MAKALAH TEKNOLOGI REPRODUKSI
SEL PUNCA JARINGAN LEMAK SEBAGAI
ANTI-AGING UNTUK KULIT MENUA DINI KARENA
PAPARAN ULTRAVIOLET
Disusun oleh: Amalia A’la 13308144005
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
I. PENDAHULUAN
Penuaan kulit dini terjadi karena faktor ekstrinsik dan intrinsik. Pajanan komponen ultraviolet berlebihan terhadap kulit manusia mempunyai efek merugikan berupa terbakar, gangguan pigmentasi, penuaan kulit dini, karsinoma sel basal dan skuamosa, melanoma, katarak serta supresi Imun . Banyak upaya rejuvenasi kosmetik dan dermatologis seperti laser, vitamin C, antioksidan topikal, growth factor topikal, dan asam retinoat; semua hal tersebut diharapkan dapat menginduksi sintesis kolagen, sehingga memperbaiki keriput dan tekstur kulit, namun harus dioleskan berulang dalam waktu lama. Diperlukan adanya anti-aging mengandung growth factor dan anti-oksidan agar dapat memberikan hasil yang lebih baik
Sel Punca adalah sel yang belum terspesialisasi dan mempunyai potensi berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel spesifik pembentuk berbagai jenis jaringan tubuh. Sel Punca mampu embuat salinan sel yangpersis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel. Sel punca yang berasal dari jaringan lemak merupakan selpluripotent mesenchymal dan mempunyai karakteristik yang mirip dengan sel punca yang berasal dari sumsum tulang. Sel punca jaringan lemak pada beberapa aplikasi klinis dapat mengatasi efek atau untuk penyembuhan luka dengan menstimulasi kolagen dan migrasi fi broblas. Selain itu, sel punca lemak juga mempunyai kandungan beberapa growth factor, seperti transforming growth factor-β (TGF-β), vascular endothelial growth factor (VEGF), fi broblast growth factor (FGF), hepatocyte growth factor (HGF), danSOD.
II. PEMBAHASAN
A. Mekanisme Penuaan Kulit Karena Paparan Ultraviolet (Photoaging)
perubahan dua faktor regulator penting dalam terbentuknya kolagen, yaitu TGF-β, yang merupakan sitokin untuk meningkatkan transkripsi kolagen dan factor activator protein (AP)-1 yang merupakan faktor transkripsi yang menghambat produksi kolagen I, III, dan meningkatkan breakdown kolagen melalui regulasi enzim MMPs (matrix metalloproteinases).
Paparan UV berulang akan menyebabkanterbentuknya ROS (reactive oxygen species), akan mengaktifkan reseptor permukaan sel EGF, IL-I, insulin, keratinocyte growth factor, dan TNF-ά (tumor recrosis factor-ά). Reseptor ini akan menstimulasi jalur sinyal interseluler mitogen-activated protein (MAP) kinase P38 dan c-Jun amino terminal kinase (JNK). Aktivasi
kinase selanjutnya menginduksi transkripsi nuklear AP-1 yang meningkatkan famili MMP, yaitu: MMP-1, MMP-2, MMP-3, dan MMP-9.
Menurunnya kadar prokolagen I karena peningkatan ekspresi MMP-1 dan MMP-2 lebih banyak terjadi pada penuaan karena terpapar UV, sedangkan peningkatan ekspresi MMP-3 dan MMP-9 lebih sering pada penuaan kronologi atau intrinsik. Stres oksidatif juga akan meningkatkan elastin m-RNA dermis yang akan memberikan gambaran elastosis. Photoaging secara klinis ditandai dengan adanya penebalan epidermis, elastosis dermis, inflamasi, ektasia pembuluh darah,fragmentasi kolagen
paparan sinar UV menginduksi respon jejas dengan penyembuhan yang tidak sempurna, dan meninggalkan invisible solar scar. Paparan sinar UV yang repetitif sepanjang hidup dapat mendorong perkembangan visible solar scaryang bermanifestasi sebagai kerutan (wrinkle) (Jenkins, 2000; Rittie & Fisher, 2002; Baumann & Saghari, 2009).
B. Peranan MMPs Pada Penuaan Kulit
MMPs secara umum diketahui mempunyai peranan dalam beberapa proses fisiologis kulit, seperti apoptosis, angiogenesis, penyembuhan luka atau perbaikan jaringan, dibeberapa penyakit kulit infl amasi, autoimun, dan berperan pada proses penuaan kulit.
Penuaan kulit manusia dapat terjadi melalui proses intrinsik atau penuaan kronologis dan ekstrinsik atau penuaan karena lingkungan.Pada proses kronologis, perubahan terjadi perlahan, spontan, progresif dalam degenerasi jaringan elastin, sehingga klinis tampak keriput lebih halus, kulit kendur, dan terdapat tumor jinak kulit. Pada proses ekstrinsik tampak keriput lebih kasar, pigmentasi tidak merata, kulit kering, elastosis, atrofi, telangiektasi, aktinik purpura, dan kulit kendur. Hal ini terjadi karena pada proses ekstinsik terjadi akselerasi enzimatik melalui MMPs dan proteinase lainya. Meskipun pada kedua proses penuaan tersebut terjadi peningkatan aktivitas MMPs melalui mekanisme berbeda
mendegradasi serat elastin. Mengingat MMP-1 merupakan inisiator terjadinya degradasi kolagen, enzim tersebut menjadi indikator proses penuaan kulit karena paparan UV
C. Sel Punca (Stem Cells)
Sel punca merupakan sel yang tidak atau belum terspesialisasi atau berdiferensiasi dan mempunyai potensi sangat tinggi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik di dalam tubuh. Sel punca juga berfungsi perbaikan untuk mengganti selsel tubuh yang rusak. Sel punca mempunyai dua sifat khas, yaitu: 1. Differentiate, dimana sel punca mempunyai kemampuan berdiferensiasi menjadi sel spesifi k; 2. Self regenerate, yaitu mempunyai kemampuan memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri dan membuat salinan sel serupa dirinya melalui pembelahan sel.
