat kuat tetapi tidak dapat
menahan penyok atau deformasi pada permukaannya.
Ciri khas ini dapat dengan mudah diperagakan oleh
kaleng aluminium tipis dari kemasan minuman ringan:
y.i. Dengan memberikan gaya yang cukup besar pada
ujung-ujungya tanpa menimbulkan kerusakan.
MONOCOQUE
–
MONOCOQUE
Type of Fuselage Construction:
45
Tetapi, jika sisi dari kaleng penyok sedikit saja, kaleng tsb akan rusak (collapse) dengan mudah.
Monocoque
Fuselage Construction
Konstruksi Monocoque murni – terutama terdiri dari :
Skin, Formers assy, dan Bulkheads.
Formers dan Bulkheads memberikan bentuk bagi fuselage, tapi
• Pure Monocoque shell (Cangkang Monocoque Murni) – adalah sebuah tabung sederhana berdinding tipis yang tak berpenguat (unstiffened thin tube).
• Konstruksi ini tidak efisien – karena lembaran dinding tipis yang tidak berpenopang (unsupported thin
sheets) adalah tidak stabil terhadap tekanan
(kompresi) dan geseran (shear).
• Untuk men-support & menstabilkan skin – diperlukan batang penguat / pengaku (stiffening members),
frames, bulkheads, stringers dan longerons.
• Sejak tahun 1930-an – diperkenalkan struktur
konstruksi pesawat udara SEMI-MONOCOQUE.
47
MONOCOQUE
SEMI-MONOCOQUE
This is the Preferred method of constructing an all-aluminum fuselage.
1. First, a series of frames in the shape of the fuselage cross sections are held in position on a rigid fixture, or jig. These frames are then joined with lightweight longitudinal elements called
stringers.
2. These are in turn covered with a skin of sheet aluminum, attached by riveting or by bonding with special adhesives.
Most modern large aircraft are built using this technique, but use several large sections constructed in this fashion which are then joined with fasteners to form the complete fuselage. 48
Cara Membangun Struktur Fuselage tipe Semi-monocoque:
Figure 1-17. The most common airframe construction is
semimonocoque.
Konstruksi Struktur Fuselage
SEMI-MONOCOQUE
Type of Fuselage
Construction:
Reinforced Shell (Cangkang yang
SEMI–MONOCOQUE
Structure
Skin & Stringer dari wing dan fuselage:
• Fungsi (guna)-nya sama / ekivalen.
Lightening Holes
Semi-monocoque structure memakai Substruktur –
untuk melekatkan lembaran tipis (
skin
) pesawat,
yang berfungsi sebagai penguat atau pengaku skin:
– Arah Memanjang (Longitudinal Stiffening member
yang disebut Longeron, jika hanya beberapa, dan
Stringers, jika kecil-kecil dan banyak), dan – Bulkheads dan/atau formers : Penguat arah
Melintang (Transverse Frames atau Ribs /rusuk)
dengan berbagai ukuran – yang gunanya adalah untuk menahan beban-beban geser (Shear), tekan (Compression), dan tarik (Tension).
52
• Bagian utama (main section) Fuselage juga termasuk tempat sambungan sayap (wing attachment point), dan Firewall.
• Pada Pesawat Bermesin- Tunggal, mesin (engine) biasanya dipasang pada bagian depan fuselage.
• Terdapat Partisi Anti-api (fireproof partition) antara bagian belakang mesin dan the cockpit atau kabin
untuk melindungi Pilot dan Penumpang dari kebakaran mesin yang tidak sengaja.
• Partisi ini disebut Firewall dan biasanya terbuat dari
bahan tahan panas (heat-resistant material) seperti
stainless steel.
53
Fuselage Structures
55
3. Pressurized Fuselage
Structure
REINFORCED SHELL
– construction:
•
This is the most commonly used structure in modern all-metal aircraft.•The shape is provided by
Bulkheads, Formers, and Stringers, but
•The structure is reinforced with
Longerons that help carry the
Loads.
•A sheet-metal skin riveted over the structure – carries a major portion of the flight loads.
•High altitude flight
•Since 1930s:
3. PRESSURIZED FUSELAGE
3. Pressurization:
CABIN PRESSURIZATION — A condition
where pressurized air is forced into the
cabin simulating pressure conditions at a
much lower altitude and increasing the
aircraft occupants comfort.
