• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA SALURAN DRAINASE KOMPLEK PERUMAHAN JABAL RAHMAH LESTARI KURAO KAPALO BANDA SUNGAI SAPIH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISA SALURAN DRAINASE KOMPLEK PERUMAHAN JABAL RAHMAH LESTARI KURAO KAPALO BANDA SUNGAI SAPIH"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA SALURAN DRAINASE KOMPLEK PERUMAHAN JABAL RAHMAH LESTARI KURAO KAPALO BANDA

SUNGAI SAPIH

Elfi Susanti, Suhendrik Hanwar, Lusi Utama Jurusan Tenik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,

Universitas Bung Hatta, Padang E-mail : [email protected],

[email protected], [email protected]

Abstrak

Padang merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Salah satu wilayah yang sering terjadi banjir adalah Komplek Perumahan Jabal Rahmah Lestari terletak di Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji. Oleh karena itu tugas akhir ini bertujuan agar saluran drainase yang dianalisa menjadi suatu solusi untuk mengatasi masalah genangan air disekitar kawasan.

Drainase dapat didefinisikan suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik berasal dari air hujan, rembesan, sehingga fungsi kawasan tidak terganggu. Untuk menghitung debit rencana data curah hujan yang digunakan 10 tahun terakhir. Dalam menghitung curah hujan maksimum rata-rata digunakan metode Rata – Rata Aljabar, perhitungan perencanaan drainase digunakan periode ulang 5 tahun. Perhitungan intensitas curah hujan menggunakan rumus Mononobe, perhitungan debit rencana menggunakan metode Rasional. Hasil perhitungan perbandingan debit saluran existing dengan debit total rencana beberapa dimensi saluran yang tidak mampu lagi menampung debit yang ada, diantaranya saluran ruas G1- D2 harus diperdalam dan diperlebar, supaya debit air total yang ada pada saat ini bisa ditampung dan dialirkan secara normal. Maka untuk penyelesaiannya penulis melakukan normalisasi dengan merencanakan ulang saluran drainase pada ruas-ruas tersebut, disarankan perlunya perbaikan pada beberapa bagian saluran, masyarakat harus memelihara, melakukan pembersihan pada saluran sehingga kondisi saluran dapat terjaga dan terawat dengan baik.

Kata Kunci : Drainase, Banjir, Saluran.

(2)

ANALYSIS DRAINAGE CANAL OF HOUSING COMPLEX

PERUMAHAN JABAL RAHMAH LESTARI KURAO KAPALO BANDA SUNGAI SAPIH

Elfi Susanti, Suhendrik Hanwar, Lusi Utama

Civil Tenik Department, Faculty of Civil Engineering and Planning, Universitas Bung Hatta, Padang

E-mail : [email protected],

[email protected], [email protected]

Abstract

Padang is one of the cities with rapid population growth. One of the areas of frequent flooding is Housing Complex Jabal Rahmah Lestari located in the Village Sungai Sapih of Kuranji.

Therefore, this thesis aims to analyze drainage channels into a solution to overcome the problem of stagnant water around the area.

Drainage can be defined technical measures to reduce excess water, either from rain, seepage, so the area function is not compromised. To calculate the discharge plan rainfall data were used the last 10 years. In calculating the maximum rainfall average used to Algebra score method, drainage planning calculations used over a period of 5 years. Rainfall intensity calculation using the formula Mononobe, discharge plan calculations using the Rational method. The results of the comparison calculation existing discharge chute with a total discharge plan several dimensions of channels that are not able to accommodate the existing discharge, including channels G1- D2 segment must be deepened and widened, so that the total water discharge that exist today can be accommodated and fed normally. So to completion authors have normalized with re planning a drainage channel sections, it is suggested the need for improvement in several parts of the channel, the community must maintain, perform cleanup on the channel so that the channel can be maintained condition and

well maintained.

Keywords: Drainage, Flood, Channels.

(3)

ANALYSIS DRAINAGE CANAL OF HOUSING COMPLEX

PERUMAHAN JABAL RAHMAH LESTARI KURAO KAPALO BANDA SUNGAI SAPIH

Elfi Susanti, Suhendrik Hanwar, Lusi Utama

Civil Tenik Department, Faculty of Civil Engineering and Planning, Universitas Bung Hatta, Padang

E-mail : [email protected],

[email protected], [email protected]

Abstract

Padang is one of the cities with rapid population growth. One of the areas of frequent flooding is Housing Complex Jabal Rahmah Lestari located in the Village Sungai Sapih of Kuranji.

Therefore, this thesis aims to analyze drainage channels into a solution to overcome the problem of stagnant water around the area.

Drainage can be defined technical measures to reduce excess water, either from rain, seepage, so the area function is not compromised. To calculate the discharge plan rainfall data were used the last 10 years. In calculating the maximum rainfall average used to Algebra score method, drainage planning calculations used over a period of 5 years. Rainfall intensity calculation using the formula Mononobe, discharge plan calculations using the Rational method. The results of the comparison calculation existing discharge chute with a total discharge plan several dimensions of channels that are not able to accommodate the existing discharge, including channels G1- D2 segment must be deepened and widened, so that the total water discharge that exist today can be accommodated and fed normally. So to completion authors have normalized with re planning a drainage channel sections, it is suggested the need for improvement in several parts of the channel, the community must maintain, perform cleanup on the channel so that the channel can be maintained condition and well maintained.

