FENOMENA ‘PERAWAN TUA’ DALAM IN TIME
WITH YOU DAN MY ELDEST GIRL SHOULD GET
MARRIED
Cindy Chandry, Ester C. , Cendrawaty Tjong
Jurusan Sastra China, Fakultas Humaniora, Universitas Bina Nusantara, Jln. Kemanggisan Ilir III No. 45, Kemanggisan/Palmerah, Jakarta Barat, 021-5327630[email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRACT
‘Leftover woman’ refers to single woman aged more than 30 years old. This is a new term which developed recently in our modern society, creating more pressure for single woman aged more than 30 years old. This phenomenon appeared clearly in the drama In Time with You and My Eldest Girl Should Get Married. From those dramas, writer has done an analysis on the reason behind ‘leftover woman’ phenomenon, the opinion of surrounding people, and the effects suffered by these women. Writer based their analysis on Erik Erikson’s Stages of Social Development and Maslow’s Hierarchy of Needs, and used the method of qualitative descriptive and literature study. The result of the analysis showed the reason behind these two main-leads of staying single is because they have yet found their compatible mate. Receiving pressure from the society caused them to feel anxious, inferior and they became more sensitive. They thought they have failed in love and decided to put their focus in other things such as, work, etc.
KeyWords:Leftover womanphenomenon, In Time With You, My Eldest Girl Should Get Married, Maslow’s Hierarchy of Needs
ABSTRAK
‘Perawan tua’ merupakan istilah yang baru muncul pada masyarakat saat ini, yang dikategorikan sebagai ‘perawan tua’ adalah wanita yang telah berumur 30 tahun keatas yang masih lajang. Kemunculan istilah ini memberikan tekanan yang baru bagi wanita 30 tahun keatas yang belum menikah. Fenomena ‘perawan tua’ ini sangat jelas telihat dalam drama In Time With You dan drama My Eldest Girl Get Married. Dari kedua drama inilah penulis akan menganalisa apa saja faktor yang menyebabkan seseorang wanita menjadi ‘perawan tua’, tanggapan masyarakat sekitar, dan pengaruhnya bagi ‘perawan tua’ tersebut. Teori yang digunakan adalah Teori Hirarki Kebutuhan Maslow dan Teori Pengembangan Erik.H.Erikson.Metode yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif dan Studi Pustaka.Setelah menganalisa, penulis menemukan bahwa alasan seorang wanita masih lajang dikarenakan tidak menemukan pasangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.Dan dikarenakan oleh tekanan yang diberikan oleh orang sekitar, sehingga mereka merasa cemas, sensitif, dan rendah diri. Karena mereka merasa gagal dalam hal perasaan, jadi lebih memfokuskan perhatian pada hal lain, seperti pekerjaan dan lain lain.
Kata kunci: Fenomena ‘perawan tua’, In Time With You, My Eldest Girl Should Get Married, Hierarki Kebutuhan Maslow,
PENDAHULUAN
Wanita selalu dikenal sebagai sesosok makhluk yang lembut dan penuh kasih sayang.Standar seorang ‘wanita yang baik’ selalu ditentukan dari kemampuannya dalam mengurus dirinya sendiri, mengurus suaminya, dan pada saat yang bersamaan juga dapat menjadi ibu yang baik bagi anak- anaknya.Peran ini sudah diturunkan dari dahulu kala sampai saat ini.Seiring dengan perubahan zaman, peran ini juga mulai terdistorsi oleh faktor lingkungan.Wanita tidak lagi hidup hanya demi sebuah pernikahan, namun mereka juga mulai hidup untuk mengejar mimpi mereka. Ini lah penyebab munculnya fenomena ‘剩女’(Sheng nv, atau ‘wanita sisa’, sebutan lainnya ‘perawan tua’).
