FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN DI GKJW SE-KABUPATEN JEMBER
(Suatu Analisa dengan Menggunakan Teori Pertukaran Sosial)
Tesis
Diajukan kepada
Program Pasca Sarjana Magister Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana
IMANUEL TEGUH HARISANTOSO 752011043
PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER SOSIOLOGI AGAMA
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
2012
ii
iii
iv
KATA PENGANTAR
“Puji Tuhan”, itulah kalimat pertama yang penulis ucapkan sebagai wujud ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus atas kekuatan dan kemampuan yang dianugerahkan, sehingga penulis berhasil merampungkan tesis ini. Dalam proses penulisan, ketika penulis mengalami keterbatasan, kelemahan, dan kekurangan, penulis merasa disapa, dipimpin, dinasehati, dikuatkan oleh Tuhan Yesus Kristus dengan penuh kasih sayang, sebagai orang tua, sahabat dan saudara.
Studi di Magister Sosiologi Agama (MSA) Universitas Kristen Satya Wacana, bahkan sampai pada penulisan tesis ini tentunya tidak lepas dari keterbatasan penulis dan peran serta berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Keterbatasan waktu, tata bahasa, kosakata dan persoalan yang lain mewarnai
“kesempurnaan” tesis ini. Tentunya kritik, saran dari berbagai pihak, terutama pembimbing dan penguji sangat membantu perbaikan yang diperlukan. Kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses perkuliahan di MSA UKSW dan penulisan tesis “Faktor-faktor Penyebab Perceraian di GKJW se-Kabupaten Jember” penulis menyampaikan ucapan terima kasih:
1. Kedua pembimbing yang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran, yaitu: Pembimbing I, Pdt. Yusak B. Setyawan, S.Si., MATS., Ph.D. dan Pembimbing II, Pdt. Totok Wiryasaputra, S.Th., Th.M., yang telah mengarahkan dan membimbing proses penulisan tesis ini.
2. Pdt. Prof. Dr. John A. Titaley, Bpk. Jahya Lukas di Jember, Serda Wiryono Adi Pranoto di Semarang, yang telah memberi inspirasi untuk dapat studi lanjut S2 dan memberikan beasiswa selama perkuliahan di UKSW Salatiga.
v
3. Seluruh dosen di MSA UKSW yang telah berkenan membagikan ilmu dan pengetahuan akademiknya, pengalaman dan bimbingannya, sehingga penulis dan teman-teman yang lain diperkaya oleh berbagai ilmu dan pengalaman.
4. Majelis Jemaat GKJW Sidomulyo yang selalu memberikan dukungan dan dorongan untuk tetap semangat; Majelis Daerah Besuki Barat, terutama Pdt.
Muryo Djajadi, Pdt. Teguh Setyoadi, S.Th., teman diskusi dan enumerator dalam penelitian, dan Majelis Agung GKJW yang telah memberikan rekomendasi dan keputusan persidangannya mengutus penulis untuk tugas belajar di UKSW Salatiga.
5. Seluruh teman-teman MSA UKSW angkatan 2011: Pdt. Ayub Widi R., Pdt.
Julia Peratenna, Pdt. Rosliana Sinulingga, Ustad Arnis, dan yang tidak penulis sebutkan, kebersamaan, diskusi dan debat kita akan selalu menjadi kenangan yang menyimpan rindu.
6. Keluarga besar GKI Soka Salatiga yang menjadi “rumah” kedua di Salatiga, terutama Pdt. Soni Kristiantoro dan seluruh keluarga dalam Persekutuan Doa I yang menjadi tempat untuk saling melayani dalam persekutuan.
7. Teristimewa buat istri dan anakku yang selalu memberikan dukungan dan doa, yang selalu berusaha menghadirkan rumah tinggal yang nyaman untuk berkarya dalam laku dan kata. Bersama istri dan Leo, jagoanku selalu ada kekuatan, dorongan dan canda yang menyemangati ketika penulis mengalami kejenuhan dan kelesuan dalam menulis tesis.
8. Buat seluruh sahabat, teman dan kolega yang belum terangkum dalam tulisan diatas, yang mempunyai andil dalam penulisan tesis ini.
Semoga kasih dan cinta, dukungan dan motivasi yang diberikan kepada penulis menjadi berkat bagi kebersamaan dan pelayanan di dalam Tuhan. Akhirnya tidak ada
vi
gading yang tak retak, tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia, demikian juga dalam penulisan tesis ini. Harapan penulis, semoga tulisan ini bermanfaat bagi banyak orang, Gereja dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi manusia. Tuhan memberkati.
Salatiga, 20 desember 2012 Imanuel Teguh Harisantoso
vii DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... vi
Daftar Tabel ... xi
Daftar Gambar ... xii
Abstrak ... xiii
BAB I : PENDAHULUAN ... 01
1.1. Latar Belakang ... 01
1.2. Rumusan Masalah ... 06
1.3. Tujuan Penulisan ... 06
1.4. Kajian Pustaka... 07
1.5. Metode Penelitian ... 10
1.5.1. Pendekatan Penelitian ... 10
1.5.2. Unit Amatan dan Unit Analisa ... 12
1.5.3. Populasi dan Responden ... 12
1.5.4. Tehnik Pengumpulan Data ... 12
1.6. Definisi ... 14
1.7. Garis Besar Penulisan ... 16
BAB II : TEORI PERTUKARAN SOSIAL ... 18
2.1. Pengantar ... 18
2.2. Pengertian Pertukaran ... 19
2.3. Pertukaran dalam Masyarakat Kuno ... 20
2.4. Pertukaran Sosial dalam Masyarakat Modern ... 23
2.5. Teori Pertukaran George Caspar Homans ... 24
2.5.1. Pendekatan Dasar ... 24
viii
2.5.2. Prinsip Pertukaran ... 29
2.5.2.1. Proposisi Sukses ... 30
2.5.2.2. Proposisi Stimulus ... 31
2.5.2.3. Proposisi Nilai ... 31
2.5.2.4. Proposisi Deprivasi-kejemuan ... 31
2.5.2.5. Proposisi Persetujuan-agresi ... 32
2.5.2.6. Proposisi Rasionalitas ... 32
2.6. Teori Pertukaran Peter M. Blau ... 33
2.6.1. Sekilas Biografi ... 33
2.6.2. Prinsip Dasar Pertukaran ... 34
2.6.3. Pertukaran Pengargaan Sosial ... 37
2.6.4. Spontanitas Cinta ... 41
2.6.5. Dukungan Sosial ... 46
2.6.6. Pertukaran dan Norma Sosial ... 48
2.6.7. Nilai sebagai Media Transaksi Sosial ... 51
2.6.8. Pertukaran: dari Mikrososial ke Makrososial ... 53
2.6.8.1. Ketegangan Menuju Integrasi ... 56
2.6.8.2. Ketegangan Menuju Oposisi dan Konflik ... 57
2.7. Kesimpulan ... 59
BAB III : FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN JEMAAT- JEMAAT GKJW DI KABUPATEN JEMBER ... 62
3.1. Pengantar ... 62
3.2. Kondisi Umum Kabupaten Jember ... 62
3.2.1. Letak Geografis ... 62
3.2.2. Sejarah Singkat Kabupaten Jember ... 64
3.2.3. Kependudukan ... 68
ix
3.3. Kehidupan Agama di Kabupaten Jember ... 70
3.4. Kondisi Umum GKJW di Kabupaten Jember ... 72
3.4.1. Masyarakat – Jemaat Agraris ... 73
3.4.2. Konflik dan Persaingan ... 74
3.4.3. Sambat Sinambat ... 76
3.4.4. Religiusitas Warga Jemaat GKJW di Jember ... 78
3.4.5. Sosial-Ekonomi Warga Jemaat GKJW di Jember ... 80
3.5. Perceraian di GKJW Se-Kabupaten Jember ... 84
3.5.1. Ciri-ciri umum responden ... 84
3.5.1.1. Usia ... 84
3.5.1.2. Usia pada saat Perkawinan ... 84
3.5.1.3. Pekerjaan pada saat Perceraian ... 84
3.5.1.4. Jumlah anak ... 85
3.5.1.5. Pendidikan ... 85
3.5.2. Usia pada saat Perceraian dan Lamanya Kebersamaan dalam Perkawinan ... 86
3.5.3. Suasana Perkawinan ... 86
3.5.3.1. Suasana Perkawinan 1 – 2 tahun setelah Menikah .... 86
3.5.3.2. Suasana Perkawinan sebelum Perceraian ... 87
3.5.3.3. Suasana Hati setelah Perceraian ... 89
3.5.4. Bercerai dan Menikah lagi ? ... 90
3.5.5. Motivasi Perkawinan dan Pemahaman Perceraian ... 90
3.6. Faktor-faktor Penyebab Perceraian di GKJW Se-Kabupaten Jember... 93
3.6.1. Faktor Utama Penyebab Perceraian ... 95
3.6.1.1. Faktor Dukungan Sosial ... 95
3.6.1.2. Faktor Menikah Kembali ... 98
x
3.6.1.3. Perbedaan Latar Belakang Agama ... 100
3.6.2. Faktor Pendukung Penyebab Perceraian ... 101
3.6.2.1. Tanggung Jawab ... 101
3.6.2.2. Faktor PIL-WIL ... 102
3.6.2.3. Faktor Konflik Rumah Tangga ... 103
3.6.2.4. Komunikasi ... 104
3.7. Kesimpulan ... 106
BAB IV : PERTUKARAN SOSIAL DAN PERCERAIAN ... 107
4.1. Pengantar ... 107
4.2. Latar Belakang Perceraian ... 107
4.3. Pilihan Mempertahankan Hubungan Suami Istri atau Bercerai? ... 110
4.4. Proses Menuju Perceraian ... 112
4.5. Cinta, Perkawinan dan Perceraian ... 115
4.6. Dukungan Sosial dan Perceraian ... 118
4.6.1. Masyarakat Permisif ... 120
4.6.2. Resiprositas dan Dorongan Teman ... 123
4.6.3. Dukungan Orang Tua dan Saudara ... 125
4.6.4. Perbedaan Sikap Pendeta GKJW ... 126