3. Pressurization:
Bertekanan
(Pressurized)
– artinya bahwa
udara dipompa kedalam kabin sesudah
lepas-landas (takeoff) dan ditetapkan perbedaan
tekanan antara udara didalam kabin dan udara
diluar kabin.
• Perbedaan Tekanan Udara ini (disebut
pressure differential,
) – diatur dan
dipertahankan.
3. Pressurized Aircraft Structure :
• Banyak Pesawat modern beroperasi lebih
efisien di tempat yang tinggi (high altitudes)
dan memiliki laju pendakian dan penurunan
yang tinggi (high rate of climb and decent).
• Agar penumpang, awak pesawat dan awak
kabin dapat berfungsi secara normal di
ketinggian, y.i:
– Bernafas, tanpa perlu tambahan oksigen (O ) dan – Bergerak leluasa dikabin, tanpa peralatan khusus,
3. Pressurized Aircraft Structure :
• Maka kabin harus bertekanan (pressurized).
• Kekurangan oxigen disebut hypoxia,
menyebabkan pengurangan kemampuan
untuk berkonsentrasi, hilang kesadaran, dan
klimaxnya hilang nyawa (kematian).
• Sampai dengan ketinggian 10.000 ft (≈ 3,3 km) tekanan udara dan jumlah oksigen diudara masih mencukupi untuk manusia untuk beroperasi tanpa banyak masalah.
• Diatas ketinggian ini, kekurangan oksigen menjadi nyata. Sistim tekanan udara di Kabin pesawat di-rancang untuk menghasilkan kondisi setara dengan atau lebih kurang dari ketinggian 8.000 feet (2,6 km). • Pada kondisi ini penumpang dan awak kabin masih
merasa nyaman, tanpa perlu tambahan oxigen.
dmg/Dec/2009 63
3. PRESSURIZED FUSELAGE
• Fuselage - adalah struktur utama pada pesawat terbang yang memikul Beban Muatan ( Payload, spt: penumpang, barang/cargo); flight crew: (awak pesawat, awak kabin), peralatan, dan accessories.
• Struktur pesawat bertekanan (pressurized aircraft structure) – harus mampu memikul Beban dan/atau Tegangan-tegangan Axial dan Hoop.
• Tegangan Axial atau Longitudinal terjadi di fuselage yang bertekanan ( presurrized ) yang cenderung memanjangkan struktur fuselage.
• Hoop atau Circumferential stresses – terjadi akibat
pembebanan internal pressure pada fuselage dan
cenderung mengembangkan penampang fuselage kearah radial.
Hoop atau Circumferential stresses
Hoop (
Circumferential
) Stress
:
• adalah Tegangan yang biasanya dirasakan
pada dinding suatu struktur seperti tabung
(contohnya: fuselage).
• Bekerjanya secara tangensial terhadap
perimeter (garis keliling) dari bagian yang
Pressurized & Un-pressurized Areas
F
USELAGE
S
TRUCTURAL
E
LEMENTS
:
Detail :
a. Pressure Bulkheads b. Keel Beam
c. Longeron, dan/ Stringer (kecil-kecil tapi banyak) d. Floor Beam
e. Skins /Plates
f. Fuselage-to-Wing attach Fittings g. Gear-to-Fuselage attach Fittings h. Door Hinge (on Fuselage)
i. Fuselage Panels
1/25/2011 69
FUSELAGE –
terdiri dari :bagian-bagian yang fungsinya hampir sama dengan Wing sub-assy.
• Bedanya adalah Pembebanan yang diderita oleh Fuselage:
– Beban Tekanan Aerodynamik pada fuselage relatif rendah,
– Fuselage men-support berbagai beban terpusat (concentrated loads) yang besar, seperti: reaksi
wing, reaksi tail-plane, reaksi Landing gear, payloads, cargo, engine, dll.
– Beban internal pressurization di dalam cabin.
FUSELAGE STRUCTURAL ELEMENT
& Fungsi-Fungsinya:
FUSELAGE sebagai sebuah BEAM – meliputi :
– Longitudinal elemen (longerons dan stringers),
– Transverse elemen (frames,formers dan bulkheads), dan – Kulit /penutup luarnya (external Skins).
