m
maakkaallaahh
BI
BI
AYA
AYA
O
OVE
VER
RH
HEA
EAD
D
P
P
AB
ABR
RI
I
K
K
D
DIISUSUSUSUNN OLEH OLEH
M
M. . IIRRFAN FAN MMUULILIAA N
NPM PM : : 13021202221302120222
F
F
AK
AKUL
UL
T
TAS
AS
EKO
EKONO
NOM
MI
I
UNI
BANDA
ACEH
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Kami Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Kami dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya Makalah ini membahas tentang“Biaya Overhead Pabrik” .
!alam penyusunan makalah ini" penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi #lehnya itu" Kami mengu$apkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini" sem%ga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya Kritik k%nstrukti& dari pemba$a sangat Kami
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya
'khir kata sem%ga makalah ini dapat memberikan man&aat kepada kita sekalian
(anda '$eh" )* !esember *+),
BAB I
PENDAHULUAN A. Pendahuluan
Pr%ses pr%duksi di perusahaan industri memerlukan penanganan yang spesi&ik karena tergantung dari berbagai pesanan yang diterima" yang berariasi antara pesanan yang satu dengan pesanan yang lain Pesanan yang satu harus dipisahkan identitasnya dari pesanan yang lain" sehingga manajemen membutuhkan in&%rmasi harga p%k%k tiap-tiap pesanan se$ara indiidualKarena adanya karakteristik yang $ukup unik ini " maka timbullah suatu permasalahan yang seringkali dihadapi %leh perusahaan pembuatan kemasan plastik" yaitu masalah dalam penetapan harga jual pr%duk !alam perusahaan yang melakukan pr%duksi berdasarkan pesanan" harga jual ditetapkan sebelum pr%ses pr%duksi dimulai atau harga jual ditentukan dimuka Harga jual ditetapkan dimuka ini memegang peranan penting dalam terjadinya transaksi penjualan di perusahaan" karena suatu pesanan
dinyatakan diterima atau dit%lak setelah adanya kesepakatan" barulah kemudian pesanan tersebut dikerjakan !engan demikian dapat disimpulkan bahwa diperlukan suatu penanganan yang serius dalam pr%ses penetapan harga jual dimuka pada perusahaan ini
Perusahaan yang pr%duksinya berdasarkan pesanan" seringkali menghadapi masalah dalam menjalankan usahanya" diantaranya masalah penetapan harga jual Harga jual tersebut harus ditentukan dimuka sebelum pr%ses pr%duksi itu sendiri dimulai .ntuk meme$ahkan masalah tersebut"perusahaan memerlukan perhitungan harga p%k%k pr%duksi dengan sistem biaya yang ditentukan dimuka!alam rangka memper%leh perhitungan harga p%k%k pr%duksi yang tepat dan benar untuk setiap pr%duk pesanan"maka perusahaan membutuhkan suatu met%de akuntansi biaya pr%duksi berdasarkan (job order costing method) .!engan harapan melalaui met%de ini manajemen akan dapat memper%leh in&%rmasi harga p%k%k pesanan yang akurat" yang berman&aat dalam menentukan harga jual yang e&ekti& yang akan dibebankan kepada pemesan
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Sistem Biaa
Sistem biaya merupakan alat pengukur per&%rman$e suatu perusahaan" pengukuran per&%rman$e ini dilakukan se$ara peri%dikal dan terus-menerus Sistem biaya telah dipergunakan %leh berbagai perusahaan sebagai pengukur per&%rma se$ara peri%dik /0%%per dan Kaplan" )11) 2 )3 .ntuk menyusun suatu 0%st System diperlukan pengetahuan yang mendalam mengenai /'dikusumah" )14*3 5
