ANALISIS PSIKOGRAFIS
KONSUMEN RED CHICKEN DIPAMEKASAN Maulana Nurul Hidayat1)
1)Mahasiswa Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Madura Email :[email protected]
RINGKASAN
Makanan siap saji sangat digemari saat ini karena penyajiannya yang cepat dan simpel, oleh karena itu berbagai macam fast food dikeluarkan dengan berbahan bakudaging ayam, chickenini adalah masakan dari daging ayam, Ayam adalah salah satu bahan makanan yang berprotein tertinggi,Selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin C dan E. Daging ayam selain rendah kadar lemaknya, lemaknya juga termasuk asam lemak tidak jenuh, ini merupakan makanan protein yang paling ideal bagi anak kecil, orang setengah baya dan orang lanjut usia, penderita penyakit pembuluh darah jantung dan orang yang lemah pasca sakit. Daging ayam lebih unggul daripada daging sapi, kambing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat psikografis konsumen Red Chicken di Pamekasan, metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis Deskriptif, dan pelaksanaan dengan teknik survei. Lokasi penelitian di pilih secara sengaja yaitu di Pamekasan dengan mengambil 1 restorant siap saji sebagai sampel. Penentuan Sampel dilakukan dengan metode sampling insidental dengan jumlah responden sebanyak 68 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan pencatatan. Analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier berganda dengan bantuan SPSS for Windows 16.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang membeli makanan siap saji menurut usia yaitu berumur 23 – 25 yang sebanyak 17 responden, menurut jenis kelamin yaitu laki – laki yang sebanyak dengan 35 responden, menurut tingkat pendidikan yang banyak datang ke Red Chicken kebanyakan Perguruan tinggi dengan 30 responden dan menurut pekerjaan yaitu pegawai swasta dengan 12 responden, sedangkan menurut pendapatan konsumen yang terbanyak ke Red Chicken yaitu 1.150.000 – 1.599.000 sebanyak 9 responden, hasil Regresi liner berganda membuktikan bahwa variabel aktivitas,minat,opini sangat berpengaruh terhadap tingkat keputusan pembelian produk tersebut, terbukti dari nilai Regresi 12.143 , hal ini menyimpulkan bahwa variabel bebas yaitu aktivitas, minat dan opini berpengaruh dalam tingkat psikografis terhadap tingkat keputusan pembelian.
Kata Kunci : Analisis Psikografis yang tidak sama setiap konsumen
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, inayah, taufik serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Skripsi ini yang penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat dalam rangka memperoleh gelar sarjana Pertanian pada Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan.
Penulisan skripsi ini penulis selesaikan berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu, penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat :
• Ir. SUPARNO, M.Agr selaku Dekan Fakultas Pertanian Unira Pamekasan
• DESI MAHARANI A, SP, M.Agr sebagai pembimbing
• Bpk.Lutfi sebagai pemilik Red Chicken
• Semua pihak yang telah mendukung atas terealisasinya penyusunan skripsi
Semoga amal baik mereka diterima oleh Allah SWT. Amien. Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa skripsi ini tentu masih banyak kekurangan dan kesalahan dan masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan penulis, Oleh karena itu segala kritik dan saran kami harapkan demi kesempurnaan skripsi ini, hanya kepada Allahlah penulis memohon taufik dan hidayahnya, mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. Amien ya Robbal 'alamin.
Pamekasan, 16 Nopember 2015 Penulis
MAULANA NURUL HIDAYAT
DAFTAR ISI
RINGKASAN ...i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI ...iii
DAFTAR TABEL ...iv
RIWAYAT HIDUP...vi
PENDAHULUAN Latar Belakang ... 1
Rumusan Masalah ... 3
Tujuan Penelitian ... 3
Hipotesis ... 3
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Analisis ... 4
Pengertian Psikografis ... 5
Pengertian Konsumen ... 9
Faktor Kebudayaan ... 11
Faktor Sosial... 12
Faktor Pribadi ... 12
Faktor Psikologis ... 14
Sejarah Red Chicken... 14
METODE PENELITIAN Lokasi dan tempat Penelitian ... 16
Jenis dan Sumber Data... 16
Populasi dan Sampel ... 16
Metode Pengumpulan Data... 18
Variabel Penelitian dan pengukuran ... 19
Analisis Data ... 22
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Rumah Makan Red Chicken ... 24
Karakteristik Responden Usia... 25
Karakteristik Responden Jenis Kelamin ... 26
Karakteristik Responden Pendidikan ... 27
Karakteristik Responden pekerjaan ... 28
Karakteristik Responden Pendapatan ... 29
Hubungan Variabel Bebas (X1,X2,X3) dengan Variabel Terikat ( Y )... 30
Analisis Regresi berganda... 36
Pembahasan... 38
PENUTUP Kesimpulan ... 41
Saran ... 41
Penutup ... 42
DAFTAR PUSTAKA... 43
DAFTAR TABEL Tabel Halaman • Skala Likert ... 22
• Karakteristik Responden Usia ... 25
• Karakteristik Responden Jenis Kelamin... 26
• Karakteristik Responden Pendidikan ... 27
• Karakteristik Responden Pekerjaan... 28
• Karakteristik Responden Pendapatan ... 29
• Variabel Aktivitas... 30
• Variabel Minat... 32
• Variabel Opini ... 33
• Variabel Terikat Keputusan Pembelian ... 35
• Anova ... 36
• Regresi Berganda ... 37
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman • Quisoner...44
• Daftar Wawancara ...48
• Data Responden ...50
• Jawaban Responden ...53
• Frekuensi Tabel...55
• Regresi linier berganda ...58
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Pamekasan pada tanggal 14 nopember 1991 sebagai putra pertama Bapak Fathol Bari dan Ibu Mamik. Pada tahun 2004 penulis lulus SD Branta Pesisir 1 Tlanakan, tahun 2007 lulus SMP 4 Pamekasan dan tahun 2010 lulus SMA 4 Pamekasan.
Penulis menjadi seorang pengurus persatuan remaja di desa nya, sampai
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT DAN MEMALSUKAN DATA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Maulana Nurul Hidayat Tempat/Tanggal lahir : Sampang, 14 November 1991
NPM : 11.54231.185
Program Studi : Peternakan
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “ ANALISIS PSIKOGRAFIS KONSUMEN RED CHICKEN DI PAMEKASAN “ :
• Adalah benar-benar hasil karya saya sendiri ( tidak hasil plagiat/jiplakan )
• Tidak didasarkan pada data palsu.
Apabila pada kemudian hari terbukti bahwa pernyataan saya tidak benar, saya bersedia menanggung resiko dan siap diperkarakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pamekasan, 28 Agustus 2017 Yang menyatakan,
Maulana Nurul Hidayat NPM. 11.54231.185
ANALISIS PSIKOGRAFIS
KONSUMEN RED CHICKEN DI PAMEKASAN
SKRIPSI
Oleh :
MAULANA NURUL HIDAYAT NPM : 11.54231.185
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MADURA
PAMEKASAN 2017
ANALISIS PSIKOGRAFIS
KONSUMEN RED CHICKEN DI PAMEKASAN
SKRIPSI
Oleh :
MAULANA NURUL HIDAYAT NPM : 11.54231.185
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Pertanian
Universitas Madura.