LONGERONS – memikul sebagian besar (mayoritas)
Bending Moment dari fuselage, dan
– Dibebani oleh gaya axial akibat momen bending.
FUSELAGE SKIN – memikul Gaya Geser (Shear) akibat
aplikasi gaya-gaya external transverse dan torsi, dan cabin pressure.
(sedangkan di wing dipikul oleh rib dan spar web).
STRINGERS – selain menstabilkan skin juga memikul
gaya axial akibat momen bending.
70
FUSELAGE STRUCTURAL ELEMENT
& Fungsi-Fungsinya:
1/25/2011 71
FRAMES -
ada dua macam, y.i :
a. Frame atau Ring / former, dan
b. Bulkhead – jika semua atau sebagian besar
permukaan-nya tertutup. Lebih tebal & kuat dari ring Contoh: pressure bulkhead.
A.
Fungsi Frames
– adalah untuk :
– Mempertahankan bentuk fuselage (cross sectional shape).
– Mentransfer/menyalurkan Beban Lokal (edge-load / local
load) yang tinggi ke skin atau shell.
– Menjaga agar tidak terjadi general atau overall
instability (buckling) seperti halnya ribs pada wing.
FUSELAGE STRUCTURE
& Fungsi-Fungsinya:
B. Bulkheads
–
• Sering dibangun sebagai web yang pejal atau
tertutup (as solid webs), meskipun web dengan
lubang akses atau rangka batang (access holes
or trusses) juga digunakan.
• Ditempatkan di titik aplikasi beban terpusat,
(wing-fuselage attach fittings), L/G attach, dll)
Contoh :
• Pressure bulkheads, MLG Bulkhead,
FUSELAGE STRUCTURE
& Fungsi-Fungsinya:
(a) Panel Instability
73
(b) General Instability (General Buckling)
Two Basic Types of Frames
75
(a) Former Frame
Fuselage Structural Members /
Components & Fungsi-fungsinya
a) Skin & Stringer dari wing dan fuselage: -fungsi (guna)-nya adalah sama / ekivalen. Stringer memperkaku & menopang skin dari tekuk (buckling), sama spt
longeron tapi lebih ringan.
b) Longeron, dan Stringer : fungsinya mirip dengan wing
beam cap (spar flange) dan stringer : memikul beban
axial akibat bending;
c) Frames: anggota /member yang melintang, biasanya berbentuk ring (gelang) atau hoop (lingkaran)
fungsinya untuk – menahan beban shear dan memperkaku & membentuk fuselage.
• Di high stress area, frame dipasang dengan jarak yg
rapat dan konstruksinya mungkin lebih tebal.
Fuselage Structural Members /
Components & Fungsi-nya :
d) Bulkhead :
• Frame utama (mainframe) gunanya untuk menahan beban geser dan memberi bentuk pada fuselage.
• Permukaan solid / pejal, tapi mungkin ada pembukaan (cut-out) untuk pintu (door) & hatches.
• Sebagai pembatas daerah bertekanan – untuk pesawat
bertekanan (pressurized aircraft), y.i. front & rear pressure bulkheads. Bentuknya flat (rata) atau curve (melengkung) untuk menahan internal pressure.
Fuselage Frames/ rings/ bulkheads: fungsinya ekivalen
dengan ribs di wing; kecuali tekanan udara (air loads) pengaruhnya lebih besar terhadap design wing-rib dari pada thd fuselage.
Fuselage Structural Members /
Components & Fungsi-nya :
Fuselage Structural Members
/Components & Fungsi-nya :
Pressure Bulkhead
Dome Type
79 Typical Pressure Bulkheads
The Aft Pressure Bulkhead – is a component of
all large commercial
aircraft
.
• It is an airtight
bulkhead
located between the
cabin and the
tail
of the aircraft.
• Its purpose is - to seal the rear of the plane
and thus maintain cabin pressure, and as such
it is a vital part of the aircraft.
Fuselage Structural Members /
Components & Fungsi-nya :
Aft pressure bulkhead -
Boeing 747
81
The aft end of the interior of NASA's Boeing 747 Shuttle Carrier Aircraft. The aft pressure bulkhead is the white circular component,
and its web-like structure led a humorous NASA technician to add a large stuffed spider to the decor.
