• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENDUKUNG PEMILIHAN MERK KOMPUTER SERVER PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH BANGKA BELITUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENDUKUNG PEMILIHAN MERK KOMPUTER SERVER PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH BANGKA BELITUNG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK

MENDUKUNG PEMILIHAN MERK KOMPUTER SERVER

PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH BANGKA BELITUNG

Boy Arisandi

Sistem Informasi STIMIK ATMA LUHURPANGKALPINANG

Jl. Jend. Sudirman Selindung Lama PangkalPinang Kepulauan Babel

E-mail: [email protected]

ABSTRAKSI

Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk proses akses jaringan internet dan intranet saat ini berkembang pesat dengan berbagai variasinya baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Karena itu begitu banyak kriteria – kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar pemilihan perangkat keras dan lunak yang paling sesuai untuk diterapkan di lingkungan PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung.

Dalam penelitian ini, penulis mengangkat beberapa merk komputer server untuk akses jaringan internet/intranet adalah HP, IBM, dan DELL. Penelitian ini juga menggunakan penelitian Oyku Alanbay dan Biswas dan Paul yang mengupas pemilihan merk kmputer server. Untuk memilih merk komputer server ini dengan enam level kriteria. Adapun level 1 kriteria yaitu kapasitas, kecepatan, daya tahan, tipe, dukungan teknis, dan biaya, level 2 kriteria terdiri dari 13 kriteria yang didapat dari kelebihan khusus untuk computer server. Sedangkan untuk level 3 alternatif ada tiga yaitu HP, IBM, dan DELL.

Dalam memilih merk komputer untuk server ini penulis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan tool menggunakan Expert Choice 2000. Hasil pemilihan ini menghasilkan IBM sebagai merk komputer untuk server yang handal dibandingkan dengan HP dan DELL. Tingkat kehandalan IBM mencapai 48,8%. Dan faktor yang paling berpengaruh dalam proses pemilihan ini adalah faktor kecepatan yang mencapai 20,8%.

Kata Kunci: Merk komputer server untuk akses jaringan internet dan intranet, Teori Oyku Alanbay, Analitical hierarchy process, Expert choice 2000

1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Saat ini semua bidang kehidupan tidak melepaskan diri dari eksistensi teknologi informasi. Semua lembaga berusaha memanfaatkan kehadiran teknologi informasi karena kehadirannya dirasakan memberikan banyak manfaat, tidak terkecuali dibidang kelistrikan. PT PLN (Persero) memanfaatkan teknologi informasi dalam mengelola serta memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Salah satu bentuk pemanfaatkan teknologi informasi di PT PLN (Persero) adalah menggunakan Merk Komputer Server berteknologi tinggi. Server merupakan komputer yang dikhususkan untuk melayani komputer-komputer lain dalam jaringan seperti internet dengan layanan-layanan tertentu. Saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan di Tanah Air yang menggunakan server dengan berbagai merk untuk menunjang kegiatan perusahaan. Kesadaran berbagai perusahaan di Tanah Air menggunakan Merk Komputer Server dilatarbelakangi alasan bahwa jaringan internet memberikan banyak manfaat bagi suatu perusahaan.

Secara definisi sebuah server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer, Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan system operasi khusus, yang disebut system operasi jaringan

atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administrative yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat didalamnya, seperti halnya berkas alau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server.

Ada beberapa hardware yang dapat dijadikan pilihan untuk mendukung pekerjaan di PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung, yaitu : HP, IBM dan DELL. Ketiga alternatif Merk Komputer Server tersebut masing – masing mempunyai kekuatan dan kelemahannya. Agar pengembangan akses internet menjadi cepat maka proses pemilihan hardware yang tepat menjadi penting. Oleh karena itu penulis menggunakan AHP untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pemilihan Merk Komputer Server mana yang terbaik untuk diterapkan pada PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung.

.

