• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR PELAKSANAAN CLIMB UP INSPECTION NOMOR: 7.003/PROS/TRS /KOMISI-PDKB PUSAT/2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROSEDUR PELAKSANAAN CLIMB UP INSPECTION NOMOR: 7.003/PROS/TRS /KOMISI-PDKB PUSAT/2018"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

NOMOR: 7.003/PROS/TRS.00.003/KOMISI-PDKB PUSAT/2018

PT PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT KOMISI PDKB

2018

(2)

mengatur pengorganisasian kerja, metode pemeriksaan dan komponen yang diperiksa pada pelaksanaan climb up inspection.

Seluruh wilayah kerja PT PLN (Persero) yang telah menerapkan pemeliharaan PDKB Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi (TT/TET) agar selalu menggunakan buku ini sebagai pegangan dan petunjuk dalam pelaksanaan Climb Up Inspection guna mendukung terciptanya budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh wilayah kerja PT PLN (Persero), sehingga tujuan Zero Accident dan Operational Excellence dapat tercapai.

(3)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:2 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 2

LEMBAR PENGESAHAN ... 3

CATATAN PERUBAHAN... 5

DAFTAR DISTRIBUSI ………..…….. 6

ISI PROSEDUR : ... 7

1. Tujuan ... 7

2. Ruang Lingkup ... 7

3. Referensi ... 7

4. Definisi dan Singkatan ... 7

5. Pengorganisasian dan Tanggung Jawab Kerja... 8

6. Pelaksanaan Climb Up Inspection………..………. 10

7. Komponen Yang Diperiksa..……… 14

8. Pelaporan………..……….. 14

(4)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:3 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT LEMBAR PENGESAHAN

Jakarta, Maret 2018

(5)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:4 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT

(6)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:5 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT CATATAN PERUBAHAN

Revisi Berlaku Efektif Keterangan

0.0 Juni 2015 PROS/040/112/9.008/PDKB TT-TET P3B JB/2015

Revisi Berlaku Efektif Keterangan

0.1 Nopember 2017 7.003/PROS/TRS.00.003/KOMISI-PDKB PUSAT/2017

Revisi Berlaku Efektif Keterangan Disahkan Oleh Jabatan Fungsi/ Tangan Tanda

(7)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:6 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT DAFTAR DISTRIBUSI

No. Unit Induk/Wilayah Penerima

1 Transmisi Jawa Bagian Barat General Manager

2 Transmisi Jawa Bagian Tengah General Manager

3 Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali General Manager 4 Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera General Manager 5 Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan General Manager 6 Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi General Manager

7 Pusat Pendidikan dan Pelatihan General Manager

(8)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:7 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT PROSEDUR

1. TUJUAN

Tujuan penyusunan Prosedur Pelaksanaan Climb Up Inspection adalah sebagai acuan yang baku dalam tata cara pelaksanaan memanjat dan pemeriksaan komponen pada SUTT/SUTET dan Serandang Gardu Induk.

2. RUANG LINGKUP

Prosedur Pelaksanaan Climb Up Inspection berlaku pada semua konstruksi SUTT/SUTET dan konstruksi serandang Gardu Induk di wilayah kerja PT PLN (PERSERO).

3. REFERENSI

Referensi yang digunakan dalam penyusunan prosedur ini adalah sebagai berikut : 1. SPLN No. 82-1 1991 tentang PDKB

2. KEPDIR 0520-1.K/DIR/2014 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Asesmen Peralatan Transmisi

3. KEPDIR 0520-2.K/DIR/2014 tentang Pedoman Pemeliharaan Peralatan Primer Gardu Induk

4. Panduan Umum pemeliharaan Transmisi SUTT/SUTET dengan Metode PDKB 5. PERDIR 0250.P/DIR/2016 tentang Pedoman Keselamatan Kerja

4. DEFINISI DAN SINGKATAN 4.1. DEFINISI :

Climb Up Inspection :

Pekerjaan pemeriksaan SUTT/SUTET atau Serandang secara visual dalam keadaan bertegangan yang dilakukan terhadap seluruh komponen dengan cara memanjat

Working

Permit : Formulir surat ijin untuk melaksanakan pekerjaan dalam instalasi PLN Serandang : Kumpulan beberapa komponen yang terpasang di Gardu Induk

konvensional

(9)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:8 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT 4.2. SINGKATAN :