a3 Struktur %rganisasi dari perusahaan yang bersangkutan b3 Pr%ses pr%duksi
$3 Tipe in&%rmasi biaya yang dibutuhkan %leh pihak manajemen
The Commite on Cost Consepts and Standards of The American Accounting Association memberikan de&inisi untuk istilah Cost sebagai berikut 5 “Cost is foregoing measured in monetary terms incurred or potentially to be incurred to achieve a specific objective” yang berarti biaya merupakan pengeluaran-pengeluaran yang diukur se$ara terus-menerus dalam uang atau yang p%tensial harus dikeluarkan untuk men$apai suatu tujuan 6stilah-istilah dan k%nsep dalam menghitung biaya digunakan dalam pengertian yang berbeda-beda" %leh karena tergantung dari k%ndisi" tujuan dan pihak yang akan menggunakannya /'dikusumah" )14* 2 )3
B. Pengertian Biaa !"erhead Pa#ri$
(iaya #erhead pabrik adalah biaya-biaya bahan tak langsung" buruh tak langsung dan biaya-biaya pabrik lainnya yang tidak se$ara mudah dapat diidenti&ikasikan atau dibebankan langsung pada suatu pekerjaan" hasil pr%duksi atau tujuan biaya akhir /.sry dan Hammer" )11) 2 7843
Pendapat ahli lainya menyatakan bahwa biaya %erhead pabrik merupakan setiap biaya yang tidak se$ara langsung melekat pada suatu pr%duk" yaitu semua biaya-biaya di luar biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung (iaya
%erhead pabrik men$akup biaya pr%duksi lainnya seperti pemanasan ruang pabrik" penerangan" penyusutan pabrik dan mesin mesin (iaya pabrik seperti pemeliharaan"
gudang bahan-bahan dan hal lain yang memberikan pelayanan-pelayanan kepada bagian pr%duksi juga merupakan bagian dari biaya %erhead pabrik
(iaya penjualan dan biaya distribusi" dan semua biaya administrasi juga diperhitungkan sebagai biaya %erhead sepanjang biaya-biaya tersebut tidak dapat se$ara langsung dihubungkan dengan unit pr%duk /Pass" 9%wes dan !ais" )114 2 ))43 (erbagai ma$am biaya %erhead pabrik harus dibebankan kepada semua pekerjaan yang terlaksana selama suatu peri%de #leh karena itu" untuk dapat membebankan biaya %erhead pabrik se$ara merata kepada setiap pr%duk digunakan tari& biaya %erhead pabrik yang ditentukan di muka Penentuan tari& biaya %erhead pabrik dilaksanakan melalui tiga tahap berikut ini /Mulyadi" )11 * 2 *)*35
) Menyusun anggaran biaya %er head pabrik
* Memilih dasar pembebanan biaya %erhead pabrik kepada pr%duk 7 Menghitung tari& biaya %erhead pabrik
%. Sistem Pengal&$asian Biaa !"erhead Pa#ri$.
'dapun Sistem pengal%kasian biaya %erhead itu meliputi 5 ) Sistem Biaya Konvensional.
Menurut :ames ' (rims%n /)11) 5 ;3 sistem biaya k%nensi%nal mampu mengukur se$ara akurat sumber daya yang dik%nsumsi se$ara pr%p%rsi%nal dengan jumlah unit yang dipr%duksi dari suatu pr%duk Sumber daya tersebut meliputi bahan baku" tenaga kerja langsung" jam mesin dan sebagainya !an biaya-biaya yang timbul akibat pemakaian sumber daya tersebut dial%kasikan pada pr%duk berdasarkan jam kerja langsung" bahan baku yang dibeli atau unit yang dipr%duksi Sistem biaya tradisi%nal dapat membantu manajemen dalam peren$anaan dan pengendalian kegiatan perusahaan di dalam perusahaan yang
masih menggunakan tekn%l%gi yang sederhana dalam pr%ses pr%duksinya untuk menghasilkan pr%duk