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MADURA
PAMEKASAN 2017
ANALISIS PSIKOGRAFIS
KONSUMEN RED CHICKEN DIPAMEKASAN
SKRIPSI
MAULANA NURUL HIDAYAT NPM : 11.54231.185
Tanda Tangan Tanggal
Pembimbing Utama :
DESI MAHARANI A.SP.M.Agr Tanggal : 16 Nopember 2015 Dosen Penguji I :
Ir. YUDI HERIYADI.M.MA Tanggal : 16 Nopember 2015 Dosen Penguji II :
DESI KURNIATI A, S. Pt, M. Agr Tanggal : 16 Nopember 2015
Mengetahui Universitas Madura
Fakultas Pertanian Dekan
Ir. SUPARNO, M.Agr Tanggal :
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
A. WAWANCARA DENGAN KONSUMEN
1. Kenapa saudara membeli produk makanan di Red Chicken?
2. Produk makanan yang mana yang paling anda sukai apakah paket merah 1 (sayap,nasi,teh), paket merah 2 (dada, nasi, teh), paket merah 3 (Paha, nasi, teh), popcorn chicken, spaghetti, kulit mayo, teriyaki, mayo french, atau french biasa ?
3. Motivasi apa anda membeli makanan di Red Chicken ? a. Apa karena adanya faktor aktifitas?
b. Apa karena adanya faktor minat?
c. Atau karena apa faktor opini?
4. Ada pengaruh apa anda beli makanan di Red Chiken ?
5. Berapa kali dalam satu bulan anda membeli produk makanan di Red Chicken?
B. WAWANCARA DENGAN KARYAWAN RED CHICKEN
1. Beralama lama saudara kerja di tempat ini? Paling lama berapa tahun?
2. Berapa banyak karyawan yang kerja di tempat ini?
3. Apakah ada konsumen yang mengeluh dengan produk yang di jual ? 4. Ada faktor apa saja konsumen memutuskan untuk membeli produk ?
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Konsumen merupakan orang yang memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. Perilaku konsumen sendiri adalah untuk mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang dan jasa. Perilaku konsumen dalam pemilihan barang jasa ini terdiri dari faktor yang mempengaruhi dalam pembelian jenis barang/ jasa. Seiring dengan semakin modernnya perkembangan zaman, menyebabkan banyaknya menawarkan berbagai macam varian produk dari perusahaan dengan kualitas yang baik (angel, 1994).
Salah satu produk yang diproduksi oleh beberapa perusahaan yaitu produk makanan cepat saji / fast food yaitu Chiken. Chicken ini adalah masakan dari daging ayam, Ayam adalah salah satu bahan makanan yang berprotein tertinggi, Selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin C dan E. Daging ayam selain rendah kadar lemaknya, lemaknya juga termasuk asam lemak tidak jenuh, ini merupakan makanan protein yang paling ideal bagi anak kecil, orang setengah baya dan orang lanjut usia, penderita penyakit pembuluh darah jantung dan orang yang lemah pasca sakit. Daging ayam lebih unggul daripada daging sapi, kambing (R.Purnadi.2009). Mengapa daging ayam lebih digemari masyarakat daripada daging-daging lainnya, karena daging ayam gampang dimasak. Chicken adalah produk yang dikenal seluruh lapisan masyarakat. Chicken terdiri dari berbagai macam jenis mulai dari chicken yang biasa sampai dengan chicken dengan merk terkenal. Begitu pula dengan konsumen chicken tersebut, mulai dari konsumen dari masyarakat menengah tingkat bawah sampai menengah tingkat atas.
Di pamekasan sendiri restorant untuk makanan siap saji / fast food ini sudah mulai banyak dan berkembang, ada beberapa restorant siap saji / fast food yang ada dipamekasan ini, tetapi dari semua restorant yang ada di pamekasan, hanya 1 yang berdiri tanpa brand atau perusahaan, dan juga memiliki konsumen / pelanggan yang tak kalah dengan restorant lainnya, yaitu di restorant Red Chiken di jalan Jokotole 183 Pamekasan. Restorant siap saji / fast food ini merupakan restorant yang lumayan luas dan besar sehingga konsumen menikmati tempat dengan nyaman. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menganalisis tentang gaya hidup konsumen yang berada di Red Chicken di pamekasan tersebut, Hal ini merupakan sebuah gaya hidup baru yang diterapkan oleh para masyarakat dari semua tingkat, dari masyarakat tingkat menengah bawah sampai menengah keatas.
Dari hal yang telah di uraikan diatas ada faktor yang mempengaruhi masyarakat / konsumen untuk memilih suatu barang / jasa dalam hal makanan siap saji / fast food. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji “Analisis psikografis konsumen Red Chicken di pamekasan. Penelitian ini berfungsi untuk memperoleh informasi konsumen dalam hal tentang gaya hidup / psikografis.
Psikografis adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan biasa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Psikografis analisis biasanya dipakai untuk melihat segmen pasar. Analisis psikografis juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka, pekerjaan dan aktifitas lainnya (Sumarwan, 2004).
Rumusan Masalah
Bagaimana tingkat psikografis konsumen dalam keputusan pembelian Red Chicken di Pamekasan ?Tujuan Penelitian.
Untuk mengetahui tingkat psikografis konsumen dalam keputusan pembelian Red Chicken di Pamekasan.
Hipotesis
Dalam tingkat psikografis konsumen di red chicken yang paling mempengaruhi terhadap keputusan pembelian merupakan Minat konsumen terhadap produk, sedangkan Aktivitas dan opini memiliki pengaruh yang tidak terlalu signifikan atau tidak besar terhadap tingkat keputusan pembelian konsumen.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Analisis
Pengertian dan definisi Analisa atau Analisis. Analisa atau analisis atau Analysis adalah suatu usaha untuk mengamati secara detail sesuatu hal atau benda
dengan cara menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau penyusunnya untuk di kaji lebih lanjut. Analisa berasal dari kata Yunani kuno analusis yang artinya melepaskan. Analusis terbentuk dari dua suku kata, yaitu ana yang berarti kembali, dan luein yang berarti melepas sehingga jika di gabungkan maka artinya adalah melepas kembali atau menguraikan. Kata anlusis ini di serap kedalam bahasa inggris menjadi analysis yang kemudian di serap juga ke dalam bahasa Indonesia menjadi analisis. Kata analisa atau analisis atau analysis di gunakan dalam berbagai bidang. Baik dalam bidang ilmu bahasa, ilmu sosial maupun ilmu alam (sains), dll. Dalam ilmu bahasa atau linguistik analisa di definisikan sebagai suatu kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Dalam ilmu sosial, analisis di mengerti sebagai upaya dan proses untuk menjelaskan sebuah permasalahan dan berbagai hal yang ada di dalamnya. Sedangkan dalam ilmu pasti (sains) pengertian dan definisi analisa adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menguraikan suatu bahan menjadi senyawa-senyawa penyusunnya. Dalam ilmu kimia, analisa di gunakan untuk menentukan komposisi suatu bahan atau zat. Contoh bidang yang paling terkenal dengan kegiatan analisanya adalah bidang Teknologi Makanan. Dalam ilmu pengolahan pangan adalah suatu mata pelajaran yang dikeanal dengan istilah Analisa bahan makanan dan pertanian. Analisa bahan makanan adalah suatu tahap yang sangat penting dalam industri makanan pada khususnya dan kesehatan
masyarakat luas pada umumnya. Karena melalui analisa bahan makanan itulah konsumen bisa tahu bahan-bahan apa yang terkandung di dalam suatu makanan sehingga kemungkinan adanya zat-zat yang berbahaya bagi tubuh dapat di minimalkan atau di buang. Dalam kehidupan ini, segala hal bisa di analisa hanya saja cara dan metode analisanya saja yang berbeda. Namun biasanya dalam mengkaji suatu permasalahan di kenal suatu metode yang disebut dengan istilah Metode Ilmiah.
