• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata kunci: orientasi pasar, keunggulan bersaing, kinerja pemasaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK. Kata kunci: orientasi pasar, keunggulan bersaing, kinerja pemasaran"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

vi

Judul : Peran Keunggulan Bersaing Dalam Memediasi Pengaruh Orientasi Pasar Terhadap Kinerja Pemasaran (Studi pada UKM Laundry di Kecamatan Kuta Selatan)

Nama : Ni Made Putri Dewi NIM : 1306205087

ABSTRAK

Persaingan bisnis di Kecamatan Kuta Selatan disebabkan oleh kemajuan pariwisata dan pendidikan di daerah ini, hal ini mengakibatkan tingginya pertumbuhan UKM laundry yang terjadi di kawasan ini. Dalam hal ini akan berimbas pada kinerja pemasaran UKM itu sendri. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing, keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran, orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran dan peran keunggulan bersaing dalam memediasi pengaruh orietasi pasar terhadap kinerja pemasaran.

Penelitian ini dilakukan pada pemilik atau pengelola UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan. Ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 108 responden, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan koesioner. Penentuan sampel menggunakan teknik NonProbability Sampling dengan Sampling Purposive. Pengumpulan data diperoleh dari penyebaran kuesioner, menggunakan pengukuran skala likert lima poin, yang digunakan untuk mengukur 12 idikator penelitian. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Path Analysis dan Uji Sobel.

Berdasarkan hasil analisis didapat hipotesis pada penelitian ini diterima secara keseluruhan dimana orientasi pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran, orientasi pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran, dan keunggulan bersaing mampu memediasi secara positif pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

Implikasi hasil penelitian ini bahwa orientasi pasar mampu mencipatakan keunggulan bersaing dan secara lansung akan mencapai kinerja pemasaran dengan baik. UKM laundry harus senantiasa meningkatkan orientasi pasar untuk lebih menumbuhkan atau menciptakan keunggulan bersaing sehingga jasa yang di tawarkan kepada konsumen dapat tersampaikan dan diterima oleh konsumen, dan permintaan akan jasa yang ditawarkan semakin meningkat dan secara otomatis ini akan meningkatkan kinerja pemasarannya.

Kata kunci: orientasi pasar, keunggulan bersaing, kinerja pemasaran

(2)

vii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 8

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Kegunaan Penelitian ... 9

1.5 Sistematika Penelitian ... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 12

2.1.1 Orientasi pasar ... 12

2.1.2 Keunggulan bersaing ... 15

2.1.3 Kinerja pemasaran ... 19

2.2 Hipotesis Penelitian ... 21

2.2.1 Pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing ... 21

2.2.2 Pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran ... 22

2.2.3 Pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran ... 23

2.2.4 Peran keunggulan bersaing dalam memediasi pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran ... 24

2.3 Model Penelitian ... 24

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 25

3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 25

3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 25

3.4 Identifikasi Variabel ... 26

(3)

viii

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 26

3.5.1 Orientasi pasar ... 26

3.5.2 Keunggulan bersaing ... 27

3.5.3 Kinerja pemasaran ... 28

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 29

3.6.1 Jenis data ... 29

3.6.2 Sumber data ... 30

3.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 30

3.7.1 Populasi ... 30

3.7.2 Sampel ... 30

3.7.3 Metode penentuan sampel ... 31

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 31

3.9 Pengujian Instrumen Penelitian ... 33

3.9.1 Uji validitas instrumen ... 33

3.9.2 Uji reliabilitas instrumen ... 33

3.10 Teknik Analisis Data ... 33

3.10.1 Analisis statistik deskriptif ... 33

3.10.2 Analisis Jalur (Path Analysis) ... 34

3.10.3 Uji Sobel ... 38

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum UKM Laundry ... 40

4.2 Karakteristik Responden ... 41

4.3 Hasil Pengujian Instrumen ... 42

4.3.1 Uji validitas instrumen ... 42

4.3.2 Uji reliabilitas instrumen ... 43

4.4 Deskripsi Variabel Penelitian ... 44

4.4.1 Orientasi pasar ... 44

4.4.2 Keunggulan bersaing ... 46

4.4.3 Kinerja pemasaran ... 49

4.5 Hasil Analisis Jalur ( Path Analysis) ... 50

4.6 Hasil Uji Sobel ... 58

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian ... 60

4.7.1 Pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing ... 60

4.7.2 Pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran ... 61

(4)