Keywords: Drainage, Flood, Channels.

I. PENDAHULUAN

Padang merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, yang diiringi oleh menjamurnya struktur dan infrastruktur kota. Salah satu wilayah di kota Padang yang sering terjadi banjir adalah Komplek Perumahan Jabal Rahmah Lestari yang terletak di Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota padang. Jika hal ini tidak ditanggulangi dengan serius maka akan menimbulkan kerugian yang besar, Oleh karena itu penulis mengangkat permasalahan di atas sebagai bahan pembuatan Tugas Akhir ini. dengan judul :“Analisa Saluran

Drainase Komplek Perumahan Jabal Rahmah Lestari Kurao Kapalo Banda Sungai Sapih”

Maksud dari penulisan ini adalah untuk menganalisa saluran drainase yang menyebabkan terjadinya banjir pada kawasan Komplek Perumahan Jabal Rahmah Lestari Kurao Kapalo Banda Sungai Sapih Kota Padang.Tujuan dari penulisan ini adalah agar saluran drainase yang dianalisa menjadi suatu solusi untuk mengatasi masalah genangan air disekitar kawasan Komplek Perumahan Jabal Rahmah Lestari dan juga pemukiman

(4)

warga sekitar, sehingga aktifitas masyarakat serta penghuni pemukiman tidak terganggu.

Ruang lingkup drainase meliputi pembuatan saluran dan bangunan pelengkapnya, namun dalam Tugas Akhir ini penulis hanya menganalisa saluran drainase yang berada di Komplek Perumahan Jabal Rahamah Lestari Kelurahan Kurao Kapalo Banda, dikarenakan masih seringnya terjadi banjir di kawasan tersebut.

Tinjauan yang penulis lakukan adalah terhadap kapasitas saluran, termasuk ukuran / dimensi saluran.

Analisa tersebut dilakukan dengan tinjauan:

1. Analisa hidrologi : data curah hujan, debit banjir rencana dan debit air buangan dari pemukiman penduduk dan debit limpasan.

2.Analisa hidrolika : kapasitas saluran drainase, kemiringan dasar saluran, kecepatan aliran, gorong-gorong, dan perbaikan dimensi saluran.

Metodologi yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah studi literatur dan analisa data. Kegiatan yang dilakukan secara garis besar dibedakan menjadi :

1. Studi Literatur

Dalam literatur ini didapatkan teori - teori untuk menganalisa hidrologi dan analisa dimensi saluran.

2. Pengumpulan data

Data-data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini antara lain, data curah hujan, peta kawasan kecamatan , peta Kota Padang, peta topografi Kota Padang, data lokasi dan data-data lainnya yang dianggap perlu.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara meminta data ke instansi terkait, seperti Dinas Pengolahan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat, Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang Dan Pemukiman Propinsi Sumatera Barat, Dinas PU Kota Padang, Badan Pusat Statistik Kota Padang, Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, serta melakukan survey lapangan di wilayah studi.

3. Analisa data

Berbagai data yang diperoleh selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam sub bab tersendiri, meliputi:

a. Kondisi geografis b. Data curah hujan

c. Data dimensi saluran saat ini d. Data penduduk

4. Konsultasi dengan dosen-dosen pembimbing.

Sistem penulisan tugas akhir ini terbagi dalam lima bab, yang masing-masing bab terdiri dari sub-sub bab mengenai pokok permasalahan, kemudian diuraikan dengan tujuan agar dapat diketahui permasalahannya.

Adapun garis besar susunannya adalah sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang pokok permasalahan, tujuan penulisan, batasan masalah, metodologi penulisan dan sistematika penulisan tugas akhir.

Bab II : Kajian Teori

Menjelaskan tentang landasan teori yang akan digunakan dalam pengolahan data analisa saluran drainase.

Bab III : Data Dan Kondisi Daerah Studi Membahas secara ringkas tentang kondisi umum kawasan, letak geografis, iklim, hidrologi, tata guna lahan dan penduduk setempat.

Bab IV : Analisa Teknis Saluran Drainase Pada bab ini akan membahas analisa curah hujan, debit banjir rencana, debit air buangan dari pemukiman penduduk dan perencanaan saluran drainase kawasan Perumahan Jabal Rahmah Lestari, berdasarkan data dan analisa teori yang telah dibahas sebelumnya.

Bab V : Kesimpulan Dan Saran

Berisikan kesimpulan dan saran beserta lampiran – lampirannya.