Dalam kamus besar bahasa indonesia kata analisis mempunyai pengertian penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Dan didalam kamus akuntansi Analisis adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul.
Pengertian Psikografis
Hawkins, dkk., dalam Hartanto, dkk (2005). Mengatakan psikografis yang asli memfokus pada pengukuran aktifitas, minat, dan opini yang terkandung dalam inventori AIO. Menurut Engel, dkk (1994). psikografis (psychographics) adalah teknik utama yang digunakan oleh peneliti konsumen sebagai ukuran operasional dari gaya hidup. Psikografis memberikan pengukuran kuantitatif dengan sampel besar berlawanan dengan teknik penelitian lunak atau kualitatif seperti wawancara kelompok fokus atau wawancara mendalam. Psikografis bergerak di luar pandangan konsumen yang diekspresikan di dalam pengukuran demografi, perilaku, dan sosioekonomi.
Mowen dan Minor (2002). menyatakan psikografis mengandung ide yang menggambarkan (grafik) faktor-faktor psikologis (psiko) yang membentuk konsumen. Namun dalam praktiknya, psikologis dipergunakan untuk mengukur gaya hidup konsumen dengan menganalisis aktivitas, minat, dan opini (activities, interest,dan opinion - AIO). Tujuan riset psikologis biasanya adalah untuk
aplikasi dasar. Yaitu, studi pskologis dipergunakan oleh para peneliti pasar untuk menguraikan segmen konsumen yang nantinya akan membantu organisasi mencapai dan memahami konsumennya. Studi psikologis biasanya mencakup pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menilai gaya hidup pasar target, karakteristik kepribadian, dan karakteristik demografi. Jadi dapat disimpulkan bahwa, psikografis adalah investigasi kuantitatif atas gaya hidup konsumen, kepribadian, dan karakteristik demografi.
Schiffman dan Kanuk (2004). menyatakan profil psikologis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interest), dan pendapat (opinion) (AIO) konsumen yang dapat diukur sebagai cara untuk menyusun profil psikografis konsumen. Dalam bentuk yang umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen
Menurut Sumarwan, psikografis adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan biasa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Psikografis analisis biasanya dipakai untuk melihat segmen pasar. Analisis psikografis juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan mereka, pekerjaan dan
aktifitas lainnya. Psikografis berarti menggambarkan (graph) psikologis konsumen (psyco). Psikografis adalah pengukuran kuantitatif gaya hidup, kepribadian dan demografik konsumen. Psikografis sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity, interest, opinion), yaitu pengukuran kegiatan, minat dan pendapat konsumen.
Schifmann dan Kanuk dalam Prasetijo menyatakan psikografis disebut sebagai analisis gaya hidup atau riset AIO adalah suatu bentuk riset konsumen yang memberikan profil yang jelas dan praktis mengenai segmen-segmen konsumen, tentang aspek-aspek kepribadian konsumen yang penting, motif belinya, minatnya, sikapnya, keyakinannya, dan nilai-nilai yang dianutnya.5Lebih lanjut, Mowen dalam Prasetijo mendefinisikan psikografis sebagai kajian tentang apa yang membentuk seorang konsumen secara psikologis. Ada dua konsep, dalam psikografis. Pertama, memberi gambaran mengenai ciri-ciri psikologis konsumen yang lebih mengarah pada identifikasi kepribadian konsumen (self-concept). Kedua, memandang psikografis sebagai kajian tentang activities (kegiatan), interest (minat), dan opinions (pendapat).AIO, istilah yang digunakan secara dapat dipertukarkan dengan psikografis, mengacu pada pengukuran kegiatan, minat, dan opini. Menurut Engel, dkk, AIO (activities, interest, dan opinion) adalah:
1) Activities (kegiatan) adalah tindakan nyata seperti menonton suatu medium, berbelanja di toko, atau menceritakan kepada tetangga mengenai pelayanan yang baru. Walaupun tindakan ini biasanya dapat diamati, alasan untuk tindakan tersebut jarang dapat diukur secara langsung. Aktivitas yaitu orang yang mudah atau tidak bergerak dan bereaksi serta bertingkah laku secara spontan.
2) Interest (minat) akan semacam obyek, peristiwa, atau topik adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus-menerus kepadanya.
Minat ialah usaha aktif menuju pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan pada umumnya
yaitu titik akhir daripada gerakan yang menuju ke sesuatu arah tetapi tujuan minat adalah melaksanakan suatu tujuan.
3) Opinion (opini) adalah “jawaban” lisan atau tertulis yang orang berikan sebagai respons terhadap situasi stimulus dimana semacam “pertanyaan” diajukan.
Atau dapat diartikan sebagai hasil pekerjaan pikir dalam meletakkan hubungan antara tanggapan yang satu dengan lainnya, antara pengertian satu dengan pengertian lainnya dan dinyatakan dalam satu kalimat. Opini digunakan untuk mendeskripsikan penafsiran, harapan, dan evaluasi seperti kepercayaan mengenai maksud orang lain, antisipasi sehubungan dengan peristiwa masa datang, dan penimbangan konsekuensi yang memberi ganjaran atau menghukum dari jalannya tindakan alternatif.
Sedangkan menurut Prasetijo, mengungkapkan AIO (activities, interest, dan opinion)8adalah:
1) Activities (kegiatan) yaitu apa yang dikerjakan konsumen, produk apa yang dibeli atau digunakan, kegiatan apa yang mereka lakukan untuk mengisi waktu luang.
2) Interest (minat) yaitu apa kesukaan, kegemaran dan prioritas dalam hidup konsumen.
3) Opinion (opini) yaitu pandangan dan perasaan konsumen dalam menanggapi isu-isu global, lokal, moral, ekonomi, dan sosial. Schiffman dan Kanuk mengungkapkan riset AIO mencari tanggapan konsumen terhadap sejumlah besar pertanyaan yang mengukur AIO.
1) Kegiatan yaitu bagaimana konsumen menggunakan waktu 2) Minat yaitu pilihan dan prioritas konsumen
3) Pendapat yaitu bagaimana konsumen memandang berbagai macam kejadian dan persoalan. Dalam bentuk yang umum, studi Psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk
mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.
Pengertian Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Konsumen merupakan orang yang memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. Perilaku konsumen sendiri adalah untuk mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan barang dan jasa. Perilaku konsumen dalam pemilihan barang jasa ini terdiri dari faktor yang mempengaruhi dalam pembelian jenis barang/ jasa. Seiring dengan semakin modernnya perkembangan zaman, menyebabkan banyaknya menawarkan berbagai macam varian produk dari perusahaan dengan kualitas yang baik (angel, 1994).