ix

4.7.3 Pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja

Pemasaran ... 62

4.7.4 keunggulan bersaing memediasi pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran ... 63

4.8 Implikasi Hasil Penelitian ... 63

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 65

5.2 Saran ... 66

DAFTAR PUSTAKA ... 68

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 72

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah sebuah bisnis yang memiliki sifat mandiri dan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Kontribusi UKM adalah penyerapan tenaga kerja dan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengurangi pengangguran disuatu negara, baik itu negara berkembang maupun negara maju. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008 kriteria UKM adalahmemiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). Mustikowati (2014) menyatakan bahwa UKM sangat lemah dalam besaing dilihat dari kesulitan untuk meningkatkan output karena keterbatasan pengetahuan, keterbatasan beradaptasi dengan perubahan lingkungan, dan kurang cekatan dalam menghadapi persaingan pasar.

Dewasa ini kerasnya persaingan bisnis yang terjadi menuntut UKM bekerja lebih keras dalam persaingan pasar. Munculnya persaingan dalam dunia bisnis baik dalam industri kecil, menengah dan skala besar adalah salah satu yang tidak dapat dihidari. Persaingan adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing,

(6)

2

dengan atau tanpa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggan (Setyawati dan Rosiana, 2015).

Kesiapan UKM menghadapi persaingan di dunia bisnis, suatu UKM di tuntut untuk mampu membaca perubahan pasar dan membaca lingkungan yang dihadapi dalam persaingan, sehingga dapat bersaing dengan para pesaingnya.

UKM dalam kondisi seperti ini seharusnya sudah mampu meminimalisasi kelemahan dan meningkatkan kekuatan yang dimilikinya. Meningkatkan dan memaksimalkan kekuatan yang dimiliknya untuk mengatasi ketatnya persaingan pasar. UKM harus menyadari bahwa dengan hal tersebut belum cukup untuk meningkatkan kinerja pemasaranya, melainkan masih dibutuhkan strategi yang kuat dalam memenangkan persaingan pasar. Mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tidaklah cukup, namun strategi yang tepat untuk menganalisis persaingan pasar dalam usaha jasa juga sangat penting. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk menganalisis pasar adalah pemahaman mengenai orientasi pasar yang didalamnya terkait dengan bagaimana suatu perusahaan mengenal pesaing, pelanggan dan pasar itu sendiri.

Orientasi pasar merupakan cara perusahaan untuk menciptakan superior performance dan perilaku - perilaku yang dibutuhkan dalam pencapaian tersebut

bagi perusahaan (Maydeu et al., 2003). Orientasi pasar sebagai budaya yang dijadikan penilaian untuk kemajuan usaha dalam menilai permintaan pasar, kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Kohli dan Jaworski (1990) orientasi pasar merupakan budaya perusahaan yang dapat membawa suatu perusahaan untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Orientasi pasar dapat menilai kekuatan

(7)

3

dan kelemahan baik dari pesaing yang sudah ada maupun pesaing yang akan datang. Melalui orientasi pasar, perusahaan dapat menilai apa yang akan dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang pada perusahaannya. Jangka pendek perusahaan harus berusaha memahami kekuatan dan kelemahan dari pesaing yang sudah ada sedangkan pada jangka panjang yaitu apa yang harus dilakukan perusahaan dimasa yang akan datang dalam pencapain kinerja pemasaran. Uncles (2000) mengartikan orientasi pasar sebagai suatu proses dan aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan dan pemuasan pelanggan dengan cara terus menilai kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Strategi yang tepat akan menciptakan keunggulan bersaing bagi perusahaan. Menurut Mardiyono (2015) kunci sukses untuk memenangkan suatu persaingan pasar terletak pada kemampuan perusahaan menciptakan keunggulan bersaing. Jika suatu perusahaan tepat memilih strategi untuk menganalisa pasar maka akan dengan mudah menciptakan keunggulan bersaing dalam pasar tersebut.