2. Activity-Based Cost System.
Timbulnya perhatian untuk meran$ang sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktiitas disebabkan %leh karena selama ini akuntansi manajemen /sistem tradisi%nal3 menghasilkan in&%rmasi atas dasar peng%lahan angka-angka akuntansi keuangan yang terikat terhadap n%rma-n%rma akuntansi keuangan bagi
kepentingan (entity) pihak luar perusahaan" sedangkan in&%rmasi yang dibutuhkan untuk manajer tingkat intern perusahaan /yang berperan akti& untuk mengendalikan perusahaan tersebut3 lebih membutuhkan in&%rmasi yang dekat terhadap pengel%laan %perasi%nal Kegunaan in&%rmasi akuntansi biaya yang relean" akurat" dan tepat waktu untuk pr%ses pengambilan keputusan sangat dibutuhkan guna men$apai p%sisi strategis perusahaan dalam lingkungan bisnis yang berubah setiap saat (iaya atas aktiitas pr%duksi ditentukan %leh Cost fectiveness perusahaan dalam pr%ses manu&aktur" dan harga pr%duk ditentukan %leh aktiitas mekanisasi pasar" yang mana harga tersebut merupakan suatu hal yang given dalam strategi penetapan harga p%k%k #leh sebab itu perusahaan dituntut untuk dapat memperbaiki (improvement) k%ndisi internnya se$ara terus menerus" sehingga harga pr%duk yang ditawarkan dalam persaingan bisnis yang berk%mpetisi se$ara tajam dapat men$apai !ar"et Share yang besar
A. Biaa !"erhead Pa#ri$
(iaya %erhead pabrik adalah semua biaya pr%duksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung (iaya %erhead pabrik dapat dibedakan menjadi tiga" yaitu /)3 biaya %erhead pabrik ariabel" /*3 biaya %erhead pabrik tetap" dan /73 biaya %erhead pabrik $ampuran (iaya %erhead pabrik"aria#el adalah biaya %erhead pabrik yang jumlah t%talnya akan berubah sebanding dengan perubahan %lume kegiatan 0%nt%h biaya %erhead pabrik ariabel adalah biaya bahan pen%l%ng (iaya %erhead pabrik teta' adalah biaya %erhead pabrik yang jumlah
t%talnya /dalam kisaran tertentu3 tidak berubah walaupun terjadi perubahan %lume kegiatan 0%nt%h biaya %erhead pabrik tetap adalah pajak bumi dan bangunan" biaya penyusutan aktia tetap" dan biaya sewa gedung pabrik (iaya %erhead pabrik
(am'uran dapat dibedakan menjadi biaya %erhead pabrik semiariabel" misalnya biaya listrik pabrik dan biaya telep%n pabrik" dan biaya %erhead pabrik bertahap"
misalnya gaji superis%r dan gaji inspektur
). Biaa !"erhead Pa#ri$ sesungguhna
(ila suatu (#P terjadi maka harus dilakukan pen$atatan Sebagaimana pada biaya (ahan (aku dan biaya Tenaga Kerja" jurnal-jurnal dibuat dan dip%sting ke
:urnalnya
(#P /sesungguhnya3 <<< Persediaan (ahan (aku <<< Persediaan supplies <<< (iaya Penyusutan aktia <<< Ma$am ma$am biaya <<<
*. Biaa !"erhead Pa#ri$ di#e#an$an
Setelah (#P sesungguhnya di $atat di buku besar pembantu dan di rekening buku besar maka harus dibuat pen$atatan untuk men$atat (#P yang dibebankan ke pr%duk
:urnalnya
(iaya !alam Pr%ses <<< (#P /dibebankan <<<
+. Pem#e#anan B!P $e'ada 'r&du$ atas dasar tari,
Tari& (#P yang telah ditentukan digunakan untuk membebankan (#P kepada pr%duksi yang dipr%duksi 'da * met%de penentuan harga p%k%k pr%d uksi yaitu5
- =ull $%sting meth%d
