• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tari Bedhaya Ela-Ela Karya Agus Tasman: Representasi Rasa Dalam Budaya Jawa - Institutional Repository ISI Surakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Tari Bedhaya Ela-Ela Karya Agus Tasman: Representasi Rasa Dalam Budaya Jawa - Institutional Repository ISI Surakarta"

Copied!
714
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Katarina Indah Sulastuti, S.Sn., M.Sn
  • Pengajar:
    • Dr. Lono Lastoro Simatupang
    • Prof. Dr. R.M. Soedarsono
    • Prof. Dr. Timbul Haryono
  • Sekolah: Universitas Gadjah Mada
  • Mata Pelajaran: Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
  • Topik: Tari Bedhaya Ela-Ela Karya Agus Tasman: Representasi Rasa Dalam Budaya Jawa
  • Tipe: disertasi
  • Tahun: 2017
  • Kota: Yogyakarta

I. PENGANTAR

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian mengenai Tari Bedhaya Ela-Ela sebagai representasi rasa dalam budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana rasa sebagai elemen kunci dalam budaya Jawa terwujud dalam tarian ini. Selain itu, pentingnya tari Bedhaya dalam konteks budaya dan sosial Jawa juga diuraikan, serta bagaimana tari ini berfungsi sebagai media ekspresi yang kaya akan makna dan nilai. Penelitian ini berfokus pada tiga elemen utama: koreografer, penari, dan penonton, yang saling berinteraksi dalam menciptakan pengalaman estetis yang mendalam.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menekankan pentingnya Tari Bedhaya dalam tradisi seni pertunjukan Jawa, khususnya di wilayah Surakarta. Tari ini tidak hanya sebagai bentuk seni, tetapi juga sebagai representasi dari nilai-nilai budaya, etika, dan religiusitas masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana elemen-elemen dalam tari ini berfungsi untuk menyampaikan rasa, yang merupakan inti dari keindahan dalam budaya Jawa.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup pertanyaan tentang kreativitas Agus Tasman dalam menyusun Tari Bedhaya Ela-Ela, bagaimana penari merepresentasikan rasa budaya Jawa melalui tari, serta bagaimana penonton mengapresiasi dan memberikan tanggapan terhadap presentasi tersebut. Ini menunjukkan fokus penelitian pada interaksi antara elemen-elemen yang terlibat dalam pertunjukan seni.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan representasi rasa budaya Jawa dalam Tari Bedhaya Ela-Ela. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi para seniman, penari, dan penonton dalam memahami dan menghargai keindahan serta makna yang terkandung dalam tari ini. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya wacana akademis mengenai tari dan budaya Jawa.

II. TARI BÊDHAYA DI WILAYAH SURAKARTA

Bagian ini membahas tentang keberadaan Tari Bedhaya di Surakarta, termasuk makna filosofis dan perannya dalam budaya keraton. Tari Bedhaya dianggap sebagai seni yang adiluhung dan memiliki aturan baku yang kompleks. Penelitian ini menggali lebih dalam tentang bagaimana tari ini telah beradaptasi dan dipertahankan dalam konteks budaya modern, serta bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tari ini tetap relevan.

2.1. Keberadaan Tari Bêdhaya

Keberadaan Tari Bedhaya di Surakarta mencerminkan tradisi yang kaya dan berakar dalam sejarah. Tari ini dipentaskan oleh sekelompok penari wanita dan berfungsi sebagai ekspresi budaya yang mendalam. Penelitian ini menyoroti bagaimana tari ini menjadi simbol identitas budaya Jawa dan perannya dalam ritual serta acara-acara penting di keraton.

2.2. Makna Filosofi Tari Bêdhaya

Tari Bedhaya tidak hanya sekadar pertunjukan fisik, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam. Setiap gerakan dan elemen dalam tari ini sarat dengan nilai-nilai spiritual dan etika yang menjadi cerminan dari kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini mengupas bagaimana makna tersebut dapat dipahami dan diinterpretasikan melalui pengalaman penari dan penonton.

III. ESTETIKA RASA

Bagian ini membahas konsep rasa dalam budaya Jawa dan bagaimana rasa tersebut diintegrasikan ke dalam seni tari. Rasa dianggap sebagai inti dari keindahan tari Bedhaya, dan penelitian ini mengeksplorasi berbagai dimensi rasa yang ada dalam pertunjukan, termasuk bagaimana penari dan penonton mengalami dan menghayati rasa tersebut.

3.1. Istilah Rasa

Istilah rasa dalam konteks seni tari merujuk pada pengalaman estetis yang mendalam. Rasa ini tidak hanya berkaitan dengan keindahan visual, tetapi juga dengan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menjelaskan bagaimana istilah rasa digunakan dalam budaya Jawa dan bagaimana ia berfungsi dalam konteks tari.

3.2. Rasa dalam Budaya Jawa

Rasa dalam budaya Jawa adalah konsep yang luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Dalam tari Bedhaya, rasa ini terwujud melalui gerakan, ekspresi, dan interaksi antara penari dan penonton. Penelitian ini mengkaji bagaimana rasa ini menjadi bagian integral dari pengalaman menonton tari.