Di samping itu, perusahaan juga harus memahami apa yang menjadi keinginan konsumen dan bagaimana mengelola sumber daya yang ada.

Menciptakan keungulan bersaing dalam memasuki pasar global suatu perusahaan dituntut untuk meningkatkan kemampuan yang ada, kemampuan yang dimaksud adalah kesanggupan untuk mempertahankan pangsa pasar yang dimiliki dan lebih lagi memenangkan pangsa pasar dari pesaing. Wachjuni (2014) menyatakan bahwa, Keunggulan bersaing dalam sebuah organisasi diperoleh dengan memperhatikan nilai superior bagi pelanggan, kebudayaan dan iklim untuk memelihara perilaku yang membawa perbaikan pada efisiensi dan

(8)

4

efektifitas yang memberikan tambahan atau harga yang terlalu rendah untuk pelanggan. Keunggulan bersaing harus dimiliki oleh perusahaan atau produk untuk mencapai kinerja dan mencapai kesuksesan produk yang dihasilkan (Ekawati et al., 2016). Kinerja pemasaran merupakan sejauh mana prestasi perusahaan pada produk yang dihasilkan, selain itu kinerja pemasaran juga merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai pencapain dari aktifitas proses pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Bakti dan Harun (2011) menyatakan bahwa, Kinerja pemasaran juga dapat dipandang sebagai sebuah konsep yang digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana prestasi pasar yang telah dicapai oleh suatu produk yang dihasilkan perusahaan. Dewi (2006) menyatakan bahwa, kinerja pemasaran diarahkan untuk mengukur sejauhmana volume penjualan meningkat dan pertumbuhan penjualan pada perusahaan tersebut.

Kemajuan wilayah yang sangat pesat mendukung persaingan yang ketat pula, sehingga meningkatnya jumlah usaha sejenis atau sama akan semakin sulit membedakan antara satu produk dengan produk lainnya. Hal tersebut mengakibatkan banyak usaha yang tidak mendapatkan pelanggan karena pemilik usaha tidak mampu mengoptimalkan perubahan untuk mencari peluang dalam meraih konsumen. Maka dari itu, perusahaan dituntut mengembangkan strategi yang digunakan untuk meraih kesuksesan dalam persaingan.

Persaingan bisnis yang terjadi di wilayah padat penduduk atau daerah pariwisata, hal ini menjadi masalah yang sangat penting. seperti juga terjadi di wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Kecamatan Kuta Selatan berada paling selatan

(9)

5

Kabupaten Badung, terdiri dari tiga desa dan tiga kelurahan yaitu Desa Pecatu, Desa Ungasan, Desa Kutuh, Kelurahan Benoa, Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelurahan Jimbaran. Kecamatan Kuta Selatan merupakan wilayah terluas kedua di Kabupaten Badung setelah Kecamtan Petang. Berdasarkan data proyeksi penduduk dikecamatan kuta selatan Tahun 2016 jumlah penduduk sebanyak 146.520 jiwa yang terdiri dari 75.150 laki – laki dan 71.370 perempuan.

Dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Badung, diperoleh gambaran bahwa Kuta Selatan memiliki jumlah penduduk terbayak yang disebabkan oleh berkembangnya kepariwisataan di daerah ini yang merupakan lapangan pekerjaan sehingga menjadi tempat tujuan migrasi para pendatang (BPS. Kab. Badung 2016). Hal yang paling diperhatikan dalam penelitian ini yaitu pada sektor jasa yang bergerak dalam bidang UKM laundry.

