IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM MATA KULIAH GENETIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FKIP UNDANA
Sri Sumiyati
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana, Kupang-NTT
e-mail :[email protected]
ABSTRAK
Lesson study adalah suatu bentuk utama peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keprofesionalan guru/dosen secara kolaboratif dan berkesinambungan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan kebersamaan untuk membangun komunitas belajar. Lesson study dapat diimplementasikan pada berbagai jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Lesson study mata kuliah Genetika dilaksanakan pada semester ganjil 2017/2018. Tahap implementasi Lesson study yang dilakukan adalah perencanaan pembelajaran (plan), pelaksanaan pembelajaran (do), dan observasi dan refleksi (see). Siklus lesson study dilakukan 4 kali dengan topic 1) Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (Poligen); 2) Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh gen majemuk, menghitung dan mengiterpretasikan nilai χ²; 3) Pewarisan sifat pada manusia; 4) Penyimpangan semu Hukum Mendel. Setiap tahap perencanaan menghasilkan perangkat pembelajaran (RPP, LKM, materi ajar/handout, skenario pembelajaran, media pembelajaran, alat evaluasi dan penyusunan jadwal).
Proses pembelajaran dilakukan melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam hal (a) Ketrampilan berpikir kritis mahasiswa;
(b) Kualitas pembelajaran dan efektifitas metode pembelajaran; (c) Pemahaman / Penguasaan konsep materi kuliah Genetika.
Kata Kunci: Lesson Study, Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi, Open Class
PENDAHULUAN
Lesson study adalah suatu bentuk utama peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keprofesionalan guru/dosen secara kolaboratif dan berkesinambungan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan kebersamaan untuk membangun komunitas belajar (Susilo, dkk,.2009). Lesson study adalah suatu metode analisis kasus pada model pembelajaran, ditujukan untuk membantu pengembangan professional guru/dosen dan membuka kesempatan bagi guru/dosen untuk saling belajar berdasarkan praktik nyata di kelas dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi,
kondisi serta permasalah yang dihadapi pendidik (Pelita, 2009).
Lewis (2002, Wang-Iverson (20020 dalam Susilo, dkk,. (2009), menyatakan bahwa lesson study memiliki peran yang cukup besar dalam melakukan perubahan sistemik. Selain itu di Jepang Lesson study tidak hanya memberikan sumbangan terhadap pengetahuan keprofesionalan guru/dosen, tetapi juga terhadap peningkatan system pendidikan yang lebih luas (Lewis, 2002). Maka lesson study dapat diterapkan pada jenjang pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Lesson study pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Undana Kupang mulai diselenggarakan sejak
Jurnal Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam
tahun 2008/2009, dengan harapan agar dosen dapat melakukan inovasi pembelajaran secara kolaborasi diantara teman dosen sebidang, sehingga dapat terjadi peningkatan kualitas pembelajaran. Tahap terakhir penyelenggaraan Lesson study pada mata kuliah Genetika
Pelaksanaan perkuliahan dan praktikum Genetika yang selama ini dilakukan di Program Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Undana Kupang menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Genetika masih bersifat textbook oriented, Akibatnya, masih minimnya penggunaan contoh-contoh fenomena genetik yang berada di sekitar kita.
Pembelajaran yang bersifat textbook oriented menempatkan contoh-contoh fenomena genetik hanya diambil sesuai dengan contoh- contoh yang ada di buku, sehingga ada beberapa contoh tidak dijumpai di Kupang.
Media yang digunakan selama proses pembelajaran kadang terbatas hanya dengan power point dan masih didominasi dengan penggunaan metode ceramah sehingga hanya terjadi transfer pengetahuan (transfer of knowledge) dari dosen ke mahasiswa.
Suwarna (2005), mengemukakan bahwa dalam metode ceramah maka dosen sebagai subyek penyampai informasi serta sebagai pusat perhatian, dosen lebih banyak bicara sedangkan mahasiswa hanya mendengarkan atau mencatat hal-hal yang penting.
Komunikasi yang terjadi cenderung satu arah (one way traffic communication). Karena itu, proses pembelajaran menjadi membosankan dan kurang menarik. Proses pembelajaran belum banyak menggunakan multi metode, multi media, multi sumber belajar sebagai bagian dari pemberian layanan yang memperhatikan langgam belajar mahasiswa.
Akibatnya, respon, interaksi maupun inisiatif antara dosen dengan mahasiswa dalam pembelajaran masih kurang. Mahasiswa hanya melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk yang diberikan tanpa melakukan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena sangat luasnya cakupan yang harus dipelajari dalam bidang Genetika ini, maka dalam pembelajaran Genetika tidak bisa memberikan wawasan yang memadai untuk mengungkap fenomena lokal dalam bidang Genetika yang dapat diteliti atau dipelajari lebih lanjut oleh para mahasiswa. Perkuliahan lebih banyak menyampaikan konsep-konsep Genetika yang kurang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Evaluasi pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Genetika tahun sebelumnya dilakukan hanya berdasarkan nilai UTS, nila UAS dan nilai tugas mandiri maupun kelompok. Cara ini merupakan hambatan yang menyebabkan nilai akhir mahasiswa kurang memuaskan, hal ini ditunjukkan adanya presentasi nilai akhir matakuliah Genetika mahasiswa Pendidikan Biologi pada tahun ajaran 2009/2010 dari jumlah mahasiswa 60, yang mendapatkan nilai C sebanyak 58%.
Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya semangat mahasiswa untuk belajar dan rendahnya pemahaman mahasiswa dalam mempelajari Genetika.
Keberhasilan peserta didik dalam menerima pelajaran sangat tergantung pada faktor individu peserta didik itu sendiri dan lingkungan tempat tinggal serta lingkungan belajarnya. untuk itu sebagai seorang pendidik kita harus mampu untuk menerapkan model model pembelajaran yang dapat merangsang mahasiswa untuk dapat menyenangi materi yang diberikan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar dari mahasiswa yang bersangkutan. Upaya untuk mencapai hal yang lebih baik perlu adanya aktivitas kongkrit dan bertanggung jawab dari dosen, salah satunya dengan menggunakan lesson study.
Dengan lesson study akan memberikan kesempatan melalui proses penelaahan dan latihan dalam merancang dan mengkomunikasikan pembelajaran genetika, selain itu aktivitas lesson study dapat mempertebal sikap mental dosen baik sebagai penyaji, juga sebagai observer dengan cara dapat saling menghormati sesamanya.
Sedangkan untuk mengelola kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien perlu dilakukan berbagai upaya salah satunya adalah menentukan metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pendekatan pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing.
Dengan menggunakan model pembelajaran ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berpikir sendiri, berdiskusi dan menganalisa dalam tahap-tahap penyajian masalah, pengumpulan data, pelaksanaan eksperimen, pengorganisiran data dan perumusan penjelasan sehungga dapat menemukan konsep berdasarkan bahan atau data hasil pengamatan.
