UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR SERVIS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN MEDIA
PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD N PEKAUMAN 8 KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL
TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012
NAMA : SISWADI NIM : X4711155
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA JULI 2012
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertandatangan di bawahini, Nama
NIM
Jurusan / Program Studi
: Siswadi : X471115
: PendidikanOlahragadanKesehatan / Pendidikan Jasmani, KesehatandanRekreasi
menyatakanbahwaskripsisayaberjudul“UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR SERVIS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD N PEKAUMAN 8 KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGALTAHUN PELAJARAN 2011 / 2012
inibenar-benarmerupakanhasilkaryasayasendiri. Selainitu, sumberinformasi yang
dikutipdaripenulis lain
telahdisebutkandalamteksdandicantumkandalamdaftarpustaka.
Apabilapadakemudianhariterbuktiataudapatdibuktikanskripsiinihasiljiplakan, sayabersediamenerimasangsiatasperbuatansaya.
Surakarta, Juli 2012 Yang membuatpernyataan,
Siswadi
ii
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR SERVIS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN MEDIA
PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD N PEKAUMAN 8 KECAMATAN TEGAL BARAT
KOTA TEGAL
Disusun oleh : SISWADI NIM. X4711155
Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar SarjanaPendidikanJurusan Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA JULI 2012
PERSETUJUAN
Sekripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapkan Tim Penguji Skripsi Fakultas Kguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing
SURAKARTA,……….2012
KETUA PENGUJI DOSENPEMBIMBING
WALUYO, S.Pd, M.Or. HENDRIGJOKO P.S.Pd.MOr NIP. 197206171998021001 NIP. 19800805 200801 1 001
iv PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk
memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan
Pada hari :Senin Tangga l : 30 Juli 2012
Tim penguji Skripsi :
Nama Terang Tanda Tangan
Ketua :DrsSaptaKuntaPurnama, M.Pd. --- . Sekretaris :IslahuzzamanNuryadin, S.Pd. M.Or ---
Anggota I :Waluyo, S.Pd. M.Or --- Anggota II :HendrigJokoP,S.Pd. M.Or ---
Disahkan oleh:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Dekan,
Prof.Dr.H.M.Furqon Hidayatullah,M.Pd NIP. 19600727 198702 1 001
v ABSTRAK
Siswadi. UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR SERVIS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD N PEKAUMAN 8 KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012.”FakultasKeguruandanIlmuPendidikanUniversitasSebelasMaret Surakarta.
Tujuanpenelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmengetahuiapakahmelal uimodifikasialatdapatmeningkatkanhasilbelajarsiswadalammengikutipembelajaranpe ndidikanjasmanidenganmateriservisbawah bola volipadasiswakelasIV SD NegeriPekauman 8kecamatanTegalBarat Kota TegalTahunPelajaran 2011/2012.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ). Bentuk aktifitas dalam penelitian adalah berupa usaha peningkatan hasil belajar siswa. Subyek penelitian siswa kelas IVSD Negeri Pekauman 8 kecamatan Tegal Barat Kota Tegal Tahun Pelajaran 2011/2012berjumlah 31 siswa, putra 21 siswa dan putri 10 siswa. Teknik pengumpulan data adalah melalui pengamatan pembelajaran sedang berlangsung dan observasi dari proses kegiatan pembelajaran. Prosedur penelitian ini meliputi planning, acting, observasi dan reflecting.
Hasilpenelitianinidapatdiperolehkesimpulanbahwamelaluimodifikasialatdapatmenin
gkatkanhasilbelajarpembelajaranpassing atas bola volipadasiswakelasIV SD
NegeriPekauman 8kecamatanBarat Selatan Kota TegalTahunPelajaran 2011/2012.Hal inidiperolehdarihasilpengamatanpelaksanaandarikondisiawal, siklus I dansiklus II ternyataadapeningkatanhasilbelajar. Dari keadaanawal, siklus I dansiklus II diperoleh data jumlahsiswanilaituntas, aspekminatdanprosentaseadapundatanyasebagaiberikut :
Dari hasil analisa yang diperoleh terdapat peningkatan pada hasil servis bawah baik peningkatan bola voli juga peningkatan nilai rata-rata siswa dari kondisi awal siklus I ke siklus II ada peningkatan 58,05% meningkat menjadi 80,77% sehingga ada kenaikan 22,72%.
vi MOTTO
Ø Karena sesungguhnya sesudah ada kesulitan itu pasti akan ada kemudahan (Q.S.
Al-Insyirah: 5).
Ø Hari ini adalah hidupku, hari kemarin pelajaran bagiku dan hari esok harapan yang lebih baik.
Ø Belajarlahlebihgiatuntukmenyongsongharidepan yang lebihbaik.
vii
PERSEMBAHAN
Teriringsyukurpada-Mu, kupersembahkankaryainiuntuk :
Ø “Kedua Orang Tuaku”
Engkau yang telahmembimbingdanmendidikaku, memberikankasihsayangdengantulus
Ø “Keluargabesar SDN Pekauman 8“
Terimakasihkarenatelahmembantudanmenyediakansegalasesuatunyadalampeneliti an
Ø “Istridanketigaanak-anakku”
Terimakasihtelahmemberikanmotivasidansopport agar tidakpatahsemangat
Ø “FKIP UniversitasSebelasMaret Surakarta”
Tempatkutimbailmubidangolahragadankesehatan yang berkarakterkuatcerdasdanberkualitastinggi.TerimaKasih.
viii Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, taufik dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul : “Upaya peningkatan ketrampilan dasar servis bawah dalam permainan bola voli melalui pendekatan media pembelajaran pada siswa kelas IV SD N Pekauman 8 Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal tahun pelajaran 2011 /2012”.
Penulis menyadari bahwa penyusunan PenelitianTindakanKelas ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof Dr.
M.FurqonHidayatullahM.PdselakudekanFakultaskeguruandanilmupendidikanUni versiatasSebelasMaret Surakarta
2. DrsMulyono, MM.,
KetuaJurusanPendidikanOlahragadanKesehatanFakultasKeguruandanIlmuPendid ikanUniversitasSebelasMaret Surakarta
3. WaluyoS.PdM.or yang telahpembimbing
IsertamemberipengarahandalampenyususnanPTK .