(5)

KAJIAN TEORI

Tinjauan Umum : Drainase (drainage) mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang atau mengalirkan air. Dalam bidang teknik sipil drainase secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi dari suatu kawasan / lahan sehingga fungsi kawasan / lahan tidak terganggu

Jenis-Jenis Drainase : Menurut Sejarah Terbentuknya ; Drainase Alamiah contoh : sungai Drainase Buatan drainase yg dibuat membutuhkan bangunan penunjang seperti gorong- gorong ,Menurut Letak Bangunan ;Drainase Permukaan Tanah ,Drainase Bawah Permukaan Tanah Menurut Fungsi ; Fungsi Tunggal Multi fungsi (Multi Purpose) Menurut konstruksi ;Saluran terbukaSaluran tertutup

Teori Hidrologi

Air di bumi mengalami suatu siklus melalui serangkaian peristiwa yang berlansung terus-menerus, Serangkaian peristiwa tersebut dinamakan siklus hidrologi.

Gambar 2.11 Siklus Hidrologi

Akibat sinar matahari terjadi proses penguapan dimuka bumi( Evaporasi ) Penguapan air berkumpul menjadi awan dan pada saat keadaan jenuh akan turun menjadi

hujan(presipitasi) sebagian sampai kealiran sungai sebagian menjadi aliran permukaan(

run of pada lampisan in permiabel sebagian lagi masuk kedalam tanah ( Infiltarsi ) mengalir kedalam tanah ( perkolasi ) yang menjadi sumber air sungai

Curah Hujan Rata - Rata

Hujan merupakan faktor terpenting dalam analisis hidrologi pada perancangan debit untuk menentukan dimensi saluran drainase.

Penentuan hujan suatu kawasan atau daerah tangkapan air sangat tergantung pada stasiun penakar hujan yang ada.

Untuk kawasan yang luas satu alat penakar hujan belum dapat menggambarkan hujan wilayah tersebut.

Dalam hal ini diperlukan harga rata-rata curah hujan dari beberapa stasiun penakar hujan yang ada di dalam, dan atau di sekitar kawasan tersebut.

Dalam menghitung curah hujan rata-rata suatu kawasan ada tiga cara yaitu:

 Metode Rata-rata Aljabar

 Metode Poligon Thiessen

 Metode Isohyet Cara Memilih Metode

Untuk memilih metode mana yang cocok dipakai pada suatu DAS dapat ditentukan dengan mempertimbangka tiga faktor berikut:

 Jaring-jaring pos penakar hujan dalam DAS

 Luas DAS

 Topografi DAS Frekuensi Curah Hujan

Besarnya kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau dilampaui. Dalam ilmu statistik dikenal beberapa macam distribusi frekuensi dan empat jenis distribusi yang banyak digunakan dalam bidang hidrologi adalah :

 Distribusi Normal

 Distribusi log normal

 Metode Gumbel

 Distribusi Log Person III

(6)

 Metode Hasper

 Metode Weduwen Intensitas Curah Hujan

Intensitas hujan adalah tinggi atau kedalaman air hujan per satuan waktu. Sifat umum hujan adalah semakin singkat hujan berlangsung intensitasnya cenderung makin tinggi dan makin besar periode ulangnya makin tinggi pula intensitasnya

Menurut Dr. Mononobe (Drainase Perkotaan, 1997) untuk mendapatkan intensitas hujan selama waktu konsentrasi dapat digunakan persamaan :

Dimana:

I = Intensitas hujan (mm/jam)

R24 = Curah hujan maksimum harian selama 24 jam (mm)

Tc = Lamanya hujan/waktu konsentrasi (jam)

Debit Banjir Rencana

Debit banjir rencana didefenisikan sebagai debit terbesar yang mungkin terjadi suatu daerah dengan peluang kejadian tertentu. Dalam menghitung debit rencana dan mendimensi saluran digunakan Metoda Rasional (Suripin,2003) yaitu :

Q = 0,278 x C x I x A Dimana :

Q : Debit banjir maksimum (M3 / dtk) C : Koefisien pengaliran

I : Intensitas curah hujan (mm/jam) A : Luas daerah pengaliran (KM²) Teori Hidrolika

Aspek hidrolika meliputi pencatatan kejadian pengaliran pada system yang ada.

Perhitungan drainase dapat dilakukan dengan rumus hirolika yang satu sama lainnya saling berkaitan. Yang perlu diperhatikan dalam

perencanaan drainase dilihat dari sisi hidrolika yaitu:

 Kecepatan minimum aliran

 Bentuk penampang saluran

 Saluran dibuat dalam bentuk majemuk

 Kelancaran pengaliran air

 Bangunan pelengkap Penampang saluran

Dalam aspek hidrolika menurut penampang hidrolik terbaik adalah penampang saluran yang memiliki keliling basah terkecil sehingga memiliki hantaran (debit) maksimum. Beberapa macam penampang saluran antara lain: penampang persegi panjang, penampang trapesium, penampang segitiga, dan penampang linkaran.