METODE PENELITIAN
Lesson study telah dilaksanakan pada mahasiswa semester V dan mahasiswa semester diatasnya yang sedang memprogramkan mata kuliah Genetika pada semester ganjil tahun 2011/2012 Program Sudi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Undana. Terdapat tiga tahap pelaksanaan lesson study yang meliputi tahap Planning- Doing-Seeing (Plan-Do-See). Tahap plan dilakukan bersama antara dosen observer yang berjumlah 4 orang beserta dosen model, sedangkan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun oleh dosen model. Tahap Do dilakukan pada open class mencakup open class I-IV, sedangkan tahap refleksi dilakukan setelah kegiatan pada tiap akhir open class sekaligus membahas ke tahap plan untuk pertemuan open class selanjutnya.
Hasil kegiatan lesson study pada setiap open class kemudian dianalisis untuk mengetahui peningkatan ketrampilan berpikir kritis mahasiswa, kualitas pembelajaran dan efektifitas metode pembelajaran, serta pemahaman/penguasaan konsep materi kuliah Genetika terhadap prestasi belajar mahasiswa.
Tahap-tahap Perlaksanaan Kegiatan Lesson Study
Pelaksanaan open lesson I – IV, dosen model menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pelaksanaan kegiatan lesson study dilakukan melalui tiga kegiatan antara lain : Planning-Doing-Seeing (Plan-Do- See). Berikut diuraikan masing-masing tahapan :
a. Tahap Perencanaan (Plan)
Langkah pertama untuk memulai lesson study adalah pembentukan kelompok atau tim lesson study. Setelah kelompok terbentuk, selanjutnya pada tahap ini dipersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan.
Perangkat pembelajaran yang dimaksud adalah silabus, RPP, LKM, materi ajar/handout,
skenario pembelajaran, media pembelajaran, alat evaluasi dan penyusunan jadwal. Tahap ini dilakukan dosen pengampu Matakuliah bersama anggota kelompok. Perangkat pendukung lainnya yang perlu disiapkan, jika memungkinkan, adalah kamera video yang digunakan untuk mendokumentasikan pelaksanaan pembelajaran. Pendokumentasian lebih dimaksudkan untuk mempermudah pelaksanaan refleksi, selain dapat juga untuk menyebarluaskan hasil lesson study. Selain itu, perlu juga dipilih kelas yang akan dijadikan tempat mengimplementasikan. Perlu dicatat bahwa kelas yang dipilih tidak harus sama dengan kelas yang biasanya diajar oleh guru/ dosen model.
b. Tahap Pelaksanaan (Do)
Berdasarkan rencana pembelajaran yang telah disusun, dosen model melaksanakan pembelajaran di kelas yang telah ditentukan, sementara anggota lain bertindak sebagai observer, yang mengamati proses pembelajaran dengan menggunakan instrumen observasi yang telah disiapkan. Dengan demikian, bersamaan dengan dilaksanakannya proses pembelajaran, dilakukan pengambilan data yang diperlukan unutk kepentingan refleksi. Hal –hal yang perlu mendapat fokus perhatian ketika mengobservasi, menurut Djamilah (2006), di antaranya adalah ketepatan prediksi waktu, pengelolaan kelas, keterlaksanaan silabus, aktivitas siswa, dan ketercapaian tujuan untuk setiap tahap kegiatan pembelajaran. Pada akhir pelaksanaan observer membagikan kepada mahasiswa lembaran angket sebagai informasi balikan dari mahasiswa tentang pelaksasanaan pembelajaran yang baru saja selesai diikuti.
Tahap pelaksanaan ini dosen model menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing.
Adapun langkah kegiatan pembelajaran seperti disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Langkah kegiatan pembelajaran Inkuiri Terbimbing
Kegiatan Aktivitas Dosen Aktivitas Mahasiswa
1 2 3
Kegiatan Awal:
Memberi salam
Dosen membuka pelajaran dengan memberikan apersepsi dan pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan dibahas serta menyampaikan tujuan pembelajaran
Menjawab salam
Diharapan mahasiswa menjawab pertanyaan
Kegiatan Inti: Dosen menyajikan gambaran umum materi Memperhatikan
Meyajikan Informasi
yang ingin disajikan menggunakan power- point dan LCD
Dosen membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiri dari 5-6 mahasiswa.
Membagi diri ke dalam kelompok
Langkah 1.
Penyajian Masalah
Setelah terbentuk kelompok, dosen menjelaskan prosedur-prosedur inkuiri terbimbing serta dilanjutkan dengan menunjukkan suatu fenomena yang akan menimbulkan rasa ingin tahu pada mahasiswa dilanjutkan dengan membagikan LKM. Selanjutnya menugaskan mahasiswa membaca handout dan prosedur kerja yang terdapat dalam LKM yang sudah disiapkan oleh dosen.Dosen: Silahkan membaca buku rujukan dan handout yang telah dibuatkan yang terdapat dalam LKM tersebut
Mahasiswa membaca
handout/buku yang disarankan dan mahasiswa mempelajari petunjuk kerja yang terdapat dalam LKM yang diberikan
Langkah 2 dan 3
Verivikasi Data dan Praktik /Eksperimen
Dosen membimbing mahasiswa mengumpulkan data informasi tentang peristiwa yang mereka lihat atau alami.
Dosen membimbing/mengendalikan
mahasiswa dalam melakukan
praktik/eksperimen untuk mengeksplorasi dan menguji secara langsung sesuia langkah-langkah kerja dalam LKM
Mahasiswa harus menyusun dan melacak sendiri fahta-fakta yang berkaitan dengan masalah yang diajukan untuk dapat memecahkannya.
Mahasiswa mengerjakan praktik/eksperimen sesuai langkah-langkah petunjuk kerja dalam LKM
Langkah 4 Mengorganisa sikan data dan Merumuskan Penjelasan
Dosen membimbing dan memandu mahasiswa merumuskan penjelasan mengenai permasalahan yang sedang dihadapi yaitu dengan cara mengarahkan mahasiswa mengemukakan informasi- informasi yang mereka dapatkan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKM.
Memperhatikan
Mengumpulkan data dan
melakukan diskusi serta merumuskan penjelasan
permasalahan dalam
kelompoknya masing-masing
Langkah 5 Tahap Mengadakan Analisis
Dosen dan mahasiswa melihat kembali apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka mempelajarinya untuk di analisis
Mahasiswa menganalisis pola- pola penemuan untuk melengkapi dan memperbanyak data yang relevan serta dapat menunjang untuk menentukan pemecahan masaah
Kegiatan Akhir
Dosen membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam membuat kesimpulan dari kegiatan yang taelah dilakukan
Pada akhir kegiatan dosen memberikan tugas mandiri / kelompok di rumah sesuai petunjuk kerja yang terdapat dalam LKM.