4. HendrigJokoS.PdM.Oryang telahpembimbing
IIsertamemberipengarahandalampenyususnan PTK
5. BapakdanIbuDosen FKIP JPOK Surakarta yang
secaratulusmemberikanilmudanmasukankepadapenulis
6. Ibu Fatimah S.Pdselakukepala SD N Pekauman 8 Kecamatantegal Barat yang telahmemberikanizinuntukmengadakanpenelitian di sekolah yang dipimpin 7. BapakSyaifullahS.Pdsd guru SD N Pekauman 8 kecamatanTegal Barat Kota
Tegalsebagai Guru pamong
8. BapakHariS.Pd guru SD N PekaumanKecamatanTegal Barat Kota Tegal yang telahmenjadikolabolator.
9. Siswakelas IV SD N Peklauman 8 KecamatanTegal Barat Kota Tegal yang telahmenjadi sample penelitian.
10. Semuapihak yang telahmembantuterlaksananyapenelitiandalammenyusunlaporan yang tidakdapatdisebutkansatupersatu,akanmendapatimbalanpahala yang berlipatgandadari Allah SWT.
Akhirnyapenelitimohonmaafdanterimakasihataskerjasamanya yang
baiksemoga PTK
inidapatmemberikanmanfaatdanmenambahwawasankepadaparapembaca.
Surakarta, Juli 2012 Penulis
ix
DAFTAR ISI
Halaman judul ………...………....i
Pernyataan ...ii
Pengajuan ...iii
Persetujuan……….………...…..iv
Pengesahan ………..………..v
Abstrak ………...vi
Motto ……….……….……. viii
Persembahan……….………..……..….... ix
KataPengantar………..………....x
Daftarisi……….……….………..xi
DaftarGambar……….………. xii
DaftarTabel………..………xiii
DaftarLampiran………..………. xiv
Bab 1 Pendahuluan A. latarbelakang ………...1
B. Rumusanmasalah………...………...3
C. Tujuanpenelitian…………...………....3
D. Manfaatpenelitian…………...………...3
Bab 2 KajianTeori A. Tinjauanpustaka………...………...4
B. Kerangkaberfikir……….………...…….…...……… 13
C. Hipotesa………..………...……… 14
Bab 3 MetodePenelitian A. Metode………...……….. …...…...………. 15
B. Tempatdanwaktu…………...………...….………….. 15
C. Subjekpenelitian………...……...………… 15
D. Sumber data ………...…...……. 16
E. Teknikpengolahan data………...……...………... 16
F. Analisa data………...…...…...………… 17
G. Prosedurpenelitian………...……...……. 17
Bab 4 Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Survei Awal...……... 21
B. Deskrepsi Hasil Penelitian...……... 2
C. Deskripsi Data ...……...34
D. Pembahasan ...…... 35
Bab 5 Simpulan, Implikasi, dan Saran A. Simpulan...……... 42
B. Implikasi...……...43
C. Saran...…...…44
Daftarpustaka…………...46
Lampiran- lampiran………..………..………… 47
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1 Kerangkapemikiranpenelitian 18
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1 Hasilkeaktifansiswasaatkegiatanbelajarberlangsungsiklus 1……… 25 2 Siswa yang melakukanservisbawahsiklus 1……… 26 3 Hasilkeaktifansiswasaatkegiatanbelajarberlangsungsiklus 2……. 32 4 Siswa yang melakukanservisbawahsiklus 2………………..…… 33 5 Data hasiltesketrampilanservisbawah……….….… 34 6 Data hasiltesketrampilanservisbawah…………………..… 35 7 Hasilpeningkatankualitaspembelajaranantarsiklus………..……...… 35 8 Data hasilpenelitiandarisiklus I sampaisiklus II……… 36
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1 Rencanapelaksanaanpembelajaransiklus I ………. 48
2 Rencanapelaksanaanpembelajaransiklus I……….. 65
3 Pembahasan RPP siklus I ………. 82
4 Implementasi RPP Siklus I ……….. 84
5 Instrumenpenilaianpraktikpembelajaransiklus I ……….…………. 86
6 LembarObservasiaktivitasbelajarSiswasikllus I ………. 89
7 LembarObservasikegitanbelajarsiswasiklus I ………. 91
8 Pembahasan RPP siklus II ………... 92
9 Implementasi RPP Siklus I ……….….. 94
10 Instrumenpenilaianpraktikpembelajaransiklus I ……….……. 96
11 LembarObservasiaktivitasbelajaeSiswasikllus I ………….……… 99
12 Lembarobservasikegiatanbelajarsiswa ………..…... 101
13 Lembarpenilaiansiklus I ……….……… 102
14 Lembarpenilaiansiklus II ……….……….. 107
15 Hasilrefleksipembelajaran ……….………. 114
16 Fotokegiatanpembelajaran ……….……… 116
xiv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Olahraga mempunyai arti yang penting dalam usaha meningkatkan sumber daya manusia,baik aspek fisik maupun aspek rohani.dalam kebiasaan manusia yang tidak dapat dipisahkan ada moto dari yunani memorendem is it mensana or corporesano kita memohon kepada tuhan yang maha esa agar di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Olahraga yang digemari masyarakat dan anak-anak banyak sekali sebenarnya diantaranya permainan bola Voli olahraga ini melibatakan 6 orang untuk setiap tim dalam suatu pertandingan harus melawan satu tim dengan lainya
Olahraga ini sangat digemari baik anak putra maupun putri terutama anak kelas IVoleh Karena itu jumlah pemain 6 orang perlu yang namanya kerjasama (teamwork) yang sangat dibutuhkan dalam bermaintehnik taktik kerjasama yang baik.
Olahraga bola Voli tidak memerlukan lapangan yang luas seperti permainan sepak bola hanya lapanagan berukuran 9 x 18m dan dibatasi net/jarring
Permainan bola Voli juga dilakukan oleh orang dewasa remaja atau anak- anak baik wanita maupun laki- laki.
Seorang pemain bola Voli harus mempunyai kelincahan dan kecepatan /power dan speed serta ketahanan/endurance dan talenta yang bagus karena merupakan kendala atau tantangan.
Umumnya pemain bola Voli mengenai tinggi badan pada waktu melakukan smash merupakan handicap tersendiri atau kendala.
Cabang olahraga bola Voli menarik untuk dikaji atau diiuraikan sesuai dengan perkembangan olahraga di Indonesia kerana msyarakat luas banyak digemari
Olahraga bola voli mempunyai pedoman Tiga M Yaitu : 1. Mudah dipelajari asal tekun dan aktif
2. Murah biaya tidak begitu banyak hanya bola net dan tiang pancang
2 3. Meriah banyak penggemarnya
Langkah yang harus ditempuh serta tanggung jawab dari guru penjas dan teman sejawat yang ikut berperan aktif dalam kegitan olahraga bola voli tersebut.
Unsur – unsur yang penting serta mendukung dalam upaya meningkatkan kegiatan belajar mengajar bola voli pada anak didik misalnya guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas serta prasarana dan prasarana untuk mencapai tujuan.
Kegiatan belajar mengajar bola voli merupakan salah satu wadah yang bergerak dalam kegiatan olahraga yang bertujuan untuk mencapai prestasi belajar pada anak didik. Kelangsungan dan kelancaran dari kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari pendanaan dengan adanya dana yang memadai maka kegiatan akan berjalan dengan baik dan oprestasi belajar meningkat.
Kelancaran dan kualitas belajar harus didukung prasarana dan sarana yang baik. Prasarana dan sarana yang berkualitas merupakan tuntutan yang harus dipenuhi guna menunjang kegiatan belajar mengajar.
Prestasi maksimal merupakan impian setiap anak didik dari berbagai macam kegiatan olahraga. Kegiatan dan keberhasilan prestasi tidak lepas dari dukungan berbagi pihak, guru yang berkualitas menuinjang peranan penting terhadap peningkatan prsetasi pada anak didiknya.
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas dapat di simpulkan pemikiran adanya berbagai masalah yang kita dapat rumuskan
1. Olahraga bola Voli perlu penanganan yang lebih baik.
2. Bagaimana meningkatkan prestasi serta penguasaan dasar – dasar permainan bola Voli.
3. Metode belajar terhadap motivasi permainan bola voli untuk kelas IV.
4. Program latihan untuk meningkatkan kualitas belajar bermain bola Voli.
5. Bagaimana meningkatkan servis bawah dalam penguasaan permainan.
6. Bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa tentang servis bawah.
Dari masalah yang dapat diidentifikasi perlu adanya pembatasan masalah maka permasalahan dalam penelitian dibatasi sebagai berikut.
a. Prasarana dan sarana di sekolah
b. Kegiatan belajar mengajar terprogram serta dilakasanakan dengan baik c. Prestasi anak dapat ditingkatkan kulaitas belajar bermain bola voly d. Kegiatan belajar servis bawah dapat ditingkatkan
B. Rumusan Masalah
Dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah ada maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana pendekatan media pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan dasar servis bawah ?
2. Upaya peningkatan servis bawah melalui modifikasi bola plastik ?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang diatas penelitian bertujuan untuk :
1. Mengetahui peningkatan keterampilan dasar servis bawah melalui pendekatan media pembelajaran.
2. Mengetahui sejauh mana penggunaan alat media bola plastik pada servis bawah.
D. Manfaat Penelitian
1. Meningkatakan belajar keterampilan dasar servis bawah bola voli 2. Memberikan tentang model pembelajaran Penjas pada anak didik 3. Mengembangakan program latihan permaianan bola Voli
4. Meningkatkan minat belajar servis bawah bola voli
4 BAB II
KAJIAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka 1. Ketrampilan
Pengertian ketrampilan
Menurut Gordon (1994: 55) pengertian ketrampilan adalah kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat.Pengertian ini cenderung pada aktivitas psikomotor.Sedangkan Nadler (1986: 73) mengemukakan, “Ketrampilan (skill) adalah kegiatan yang memerlukan praktek atau dapat diartikan sebagai implikasi dari aktivitas. Menurut Dunnette (1976:
33) pengertian ketrampilan adalah kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas yang merupakan pengembangan dari hasil training dan pengalaman yang didapat
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa ketrampilan adalah kemempuan untuk melaksanakan beberapa tugas atau pekerjaan secara mudah dan cermat yang merupakan pengembangan dari hasil training dan pengalaman.
2. Permainan Bola Voli
a. Pengertian Permainan Bola Voli
Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup banyak penggemarnya dan dari tahun ketahun mengalami perkembangan yang pesat. Permainan bola voli dimainkan oleh dua regu yang saling berhadapan dan masing-masing regu terdiri dari enam orang pemain, perkembangannya diterapkan untuk anak usia sekolah dasar dengan modifikasi pemain 4 orang dengan nama permainan bola voli mini, ukuran lapangan pun diperkecil, menggunakan lapangan terluar bulutangkis. Permainan bola voli dilakukan dengan cara bola dipantulkan sebanyak-banyaknya 3 kali. Seperti dijelaskan
dalam peraturan permainan bola voli edisi (2001-2004: 7) bahwa, “Tujuan dari permainan bola voli adalah melewatkan bola diatas net agar jatuh menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang sama dari lawan.
Setiap tim dapat memainkan tiga pantulan untuk mengembalikan bola (diluar perkenaan blok)”. Sedangkan A.Sarumpaet, ZulfarDjazet, dan Imam Sadikun (1992:86) berpendapat, “Prinsip bermain bola voli adalah memainkan bola dengan memvoli (memukul dengan tangan) dan berusaha menjatuhkannya dalam permainan lapangan lawan dengan menyebrangkan bola lewat atas net atau jarring, dan mempertahankannya agar bola tidak jatuh di lapangan sendiri”.
Permainan bola voli harus dilakukan dengan dipantulkan.Syarat pantulan bola harus sempurna tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Dari masing- masing tim dapat memantulkan bola sebanyak-banyaknya tiga kali dan setelah itu bola harus disebrangkan melewati net ke daerah permainan lawan.
Untuk memantulkan bola dapat menggunakan seluruh tubuh.Seperti dikemukakan Amung Ma’mun dan Toto Subroto (2001:37) bahwa, “Semula bagian tubuh yang sah untuk memainkan bola batasannya dari lutut ke atas.Sekarang seluruh bagian tubuh diperkenankan untuk memainkan bola”.
Untuk mencapai ketrampilan bermain bola voli harus menguasai teknik dasar bola voli
b. Macam –macam Teknik Dasar Bermain Bola Voli
Syarat utama agar dapat bermain bola voli adlah menguasai teknik dasar bermain bola voli. Hal ini sesuai pendapat A. Sarumpaet dkk, (1992:86) bahwa,
“Agar permainan bola voli berjalan atau berlangsung dengan baik, lancer dan teratur, maka para pemain dituntut harus menguasai unsure-unsur dasar permainan, yaitu teknik dasar bermain bola voli”.
Teknik dasar bola voli pada dasarnya merupakan suatu upaya seorang pemain untuk memainkan bola berdasarkan peraturan dalam permainan bola voli. Berkaitan dengan teknik dasar bola voli Aip Syariffudin dan Muhadi (1991/1992 : 87) menyatakan ,“ Teknik dasar permainan bola voli merupakan
6 permainan untuk melakukan bentuk-bentuk gerakan yang berhubungan dengan permainan bola voli”. Menurut M. Yunus (1992: 68) bahwa, “ Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai hasil yang optimal”. Sedangkan Dieter Beutelstahl (2003: 9) berpendapat, “ teknik merupakan prosedur yang telah dikembangkan berdasarkan praktek, dan bertujuan mencari penyelesaian suatu problem gerakan tertentu dengan cara yang paling ekonomis dan berguna”.
Berdasarkan pengertian teknik dasar permainan bola voli diatas dapat disimpulkan bahwa , teknik dasar bola voli merupakan suatu gerakan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam permainnan bola voli. Teknik dalam permainan bola voli merupakan aktivitas jasmani yang menyangkut cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Adapun macam-macam teknik dasar bola voli menurut A. Sarumpaet dkk (1992:87) yaitu : “(1) passing atas, (2) passing bawah, (3) Set Up, (4) Macam-macam servis, (5) macam-macam Smash(Spike), (6) bermacam-macam block (bendungan)”. Teknik dasar bermain bola voli pada prinsipnya terdiri dua macam yaitu, teknik tanpa bola dan teknik dengan bola.
Teknik tanpa bola berupa gerakan –gerakan khusus yang mendukung teknik dengan bola, sedangkan teknik dengan bola adalah cara memainkan bola dengan anggota tubuh secara afaktif dan efisien sesuai dengan peraturan yang berlaku. Teknik tanpa bola dan teknik dengan bola merupakan dua komponen yang tidak dapt dipisahkan dalam bermain bola voli. Keterkaitan antara teknik tanpa bola dan teknik bola didasarkan kebutuhan dalam permainan.
3. Pembelajaran
a. Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran dewasa ini mengalami perubahan dan perkembangan.
Pembelajaran tidak hanya guru menyampaikan ilmu pengetahuan atau ketrampilan kepada siswa, tetapi pembelajran sekarang ini merupakan suatu proses agar siswa belajar sesuai dengan kemampuannya. Berkaitan dengan pembelajaran M. Sobry Sutikno (2009: 32) menyatakan, “Pembelajran adalah segala upaya yang dilakukan guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa”.
Menurut Walter Dick dan Lou Caey (2005: 205) yang dikutip Benny A. Pribadi (2009: 11) bahwa, “Pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau beberapa media”.
Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 yang dikutip Syaiful Sagala (2005:
62) bahwa, “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada sustu lingkungan belajar”. Lebih lanjut M Sobry Sutikno (2009: 33-34) menyatakan :
1) Peran Guru telah berubah dari:
1. Sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, ahli materi dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator dan mitra belajar
2. Dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan alternative dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran.
2) Peran siswa dalam Pembelajaran telah mengalami perubahan, yaitu:
1. Dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran
2. Dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagi pengetahuan
8 3. Dari pembelajaran sebagai aktivitas individual menjadi pembelajaran
kolaboratif dengan siswa lain.
Berdasarkan pengertian pembelajaran dan karakteristik pembelajaran dapat disimpulkan, pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu peserta didik mempelajari suatu kemampuan yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan , pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks kegiatan pembelajaran
b. Komponen-komponen pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks. Di dalam kegiatan pembelajran terdapat berbagai macam komponen yang saling berkaitan antara komponen satu dengan komponen lainnya. Muhammad Ali ( 2004: 4) menyatakan, “Komponen - komponen dalam kegiatan pembelajaran dikelompokkan kedalam tiga kategori yaitu (1) Guru, (2) isi atau materi pelajaran, (3) siswa”. Nana Sudjana (2005: 30) menggambarkan skematis komponen-komponen pembelajaran sebagai berikut: berdasarkan skema tersebut menunjukkan bahwa, komponen pembelajaran terdiri dari: tujuan pembelajaran, bahan atau materi pembelajaran, metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dan penilaian untuk mengetahui sejauh mana materi dapat di serap oleh siswa. M. Sobry Sutikno (2009: 30-40) bahwa, “komponen pembelajaran meliputi beberapa aspek yaitu: “(1) Tujuan Pembelajaran, (2) materi pembelajaran, (3) kegiatan pembelajaran, (4) Metode, (5) Media, (6) Sumber belajar, (7) evaluasi.
Berdasarkan pendapat yang dikemukaan ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan, komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam kegiatan pembelajaran pada dasarnya mencakup tujuh komponen utama. Ketujuh komponen dalam kegiatan pembelajaran yaitu: siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media dan evaluasi.
4. Metode Pembelajaran
a. Pengertian Metode Pembelajaran
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas.Hal tersebut bisa tercapai apabila siswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik.Hasil belajar seseoarang ditentukan oleh berbagai factor yang mempengaruhinya.Salah satu factor yang dapat mempengaruhi hasil belajar seseorang yaitu, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan metode-metode yang tepat, yang member kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pelajaran, sehingga menghasilkan belajar yang baik.
Metode pembelajaran merupakan salah satu factor penting dalm kegiatan pembelajaran. Berkaitan dengan metode pembelajran Nana Sudjana (2005: 76) bahwa: “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”.
Sedangkan M. Sobry Sutikno (2009: 88) menyatakan, “ metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya mencapai tujuan”.
Berdasarkan pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan dua ahli tersebut dapat disimpulkan , metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.
b. Macam-macam Metode Pembelajaran
Mengajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sesorang yang memiliki pengetahuan atau ketrampilan yang lebih daripada yang diajar, untuk memberikan suatu pengertian, kecakapan, atau ketangkasan. Seperti dikemukakan Slameto (1995: 97) bahwa, “ Kegiatan mengajar meliputi penyampaian pengetahuan, menularkan sikap, kecakapan atau ketrampilan yang diatur sesuai dengan lingkungan dan menghubungkannya dengan subyek yang
10 sedang belajar”. Untuk menyajikan seperangkat kegiatan pembelajaran dibutuhkan cara yang baik dan tepat. Dalam penyajian materi pelajaran dapat digunakan dengan metode pembelajran yang tepat. Nana Sudjana (2005:76) menyatakan, “ Ketepatan penggunaan metode pembelajaran tersebut sangat bergantung pada tujuan, isi proses dan kegiatan belajar mengajar”.
Metode pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu alat untuk menciptakan proses belajar mengajar. Dalam menerapkan metode pembelajaran harus memperhatikan tujuan yang hendak dicapai, isi dari materi pelajaran dan kegiatan yang akan diberikan kepada siswa dalam pembelajaran tersebut.
Pemberian atau penerapan metode pembelajaran yang tepat, maka dapat menumbuhkan berbagai kegiatan belajar siswa yang berhubungan dengan kegiatan mengajar guru. Oleh karena itu, seorang guru harus memahami dan menguasai berbagai macam metode pembelajaran, agar dalam pelaksanaan pembelajaran diperoleh hasil yang maksimal.
Nana Sudjana (2005: 77-89) mengkalsifikasikan jenis-jenis metode pembeljaran terdiri 14 macam yaitu: “Metode ceramah, metode Tanya jawab, metode dikusi, metode tugas belajar dan resitasi, metode kerja kelompok, metode demonstrasi dan eksperimen, metode sosio drama (role playing), metode problem solving, metode system regu (team teching), metode karya wisata (field trip), metode resource person (manusia sumber), metode survai masyarakat dan metode simulasi”. Dari keempat belas metode pembelajaran tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran menurut kebutuhan dan tujuan yang hendak dicapai. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, maka seorang guru harus cermat dan tepat dalam menerapkan metode pembelajaran
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Metode Pembelajaran Penerapan metode pembelajaran yang baik dan tepat sangat penting dalam kegiatan pembelajaran agar diperoleh hasil belajar yang optimal. Namun demikian setiap metode pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga guru dalam menerapkan metode pembelajaran harus diperhatikan
tujuan pemebelajaran yang hendak dicapai.M.Sobry Sutikno (2009: 90) menyatakan, “Pada prinsipnya tidak satupun metode pembelajaran yang dapat dipandang sempurna dan cocok dengan semua pokok bahasan yang ada dalam setiap bidang studi. Karena setiap metode pembelajaran pasti memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Karena itu, guru tidak boleh sembarangan memilih serta menggunakan metode pembelajaran.
Pendapat tersebut menunjukkan, setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan..oleh karena itu dalam memilih danmenerapkan metode pembelajaran harus diperhatikan beberapa factor. Lebih lanjut M.Sobry Sutikno (2009: 91) menyatakan beberapa factor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran antara lain:
a. Tujuan yang hendak dicapai
Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan menjadi pedoman arah sekaligus sebagai suasana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Kepastian proses pembelajaran berpangkal tolak dari jelas tidaknya perumusan tujuan pembelajaran. Semakin jelas dan operasional tujuan yang akan dicapai, maka semakin mudah menentukan metode mencapainya, dan sebaliknya.
b. Materi pelajaran
Materi pelajran ialah sejumlah materi yang hendak disampaikan oleh guru untuk bisa dipelajari dan dikuasai oleh siswa
c. Siswa
Siswa sebagai subjek belajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik minat, bakat, kebiasaan, motivasi, situasi social, lingkungan keluarga dan harapan terhadap masa depannya.Perbedaan anak dari aspek psikologis seperti sifat pendiam, super aktif, tertutup, terbuka, periang, pemurung bahkan ada yang menunjukkan perilaku-perilaku yang sulit untuk dikenal. Semua perbedaan tadi akan berpengaruh terhadap penentuan metode pembelajaran. Perbedaan-perbedaan inilah yang wajib dikelola, diorganisir guru, untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal.
12 Apabila guru tidak memiliki kecermatan dan ketrampilan dalam mengelola perbedaan-perbedaan potensi siswa, maka proses pembelajaran sulit mencapai tujuan. Guru harus menyadari bahwa perbedaan potensi bawaan siswa merupakan kekuatan maha hebat untuk mengorganisasi pembelajaran yang ideal. Keragaman merupakan keserasian yang harmonis dan dinamis.
d. Situasi
Situasi kegiatan belajar merupakan setting lingkungan pembelajaran yang dinamis. Guru harus teliti dalam melihat situasi. Pada waktu-waktu tertentu guru perlu melakukan proses pembelajaran diluar kelas atau alam terbuka.
e. Fasilitas
Fasilitas dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran. Oleh karena itu ketiadaan fasilitas akan sangat mengganggu pemilihan metode yang tepat, seperti tidak adanya laboratorium untuk praktek, jelas kurang mendukung penggunaan metode demonstrasi atau eksperimen.
f. Guru
Setiap guru memiliki kepribadian, performance, style, kebiasaan, dan pengalaman membelajarkan berbeda-beda.Kompetensi pembelajran biasanya dipengaruhi pula oleh latar belakang pendidikan.Guru yang berlatar belakang pendidikan keguruan biasanya lebih terampil dalam memilih metode yang tepat dalam menerapkannya.Sedangkan guru yang latar belakang pendiudikannya kurang relevan, sekalipun tepat dalam menentukan metode pembelajaran, namun seringkali mengalami hambatan dalam penerapannya. Jadi, untuk menjadi seorang guru pada intinya harus memiliki jiwa professional agar dalam menyampaiakan materi pelajaran bisa berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan..
Pendapat tersebut menunjukkan, dalam pemilihan dan penerapan metode pembelajaran ada enam aspek yang harus diperhatikan yaitu, tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, siswa, situasi, fasilitas, dan guru.Agar metode pembelajaran yang diterapkan memperoleh hasil yang optimal, maka aspek-aspek tersebut harus diperhatikan.
5. Metode Bagian
Metode bagian merupakan bentuk latihan ketrampilan yang dilakukan secara bagian perbagian dari ketrampilan yang dipelajari.Bentuk ketrampilan yang dipelajari dipilah-pilah ke dalam bentuk gerakan yang lebih mudah dan sederhana. Berkaitan dengan metode bagian Sugiyanto (1996: 67) menyatakan, “Metode bagian merupakan cara pendekatan dimana mula-mula siswa diarahkan untuk mempraktekkan sebagian demi sebagian dari keseluruhan gerakan, dan setelah bagian-bagian gerakan dikuasai baru mempraktekkannya secara keseluruhan”. Menurut Andi Suhendro (1999: 3-56) bahwa, “Metode bagian adlah salah satu cara pengorganisasian bahan pelajaran dengan menitik beratkan pada penyajian elemen-elemen dari bahan pelajaran”.
Berdasarkan dua pendapat tersebut dapat disimpulkan, metode bagian merupakan cara mengajar suatu ketrampilan olahraga yang dalam pelaksanaannya dilakukan bagian perbagian, dan setelah bagian-bagian ketrampilan yang dipelajari dikuasai kemudian dilakukan atau dirangkai secara keseluruhan. Metode bagian pada umumnya diterapkan untuk mempelajari jenis ketrampilan yang cukup sulit atau kompleks.Metode bagian diterapkan terutama untuk siswa pemula dan belum mengetahui ketrampilan yang dipelajari.
B. Kerangka Berfikir
Berdasarkan kajian pustaka yang telah dikemukakan di atas dapat diuraikan kerangka pemikiran sebagai berikut:
Metode bagian merupakan bentuk pembelajaran ketrampilan yang pelaksanaannya dilakukan bagian perbagian dari teknik yang dipelajari. Metode bagian diterapkan untuk siswa pemula dan belum mengetahui ketrampilan yang dipelajari, ini sangat cocok di terapkan pada siswa Sekolah Dasar. Bagian-bagian teknik dipelajari secara terpisah pisah, setelah dikuasai, selanjutnya dirangkai secara keseluruhan. Metode bagian memiliki kelebihan : bagian bagian teknik gerakan dapat dikuasai dengan baik dan benar, dapat terhindar dari kesalahan teknik.
14 C. Hipotesa
Dari uraian diatas hipotesis penelitiannya adalah melalui metode bagian siswa dapat melakaukan ketrampilan bermain bola voli dengan baik dan benar.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiasn ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan penelitian ini pembelajaran permainan bola voli melalui metode pembelajaran bagian dapat meningkatkan ketrampilan bermain bola voli, melalui tindakan ini sengaja dilakukan guna mencapai tujuan pembelajaran dslam bentuk siklus kegiatan. Dengan demikian perkembangan dalam setiap kegiatan dapat terpantau.
B. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Pekauman 8 Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada semester genap 2012
C. Subyek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Pekauman 8 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan mengambil objek penelitian yaitu ketrampilan bermain bola voli yang akan dilakukan suatu tindakan kelas dengan metode pembelajaran bagian sebagai upaya untuk meningkatkannya. Dengan demikian subjek penelitian dalam penelitian ini adalah merupakan populasi dan sekaligus menjadi sampel penelitian.
16 D. Sumber Data
Tujuan yang mendasar dalam PTK adalah perbaikan dalam kualitas pembelajaran di kelas, dengan demikian sumber data PTK yang akurat berasal dari kelas subjek penelitian (Rachmadi Widdiharto dan Yudom Rudianto, 2010: 42).
Dengan demikian sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer penelitian adalah data yang langsung berasal dari subjek penelitian, yaitu proses pembelajaran, hasil tes siswa, daftar kelas, dan daftar nilai, serta dokumen-dokumen hasil belajar siswa.
2. Data Sekunder
Data sekunder penelitian ini adalah data pendukung penelitian dan tidak secara langsung berasal dari subjek penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah berupa hasil wawancara dari guru-guru, Kepala SD Negeri Pekauman 8 Kota Tegal, dan dokumen-dokumen administrasi umum SD Negeri Pekauman 8 Kota Tegal.
E. Teknik Pengolahan Data
Dalam pengolahan data peneliti memerlukan sebuah instrument untuk mengukur keakuratan data yang akan diolah, contoh instrumennya adalah mempraktekkan teknik gerak passing bawah dengan tknik yang benar
Peneliti mengambil teknik ini karena dapat mempermudah menyampaikan pembelajaran permainan bola voli melalui metode pembelajaran bagian, selain itu alat ukur yang digunakan dapat mempermudah dalam mespesifikasi kesalahan yang dilakukan siswa tersebut.
1. Pembelajaran permainan bola voli dengan metode bagian a. Melakukan gerakan servis bawah dengan dan tanpa bola b. Melakukan gerakan passing bawah dengan dan tanpa bola c. Melakukan gerakan passing atas dengan dan tanpa bola
d. Koordinasi dalam permainan
2. Kriteria penilaian pembelajaran permainan bola voli a. Cara melakukan servis bawah 0 - 25 b. Cara melakukan Passing Bawah 0 - 25 c. Cara melakukan pasing atas 0 - 25 d. Koordinasi dalam permainan 0 – 25
F. Analisa Data
Dalam menganalisa data, peneliti mengambil langkah seperti : 1. Pengamatan
2. Metode Pembelajaran bagian yang disajikan untuk pembelajaran permainan bola voli
3. Penilaian
a. Pengamatan adlah dilakukan setiap tindakan untuk dinilai dan diteliti setiap siklus, dimulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran
b. Metode bagian adalah teknik yang digunakan dalam pembelajaran
c. Penilaian adalah satu per satu anak dinilai setelah menyelasaikan pembelajaran sehingga dapat diketahui tercapainya pembelajaran
G. Prosedur Penelitian 1. Metode Penelitian
Sesederhana apapun penelitian, pembahasan metode tidak boleh dilupakan, karena bagian ini menjelaskan uraian langkah-langkah penelitian yang dapat memberikan informasi tentang rencana dan pelaksanaan tindakan yang menggambarkan unsur-unsur sebagai berikut:
- Setting penelitian, tempat dimana penelitian dilaksanakan - Sasaran penelitian
- Desain penelitian yaitu rancangan tentang langkah-langkah tindakan - Pengumpulan data secara lengkap dengan jenis instrument yang dipakai
18 - Analisis data dan refleksi
Gambar : Alur Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode ilmiah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Identifikasi masalah
Revisi perencanaan Observasi pengaruh
Perencanaan : Langkah / tindakan 1 Langkah / tindakan 2 Langkah / tindakan 3
Pelaksanaan Langkah / tindakan
Diskusi kegagalan &
pengaruhnya / refleksi Memeriksa di lapangan
Perencanaan : Langkah / tindakan 1 Langkah / tindakan 2 Langkah / tindakan 3 Siklus 1
Observasi pengaruh Pelaksanaan
Langkah / tindakan
Diskusi kegagalan &
pengaruhnya / refleksi Siklus 2
Siklus Pertama :
1. Perncanaan: Identifikasi masalah dan alternatif pemecahan masalah.
- Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar - Menentukan pokok bahasan
- Mengembangkan scenario pembelajaran - Menyusun Lembar Kerja siswa
- Menyiapkan sumber belajar - Mengembangkan format evaluasi
- Mengembangkan format observasi pembelajaran 2. Tindakan: menerapkan tindakan mengacu pada scenario 3. Pengamatan (Observasi)
- Melakukan observasi dengan memakai format observasi - Menilai hasil tindakan
4. Refleksi
- Melkaukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap tindakan.
- Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi yang digunakan pada siklus berikutnya.
5. Evaluasi Tindakan
6. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Siklus Kedua:
1) Perencanaan
- Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah.
- Pengembangan program
2) Tindakan: Pelaksanaan program tindakan II 3) Pengamatan: Pengumpulan data
20 4) Refleksi: bedasarkan masalah-masalah yang muncul pada siklus pertama, maka
akan memutuskan untuk melakukan siklus lanjutan yaitu Evaluasi tindakan II 2. Pembagian Tugas
Ketua Peneliti bertugas sebagai:
- Menentukan langkah-langkah pemecahan masalah - Menganalisis penyebab munculnya masalah - Merumuskan masalah, serta
- Mengembangkan alternatif tindakan
Teman sejawat bertugas sebagai teman untuk berkolaborasi atau bekerja sama untuk mengamati proses belajar mengajar di kelas dan teman berdiskusi. Kepala sekolah sebagai pengamat dan tempat untuk berkonsultasi. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran penulis menggunakan lembaran pengamatan sebagai acuan dalam peneitian tindakan kelas di kelas IV SDN Pekauman 8. Berikut ini adalah satu alat ukur keberhasilan penggunaan metode pembelajaran sebelumnya dan metode pembelajaran bagian.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Survei Awal
Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan survei awal untuk mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan. Hasil dari kegiatan survei awal tersebut adalah sebagai berikut
1. Terbatasnya sarana dan prasaran penjas
Terbatasnya sarana dan prasarana tang digunkan untuk mendukung proses pembelajaran penjas. Hal itu terbukti dengan sedikitnya alat-alat olaharaga yang dimiliki sekolah untuk pembelajaran penjas.
2. Guru kurang kreatif dan inovatif dan memodifikasi alat-alat untuk pembelajaran penjas.
Hal tersebut dapat dilihat bahwa selama ini pembelajaran penjas dilakukan guru hanya dengan alat seadanya, padahal saran dan prasarana yang dimiliki sekolah sangat sedikit sehingga pada waktu pembelajaran banyak siswa yang menganggur.
Sehingga pembelajaran tidak menyenangkan yang pada akhirnya tujuan pembelajaran tidak tercapai atau tidak memuaskan.
3. Guru kesulitan dalam menemukan memodifikasi alat yang tepat untuk meningkatkan kemampuan passing bawah siswa.
Dalam setiap pembelajaran penjas, siswa menunjukan sikap yang kurang berminat dan antusias. Siswa terlihat bosan dan tidak menaruh perhatian sepenuhnya pada pelajaran karena model permainan yang monoton. Guru sudah mencoba membangkitkan minat siswa dengan memberi pendekatan secara langsung dan menegur siswa yang tidak memperhatikan pelajaran. Namun, cara ini belum mampu membangkitkan minat siswa.
22 B. Deskripsi Hasil Penelitian
Proses penelitian dilaksanakan dalam 4 siklus yang masing – masing siklus terdiri 4 tahapan, yakni : (1) Perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi dan interpretasi (4) analisis dan refleksi.
C. Siklus 1 1. Perencanaan tindakan 1
Kegiatan perencanaan tindakan 1 dilakasanakan pada hari selasa, 15 mei 2012 di SDN Pekauman 8. Peneliti dan guru penjas (kolaborator) mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam proses penelitian ini. Kemudian disepakati bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus 1 akan dilaksnakan selama 4 kali pertemuan, yakni 15 mei,22 mei, 29 mei dan 5 juni 2012. Peneliti bersama kolaborator mengukur kemampuan gerak passing bawah sebagai tes awal. Berdasar hasil pengukuran tersebut guru bersama peneliti merencanakan tindaka 1 meliputi kegiatan sebagai berikut.
a. Peneliti bersama guru merancang skenario pembelajaran bermain untuk meningkatkan kemampuan passing bawah
b. Peneliti menjelaskan mengenai materi passing bawah yang akan di ajarkan c. Peneliti memberikan contoh kemampuan passing atas dalam bentuk
permainan pada siswa.
d. Peneliti dan siswa melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang telah dilakukan
e. Peneiliti dan guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk materi passing bawah
f. Guru bersama peneliti menyiapkan media yang diperlukan dalam pembelajaran teknik passing atas.
g. Peneliti dan kolaborator menyusun instrumen penelitian, yakni berupa tes dan non tes instrumen. Instrumen tes dinilai dari hasil kemampuan tes passing bawah. Sedangkan instrumen non test dinilai berdasarkan pedoman observasi
yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati keaktifan dan sikap siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
2. Pelaksanaan Tindakan 1
Pelaksanaan tindakan ini direncanakan berlansung selama dua kali pertemuan, yakni pada hari selasa 15 Mei 2012 dilapangan SDN pekauman 08.
Masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 2 x 35 menit. Sesuai denga skenario pembelajaran pada siklus 1 ini pembelajaran dilakukan oleh peneliti dan peneliti sekaligus melakukan observasi terhadap proses pembelajaran dan wawancara kepada beberapa siswa setelah pembelajaran berakhir.
Materi pelaksanaan tindakan 1, pada siklus I (selasa 15 mei 2012) ini menggunakan media sederhana untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah.
a. Peneliti memberikan gerakan pemanasan yang berkaitan dengan kemampuan passing bawah
b. Peneliti menjelaskan materi teknik dasar passing bawah c. Siswa mendapatkan penjelasan dari guru.
d. Melemparkan bola plastik ke bawah dengan dua tangan
e. Pembelajaran melakukan gerakan mendorong bola plastik ke bawah
f. Pemebelajaran melakukan gerakan passing bawah dengan alat yang dimodifikasi individu.
g. Pembelajaran melakukan passing bawah berkelompok dengan bola plastik (dimodifikasi) melawati net.
h. Pembelajaran melakukan passing bawah berpasangan dengan bola plastik (dimodifikasi).
i. Pembelajaran melakukan passing bawah dengan bola sebenarnya.
j. Peneliti memotivasi siswa agar mempunyai semangat dalam melakukan dalam melakukan model pembelajaran tersebut
k. Di akhir pembelajaran, siswa diberi arahan
24 Dalam hal ini tahap peneliti bertindak sebagai pemimpin jalannya kegiatan pembelajaran, sedangkan guru bertindak sebagai partisipan pasif.
3. Observasi dan Interprestasi
Peneliti mengamati proses pembelajaran bermain untuk meningkatkan hasil belajar servis bawah. pada pertemuan (selasa, 5 mei 2012 selama 2 x 35 menit), peneliti mengajarkan materi teknik servis bawah dalam bentuk permainan.
Setelah itu siswa diminta untuk melakukan permainan tersebut, pada pertemuan kedua (selasa, 5 juni 2012), peneliti menggunakan media yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan servis bawah dengan memodifikasibola plastik yang berbeda dengan sebelumnya disertai kompetesi untuk lebih memotivasi siswa.
Dari kegiatan tersebut, diperoleh servis bawah dengan memodifikasi bola plastik sebagai berikut :
a. Sebelum mengajar, peneliti dan guru telah membuat rencana pembelajaran yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam mengajar.
b. Peneliti sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran servis bawah dengan benar, yaitu dengan cara mengajar sesuai, jelas dan terencana. Pada awalnya pembelajaran, penelitian dengan sangat jelas mengemukkan bagaimana menggunakan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan servis bawah. peneliti memberikan gerak pemanasan yang berkaitan dengan kemampuan materi servis bawah. pada pertemuan pertama (2 x 35 menit) peneliti menjelaskan kemampuan servis bawah dalam bentuk gerakan-gerakan.
c. Melakukan gerak servis bawah dengan beregu melampaui net
d. Melakukan gerak servis bawah yang dilakukan peronggar, dengan baik dan benar.
e. Diakhiri pembelajaran guru memberikan media untuk mengetahui apakah anak merasa senang, biasa atau merasa tidak senang setelah diberi pembelajaran servis bawah tersebut.
f. Peneliti memotivasi siswa agar melakukan dengan memodivikasi bola plastik untuk meningkatkan kemampuan servis bawah. sebelumnya guru memberikan contoh dan siswa dengan semangat melakukan apa yang diperintahkan oleh guru.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar diperoleh gambaran tentang motivasi dan aktivitas siswa melakukan kegiatan belajar mengajar berlangsung. Yaitu siswa yang aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung sebesar 70% sedangkan 30% lainya kurang memperhatikan penjelasan dari peneliti.
Siswa tersebut bermain sendiri0sendiri dengan temannya. Seangkan posisi peneliti lebih banyak di depan dan suara peneliti kurang keras. Jadi siswa yang merasa di belakang kurang diperhatikan dan begitu mendengar penjelasan dari peneliti sehingga berbuat seenaknya. Pada saat peneliti memberikan materi, guru kolaborator menghitung siswa aktif dan tidak aktif.
Tabel 1
Hasil keaktifan siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
No Nilai Jumlah siswa Presentase Kriteria ketuntasan 1.
2.
3.
4.
5.
95 -99 90 – 94 85 – 89 80 – 84 75 - 79
- - 3 4 11
9,67%
12,90%
35,48%
Tuntas
6.
7.
8.
9.
10.
70 – 74 65 – 69 60 – 64 55 – 59 50 – 54
13 - - - -
41,93%
- - - -
Tidak tuntas
Jumlah 31 100% 58,05% tuntas
26 Adapun berdasarkan hasil ketrampilan siswa dapat di identifikasi :
1) Siswa yang sudah mampu melakukan teknik servis bawah dengan baik sebesar 58,05 % sedangakan siswa lainya melakukan permainan tanpa disertai gerakan yang benar yang benar dan terkesan asal melakukan gerakan asal melakukan gerakan sebesar 41,93%
Tabel 2
Siswa yang melakukan gerakan servis bawah No Nilai Jumlah siswa Presentase Kriteria
ketuntasan 1.
2.
3.
4.
5.
95 -99 90 – 94 85 – 89 80 – 84 75 - 79
- - 3 5 10
- - 9,67%
12,90%
35,48%
Tuntas
6.
7.
8.
9.
10.
70 – 74 65 – 69 60 – 64 55 – 59 50 – 54
8 5 - - -
25,80%
16,12%
- - -
Tidak tuntas
Jumlah 31 100% 58,05 % tuntas
2) 58,05% siswa merasa senang dengan penggunaan media bola plastik. Adapun 18 (58,05%)siswa menyukai dengan pembelajaran ini, yang biasa – biasa saja sebanyak8 (25,80%)dan tidak menyukai ada 5 siswa (16,12%).
Beberapa kelamahan yang dimiliki peneliti yaitu :
1) Suara peneliti yang kurang keras dalam memberikan penjelasan sehingga siswa kurang begitu mengerti tentang cara pelaksanaan permainan.
2) Peralatan yang disiapkan oleh peneliti kurang banyak sehingga banyak siswa yang masih menunggu dalam giliran dalam pelaksanaan permainan dan siswa akhirnya menjadi bosan karena terlalu lama menunggu
3) Peneliti masih belum bisa membangkitkan siswa untuk mau melakukan permainan dengan benar
4) Posisi peneliti lebih banyak berada di didepan, sehingga tidak dapat memonitor siswa yang berada di belakang.
Sedangkan dari siswa ditemukan beberapa kekurangan, yakni sebagai berikut:
1) Pada awalnya, siswa tertarik dengan permainan yang telah diterapkan, tetapi lama kelamaan mereka menjadi bosan karena materi yang diberikan terlalu banyak dan mereka menjadi bosan.
2) Masih banyak siswa yang kesulitan dalam melakukan permainan karena mereka masih asing dan belum pernah mendapatkan permainan tersebut.
Hanya 18 siswa yang mampu melakukan gerakan permainan dengan benar, sedangkan siswa yang lainnya masih asal dalam melakukan permainan tersebut.
3) Siswa kurang antusias dalam permainan karena materi kompetisi antar kelompok masih sedikit.
4. Analisis dan Refleksi Tindakan I
Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti melakukan analisis dan refleksi sebagai berikut:
a. Agar siswa tidak cepat bosan maka siswa sebaiknya diberi pemainan yang berbeda dengan permainan sebelumnya.
b. Agar siswa tidak merasa asing dengan permainan tersebut maka peneliti memberikan penjelasan permainan tersebut dengan benar dalam