LPS: NIM perbankan 2017 sekitar 5,3%.
NIM BRI kuartal II 2017 diperkirakan tergerus.
Asia Pacific Fibers incar penjualan ekspor 25%.
Rights issue, Bank MNC jaga CAR 20%.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan akhir
pekan lalu berhasil menguat
hingga 1,2% atau 69,169 poin di
5664,475. Ini merupakan posisi pe‐
nutupan IHSG tertinggi sejak perda‐
gangan 7 April lalu. Redahnya
ketegangan geopolitik kawasan Asia
dan Timur Tengah dan sentimen
positif individual terutama terkait
rilis laba 1Q17 sejumlah emiten blue‐
chips dan rencana pembagian divi‐
den tunai sejumlah emiten unggulan
telah mendorong aksi beli pemodal.
Pembelian bersih asing akhir pekan
lalu mencapai Rp312,14 miliar. Se‐
lama sepekan terakhir, IHSG berhasil
rebound 0,85% setelah pekan sebe‐
lumnya terkoreksi 0,65%. Arus dana
asing yang masuk ke pasar saham
sepekan terakhir dalam bentuk pem‐
belian bersih mencapai Rp3,32 triliun.
Penguatan IHSG sepekan terakhir terutama ditopang sentimen rilis laba
1Q17 sejumlah emiten unggulan yang di atas perkiraan dan rencana pembagian
dividen emiten sektoral. Redahnya resiko pasar saham global dan data perekono‐
mian domestik sepanjang 1Q17 yang positif seperti neraca perdagangan 1Q17
yang mencatatkan surplus USD3,93 miliar naik 136,78% (yoy) dan kembali di‐
tahannya tingkat bunga acuan Bank Indonesia (BI) bulan ini di 4,75% menjadi pen‐
dukung penguatan IHSG pekan kemarin. Sedangkan faktor resiko pasar terutama
dipicu harga‐harga komoditas tambang dan perkebunan yang kembali melemah
sehingga menekan pergerakan harga saham tambang dan perkebunan sepekan
kemarin. Harga minyak mentah sepekan melemah 6,7% di USD49,62/barel setelah
pekan sebelumnya menguat 1,7%. Sementara bursa saham global tadi malam
bergerak bullish terutama merespon hasil Pilpres Prancis putaran pertama yang
dimenangin oleh Macron, kandidat dari Partai Tengah yang dinilai pro Uni Eropa
dan kalangan bisnis. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing‐masing menguat
1% di 20763,89 dan 2374,15. Sedangkan indeks saham utama di Uni Eropa, Eu‐
rostoxx naik hampir 4% di 3577,38. Di sisi lain pergerakan harga komoditas tadi
malam masih melanjutkan pelemahannya. Harga minyak mentah di AS koreksi
0,83% di USD49,21/barel. Harga nikel di LME koreksi 1,2% di USD9267,50/MT.
Pasar saham global yang bergerak bullish akan berimbas pada perdagan‐
gan hari ini. IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatannya untuk mencatatkan
level tertinggi baru. Sejumlah isu individual terutama terkait rilis laba 1Q17 akan
menopang pergerakan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5630
dan resisten di 5710.