1.2

Batasan Masalah

Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini ada.

a. Faktor – faktor apa saja yang jadi pertimbangan dalam memilih Merk Komputer Server ? b. Manakah Merk Komputer Server yang paling

(2)

c. Faktor – faktor apa saja yang dapat dijadikan model Merk Komputer Server ideal untuk jaringan akses internet sebagai bentuk dari implikasi penelitian.

d. Menggunakan AHP dalam memilih Merk Komputer Server untuk akses jaringan internet. e. Tersedianya infrastruktur jaringan komputer dan

telekomunikasi untuk mendukung implementasi server.

f. Tersedianya dana/anggaran untuk pembelian Merk Komputer Server.

1.3

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

a. Melakukan kajian strategis dan evaluasi untuk memilih Merk Komputer Server yang sesuai dengan kebutuhan PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung.

b. Untuk mengetahui tingkat kehandalan komputer server tersebut yang sesuai dengan kriteria dan sub kriteria dengan teknik pendekatan berdasarkan AHP (Analytical Hierarchy Process) yang nantinya akan digunakan untuk mendukung percepatan akses jaringan internet diseluruh wilayah bangka belitung.

Beberapa manfaat penelitian ini :

a. Setelah mengetahui kriteria – kriteria pemilihan Merk Komputer Server, maka akan menunjang pengambilan keputusan manajemen dan pimpinan.

b. Bagi institusi, penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian lanjut dalam menunjang pekerjaan sesuai dengan hasil pemilihan Merk Komputer Server dengan AHP.

c. Bagi penulis, penelitian ini merupakan sarana mengembangkan keilmuan, khususnya keilmuan dalam bidang metodologi penelitian.

2.

TINJAUAN PUSTAKA

Model adalah percontohan yang mengandung unsur yang bersifat penyederhanaan untuk dapat ditiru (jika perlu). Pengambilan keputusan itu sendiri merupakan suatu proses berurutan yang memerlukan penggunaan model secara cepat dan benar.

Pentingnya model dalam suatu pengambilan keputusan, antara lain sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal dari unsur-unsur itu ada relevansinya terhadap masalah yang akan dipecahkan diselesaikan itu.

b. Untuk memperjelas (secara eksplisit) mengenai hubungan signifikan diantara unsur-unsur itu. c. Untuk merumuskan hipotesis mengenai hakikat

hubungan-hubungan antar variabel. Hubungan ini biasanya dinyatakan dalam bentuk matematika.

d. Untuk memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan.

Proses pengambilan keputusan seperti yang dijelaskan oleh [Efrain Turban, 1990] mengatakan bahwa proses pengambilan keputusan mempunyai empat tahapan, yaitu, kecerdasan, desain, pilihan, dan implementasi. Tahap intelijen menyelidiki keterlibatan lingkungan, baik bersifat sementara atau terus menerus.

Proses pengambilan keputusan menurut Efrain Turban dijelaskan dalam gambar berikut:

Gambar 1. Proses Pengambilan Keputusan [Efrain Turban, 1990]

Sebagian besar masalah dalam pengambilan keputusan tidak terstruktur adalah ketidakpastian, inkonsistensi, multi-kriteria keputusan, dan keputusan ketidakstabilan.

3.

MODEL PENELITIAN

Langkah-langkah pemodelan dalam sistem pengambilan keputusan adalah:

a. Studi kelayakan (Intelligence)

Pada langkah ini, sasaran ditentukan dan dilakukan pencarian prosedur, pengumpulan data, identifikasi masalah, hingga akhirnya terbentuk sebuah pernyataan masalah. Kepemilikan masalah berkaitan dengan bagian apa yang akan dibangun oleh Sistem Pendukung Keputusan dan apa tugas dari bagian tersebut sehingga model tersebut bisa relevan dengan kebutuhan si pemilik masalah.

b. Perancangan (Design)

Pada tahapan ini akan diformulasikan model yang akan digunakan dan kriteria-kriteria yang ditentukan. Setelah itu, dicari alternatif model yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah selanjutnya adalah memprediksi keluaran yang mungkin. Kemudian, ditentukan variabel-variabel model. c. Pemilihan (Choice)

Setelah pada tahap design ditentukan berbagai alternatif model beserta variabel-variabelnya. Pada tahapan ini akan dilakukan pemilihan modelnya, termasuk solusi dari model tersebut. Selanjutnya, dilakukan analisis

(3)

sensitivitas, yakni dengan mengganti beberapa variabel.

d. Membuat DSS (Decision Support System) Setelah menentukan modelnya, berikutnya adalah mengimplementasikannya dalam aplikasi DSS.