Kapasitas Saluran

Untuk menghitung kapasitas saluran dapat menggunakan rumus Manning yaitu:

V = 1/n x R2/3 x S1/2 Q = V x A

Harga koefisien kekasaran (n) dalam rumus manning, ditetapkan berdasarkan bahan yang membentuk tubuh saluran, dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:

* Kekasaran permukaan

* Trase jalan

* Taraf air dan debit

* Ketidakteraturan saluran

Untuk mencari jari-jari hidrolis saluran digunakan rumus:R = A/P

Gorong-Gorong

Gorong-gorong merupakan salah satu bangunan drainase yang berfungsi untuk mengalirkan air yang melintasi suatu jalan raya, jalan kereta api atau timbunan lainnya.

Dalam perencanaan gorong-gorong ini perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya harus cukup besar untuk melewatkan debit air maksimum dari daerah pengaliran secara lebih efisien seperti :Kemiringan dasar gorong-gorong dibuat lebih besar dari kemiringan saluran pembuangnya, dimaksudkan agar dapat mengalirkan sedimen atau menghindari pengendapan.

jam t mm

I R

c

24 / 24

67 . 0



 

 

(7)

DATA DAN KONDISI DAERAH STUDI Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang Propinsi Sumatera Barat. Kelurahan Sungai Sapih memiliki luas wilayah 800 Ha yang terbagi menjadi, 7 RW dan 26 RT. Perbatasan wilayah Kelurahan Sungai Sapih adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kelurahan Kalumbuk Sebelah Selatan: Kelurahan Air Pacah Sebelah Barat : Kelurahan Kurao Pagang Sebelah Timur : Kelurahan Gunung Sarik

Curah Hujan

Untuk perhitungan saluran drainase, data curah hujan sangat berpengaruh sekali.

Data curah hujan yang akan di gunakan untuk kawasan ini diambil dari stasiun curah hujan, Gunung Nago, Simpang Alai, dan Tabing Padang pada daerah aliran SungaiBatang Kuranji. Untuk menghitung debit rencana saluran drainase data curah hujan yang digunakan 10 tahun terakhir.

(8)

n P n

P P

P P P

n

i i n

 

12 3 ... 1 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Hidrologi

Perhitungan curah hujan rata-rata dengan metoda Rata – rata aljabar sebagai berikut:

Dimana :

P = Curah hujan daerah (mm) n = Jumlah pos penakar hujan P1,P2,..., Pn = Curah hujan ditiap pos penakar hujan (mm)

Curah Hujan Maksimum Rata-rata (Hasil Perhitungan, 2014)

Analisa Periode Ulang Hujan

Untuk perhitungan curah hujan rencana dilakukan dengan beberapa metode yaitu distribusi normal, distribusi log normal, distribusi gumbel, distribusi log person III, distribusi hasper, distribusi wedwen. Dari beberapa metode tersebut diambil nilai curah hujan rata-rata

Analisa Intensitas Curah Hujan

•Waktu Konsentrasi

Waktu konsentrasi (tc) dapat dihitung dengan menggunakan rumus Kirpich berikut :

xS jam tc xL

385 , 2 0

1000 87 , 0 



L

Sh

 Dimana :

tc = Waktu konsentasi (jam) L = Panjang saluran (km) S = Kemirinan saluran (m/m) = Perbedaan tinggi muka air (m)

Perhitungan Intensitas Curah Hujan

Untuk menentukan intensitas curah hujan dengan periode ulang tertentu dihitung dengan menggunakan rumus Mononobe.

Rumus :

jam t mm

I R

c

24 / 24

67 . 0

Dimana :

I = Intensitas curah hujan (mm/jam) R = Periode ulang hujan (mm) tc = Waktu konsentasi (jam) Data :

Saluran drainase Tertier ruas BB- BB1 Panjang saluran (L) = 34 m Kemiringan saluran (S) = 0,00441 Sehingga :

Waktu Konsentrasi (tc)

385 , 2 0

1000 87 ,

0 



xS tc xL

385 , 2 0

00441 , 0 1000

) 034 , 0 ( 87 ,

0 



x tc x

jam tc 0,0396

Dari nilai tc diatas maka dapat dicari intensitas curah hujan untuk periode ulang 5 tahun.

Data :

Saluran drainase Tertier pada ruas BB – BB Periode ulang (R) = 202,281 mm

(9)

Waktu konsentrasi (tc) = 0,0396 jam Sehingga :

3 2 5 24 24 



tc

I R

3 2

0396 , 0

24 24

281 .

202

I

jam mm I604.821 /

Untuk perhitungan selanjutnya dengan cara yang sama, dapat dilihat pada tabel berikut

Jenis Saluran Ruas

Δh L S R tc I

(m) (m) (m) ( mm) ( jam

)

( mm/

jam )

S. Tersier BB-

BB1 0.15 34 0.0044 202.281 0.0396 604.821 S. Tersier CC-

CC1 0.15 34 0.0044 202.281 0.0396 604.821 S. Tersier CC3-

CC2 0.15 34 0.0044 202.281 0.0396 604.821 S. Tersier DD-

DD1 0.15 34 0.0044 202.281 0.0396 604.821 S. Tersier DD3-

DD2 0.2 34 0.0059 202.281 0.0355 651.194 S.