Mahasiswa dengan bimbingan dan arahan dari dosen menyimpulkan hasil kegiatan Mencatat tugas yang diberikan oleh dosen
c. Tahap Observasi dan Refleksi (See) Segera setelah selesai pembelajaran, dilakukan postclass discussion atau kegiatan refleksi. Refleksi diikuti oleh semua anggota kelompok (dosen model dan observer) yang
mengkaji hasil pengamatan observer dan hasil rekaman proses pembelajaran.
Tahap ini dimaksudkan untuk menemukan kelebihan maupun kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran serta untuk
menilai apakah proses pembelajaran yang dijalankan sudah sesuai rencana.
Menurut Djamilah (2006), dengan pemahaman bahwa lesson study adalah forum untuk saling belajar dalam upaya mengembangkan kompetensi masing-masing anggota kelompok, maka semangat dalam tahap refleksi ini adalah secara bersama-sama menemukan solusi untuk masalah yang muncul agar pembelajaran berikutnya dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan lebih baik. Dengan demikian, perlu dipahami bahwa kegiatan refleksi bukan dimaksudkan untuk menilai kemampuan mengajar dosen model.
Maka pada tahap observasi dan refleksi ini diawali oleh dosen model menyampaikan kesan dan pemikirannya mengenai pelaksanaan pembelajaran, selanjutnya diberikan kepada dosen yang bertugas sebagai observer. Kritik dan saran disampaikan secara bijak tanpa merendahkan atau menyakiti perasaan dosen model dengan tujuan untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya secara berkesinambungan.
Diharapkan, dosen model dapat menarik kesimpulan atas pembelajaran yang ia laksanakan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap respon mahasiswa dari hasil pengamatan observer dan dari hasil rekaman video. Dengan memperhatikan bagaimana mahasiswa belajar, diharapkan dosen yang bersangkutan menemukan kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar.
HASIL DAN PEMBAHASAN Open class I
1) Tahap Perencanaan (Plan)
Merujuk kepada permasalahan yang dihadapi yaitu kurangnya semangat mahasiswa untuk belajar dan rendahnya pemahaman mahasiswa dalam mempelajari matakuliah Genetika. Perencanaan tindakan open class I meliputi pembuatan perangkat pembelajaran yang terdiri dari : silabus, RPP, LKM, alat dan bahan, materi ajar/handout, skenario pembelajaran, media pembelajaran, alat evaluasi dan penyusunan jadwal.
2) Tahap Pelaksanaan (Do)
Open lesson I dilaksanakan di Ruang Kuliah BIO.A Prodi Pend.Biologi- FKIP-Undana, materi yang diajarkan tentang Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (Poligen), dengan menggunakan model
pembelajaran Inkuiri terbimbing, Ceramah, Demonstrasi, Praktik, Diskusi, Tanya jawab. Pada awal kegiatan inti dosen model memberikan sedikit ceramah menyangkut materi. Penggunaan metode ceramah ini agar mahasiswa mempunyai rangsangan awal tentang materi yang akan dipelajarinya. Setelah itu, pada kegiatan inti dosen model membagi mahasiswa ke dalam kelompok yang terdiri dari 5-6 mahasiswa.
Kemudian dosen model memberikan LKM kepada mahasiswa untuk mendalami tentang materi yang diajarkan sambil mahasiswa membaca handout materi pewarisan sifat yang dikendalikan oleh gen majemuk (poligen), kemudian mahasiswa melakukan demonstrasi dan praktik dengan cara mengidentifikasi pola dan jumlah sulur jari tangan masing-masing sesuai dengan petunjuk kerja yang tercantum dalam LKM.
Dilanjutkan mengumpulkan data mahasiswa dalam kelompoknya masing- masing, baik tentang pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan. Dalam proses pembelajaran dosen model merasa perlu mencari metode yang tepat dan menyenangkan bagi mahasiswa agar suasana pembelajaran didalam kelas mahasiswa selalu proaktif. Proses perkuliahan/pembelajaran tampak lebih hidup dari biasanya. Interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan mahasiswa sudah mulai nampak sejak awal perkuliahan. Sementara itu, observer menjalankan tugasnya sesuai dengan pedoman tata tertib sebagai observer yang telah diberikan sebelumnya.
Selama proses perkuliahan, mahasiswa yang biasanya pasif terlihat mulai aktif, yang biasanya pasif mencatat penjelasan dosen dan yang biasanya malas mulai kelihatan aktif dan bersemangat.
Saya baru menyadari kalau selama ini perkuliahan dengan sistem ceramah membuat mahasiswa kurang bergairah, dan mahasiswa cepat bosan.
Dari hasil open class pertama ini menurut pengamatan observer rata-rata mahasiswa sudah belajar dengan baik, usaha dosen model mendatangi kelompok dan menanyakan kesulitan mahasiswa/i dan menjelaskan secara mendetail sehingga mahasiswa menjadi bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, adanya tampilan- tampilan jenis-jenis sidik jari tangan
manusia melalui power point membuat topik pembelajaran hari ini sangat menarik.
Mahasiswa akan aktif kalau pembelajarannya kontekstual, mahasiswa/i bisa melihat, menghitung, memasukkan dalam rumus dan memahami sendiri.
3) Tahap Refleksi (See)
Kesan dari dosen model : Kegiatan perkuliahan menggunakan metode kontekstual dengan model inkuiri terbimbing yang membahas materi genetika dengan menggunakan contoh-contoh yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari membuat mahasiswa lebih antusias dan semangat dalam mengikuti perkuliahan. Dengan praktek langsung menghitung sendiri pola sulur dan jumlah sulur sidik jari masing-masing mahasiswa memberikan pengalaman dan pemahaman kepada mahasiswa tentang pewarisan sifat.
Saran observer sebagai hasil pengamatan terhadap dosen model pada kegiatan open lesson yang pertama ini tidak ada saran karena hampir semua mahasiswa sudah siap mengikuti perkuliahan genetika, karena materinya sangat menarik (berkaitan dengan kehidupan sehari-hari), tetapi hasil pengamatan terhadap mahasiswa masih dijumpai satu/dua orang mahasiswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran, hal ini dikarenakan yang bersangkutan tidak punya literatur atau belum pernah membaca sebelumnya, hal seperti ini telah diatasi oleh dosen model dengan cara mendatangi tiap kelompok dan mengidentifikasi kesulitan mahasiswa, dan dosen model telah membimbing mahasiswa dalam kelompok untuk mengerjakan LKM.
Beberapa komentar mahasiswa : (a) Beberapa komentar mahasiswa peserta perkuliahan genetika mengatakan pembelajaran sangat menarik. Apabila pernyataan angket no. 1 dipresentasikan maka diperoleh respon mahasiswa (Sangat menarik 84.375% dan menarik 15.625%).
(b) Sedangkan Pengetahuan/ ketrampilan yang dapat diperoleh pada pembelajaran hari ini adalah mahasiswa/i dapat mengenali jumlah dan tipe-tipe sulur sidik jari masing-masing, dengan dibentuknya kelompok dan diberikan LKM dapat memacu daya belajar dan kerja sama antara anggota dalam kelompok. (c) Dan yang perlu ditingkatkan pada pembelajaran hari ini adalah alat dan LKM yang digunakan
dalam praktek sebaiknya jumlahnya disesuaikan dengan jumlah mahasiswa.
Keseriusan mahasiswa pada saat kerja kelompok. (d) Kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini yang tidak ada komentar sebanyak 75 %, sedangkan yang 25% mengatakan bahwa alokasi waktu yang disediakan tidak cukup.
Hasil Refleksi dan Tindak Lanjut : Refleksi pembelajaran dilaksanakan sesaat setelah pembelajaran selesai, diruangan tersendiri yang dipimpin oleh salah satu dosen observer sebagai moderator.
Kegiatan diawali memberi kesempatan kepada saya sebagai dosen model untuk mengutarakan kesan dan pesan selama proses pembelajaran tersebut. Adapun kesan dan pesan yang saya sampaikan pada saat refleksi adalah bahwa saya baru kali pertama memberikan kuliah dengan disaksikan oleh teman sejawat yang bertugas sebagai observer. Pada awalnya saya merasa kurang percaya diri, namun saya juga merasa bangga karena diberi kesempatan terakhir sebagai dosen model yang disaksikan dan diamati oleh teman sejawat. Untuk itu , saya berusaha pada proses pembelajaran kali ini tampil sebaik mungkin, dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual saya mengharapkan ada perubahan pada mahasiswa, harapan saya materi supaya mudah diterima dan menyenangkan.
Mahasiswa juga berpartisipasi lebih baik dalam proses pembelajaran, karena mahasiswa pernah mengikuti lesson study sebelumnya. Dengan model pembelajaran yang saya terapkan pada hari ini, saya sangat berharap hasil belajar mahasiswa dapat lebih meningkat dan berkualitas.
Tahap berikutnya secara bergantian observer diberi kesempatan untuk memberikan komentar dan masukan (kritik maupun saran) sesuai dengan hasil observasinya, dan diskusi mengenai pembelajaran yang telah dan yang akan dilakukan. Pada dasarnya observer memberikan kesan bahwa pelajarannya menarik, karena bisa melihat kegiatan pengamatan dan menghitung jumlah sulur dan jenis sidik jari. Mahasiswa lebih aktif dan bersemangat karena pembelajarannya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari maka kelas menjadi hidup dan aktif sesuai CTL.
Open class II
1) Tahap Perencanaan (Plan)
Perencanaan pada open class kedua ini merupakan refleksi hasil pelaksanaan pada kegiatan open class pertama. Hasil refleksi open class pertama yang perlu diperbaiki adalah pada saat pelaksanaan perkuliahan tentang alokasi waktu, sedangkan perencanaan tidak mengalami banyak perubahan hanya perlu disempurnakan dalam menyediakan alat/bahan dan LKM yang digunakan dalam praktek sebaiknya jumlahnya disesuaikan dengan jumlah mahasiswa.
2) Tahap Pelaksanaan (Do)
Pada open lesson ke II dilaksanakan di Ruang Kuliah BIO.A Prodi Pend.Biologi- FKIP-Undana, materi yang diajarkan merupakan lanjutan dari materi Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (Poligen), dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri terbimbing, Ceramah, Demonstrasi, Praktek, Diskusi, Tanya jawab. Pada awal kegiatan dosen model dengan menggunakan power point memberikan ceramah menyangkut materi yang diajarkan. Penggunaan metode ceramah ini agar mahasiswa mempunyai rangsangan awal tentang materi yang akan dipelajarinya. Setelah itu, dosen model membagi mahasiswa ke dalam kelompok yang telah terbentuk pada open lesson 1.
Kemudian dosen model memberikan LKM kepada mahasiswa untuk mendalami tentang materi yang diajarkan sambil mahasiswa menyelidiki materi pewarisan sifat yang dikendalikan oleh gen majemuk (poligen), mahasiswa juga menghitung dan menginterpretasikan nilai χ² untuk menguji data populasi mahasiswa semua kelompok tentang pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan, yang dilanjutkan dengan menghitung dan menginterpretasikan nilai χ² untuk menguji data populasi mahasiswa, baik tentang pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan.
Dari hasil open class kedua ini menurut pengamatan observer rata-rata mahasiswa sudah belajar dengan baik, usaha dosen model mendatangi kelompok dan menanyakan kesulitan mahasiswa/i dan menjelaskan secara mendetail sehingga mahasiswa menjadi bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, adanya tampilan-
tampilan jenis-jenis sidik jari tangan manusia melalui power point membuat topik pembelajaran hari ini sangat menarik.
Mahasiswa akan aktif kalau pembelajarannya kontekstual, mahasiswa/i bisa melihat, menghitung, memasukkan dalam rumus dan memahami sendiri.
3) Tahap Refleksi (See)
Kesan dari dosen model : Kegiatan perkuliahan dengan metode kontekstual dan membahas materi genetika menghitung dan menginterpretasikan nilai χ² untuk menguji data populasi mahasiswa sekelas, baik tentang pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan dengan menggunakan contoh-contoh yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari membuat mahasiswa lebih antusias dan semangat dalam mengikuti perkuliahan. Dengan praktek langsung menghitung sendiri pola sulur dan jumlah sulur sidik jari masing- masing mahasiswa memberikan pengalaman dan pemahaman tentang pewarisan sifat.
Saran observer sebagai hasil pengamatan terhadap dosen model pada kegiatan open lesson yang kedua ini tidak ada saran karena open lesson yang kedua ini merupakan lanjutan dari open lesson 1, dan hampir semua mahasiswa sudah siap mengikuti perkuliahan genetika, karena materinya sangat menarik yaitu menganalisis data pengamatan dengan menggunakan χ², untuk membuktikan apakah hasil pengamatan datanya relefan/
tidak. Hasil pengamatan terhadap mahasiswa masih dijumpai satu/dua orang mahasiswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran, hal ini dikarenakan yang bersangkutan tidak mengikuti pembelajaran LS sebelumnya, hal seperti ini telah diatasi oleh dosen model dengan cara mendatangi tiap kelompok dan mengidentifikasi kesulitan mahasiswa, dan dosen model telah membimbing mahasiswa dalam kelompok untuk mengerjakan LKM.
Observer menyarankan untuk memberikan remedial setelah selesai pembelajaran pada mahasiswa yang tidak dapat belajar dengan baik.
Beberapa komentar mahasiswa : (a) Beberapa komentar mahasiswa peserta perkuliahan genetika mengatakan pembelajaran sangat menarik. Apabila pernyataan angket no. 1 dipresentasikan
maka diperoleh respon mahasiswa (Sangat menarik 93.33% dan cukup menarik 6.67%). (b) Sedangkan Pengetahuan/
ketrampilan yang dapat diperoleh pada pembelajaran hari ini adalah mahasiswa/i dapat menganalisis data pengamatan dengan menggunakan χ². Dapat mengetahui cara mencari rumus sidik jari dan mendapatkan pengalaman dalam diskusi dan kerja kelompok. (c) Dan yang perlu ditingkatkan pada pembelajaran hari ini adalah diskusi / kerja sama dalam kelompok. Ketelitian menganalisis data serta ketelitian mahasiswa dalam mengerjakan LKM. (d) Kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini yang tidak ada komentar sebanyak 100% (tidak ada komentar, semuanya sudah baik).
Hasil refleksi dan tindak lanjut : Pelajaran hari ini menarik, karena semakin sedikit jumlah mahasiswa, semakin baik hasil pembelajaran yang dihasilkan karena dosen dapat mengamati proses pembelajaran secara individual pada mahasiswa. Model pembelajaran kontekstual inkuiri terbimbing dapat mengaktifkan mahasiawa secara individual Open class III
1) Tahap Perencanaan (Plan)
Perencanaan pada open class ketiga ini adalah hasil refleksi yang sudah dilakukan pada akhir kegiatan open class kedua. Refleksi pada open class kedua adalah kegiatan pelaksanaan perkuliahan tetap dipertahankan dengan alokasi waktu yang sesuai dengan perncanaan.
2) Tahap Pelaksanaan (Do)
Pada open class ketiga, materi yang diajarkan tentang Pewarisan sifat pada manusia, dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri terbimbing, Ceramah, Demonstrasi, Praktik, Diskusi, Tanya jawab. Setelah melakukan ceramah dilanjutkan dengan pembagian LKM kepada mahasiswa. Pembagian LKM dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengkaji lebih dalam materi yang akan dipelajari, sehingga dapat berdiskusi dengan teman dalam kelompok, juga mahasiswa dapat saling bertukar pikiran, saling mengisi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Selanjutnya tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja LKM di
depan kelas. Pada kesempatan terakhir dosen model membacakan beberapa nomor pertanyaan kepada tiap kelompok untuk dikerjakan sebagai tugas dan ditulis dalam bentuk laporan. Dalam open lesson ketiga ini ditemukan beberapa temuan oleh observer yaitu secara keseluruhan semua mahasiswa sudah belajar dengan baik sehingga pada saat mengerjakan LKM mahasiswa dapat mengerjakan dengan baik, dosen model telah membuat dan memanfaatkan media pembelajaran (power point) materi pembelajaran dengan baik.
Tetapi ada beberapa kendala antara lain ada beberapa mahasiswa tidak membawa buku pegangan dan belum membaca buku tentang materi yang diajarkan hari ini. Hal ini dilihat dari beberapa mahasiswa yang meminjam buku sumber dari temannya.
Sehingga diharapkan kedepan mahasiswa perlu menyiapkan diri lebih awal dan membawa buku pegangan sehingga pembelajaran lebih menyenangkan yang berakhir pada pemahaman sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan.
3) Tahap Refleksi (See)
Kesan dari dosen model : Kegiatan perkuliahan dengan metode Inkuiri terbimbing dan membahas materi genetika tentang golongan darah, kebotakan dan panjang relatif dari telunjuk dibandingkan dengan jari manis yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari membuat mahasiswa lebih semangat dalam mengikuti perkuliahan. Dengan praktek langsung menelusuri tiga generasi suatu keluarga yang memiliki sifat ciri panjang relatif dari telunjuk dibandingkan dengan jari manis, kebotakan, golongan darah, serta membuat bagan pola pewarisan masing-masing sifat beserta simbol genotipnya.
Saran observer sebagai hasil pengamatan terhadap dosen model pada kegiatan open lesson yang ketiga ini tidak ada saran karena hampir semua mahasiswa sudah siap mengikuti perkuliahan genetika, karena materinya sangat menarik (berkaitan dengan kehidupan sehari-hari), tetapi hasil pengamatan terhadap mahasiswa masih dijumpai ada beberapa kendala antara lain ada beberapa mahasiswa tidak membawa buku pegangan dan belum membaca buku tentang materi yang diajarkan hari ini. Hal ini dilihat dari beberapa mahasiswa yang
meminjam buku sumber dari temannya.
Sehingga diharapkan kedepan mahasiswa perlu menyiapkan diri lebih awal dan membawa buku pegangan sehingga pembelajaran lebih menyenangkan yang berakhir pada pemahaman sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan.
Komentar Mahasiswa: (a) Beberapa komentar mahasiswa peserta perkuliahan genetika hampir semua menyatakan pembelajaran hari ini sangat menarik dengan alasan antara lain mahasiswa merasa dibimbing untuk mengenali ciri panjang relatif jari telunjuk dibandingkan jari dengan manis. Apabila pernyataan angket no. 1 dipresentasikan maka diperoleh res pon mahasiswa (Sangat menarik 97.143% dan cukup menarik 2.85%). (b) Sedangkan Pengetahuan/
ketrampilan yang dapat diperoleh pada pembelajaran hari ini adalah mahasiswa/i dapat mengetahui adanya pola pewarisan gen-gen yang dominansinya bergantung dari jenis kelamin individu pada manusia, baik tentang golongan darah, kebotakan dan panjang relatif dari telunjuk dibandingkan dengan jari manis. dan mendapatkan pengalaman dalam diskusi dan kerja kelompok. (c) Dan yang perlu ditingkatkan pada pembelajaran hari ini adalah diskusi / kerja sama dalam kelompok. Ketelitian menganalisis data serta ketelitian mahasiswa dalam mengerjakan LKM. (d) Kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini yang tidak ada komentar sebanyak 100% (tidak ada komentar, semuanya sudah baik).
Hasil refleksi dan tindak lanjut : Pelajaran hari ini menarik, karena bisa melihat kegiatan percobaan mengenali ciri panjang relatif dari telunjuk dibandingkan dengan jari manis, kebotakan, golongan darah, serta membuat bagan pola pewarisan masing-masing sifat beserta simbol genotipnya, karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mahasiswa lebih aktif dan bersemangat karena pembelajaran nyata dapat langsung dilihat, dirasakan dan dialami, sehingga kelas hidup dan aktif sudah sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan.
Open class IV
1) Tahap Perencanaan (Plan)
Perencanaan pada open class keempat ini adalah hasil refleksi yang sudah dilakukan pada akhir kegiatan open class ketiga. Refleksi pada open class ketiga adalah kegiatan diskusi perlu dibimbing secara efektif. Sedangkan pelaksanaan perkuliahan tetap dipertahankan dengan alokasi waktu yang sesuai dengan perncanaan.
2) Tahap Pelaksanaan (Do)
Pada open lesson ke empat dengan pokok bahasan Interaksi Gen (Penyimpangan Semu Hukum Mendel)
dengan menggunakan metode
pembelajaran antara lain Inkuiri terbimbing, Ceramah, Demonstrasi, Diskusi dan Tanya Jawab. Seperti pada pelaksanaan open lesson sebelumnya, pemilihan metode ini agar mahasiswa diharapkan lebih aktif dan kreatif dalam mengembangkan dan mendalami materi yang dipelajari. Kolaborasi metode pembelajaran ini ternyata dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa yang signifikan hal ini terlihat dari mahasiswa begitu antusias dalam menemukan materi yang merupakan tanggung jawab kelompoknya hal ini dilihat dari setiap mahasiswa yang terdapat dalam kelompok begitu cekatan dalam memberikan masukan untuk membuat intisari dari sub materi yang menjadi tugasnya. Disamping mahasiswa berdiskusi dan menemukan intisari materi, setiap kelompok bergantian melakukan pengamatan sehingga membuat kelas begitu aktif dalam mengikuti pembelajaran. Setelah semua kelompok merangkum dan melakukan pengamatan, selanjutnya dilakukan presentasi untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar dari setiap mahasiswa dalam kelompoknya, dan dapat dilihat hasil presentasi dan tanya jawab yang dilakukan mahasiswa menyampaikan hasil belajarnya dengan baik dan dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh kelompok lain. Setelah semua kelompok selesai presentasi bersama dosen model membuktikan macam-macam epistasi dengan menggunakan uji χ². Hal ini dapat dilihat bahwa mahasiswa benar-benar telah belajar tentang topik hari ini dan kelompok mahasiswa yang lain juga dapat menjawab dan mengerjakan dengan baik.
3) Tahap Refleksi (See)
Kesan dari dosen model : Kegiatan perkuliahan dengan metode CTL dan membahas materi genetika tentang Interaksi Gen (Penyimpangan Semu Hukum Mendel) yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari membuat mahasiswa lebih semangat dalam mengikuti perkuliahan. Dengan praktek langsung menelusuri tiga generasi suatu keluarga yang memiliki ciri panjang relatif dari telunjuk dibandingkan dengan jari manis, kebotakan, golongan darah, serta membuat bagan pola pewarisan masing- masing sifat beserta simbol genotipnya.
Saran observer sebagai hasil pengamatan terhadap dosen model pada kegiatan open lesson yang ketiga ini tidak ada saran karena hampir semua mahasiswa sudah siap mengikuti perkuliahan genetika, karena materinya sangat menarik (berkaitan dengan kehidupan sehari-hari), tetapi hasil pengamatan terhadap mahasiswa masih dijumpai ada beberapa kendala antara lain ada beberapa mahasiswa tidak membawa buku pegangan dan belum membaca buku tentang materi yang diajarkan hari ini. Hal ini dilihat dari beberapa mahasiswa yang meminjam buku sumber dari temannya.
Sehingga diharapkan kedepan mahasiswa perlu menyiapkan diri lebih awal dan membawa buku pegangan sehingga pembelajaran lebih menyenangkan yang berakhir pada pemahaman sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan.
Komentar Mahasiswa : (a) Beberapa komentar mahasiswa peserta perkuliahan genetika hampir semua menyatakan pembelajaran hari ini sangat menarik dengan alasan mahasiswa/i dibimbing untuk mengenali interaksi gen dominan dan gen resesif. Apabila pernyataan angket no.
1 dipresentasikan maka diperoleh res pon mahasiswa (Sangat menarik 97.143% dan cukup menarik 2.85%). (b) Sedangkan Pengetahuan/ ketrampilan yang dapat diperoleh pada pembelajaran hari ini adalah mahasiswa/i dapat mengetahui adanya interaksi gen dominan dan gen resesif, dan mendapatkan pengalaman dalam diskusi dan kerja kelompok, dengan dibentuknya kelompok dan diberikan LKM dapat memacu daya belajar dan kerja sama antara anggota dalam kelompok. (c) Dan yang perlu ditingkatkan pada pembelajaran hari
ini adalah diskusi / kerja sama dalam kelompok. (d) Kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan pada pembelajaran hari ini yang tidak ada komentar sebanyak 100%
Hasil refleksi dan tindak lanjut : Pelajaran hari ini menarik, karena bisa melihat kegiatan percobaan interaksi gen dominan dan gen resesif, karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mahasiswa lebih aktif dan bersemangat karena pembelajaran nyata dapat dilihat, dirasakan dan dialami, sehingga kelas hidup dan aktif sudah sesuai dengan CTL.
Pembahasan
Secara keseluruhan dapat dilihat bahwa setelah pelaksanaan open lesson 1-4 terjadi peningkatan prestasi belajar mahasiswa, dengan kombinasi beberapa metode pembelajaran yang dipergunakan sudah sesuai dengan karakteristik materi yang dipelajari dalam mata kuliah Genetika dimana ditemukan bahwa metode ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab dengan model kontekstual dan strategi inkuiri terbimbing dapat menaikkan prestasi belajar mahasiswa. Mata kuliah Genetika merupakan mata kuliah dengan bobot 3 sks sehingga pelaksanaan untuk setiap pertemuan 3x50 menit. Kegiatan lesson study mata kuliah Genetika sudah dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklusnya meliputi perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see).
Tahap awal yang dilakukan adalah pemilihan 4 materi pembelajaran genetika.
Materi yang terpilih yaitu: 1) Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (Poligen); 2) Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh gen majemuk, menghitung dan mengiterpretasikan nilai χ²; 3) Pewarisan sifat pada manusia; 4) Penyimpangan semu hukum mendel. Alasan pemilihan materi pembelajaran genetika adalah materi awal perkuliahan yang bermanfaat memberikan bekal dasar untuk mempelajari materi selanjutnya. Santyasa (2009) mengemukakan alasan pemilihan materi dalam pelaksanaan lesson study yaitu target dalam mengatasi kelemahan mahasiswa dalam belajar, materi yang bagi dosen sulit mengajarkannya, subjek terkini, misalnya aspek kebaharuan segi isi, teknologi, dan pendekatan pembelajaran, dan memusatkan perhatian pada hal terpenting yang mendasar yang berpengaruh terhadap pembelajaran lainnya.
Tahap perencanaan (plan) yang pertama dilakukan untuk merencanakan pelaksanaan perkuliahan termasuk memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pembuatan Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM). RPP sebagai rambu-rambu pelaksanaan proses pembelajaran sangat perlu dibuat agar pelaksanaannya berjalan lancar. LKM dibuat untuk pegangan mahasiswa dalam melaksanakan diskusi sehingga mahasiswa memahami materi perkuliahan. LKM dibuat dalam bentuk pertanyaan terbuka sehingga lebih bermakna.