4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Kriteria Pemilihan Merk Komputer

Server

a. Kapasitas

Kapasitas merupakan suatu komponen untuk mendukung alokasi penyimpanan data. Adapun sub kriteria kapasitas dalam pemelihan merk komputer server :

1) Ukuran hardisk 2) Kecepatan baca data 3) Kecepatan tulis 4) Tipe (sata/raid)

b. Kecepatan

Kecepatan merupakan suatu kinerja pengolahan data dan aplikasi data. Adapun sub kriteria kecepatan dalam pemelihan merk komputer server :

1) RAM 2) Processor 3) Frequensi bus

c. Daya tahan

Daya tahan merupakan suatu sistem dimana operasional sistem harus bisa berjalan 24 jam non stop. Adapun sub kriteria kecepatan dalam pemelihan merk komputer server :

1) Lama operasional 2) Daya tahan suhu d.

Tipe

Tipe merupakan suatu penyesuaian

lokasi ruang server, yang disesuaikan

oleh platform sistem operasi.

1) Garansi 2) Teknisi e.

Biaya

Biaya dalam sistem ini merupakan

biaya untuk biaya anggara investasi.

4.2.

Menggunakan AHP sebagai model

pengambilan keputusan

Ketika keputusan yang akan diambil

bersifat kompleks dengan risiko yang besar

seperti perumusan kebijakan, pengambil

keputusan sering memerlukan alat bantu

dalam bentuk analisis yang bersifat ilmiah,

logis, dan terstruktur/konsisten. Salah satu

alat analisis tersebut adalah berupa

decision

making

model

(model

pembuatan

keputusan) yang memungkinkan mereka

untuk membuat keputusan untuk masalah

yang bersifat kompleks.

AHP merupakan suatu model pendukung

keputusan

yang

dikembangkan

oleh

Thomas L. Saaty

. Model pendukung

keputusan ini akan menguraikan masalah

multi faktor atau multi kriteria yang

kompleks menjadi suatu hirarki, menurut

Saaty (1993)

, hirarki didefinisikan sebagai

suatu

representasi

dari

sebuah

permasalahan yang kompleks dalam suatu

struktur multi level dimana level pertama

adalah tujuan, yang diikuti level faktor,

kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke

bawah hingga level terakhir dari alternative,

seperti yang tampak pada gambar berikut :

Gambar 2 Repserentasi abstrak untuk Hirarki

Keputusan

Karena sulitnya menentukan

bobot-bobot ataupun prioritas-prioritas yang

sering

berubah-ubah,

digunakan

perbandingan

berpasangan

yang

menggunakan data, pengetahuan, dan

pengalaman untuk memperoleh prioritas.

Prinsip ini berarti membuat penilaian

berkenaan dengan pertimbangan relatif

pentingnya satu elemen terhadap yang lain.

Untuk itu diperlukan suatu skala

perbandingan antar dua elemen, baik secara

kualitatif maupun kuantitatif. Pertanyaan

biasanya diajukan dalam penyusunan skala

kepentingan adalah:

a.

Elemen mana yang lebih penting

(penting/ disukai/ mungkin/…. )?

b.

Berapa

kali

lebih

penting

(penting/disukai/ mungkin/ ……)?