4.7. Status Sosial Pasangan Pertukaran dan Perceraian ... 130
4.7.1. Keluarga Kelas Atas ... 131
4.7.2. Keluarga Kelas Menengah ... 132
4.7.3. Keluarga Kelas Bawah ... 133
4.8. Hubungan Pertukaran Sosial dan Perceraian ... 138
4.9. Krisis Suami Istri Tengah Berlangsung ... 143
4.10. Masa Depan Hubungan Suami Istri ... 144
4.11. Kesimpulan ... 146
xi
BAB V : MEMBERDAYAKAN SUAMI ISTRI MEREALISASIKAN
DIRI SEBAGAI KELUARGA HARMONIS GKJW ... 148
5.1. Pengantar ... 148
5.2. Hubungan Suami Istri Jati Diri GKJW ... 149
5.2.1. Teologi Perkawinan GKJW ... 150
5.2.2. Suami Istri sebagai Persekutuan ... 154
5.2.3. Suami Istri sebagai Diakonia ... 155
5.2.4. Suami Istri sebagai Wujud Kesaksian ... 156
5.2.5. Suami Istri sebagai Penatalayanan ... 157
5.3. Permasalahan Keluarga Akankah Pernah Selesai? ... 158
5.4. Tim Pendamping Pastoral Keluarga perlu Dipersiapkan ... 159
5.5. Kesimpulan ... 161
DAFTAR PUSTAKA ... 162
Lampiran 1: Pedoman Wawancara ... 169
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Data nikah, talak, cerai dan rujuk menurut kecamatan tahun 2009 .... 69
Tabel 2 Data perkawinan, perceraian dan kematian ... 70
Tabel 3 Data tempat ibadah di Kabupaten Jember tahun 2010 ... 71
Tabel 4 Data penduduk menurut kecamatan dan agama tahun 2010 ... 71
Tabel 5 Data warga GKJW di Kabupaten Jember tahun 2010 ... 73
Tabel 6 Besaran setoran hasil bumi sawah dan tegal Jemaat-Jemaat GKJW di Kabupaten Jember. ... 74
Tabel 7 Rata-rata kehadiran warga GKJW di Kabupaten Jember dalam ibadah Minggu dan perjamuan kudus 2009-2010 ... 80
Tabel 8 Realisasi pendapatan Jemaat dan rata-rata persembahan per kapita setiap ibadah Jemaat GKJW di Kabupaten Jember tahun 2010 ... 81
Tabel 9 Data warga Jemaat penerima program plesterisasi ... 83
Tabel 10 Data perceraian warga Katolik-GKJW tahun 2006-2011 ... 84
Tabel 11 Perceraian di GKJW Kabupaten Jember ... 118
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Proses pertukaran menurut Blau ... 35 Gambar 2 Pola pertukaran Blau ... 51 Gambar 3 Peta kepadatan penduduk Kabupaten Jember ... 68 Gambar 4 Ritual pertanian yang menjadi penyebab konflik golongan tua dan
muda ... 75 Gambar 5 Proses menuju perceraian ... 115 Gambar 6 Kedudukan pasangan kelas atas terhadap kelas bawahnya ... 138
xiv ABSTRAK
Perceraian di Kabupaten Jember semakin meningkat adalah fakta sosial yang tidak terbantahkan. Angka perceraian yang ditunjukan oleh lembaga negara yang terkait dengan persoalan keluarga, baik Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri Jember melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember menjadi indikator awal adanya persoalan-persoalan keluarga yang serius.
Perceraian suami istri keluarga warga Jemaat GKJW di Kabupaten Jember sebagai subyek penelitian menjadi bagian dari meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Jember. Sebuah ironi. Pemahaman yang dimiliki oleh setiap umat Kristen, GKJW secara khusus, bahwa orang Kristen tidak boleh bercerai dengan pasangannya.
Kenyataannya, perceraian terjadi juga pada keluarga warga Jemaat GKJW di Kabupaten Jember. Fenomena sosial, meningkatnya perceraian warga Jemaat GKJW di Kabupaten Jember mewarnai perjalanan pelayanan Gereja sekarang ini.
Dalam hubungan perkawinan (dyad = duaan) suami istri sudah semestinya terdapat pertukaran norma dan nilai hubungan emosional, komitmen moral individu sebagai suami dan istri pada kelompok atau pasangan yang semakin mengintegrasikan hubungan keduanya, bukan sebaliknya oposisi atau perpisahan. Apabila terjadi perpisahan dan atau perceraian, pertanyaan mendasar “Mengapa terjadi perceraian” dan
“Faktor-faktor apa yang menyebabkan perceraian” di Jemaat Kristen GKJW? Inilah yang menjadi pokok dalam penelitian ini.
Keyword: Gereja, Masyarakat, Suami-istri, Perceraian.