‘Perawan tua’ adalah sebutan bagi wanita berusia di atas 30 tahun yang belum menikah.Saat ini, terutama dalam masyarakat perkotaan modern, wanita berinteligensia tinggi, berpenghasilan tinggi, dan berpendidikan tinggi macam ini sangat mudah dijumpai.Mereka memandang pernikahan sebagai hal pribadi yang tidak perlu dicampuri pihak luar.Mereka memiliki standar mereka sendiri dalam mencari pasangan hidup.Oleh karena itu, wanita zaman sekarang lebih memilih untuk tetap lajang daripada harus menikah dengan pria yang dinilai kurang tepat untuk mereka.
Penulis memilih untuk membahas fenomena ‘perawan tua’ ini karena penulis mendapati bahwa istilah ini mulai sering dipergunakan dalam film maupun di media China beberapa tahun belakangan ini. Alasan pemilihan drama China My Eldest Girl Sould Get Married adalah karena drama ini sangat menonjolkan fenomena ‘perawan tua’ yang terjadi di masyarakat China, sedangkan alasan pemilihan drama Taiwan In Time
With You adalah karena selain film ini telah memenangkan 7 penghargaan di Golden Bell Award, film ini juga
membahas fenomena ‘perawan tua’ dengan sangat realistis. Melalui kedua film ini, penulis akan membandingkan fenomena perawan tua yang terjadi dalam masyarakat China dan Taiwan.
姜大雁(Jiang Dayan) dalam drama China 《大女当家》atau “My Eldest Girl Should Get Married” dan 程 又青 (Cheng Youqing) dalam drama Taiwan《我可能不会爱你》atau “In Time With You” telah menghadapi
permasalahan yang serupa dan gejala- gejala yang ditimbulkan fenomena ‘perawan tua’. Dalam usia mereka yang ke 30 tahun, mereka juga menghadapi tekanan dari orang di sekitar mereka, bahkan keluarga mereka pun mendesak agar mereka segera menikah. Judul skripsi ini adalah “Fenomena ‘Perawan Tua’ dalam My Eldest
Girl Should Get Married dan In Time With You”.
METODE PENELITIAN
Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dan kajian kepustakaan.Peneliti terlebih dahulu menonton 13 episode drama Taiwan yang berjudul In Time With You, menjabarkan apa saja masalah yang muncul mengenai wanita lajang usia 30 tahun ke atas, kemudian meneliti apa saja masalah yang mereka hadapi karena digolongkan sebagai ‘perawan tua’. Peneliti akan membandingkan fenomena ‘Perawan Tua’ dari 25 episode drama China yang berjudul My Eldest Girl Should Get Married dengan 13 episode drama Taiwan yang berjudul In Time With You. Setelah itu peneliti akan menganalisa masalah-masalah mengenai ‘Perawan Tua’ yang terdapat dalam dua drama tersebut kemudian menghubungkannya dengan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Perkembangan Eric.H.Erikson.
HASIL DAN BAHASAN
Dalam usia yang sudah menginjak 30 tahun ke atas, Cheng Youqing dan Jiang Dayan masih belum dapat menemukan pasangan masing-masing. Wanita lajang yang sudah berumur 30 tahun atau lebih disebut sebagai ‘perawan tua’.
4.1 Pengenalan Film
Melalui drama China Elder Sister Get Married dan drama Taiwan In Time with You, penulis akan menganalisa fenomena ‘perawan tua’ yang terjadi pada masyarakat China dan Taiwan.Berikut merupakan sinopsis dan pengenalan tokoh utama wanita
4.1.1My Eldest Girl Should Get Married
My Eldest Girl Should Get Married pertama kali ditayangkan di CCTV8 pada tanggal 3 April
2010.Naskah Film ini ditulis oleh Rao Hui, Liu Shen, Li Xiao dan disutradarai oleh Sun Hao.
Alur cerita bermula dari Jiang Dayan yang masih lajang pada usia 34 tahun. Keseluruhan film menceritakan proses Jiang Dayan dalam mencari pasangan. Dalam proses pencarian pasangan tersebut, ia sering kali mengalami patah hati, tidak direstui oleh orang tua dan menerima tekanan dari keluarganya. Di akhir cerita akhirnya Jiang Dayan dapat menemukan pasangan seperti yang selama ini ia inginkan.