Persaingan UKM laundry yang terjadi tidak dapat di bendung lagi, melihat banyaknya UKM laundry yang tersebar di Kecamatan Kuta Selatan. Ledakan jumlah ini dibuktikan dengan tidak terdapat batas yang jelas antara laundry yang satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena kemajuan wilayah yang semakin hari semakin meningkat, dan dapat dilihat dari: pertama, wilayah ini merupakan pusat aktivitas pendidikan dimana di wilayah Kecamatan Kuta Selatan tersebar tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Udayana, Politeknik Negeri Bali dan Sekolah Tinggi Pariwisata. Hal ini menyebabkan membludaknya para mahasiswa dan mahasiswi di Kecamatan Kuta Selatan. Kedua, kemajuan pada sektor pariwisata di Kecamatan Kuta Selatan, hal ini juga membuka peluang untuk UKM laundry. Ketiga, kepadatan penduduk asli dan perantauan yang

(10)

6

menetap di wilayah Kecamatan Kuta Selatan juga merupakan hal yang sangat berpengaruh pada perkembangan UKM laundry tersebut.

Kemajuan wilayah dari sektor pariwisata, aktivitas pendidikan dan aktifitas perhotelan mengakibatkan banyaknya peluang di bidang UKM laundry.

Akibatnya persaingan yang terjadi antara satu UKM dengan UKM laundry lainnya terlihat sangat jelas, dan jarak antara satu usaha dengan usaha yang lainnya sangat berdekatan. Peluang yang banyak untuk mendapatkan konsumen, tidak menutup kemungkinan adanya ancaman terhadap UKM laundry yang tidak mampu bersaing dan mengalami penurunan pada pendapatannya. Penurunan tersebut disebabkan oleh salah satu diantaranya adalah kurangnya penerapan orientasi pasar sehingga perusahaan tidak mampu memberikan keunggulan bersaing pada jasa yang ditawarkan kepada konsumennya. Hal tersebut akan berdapak pada kinerja pemasaran perusahaan. Masalah lain yang sering muncul adalah keterbatasan pemilik untuk mendapatkan tenaga kerja yang hadal dan dapat melayani konsumen sebaik yang di harapkan pemilik maupun konsumen sendiri khususnya pada UKM laundry. Pentingnya pemahaman dan penerapan orientasi pasar untuk mengenal dan mengetahui perubahan pasar, pesaing dan pelanggan untuk menciptakan keunggulan bersaing, yang pada akhirnya keberhasilan dalam pelaksanaannya yaitu kinerja yang baik pada setiap UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan. Pelaksanaan orientasi pasar pada dasarnya

target yang dicapai ialah keunggulan bersaing dan kinerja. Alasanya adalah bagaimana menciptakan keunggulan bersaing untuk mencapai kinerja yang baik pada perusahaan.

(11)

7

Hasil penelitian Rosnawintang et al. (2012) menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara orietasi pasar terhadap keunggulan bersaing. Djodjobo dan Tawas (2014) menyatakan bahwa keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Agha et al. (2012) menyatakan keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan. Wachyuni (2014) menyatakan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran. Usvita (2014) menyatakan orientasi pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan UKM.

Beberapa peneliti menemukan bahwa pengaruh orientasi pasar dan keunggulan bersaing di kembangkan bersama – sama. Basuki dan Widyanti (2014) membuktikan bahwa keunggulan bersaing mampu memediasi secara positif dan signifikan antara orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran dimana keunggulan bersaing sebagai variabel intervening. Ustiva (2014) menyebutkan adanya keunggulan bersaing memediasi pengaruh antara orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran. Penelitian lain yaitu dari Setyawati (2013) menyatakan bahwa orientasi pasar tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dan keunggulan bersaing juga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM.