Fuselage Structural Members /
Components & Fungsi-nya :
Aft Pressure Bulkhead Fwd Pressure
Aft pressure bulkhead -
Accident
•
Japan Airlines Flight 123
crashed after a
catastrophic failure
of the aft pressure
bulkhead.
• The failure occurred due to faulty repair of
the bulkhead, when a double row of
rivets
was replaced by a much weaker single row.
• Failure of the bulkhead damaged hydraulic
pipes passing through.
Rear pressure bulkhead B747 Diagram of
correct and incorrect repairs of (Bulkhead Repair JAL Fl#123)
Aft pressure bulkhead -
Accident
INCORRECT Repair
CORRECT
Floor Structures:
Floor Structures:
On Small aircraft – floors are :
• Simply an Al alloy panel riveted to horizontal
cross members, and
• Strengthen locally to support seats, controls
and cockpit equipments,
• May be painted black to reduce internal glare,
and on some a/c it may be carpeted. The
carpet either being a close fit, or fitted with
press studs, or bonded to the floor panel.
On Larger aircraft – The Floor – :
• Is the structure separating the Cabin area from the Baggage area or Cargo hold. This means that – it may nor have additional supports over much of its width from wall-to-wall.
• Subjects to considerable bending stress.
• May be made of Aluminum alloy or Carbon Fiber (CF) composite or metal honeycomb. This gives the floor reasonable thickness ( to resist bending loads) and to support it on cross-members (beams) usually made of Aluminum alloy.
• Usually of I – section, or made up of : top & bottom members separated by web members.
For Passenger aircraft
– The floor :
• Will house
seat rails
, and have provision for the
fitting of carpets.
On Pressurized a/c – the floor area/side wall
area contain
pressure equalization holes/vents
(dado panels),
to allow pressure to equalize
between the Pax area and cargo bay – area.
• Has emergency lighting fitted to assist pax
crawling to an exit – in a smoke filled cabin (some
a/c have emergency lighting is fitted to isle seats.
Pressure equalization holes/vents
(dado panels)
Fitted to the underside of Floor Structure :
• Equipment cables, ducting, control cables,
pipelines, electrical cables, smoke detectors,
and fire proofing (mandatory for cargo bays).
• Cara Pembuatan (Construction) Struktur Fuselage
ada beberapa macam, contohnya :
– Modular / sectional
– Panelisasi (Panelization)
• Modular /sectional : setiap modul dibuat
(manufaktur) tersendiri dan kemudian
digabungkan (di rakit /-assembled);
• Panelisasi : Panel skin & stringers dibuat &
di-sub-assy lebih dulu, kemudian di gabungkan dengan
frames, bulkheads, dst.
Methods of Fuselage Construction
Methods of Fuselage Construction
• Cara Pembuatan (Design & Construction)
Struktur Fuselage – dibagi menjadi beberapa
section (modul), tergantung ukurannya.
– Seperti : Nose Section, Forward Section, Center /
Mid Section, Rear /Aft Section.
• Pada pesawat kecil – umumnya dibagi menjadi
dua atau tiga section (bagian).
• Pesawat lebih besar – terdiri dari beberapa
bagian s/d enam bagian /section/module.
95
Gambar 2. Struktur Pesawat Bermesin-Ganda, Turbine-powered
NOSE RADOME MAIN L / GEAR MAIN L / G FAIRING NOSE L / GEAR NOSE FUSELAGE CREW DOOR ENGINE C. FUSELAGE C. WING INBOARD FLAP R. FUSELAGE LH. O.W L. EDGE LH. OUTBOARDFLAP LH. AILERON O. WING BOX WING TIP RAMP DOOR PORT DOOR REAR CONE ELEVATOR END CONE RUDDER V. STABILIZER O. WING
WING BODY FAIRING
DORSAL FIN
MANUFACTURING WORK SHARING
IPTN (PTDI) CASA IPTN / CASA
Methods of Fuselage Construction
Methods of Fuselage Construction
Struktur Fuselage Pesawat Kecil – dua sampai tiga section /modul
Radome
Fig.11.7.17 (b)
:
B747F – Door in
Fuselage Nose
Frame / Former Front Pressure Bulkhead
Wing – Fuselage Intersections /
Attachments :
Configurations of Wing (Mainplane) and
Fuselage Intersection:
(a) High Wing:
– Wing-to-fuselage joined by Truss Links ; – Carry – through Section
(b) Low Wing: Carry – through Section
(c) Mid Wing: Carry – through Section
(d) Mid Wing : integral unit of fuselage bulkhead
and wing spar.