Surachman (2001) dalam Nurhadi (2003), menyatakan bahwa Lembar Kegiatan Mahasiswa yang bersifat terbuka memberi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreatifitas dan daya nalarnya. Arahan yang diberikan oleh dosen biasanya lebih bersifat sebagai stimulasi bagi mahasiswa untuk mengerjakan sesuatu kegiatan belajar.
Pembentukan kelompok perlu dilakukan terlebih dahulu setelah plan pertama. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan atau pemahaman dasar Genetika setiap mahasiswa.
Kelompok disusun dengan komposisi jenis kelamin (putra-putri). Pelita (2009) mengemukakan bahwa alasan kegiatan kelompok yaitu bagi mahasiswa yang lambat dapat belajar lebih baik dengan bantuan mahasiswa yang cepat menangkap pelajaran, mahasiswa yang cepat menangkap pelajaran dapat memperdalam pemahaman dengan memberi penjelasan atas subyek pada mahasiswa yang lambat, bagi seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan mendengarkan dan memanfaatkan pemikiran dan gagasan mahasiswa lain serta dapat membangun hubungan yang lebih baik satu sama lain.
Pengalaman-pengalaman dalam kegiatan lesson study menunjukkan bahwa pengelompokan mahasiswa yang baik adalah 5 atau 6 orang perkelompok, mencampur mahasiswa putra dan putri dengan duduk membentuk lingkaran.
Inovasi dalam tahap pelaksanaan (do) mengikuti skenario pembelajaran untuk masing-masing dengan berbagai variasi metode pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dan menggunakan model pembelajaran kontekstual tipe inkuiri
terbimbing, variasi metode pembelajaran bertujuan agar kualitas perkuliahan meningkat.
Mulyasa (1996) menyatakan bahwa kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan segi hasil, dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya 75% peserta didik (mahasiswa) terlibat secara aktif. Keterlibatan ini baik secara fisik, mental maupun sosial dalam pembelajaran. Selain itu juga menunjukkan kegiatan belajar yang tinggi, semangat yang besar, dan rasa percaya pada diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri mahasiswa seluruhnya atau setidak-tidaknya 75%.
Metode yang digunakan tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Sehingga dengan adanya variasi metode maka keunggulan metode yang satu dapat menutupi kelemahan metode yang lain.
Metode ceramah masih digunakan untuk proses pemberian motivasi oleh dosen kepada mahasiswa, menyimpulkan konsep-konsep penting yang dipelajari sehingga memungkinkan mahasiswa melihat lebih jelas hubungan antara materi satu dengan yang lain.
Metode diskusi diterapkan terutama dengan strategi setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan materi yang diberikan dan berkewajiban mempresentasikan hasil diskusi dalam kelompoknya. Metode tanya jawab diterapkan agar kelas menjadi lebih hidup dan dapat lebih aktif, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya sehingga dosen mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh mahasiswa, serta komunikasi dan interaksi yang terjadi tidak hanya satu arah.
Hasil refleksi (see) open lesson 1 menunjukkan mahasiswa sudah aktif mengikuti perkuliahan dan diskusi. Hambatan yang masih ditemui yaitu waktu pembelajaran belum optimal karena melebihi waktu seharusnya. Hal ini dapat diantisipasi yaitu presentasi dilaksanakan tanpa harus menunggu semua kelompok selesai mengerjakan LKM. Presentasi dilakukan di akhir perkuliahan dengan tujuan terjadi pertukaran informasi antar kelompok. Materi Genetika merupakan materi yang menarik perhatian mahasiswa karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pertanyaan beragam dari mahasiswa pada akhir perkuliahan (sesi
tanya jawab) merupakan salah satu indikator peningkatan kualitas pembelajaran.
LKM masih ada yang belum selesai dikerjakan. Hal ini kemudian dosen memberi dorongan kepada kelompok yang tidak dapat menyelesaikan tugas dan menampilkan presentasi yang tidak lengkap. Hal ini diatasi dengan pemberian masukan dari kelompok lain dengan topik sama. Cara ini merupakan cara yang baik agar mahasiswa saling menunjukkan kesulitan yang dialami dan memandu kelompok tersebut untuk mencapai kesimpulan dengan bantuan mahasiswa lain.
LKM kemudian dikumpulkan karena presentasi juga tidak harus selalu berbentuk ucapan lisan di depan kelas tetapi mengumpulkan LKM juga bisa dikatakan cukup. Pelita (2009) mengemukakan bahwa presentasi tidak harus selalu berbentuk ucapan lisan di depan kelas. Pengumpulan Lembar Kegitan serta menuliskan jawaban atau tabel rangkuman di papan tulis bisa dikatakan sudah cukup.
Hambatan lain yang dihadapi pada do lesson study ke 2 adalah masih adanya anggota kelompok yang tidak aktif mengikuti diskusi. Dosen akhirnya meminta yang melakukan presentasi kelompok tersebut dengan harapan agar mahasiswa termotivasi untuk lebih aktif mengikuti pembelajaran . Pelita (2009) menyatakan bahwa guru (dosen) juga harus mendorong mahasiswa yang pasif dan pendiam untuk melakukan presentasi. Hal ini dapat dilakukan dengan sangat hati-hati.
Penilaian antar teman dilakukan untuk mengetahui inisiatif, kerjasama, keaktifan dan tanggungjawab masing-masing anggota dari sudut pandang anggota lain dalam kelompok tersebut.
Pelaksanaan open lesson ke 3 sudah tidak mengalami hambatan dalam hal waktu.
Mahasiswa aktif dalam perkuliahan, diskusi dan tanya jawab. Materi perkuliahan menarik karena membahas pewarisan sifat pada manusia. Dosen setelah memberi ceramah meminta mahasiswa mengerjakan LKM.
Sesi ini dilaksanakan dengan lancar dan mahasiswa aktif mengikutinya.
Hasil refleksi dari ke-4 topik : 1) Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (Poligen); 2) Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh gen majemuk, menghitung dan mengiterpretasikan nilai χ²; 3) Pewarisan sifat pada manusia; 4) Penyimpangan semu hukum mendel, dan power point
Dalam kegiatan pembelajaran media merupakan salah satu sumber belajar yang dapat menyampaikan pesan-pesan pendidikan kepada para mahasiswa. Briggs dalam Sudiman (1984) berpendapat bahwa media merupakan segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan indra, hambatan jarak dan waktu, dan lain-lain dapat dibantu dengan memanfaatkan media. Oleh karena itu, kehadiran media dalam pembelajaran tidak mungkin diabaikan. Dalam proses pembelajaran, kehadiran media sangat penting terutama dalam menyajikan model kompetensi target yang ingin dicapai . Pelita (2009) mengemukakan salah satu efektif membuat pembelajaran atraktif adalah menggunakan hal-hal yang konkrit. Pelaksanaan lesson study Mata Kuliah Genetika menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran baik dari segi proses maupun hasil. Selain itu, pelaksanaan ini diharapkan dapat mencapai tujuan Lesson study. Bill Cerbin & Bryan Kopp dalam Sudrajat (2008) mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki empat tujuan utama, yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mahasiswa belajar dan dosen mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para dosen lainnya, di luar peserta Lesson Study; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis.