IV. KREATIVITAS AGUS TASMAN DALAM PENYUSUNAN TARI BÊDHAYA ÊLA-ÊLA

Bagian ini menguraikan proses kreatif Agus Tasman dalam menyusun Tari Bedhaya Ela-Ela. Penelitian ini meneliti faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kreativitasnya, serta tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses penciptaan tari ini. Proses kreatif ini sangat penting untuk memahami bagaimana karya seni dapat diciptakan dan diinterpretasikan.

4.1. Profil Agus Tasman

Agus Tasman merupakan seorang koreografer yang berpengaruh dalam dunia tari Jawa. Profilnya sebagai seniman dan pendidik memberikan konteks penting bagi pemahaman tentang karya-karyanya. Penelitian ini mengeksplorasi latar belakang dan pengalamannya yang membentuk pendekatan kreatifnya dalam tari.

4.2. Press (Dorongan Kreatif)

Dorongan kreatif Agus Tasman berasal dari berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi minat dan kemampuan teknisnya, sedangkan faktor eksternal mencakup dukungan dari kolega dan institusi seni. Penelitian ini mengkaji bagaimana faktor-faktor ini berkontribusi pada proses kreatifnya.

V. REPRESENTASI RASA BUDAYA JAWA DALAM TARI BÊDHAYA ÊLA-ÊLA

Bagian ini membahas bagaimana Tari Bedhaya Ela-Ela merepresentasikan rasa budaya Jawa. Penelitian ini menjelaskan manifestasi konsep rasa dalam tari, serta bagaimana elemen-elemen seperti gerakan, formasi, dan busana berkontribusi pada pengalaman estetis yang kompleks.

5.1. Konsep Rasa Budaya Jawa dalam Aspek Religi, Etika, dan Estetika

Konsep rasa dalam budaya Jawa terintegrasi dengan aspek religius dan etis. Penelitian ini menggali bagaimana elemen-elemen ini saling berinteraksi dalam Tari Bedhaya Ela-Ela, menciptakan pengalaman yang kaya akan makna dan nilai. Rasa menjadi jembatan antara aspek spiritual dan estetika dalam tari.

5.2. Tari Bêdhaya Êla-êla sebagai Representasi Konsep Rasa Budaya Jawa

Tari Bedhaya Ela-Ela diinterpretasikan sebagai representasi dari rasa budaya Jawa yang kompleks. Penelitian ini menjelaskan bagaimana elemen-elemen dalam tari, seperti gerakan dan formasi, membentuk komunikasi rasa yang mendalam antara penari dan penonton, serta bagaimana hal ini menciptakan pengalaman estetis yang unik.

VI. APRESIASI DAN TANGGAPAN PENONTON TERHADAP PRESENTASI RASA DALAM TARI BÊDHAYA ÊLA-ÊLA

Bagian ini membahas bagaimana penonton mengapresiasi dan memberikan tanggapan terhadap Tari Bedhaya Ela-Ela. Penelitian ini meneliti indikator keberhasilan komunikasi rasa dalam presentasi tari, serta bagaimana pengalaman penonton dapat memengaruhi interpretasi mereka terhadap karya seni.

6.1. Representasi Rasa Budaya Jawa dalam Pergelaran Tari Bêdhaya Êla-Êla

Representasi rasa dalam tari ini melibatkan interaksi antara koreografer, penari, dan penonton. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana proses komunikasi rasa terjadi dalam pertunjukan, serta bagaimana elemen-elemen tari berfungsi sebagai pesan yang dapat diinterpretasikan oleh penonton.

6.2. Apresiasi dan Tanggapan Penonton

Tanggapan penonton terhadap Tari Bedhaya Ela-Ela sangat bervariasi, mencerminkan subjektivitas pengalaman estetis mereka. Penelitian ini mengkaji bagaimana apresiasi penonton dapat menjadi indikator keberhasilan presentasi tari, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang rasa budaya Jawa.

VII. KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya Tari Bedhaya Ela-Ela sebagai representasi rasa dalam budaya Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui interaksi antara koreografer, penari, dan penonton, rasa budaya Jawa dapat dihayati dan dipahami secara mendalam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan seni tari dan pemahaman budaya Jawa.

7.1. Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa Tari Bedhaya Ela-Ela berhasil merepresentasikan rasa budaya Jawa melalui berbagai elemen yang saling berinteraksi. Rasa menjadi inti dari keindahan tari dan pengalaman penonton, menciptakan komunikasi yang mendalam antara semua elemen yang terlibat.

7.2. Temuan

Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan representasi rasa dalam tari tidak hanya bergantung pada teknik, tetapi juga pada pemahaman mendalam tentang budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam studi seni pertunjukan.

Gambar

Gambar 72: Penari Bêdhaya Êla-êla pada saat menari di arena Pendhapa SMK Negeri 8 Surakarta
Tabel 2: Kunci sikap jari dan simbol tambahan dalam penotasian gerak (oleh Katarina Indah
Gambar 2: Foto penari dalam formasi urut kacang pada gerak lumaksana kapang-kapang dalam struktur maju bêksanpada tari Bêdhaya Kêtawang (Dokumentasi Reza Fitriayanto, 2013)
Gambar 3: Foto Penari dengan formasi urut kacang  dalam struktur
+7

Referensi

Dokumen terkait