4.1.2 In Time With You
In Time With You pertama kali ditayangkan pada tanggal 18 oktober 2011. Penulis naskah Xu Yu
Ting dan disutradarai oleh sutradara terkenal Winnie Chu (Chu Yuning).Drama Taiwan ini sangat digemari oleh penonton. Pada Golden Bell Awards ke-47 yang diadakan pada tanggan 26 Oktober 2012, drama Taiwan In Time With You ini memenangkan 7 penghargaan.
Persahabatan dan percintaan Cheng Youqing dan Li Daren menjadi alur cerita dalam drama ini.Drama ini berkisah tentang perjalanan mereka mencari cinta namun akhirnya mendapati bahwa orang yang paling cocok untuk mereka sudah di sisi mereka selama ini.
Meskipun pada akhir cerita Cheng Youqing dan Jiang Dayan masing-masing telah menemukan pasangan yang sesuai dengan kriteria mereka, tetapi pada umur 30 tahun atau 30 tahun keatas mereka juga pernah mengalami tekanan yang diberikan oleh orang sekitar mereka dan mengalami gejala fenomena ‘perawan tua’. Penulis memilih dua drama ini dengan maksud ingin membandingkan fenomena ‘perawan tua’ yang terjadi Di China dengan fenomena ‘perawan tua’ yang terjadi di Taiwan. Pada akhirnya penulis menemukan bahwa kedua tempat ini mempunyai fenomena ‘perawan tua’ yang sama.
4.2 Alasan Kedua Pemeran UtamaMasih Lajang
Cheng Youqing dan Jiang Dayan memiliki bebebrapa kali pengalaman berpacaran dengan lawan jenis, dan membuktikan bahwa sebenarnya mereka tidak dipandang buruk oleh para pria.Bila kita lihat kondisi mantan kekasih mereka, Ding Liwei dan Peng Dan, keduanya pun memiliki penghasilan dan penampilan yang baik.
Sama seperti ‘perawan tua’ lainnya, Cheng Youqing dan Jiang Dayan juga memiliki 3 keunggulan.Mereka mempunyai pendidikan tinggi, tingkat kepandaian yang tinggi dan pemasukan yang tidak bisa dibilang buruk. Cheng Youqing telah memiliki perkerjaan dan penghasilan yang tetap, keluarga yang bahagia, keluarga dan teman yang perhatian kepadanya.Sehingga yang dia butuhkan dalam cinta dan pernikahan adalah penghargaan. Penghargaan yang dimaksudkan disini termasuk prestasi, nama baik, jabatan dan lain-lain.
Kriteria Jiang Dayan juga sangat baik. Di umurnya yang sudah menginjak 34 tahun ia masih sering bercerita dengan keluarganya, di sini menggambarkan bahwa hubungannya dengan keluarganya sangatlah baik. Dia mempunyai 3 orang teman dan semuanya masih lajang, sering meluangkan waktu untuk berbincang-bincang mengenai kehidupan mereka masing-masing. Jiang Dayan adalah seorang guru, menandakan bahwa ia mempunyai pendidikan yang baik. Dalam mencari pasangan, ia terlebih dahulu memikirkan soal perasaan (My Eldest Girl Get Married, Ep 15, 15:20). Dalam drama ini, Jiang Dayan mempunyai 4 kali pengalaman berpacaran. Pertama kali dengan Peng Tan, dikarenakan tidak mempunyai perasaan dengan Peng Tan sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Kedua kali gagal dikarenakan Su RuShi memutuskan untuk pergi ke Kanada menemani putrinya yang bersekolah di sana. Ketiga kali gagal dikarenakan adanya perbedaan umur, prinsip dan pandangan dengan Zhang YaoYang sehingga perasaan terhadap Zhang YaoYang lambat laun menghilang.Yang terakhir adalah dengan Cheng Chuang. Pada saat Jiang Dayan menghadapi kesulitan, ia menyadari bahwa Cheng Chuang merupakan sosok pria yang dapat diandalkan Ia juga mencintai Cheng Chuang dan keluarganya juga sangat mendukung hubungan mereka. Dan pada episode 8 Jiang Dayan pernah berkata demikian:
“Sejak saya berumur 23 tahun, saya sering berkata kepada diri sendiri bahwa mencintai seseorang barulah dapat hidup bersama-sama dengan Dia. Demi hal ini, Saya sudah menunggu 10 tahun, Saya tidak mungkin dengan mudah mengingkarinya, kalau tidak bukankah usaha saya selama ini menjadi sia-sia? Saya masih akan terus menunggu, paling tidak menunggu 10 tahun lagi.”