S1 5630 S2 5580 R1 5680 R2 5710
Index Last Chg % DJIA 20763.89 185.18 0.90 S&P 500 2374.15 18.31 0.78 FTSE 100 7264.68 146.14 2.05 CAC 40 5268.85 190.94 3.76 DAX 12454.98 427.66 3.56 NIKKEI 225 18921.23 490.74 2.66 HANGSENG 24139.48 82.50 0.34 STI 3144.03 6.15 0.20 SHENZHEN 1873.37 (55.40) (2.87) SHANGHAI 3129.53 (42.57) (1.34) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 49.37 (0.89) (1.77) CPO (RM/M.T) 2530.00 66.00 2.68 Gold (USD/T.oz) 1278.70 (3.90) (0.30) Nikel (USD/M.T 9450.00 (35.00) (0.37) Timah (USD/M.T) 19895.00 (25.00) (0.13) Coal (USD/M.T) 78.65 (1.50) (1.87) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13283.00 (39.00) (0.29) USD/EUR 1.086 0.02 1.40 JPY/USD 109.87 0.51 0.46 IDR/SGD 9538.12 2.25 0.02 IDR/AUD 10046.60 14.30 0.14 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 32.75 4350 1.93 6.26 Top Gainers IDR % ChgBABP‐W 4 33.30 1
BMSR 106 32.50 26
VINS‐W 25 25.00 5
YPAS 995 24.40 195
BRAM 10,800 20.00 1,800
Top Losers IDR % Chg
MGNA‐W 3 (25.00) (1)
BBLD 765 (13.10) (115)
ARII 304 (10.60) (36)
SQMI 990 (10.00) (110)
MFIN 1,350 (10.00) (150)
Top Value IDR % (miliar)
BUMI 398 (5.20) 1,768 B
BBCA 17,325 2.40 1,016 B
TLKM 4,110 1.00 905 B
ASII 8,575 2.40 638 B
BBNI 6,250 (1.60) 615 B
Top Volume IDR % (juta)
BUMI 398 (5.20) 4,239.857 MYRX 137 (1.40) 2,910.690 BRMS 78 (3.70) 749.068 DEWA 67 (1.50) 726.627 BEKS 54 0.00 432.403 IHSG 5,664.48 Change 69.17 Change (%) 1.24 Change (%/ytd) 6.94 Total Value (IDR triliun) 8.807 Total Volume (miliar saham) 10.313 Net Foreign Buy (IDR miliar) 312.000
News Update
2
LPS: NIM perbankan 2017 sekitar 5,3%.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan margin bunga bersih
atau net interest margin (NIM) industri perbankan sampai akhir tahun ini tidak akan banyak bergeser dari posisi kuartal
I 2017 di level 5,3%. Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS mengatakan, tidak
berubahnya posisi NIM perbankan ini disebabkan kebijakan moneter BI (Bank Indonesia) terkait suku bunga acuan
disinyalir tidak banyak berubah. “Secara umum jika suku bunga acuan naik akan menyebabkan NIM perbankan turun,
begitu pula sebaliknya,” ujar Dody. Berdasarkan catatan LPS, suku bunga deposito spesial rate (suku bunga deposito
khusus untuk nasabah tertentu) sampai kuartal I 2017 turun 12 bps. Penurunan bunga deposito pada kuartal pertama
lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang turun 35 bps yoy. LPS mencatat, selain suku bunga, faktor
lain yang mempengaruhi NIM adalah kinerja bank. Pada tahun ini, kinerja bank terutama untuk menghasilkan
pendapatan bunga bersih sudah membaik didorong menurunnya risiko kredit. Menurut catatan KONTAN, dari lima
bank besar (BRI, BCA, BNI, Permata dan BTN) yang sudah mempublikasikan laporan keuangan kuartal I 2017,
mengalami penurunan NIM rata-rata 39,8 bps secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 5,56%. Tiga terbesar
penurunan NIM berturut-turut BCA, BNI, dan Bank Permata masing-masing 72 bps, 50 bps dan 49 bps menjadi 6,32%,
5,62% dan 3,45%. Penurunan NIM lima bank besar pada kuartal I 2017 lebih tinggi dari penurunan pada periode yang
sama 2016 sebesar 17,6 bps yoy menjadi 5,96%. Sebagai gambaran, hingga akhir 2016 lalu, tercatat NIM perbankan di
level 6,83%. (Kontan)
NIM BRI kuartal II 2017 diperkirakan tergerus.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memproyeksi NIM (margin bunga
bersih) pada kuartal 2 2017, akan berada di angka 8%. Proyeksi NIM pada kuartal 2 2017 ini menurun 43 bps yoy
dibandingkan kuartal 2 2016. Pada kuartal 1 2017, NIM BRI sebesar 8,08% atau turun tipis 1bps secara yoy. Hari Siaga,
Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan penurunan NIM ini karena penurunan biaya dana pada kuartal 1 2017. “Pada
kuartal 1 biaya dana sebesar 3,74% atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
3,98%,” ujar Hari Siaga kepada KONTAN. Untuk menjaga NIM, bank berkode BBRI ini akan menjaga biaya dana tetap
rendah. Selain itu bank juga memberikan kredit dengan bunga kompetitif. Selain itu menurut Hari, BRI juga akan
meningkatkan pinjaman selektif dalam memberikan pinjaman sehingga pertumbuhannya bisa terjaga. (Kontan)
Asia Pacific Fibers incar penjualan ekspor 25%.
Ekspor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) mengalami
pertumbuhan di awal tahun. Dari catatan Kementerian Perindustrian, pada Januari-Februari 2017, ekspor industri TPT
mencapai US$ 2 miliar atau tumbuh 3% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dengan
pasar yang sudah bangkit, tak heran PT Asia Pacific Fibers Tbk berani menggenjot pasar ekspor. Tahun ini, perusahaan
berkode saham itu membidik pertumbuhan penjualan TPT sebesar 10% dibanding 2016. Sebanyak 25% penjualan
berasal dari sektor ekspor. "Negara tujuan seperti ke Eropa, Brasil, Korea dan Turki," kata Prama Yudha Amdan,
Corporate Communication Asia Pacific Fibers saat dihubungi KONTAN. Jenis produk yang jadi unggulan untuk ekspor
yakni serat dan benang. Meski demikian tantangan dari negeri Tiongkok masih jadi kendala. Sebab kapasitas yang
dimiliki Tiongkok lebih besar dari kegunaan. "Mereka lebih kapasitas sehingga mereka mau menjual dengan leibh
murah. Bahkan lebih rendah dari harga pasar," kata Prama. Terkait perluasan pasar ekspor, Kemenperin tengah
mendorong untuk membangun perjanjian kerja sama yang komprehensif dengan Eropa dan Amerika Serikat agar bisa
mendapat keringanan tarif yang lebih baik. “Termasuk juga dengan industri kecil, kami akan fasilitasi untuk
meningkatkan ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Apalagi, saat ini Kemenperin tengah menggodok
regulasi khusus untuk industri padat karya berorientasi ekspor, di mana akan mengatur tentang pemberian insentif
fiskal berupa investment allowance. “Jadi, pelaku usaha akan mendapatkan diskon PPh yang harus dialokasikan untuk
ekspansi usaha,” jelasnya. Kemenperin mencatat, pada tahun 2016, nilai investasi industri TPT mencapai Rp 7,54 triliun
dengan nilai ekspor sebesar US$ 11,87 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17,03% dari total tenaga
kerja industri manufaktur. (Kontan)
Rights issue, Bank MNC jaga CAR 20%.
PT Bank MNC Internasional Tbk (Bank MNC) ingin menjaga rasio kecukupan
modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 19%-20% pada akhir 2017. Target ini sedikit naik dari posisi 2016
sebesar 19,54%. Menurut Benny Purnomo, Direktur Utama MNC Bank, bank cukup agresif berekspansi. Salah satunya
target penyaluran kredit yaitu sebesar 12% sampai 15%. Oleh karena itu, bank akan menjaga rasio permodalan di level
sesuai arahan regulator. “Tahun ini kami akan melakukan rights issue Rp 500 miliar untuk menjaga permodalan,” ujar
Benny. Nantinya, rights issue akan dilakukan pada semester II 2017. Dengan righs issue, modal inti bank akan
bertambah dari posisi saat ini Rp 1,7 triliun. Berdasarkan keterbukaan informasi ke BEI, Jumat (21/4), righs issue
dilakukan dengan menerbitkan saham baru dan waran dengan sebanyak masing-masing 5,96 miliar. Efek delusi dari
rights issue ini menurut manajemen tidak terlalu besar. Selain itu, setelah rights issue diproyeksi tidak ada perubahan
terkait kepemilkan beberapa pemegang saham besar. Right issue ini selain memperkuat struktur modal juga untuk
meningkatkan kemampuan pemberian kredit, penempatan dana dan pembelian surat berharga. (Kontan)
Stock Picks
3UNTR 26000‐28500.
Harga saham United Tractors Tbk (UNTR) akhir pekan lalu kembali terkoreksi tutup di Rp26925.
Selama sepekan terakhir harga saham UNTR cenderung koreksi seiring melemahnya harga komoditas tambang
seperti batubara. Saat ini harga batubara di pasar internasional di USD81/MT. Awal April lalu harga saham perseroan
sempat mencapai Rp29450 (4/4) ketika itu harga komoditas batubara mencapai USD88/MT. Perseroan dalam waktu
dekat akan membagikan dividen final tahun buku 2016 sebesar Rp393/saham, setelah dipotong dividen interim sebe‐
sar Rp143 yang sudah dibayarkan 17 Oktober 2016 lalu. Total dividen yang dibayarkan mencapai 40% laba bersih atau
Rp536/saham. Dari harga saat ini pemodal berpeluang mendapatkan dividen yield sebesar 1,4%. Koreksi harga sa‐
hamnya saat ini bisa dimanfaatkan untuk kembali mengakumulasi sahamnya mengingat prospek pertumbuhan la‐
banya tahun ini yang cukup kuat sebagaimana sudah tercermin sepanjang 1Q17. Sepanjang 1Q17 laba bersih UNTR
tumbuh 105% mencapai Rp1,5 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp730,51miliar. Pertumbuhan laba ini ditopang
kenaikan pendapatan bersih 28% mencapai Rp13,68 triiun berbanding Rp10,70 triliun di 1Q16. Laba bruto naik 51%
mencapai Rp2,86 triliun dengan marjin mencapai 20,9% naik dari periode yang sama 2016 sebesar 17,6%. Pertumbu‐
han penghasilan bersih 1Q17 dikontribusikan dari bisnis mesin konstruksi 35%, Kontraktor Penambangan 46%, Per‐
tambangan 15%, dan Industri Konstruksi 4%. Penghasila dari bisnis Mesin konstruksi mencapai Rp4,79 triliun naik 42%
dibandingkan 1Q16 sebesar Rp3,37 triliun. Sedangkan dari bisnis Kontraktor Penambangan penghasilan bersih tum‐
buh 12,8% mencapai Rp6,3 triliun dari Rp5,58 triliun di 1Q16. Sedangkan dari bisnis pertambangan, penghasilan ber‐
sih mencapai Rp2,08 triliun tumbuh 62,5% dari 1Q16 sebesar Rp1,28 triliun. Pertumbuhan bisnis Mesin Konstruksi
ditopang kenaikan volume penjualan alat berat Komatsu hingga 70% (yoy) mencapai 847 unit dibandingkan 1Q16
yang hanya 499 unit. Perseroan menargetkan penjualan alat berat tahun ini mencapai 2500 unit naik 14,6%. Dari di‐
visi Kontraktor Penambangan, kenaikan penghasilan bersih hingga 12,8% ditopang peningkatan volume pekerjaan
pemindahan tanah dari 165,4 juta bcm menjadi 169,7 juta bcm. Sedangkan dari divisi pertambangan, kenaikan
penghasilan bersih ditopang kenaikan penjualan batubara 9% mencapai 1,9 juta ton dari 1,8 juta ton dan harga jual
rata‐rata naik 62% menjadi Rp2,1 triliun. Tahun ini pendapatan bersih diperkirakan berpeluang tumbuh 13% menca‐
pai Rp51,46 triliun. Hingga 1Q17 pendapatan bersih telah mencapai 26,6% dari proyeksi tahun ini. Sedangkan laba
bersih tahun ini kami perkirakan bisa mencapai Rp5,92 triliun atau tumbuh 18%. Hingga 1Q17 pencapaian laba bersih
telah mencerminkan 25,4% dari proyeksi laba bersih tahun ini. EPS tahun ini diperkirakan mencapai Rp1586,5. Target
harga sahamnya tahun ini kami perkirakan mencapai Rp31730 dengan PE 20x (pasar bullish). Dari harga saat ini di
Rp26925 ada ruang penguatan 17,8%. Secara technical level support saat ini di kisaran Rp26000 hingga Rp26500. Pe‐
luang rebound akan menguji resisten di Rp28500 hingga Rp29000. Sepanjang bertahan di atas support peluang re‐
bound akan terbuka. Maintain Buy, SL 25700
4
Stock Picks
PTBA 12000‐13000.