Untuk kegiatan pembandingan antar

sepasang objek, metode AHP memberikan

sebuah standar nilai pembandingan antar

dua objek sebagai berikut :

GO

AL

(4)

Tabel 1 Nilai Perbandingan

Pembanding

Nilai

Sangat diutamakan

9

Lebih diutamakan menuju sangat

diutamakan

8

Lebih diutamakan

7

Diutamakan

menuju

lebih

diutamakan

6

Diutamakan

5

Cukup

diutamakan

menuju

diutamakan

4

Cukup diutamakan

3

Setara menuju cukup diutamakan

2

Setara

1

AHP sebagai teknik penelitian memiliki

kelebihan dan kelemahan, berikut adalah

kelebihan AHP :

(1)

Kesatuan, (2) Kesepakatan, (3) Saling

ketergantungan, (4) Penyusunan hierarki,

(5) Pengukuran, (6) Konsistensi, (7)

Sintesis, (8) Tawar – menawar, (9)

Penilaian dan Konsensus, (10) Pengulangan

proses

Sedangkan kelemahan AHP adalah

4.4

Ketergantungan model AHP pada input

utamanya. Input utama ini berupa persepsi

seorang ahli sehingga dalam hal ini

melibatkan subyektifitas sang ahli, selain

itu juga model menjadi tidak berarti jika

ahli tersebut memberikan penilaian yang

keliru.

4.5

Model

AHP

ini

hanya

metode

matematis tanpa ada pengujian secara

statistik

sehingga

tidak

ada

batas

kepercayaan dari kebenaran model yang

terbentuk.

4.3

Solusi dengan

Expert Choice 2000

Metode yang digunakan pada program

Expert Choice adalah

Analytic Hierarchy

Process

(AHP)

.

Expert Choice 2000

menyediakan struktur untuk seluruh proses

pengambilan keputusan, yaitu:

a.

Sebuah

tool

yang

memfasilitasi

kerjasama antara beberapa pihak yang

berkepentingan

b.

Analisis pengambil keputusan

c.

Meningkatkan komunikasi

d.

Memberi keputusan yang lebih cepat

e.

Dokumentasi

proses

pengambilan

keputusan

f.

Sebuah konsensus keputusan

g.

Keputusan akhir yang lebih baik dan

dapat dibenarkan.

Hasil perhitungan dengan

geometric

mean tiap responden, akhirnya akan

digabungkan, dan nilai hasil penggabungan

tersebut akan dihitung tingkat

consistency

ratio-nya (CR) menggunakan

tool

Expert

Choice 2000. Berikut adalah hasil yang

didapat :

Gambar 3. Gambar Hirarki dan Solusi yang dihasilkan

Dari hasil yang tertera di Gambar 3,

telah terlihat bahwa

kriteria yang paling penting adalah Kecepatan. Sedangkan untuk kriteria Kecepatan, sub kriteria yang paling penting adalah RAM dengan nilai 41,5%, kriteria Kapasitas yaitu Ukuran Hardisk dengan nilai 37,1%, kriteria Daya Tahan yaitu lama

operasional dengan nilai 69,6%, kriteria Tipe

yaitu tower dengan nilai 59,1%, dan untuk kriteria Teknis yang paling penting menurut responden ahli adalah Garansi dengan nilai

55.8%

4.4

Tingkat sensitivitas hasil

analisis

Inconsistency

ratio

atau

rasio

inkonsistensi

data

responden

adalah

parameter

untuk

memeriksa

apakah

perbandingan berpasangan telah dilakukan

dengan konsekuen atau tidak. Berikut

disajikan matriks perbandingannya.