Kalimat ini menandakan bahwa Jiang Dayan menginginkan cinta sebagai dasar dari sebuah pernikahan. Dia rela lajang daripada harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Dalam hal ini, menurut Hierarki Kebutuhan Maslow kebutuhan Jiang Dayan ada pada level 3, yaitu kebutuhan untuk dicintai.
Oleh karena wanita di perkotaan modern memiliki keunggulan- keunggulan seperti ini, mereka pun memiliki syarat yang cukup tinggi dalam memilih pasangan hidup.Selain tuntutan yang tinggi terhadap pernikahan, sifat dasar mereka pun seringkali menjadi faktor penyebab mereka tetap lajang.Contohnya sifat Cheng Youqing yang perfeksionis dan selalu ingin menjadi yang utama, menyebabkan lawan jenis merasa sungkan untuk mendekatinya.
Dari apa yang dialami oleh kedua tokoh utama wanita tersebut, penulis menemukan bahwa mereka bukan tidak mau menikah, melainkan mereka ingin mencari orang yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing barulah ingin menikah. Dan meskipun kedua tokoh utama wanita membutuhkan sebuah pernikahan, tetapi mereka tidak di pengaruhi oleh faktor usia kemudian asal menikah. Namun, orang- orang terus-menerus memaksa mereka agar segera menikah, sehingga hal ini menyebabkan tekanan psikologis bagi mereka.
4.3 Pandangan Masyarakat
4.3.1 Dari Sudut Pandang Keluarga
Di China, orang tua mempunyai peranan yang sangat besar bagi anak mereka yang dikategorikan ‘perawan tua’. Saat orang tua membantu menemukan pasangan yang sesuai untuk anaknya, sebagian orang tua memainkan peranan yang sangat penting. Jika sudah mencapai umur pernikahan tetapi anak perempuan mereka masih belum menikah, maka orang tua tersebut akan berusaha menjodohkan anaknya, dan menyuruh anaknya mencari suami yang baik.
Dalam drama My Eldest Girl Get Married dimulai dari episode pertama sangat terlihat bahwa keluarga dan orang tua membawa pengaruh yang besar bagi Jiang Dayan.Mereka terus-menerus menjodohkan Jiang Dayan. Sebenarnya apa yang keluarga dan orang tuanya lakukan adalah untuk kebaikan Dayan juga. Mereka khawatir kalau Jiang Dayan menjadi ‘perawan tua’, dan nanti harus hidup sendiri tanpa aDayang menjaganya. Pada saat Jiang Dayan berniat untuk sembarangan menikah dengan pria yang ia tidak cintai, Ibunya pernah mengatakan bahwa:
“Jangan hanya karena tekanan yang diberikan oleh keluarga membuat kamu asal menikah”
Mereka memang mengharapkan Jiang Dayan segera menikah, tetapi bukan sembarangan menikah dengan pria yang tidak ia cintai, mereka mengharapkan agar Jiang Dayan dapat mendapatkan pria yang benar-benar baik untuk dirinya.
Tidak sama dengan keluarga dan orang tua Jiang Dayan, keluarga dan orang tua Cheng Youqing lebih memberikan kebebasan kepadanya untuk masalah percintaan. Mereka membiarkannya membuat keputusan sendiri. Hubungan Cheng Youqing dan ibunya sangat dekat, ia sering bercerita mengenai perasaan yang sedang ia rasakan. Cheng Youqing juga sering diingatkan dan dinasehati oleh ibunya. Sebagai contoh pada saat Cheng Youqing bertengkar dengan Ding Liwei mengenai masalah pernikahan, Ibunya menasehati Dia berkata:
“Dalam sebuah keluarga, ibarat aDayang bernyanyi, ada juga yang di samping membantu mengiringi. Kalau kamu dengan Ding Liwei dua-duanya suka bernyanyi, berebutan microphone, situasi seperti ini mana bisa…harus kamu ketahui bahwa itu bukan hanya sebuah pernikahan, harus mengalah sepuluh tahun, dua puluh tahun, tiga puluh tahun bahkan seumur hidup…apakah kamu sanggup? Kehidupan pernikahan yang bahagia bukanlah dengan cara mengalah, tetapi penerimaan dari dalam hati. Maka itu orang-orang sering bilang bahwa sebelum menikah haruslah dipikirkan dengan baik-baik.Bukan menyuruh kamu berpikir dengan jelas apa yang kamu sukai dari orang itu, tetapi hanya mau membiarkan kamu benar-benar berpikir dengan jelas.”( In Time With You, Episode 12, 45:00 ).
Kata-kata inilah yang kemudian membuat Cheng Youqing tidak jadi menikah dengan Ding Liwei.Ayah Cheng Youqing tahu bahwa anak perempuannya sangatlah unggul, sehingga membuat para pria yang tidak seunggul dia tidak berani mengejarnya.Alasan mereka tidak memaksa Cheng Youqing untuk segera menikah karena mereka percaya bahwa Cheng Youqing mampu membuat keputusan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Intinya, setiap orang tua pasti mengharapkan anak perempuan mereka dapat segera menikah.Meskipun ada sebagian orang tua yang terus-menerus memaksa anaknya untuk segera menikah, tetapiada juga orang tua yang lebih bebas mempercayakan anaknya sendiri yang membuat keputusan.
4.3.2 Pandangan Teman
Yang dikategorikan teman disini ada 2 jenis.Yang pertama adalah teman yang sudah menikah, yang kedua adalah teman yang masih lajang. Bagi teman yang sudah menikah dan menikmati kehidupan pernikahannya, mereka cenderung akan menyuruh kedua tokoh utama wanita ini untuk segera menikah. Teman Jiang Dayan yang sudah menikah pernah berkata:
“Jiang Dayan, turunkan standar kriteriamu, sebenarnya pernikahan sangatlah menyenangkan, Pernikahan sebenarnya merupakan hal yang sangat sederhana, Dua orang bersatu menciptakan suasana yang aman dan nyaman.”( My Eldest Girl Get Married, Ep 25, 1:50 ).
Mereka juga merasa bahwa bila menemukan pasangan yang cocok, kriteria kebutuhannyalah yang bermasalah.
Bagi teman yang belum menikah, mereka juga mengalami fenomena ‘perawan tua’ ini, sehingga mereka dapat berbincang-bincang dan mengetahui lebih dalam lagi mengenai fenomena ‘perawan tua’ ini. Selain berbagi informasi, mereka juga dapat seobjektif mungkin mengemukakan tanggapan dan saran mereka, jangan dikarenakan oleh umur kemudian sembarangan menikah. Mereka dapat saling mendukung satu sama lain agar masing-masing dapat menemukan pasangan yang sesuai kebutuhan masing-masing.
4.4 Pengaruh pandangan masyarakat terhadap ‘perawan tua’
Penulis berpendapat bahwa pandangan masyarakat terhadap ‘perawan tua’ telah membawa pengaruh yang sangat besar bagi wanita- wanita tersebut.Ada pengaruh yang baik, namun ada juga pengaruh yang buruk.
4.4.1 Pengaruh yang buruk
1. Rasa rendah diri
Pandangan negatif masyarakat telah menyebabkan rasa minder kepada wanita yang disebut sebagai ‘perawan tua’.Cheng Youqing dan Jiang Dayan pun mengalami rasa rendah diri ini.Mereka merasa diri mereka yang sudah berumur di atas 30 tahun itu tidak sebaik wanita yang lebih muda.
Ketika Cheng Youqing sekali lagi dikejar oleh Ding Liwei yang pernah mencampakkan dirinya, ia berkata pada Li Daren “Apakah kamu dapat mengerti perasaanku yang sudah lama
tidak mendengar seseorang menyatakan cinta padaku?” Alasan Cheng Youqing merasa rendah
diri adalah karena ia merasa syaratnya sebenarnya tidak buruk, namun tidak ada pria yang berani mengejarnya. Oleh karena itu ketika ia mendapatkan perhatian dari pria, ia merasa mendapatkan diri rasa dihargai yang ia inginkan.
Tingkah laku yang terus dilakukan keluarganya terhadap Dayan juga , membuat Dayan menganggap dirinya seperti sawi yang diobral (Episode 2, 22:20). Ini menggambarkan dengan jelas bahwa Jiang Dayan merasa rendah diri karena ia masih lajang di umurnya yang seharusnya sudah pantas untuk menikah.
2. Rasa Cemas
Jiang Dayan, karena usianya yang sudah mencapai 34 tahun ditambah dengan keluarga yang terus mendesaknya untuk menikah, merasa cemas dan mendorong dirinya untuk segera mencari pasangan. Ia cemas bila pada akhirnya tak aDayang menginginkannya (Episode 18, 24:32). Ia juga cemas bila tuntutannya yang terlalu tinggi telah menyebabkannya tidak mendapatkan pasangan, membuat Dayan mempertimbangkan untuk menurunkan tuntutannya. Cheng Youqing juga pernah mempertimbangkan lelaki di sekitarnya, mencocokkan mereka satu per satu dengan persyaratannya (episode 2, 37:10) dan dengan cemas mendapati bahwa teman lelaki yang ia miliki ternyata sangat sedikit.
Cheng Youqing menjadi sensitif karena disebut sebagai ‘perawan tua’. Pada dasarnya, Youqing memiliki harga diri yang tinggi, ia tidak suka kekurangannya dilihat oleh orang lain, ia berusaha mati- matian supaya dilihat sebagai wanita yang sempurna. Contohnya ketika ia mendesak Li Daren untuk mengungkapkan sisi mana yang membuatnya kurang sempurna dan membuat Li Daren terusik.
Jiang Dayan juga merasa sensitif dalam hal usia. Pada malam perayaan ulang tahunnya yang ke 34, adiknya bercanda mengungkit bahwa Dayan sudah tua. Dayan langsung berkata dengan marah “Aku tak ingin melewati ulang tahun sialan ini, semakin dilewati semakin tua, aku
hanya ingin dengan tenang dengan sunyi membiarkan hari ini lewat” , ia juga merasa tidak
memiliki pasangan pada umurnya yang ke 34 sebagai sebuah kegagalan.
Kesimpulannya, wanita yang disebut masyarakat sebagai ‘perawan tua’ menerima tekanan yang cukup besar dari masyarakat sehingga menimbulkan efek yang negatif secara psikologis.Mereka mempertanyakan tuntutan mereka tanpa henti, mencari pasangan karena dikejar waktu, menyebabkan mereka menjadi merasa rendah diri, cemas dan sensitif.