Sekunder BB2-

DD2 0.3 155 0.0019 202.281 0.1749 224.574 S.

Sekunder BB3-

DD3 0.25 155 0.0016 202.281 0.1876 214.302 S. Tersier AA-

AA1 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859 S. Tersier AA3-

AA2 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859 S. Tersier A-A1 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859

S. Tersier A3-

A2 0.20 96 0.0021 202.281 0.1176 292.703 S. Tersier B-B1 0.20 96 0.0021 202.281 0.1176 292.703

S. Tersier B3-

B2 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859 S. Tersier C-C1 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859

S. Tersier C3-

C2 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859 S. Tersier D-D1 0.15 96 0.0016 202.281 0.1314 271.859

S.Kwarter AA-

AA3 0.05 25 0.0020 202.281 0.0424 578.071 S.Kwarter A-A3 0.05 25 0.0020 202.281 0.0424 578.071

S.Kwarter B-B3 0.05 25 0.0020 202.281 0.0424 578.071

S.Kwarter C-C3 0.05 25 0.0020 202.281 0.0424 578.071

S.

Sekunder D-D3 0.25 25 0.0100 202.281 0.0228 873.922 S.Kwarter G-G3 0.05 70 0.0007 202.281 0.1392 261.515

S. Tersier G3-

G2 0.10 30 0.0033 202.281 0.0401 600.183 S.

Sekunder G1-

D2 0.40 232 0.0017 202.281 0.2495 177.217 S.Kwarter F-F2 0.05 110 0.0005 202.281 0.2346 184.618

S. Tersier F2-

F3 0.05 42 0.0012 202.281 0.0772 387.620 S.Kwarter E1-

E2 0.05 80 0.0006 202.281 0.1624 235.951 S. Tersier E2-

E3 0.05 42 0.0012 202.281 0.0772 387.620 S. Tersier E1-E 0.05 42 0.0012 202.281 0.0772 387.620

S.

Sekunder F-E3 0.20 168 0.0012 202.281 0.2244 190.193 S. Tersier L3-

L2 0.05 50 0.0010 202.281 0.0944 338.900 S. Tersier M-

M1 0.05 50 0.0010 202.281 0.0944 338.900 S. Tersier M3-

M2 0.10 50 0.0020 202.281 0.0723 404.925 S. Tersier N-N1 0.05 50 0.0010 202.281 0.0944 338.900

S.

Sekunder L1-

N2 0.25 112 0.0022 202.281 0.1289 275.257 S. Tersier O-O1 0.05 30 0.0017 202.281 0.0523 502.320

S. Tersier O2-

O1 0.05 10 0.0050 202.281 0.0147 1170.976 S. Tersier Q-Q1 0.05 10 0.0050 202.281 0.0147 1170.976

S. Tersier Q1-

Q3 0.05 40 0.0013 202.281 0.0729 402.467 S. Tersier S-S1 0.05 20 0.0025 202.281 0.0328 686.497

S. Tersier S1-

S2 0.05 10 0.0050 202.281 0.0147 1170.976 S. Tersier R2-

R1 0.05 30 0.0017 202.281 0.0523 502.320 S. Tersier R1-

P2 0.05 76 0.0007 202.281 0.1531 245.461 S. Tersier R3-

R2 0.05 30 0.0017 202.281 0.0523 502.320 S.

Sekunder Q2-

K2 0.20 121 0.0017 202.281 0.1536 244.902 S. Tersier K-K1 0.05 40 0.0013 202.281 0.0729 402.467

S. Tersier J-J1 0.05 40 0.0013 202.281 0.0729 402.467

S. Tersier J3-J2 0.05 40 0.0013 202.281 0.0729 402.467

S. Tersier I-I1 0.05 20 0.0025 202.281 0.0328 686.497

S. Tersier I3-I2 0.05 20 0.0025 202.281 0.0328 686.497

S. Tersier H-H1 0.05 20 0.0025 202.281 0.0328 686.497

Analisa Debit Banjir Rencana Analisa Debit Air Hujan

Perhitungan debit rencana bedasarkan intensitas hujan rencana dengan menggunakan metode Rasional. Dalam perencanaan Drainase Kawasan Perumahan Jabal Rahmah Lestari Kurao Sungai Sapih

(10)

Ini akan dihitung debit rencana untuk periode 5 tahun. Persamaan yang digunakan adalah dengan metode rasional”, yaitu :

Rumus : Q = f.C.I.A Dimana :

Q = Debit air hujan (m3/dt) f = Faktor konversi (0,278)

C = Koefisien penyebaran air hujan, dalam perhitungan ini memakai nilai 0,75 (perumahan multi unit) sesuai data yang diperoleh dari tabel diketahui koefesien run off untuk daerah perumahan multi unit / tergabung memiliki nilai 0,6 – 0,75 sehingga didapat nilai C sebesar 0,75 I = Intensitas curah hujan (mm/jam) A = Luas daerah pengaliran (km2) Data :