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen (Lutfi, 2004).
Dalam UU perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999 dijelaskan bahwa konsumen adalah setiap orang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan, jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali maka dia disebut pengecer atau distributor.
Sumarwan 2004 menyatakan perilaku konsumen pada dasarnnya merupakan keputusan yang diambil oleh konsumen dengan menggunakan sumber -sumber yang tersedia yaitu waktu, uang dan upaya, untuk ditukar dengan barang untuk dikonsumsi. Secara sederhana perilaku konsumen meliputi keputusan tentang apa yang dibeli oleh konsumen, mengapa, dimana, kapan dan seberapa sering dia membeli. Perilaku konsumen juga dapat didefinisikan sebagai proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk.
Perilaku konsumen menyoroti perilaku individu dan rumah tangga.
Perilaku konsumen menyangkut suatu proses keputusan sebelum pembelian serta tindakan dalam memperoleh, memakai, mengkonsumsi dan menghabiskan produk. Mengetahui perilaku konsumen meliputi perilaku yang dapat diamati seperti jumlah yang dibelanjakan, kapan, dengan siapa, oleh siapa, dan bagaimana barang yang sudah dibeli dikonsumsi. Juga termasuk variabel-variabel yang tidak dapat diamati seperti nilai -nilai yang diniliki konsumen, kebutuhan pribadi, persepsi, bagaimana mereka menngevaluasi alternatif, dan apa yang mereka rasakan tentang kepemilikan dan penggunaan produk yang bermacam -macam (Simamora, 2004).
Simamora 2003, menyatakan perilaku konsumen dipengaruhi berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain :
1. Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur, subkultur, dan kelas sosial pembeli.
a.) Kultur
Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. Makhluk yang lebih rendah umumnya dituntut oleh naluri sedangkan pada manusia, perilaku biasanya dipelajari dari lingkungan sekitarnya.
Sehingga nilai, persepsi dan preferensi, dan perilaku antara seorang yang tinggal pada daerah tertentu dapat berbeda dengan orang lain yang berada dilingkungan yang lain pula.
b.) Subkultur
Tiap kultur mempunyai subkultur yang lebih kecil. Banyaknya subkultur merupakan segmen pasar yang penting, dan pemasar sering menemukan manfaat dengan merancang droduk yang disesuaikan dengan kebutuhan subkultur tersebut.
c.) Kelas sosial
Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanya mempunyai nilai, minat, dan perilaku yang sama. Kelas sosial tidak ditentukan oleh faktor tunggal seperti pendapatan tetapi diukur sebagai kombinasi pekerjaan, pendapatan, pendidikan,
kekayaan, dan variabel lainnya. Kelas sosial memperlihatkan preferensi produk dan merek yang berbeda.
2. Faktor sosial
Perilaku konsumen juga akan dipengaruhi oleh faktor sosial seperti kelompok, keluarga, peran, dan status sosial dari konsumen yang menggunakan barang dan jasa.
a.) Kelompok
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kelompok kecil, salah satunya adalah kelompok rujukan. Kelompok ini dapat mempengaruhi orang pada perilaku dan gaya hidup. Kelompok rujukan dapat mempengaruhi pilihan produk dan merek yang dipilih oleh seseorang.
b.) Keluarga
Anggota keluarga pembeli dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli.
c.) Peran dan status sosial
Posisi seseorang dalam suatu kelompok dapat ditentukan dari segi peran dan status. Tiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakat.
3. Faktor pribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap -tahap daur hidup pembeli, jabatan, keadaan ekonomi, kepribadian, konsep diri pembeli yang bersangkutan
a.) Usia dan tahap daur hidup
Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang hidup mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan usia.
b.) Pekerjaan
Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya.
c. Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi pilihan produk. Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan, dan tingkat bunga. Jika indikator-indikator ekonomi tersebut menunjukkan adanya resesi, pemasar dapat mencari jalan menetapkan posisi produknya.
d. Gaya hidup
Orang yang berasal dari subkultur, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Konsep gaya hidup apabila digunakanoleh pemasar secara cermat, akan dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai - nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
e.) Kepribadian dan konsep diri
Tiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan akan mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian sangat bermanfaat untuk menganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merek.
4. Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh fak tor psikologis yang utama, yaitu motivasi, persepsi, proses pembelajaran, serta kepercayaan dan sikap.
a.) Motivasi
Kebanyakan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada tidak cukup kuat untuk bertindak pada suatu saat tertentu. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu. Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan.
b.) Persepsi
Orang dapat memberikan persepsi yang berbeda terhadap rangsangan yang sama karena tiga proses pers epsi, yaitu perhatian yang selektif, gangguan yang selektif, dan mengingat kembali yang selektif.
c. Kepercayaan dan sikap
Melalui tindakan dan proses pembelajaran, orang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian akan mempengaruhi perilaku pembeli.
Sejarah Red Chicken
Red Chiken merupakan salah satu restorant siap saji di pamekasan dijalan Jokotole No.183 Pamekasan yang dimiliki oleh seorang yang bernama Moh.Lutfi, berdirinya red chiken ini dikarenakan pemiliknya yaitu Moh.Lutfi di tahun 2010, masyarakat pamekasan sangat suka dengan makanan siap saji / fast food ini, oleh karena itu pemilik, mempunyai ide untuk membuka lahan untuk restorant siap saji / fast food tersebut. Dan juga dapat membuka lahan pekerjaan, meskipun red chicken hanya milik perorangan atau usaha lokal namun red chicken tidak kalah
saing dengan restorant siap saji/ fast food yang memiliki brand sekaligus, oleh karena itu sampai saat ini red chicken masih bisa melayani konsumen / pelanggannya dengan baik dan cukup puas.
Untuk soal ayam yang dipilih oleh pemilik, dia pun tak sembarang memilih ayam yang akan di jualnya, karena pemilik red chicken ini mempunyai kerja sama dengan peternak yang sudah menyokongnya dari pertama dia berbisnis sehingga ayam yang diolah berkualitas dan terjamin.
METODE PENELITIAN
Lokasi dan tempat penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di Pamekasan dijalan Jokotole no.
183 di restorant Red Chicken Kabupaten Pamekasan, restorant yang kami teliti milik Moh. Lutfi yang beralamat di desa kadur kecamatan kadur kabupaten pamekasan
Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data merupakan komponen yang terpenting dalam penelitian. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dan kuisoner yang disebarkan kepada responden
2. Data sekunder yaitu data yang telah ada dan tersusun secara sistematis serta merupakan hasil penelitian atau rangkuman dalam dokumen-dokumen perusahaan.
Populasi dan sampel - Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian populasi dalam penelitan ini adalah semua orang yang berbelanja di Restoran red chicken.
- Sampel
Sampel adalah sebagian atau diwakili populasi yang diteliti. Oleh karena jumlah populasi sudah diketahui bahwa setiap minggunya sekitar 210, maka pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin (Burhan,2004).
n = ( )
Keterangan :
n : Jumlah Sampel yang dicari N : Jumlah Populasi
d : Nilai presisi (0,1) Perhitungan Sampel
n =
( , )n =
( , )n =
,n = 68
Pengambilan sampel dengan menggunakan sampling insidental, teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan / insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
(Sugiyono,2011).