SUTT : Saluran Udata Tegangan Tinggi

SUTET : Saluran Udata Tegangan Ekstra Tinggi

PDKB TT/TET : Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan Tegangan Tinggi Tegangan Ekstra Tinggi

K3 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja APD : Alat Pelindung Diri

5. PENGORGANISASIAN DAN TANGGUNG JAWAB KERJA

Dalam melaksanakan pekerjaan climb up inspection dalam keadaan bertegangan diperlukan pengorganisasian kerja yang melibatkan unsur / personil sebagai berikut : 1. Penanggung Jawab Pekerjaan

2. Pengawas K3

3. Pengawas Pekerjaan 4. Pelaksana Pekerjaan

5.1. Tugas dan Tanggung Jawab

5.1.1. Penanggung Jawab Pekerjaan

a) Mengkoordinir seluruh kegiatan pekerjaan yang meliputi :personil, peralatan kerja, perlengkapan K3 dan material.

b) Melakukan koordinasi dengan Unit/personil dan atau instansi lain yang terkait.

5.1.2. Pengawas K3

a) Memberikan penjelasan potensi bahaya yang ada, pada saat sebelum melaksanakan pekerjaan.

b) Menanyakan kesiapan dan kondisi kesehatan jasmani/ rohani personil serta memimpin do’a sebelum/sesudah bekerja

(10)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:9 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT

c) Melakukan pengawasan terhadap kondisi tempat-tempat yang berpotensi terjadi bahaya

d) Mengawasi tingkah laku/sikap personil yang membahayakan diri sendiri atau orang lain

e) Melakukan pengawasan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

f) Dapat menghentikan pekerjaan bila syarat-syarat keselamatan tidak terpenuhi

g) Dapat ditunjuk lebih dari satu orang sesuai kebutuhan grup kerja dilapangan

5.1.3. Pengawas Pekerjaan

Mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : A. Persiapan Pekerjaan

a) Penjelasan singkat pekerjaan yang akan dilaksanakan (Tailgate Session)

- Mengatur pembagian tugas personil dan waktu pelaksanaan pekerjaan

- Menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan b) Pengisian formulir pengendali

- Formulir Pengendali PDKB TT/TET - Working Permit

B. Pelaksanaan Pekerjaan

- Mengumpulkan hasil pelaksanaan pekerjaan

- Mengevaluasi dan menyampaikan hasil pelaksanaan pekerjaan kepada Penanggungjawab pekerjaan.

C. Pengawas pekerjaan harus berada di lokasi pekerjaan, untuk mengawasi dan mengamati proses pelaksanaan pekerjaan.

5.1.4. Pelaksana Climb Up Inspection A. Persiapan pekerjaan

- Menyiapkan kebutuhan pekerjaan

(11)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:10 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT - Mengisi dan menandatangani formulir-formulir B. Pelaksanaan pekerjaan

- Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur

- Mencatat dan melaporkan hasil pemeriksaan kepada pengawas pekerjaan

6. PELAKSANAAN CLIMB UP INSPECTION

Climb up inspection adalah jenis pekerjaan pemeriksaan secara berkala/ periodik terhadap tower dan serandang berikut perlengkapannya dilakukan oleh pelaksana climb up inspection dengan cara memanjat pada tower SUTT/ SUTET dan serandang Gardu Induk yang dalam keadaan bertegangan. Hasil pemeriksaan climb up inspection merupakan input yang dijadikan acuan tindak lanjut untuk Pemeliharaan terencana.

6.1 Peralatan Yang Digunakan

Pelaksanaan climb up inspection membutuhkan peralatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal diantaranya :

6.1.1 Peralatan APD

Peralatan APD climb up inspection meliputi :

 Full Body Harness

 Lanyard :

- Big Double Hook

- Small Hook Compatible With Step Bolt - Absorber

 Helm Pengaman

 Sepatu Pengaman

 Kacamata Pengaman

 Sarung Tangan Pengaman

 Wearpack

(12)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:11 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT 6.1.2 Peralatan Kerja

Mengacu pada Buku Pedoman Pengawasan dan Assessmen Peralatan Transmisi Peralatan kerja climb up inspection meliputi :

 Peralatan Kerja terdiri dari:

- Teropong - Ranging Meter - Kamera Digital

 Checklist pemeriksaan dan alat tulis.