(4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang dosen dapat menimba pengetahuan dari dosen lainnya.
Selanjutnya Argawinata (2009) menyatakan bahwa lesson study pada dasarnya melibatkan sekelompok orang yang melakukan perencanaan, implementasi, dan refleksi pasca pembelajaran secara bersama- sama sehingga membentuk suatu komunitas belajar yang secara sinergis diharapkan mampu menciptakan terobosan-terobosan baru dalam menciptakan pembelajaran inovatif.
Dengan cara seperti ini, maka setiap anggota komunitas yang terlibat sangat potensial untuk mampu melakukan self-development sehingga memiliki kemandirian untuk berkembang bersama-sama dengan anggota komunitas belajar lainnya.
Pelaksanaan lesson study secara berkelanjutan akan mempercepat peningkatan profesionalisme dosen dalam pelaksanaan perkuliahan. Putra (2008) menyatakan bahwa
peningkatan keprofesionalan dosen akan diikuti oleh peningkatan efektifitas kegiatan belajar mengajar dan secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
SIMPULAN
Berdasarkan pelaksanaan Lesson Study, maka disimpulkan bahwa dengan kegiatan
Lesson Study dengan metode pembelajaran Inkuiri terbimbing dapat meningkatkan : 1. Ketrampilan berpikir kritis mahasiswa 2. Kualitas pembelajaran dan efektifitas
metode pembelajaran.
3. Pemahaman / Penguasaan konsep materi kuliah Genetika
Daftar Rujukan
Argawinata, A. 2009. Bagaimana melaksanakan Lesson study. http://www.lpmpjabar.go.id. Diakses tgl 24 Maret 2010. Pukul 16.45 WIB.
Blanchard, Alan. 2001. Contextual Teaching and Learning. B.E.S.T., USA. Depdiknas/Depag-JICA.
Jakarta
Djamilah BW. 2006. Pengembangan Kompetensi Guru Matematika Melalui Lesson Study. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional dan Konferensi nasional Matematika di Universitas Negeri Semarang pada 24 – 27 Juli 2006.
Hendayana, dkk. 2007. Lesson study suatu strategi untuk meningkatakan keprofesionalan pendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). UPI Press. Bandung.
Hilda, Karli. (2003). 3H dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Bina Media Informasi Ibrahim, Muslimin Prof; Dr. (2007). Mendefinisikan Pendidikan Berbasis Inkuiri. (Online). Tersedia :
kpicenter.web.id/neo/content/View/18/1/(20 Juli 2008)
Ilyas, Sumar Hendayana, dkk. 2006. Lesson Study. Suatu Strategi untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik. UPI Press.
Lewis, Catherine C. (2002). Lesson Study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change.
Philadelphia, PA: Research for Better Schools. Inc.
Mulyasa, E. 1996. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Remaja Rosda Karya, Bandung.
Nurhadi dan A. G. Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK.
Universitas Negeri Malang. Malang.
Pelita. 2009. Panduan untuk Lesson study berbasis MGMP dan Lesson study berbasis Sekolah.
Depdiknas/Depag-JICA. Jakarta
Prudent, Agung. 2009. Model-model Pe4mbelajaran Inkuiri.http://www.agungprudent.
Wordpress.com. Diunduh 10 Agustus 2011. Pukul 20.15 WIB.
Putra, S., Hendayana, S., Mudzakir, A., (2007). Model Pembelajaran Redoks berbasis Komputer untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berfikir kritis Siswa SMK.
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. 1 (2), 163-171.
Putra, W.E., 2008. Peningkatan profesionalisme guru melalui Lesson study.
http://www.lessonstudy.0308widarso.html. Diunduh 24 Maret 2009. Pukul 16.20 WIB.
Roestiyah N.K, 2008.Strategi Belajar Mangajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008
Roestiyah, N.K.Dra dan Yumiati Suharto.Dra (1985). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Bina Aksara.
Sadia, I Wayan. 2008. Lesson Study Suatu Strategi Peningkatan Profesionalime Guru. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA, Edisi Khusus TH. XXXXI Mei 2008 ISSN 0215 - 8250
Santyasa, I.W. 2009. Implementasi Lesson study dalam pembelajaran. Disajikan dalam Seminar Lesson study dalam pembelajaran bagi guru-guru TK, Sekolah Dasar, dan sekolah
Menengah Pertama di Kecamatan Nusa Penida.
Sudrajat, A. 2008. Lesson study untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. http://
www.lessonstudy.Blogwordpress.com. Diunduh tgl. 30 Januari 2010. Pkl. 12.45 WIB Sudrajat, Ahmad. 2008. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar.
http://akhmadsudrajat.worpress.com/, Diunduh 16 Mei 2009. Pukul 21.22WIB.
Sukirman. 2006. Peningkatan Profesional Guru Melalui Lesson Study. Makalah Disampaikan Pada Kegiatan Pelatihan 2 Hari untuk Fasilitator dan Tim TPK SISTTEMS Bantul Emergency Program, 11 – 12 Agustus 2006.
Surachman. 2001. Pengembangan bahan ajar. FMIPA UNY, Yogyakarta
Suwarna. 2005. Pengajaran Mikro, pendekatan praktis menyiapkan pendidik profesional. Tiara Wacana, Yogyakarta
Susilo, H., Chotimah, H., Joharmawan, R., Jumiati, Sari, Y.D., dan Sunarjo. 2009. Lesson Study Berbasis Sekolah (Guru Konservatif Menuju Guru Inovatif).Bayumedia.
Malang.
Sanjaya, Wina. Dr. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Kencana Prenata Media Group.Jakarta.
Tim Lesson Study. 2007. Rambu-rambu pelaksanaan Lesson Study. FMIPA-UNY. Yogyakarta.
Widodo, Wahono. 2002. Laporan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kontekstual untuk MIPA bagi Siswa SLTP Kelas I Cawu 1. Laporan penelitian tidak dipublikasikan.
Widodo.A., Sumarno., Nurjhani. 2007. Peranan “Lesson Study” Dalam Peningkatan Kemampuan Mengajar Mahasiswa Calon Guru. Jurnal Varidika, Vol.19, No.1, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UPI Bandung.
Tim Lesson study. 2007. Rambu-rambu pelaksanaan Lesson study. FMIPA UNY. Yogyakarta