'dalah met%de penentuan HPP yang memperhitungkan semua biaya pr%duksi sebagai HPP
- >ariable 0%sting ? !ire$t $%sting
'dalah met%de penentuan HPP yang memperhitungkan (#P biaya pr%duksi ariable saja kedalam HPP /Harga P%k%k Pr%duksi3
:ika perusahaan menggunakan met%de &ull $%sting di dalam penentuan HPPnya" pr%duk akan di bebani (#P dengan meggunakan tari& (#P ariable dan tari& (#P tetap :ika perusahaan mengguanakn met%de ariable maka didalam penentuan HPP nya" pr%duk akan dibebani (#P dengan menggunakan tari& (#P
ariable saja
!alam perusahaan yang pr%dinya berdasarkan pesanan" (#P adalah 5 (iaya pr%duk selain ((( @ (TK9 (iaya-biaya yang termasuk dalam kel%mp%k (#P
adalah 5
) (iaya bahan pen%l%ng
* (iaya reparasi @ pemeliharaan 7 (iaya tenaga kerja tidak langsung
, (iaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktia tetap A (iaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu
8 (iaya %perasi pabrik lain yang se$ara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai
) (iaya bahan pen%l%ng
'dalah bahan yang tidak menjadi bagian pr%duk jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian pr%duksi atau bahan yang meskipun menjadi bagian pr%duk jadi tetapi nilainya relati& ke$il bila dibandingkan dengan HPP tersebut !alam perusahaan per$etakan misalnya yang termasuk bahan pen%l%ng adalah 5 bahan perekat" tinta k%reksi @ pita mesin tik
* (iaya reparasi dan pemeliharaan
(erupa biaya suku $adang dan biaya habis pakai 7 (iaya tenaga kerja tidak langsung
'dalah tenaga kerja pabrik yang upahnya tidak dapat diperhitungkan se$ara kangsung kepada pr%duk ? pesanan
- Karyawan yang bekerja dalam ? pada departemen pembantu" Seperti departemen pembangkit tenaga listrik" uap" bengkel dan departemen gudang - Karyawan tertentu yang bekerja dalam departemen pr%duksi" Seperti kepala
departemen pr%duksi" karyawan administrasi pabrik dan mand%r , (iaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktia tetap
(iaya-biaya yang timbul dalam kel%mp%k ini adalah biaya-biaya depresiasi bangunan pabrik" depresiasi mesin dan peralatan dan aktia tetap lain yang
digunakan di pabrik
A (iaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu
(iaya-biaya yang termasuk dalam kel%mp%k diatas adalah 5 biaya asuransi gedung" mesin dan peralatan" kendaraan" ke$elakaan karyawan
(iaya yang termasuk kel%mp%k ini adalah 5 (iaya reparasi yang diserahkan kepada pihak luar perusahaan" biaya listrik P9N dan sebagainya
%ara 'enghitungan sederhana B!P
(ahanpen%l%ng Rp<<< (iaya Tenaga Kerja Tak 9angsung Rp <<< (iaya 9istrik Pabrik Rp <<< (iaya'suransi Rp<<< (iaya !epresiasi Pabrik Rp <<<
(iaya Pabrik 9ain-lain Rp <<< B
Biaa !"erhead Pa#ri$ Rp <<<
%&nt&h Kasus PT. -/
!iketahui
(iaya #erhead Tahun *++< sebagai berikut 5
Bagian dari masing0masing #agian
Bagian Pr&du$si - Bagian Pr&du$si I - Bagian Pr&du$si II Bagian 1asa - Bagian 1asa I - Bagian 1asa II
Penggunaan 1asa dari 1asa Bagian I dan 1asa Bagian II
Pem#eri 1asa Pema$ai 1asa
Bagian Pr&du$si Bagian 1asa
I II I II Bagian 1asa I 2-3 Bagian 1asa II 23 A+ C AA C ,+ C 7+ C -)A C )+ C -Ditana4