Tabel 2 : Perbandingan elemen dan nilai CR

No Matriks perbandingan elemen Nilai CR 1

Perbandingan elemen kriteria level I berdasarkan sasaran pemilihan Merk Komputer Server

0,01

2

Perbandingan elemen sub kriteria level II berdasarkan sasaran-kriteria: pemilihan Merk Komputer

0,01 Ukuran Hardisk Tipe (sata/raid) Kecepatan tulis Kecepatan baca data LEVEL 2 SUB KRITERIA LEVEL 1 KRITERIA SASARAN

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENDUKUNG PEMILIHAN MERK KOMPUTER SERVER

(STUDI KASUS: KOMPARASI HP, IBM, DELL)

KECEPATAN

KAPASITAS DAYA TAHAN TIPE DUKUNGAN TEKNIS BIAYA

RAM

Frequensi Bus Processor

Lama Operasional Daya tahan suhu

Tower Rackmount

Garansi Teknisi

(5)

Server kriteria Kapasitas

3

Perbandingan elemen sub kriteria level II berdasarkan sasaran-kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria Kecepatan

0,00

4

Perbandingan elemen sub kriteria level II berdasarkan sasaran-kriteria: pemilihan Merk Komputer Server Daya Tahan

0,00

5

Perbandingan elemen sub kriteria level II berdasarkan sasaran-kriteria: pemilihan Merk Komputer Server Tipe

0,00

6

Perbandingan elemen sub kriteria level II berdasarkan sasaran-kriteria: pemilihan Merk Komputer Server Dukungan Teknis

0,00

7

Perbandingan elemen sub kriteria level II berdasarkan sasaran-kriteria: pemilihan Merk Komputer Server Biaya

0,02

8

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan software berbasis open source untuk aplikasi digital library berbasis web kriteria Teknologi sub kriteria Keterkinian

0,00

9

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan software berbasis open source untuk aplikasi digital library berbasis web kriteria Teknologi sub kriteria Skala Besar

0,00

10

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kapasitas sub kriteria Ukuran

Hardisk

0,02

11

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kapasitas sub kriteria Kecepatan

Baca Data

0,03

12

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kapasitas sub kriteria Kecepatan

Tulis

0,01

13

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kapasitas sub kriteria Tipe

(sata/raid)

0,01

14

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kecepatan sub kriteria RAM

0,01

15

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kecepatan sub kriteria Processor

0,00

16

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Kecepatan sub kriteria Frequensi

Bus

0,04

17

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Daya Tahan sub kriteria Lama

Operasional

0,00

18

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Daya Tahan sub kriteria Daya

Tahan Suhu

0,01

19

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Tipe sub kriteria Tower

0,02

20

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Tipe sub kriteria Rackmount

0,00

21

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Dukungan Teknis sub kriteria

Garansi

0,01

22

Perbandingan elemen alternatif level III berdasarkan sasaran-kriteria-sub kriteria: pemilihan Merk Komputer Server kriteria

Dukungan Teknis sub kriteria

Teknisi

0,03

Dapat disimpulkan bahwa perbandingan

berpasangan yang diberikan responden ahli

memiliki nilai rasio inkonsistensi yang lebih

kecil dari 0,1 sebagai batas maksimum nilai

rasio inkonsistensi.

(6)

Gambar 4 Kriteria Pemilihan Merk Komputer Server Berserta Nilai Bobotnya

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 5 Sub Kriteria dari kriteria Kapasitas dalam Pemilihan Merk Komputer Server Berserta Nilai Bobotnya

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 6 Sub Kriteria dari kriteria Kecepatan dalam Pemilihan Merk Komputer Server Berserta Nilai Bobotnya

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 7 Sub Kriteria dari kriteria Daya Tahan dalam Pemilihan Merk Komputer Server Berserta Nilai Bobotnya

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 8 Sub Kriteria dari kriteria Tipe dalam Pemilihan Merk Komputer Server Berserta Nilai Bobotnya

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 9 Sub Kriteria dari kriteria Dukugan Teknis dalam Pemilihan Merk Komputer Server Berserta Nilai Bobotnya

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 10 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kapasitas sub kriteria Ukuran Hardisk

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 11 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kapasitas sub kriteria Kecepatan Baca Data

(7)

Gambar 12 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kapasitas sub kriteria Kecepatan Tulis

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 13 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kapasitas sub kriteria Tipe (sata/raid)

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 14 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kecepatan sub kriteria RAM