Harga saham emiten batubara sepekan terakhir bergerak konsolidasi dilanda aksi ambil
untung. Hal ini terutama dipicu pergerakan harga batubara yang tengah melemah dan saat ini berada di
kisaran USD81/MT. Melemahnya harga batubara di pasar internasional ikut mempengaruhi pergerakan
saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). Akhir pekan lalu harganya tutup di Rp12450. Awal
April ketika harga batubara berada di USD88/MT harga saham PTBA sempat mencapai Rp14200 (4/4).
Secara technical saat ini support ada di Rp12000 dan peluang rebound akan menguji resisten terdekat di
Rp13000. Pelaku pasar bisa memanfaatkan koreksi harga sahamnya untuk kembali mengakumulasi
sahamnya mengingat tren harga batubara tahun ini masih akan bullish seiring prospek pertumbuhan
ekonomi global yang lebih kuat tahun ini ketimbang tahun lalu. Perekonomian China 1Q17 lalu tumbuh
6,9% (yoy) di atas perkiraan 6,8% menjadi salah satu indikasi prospek pertumbuhan ekonomi global tahun
ini akan lebih tinggi dari tahun lalu. Secara individual sentimen positif juga akan ditopang rilis laba 1Q17
yang diperkirakan akan tumbuh positif mengingat harga batubara di 1Q17 tumbuh sekitar 64% secara
tahunan. Pembagian dividen tunai tahun buku 2016 yang cum date nya pekan ini turut menopang sentimen
positif atas saham perseroan. Perseroan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2016 sebesar 30%
laba bersih atau mencapai Rp285,5/saham. Dari harga saat ini, pemodal memperoleh dividen yield sebesar
2,3%. Untuk proyeksi tahun ini diperkirakan pendapatan berpeluang tumbuh 10,5% mencapai Rp15,53
triliun dengan dukungan penguatan harga batubara dunia dan peningkatan volume penjualan. Perseroan
tahun ini menargetkan penjualan batubara tumbuh 31% mencapai 27,29 juta ton dibandingkan tahun
sebelumnya 20,75 juta ton. Sekitar 58% dari target tersebut ditujukan untuk pasar domestik. Tahun ini
perseroan menganggarkan belanja modal Rp5 triliun untuk mengakuisisi sejumlah tambang dan PLTU.
Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan tumbuh 15,3% mencapai Rp2,33 triliun dengan EPS proyeksi
2017 sebesar Rp1011,22. Harga saham perseroan dalam kondisi pasar bullish berpeluang ditransaksikan
dengan PE tertinggi sekitar 14‐15x. Dengan PE 14x peluang harga sahamnya diperkirakan ke Rp14157.
Maintain Buy, SL 11500
5
Stock Picks
ICBP 8200‐8600.
