1. Air Tanah 1. Air Tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawar permukaan tanah. Air tanah dapat kita
Air tanah adalah air yang berada di bawar permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagibagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis.
menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis.
a. Air Tanah Preatis a. Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable.
atas lapisan kedap air / impermeable.
b. Air Tanah Artesis b. Air Tanah Artesis
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air. Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.
2. Air Permukaan 2. Air Permukaan
Air pemukaan adalah air yang berada
Air pemukaan adalah air yang berada di permukaan tanah dan dapat di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat olehdengan mudah dilihat oleh mata kita. Contoh air permukaan seperti
mata kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lainlaut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan lain sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a. Perairan Darat a. Perairan Darat
Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain
danau, sungai, dan lain sebagainya.sebagainya.
b. Perairan Laut b. Perairan Laut
Perairan laut adalah air permukaan yang berada
Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air di lautan luas. Contohnya seperti air laut yanglaut yang berada di laut.
berada di laut.
PAJAK AIR TANAH PAJAK AIR TANAH
a. Dasar Hukum a. Dasar Hukum
Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta No.12 Tahun 2010 tentang Pajak Air Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta No.12 Tahun 2010 tentang Pajak Air
Tanah Tanah
b. Besarnya Tarif ditetapkan sebesar 20% b. Besarnya Tarif ditetapkan sebesar 20%
c. Tata Cara perhitungan c. Tata Cara perhitungan
Besarnya Pokok Pajak yang terutang : Besarnya Pokok Pajak yang terutang :
Tarif Pajak x Dasar
Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak NPA (Nilai Perolehan Air)Pengenaan Pajak NPA (Nilai Perolehan Air) ––
Yang telah dihitung oleh Dinas ESDM Yang telah dihitung oleh Dinas ESDM
PAJAK AIR TANAH Bagian Kesatu
Nama, Objek dan Subjek Pajak Pasal 65
Dengan nama Pajak Air Tanah dipungut pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan Air Tanah.
Pasal 66
(1) Objek Pajak Air Tanah adalah pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah.
(2) Dikecualikan dari objek Pajak Air Tanah adalah: a. pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 33
b. pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah untuk keperluan dasar rumah tangga, pengairan pertanian dan perikanan rakyat, serta peribadatan;
c. pemanfaatan air tanah oleh Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah yang khusus didirikan untuk
menyelenggarakan usaha eksploitasi dan mengusahakan air dan sumber-sumber air; dan
d. pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah untuk keperluan pemadaman kebakaran.
Pasal 67
(1) Subjek Pajak Air Tanah adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah.
(2) Wajib Pajak Air Tanah adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah.
Bagian Kedua
Dasar Pengenaan, Tarif, dan Cara Penghitungan Pajak
Pasal 68
(1) Dasar pengenaan Pajak Air Tanah adalah Nilai Perolehan Air Tanah.
(2) Nilai Perolehan Air Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan dalam rupiah yang dihitung dengan
mempertimbangkan faktor-faktor berikut: a. lokasi sumber air;
b. tujuan pengambilan dan/atau pemanfaatan air; c. volume air yang diambil dan/atau dimanfaatkan; dan d. tingkat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengambilan dan/atau pemanfaatan air.
(3) Besarnya Nilai Perolehan Air Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dalam Peraturan Walikota yang dapat ditinjau kembali secara periodik paling lama
setahun sekali. Pasal 69
Tarif Pajak Air Tanah ditetapkan sebesar 20% (dua puluh persen).
Pasal 70 34
cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68.
Bagian Ketiga Saat Terutang Pajak Pasal 71
Pajak Air Tanah yang terutang terjadi pada saat diterbitkan SKPD. Bagian Keempat
Penetapan Pasal 72
Walikota menetapkan pajak terutang dengan menerbitkan SKPD atau dokumen lain yang dipersamakan.
19
Pajak Air Tanah
Paragraf 1Nama, Objek, dan Subjek Pajak
Pasal 52
(1) Dengan nama Pajak Air Tanah, dipungut pajak atas pengambilan dan/ataupemanfaatan air tanah.
(2) Objek Pajak Air Tanah adalah pengambilan dan/atau pemanfaatan airtanah.
(3) Dikecualikan dari objek Pajak Air Tanah adalah pengambilan dan/ataupemanfaatan air tanah
untuk keperluan dasar rumah tangga, pengairanpertanian dan perikanan rakyat , serta peribadatan.
Pasal 53
(1) Subjek Pajak Air Tanah adalah orang pribadi atau badan yang melakukanpengambilan dan/atau
pemanfaatan air tanah.
(2) Wajib Pajak Air Tanah adalah orang pribadi atau badan yang melakukanpengambilan dan/atau
pemanfaatan air tanah.Paragraf 2Dasar Pengenaan, Tarif, dan Cara Penghitungan Pajak
Pasal 54
(1) Dasar pengenaan Pajak Air Tanah adalah nilai perolehan air tanah.
(2) Nilai perolehan air sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dinyatakan dalam rupiahyang dihitung dengan mempertimbangkan sebagian atau
seluruh faktor-faktorberikut:
a.Jenis sumber air;
b.Lokasi sumber air;
c.Tujuan pengambilan dan/atau pemanfaatan air;
d.Volume air yang diambil dan/atau dimanfaatkan;
e.Kualitas air; dan
f.Tingkat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengambilan
dan/ataupemanfaatan air.
(3) Besarnya nilai perolehan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan
denganPeraturan Bupati.
20
Pasal 55Tarif Pajak Air Tanah ditetapkan sebesar 20% (dua puluh persen).Pasal 56Besaran pokok
Pajak Air Tanah yang terutang dihitung dengan cara mengalikantarif sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 55 dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.Pasal 57Masa pajak
Air Tanah adalah jangka waktu 1 (satu) bulan kalender.Paragraf 3
Wilayah Pemungutan
Pasal 58Pajak Air Tanah yang terutang dipungut di wilayah Daerah tempat air diambil
Contoh perhitungannya
(1) Dasar pengenaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan
adalah Nilai Perolehan air;
(2) Nilai perolehan air sebagaimana dimaksud dalam ayat )1) ditetapkan sebagai berikut:
a.
Yang digunakan oleh Pertamina dan Para Kontraktornya untuk kegiatan Industri Pertambangan
Minyak dan Gas Bumi ditetapkan sebesar Rp125,- (seratus dua puluh lima rupiah) untuk Air
Bawah Tanah dan sebesar Rp100,- (seratus rupiah) untuk air permukaan setiap M²;
b.
Yang digunakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk pembangkit Tenaga Listrik
ditetapkan sebesar Rp50,- (lima puluh rupiah) untuk Air Permukaan setiap Kwh;
c.
Yang digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum ditetapkan sebesar Rp125,- (seratus dua
puluh lima rupiah) untuk Air Bawah Tanah dan Rp100,- (seratus rupiah) untuk air permukaan
setiap M²;
d.
Yang tidak termasuk poin a,b dan c pada pasal ini maka nilai perolehan air adalah sebagaimana
tercantum pada lampiran keputusan ini;
e.