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 15 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kecepatan sub kriteria Processor

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 16 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Kecepatan sub kriteria Frequensi Bus

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 17 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Data Tahan sub kriteria Lama Operasional

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 18 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Daya Tahan sub kriteria Daya Tahan Suhu

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 19 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Tipe sub kriteria Tower

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 20 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Tipe sub kriteria Rackmount

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 21 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Dukungan Teknis sub kriteria Garansi

(8)

Gambar 22 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Dukungan Teknis sub kriteria Teknisi

Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 23 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan Biaya Sumber: Expert Choice 2000

Gambar 24 Nilai Bobot Global Prioritas Alternatif berdasarkan Sasaran Memilih Merk Komputer Server

Sumber: Expert Choice 2000

5.

KESIMPULAN

Penelitian ini pada akhirnya menghasilkan beberapa poin kesimpulan. Penulis mendapatkan kesimpulan ini berdasarkan research question atau rumusan masalah yang ada di bab 1, teori – teori pendukung di bab 2, pelaksanaan penelitian yang didesain menurut model AHP di bab 3, dan hasil analisa yang ditayangkan secara lengkap di bab 4. Berikut ini adalah kesimpulan – kesimpulan yang dihasilkan:

1. Faktor – faktor yang jadi pertimbangan dalam memilih Merk Komputer Server ada enam faktor utama, yaitu :

a. Kapasitas, dari hasil analisa data dan interpretasi-nya menggunakan rumus dan teori AHP serta software pengolah data Expert Choice 2000, menunjukkan bahwa Kapasitas adalah faktor urutan ke dua dalam pemilihan Merk Komputer Server ini. Adapun sub faktor yang ada di bawah faktor Kapasitas ada 4, yaitu :

1) Ukuran hardisk 2) Kecepatan baca data 3) Kecepatan tulis 4) Tipe (sata/raid)

Dari 4 sub kriteria di bawah faktor kapasitas, yang paling tinggi bobotnya adalah sub ktriteria Ukuran Hardisk. Hal ini menunjukkan bahwa bagi para responden ahli, ukuran hardis adalah kebutuhan penting dalam memperoleh Merk Komputer Server di PLN Babel, karena pegawai di PLN Babel mencapai 500 pegawai sehingga membutuhkan ukuran hardisk dengan kapasitas yang besar.

b. Faktor Kecepatan, penulis menilai kebutuhan kecepatan dianggap satu kriteria penting dan harus mendapat perhatian dalam memilih Merk Komputer Server ini. Karena dengan mengakses cepat, maka cepat pula selesai pekerjaan-pekejaan yang dilakukan oleh pegawai PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung sepert mengakses email, AP2T, SIMKEU, SIMMAT dan lain-lain. Dalam memilih Merk Komputer Server yang berkualitas, ada beberapa sub kriteria di bawah faktor kecepatan, yaitu :

1) RAM 2) Processor 3) Frequensi Bus

Dari tiga sub kriteria di bawah faktor kecepatan, sub kriteria RAM adalah yang paling tinggi penting menurut hasil kuesioner para responden ahli. Responden ahli memberikan bobot 41,5% untuk sub kriteria RAM.

c. Faktor Daya Tahan, penulis menempatkan kriteria ini mengingat pentingnya kehandalan suatu server agar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan jaringan internet tidak terhambat karena kurang handalnya server yang dibutuhkan. Di bawah kriteria daya tahan terdapat dua sub kriteria lain yaitu :

1) Lama operasional 2) Daya tahan suhu

d. Faktor Tipe, suatu tipe server sangatlah mempengarui keindaha ruangan dan susunan server itu sendiri. Di bawah kriteria tipe terdapat dua sub kriteria lain yaitu :

1)Tower 2)Rackmount

Hasil analisa dan interpretasi data responden ahli menujukkan sub kriteria tower adalah poin yang paling mendapat perhatian. Para responden ahli memberikan bobot nilai sampai dengan 59,1% untuk kriteria ini.

e. Faktor Dukungan Teknis, dukungan teknis dari bagian IT sangatlah penting untuk proses kelancaran dalam merawat dan memperbaiki server yang telah ada.