4.4.2 Pengaruh positif
Pandangan masyarakat terhadap ‘perawan tua’ juga membawa dampak baik. Dari drama In Time
With You dan My Eldest Girl Should Get Married terlihat bahwa kedua tokoh utama wanita mulai dengan
serius mempertimbangkan kebutuhan mereka akan pernikahan, tujuan mereka dalam pernikahan, dan pria macam apa yang cocok untuk diri mereka.
Pengaruh yang diperoleh para ‘perawan tua’ menyebabkan mereka mencerminkan beberapa tindakan.Karena menganggap diri mereka gagal dalam hal percintaan, mereka mengerahkan segenap konsentrasi mereka dalam bidang pekerjaan. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka pun dapat sukses di bidang lain meskipun mereka gagal dalam hal cinta. Seperti Youqing dalam episode yang ke 10. Ketika ia dipusingkan oleh masalah cinta, ia langsung memutuskan untuk mengubah diri. Saat perusahaannya menawarkan posisi kepala distrik di Singapore, ia langsung menyetujui, namun sayang tunangannya saat itu tidak mengizinkan ia pergi.
Namun setelah mendapat tekanan dari masyarakat seperti itu, mereka menjadi lebih frontal dalam berhubungan dengan lawan jenis. Oleh karena mereka telah memiliki standar yang baku akan laki laki dan pernikahan, mereka tidak lagi membuang waktu untuk berbasa basi dengan pria yang dianggap tidak memenuhi syarat.
SIMPULAN DAN SARAN
‘Perawan tua’ adalah istilah baru yang muncul akhir- akhir ini, menunjuk pada wanita berusia di atas 30 tahun yang masih lajang. Penyebab munculnya fenomena ‘perawan tua’ ini terkait erat dengan pandangan wanita pada masyarakat modern akan pernikahan. Penyebab lainnya adalah karena wanita zaman sekarang pun memiliki tuntutan tertentu akan cinta dan pernikahan
Melalui tokoh Cheng Youqing dan Jiang Dayan, dapat terlihat pandangan masyarakat saat ini tentang ‘perawan tua’ serta dampak yang diterima oleh para ‘perawan tua’ ini. Dampak buruk yang dibawa oleh tekanan masyarakat pada ‘perawan tua’ antara lain munculnya rasa rendah diri, sensitif, dan rasa cemas. Dampak positif yang terjadi adalah wanita zaman sekarang menjadi lebih mengerti kebutuhan yang ia perlukan dalam suatu pernikahan dan tidak menikah hanya karena ingin menikah.
Penulis berpendapat, kata ‘perawan tua’ sesungguhnya mengandung makna berkonotasi negatif yang merendahkan kaum wanita.Alasan wanita tetap lajang pada umur tertentu tentu bukan hanya karena tidak aDayang menginginkannya, namun ada juga alasan seperti mereka tidak menemukan pasangan yang cocok dengan persyaratan mereka.Sebagian besar wanita yang disebut ‘perawan tua’ ini memiliki tingkat intelegensi tinggi, pemasukan yang tinggi serta riwayat pendidikan yang tinggi pula.Penulis berharap masyarakat dapat lebih mengerti serta menghargai kondisi yang dihadapi para wanita tersebut, dan lebih memahami konsep wanita saat ini akan pernikahan. Dengan begini, orang- orang dapat menyadari bahwa mereka tidak perlu mendesak wanita lajang ini
untuk segera menikah dan berumah tangga.Wanita- wanita ini pun dapat dengan perlahan-lahan dan bebas menentukan kebahagiaan yang mereka inginkan.
REFERENSI
中文文献
中文文献
中文文献
中文文献
瞿友宁.《我可能不会爱你》[M].台湾:湖南卫视,2011.八大电视股份有限公司
孙皓。《大女当嫁》[M].中国大陆:黄金档, 2010.广东华夏电视传播有限公司
Feist,J.,&Gregory, J.F. (2009).
[1]布洛特, 黄美姝. 现代女性的心结: 事业、感情、婚
姻
[M]
.世界图书出版公司,1989.
陈琦,刘儒德. 教育心理学
[M]
.北京:高等教育出版社,2011.
陈友华.剩女: 一个建构失实的伪命题[J].
http://www.sociology2010.cass.cn/upload/2012/04/d20120418091959354.pdf.2011
崔小璐
.(
高知大龄未婚女性的婚恋问题浅析)[J].
http://www.sociology2010.cass.cn/upload/2012/03/d20120301171401773.pdf
2002-1-4
丁乃非.家庭兴婚姻的女性主义整洽[J].
http://www.nsc.gov.tw/hum/public/Data/96171573371.pdf.2002
李军, 陌桑. 剩男剩女[M].中国林业出版社,2006.
妙维.剩女在当代中国城市[J].
http://asaa.asn.au/ASAA2010/reviewed_papers/Miao-Wei.pdf.2010
瞿友宁.《我可能不会爱你》[M].台湾:湖南卫视,2011.八大电视股份有限公司
孙皓。《大女当嫁》[M].中国大陆:黄金档, 2010.广东华夏电视传播有限公司
严纪华. 当古典遇到现代[M].威资讯科技股份有限公司,2007.
赵赵. 女人如何动感情[M].北京:北京朝华出版社,2005.
印尼文献
印尼文献
印尼文献
印尼文献
Dariyo, A. (2003). PsikologiPerkembanganDewasaMuda. Jakarta: GramediaWidiasarana
Indonesia
Dewi, A. (2009). The Heart Inside The Heart. Jakarta: PT GramediaPustakaUtama.
Dianawati, A. (2010). From Single to Couple.Jakarta:Gagas Media.
Hall,C.S.,Lindzey,G.(1993).PsikologiKepribadian 3 Teori-teori Sifatdan
Behavioristik.Yogyakarta:Kanisius.
Indriyana, Y., dkk. (2007) PersepsiPerempuanKarirLajangtentangpasanganhidup:
Studikualitatiffenomonologisdi Semarang.
Dari:http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1220708.pdf
Surbakti, E. SudahSiapkahMenikah. Elex Media Komputindo.
英文文献
英文文献
英文文献
英文文献
Chan, D.K.S.,Theresa, Ng.,Chin, Ming Hui.(2009). Interpersonal relationships in
rapidly changing Chinesesocietiesfrom:
http://www.academia.edu/769369/Interpersonal_Relationships_in_Rapidly_Changing_C
hinese_Societies.
Ebrey, P.B. (1993). The Inner Quarters: Marriage and the Lives of Chinese Women
in the Sung Period. California: University of California Press.
Feist,J.,&Gregory, J.F. (2009). Theories of Personality. (seventh edition). The Mc-
Graw Hills Company.
Fiske,S.T., Daniel, T.G.,Gardner, L.(2010). Handbook of Social Psychology.
(Volume 2).New Jersey: John Wiley & Sons.
Ifedili, Ci. (2012). Perception of Maslow’s Hierarchy of Needs Theory. Retrieved
from :http://journal-archieves18.webs.com/78-85.pdf
Pan, R.. (2004). Why Being Single? A Research for the Delayed Marriage Among People (Aged
25-35) in Shanghai, China . from:
http://www.lunduniversity.lu.se/o.o.i.s?id=24965&postid=1328263
Solomon, L. (2005).Love Never Fails but a Marriage Can.USA:Xulon Press.
Watson, R.S.,Ebrey, P.B. (1991). Marriage and Inequality in Chinese Society.
California: University of California Press.
RIWAYAT PENULIS
Cindy Chandry lahir di Medan pada tanggal 24 September 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Jurusan Sastra Cina pada 2013 atau menamatkan pendidikan SMA di Sekolah Methodist Jakarta pada tahun 2009.
Ester C.lahir di Rantau Prapat pada tanggal 14Juni1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara Jakarta dalam bidang Jurusan Sastra Cina pada 2013 atau menamatkan pendidikan SMA di Sekolah MethodistJakarta pada tahun 2009.