Wing – Fuselage Intersections
(a) High wing (b) Low wing
(c) Mid-wing (d) Mid-wing
Wing & Fuselage Intersections
105
MLG Bulkhead
Center Fuselage Floor Panel
107
Frame of Body
Retaining Cap
Sleeve Bearing
Lock Clamp
Wing/Body Rear Attachments
Lock Clamp Sleeve Bearing
Forward Fitting
Wing/Body Forward Attachments
A Method of Attachment
Rear Fitting
Wing /Body Joint
• Following Figure shows the fuselage center
section floor beams (at the intersection of wing
and fuselage) – which is typical for passenger
transport airplanes.
• Because of the wing box, all floor beams are
running longitudinally, which not only support
floor Loads but also stabilize the wing upper
cover panels.
• Seat tracks are installed right on top of these
beams and also act as beam caps.
Fuselage Center Section
109
(b) Low Wing
Wing – Fuselage Intersections
Wing & Fuselage Intersections
Mid Wing and Fuselage Connection
111
• Shown in Figure below :
– Wing box (center section) goes through the middle of fuselage;
– Main landing gear wheel well area is provided in the fuselage where the gears can be retracted into the fuselage;
• The load carried by the lower half of the
fuselage skin/stringer panel in the forward and
aft fuselage is concentrated in large longitudinal
members (called
keel beam longerons
).
Keel Beam (or Keelson beam) – is the most
highly loaded
structure in the fuselage and is
designed for:
• Transporting low-wing airplane Loads,
• Carrying large Fuselage bending moment
which occurs in the MLG wheel well area
where the lower half of the skin/stringer
panel is missing.
113
115
Fig. 11.5.11 Triangular Torque Box Keel beam
Design with Breather Web
AIRCRAFT GENERAL DESCRIPTION
REAR CARGO / RAMP DOORS
117
Ramp Door
Vertical Stabilizer – Aft Fuselage
Intersections
Fig. 11.6.3 Configurations of Vertical Stabilizer (Fin) and
Vertical Stabilizer – Aft Fuselage
Intersections
Fig. 11.6.3 Configurations of Vertical Stabilizer (Fin) and
Empennage – Aft Fuselage
Intersections
Configurations of
Horizontal Stabilizer
(Tailplane)
and
Aft
Fuselage
Intersection:
(a) Permanently fixed Mount
(b) Variable – incidence Mount
(c) All-moving Tail (Flying Tail) Transport
Horiz. Stab – Aft Fuselage Intersections
Fig. 11.6.1 Configurations of Horizontal Stabilizer (Tailplane)
Penampang FUSELAGE / BODY :
• Airliner/ maskapai penerbangan sipil
mempunyai penampang fuselage yang lebih
lebar agar dapat membawa penumpang
sebanyak mungkin.
• Pada airliner, para pilot duduk di cockpit di
bagian depan fuselage. Penumpang & cargo
(barang) dibawa di bagian belakang dari
Fuselage.
Untuk Pesawat Tempur (fighter plane): cockpit biasanya terletak diatas fuselage, senjata (weapon) dibawa di
Wing. Mesin dan bahan bakar minyak (BBM) ditempatkan pada fuselage bagian belakang .
Penampang Mil Cargo Transport
AIRCRAFT GENERAL DESCRIPTION
INTERIOR ARRANGEMENT
Cockpit Boeing B-777
129
Windshields
Tail Skid
• A high energy absorbing aircraft tail skid
assembly for protecting an aircraft fuselage
lower skin portion from damage in the event
of a tail strike due to over rotation on take-off
of the aircraft.
• Fitted to some wheeled aircraft – to prevent
damage to the rear fuselage during high
nose-up attitude take-off or landing
131
Tail Skid
10 – Tail skid assembly 12 –The fuselage
Tail Skid
An example of major tail-strike incident
133
Image: Major tail-strike damages to a Singapore airlines B747.