Saluran pada BB – BB1

Koefisien pengaliran hujan (C)= 0,75 Intensitas curah hujan (I)

=604,821mm/jam

Luas daerah pengaliran (A) = 0,0004 km² Sehingga :

Q= 0,278.C.I.A

Q= 0,278 x 0,75 x 604,821 x 0,0004 Q= 0,0504 m3/dt

Untuk perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Debit Banjir Rencana

Jenis Saluran Ruas

Konstanta C I A Q

(mm/

jam)

( Km²) (m³/dt)

S. Tersier BB- BB1

0.278 0.75 604.821 0.0004 0.0504

S. Tersier CC- CC1

0.278 0.75 604.821 0.0004 0.0504

S. Tersier CC3- CC2

0.278 0.75 604.821 0.0004 0.0504

S. Tersier DD- DD1

0.278 0.75 604.821 0.0003 0.0378

S. Tersier DD3- DD2

0.278 0.75 651.194 0.0003 0.0407

S.

Sekunder BB2- DD2

0.278 0.75 224.574 0.0053 0.2482

S.

Sekunder BB3- DD3

0.278 0.75 214.302 0.0026 0.1162

S. Tersier AA- AA1

0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S. Tersier AA3- AA2

0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S. Tersier A-A1 0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S. Tersier A3- A2

0.278 0.75 292.703 0.0012 0.0732

S. Tersier B-B1 0.278 0.75 292.703 0.0012 0.0732

S. Tersier B3- B2

0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S. Tersier C-C1 0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S. Tersier C3- C2

0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S. Tersier D-D1 0.278 0.75 271.859 0.0012 0.0680

S.Kwarter AA- AA3

0.278 0.75 578.071 0.0003 0.0362

S.Kwarter A-A3 0.278 0.75 578.071 0.0003 0.0362

S.Kwarter B-B3 0.278 0.75 578.071 0.0003 0.0362

S.Kwarter C-C3 0.278 0.75 578.071 0.0003 0.0362

S.

Sekunder D-D3 0.278 0.75 873.922 0.0003 0.0547 S.Kwarter G-G3

0.278 0.75 261.515 0.0014 0.0763

S. Tersier G3- G2

0.278 0.75 600.183 0.0004 0.0501

S.

Sekunder G1-

D2

0.278 0.75 177.217 0.0223 0.8240

S.Kwarter F1-F2 0.278 0.75 184.618 0.0022 0.0847

S. Tersier F2-F3 0.278 0.75 387.620 0.0005 0.0404

S.Kwarter E1- E2

0.278 0.75 235.951 0.0016 0.0787

S. Tersier E2- E3

0.278 0.75 387.620 0.0004 0.0323

S. Tersier E1-E 0.278 0.75 387.620 0.0005 0.0404

S.

Sekunder F-E3 0.278 0.75 190.193 0.0071 0.2816 S. Tersier L3-

L2

0.278 0.75 338.900 0.0010 0.0707

S. Tersier M- M1

0.278 0.75 338.900 0.0008 0.0565

S. Tersier M3- M2

0.278 0.75 404.925 0.0008 0.0675

S. Tersier N-N1 0.278 0.75 338.900 0.0008 0.0565

S.

Sekunder L1- N2

0.278 0.75 275.257 0.0056 0.3214

S. Tersier O-O1 0.278 0.75 502.320 0.0005 0.0524

S. Tersier O2- O1

0.278 0.75 1170.976 0.0001 0.0244

S. Tersier Q-Q1 0.278 0.75 1170.976 0.0001 0.0244

S. Tersier Q1- Q3

0.278 0.75 402.467 0.0004 0.0336

S. Tersier S-S1 0.278 0.75 686.497 0.0002 0.0286

S. Tersier S1-S2 0.278 0.75 1170.976 0.0001 0.0244

S. Tersier R2- R1

0.278 0.75 502.320 0.0003 0.0314

S. Tersier R1- P2

0.278 0.75 245.461 0.0011 0.0563

S. Tersier R3- R2

0.278 0.75 502.320 0.0003 0.0314

S.

Sekunder Q2-

K2

0.278 0.75 244.902 0.0048 0.2451

(11)

S. Tersier K-K1 0.278 0.75 402.467 0.0006 0.0503

S. Tersier J-J1 0.278 0.75 402.467 0.0006 0.0503

S. Tersier J3-J2 0.278 0.75 402.467 0.0006 0.0503

S. Tersier I-I1 0.278 0.75 686.497 0.0003 0.0429

S. Tersier I3-I2 0.278 0.75 686.497 0.0003 0.0429

S. Tersier H-H1 0.278 0.75 686.497 0.0003 0.0429

Analisa Debit Air Buangan ( Sanitary Waste Water)

Dalam perhitungan debit air buangan diperlukan data jumlah penduduk tahun sebelumnya guna menentukan pertumbuhan penduduk pertahun. Dalam hal ini penulis menggunakan persamaan laju pertumbuhan geometrikdan laju pertumbuhan eksponensial.