Metode Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data tentang tingkat psikografis konsumen dalam keputusan pembelian produk red chicken, maka metode yang digunakan adalah melalui penyebaran angket (Kuesioner) dan wawancara.
a. Metode angket (Kuesioner)
Adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau biidang yang akan diteliti. Kuesioner yang dipakai ini model tertutup karena jawaban telah disediakan dan pengukurannya menggunakan skala Likert, skala Likert digunakan untuk sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiono,2011). Dengan lima alternatif jawaban dalam suatu daftar pertanyaan, responden diminta untuk memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan. Sebelum membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu dibuat kisi-kisi penjabaran variabel menjadi sub variabel yang akann di ukur, hal ini digunakan sebagai patokan untuk menyusun isntrumen yang berupa pertanyaan yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat negatif sampai sangat positif dengan 5 (lima) alternatif jawaban, dengan jawaban masing-masing sebagai berikut :
SS : Sangat Setuju S : Setuju
N : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
Dengan menggunakan skala Likert masing-masing isntrumen jawaban memiliki nilai sebagai berikut :
SS : 5 S : 4 N : 3 TS : 2 STS : 1
b. Metode Interview (Wawancara)
Metode ini juga sering disebut sebagai kuesioner lisan yang artinya sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. (Arikunto, 2006)
c. Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan (Arikunto, 2006). Metode ini digunakan sebagai pelengkap guna memperoleh data sebagai bahan informasi yang berupa latar belakang dari restroran dan produk produk red chicken.
Variabel penelitian dan pengukuran - Variabel penelitian
Menurut Nazir definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberi arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tersebut. Sesuatu
dengan perumusan masalah yang ada maka dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat (Hasan,2002)
1. Variabel Bebas (independent variable) (X)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiono, 2005).
Adapun variabel bebas dalam penelitian ini psikogra fis (X) adalah suatu bentuk riset konsumen yang memberikan profil yang jelas dan praktis mengenai segmen-segmen konsumen, tentang aspek-aspek kepribadian konsumen yang penting, motif belinya, minatnya, sikapnya, keyakinannya, dan nilai-nilai yang dianutnya. Variabel, indikator dan item dalam penelitian ini adalah:
a. Aktivitas (X1)
Adalah tindakan nyata seperti menonton suatu medium, berbelanja di toko, atau menceritakan kepada tetangga mengenai pelayanan yang baru. Dalam variabel ini dapat diturunkan variabel item-item yang diteliti berdasarkan tindakan, yaitu:
1) Konsumen berbelanja produk red chicken 2) Konsumen melakukan aktivitas membeli
b. Minat (X2)
Adalah semacam obyek, peristiwa, atau topik adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus-menerus
kepadanya. Dalam variabel ini dapat diturunkan variabel item-item yang diteliti berdasarkan preferensi dan prioritas, yaitu:
1) Pilihan utama memilih produk red chicken
2) Kelebih sukaan konsumen mengkonsumsi produk Red chicken
c. Opini (X3)
berikan sebagai respons terhadap situasi stimulus dimana mendiskripsikan penafsiran, harapan, dan evaluasi seperti kepercayaan mengenai maksud orang lain, antisipasi sehubungan dengan peristiwa masa datang, dan penimbangan konsekuensi yang memberi ganjaran atau menghukum dari jalannya tindakan alternatif. Dalam variabel ini dapat diturunkan variabel item-item yang diteliti berdasarkan pendirian dan pemikiran, yaitu:
1) Konsumen memilih produk red chicken sesuai dengan selera 2) Pandangan konsumen mengenai produk red chicken
2. Variabel terikat (dependent variable) (Y)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiono,2005). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah keputusan pembelian.
Keputusan pembelian (Y) yaitu suatu tindakan nyata yang dilakukan oleh konsumen dalam menentukan pilihan suatu produk, sehingga dapat diturunkan variabel item- item yang diteliti berdasarkan evaluasi, yaitu:
1) Konsumen membeli produk red chicken
2) Konsumen membeli ulang produk karena menyukai produk
3. Pengukuran
Pengukuran variabel bebas dan terikat menggunakan skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi yang dijabarkan menjadi indikator variabel dan dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiono,2005).
Adapun instrument skala Likert bisa di lihat sebagai berikut :
Jawaban Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Kurang setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
Analisis Data
Metode Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif yaitu metode yang penganalisisan data yang dikumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisa, dan menginterpretasikan data sehingga memberi gambaran menyeluruh mengenai masalah yang dihadapi (Hasan,2002)
Regresi Linier berganda
Digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen (X1,X2,X3) terhadap variabel dependen (Y) (Sulaiman,2010). Oleh karena itu digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan dan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sehingga menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS :
Rumus : Y = a + b1X1+b2X2+b3X3+bnXn
Y = variabel terikat ( Keputusan pembelian konsumen) dependen a = konstanta
b1,b2,b3 = koefisien regresi
X1, X2,X3 = variabel bebas (Aktifitas,Minat,Opini) independen
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Rumah Makan Red Chicken
Rumah Makan Red Chicken merupakan usaha yang bergetak di bidang kuliner atau makanan siap saji yang berlokasi di jalan Jokotole No.183 Kecamatan pademawu Kabupaten Pamekasan. Rumah makan ini mempunyai berbagai macam produk dari produk makanan siap saji dan makanan ringan biasa, Red chicken merupakan rumah makan milik perorangan bukan milik perusahaan dan hanya 1 cabang saja yaitu di pamekasan.
Makanan siap saji sekarang ini merupakan kebutuhan masyarakat modern yang disajikan dengan cepat dan tidak menunggu waktu lama, Usaha ini didukung oleh karyawan yang memang orang-orang kepercayaan Pemilik Moh.Lutfi dan di latih untuk bisa menghandel semua masalah yang berada di Red Chicken tersebut serta fasilitas yang memadai dan senantiasa dapat memuaskan pelanggan yang datang dan membeli produk Red Chicken.
Red Chicken memiliki komitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal sebagai Rumah Makan Siap Saji yang baik dan menjadi tempat bagi keluarga atau pertemuan lainnya. Dalam usaha yang bergerak di bidang makanan siap saji selalu berupaya untuk memenuhi persyaratan, kebutuhan dan harapan pelanggan sehingga dapat mencapai kepuasan pelanggan secara optimal.
Hal ini menunjukkan bahwa Rumah makan Red Chiken berniat untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara konsisten dan berkesinambungan dan memiliki prinsip focus pada konsumen yang datang.
Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah konsumen Red Chicken yang berjumalah 68 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian kepada 68 orang responden(Arikunto,2006). melalui kuisoner telah di dapatkan gambaran karakeristik responden sebagai berikut :
- Usia
Perbedaan usia pada konsumen merupakan salah satu faktor yang di ukur agar bisa memperjelas karakteristik responden menurut tingakat usai para konsumen atau pelanggan di Red Chicken untuk menentukan kelompok umur peneliti menggunakan rumus sturgess atau biasa dibilang rumus penentuan kelas interval.
Karakteristik responden berdasarkan usia
No Usia Jumlah Prosentase
1 14 – 16 11 16.1 %
2 17 – 19 8 7.35 %
3 20 – 22 15 22.0 %
4 23 – 25 17 25 %
5 26 – 28 8 11.76 %
6 29 – 31 5 7.35 %
7 32 – 34 2 2.94 %
8 35 – 37 2 2.94 %
Jumlah 68 100%
Sumber: Data diolah dari sumber angket.
Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden adalah 23 -25 tahun dengan jumlah 17 responden, dan usia 20 - 22 tahun dengan jumlah 15 responden, di usia 14 - 16 tahun dengan jumlah 11 responden, untuk usia 17 - 19 tahun jumlah respondennya 8 responden. Dan usia 26 – 28 sebanyak 8 responden, usia untuk 29 – 31 sebesar 5 responden, untuk usia 32 – 34 sebanyak 2 responden dan usia 35 – 37 sebanyak 2 responden Jadi usia konsumen
produk makanan di Red Chicken di dominasi oleh konsumen yang berusia 20-22 dan usia 23 - 25 tahun.
- Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin merupakan hal yang penting untuk mengetahui jenis kelamin manakah yang lebih dominan atau lebih suka terhadap produk Red Chicken sehingga dapat di ukur melalui karakteristik responden dibawah ini :
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Prosentase
1 Laki – Laki 35 51.4%
2 Perempuan 33 48.6%
Jumlah 68 100 %
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Tabel di atas ini menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki- laki berjumlah 35 responden, dan untuk responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 33. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada responden berjenis perempuan, karena di restorant red chicken dijadikan tempat perkumpulan atau tempat pertemuan anak – anak remaja sehingga lebih berdominan kepada para laki – laki.
Di karenakan restorant Red Chicken terkadang dibuat untuk berkumpul yang kebanyakan seorang laki-laki sehingga dari data karakteristik responden yang berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat bahwa laki – laki lebih dominan terhadap tingkat pembelian, Salahsatunya adalah kebutuhan untuk bersosialisasi dalam komunitasnya. Saat ini banyak tempat Berkumpul baik untuk kepentingan keluarga,bisnis, pertemanan atau sekedar untuk bertemu. Beberapa diantaranya adalah restoran (Sumarno,2013).
- Pendidikan
Pendidikan tolak ukur untuk konsumen yang suka produk red chicken karena dengan pendidikan peneliti akan tahu bahwa tingkat pendidikan manakah yang lebih banyak atau dominan membeli produk red chicken sehingga dapat dilihat di bawah ini :
Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan
No Pendidikan Jumlah Prosentase
1 SD - -
2 SMP 6 8.8 %
3 SMA 13 29.4 %
4 Diploma 19 17.6 %
5 Perguruan Tinggi 30 44 %
Jumlah 68 100 %
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pendidikan responden adalah Perguruan Tinggi dengan jumlah sebanyak 30 responden, dan 19 responden berpendidikan Diploma, 13 responden berpendidikan SMA, dan 6 responden berpendidikan SMP. Jadi konsumen yang terbanyak dalam melakukan keputusan pembelian produk makanan Red Chicken adalah responden yang memiliki latar belakang berpendidikan perguruan tinggi, diploma dan SMA.
Sehingga konsumen yang dominan merupakan para pelajar SMA dan Mahasiswa alasan mereka sering mengunjungi red chicken karena red chicken tempat yang baik dan nyaman untuk pemuda berkumpul dengan teman – teman mereka, sehingga mereka sering meluangkan waktu mereka di red chicken yang sering berkumpul dan mengadakan pertemuan di restorant Red Chicken, .
- Pekerjaan
Pekerjaan merupakan salah satu faktor penunjang konsumen untuk membeli produk Red Chicken karena itu peneliti memberikan penjelasan karakteristik responden menurut pekerjaan konsumen yang telah diteliti.
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah Prosentase
1 Pegawai Negeri 4 16.6 %
2 Pegawai Swasta 12 50 %
3 Wiraswasta 5 20.8 %
4 Ibu rumah tangga 3 12.5
Jumlah 24 100 %
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang terbanyak adalah pegawai swasta dengan jumlah 12 responden, 5 responden wiraswasta, 4 responden pegawai negeri, 3 responden ibu rumah tangga.
Pendapatan
Pendapatan atau penghasilan adalah faktor yang penting untuk konsumen red chicken karena tampa pendapat konsumen tidak akan membeli produk Red Chicken sehingga peneliti mengelompokkan pendapatan para konsumen yang telah diteliti dan mengelompokkan tingkatan pengasilan dengan rumus sturgess atau biasa disebut rumus penentuan kelas interval, dibawah ini adalah
karakteristik reponden menurut pendapatan :
Karakteristik responden berdasarkan pendapatan
No Pendapatan Jumlah Prosentase
1 250,000 – 699,000 40 58.82 %
2 700,000 – 1,149,000 7 10.29 %
3 1,150,000 – 1,599,000 9 13.23 %
4 1,600,000 – 2,049,000 6 8.82 %
5 2,050,000 – 2,499,000 1 1.47 %
6 2,500,000 – 2,949,000 3 4.41 %
7 2,950,000 – 3,399,000 1 1.47 %
8 3,400,000 – 3,849,000 1 1.47 %
Jumlah 68 100 %
Sumber: Data diolah dari sumber angket.
Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpenghasilan Rp 250,000 – Rp 699,000 perbulan berjumlah 40 responden, sedangkan yang berpenghasilan Rp 700.000 – Rp 1.149.000 perbulan berjumlah 7 responden, yang berpenghasilan Rp 1.150.000 – Rp 1.599.000 perbulan berjumlah 9 responden, yang berpenghasilan Rp 1.600.000 – Rp 2.049.000 perbulan berjumlah 6 responden, yang berpenghasilan Rp 2.050.000 – Rp 2.499.000 perbulan berjumlah 1 responden, yang berpenghasilan Rp 2.500.000 – Rp 2.949.000 perbulan berjumlah 3 responden, yang berpenghasilan Rp 2.950.000 – Rp 3.399.000 perbulan berjumlah 1 responden, yang berpenghasilan Rp 3.400.000 – Rp 4.849.000 perbulan berjumlah 1 responden,. Dapat dilihat dari karakteristik responden berdasarkan pedapatan bahwa yang paling dominan terhadap pembelian produk red chicken merupakan yang berpenghasilan Rp 250,000 – Rp 699,000 karena yang berdominan terhadap pembelian tersebut banyak dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki pendapatan tetap.
Hubungan Aktivitas (X1), Minat (X2) Dan Opini (X3) Dengan Keputusan Pembelian Produk
Untuk melihat tanggapan responden terhadap indikator – indikator yang menjadi item pertanyaan pada kuisoner dan juga perhitungan skor untuk variabel bebas, Aktivitas (X1), Minat (X2), Opini (X3) sebagai berikut :
Variabel Aktivitas (X1)
Indikator-indikator dari variabel ini terbagi atas 5 pertanyaan, hasilnya sebagai berikut ini :
Tanggapan Responden Variabel Aktivitas (X1)
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Dari data yang telah diolah pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap aktivitas (X1) pembelian produk Red Chicken yang paling tinggi berada pada Kurang Setuju di pernyataan ke X1.2 dengan pertanyaan “Saya Melakukan Aktivitas Lain Di Red Chicken” dan frekuensi responden sebesar 29 dengan persentase sebesar 42,6%, Berarti konsumen beranggapan kurang setuju melakukan Aktivitas lain di Red Chicken sehingga berdampak pada keputusan pembelian konsumen.
Tanggapan untuk paling rendah berada pada Sangat Tidak Setuju di pernyataan X1.4 dengan pertanyaan “Saya Melakukan Aktivitas Pembelian Karena Adanya Pelayanan Yang Baik” dengan frekuensi responden sebesar 1 dengan persentase sebesar 1,5%, berarti konsumen beranggapan Sangat Tidak Setuju melakukan aktivitas pembelian karena adanya pelayanan yang baik hanya 1 responden hal ini menunjukkan bahwa banyak responden yang berdampak positif terhadap keputusan pembelian karena hanya 1 responden yang menunjukkan Sangat Tidak Setuju.
Tanggapan Sangat
Setuju Setuju Kurang setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
Jumlah
Pernyataan F % F % F % F % F % F %
X1.1 6 8.8 12 17.6 19 27.9 21 30.9 10 14.7 68 100 X1.2 9 13.2 19 27.9 29 42.6 9 13.2 2 2.9 68 100 X1.3 5 7.4 24 35.3 19 27.9 15 22.1 5 7.4 68 100 X1.4 16 23.5 21 30.9 18 26.5 12 17.6 1 1.5 68 100 X1.5 3 4.4 15 22.1 21 30.9 17 25.0 12 17.6 68 100
- Indikator – indikator aktifitas (X1) X1.1. Saya melakukan aktivitas pembelian
X1.2. Saya melakukan aktivitas lain di red chicken X1.3. Saya berbelanja produk di red chicken
X1.4. Saya melakukan aktivitas pembelian karena adanya pelayanan yang baik X1.5. Saya berbelanja di red Chicken karena adanya informasi / Promosi
Variabel Minat (X2)
Indikator-indikator dari variabel ini terbagi atas 5 pertanyaan, hasilnya sebagai berikut ini :
Tanggapan Responden Variabel Minat (X2)
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Dari data yang telah diolah pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap Minat (X2) pembelian produk Red Chicken yang paling tinggi berada pada Setuju di pernyataan ke X2.3 dengan pertanyaan
“Saya Menyukai Beberapa Produk di Red Chicken” dan frekuensi responden sebesar 32 dengan persentase sebesar 47,1%, berarti konsumen beranggapan positif terhadap produk yang berada di red chicken sehingga berdampak kepada keputusan pembelian yang positif.
Tanggapan Sangat
Setuju Setuju Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
Jumlah
Pernyataan F % F % F % F % F % F %
X2.1 18 26.5 22 32.4 13 19.1 12 17.6 3 4.4 68 100 X2.2 9 13.2 29 42.6 22 32.4 7 10.3 1 1.5 68 100 X2.3 11 16.2 32 47.1 14 20.6 8 11.8 3 4.4 68 100 X2.4 25 36.8 24 35.3 11 16.2 8 11.8 - - 68 100 X2.5 5 7.4 14 20.6 22 32.4 18 26.5 9 13.2 68 100
Tanggapan untuk paling rendah berada pada Sangat Tidak Setuju di pernyataan X2.4 dengan pertanyaan “Saya gemar terhadap semua produk red chicken” dan frekuensi responden sebesar 0, berarti konsumen beranggapan positif terhadap produk di red chicken, dikarenakan hasil responden pada jawaban Sangat Tidak Setuju tidak memberikan nilai atau nilai 0 sehingga berdampak positif terhadap keputusan pembelian.
- Indikator – indikator Minat (X2)
X2.1. Pilihan utama saya memilih makanan produk red chicken X2.2. Saya hanya menyukai 1 produk red chiken
X2.3. Saya menyukai beberapa produk red chicken X2.4. Saya gemar terhadap semua produk red chicken X2.5. Produk red chicken adalah prioritas makanan saya
Variabel Opini (X3)
Indikator-indikator dari variabel ini terbagi atas 5 pertanyaan, hasilnya sebagai berikut ini :
Tanggapan Responden Variabel Opini (X3)
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Dari data yang telah diolah pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap Opini (X3) pembelian produk Red Chicken yang
Tanggapan Sangat
Setuju Setuju Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
Jumlah
Pernyataan F % F % F % F % F % F %
X3.1 17 25.0 20 29.4 21 30.9 10 14.7 - - 68 100 X3.2 6 8.8 21 30.9 29 42.6 9 13.2 3 4.4 68 100 X3.3 8 11.8 27 39.7 13 19.1 16 23.5 4 5.9 68 100 X3.4 9 13.2 23 33.8 22 32.4 11 16.2 3 4.4 68 100 X3.5 5 7.4 13 19.1 21 30.9 22 32.4 7 10.3 68 100
paling tinggi berada pada Kurang Setuju di pernyataan ke X3.2 dengan pertanyaan
“Keterbukaan isu-isu yang ada di red chicken” dan frekuensi responden sebesar 29 dengan persentase sebesar 42,6 %, Berarti konsumen beranggapan kurang setuju karna isu – isu yang berada seperti tentang kebersihan di red chicken, kenyaman konsumen, tempat yang kurang luas, pelayanan yang kurang cepat dikarenakan minimnya karyawan yang dipekerjakan sehingga tidak sigap dalam melayani konsumen di red chicken sehingga berdampak pada keputusan pembelian konsumen yang kurang setuju dipertanyaan tersebut.
Tanggapan untuk paling rendah berada pada Sangat Tidak Setuju di pernyataan X3.1 dengan pertanyaan “Keterbukaan Bahan untuk produk red chicken kepada konsumen” dan frekuensi responden sebesar 0, berarti konsumen percaya bahwa bahan baku yang dipakai merupakan bahan baku yang bersih dan halal karena red chicken terbuka tentang bahan baku yang akan digunakan sehingga konsumen beranggapan positif terhadap produk di red chicken, dikarenakan hasil responden pada jawaban Sangat Tidak Setuju tidak memberikan nilai atau nilai 0 sehingga berdampak positif terhadap keputusan pembelian.
- Indikator – indokator Opini (X3)
X3.1. keterbukaan bahan untuk produk red chicken kepada konsumen X3.2. Keterbukaan isu-isu yang ada di red chicken
X3.3. Cara sistem pelayanan yang baik X3.4. Mengutamakan kepercayaan konsumen X3.5. menjaga kepuasan konsumen red chicken
Variabel Terikat
Keputusan Pembelian (Y)
Indikator-indikator dari variabel ini terbagi atas 5 pertanyaan, hasilnya sebagai berikut ini :
Tanggapan Responden Variabel Terikat / Keputusan pembelian (Y)
Sumber: Data diolah dari sumber angket
Dari data yang telah diolah pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap Variabel terikat / keputusan pembelian produk Red Chicken yang paling tinggi berada pada Setuju di pernyataan ke Y1 dengan pertanyaan “Konsumen Membeli Produk Red Chicken” dan frekuensi responden sebesar 44 dengan persentase sebesar 64,7%, berarti konsumen beranggapan positif terhadap produk yang berada di red chicken sehingga berdampak kepada keputusan pembelian yang positif.
tanggapan untuk paling rendah berada pada Sangat Tidak Setuju di pernyataan Y1,Y2,Y3,Y4,Y5 dengan frekuensi responden sebesar 0, berarti konsumen beranggapan positif terhadap produk di red chicken, dikarenakan hasil responden pada jawaban Sangat Tidak Setuju tidak memberikan nilai atau nilai 0 sehingga berdampak positif terhadap keputusan pembelian.
Tanggapan Sangat
Setuju Setuju Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju
Jumlah
Pernyataan F % F % F % F % F % F %
Y1 15 22.1 44 64.7 8 11.8 1 1.5 - - 68 100
Y2 18 26.5 37 54.4 12 17.6 1 1.5 - - 68 100
Y3 23 33.8 31 45.6 10 14.7 4 5.9 - - 68 100
Y4 26 38.2 30 44.1 11 16.2 1 1.5 - - 68 100
Y5 16 23.5 22 32.4 20 29.4 10 14.7 - - 68 100
- Indikator – Indikator Keputusan Pembelian (Y) Y.1. Konsumen membeli produk red chicken Y.2. Konsumen membeli ulang produk red chicken Y.3. Kepercayaan konsumen terhadap red chicken
Y.4. Aktivitas pembelian konsumen terhadap red chicken Y.5. Minat terhadap produk red chicken
Analisis Regresi Berganda
Berdasarkan data penelitian yang dikumpulkan baik untuk variabel terikat Keputusan Pembelian (Y) maupun variabel bebas aktivitas (X1), Minat (X2), dan Opini (X3) yang diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows, maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
Tabel Anovab
Dari data tabel Anovab di atas dapat dilihat bahwa Regression mempunyai F sebesar 12.143 sehingga dapat dilihat bahwa variabel Aktivitas (X1), Minat (X2), Opini (X3) sangat berpengaruh terhadap tingkat keputusan pembelian produk tersebut, terbukti dari nilai F, hal ini menyimpulkan bahwa variabel bebas yaitu aktivitas, minat dan opini berpengaruh dalam tingkat psikografis terhadap tingkat keputusan pembelian produk di Red Chicken.
Model Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig
1 Regression .387 3 .129 12.143 .992a
Residual 260.481 64 4.070
Total 260.868 67
Rekapitulasi Hasil Analisa Regresi Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d Coefficients
T Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 19.570 2.682 7.297 .000
X1 .008 .134 .008 599 .952
X2 .007 .111 .008 776 .952
X3 .030 .108 .036 683 .778
Dari tabel di atas dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 19.570 + 0.008X1 + 0.007X2 + 0.030X3
a. Konstanta mempunyai nilai 19.570 artinya variabel terikat yaitu keputusan pembelian bernilai sebesar 19.570 jika variabel bebas yaitu Aktivitas, Minat dan Opini mempengaruhi keputusan pembelian maka nilai keputusan pembelian sebesar 19.570
b. Nilai Aktivitas sebesar 0,008. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan satu satuan nilai Aktivitas maka variabel Keputusan Pembelian akan naik sebesar 0,008.
c. Nilai Minat sebesar 0,007. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan satu satuan nilai Minat maka variabel Keputusan Pembelian akan naik sebesar 0,007.
d. Nilai Opini sebesar 0,030. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan satu satuan nilai Opini maka variabel Keputusan Pembelian akan naik sebesar 0,030.
Pembahasan
Dari hasil regresi linier berganda diatas kita dapat melihat beberapa hubungan antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) : Pengaruh Variabel Aktivitas (X1), Minat (X2), dan Opini (X3) Terhadap Keputusan Pembelian (Y)
Variabel Aktivitas berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Red Chicken. Dilihat dari tabel regresi dan memiliki tingkat yang signifikan terhadap keputusan pembelian, karena aktivitas pembelian selalu terjadi dan mempunyai pengaruh terhadap Keputusan pembelian produk, meskipun dari jawaban responden di tabel frekuensi menyebutkan bahwa responden terbanyak menjawab Kurang setuju, hal ini tak membuat pengaruh negatif di perhitungan tabel regresi. Aktivitas adalah tindakan nyata seperti menonton suatu medium, berbelanja di toko, atau menceritakan kepada tetanggan mengenai pelayanan yang baru. Aktivitas yaitu orang yang mudah atau tidak bergerak dan bereaksi serta bertingkah laku secara spontan (Engel, 1994).
Variabel Minat berpengaruh positif dilihat dari tabel regresi dan memiliki tingkat yang signifikan terhadap keputusan pembelian, karena minat pembelian selalu terjadi dan mempunyai pengaruh terhadap Keputusan pembelian produk kepada Keputusan Pembelian Konsumen di Red Chicken. dan dari daftar tabel frekuensi juga menunjukkan bahwa jawaban responden yang paling banyak bernilai Setuju. Minat adalah semacam obyek, peristiwa, atau topik adalah tingkat kegairahan yang menyertai perhatian khusus maupun terus-menerus kepadanya.
Minat ialah usaha aktif menuju pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan pada umumnya
yaitu titik akhir daripada gerakan yang menuju ke sesuatu arah tetapi tujuan minat adalah melaksanakan suatu tujuan ( Engel, 1994).
Variabel Opini berpengaruh berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Red Chicken. Dilihat dari tabel regresi dan memiliki tingkat yang signifikan terhadap keputusan pembelian, karena opini untuk pembelian selalu terjadi dan mempunyai pengaruh terhadap Keputusan pembelian produk, meskipun dari jawaban responden di tabel frekuensi meyebutkan bahwa responden terbanyak menjawab Kurang setuju, hal ini tak membuat pengaruh negatif di perhitungan tabel regresi. Menurut (Prasetijo, 2004) Opini yaitu pandangan dan perasaan konsumen dalam menanggapi isu-isu global, lokal, moral, ekonomi, dan sosial. Schiffman dan Kanuk mengungkapkan riset AIO mencari tanggapan konsumen terhadap sejumlah besar pertanyaan yang mengukur AIO.
1) Kegiatan yaitu bagaimana konsumen menggunakan waktu 2) Minat yaitu pilihan dan prioritas konsumen
3) Pendapat yaitu bagaimana konsumen memandang berbagai macam kejadian
Keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian di Red Chicken hal ini ditunjukkan dari tabel regresi sebesar 12.143 yang menunjukkan positif dan mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dari analisis psikografis konsumen Red Chicken di pamekasan terhadap keputusan pembelian, maka disimpulakn sebagai berikut :
1. Penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu variabel psikografis yang terdiri dari aktivitas, Minat, Opini secara bersama – sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian yaitu variabel terikat pada produk yang ada di red chicken.
2. hasil analisis regresi dapat disimpulakan bahwa aktivitas, minat dan opini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini membuktikan bahwa aktivitas, minat dan opini berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Saran
Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan , dapat dituliskan beberapa saran sebagai berikut :
1. Red chicken terlalu tertutup sehingga tak banyak pelanggan tau akan keberadaan Red Chicken, hanya anak-anak muda yang ingin berdua dengan pasangannya yang ingin kesana karena tempatnya tertutup dan sedikit pengunjung