(9)

Di bawah kriteria Dukungan Teknis terdapat dua sub kriteria lain yaitu :

1) Garansi 2) Teknisi

f. Faktor Biaya, biaya merupakan faktor terakhir menurut responden ahli, karena PT PLN (Persero) telah membuat pos-pos anggaran untuk setiap pembelian baik perlengkapan maupun peralatan perusahaan dalam setiap satu tahun, jadi PT PLN (Persero) tidak sulit untuk mengeluarkan biaya pembelian maupun perawatan server. Para responden ahli memberikan bobot nilai 12,7% untuk kriteria ini. 2. Berdasarkan hasil analisa data dan interpretasinya para responden ahli bahwa prioritas utama atau tertinggi alternative penentuan Merk Komputer Server adalah IBM dengan nilai bobot 0,488 atau sebanding dengan 48,8% dari total alternatif yang ditetapkan. Penulis hanya menemukan tiga responden saja yang mengerti dan pernah mengimplementasikan hardware dalam pekerjaannya. Responden juga mengeluhkan bentuk kuesioner dalam bentuk pertanyaan berpasangan, karena responden belum pernah mendapatkan kuesioner dengan bentuk tersebut. Sehingga responden juga harus berusaha untuk memahami pertanyaan serta bobot yang harus diberikan. Penulis menilai kondisi ini berpengaruh kepada jawaban – jawaban yang diberikan responden di kuesioner. Kondisi ini yang mungkin ikut berperan sehingga hasil analisa dan interpretasi data akhir adalah IBM Merk Komputer Server yang baik digunakan di PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung.

Selain itu keterbatasan sumber pustaka yang mendukung secara teori penelitian ini juga sangat sedikit dan sulit didapat. Penulis banyak mendapatkan dukungan teori dari situs – situs internet.

Disisi lain, penulis juga sangat menyadari kurangnya pengalaman dalam penelitian ini, sehingga banyak kendala-kendala yang menjadi suatu pelajaran yang belum bisa di cerna dengan baik.

Namun demikian, penulis sangat menghargai dan berterimakasih untuk peran serta para responden dalam memberikan jawaban di kuesioner yang penulis berikan. Dan hasil analisa dan interpretasi data akhir responden telah menunjukkan bahwa IBM adalah Merk Komputer Server yang handal.

PUSTAKA

Aldi, SPK, 2000 (Online). Diakses tanggal 15

Pebuari 2013 jam 10.35

http://aldi_tob_2000.staff.gunadarma.ac.id/

Downloads/files/15690/SPK+6+-+Contoh+A

Melisa Siti, 2011, Sistem Pendukung Keputusan mengambil kutipan dari Herbert A. Simon ( Kadarsah, 2002:15-16 ) (online) diakses pada tanggal 15 jam 10.44

http://sitimelisa.student.ung.ac.id/files/2011

/05/SISTEM-PENDUKUNG-PENGAMBILAN-KEPUTUSAN-doc.doc Keputusan General Manager PT PLN (Persero)

Wilayah Bangka Belitung, 2018. Struktur organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung

Romandani Rondi, Langkah-Langkah AHP (Online) diakses tanggal 7 Januari 2013 jam 09.41http://downloads.ziddu.com/download files/6304719/Langkah-langkahAHP.ppt

Oyku Alanbay., 2005, ERP Selection Using Expert

Gambar

Gambar 1. Proses Pengambilan Keputusan                     [Efrain Turban, 1990]
Gambar 2  Repserentasi abstrak untuk Hirarki  Keputusan
Gambar 3.  Gambar Hirarki dan Solusi yang dihasilkan
Gambar 22 Nilai Bobot Prioritas Alternatif berdasarkan  Dukungan Teknis sub kriteria  Teknisi

Referensi

Dokumen terkait