Rumus Debit Air Kotor Dimana :

Qak = Debit air kotor (m3/dt)

Pn = Jumlah penduduk tertinggi (jiwa) 80% = Asumsi jumlah air yang akan

masuk

kedalam saluran Kab = Kebutuhan air bersih

(144 lt/hari/jiwa) (Survey Direktorat

Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya pada tahun 2006) A = Luas area kawasan (km2)

Besarnya debit buangan masing- masing ruas saluran, dihitung dengan persamaan:

Qak sal = Qak x Luas daerah layanan

Perhitungan debit air kotor pada saluran Tertier ruas BB-BB1

Qak sal = Qak x Luas daerah layanan

= 0,00343 x 0,0004

= 0,00000137 m³/dt

Perhitungan perkiraan debit banjir rencana pada ruas BB – BB1 :

Qbr = Qah + Qak = 0,0504 m3/dt + 0,00000137 m³/dt

Qbr = 0,0504 m3/dt

“ Perhitungan perkiraan debit banjir rencana dapat dilihat pada tabel “

Jenis

Saluran Ruas

Qah Qak Qbr

(m³/dt) (m³/dt) (m³/dt)

S. Tersier BB-BB1 0.0504 0.00000137 0.0504

S. Tersier CC-CC1 0.0504 0.00000137 0.0504

S. Tersier CC3-CC2 0.0504 0.00000137 0.0504

S. Tersier DD-DD1 0.0378 0.00000103 0.0378

S. Tersier DD3- DD2

0.0407 0.00000103 0.0407

S.

Sekunder BB2-DD2 0.2482 0.00001818 0.2482 S.

Sekunder BB3-DD3 0.1162 0.00000892 0.1162 S. Tersier AA-AA1 0.0680 0.00000412 0.0680

S. Tersier AA3- AA2

0.0680 0.00000412 0.0680

S. Tersier A-A1 0.0680 0.00000412 0.0680

S. Tersier A3-A2 0.0732 0.00000412 0.0732

S. Tersier B-B1 0.0732 0.00000412 0.0732

S. Tersier B3-B2 0.0680 0.00000412 0.0680

S. Tersier C-C1 0.0680 0.00000412 0.0680

S. Tersier C3-C2 0.0680 0.00000412 0.0680

S. Tersier D-D1 0.0680 0.00000412 0.0680

S.Kwarter AA-AA3 0.0362 0.00000103 0.0362

S.Kwarter A-A3 0.0362 0.00000103 0.0362

S.Kwarter B-B3 0.0362 0.00000103 0.0362

S.Kwarter C-C3 0.0362 0.00000103 0.0362 S.

Sekunder D-D3 0.0547 0.00000103 0.0547

A xKab Qak Pnx80%

(12)

S.Kwarter G-G3 0.0763 0.00000480 0.0763

S. Tersier G3-G2 0.0501 0.00000137 0.0501 S.

Sekunder G1-D2 0.8240 0.00007649 0.8240 S.Kwarter F1-F2 0.0847 0.00000755 0.0847

S. Tersier F2-F3 0.0404 0.00000172 0.0404

S.Kwarter E1-E2 0.0787 0.00000549 0.0787

S. Tersier E2-E3 0.0323 0.00000137 0.0323

S. Tersier E1-E 0.0404 0.00000172 0.0404 S.

Sekunder F-E3 0.2816 0.00002435 0.2816 S. Tersier L3-L2 0.0707 0.00000343 0.0707

S. Tersier M-M1 0.0565 0.00000274 0.0565

S. Tersier M3-M2 0.0675 0.00000274 0.0675

S. Tersier N-N1 0.0565 0.00000274 0.0565 S.

Sekunder L1-N2 0.3214 0.00001921 0.3214 S. Tersier O-O1 0.0524 0.00000172 0.0524

S. Tersier O2-O1 0.0244 0.00000034 0.0244

S. Tersier Q-Q1 0.0244 0.00000034 0.0244

S. Tersier Q1-Q3 0.0336 0.00000137 0.0336

S. Tersier S-S1 0.0286 0.00000069 0.0286

S. Tersier S1-S2 0.0244 0.00000034 0.0244

S. Tersier R2-R1 0.0314 0.00000103 0.0314

S. Tersier R1-P2 0.0563 0.00000377 0.0563

S. Tersier R3-R2 0.0314 0.00000103 0.0314 S.

Sekunder Q2-K2 0.2451 0.00001646 0.2451 S. Tersier K-K1 0.0503 0.00000206 0.0503

S. Tersier J-J1 0.0503 0.00000206 0.0503

S. Tersier J3-J2 0.0503 0.00000206 0.0503

S. Tersier I-I1 0.0429 0.00000103 0.0429

S. Tersier I3-I2 0.0429 0.00000103 0.0429

S. Tersier H-H1 0.0429 0.00000103 0.0429

PERHITUNGAN DIMENSI SALURAN Data :

Perhitungan debit saluran drainase ruas BB- BB1 Saluran Persegi

b = 0.7 m H = 0,5 m h = 75% x H S = 0,0044

n = 0,025 (koefisien kekasaran manning) Sehingga :