Berdasarkan kemampuan berdiferensiasinya sel punca dibagi menjad 4 tipe ,yaitui:
1. Totipotent Stem cell, yaitu sel yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel, termasuk dalam sel ini adalah zigot
2. Pluripotent merupakan sel yang dapat berdiferensiasi menjadi tiga lapisan germinal (ektoderm, mesoderm, dan endoderm), termasuk sel ini adalah sel embrionik
3. Multipotent adalah sel punca yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel
Berdasarkan sumbernya sel punca dibagi menjadi:
1. Zigot, yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur 2. Sel punca embrionik, yaitu sel yang diperoleh dari inner cell mass blastocyst. Penggunaan sel embrionik masih menjadi isu etik yang kontroversial
3. Fetus. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi dengan syarat seperti: usia janin 3 minggu, berdasarkan persetujuan si ibu dan apabila bayi yang dilahirkan nantinya dapat membahayakan atau mengganggu kesehatan dan keselamatan si ibu
4. Sel punca tali pusat, diperoleh dari darah tali plasenta dan tali pusat sesaat bayi lahir
5. Sel punca dewasa atau adult stem cells, diambil dari jaringan dewasa, misalnya dari sumsum tulang, susunan saraf, jaringan lemak, otot rangka, dan pankreas. Salah satu sel punca dewasa adalah sel punca yang berasal dari sel mesenkimal atau mesenchymal stem cells (MSC) yang berasal dari stroma sumsum tulang belakang, periosteum, kulit dan lemak. MSC merupakan sel punca multipotensi, namun beberapa penelitian menyatakan bahwa sebagian MSC bersifat pluripotensi.
sumsum tulang; merupakan salah satu jenis MSC. Pada beberapa aplikasi klinis dapat untuk mengatasi defek atau penyembuhan luka dengan menstimulasi kolagen dan migrasi fi broblas, selain itu sel punca lemak juga mempunyai kandungan beberapa growth factor seperti TGF-β, vascular endotelial growth factor (VEGF), fibroblast growth factor (FGF), hepatocyte growth factor (HGF), dan sebagai antioksidan SOD. Pada beberapa penelitian sel punca jaringan lemak diduga dapat digunakan sebagai anti-aging karena beberapa faktor sekretorik yang dikandungnya.
D. Sel Punca Jaringan Lemak Sebagai Antioksidan
Sel punca jaringan lemak yang merupakan MSC menunjukkan fenomena plastisitas adult stem cell, berarti sel punca jaringan lemak yang sudah terarah menjadi jaringan tertentu, masih mampu berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. Kemampuan plastisitas sel punca jaringan lemak ini hampir menyerupai sel punca dewasa dari sumsum tulang belakang. Sel punca jaringan lemak dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak karena stres oksidatif, menunjukkan sel punca sebagai anti-oksidan walaupun masih sangat sedikit diteliti. Sebagai contoh, IGF melindungi fi broblas dan epitelial intestinal dari radikal bebas, HGF memproteksi epitel pigmen retina; semua perlindungan itu diperantarai oleh anti-oksidan, namun mekanisme. proteksi anti-oksidan yang dihasilkan sel punca jaringan lemak sampai saat ini masih belum jelas.
E. Bagaimana Stem Cell mengatasi berbagai penyakit/ ketidaknormalan pada fungsi tubuh manusia?
Terapi ataupun Pengobatan Stem Cell terbukti sangat manjur dan efektif namun semuanya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan harus melalui beberapa tahap proses. Faktor lainnya dilihat dari Usia, riwayat dan kondisi penyakit pasien serta keseriusan saat sedang menjalankan proses terapi. Tahapan pertama dalam pengobatan adalah dengan mengambil sel punca dewasa (jaringan lemak). Kemudian akan dilakukan seleksi, pemisahan sel induk mana yang masih berguna untuk dikembangkan. Sel yang sudah diluar tubuh ini akan terus dikembangkan kurang lebih 5 hari sampai mendapatkan hasil yang terbaik (menunggu sel punca mengembang sampai jutaan) untuk kemudian dilakukan penyuntikan sel punca ke dalam tubuh sang pasien secara tahap demi tahap
III. KESIMPULAN
IV. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Aulia J.2008. Aspek Dasar Sel Punca Embrionik (Embryonic stem cells) an Potensi Pengembangannya. Depok : Fakultas Kedokteran UI
Betty dkk.2015.Sel Punca Jaringan Lemak sebagai Anti-aging untuk Kulit Menua Dini karena Paparan Ultraviolet. Jurnal Vol 42, No 8. Yogyakarta : Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin