P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l D i e s N a t a l i s U N M - 6 1| 96
Pengaruh Kompetensi dan Komitmen Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi Desa.
Yakub
1, Muhammad Azis
2, Sitti Hasbiah
31,2,3Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Makassar
Email: [email protected]1, [email protected]2, [email protected]3
Abstract: It is hoped that the attention and existence of the Village Government in the form of high competence and good commitment will be realized so that it can create an increase in the economic income of the community in the village of Sinjai Regency. This research was conducted on the Village Government in Kab. Sinjai, with the formulation of the problem 1). Is there an Influence of Government Competence on Village Economic Income? 2. Is there an Influence of Village Government Commitment on Village Economic Income?. The research objectives are to determine: The Effect of Government Competence on Village Economic Income and determine the Effect of Village Government Commitment on Village Economic Income. The research population was the Village Head as many as 66 people, and the Village Owned Enterprise Management (BUNDES) as many as 330 people, so the total population was 396 people. Furthermore, the determination of the number of samples is determined based on the Slovin equation, with a sample of 199 people. Data collection techniques are documentation, observation, questionnaires, and interviews. The data collected is then analyzed using regression. The results of the study are as follows: 1) The competence of the village government on the economic income of the community is high, and has a positive and significant effect on the village's economic income with a value of trush = 9.042. 2) The Village Government's commitment to village economic income is "very high", and has a significant positive effect on fiber with a trush value of -0.805.
Keywords: Competence, Commitment, Village Government, Village Economic Income.
PENDAHULUAN
Salah satu misi pemerintah adalah membangun daerah pedesaan yang dapat dicapai melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan keanekaragaman usaha pedesaan, ketersediaan sarana dan fasilitas untuk mendukung ekonomi pedesaan, membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkan sumber daya sebagai dasar Pendapatan ekonomi pedesaan. Tujuannya, adalah untuk memberi peluang bagi kemampuan daerah dan pedesaan sebagai tulang punggung ekonomi regional dan nasional (Atika et al. 2019). Berdasarkan data yang di publikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai Pendapatan ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tahun 2010-2018 mengalami fluktuatif.
Tabel 1.2 Pendapatan Ekonomi PDRB Kabupaten Sinjai Tahun.2021-2022 Tahun Pendapatan Ekonomi (%)
2013 7,45
2014 7,06
2015 7,32
2016 7,79
2017 6,98
2018 7,55
2019 7,09
2020 7,23
2021 7,49
Sumber: BPS.Kabupaten.Sinjai,.2022
Berdasarkan data pada tabel 1.2 di atas, Pendapatan ekonomi PDRB Kabupaten Sinjai pada tahun 2013 sebesar 7.45%, tahun 2014 menurun menjadi 7.6%, tahun 2015 meningkat kembali menjadi 7.32%, tahun 2016 meningkat sebesar 7,79%, pada tahun 2017 mengalami
97 | Y a k u b
penurunan menjadi 6,98%, kemudian kembali mengalami kenaikan pada tahun 2018 menjadi 7,55%, kembali mengalami penurunan pada tahun 2019 yakni 7,09% dan mengalami kenaikan pada tahun 2020 menjadi 7,23% dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 7.49%.
Berdasarkan kenyataan ini, maka perhatian akan eksistensi desa sangat sudah sangat tepat untuk mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah pusat dengan lahirnya regulasi terkait dengan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan dengan cara menghimpun dan melembagakan kegiatan ekonomi masyarakat.
a..Rumusan Masalah
1) Apakah ada Pengaruh Kompetensi Pemerintahan terhadap Pendapatan Ekonomi Desa?
2) Apakah ada Pengaruh Komitmen Pemerintahan Desa terhadap Pendapatan Ekonomi Desa?
b.Tujuan Penelitian Untuk mengetahui:
1) Pengaruh Kompetensi Pemerintahan terhadap Pendapatan Ekonomi Desa?
2) Pengaruh Komitmen Pemerintahan Desa terhadap Pendapatan Ekonomi Desa?
METODE.PENELITIAN
Metode penelitian ini termasuk dalam penelitian survei, di mana penelitian ini .
mengambil sampel dari populasi Aparatur Pemerintahan Desa di Kabupaten Sinjai, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok atau data primer.
Desain penelitian dikelompokkan ke dalam penelitian deskriptif dan kuantitatif. Adapun penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran terhadap .berbagai karakteristik variabel yang diajukan berkaitan dengan fenomena yang terjadi secara faktual berdasarkan persepsi pemerintah desa dan BPD di Kabupaten Sinjai berkaitan dengan objek penelitian yang dikaji, yaitu:
kompetensi, dan komitmen Pemerintahan Desa yang dikaitkan dengan pendapatan ekonomi Desa. Sementara penelitian kuantitatif digunakan penelitian explanatory research dengan maksud untuk menjelaskan hubungan antar variabel dan menguji hipotesis.
Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Desa sebanyak 66 orang, dan
Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUNDES) sebanyak 330 orang, sehingga total populasi sebanyak 396 orang.
Selanjutnya penentuan jumlah sampel ditentukan berdasarkan persamaan Slovin, dengan jumlah sampel 199 orang.
Teknik pengumpulan data dokumentasi, observasi, kuesioner, dan wawancara. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Regresi.
HASIL.DAN.PEMBAHASAN
a. Kompetensi Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi Desa Kompetensi diartikan sebagai sebuah kecakapan, keterampilan, kemampuan.
Sumber daya manusia yang berkompetensi adalah sumber daya manusia. Yang cakap, dan memiliki keterampilan. Istilah kompetensi mengacu pada atribut atau karakteristik seseorang yang dapat membuatnya berhasil dalam menjalankan pekerjaannya. Hal yang sama dikemukakan (Ismawati 2020), bahwa kompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang mencapai kinerja yang tinggi dalam pekerjaannya..
Armstrong (Atika et al. 2019) mengemukakan bahwa kompetensi adalah sikap seseorang yang dibutuhkan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik.
Kompetensi mencakup karakteristik sikap yang membedakan antara mereka yang berkinerja tinggi. Sementara Palan dalam Fuad dan Gofur (Yanti and Mursidi 2021) mengklasifikasikan kompetensi ke dalam empat jenis, yaitu: a) kompetensi inti (core competencies) yaitu sekumpulan keahlian dan teknologi yang dapat mengarahkan sebuah organisasi untuk menghasilkan nilai yang jauh lebih tinggi (disproportionate) bagi pelanggan, b) kompetensi peran (role competencies) ialah kompetensi yang merujuk pada peran yang atau level posisi yang harus dijalankan oleh seseorang di dalam sebuah tim, c) kompetensi perilaku (behavior competencies) ialah karakteristik dasar yang diperlukan untuk melakukan sebuah pekerjaan, d) kompetensi fungsional (functional competencies) ialah kompetensi yang mendeskripsikan kegiatan kerja dan output, yaitu pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melakukan sebuah
P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l D i e s N a t a l i s U N M - 6 1| 98 pekerjaan. Sejalan yang dikemukakan oleh
(Alkadafi, Tauby, and Andini 2021), kompetensi merupakan kombinasi dari keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude) yang dapat diamati dan diterapkan secara kritis untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain kompetensi kerja atau kemampuan kerja mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan.
(Heskett 1997) menyatakan kompetensi kerja berkaitan dengan sifat dan kemampuan pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki seseorang (Aparat Pemerintah desa) dan diperoleh atau dipelajari melalui proses pendidikan, pelatihan, dan pengalaman sehingga yang bersangkutan mampu melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan sangat berhasil. Edison, at. al.
(Andreas and Volta Diyanto 2020) mengemukakan bahwa seorang pegawai agar memenuhi unsur kompetensi mencakup: a) pengetahuan, b) keahlian, dan c) sikap.
Sebagai organisasi pemerintah, desa berhadapan langsung dengan masyarakat dengan berbagai kepentingan dan kebutuhan.
Spencer & Spencer (T.Amiruddin 2019) mengemukakan bahwa kompetensi merupakan karakteristik dasar yang dimiliki seseorang yang berhubungan secara kausal dalam memenuhi kriteria yang diperlukan dalam menduduki suatu jabatan. Menurut Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negeri Nomor: 46A tahun 2003, menyebutkan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang mencakup tiga hal, yaitu: a) Pengetahuan (knowledge), yaitu fakta dan angka dibalik aspek teknis; b) Keterampilan (Skills), yaitu kemampuan untuk menunjukkan tugas pada tingkat kriteria yang dapat diterima secara terus menerus dengan kegiatan yang paling sedikit; c) Sikap (Attitude), yaitu yang ditujukan kepada pelanggan dan orang lain bahwa yang bersangkutan mampu berada dalam lingkungan kerjanya..