Tinggi air (h) = 75 % x H= 75 % x 0,5=

0,375 m

Luas penampang (A) = b x h = 0.7 x 0.375=

0.263 m2

Keliling basah saluran (P) = b + 2h = 0.7 + (2 x 0,375) = 1.45 m

Jari-jarihidrolis (R) = A / P = 0.263 / 1.45 = 0.181 m

Kecepatan aliran (V)

= 2

1 3

1 2

S nR

= 2

1 3

2

0044 , 0 181 , 025 0 , 0

1

= 0.849 m/dt

Kapasitas saluran (Q) = V x A

= 0.849 x 0.263 = 0.223 m³/dt

Untuk perhitungan debit saluran eksisting selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Jenis Saluran Ruas

Type A P R n V Q

(m²) (m) (m) (m/dt) (m³/dt)

S. Tersier BB- BB1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.849 0.223

S. Tersier CC- CC1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.849 0.223

S. Tersier CC3- CC2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.849 0.223

S. Tersier DD- DD1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.849 0.223

S. Tersier DD3- DD2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.983 0.258

S.

Sekunder BB2- DD2

Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 0.667 0.300

S.

Sekunder BB3- DD3

Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 0.612 0.275

(13)

S. Tersier AA- AA1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S. Tersier AA3- AA2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S. Tersier A-A1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S. Tersier A3- A2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.586 0.154

S. Tersier B-B1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.586 0.154

S. Tersier B3- B2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S. Tersier C-C1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S. Tersier C3- C2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S. Tersier D-D1 Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.512 0.134

S.Kwarter AA- AA3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.572 0.150

S.Kwarter A-A3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.572 0.150

S.Kwarter B-B3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.572 0.150

S.Kwarter C-C3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.572 0.150

S.

Sekunder D-D3 Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 1.530 0.689 S.Kwarter G-G3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.338 0.089

S. Tersier G3- G2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.735 0.193

S.

Sekunder G1- D2

Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 0.631 0.284

S.Kwarter F-F2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.286 0.075

S. Tersier F2- F3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.443 0.116

S.Kwarter E1- E2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.313 0.082

S. Tersier E2- E3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.443 0.116

S. Tersier E1-E Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.443 0.116

S.

Sekunder F-E3

Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 0.530 0.239

S. Tersier L3- L2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.405 0.106

S. Tersier M- M1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.405 0.106

S. Tersier M3- M2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.572 0.150

S. Tersier N-N1 Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.405 0.106

S.

Sekunder L1- N2

Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 0.718 0.323

S. Tersier O-O1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.527 0.138

S. Tersier O2- O1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.905 0.237

S. Tersier Q-Q1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.905 0.237

S. Tersier Q1- Q3

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.461 0.121

S. Tersier S-S1 Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.640 0.168

S. Tersier S1- S2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.905 0.237

S. Tersier R2- R1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.527 0.138

S. Tersier R1- P2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.338 0.089

S. Tersier R3- R2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.527 0.138

S.

Sekunder Q2- K2

Persegi 0.450 1.900 0.237 0.025 0.631 0.284

S. Tersier K-K1 Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.461 0.121

S. Tersier J-J1 Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.461 0.121

S. Tersier J3-J2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.461 0.121

S. Tersier I-I1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.640 0.168

S. Tersier I3-I2

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.640 0.168

S. Tersier H-H1

Persegi 0.263 1.450 0.181 0.025 0.640 0.168

Analisa Perbandingan Kapasitas Saluran Eksisting Dengan Debit Total Rencana Rumus : Q = Qex – Q (total) Dimana :

Qex : debit eksisting Q (total) : debit total rencana

Data : Perbandingan debit saluran drainase BB-BB1

Qex = 0.223 m³/dt Q (total) = 0.0471 m³/dt

Sehingga : Q = Qex – Q (total) = 0.223 – 0.0504 = 0.1726 m³/dt

Hasil analisa :

Debit saluran bernilai positif menunjukkan bahwa kapasitas saluran yang ada masih bisa untuk menampung debit pada saat ini dan oleh karena itu tidak diperlukannya normalisasi atau masih bisa digunakan. jika bernilai negatif menunjukkan bahwa kapasitas saluran yang ada sudah tidak bisa lagi untuk menampung debit pada saat ini dan oleh karena itu diperlukannya normalisasi.

Untuk analisa debit saluran selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Jenis

Saluran Ruas

Type Qex Q

(total) Q Keterangan (m³/dt)

(m³/dt) (m³/dt)

S. Tersier BB-BB1

Persegi 0.223 0.0504 0.1726 Tetap

Gambar

Gambar 2.11 Siklus Hidrologi
Tabel Debit Banjir Rencana

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil survei di lapangan dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan faktor penyebab terjadinya banjir di sekitar Tukad Loloan yaitu kondisi eksisting

Bagaimana menghitung debit banjir rencana kala ulang 25 tahun pada saluran drainase di Perumahan Tugu Bungur Asri di Kecamatan Patrang Kabupaten Jember2. Berapa besar