Harga saham emiten konsumsi, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), akhir pekan lalu
berhasil rebound di tengah pergerakan konsolidasi harga sahamnya di area downtrend. Harga sahamnya
akhir pekan lalu tutup di Rp8400. Tekanan jual sebelumnya tertahan di support Rp8100. Peluang
penguatan lanjutan akan menguji resisten sederhana di Rp8600 hingga Rp8700. Pergerakan harganya akhir
pekan lalu membentuk pola long white candle di area downtrend channel mengindikasikan bullish reversal
dengan dukungan posisi harganya yang sudah berada di area oversold. Dalam waktu dekat pemodal
mengantisipasi rilis laba 1Q17 perseroan dan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2016 yang bisa
mencapai 50% laba bersih. Tahun lalu laba bersih perseroan tumbuh 20% mencapai Rp3,6 triliun
dibandingkan tahun sebelumnya Rp3 triliun. Pertumbuhan laba ditopang pertumbuhan penjualan neto
8,6% mencapai Rp34,47 triliun dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp31,74 triliun. Pertumbuhan laba 2016
tersebut lebih tinggi ketimbang 2015 yang tumbuh 13,4%. Begitu juga dengan pertumbuhan penjualan
neto 2016 lebih tinggi dari 2015 yang tumbuh hanya 5,72%. Ini mencerminkan kinerja 2016 perseroan
tumbuh lebih baik ketimbang 2015. Terkait pembagian dividen tunai tahun buku 2016, diperkirakan akan
mencapai Rp154,5/saham. Pada harga Rp8400 mencerminkan dividen yield sekitar 1,8%. Tahun ini dengan
asumsi pertumbuhan moderat sebesar 10% maka penjualan bersih berpeluang mencapai Rp38,41 triliun.
Sedangkan laba bersih diperkirakan mencapai Rp3,84 triliun atau tumbuh 6,7%. EPS 2017 diperkirakan
Rp329,33. Pada harga Rp8400, saham ICBP ditransaksikan dengan PE 25,5x (E/17). Dalam kondisi pasar
bullish harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 31x (E/17) atau mencapai Rp10235. Dari
harga saat ini ada ruang penguatan sekitar 22%. Maintain Buy, SL 7900
Selasa, 25 April 2017
Saham Pilihan
TLKM 4300-4500 TB, SL 3900
ASII 8900-9200 TB, SL 8600
ADHI 2230-2380 Buy, SL 2200
WSKT 2360-2480 Buy, SL 2300
BBCA 17200-17700 TB, SL 16800
INDF 7925-8200 Buy, SL 7850
CTRA 1290-1340 TB, SL 1200
Stock View
6
Selasa, 25 April 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5664.48 5686.13 5707.79 5621.15 5577.84
PERKEBUNAN AALI 14500 14,616.67 14,733.33 14,416.67 14,333.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 328 345.33 362.67 317.33 306.67 LSIP 1370 1,393.33 1,416.67 1,358.33 1,346.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2040 2,046.67 2,053.33 2,026.67 2,013.33 SIMP 615 621.67 628.33 606.67 598.33 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 290 293.33 296.67 287.33 284.67PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1840 1,855.00 1,870.00 1,820.00 1,800.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 402 408.67 415.33 394.67 387.33 DEWA 67 68.00 69.00 66.00 65.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2520 2,560.00 2,600.00 2,490.00 2,460.00 ITMG 18800 19,550.00 20,300.00 18,250.00 17,700.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 12450 12,683.33 12,916.67 12,258.33 12,066.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1510 1,523.33 1,536.67 1,498.33 1,486.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 103 105.00 107.00 101.00 99.00
ELSA 388 400.67 413.33 380.67 373.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 2540 2,540.00 2,540.00 2,540.00 2,540.00