This incident was the result of the first officer mistakenly entering an aircraft weight figure 100 tonnes lighter than that of the aircraft into his take-off speed calculations.
The captain then failed to pick up the error when he checked the calculation, the second officer did not check it and all three pilots failed to notice the difference between their own calculation and that of the flight management computer.
As a result, the captain "rotated" the plane to a takeoff angle at 123 knots (221km/h) rather than the correct 151 knots (272km/h).
With the plane failing to take off, it tilted 4 degrees more than normal, resulting in its tail striking the runway and dragging for 490m. Source: Singapore Airlines tail-strike incident blamed on pilots - National - NZ Herald News
Aircraft Interior:
Passenger Cabin
Delta Airlines : Aircraft Interior Boeing 737-800 aircraft, (a/c capacity 160 seats), Coach class with audio/video entertaintment system
A Brand-new Airbus A320 from Virgin America, had mood lighting and in-seat entertainment centers
Business Jet Aircraft
Interior
Seat belt Business Class Cabin
cockpit
overhead stowage bins
The galley
Lavatory
Different parts of the aircraft A310
Sink /wash basin
cabin floor space.
Flight Deck &
Passenger Cabin Window
Flight Deck Windows / Windshields
–fitted to pressurized aircraft must withstand both: – Pressrization Loads, and
– Impact Loads from Bird-strikes.
• § 25. 571(e): The aircraft, and therefore by implication the
windscreen, must be capable of continued safe flight and
landing after impact with a 4 lb (2 kg) bird when the velocity of the aeroplane is equal to Vc (design cruise speed) at sea level, or 0,85 Vc at 8000 ft, which ever is the most critical, i.e. The windscreen must be able to withstand impact under
Passenger Cabin Windows
– are :
– Designed to be “fail-safe” and
– Normally have two panes of acrylic plastic mounted in an airtight rubber seal into a metal window frame. – The inner and outer panes are each capable of
taking the full cabin pressurization load. If one panel fails the other will prevent loss of cabin pressure.
Flight Deck &
Passenger Cabin Window
Sistem Penomoran
Lokasi Kerangka Pesawat Terbang
151
Airframe Location
Location Numbering Systems
Typically used by many a/c manufacturers :
1. Fuselage Stations (Fus.Sta atau F.S)
2. Buttock Line atau Butt Line (B.L)
3. Water Line (W.L)
4. Aileron Station (A.S)
5. Flap Station (F.S)
6. Nacelle Station (N.C atau Nac.Sta)
(see definitions in AC 65-15A, Ch.1, pg: 6. For another’s a/c numbering systems ref. to manufacturer’s SRMs)
Typical station diagram
Figure 1-8: Fuselage Stations
153
Figure 1-4: berbagai Fuselage
Stations pada pesawat terbang
155
• A method of locating components on a/c must
be established in order that maintenance &
repairs can be carried out.
• This is done by identifying reference lines and
station numbers for fuselage, wing,
empennage, etc.
• Station numbers (Sta) and and waterlines (WL)
are a means of locating airframe structures and
components.
157
Fuselage Station Lines
– are determined by
reference to a zero datum line (fuselage station
0.00) at or near the forward portion of the a/c as
defined by the manufacturer.
• Station numbers - are given in inches (mm) :
– Forward (negative and given “–” or “minus” sign)
or
– Aft (positive with a “+” or plus” sign) of the zero
datum.
Station numbers (Sta) and and waterlines (WL)
are
a means of locating airframe structures and
components.
Location Numbering Systems
Typically used by many a/c manufacturers :
1. Fuselage Stations (Fus.Sta atau F.S)
2. Buttock Line atau Butt Line (B.L)
3. Water Line (W.L)
4. Aileron Station (A.S)
5. Flap Station (F.S)
6. Nacelle Station (N.C atau Nac.Sta)
(For another’s a/c numbering systems ref. to manufacturer’s SRMs)
Location Numbering Systems
– Definitions
Typically used by many a/c manufacturers :
(see definitions in AC 65-15A, Ch.1, pg: 6. For another’s a/c numbering systems ref. to manufacturer’s SRMs)
1. Fuselage Stations (Fus.Sta. atau F.S.) or Body Station (B.S) - are:
Numbered in inches (or mm) from a ref. or zero point – known as a ref. Datum;
2. Buttock atau Butt Line (B.L.) – is : a width
measurement Left or Right of, and parallel to, the vertical center line,
3. Water Line (W.L.) – is : the measurement of height
in inches (or mm) perpendicular from a horizontal plane located a fixed number of inches below the bottom below the bottom of a/c fuselage.