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan, dimana persentase hasil angket kompetensi pemerintahan desa terhadap pendapatan ekonomi sebagai berikut:
Tabel 1. Frekuensi Tanggapan Responden
Tentang Kompetensi Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi (X1) No Interval Kategori F %
1 48.-.60 Sangat.tinggi 12 6,03 2 36.-.47 Tinggi. 101 50,75 3 25.-.35 Sedang. 52 26,13 4 13.-.24 Rendah. 12 6,03 5 01.-.12 Sangat.rendah 22 11,00
JUMLAH 199 100,00
Sumber: Hasil Olahan.Data.2022
Berdasarkan data empiris tabel 1.
menunjukkan Tanggapan Responden Tentang Kompetensi Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi (X1) menurut yang dirasakan oleh diri responden selama ini, yang tertinggi berkategori “Tinggi”, sebanyak 101 orang atau 50,75%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa Kompetensi Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi termasuk
“tinggi”.
Selanjutnya Pengujian hipotesis secara parsial yang ditujukan untuk mengetahui pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y, Adapun hasil pengujian secara parsial (t- hitung) dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 2 Pengujian Secara Parsial (Uji-t) Coefficientsa
Model
Unstandardi zed.Coefficie
nts
Standar dized.C oefficie
nts t Sig.
B
Std..E
rror Beta
1 (Constant) 5.412 2.422 2.235 .028 KOMPET
E NSI.PEM ERIN TAHAN.D ESA
.042 .070 .034 .595 .554
a..Dependent.Variable:.PENDAPATAN EKONOMI.DESA.
Sumber: Data.SPSS,.2022
Berdasarkan pengujian secara parsial seperti pada tabel 2. diketahui nilai t-hitung = 0,595 > nilai Sig.= 0,554. Maka berarti
“Kompetensi Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Ekonomi Desa (Y) dengan nilai trush.0,042.
99 | Y a k u b
b. Komitmen Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi Desa
Terkait dengan komitmen, maka dari segi maknanya komitmen sangat dekat dengan deskripsi sebagai fidelity (kesetiaan) yang merupakan sikap dan perilaku seseorang menjaga dan mempertahankan nilai-nilai dan tujuan dari sebuah pekerjaan atau perannya dalam organisasi. (Sahala Purba, Rintan Saragih, and Tika Meisiska Br Sembiring 2022) mengemukakan sebagai keputusan seseorang untuk setia dan loyal menjaga perannya dalam sebuah ikatan kerja dengan pihak lain.
Strauss (Periansya and Sopiyan AR 2020) mengemukakan. Terdapat lima cara untuk membangun loyalitas atas dasar komitmen yaitu: (1) menciptakan tujuan yang jelas serta komitmen untuk mewujudkannya, (2) komunikasi yang jelas, visioner, dan konstan, (3) melatih dan melatih ulang karyawan, (4) memberikan kepercayaan kepada karyawan, dan (5) berbagi keuntungan. Sedangkan untuk mengembangkan komitmen sumber daya manusia menurut Ulrich (Taufiqillah and Fasochah 2018) diperlukan setidaknya tujuh hal-hal sebagai berikut: (1) Control yaitu mengawasi karyawan dalam proses pengambilan keputusan saat mereka melakukan pekerjaan, (2) Strategy or vision yaitu menawarkan. Kepada karyawan visi dan arah yang membuat mereka memiliki kemauan untuk. Bekerja keras, (3) Challenging work yaitu menyediakan beberapa pekerjaan yang menantang, (4) Collaboration and teamwork yaitu membentuk tim untuk menyelesaikan pekerjaan, (5) Work culture yaitu mempertahankan lingkungan kerja yang menyenangkan, (6) Shared gains yaitu memberikan kompensasi yang pantas yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, (7) Communication yaitu membagi informasi.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan, dimana persentase hasil angket kompetensi pemerintahan desa terhadap pendapatan ekonomi sebagai berikut:
Tabel 3. Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Komitmen Pemerintahan Desa
Terhadap Pendapatan Ekonomi (X2) No Interval Kategori F %
1 48.-.60 Sangat.tinggi 99 49,75 2 36.-.47 Tinggi. 12 6,03 3 25.-.35 Sedang. 43 21,09 4 13.-.24 Rendah. 34 17,09 5 01.-.12 Sangat.rendah 11 5,53
JUMLAH 199 100,00
Sumber: Hasil Olahan.Data.2022
Berdasarkan data empiris tabel 3, menunjukkan Tanggapan Responden Tentang Komitmen Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi (X2) menurut yang dirasakan oleh diri responden selama ini, yang tertinggi berkategori “Tinggi”, sebanyak 99 orang atau 49,75%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa Komitmen Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi termasuk
“Sangat.Tinggi”.
Selanjutnya Pengujian hipotesis secara parsial yang ditujukan untuk mengetahui pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y.
Adapun hasil pengujian secara parsial (t- hitung) dapat disajikan.sebagai.berikut:
Tabel 4.Pengujian.Secara.Parsial.(Uji-t) Coefficientsa
Model
Unstandardi zed.Coefficie
nts
Standar dized.C oefficie
nts t Sig.
B
Std..E
rror Beta 1 (Constant)
5.412 2.422 2.23 5 .028 KOMIT
MEN.PE MERIN TAHAN.D ESA
.805 .054 .860 15.0 28 .000
a..Dependent.Variable:.PENDAPATAN EKONOMI.DESA.
Sumber: Data.SPSS,.2022
Berdasarkan pengujian secara parsial seperti pada tabel 4. diketahui nilai t-hitung = 15,028 > nilai Sig. = 0,000. Maka berarti
“Komitmen Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Ekonomi Desa (Y) dengan nilai trush.0,805.
P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l D i e s N a t a l i s U N M - 6 1| 100 KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan, sebagai berikut:
1. Kompetensi Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi termasuk “tinggi”
dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Ekonomi Desa dengan nilai trush.0,042.
2. Komitmen Pemerintahan Desa Terhadap Pendapatan Ekonomi termasuk “Sangat Tinggi” dan berpengaruh positif serta signifikan dengan nilai trush.0,805.
DAFTAR.PUSTAKA
Alkadafi, Muammar, Syukran Tauby, and Nurul Lovi Andini. 2021.
“Pengembangan Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa Dalam Menggerakkan Ekonomi Desa Di Provinsi Riau.”
Publika: JIAP 7(1): 1-18.
http://journal.uir.ac.id/index.php/JIAP.
Andreas, Enni Savitri, and Volta Diyanto.
2020. “The Effect of Leadership, Internal Control System, and Organizational Commitment on Accountability of Village Financial Management”. .Jurnal Aplikasi Manajemen 18(3):.522–32.
Atika, Atika, Basri Modding, Baharuddin Sammaila, and Hamzah Hafied. 2019.
“The Effect of. Commitment, Leadership and Compensation on Job Satisfaction and Performance of Government Apparatus in West Sulawesi Province.”Management and Economics Journal.(MEC-J).3(1):.1.
Heskett, Kotler dan. 1997. “Kepemimpinan transformasional, motivasi dan budaya organisasi dampaknya terhadap kinerja PERANGKAT DESA (Survey Pada Perangkat Desa Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progro Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)”.
Universitas Janabadra Yogyakarta XXI (02):.269–89.
Ismawati. 2020. “Pengaruh Pendapatan Ekonomi Dan Ketimpangan Distribusi Pendapatan Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Sinjai”.
Volume 4, Issue 11, November– 2019 International Journal of Innovative Science and Research Technology.
Periansya, and Sopiyan AR. 2020. “Dampak
Kompetensi Dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Kecamatan Rambutan Banyuasin”. Jurnal Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya (21): ISSN :.2579-969.
Sahala Purba, Rintan Saragih, and Tika Meisiska Br Sembiring. 2022. “Pengaruh Kompetensi Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Akuntabilitas Pemerintah Desa Dalam Mengelola Alokasi Dana Desa”. AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan 1(1):.122–29.
T.Amiruddin. 2019. “Bab II Landasan Teori.”
Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):.8–24.
Taufiqillah, Muhammad, and Fasochah. 2018.
“Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perangkat Desa Dengan Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perangkat Desa Kec Gemuh Kab. Kendal).”Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akutansi.(45):.1–11.
Yanti, Dyah Agustin Widhi, and Mursidi Mursidi. 2021. “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan.”Jurnal Manajemen Strategi dan.Aplikasi.Bisnis.4(1):.23–34.