a3 (iaya #erhead Pabrik /(#P3 nett% masing-masing bagian jasa b3 :umlah (#P keseluruhan masing-masing bagian pr%duksi
$3 Tari& (#P masing-masing bagian pr%duksi untuk setiap satuan kegiatan
a3 !engan menggunakan persamaan aljabar sederhana" maka biaya tiap bagian jasa dapat dibuat persamaan sebagai berikut 5
D 4+++++++ B +")A Y Y 8+++++++ B +")+ D
dengan mensubsitusikan kedua persamaan diatas" didapat 5 D 4+++++++ B +")A /8+++++++ B +")+ D3 D 4+++++++ B 1++++++ B +"+)A D D - +"+)A D 41++++++ +"14A D 41++++++ D 1+7AA7*1"1,A D F 1+7AA77+ /dibulatkan3 Y 8+++++++ B +")+ D Y 8+++++++ B +")+ /1+7AA77+3 Y 8+++++++ B 1+7AA77 Y 81+7AA77
!engan demikian maka jumlah biaya %erhead pabrik nett% masing-masing bagian ditentukan sebagai berikut 5
Bagian 1asa B!P Asli Menerima Mem#eri B!P Nett&
(agian 6 /D3 (agian 66 /Y3 4+++++++ 8+++++++ )+7AA77+ 1+7AAA7 1+7AAA7 )+7AA77+ 6).+)7.888 96.:6;.**+
b3 Kedua biaya (#P nett% dari !epartement :asa 6 dan 66 ini kemudian dibebank an kepada !epartement Pr%duksi 6 dan 66 dengan pr%p%rsi sebagai berikut 5
B!P Bagian Pr&du$si I Bagian Pr&du$si II )3 B!P Langsung *3 B!P Tida$ Langsung a. Bagian 1asa I 2-3 #. Bagian 1asa II 23 R'. +;;.;;;.;;;4;; 5 A+?1+ < (#P Nett% < R'. =9.)88.:9=4;; 5 AA?4A < (#P Nett+ < R'. +8.7:7.99:4;; R'. *=;.;;;.;;;4;; 5 ,+?1+ < (#P Nett% < R'. +:.)=*.)*+4;; 5 7+?4A < (#P Nett% < R'. *;.8);.::84;; 1umlah Biaa !"eread Pa#ri$ R'. +6).+)7.8884;; R'. *76.:6;.**+4;;
$3 !engan menggunakan persamaan aljabar sederhana serperti diatas" maka tingkat kegiatan tiap bagian jasa didapat
D F *+,+8 /dibulatkan3 Y F )8+,) /dibulatkan3
!engan demikian maka jumlah !MH nett% masing-masing bagian ditentukan sebagai berikut 5
Bagian 1asa DMH Asli Menerima Mem#eri DMH Nett&
(agian 6 /D3 (agian 66 /Y3 )4+++ ),+++ *,+8 *+,) *+,) *,+8 )478A )787A
B!P Bagian Pr&du$si I Bagian Pr&du$si II )3 DMH Langsung *3 DMH Tida$ Langsung a. Bagian 1asa I 2-3 #. Bagian 1asa II 23 )*;.;;;4;; < );.*;+ < 6.6*+ :;.;;;4;; < 6.):* < 9.))+ 1umlah DMH )+7.;*: 8+.*89
Maka Tari& (#P masing-masing bagian pr%duksi untuk satuan kegiatan adalah sbb 5
Keterangan Bagian Pr&du$si
I II
1umlah B!P 2R'.3 Rp 74)7)1;;;"++ Rp *1484+**7"++
1umlah Ting$at Kegiatan 2DMH3
)71+*8 ;7*;A
Tari, Biaa !"erhead 2R'.>DMH3
R'. *.8=*487>DMH R'. =.;8:4)9>DMH
PT Merah Delima
Di$etahui data0data se#agai #eri$ut4
Keterangan Bahan Ba$u
A B
Harga Bahan 'er Unit 2R'.>$g3 Biaa Penanganan Bahan 2);?3
*+++ *++
4+++ 4++
Biaa Bahan Ba$u 'er Unit Ke#utuhan Bhn Ba$u > ) unit Pr&du$
**++ *"A kg
44++ *"+ kg
Keterangan Tenaga Ker@a
De't. I De't. II 1lh Tenaga Ker@a
1am Ker@a>Minggu>!rang
U'ah Ga@i t&tal > Minggu 2R'.3 Premi>lem#ur 2R'.3
Ke#utuhan 1am Pr&ses
,+ 7A jam A8+++++ *+ C *"A jam )++ 7A jam );A+++++ *+ C *"+ jam Keterangan Ka'asitas
Rendah 26;?3 N&rmal 2);;?3 Penuh 2)*;?3 Pr&du$si 7*++ ,+++ ,4++ Keterangan Biaa 2R'.3 aria#el Teta' U'ah Pega5ai Bahan Pem#antu Lain0Lain Penusutan Mesin Listri$ Pemeliharaan4 dll 8,+++++ *4+++++ ,+++++ -74+++++ )++++++ )8+++++ 1umlah 18+++++ 8,+++++ !itanya"
)3 (iaya Standa per .nit Pr%duk
*3 =le<ible (udget untuk (#P pada kapasitas 4+C" )++C" )*+C
1a5a#4
)3 Untu$ menghitung #iaa standar 'er unit 'r&du$.
