• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fishing target behavior against traps design

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Fishing target behavior against traps design"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Fishing ta rget beha v ior

a ga inst tra ps design

(2)

Tujuan Instruksional Khusus

Mahasiswa dapat mengetahui tingkah laku target

tangkapan terhadap alat tangkap yang berbeda

digunakan untuk memahami:

1. Bagaimana ikan tertangkap

(3)

TRAP

alat yang dapat membuat mangsa

masuk ke dalam bilik tangkapan

yang sehingga menyulitkan atau

tidak memungkinkan mangsa

tersebut untuk keluar lagi

skala kecil

kepiting, udang,

keong, dan ikan demersal di

perairan dangkal

(4)

Tingkah laku Tar get Tangkapan thd alat

tangkap dipengar uhi oleh:

Desain & konstruksi

alat tangkap

fishing ground

metode penangkapan

(5)

Bu b u

- Memiliki kar akter istik yg sama dengan per angkap

- Metode Penangkapan :

Bubu disetting di FG yg tepat

dir angkai atau

satuan

dir endam (waktu+ soaking time)

hauling

-

Penelitian:

jar ang meneliti lama waktu per endaman

bagaimana tar get tangkapan ter per angkap

waktu yang dibutuhkan tar get tangkapan untuk

ter per angkap

tingkah laku umpan

(6)

Alasan menggunakan Bubu

Adanya larangan mengoperasikan alat tangkap

Topografi FG yang tidak mendukung

Kedalaman FG yang tidak memungkinkan alat tangkap lain

untuk dioperasikan

Biaya pembuatan alat tangkap tergolong murah

Pembuatan dan pengoperasian alat tangkap tergolong murah

H asil tangkapan dalam keadaan hidup

Kualitas hasil tangkapan bagus

H asil tangkapan biasanya bernilai ekonomis tinggi

(7)

Konstru ksi B u bu

Secara umum...

Rangka

besi, bambu,

kayu

Badan

jar ing, anyaman

bambu, kawat

Pintu masuk/ bukaan mulut

Pintu u/ mengambil hasil

tangkapan

Kantung umpan

kawat

kasa

(8)

Fase TLI yang diident ifikasi (Fer no, 19 9 4)

1.

Arousal

2.

Location

3.

Food uptake

4.

Food ingestion

5.

The nearfield behavior

6.

Ingress

7.

Activity inside the pot

8.

Escape

(9)

Notes for :

AROUSAL & LOCATION

Ikan menggunakan olfactory untuk mendeteksi jarak

mangsanya

Jarak antar pot (harus) ditentukan

not overlap

(2/lebih pot bersaing untuk mendapatkan sebuah

mangsa)

Jarak antar pot umumnya

40 – 80 m.

Selama waktu rendaman, arah dan kecepatan akan

mengurangi aktivasi umpan

(10)

Notes for :

AROUSAL & LOCATION

Ikan tertarik pada pot karena:

1.

Kemampuan umpan

2.

Pergerakan acak

3.

Anggapan pot sebagai tempat berlindung

4.

Keingintahuan

5.

Tingkah laku intraspesifik

6.

Tingkah laku pemangsaan

(11)

Notes for:

THE NEARFIELD & INGRESS BEHAVIOR

Setelah menyadari lokasi umpan ikan butuh satu hingga

beberapa menit untuk mendekati pot

Semakin banyak entrance/pintu masuk (semakin

kompleks) 

ikan semakin aktif

meningkatkan hasil

tangkapan

Saturation/kejenuhan

intraspesifik behavior thd

individu di luar pot

(12)

Notes for:

BEHAVIOR INSIDE THE POT & ESCAPE

Masuk ke

dalam pot

Mendekati/

menggigit

umpan

Kehilangan

selera

Mencoba

lolos/menga

cuhkan

umpan

• Ikan dapat hidup beberapa hari di pot

• Mati

pemangsaan

mencoba untuk lolos

(13)

Umpan: Fisiologi Penciuman & TLI

Fungsi reseptor kimia (H ara, 1993):

Mencari makan

Pengenalan jenis kelamin

Membedakan antarindividu pd satu kelompok spesies yg sama (schooling) atau

kelompok yg berbeda (shoaling)

Mendeteksi penempatan & kehadiran makanan

Mencari pasangan

Pemangsaan

Mencari lokasi bertelur

---

akan tersampaikan pd organ pembau (olfactory) dan pengecap (gustatory)

Ikan memiliki sinyal kimia:

a.

allomon: perantara utk spesies yg tidak sama

b.

Feromon: perantara utk spesies yg sama

(14)

Umpan: Fisiologi Penciuman & TLI

Fungsi feromon:

a. sbg alarm pengenal spesies

b. Utk pengenalan seks dan perubahan tingkah laku seksual

c. Pengenalan wilayah

d. Pendeteksian, pemilihan dan pengenalan makanan

Metode tingkah laku ikan:

a. Arousal 

menerima rangsangan

b. Searching 

mencari makanan dgn

menggunakan olfactory

(15)

Berdasarkan disain & konstruksi:

Pot Bekerja secara...

1. Manual

bilik harus mudah

dilihat, melibatkan nelayan

untuk

mengoperasikan/menutup

bukaan.

2. Mekanis

saat satu mangsa

terperangkap, maka mulut

(16)

Bekerja secara...

3. N ew

membuat

bukaan/bilik masukan

sekecil-kecilnya sehingga bukaan

menjadi

non return devices,

yang membiarkan target

tangkapan masuk namun

(17)

Bekerja secara manual

Adalah

mekanisme penangkapan yang melibatkan

kerja nelayan untuk mengoperasikan

Kerugian : -

harus

bilik masukan (bukaan)

yang mudah dilihat oleh nelayan

-

keterlibatan nelayan besar

(18)

Bekerja secara manual

T U BU LAR T RAPS

-

Berbentuk funnel

-

Tanpa

non return devices

-

Panjang melebihi

lebarnya

(19)

Target Behavior towards Tubular Traps

Bagaimana ikan masuk?????

Bentuk funnel

menjauhkan ikan dari bukaan mulut

D ilengkapi giringan

D ilengkapi umpan

fish attractant

Tempat setting di arus deras, seperti:

a. Berlawanan dengan letak kincir air (t4 air

terkonsentrasi)

ikan terbawa

b. D ibawah air terjun buatan

ikan ikut

jatuh

(20)

Target Behavior towards Tubular

Traps

Bagaimana agar ikan tidak

lolos?????

Luasan bubu semakin

panjang, semakin sempit

terhalang arah sirip dorsal

Arus yg kuat > kemampuan

renang ikan

(21)

Bekerja secara manual

N on return devices

-

bilik penangkapan yang

rumit

-

Modifikasi dilakukan pada

desain bukaan mulut

D idasarkan dari tingkah laku

(22)

Target Behavior towards Non-return

Devices

Cara yang dilakukan untuk mengurangi

kemungkinan lolosnya ikan yaitu:

Membuat penutup yang diletakkan di mulut bukaan

(23)

Bekerja secara mekanis

adalah

mekanisme khusus yang dapat menutup mulut bubu

secara mekanis ketika mangsa telah berada di dalam bubu

Keuntungan:

keterlibatan nelayan kecil

Kerugian :

hanya mampu digunakan

(24)

Bekerja secara mekanis

Gravity traps

menggunakan gantungan

beban yang dengan mudah

akan menimpa target

tangkapan.

(25)

Bekerja secara mekanis

Box traps

Tetap menggunakan prinsip

gravitasi

(26)

Bekerja secara mekanis

Spring traps

menggunakan kekuatan

elastis dari batang yang

dibengkokkan

Batang dibengkokkan akan

kembali ke posisi semula

(lurus) jika ada suatu

(27)

Traps selectivity : Ghost traps approach

Traps merupakan API yg relatif selektif

controlled mesh size

and bait tapi tetap terjadi….

Ghost traps

adalah

kemampuan sebuah alat tangkap untuk terus menangkap

tanpa kontrol dari nelayan yang mengoperasikannya

Terjadinya karena…

1. Cuaca yg buruk

(28)
(29)

How to Prevent

the Ghost

1.

Pemakaian degradable

netting yarn

2.

Penggunaan escape vents

undersized target

3.

Penggunaan submerging

(30)

The recommended traps material

PLAST IK!!

wH y???

1.

Collapsible/dapat dilipat

2.

Light/ringan

3.

Perawatan minim

4.

Perbaikan jarang

5.

H igh resistance/tahan thd crustace

(31)
(32)
(33)

Metode pengoperasian bubu

1. Bubu tambun

d=0.5-1.5 m

diletakkan di karang, di bag atas ditutupi karang

Umpan yg digunakan bulu babi, bintang laut

Setting=1.5 jam; hauling=45 menit; total=3-4 jam

karang

2. Bubu lempar

d=4-6 m

Umpan: ikan hasil tangkapan sebelumnya

Setting=30 menit; hauling=45 menit: total =2 jam; soaking=3

hari 3 malam

berpasir

Referensi

Dokumen terkait