Location Numbering Systems
– Definitions
Typically used by many a/c manufacturers :
(see definitions in AC 65-15A, Ch.1, pg: 6. For another’s a/c numbering systems ref. to manufacturer’s SRMs)
4. Aileron Station (A.S.) – is measured outward from, &
parallel to, the inboard edge of the aileron,
perpendicular to the rear beam of the fuselage.
5. Flap Station (F.S) – is measured perpendicular to rear
beam of the wing, and parallel to, and outboard from the inboard edge of the flap.
6. Nacelle Station (N.C atau Nac.Sta.) – is measured
either forward of, or behind the front spar of, the wing
and perpendicular to the designated water line.
FUSELAGE STRUCTURE
Aloha Fuselage – Kerusakan akibat
Fatigue
165
•Aloha Airlines “Patio Seating” Boeing 737-297 •April 28, 1988
Dornier Do X, Kapal yang dapat Terbang
Sejarah penerbangan mencatat Dornier Do X buatan Lufthansa, sebuah flying
super-boat yang berangkat dari ide pulp-fiksi yaitu kapal laut yang dapat terbang. ‘Kapal’ yang benar-benar terbang ini dibuat di Jerman pada tahun 1929 dan
dijuluki Flugschiff. Dengan 14 orang awak dan kapasitas lebih dari 100
seorang insinyur Jerman sedang mengoperasikan dua belas mesin
Pengembangan Pesawat Masa
Depan
(Future A/c Development)
Future A/c Development – 2050*
• Airbus Industrie – mengumumkan di ajang Paris
Airshow, Juni 2011, konsep design pesawat penumpang masa depan (futuristik) dengan material yang tengah di-riset/kembangkan:
– Dinding fuselage yang transparan, terbuat dari
bahan: biopolymer membrane (yang dapat
mengatur takaran cahaya, kelembaban dan suhu
udara di-kabin yang kira-kira pas untuk penumpang).
– Kursi penumpang (pax seat): terbuat dari morphing
material atau bionic structure, dilengkapi dengan
sirkuit elektronik pengingat (memory) – merekam
data bentuk permukaan kursi yang disukai penumpang.
Transparan Fuselage masa depan (th 2050)
171 Ref. Majalah Angkasa, no. 12/12-9-2011
Transparan Fuselage masa depan (2050)
173
Pax Seat – masa depan (AIRBUS)
Kursi Pintar :
• Karena Kursi merupakansegalany bagi penumpang, maka Airbus menanam sejumlah s/w:
• Kursi (bionic structure)
terbuat dari morphing
material– yang bentuknya
bisa menyesuaikan diri dgn bentuk rebahan yang
disukai.
• Kursi juga bisa mengenali
175
177
Hogging and Sagging
HOGGING
• Under hogging action the risers are in compression, preventing shear forces on the hull planking and the subsequent leakage.
• Note the deliberate use of compression rather than tension to absorb the troublesome hogging loads.
Hogging and
Sagging
• SAGGING
• Sagging is a complete
reversal of hogging loads, the risers now in tension. Sagging is generally less critical than hogging
since the massive keel carries tension better than the deck.
Amphibious aircraft
181
Amphibious aircraft
• An amphibious aircraft or amphibian is an
aircraft
that can take off and land on either land
or water.
•
Fixed-wing
amphibious aircraft are
seaplanes
(
flying boats
and
floatplanes
) that are equipped
with retractable wheels, at the expense of extra
weight and complexity, plus diminished range and
fuel economy compared to planes designed for
land or water only.
• Some amphibians are fitted with reinforced keels
which act as skiis, allowing them to land on snow
or ice with their wheels up and are dubbed
Yang termasuk:
– Crews {Awak pesawat terbang adalah:
Flight Crews & Cabin Crews/Flight
Attendants} dan
– Payloads {y.i.: penumpang (passengers /
pax), kargo, senjata (weapons), atau bahan
bakar (fuel)}.
183