MEDC 3170 3,223.33 3,276.67 3,113.33 3,056.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 700 705.00 710.00 695.00 690.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2150 2,183.33 2,216.67 2,133.33 2,116.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 945 958.33 971.67 938.33 931.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 16000 16,233.33 16,466.67 15,883.33 15,766.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 900 905.00 910.00 895.00 890.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 8700 8,791.67 8,883.33 8,641.67 8,583.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07 LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 100 100.33 100.67 99.33 98.67 JPRS 139 141.00 143.00 137.00 135.00 KRAS 580 590.00 600.00 575.00 570.00 PAKAN TERNAK CPIN 3300 3,310.00 3,320.00 3,280.00 3,260.00 JPFA 1525 1,538.33 1,551.67 1,518.33 1,511.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 9150 9,341.67 9,533.33 8,766.67 8,383.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 1045 1,051.67 1,058.33 1,036.67 1,028.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8400 8,500.00 8,600.00 8,225.00 8,050.00 INDF 8025 8,108.33 8,191.67 7,933.33 7,841.67 MYOR 2000 2,016.67 2,033.33 1,976.67 1,953.33 ROTI 1620 1,650.00 1,680.00 1,595.00 1,570.00 GGRM 64200 64,600.00 65,000.00 63,650.00 63,100.00 INAF 3160 3,233.33 3,306.67 3,103.33 3,046.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2460 2,556.67 2,653.33 2,336.67 2,213.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1580 1,590.00 1,600.00 1,565.00 1,550.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 216 218.00 220.00 212.00 208.00 ASRI 346 348.67 351.33 344.67 343.33 BKSL 89 89.67 90.33 87.67 86.33 BSDE 1820 1,831.67 1,843.33 1,796.67 1,773.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1235 1,240.00 1,245.00 1,230.00 1,225.00 CTRA 1300 1,310.00 1,320.00 1,285.00 1,270.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 330 334.00 338.00 326.00 322.00 MDLN 286 288.00 290.00 282.00 278.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2290 2,310.00 2,330.00 2,250.00 2,210.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 120 123.00 126.00 118.00 116.00 PTPP 3210 3,253.33 3,296.67 3,183.33 3,156.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 740 753.33 766.67 733.33 726.67 TOTL 815 825.00 835.00 800.00 785.00 WIKA 2370 2,393.33 2,416.67 2,343.33 2,316.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2410 2,436.67 2,463.33 2,386.67 2,363.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1410 1,420.00 1,430.00 1,400.00 1,390.00 JSMR 4470 4,526.67 4,583.33 4,426.67 4,383.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3000 3,023.33 3,046.67 2,983.33 2,966.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 7300 7,366.67 7,433.33 7,166.67 7,033.33 TLKM 4420 4,503.33 4,586.67 4,253.33 4,086.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 370 374.00 378.00 368.00 366.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 494 502.00 510.00 482.00 470.00 WINS 258 260.00 262.00 256.00 254.00 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 695 703.33 711.67 688.33 681.67 BANK BBCA 17475 17,641.67 17,808.33 17,166.67 16,858.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 625 631.67 638.33 621.67 618.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6150 6,258.33 6,366.67 6,058.33 5,966.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 12925 13,016.67 13,108.33 12,791.67 12,658.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2330 2,353.33 2,376.67 2,313.33 2,296.67 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4550 4,596.67 4,643.33 4,526.67 4,503.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2040 2,073.33 2,106.67 2,023.33 2,006.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11400 11,583.33 11,766.67 11,308.33 11,216.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1255 1,280.00 1,305.00 1,205.00 1,155.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6600 6,700.00 6,800.00 6,425.00 6,250.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 454 458.00 462.00 452.00 450.00 UNTR 26925 27,216.67 27,508.33 26,766.67 26,608.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6150 6,200.00 6,250.00 6,125.00 6,100.00 RALS 1125 1,145.00 1,165.00 1,110.00 1,095.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1790 1,815.00 1,840.00 1,750.00 1,710.00
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 79 80.00 81.00 78.00 77.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.