Berdasarkan latar belakang permasalahan serta acuan studi – studi terdahulu, maka penelitian ini menjadi menarik dan perlu dibuktikan kebenarannya. Penelitian ini dimaksud berkaitan dengan peran keunggulan bersaing dalam memediasi pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran pada UKM Laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

(12)

8 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1) Bagaimanakah pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan?

2) Bagaimanakah pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan?

3) Bagaimanakah pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di kecamatan Kuta Selatan?

4) Bagaimanakah peran keunggulan bersaing dalam memediasi pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan dengan rumusan masalah diatas maka peneliti menetapkan tujuan dari penelitian ini, yaitu :

1) Untuk menjelaskan pengaruh orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

2) Untuk menjelaskan pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

3) Untuk menjelaskan pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

(13)

9

4) Untuk menjelaskan peran keunggulan bersaing dalam memediasi pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran pada UKM laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

1) Bagi Khasanah Ilmu Pengetahuan

Penelitian ini di harapkan dapat di gunakan untuk memperkaya bidang ilmu manajemen pemasaran secara empirik, khususnya mengenai Peran keunggulan bersaing dalam memediasi orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran.

2) Bagi Mahasiswa

Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh dari proses perkuliahan serta memperoleh tambahan pengetahuan dan informasi dari penelitian

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan masukan berkaitan dengan implementasi orientasi pasar untuk menciptakan keunggulan bersaing dan suatu perusahaan diharapkan dapat mencapai kinerja pemasaran yang baik dalam menerapkan strategi tersebut. Maka dari itu diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para wirausaha yang bergerak dalam bidang usaha jasa laundry di Kecamatan Kuta Selatan.

(14)

10 1.5 Sistematika Penelitian

Skripsi ini terdiri dari 5 bab yang saling berhubungan antara bab yang satu dengan yang lain dan disusun secara terperinci serta sistematis. Gambaran umum mengenai isi dari masing-masing bab adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab ini memuat latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika dalam penulisan skripsi.

Bab II Kajian Pustaka Dan Rumusan Hipotesis

Bab ini mengkaji landasan teori, konsep-konsep yang digunakan dan hasil penelitian sebelumnya yang diperlukan dalam menjawab masalah penelitian yang akan dibahas dalam skripsi.

Bab III Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan mengenai desain penelitian, lokasi dan obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan data dan teknik analisis data.

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

Pada bab ini diuraikan mengenai gambaran umum, deskripsi statistik data penelitian dan pembahasan hasil penelitian.

(15)

11 Bab V Simpulan Dan Saran

Bab ini menguraikan simpulan dari keseluruhan hasil penelitian dan disertakan pula saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Referensi

Dokumen terkait

penerangan, larangan dan petunjuk yang diperinci lebih lanjut dalam lampiran matriks rencana kegiatan. Suatu rencana usaha dikategorikan layak dari aspek pengelolaan

Dalam minyak atsiri terdapat sineol dan kamfer yang tidak teridentifikasi dalam fraksi kristal, sedangkan zerumbona, β-selinena, α-humulena, dan kariofilena oksida (yang

Hipotesis terbagi menjadi dua jenis yaitu hipotesis nol Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y, dan hipotesis alternatif Ha yang menunjukkan

Untuk itu perlu dirancang suatu disain pembelajaran kepada siswa sekolah dasar dan menengah yang bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya konservasi

Adapun besar pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa SMP Al-Hidayah Medan T.P

Penetapan harga (SPP, biaya pembangunan, biaya laboratorium), adalah elemen harga jasa pendidikan, pemberian beasiswa, prosedur pembayaran dan syarat cicilan. 3) Lokasi

5) Produk utama yang dihasilkan adalah hidrogen peroksida dan produk samping adalah aseton, dimana kedua produk tersebut dapat dijual untuk digunakan dalam berbagai sektor

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variable-variable dari dampak negatif tayangan comedian, melakukan kajian aspek kognisi remaja, dengan adanya acara OVJ, melakukan