). Menghitung Biaa Standar Bahan Ba$u 'er Unit Pr&du$ C
(iaya (ahan (aku ' Rp **++ < *"A Rp AA++"++ (iaya (ahan (aku ( Rp 44++ < *"+
Rp );8++"++
R'. *+.);;4;;
*. Menghitung Standar Biaa Tenaga Ker@a Langsung 'er Unit Pr&du$ C De'artement I
:umlah :am Kerja?minggu ,+ < 7A jam ),++ jam?minggu (iaya per :am A8+++++ 5 ),++
Rp ,+++ per %rang B *+ C /Premi?9embur3 Rp ,4++?jam
(iaya Standar .pah ,4++ < *"A jam Rp )*+++ ? unit
De'artement II
:umlah :am Kerja?minggu )++ < 7A jam 7A++ jam?minggu (iaya per :am );A+++++ 5 7A++
Rp A+++ per %rang B *+ C /Premi?9embur3 Rp 8+++?jam
(iaya Standar .pah 8+++ < *"+ jam Rp )*+++ ? unit
T&tal Standar U'ah Langsung /Rp )*+++ B Rp )*+++3
R'. *=.;;;4;;
*3 Menghitung leFi#le Budget untu$ B!P 'ada $a'asitas 6;?4 );;?4 )*;? Ka'asitas N&rmal 2);;?3
Keterangan Biaa 2R'.3
aria#el Teta' T&tal U'ah Pega5ai Bahan Pem#antu 8,+++++ *4+++++ -8,+++++ *4+++++
Lain0Lain Penusutan Mesin Listri$ Pemeliharaan4 dll ,+++++ -74+++++ )++++++ )8+++++ ,+++++ 74+++++ )++++++ )8+++++ 1umlah 18+++++ 8,+++++ )8++++++ Pada kapasitas pr%duksi n%rmal /)++C3 jumlah unit pr%duksi adalah )+++ unit atau ,+++ jam mesin" maka 5
- (#P >ariabel?!MH 18+++++ 5 ,+++ jam Rp *,++?!MH - (#P Tetap?!MH 8,+++++ 5 ,+++ jam Rp )8++?!MH B - T%tal (#P?!MH Rp ,+++?!MH
0 B!P R'. =.;;; F = minggu R'. ):.;;;
:adi =le<ible (udget untuk (#P pada kapasitas )++C adalah R'. :+.);;4;; #3 Ka'asitas Rendah 26;?3
Pada kapasitas pr%duksi rendah /4+C3 jumlah unit pr%duksi adalah 4++ unit atau 7*++ jam mesin" maka 5
- (#P >ariabel?!MH ;84++++ 5 7*++ jam Rp *,++?!MH - (#P Tetap?!MH 8,+++++ 5 7*++ jam Rp *+++?!MH B - T%tal (#P?!MH Rp ,,++?!MH - B!P R'. =.=;; F = minggu R'. )8.:;;
:adi =le<ible (udget untuk (#P pada kapasitas 4+C adalah R'. 99.*6;4;; (3 Ka'asitas Tinggi 2)*;?3
Pada kapasitas pr%duksi tinggi /)*+C3 jumlah unit pr%duksi adalah )*++ unit atau ,4++ jam mesin" maka 5
- (#P >ariabel?!MH ))A*++++ 5 ,4++ jam Rp *,++?!MH - (#P Tetap?!MH 8,+++++ 5 ,4++ jam Rp )777 ?!MH B - T%tal (#P?!MH Rp 7;77 ?!MH - B!P R'. +.8++ F = minggu R'. )=.7+*
BAB III PENUTUP A. Kesim'ulan
(iaya-biaya pr%duksi yang tidak dapat dikateg%rikan ke dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung atau yang wujud riilnya adalah biaya bahan baku tudak langsung dann biaya tenaga kerja tidak langsung serta biaya pabrik
lainnya dikel%mp%kan tersendiri yang disebut biaya %erhead pabrik !epartementalisasi biaya %erhead pabrik berman&aat untuk pengendalian biaya dan ketelitian penentuan harga p%k%k pr%duk Pengendalian biaya %erhead pabrik dapat lebih mudah dilakukan dengan $ara menghubungkan biaya dengan pusat terjadinya" sehingga dengan demikian akan memperjelas tanggung jawab setiap biaya yang terjadi dalam departemen tertentu !engan digunakannya tari&-tari& (#P yang berbeda-beda untuk tiap departemen" maka pesanan atau pr%duk yang melewati suatu departemen pr%duksi akan dibebani dengan (#P Sesuai dengan departemen bersangkutan