 Tanda Pengenal.

6.2 METODE PEMERIKSAAN

Metode pelaksanaan climb up inspection terdapat 2 pilihan sistem pelaksanaan, yaitu sistem pelaksanaan climb up inspection dengan climber dari pihak luar dan climb up inspection dengan climber dari PLN, dengan syarat petugas yang melaksanakan sudah mengikuti pembelajaran Tower Climbing Safety dan Climb Up Inspection.

Sistem pelaksanaan dengan climber dari PLN dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

(13)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:12 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT Keterangan : Climb Up Inspection

- Penanggung jawab setiap level disesuaikan dengan proses bisnis climb up inspection masing- masing unit wilayah PLN yang menggunakan Climber dari internal PLN. Tiap-tiap unit wilayah PLN menerjemahkan tugas dan tanggung jawab tersebut ke dalam struktur organisasi di masing-masing unit.

- Pada level 2 (Koordinator PDKB) dapat diisi oleh Asman PDKB atau Supervisor PDKB sesuai dengan proses bisnis climb up inspection masing-masing unit PLN.

- Pada level 3 (Evaluasi) dapat diisi oleh Asman Enjiniring, Asman Renev atau Asman Penyaluran sesuai dengan proses bisnis Climb Up Inspection masing-masing unit PLN.

- Pada level 4 (Tindak Lanjut) dapat diisi oleh Asman Pemeliharaan atau Asman Penyaluran sesuai dengan proses bisnis masing-masing unit PLN

6.3 Standar Pelaksanaan Climb Up Inspection

Pelaksanaan climb up inspection sangat memperhatikan cuaca dan kondisi fisik personil.

Untuk standar pelaksanaan pada SUTT/SUTET diatur sebagai berikut :

Tabel 1. Standar SUTT/SUTET

NO. JENIS TIANG LATTICE JUMLAH PERSONIL ESTIMASI JUMLAH TIANG

1. SUTT 70 kV Konfigurasi Vertikal

1 ( satu) Orang

D.

3 - 5 Tiang

2. SUTT 150 kV Konfigurasi

Vertikal 1 ( satu) Orang 3 - 4 Tiang

3 SUTT 150 kV Concrete Pole / Tiang Beton Konfigurasi Horisontal

1 ( satu) Orang 2 – 3 Tiang

(14)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:13 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT 4.

SUTET 500 kV Konfigurasi

Horisontal 1 ( satu) Orang 2 – 3 Tiang

5. SUTET 275 kV Konfigurasi

Vertikal 1 ( satu) Orang 1 – 2 Tiang

6. SUTET 500 kV Konfigurasi

Vertikal 1 ( satu) Orang 1 - 2 Tiang

Tabel 2. Standar Pelaksanaan pada Serandang Gardu Induk

NO. JENIS GARDU INDUK JUMLAH PERSONIL ESTIMASI JUMLAH BEAM

1. Gardu Induk 70 kV 1 ( satu) Orang

A.

3 - 4 Beam

2. Gardu Induk 150 kV 1 ( satu) Orang 2 - 3 Beam

3 Gardu Induk 275 kV 1 ( satu) Orang 2 – 3 Beam

4. Gardu Induk 500 kV 1 ( satu) Orang 1 – 2 Beam

(15)

Edisi: 02 Revisi: 01 Halaman:14 dari 14

KOMISI PDKB

PT PLN (Persero) KANTOR PUSAT 7. KOMPONEN YANG DIPERIKSA

7.1 Pada SUTT/SUTET

Mengacu pada SK DIR 0520-1.K/DIR/2014 Tentang Himpunan Buku Pedoman Pemeliharaan dan Assessmen Peralatan Transmisi Bab Climb Up Inspection

7.2 Pada Serandang Gardu Induk

Mengacu pada SK DIR 0520-2.K/DIR/2014 Tentang Himpunan Buku Pedoman Pemeliharaan Peralatan Primer Gardu Induk Bab Pemeliharaan Serandang dan Pentanahan Gardu Induk

8. PELAPORAN

Setelah selesai melaksanakan climb up inspection membuat laporan dengan mengacu pada SK DIR 0520-1.K/DIR/2014 Tentang Himpunan Buku Pedoman Pemeliharaan dan Asesmen Peralatan Transmisi Bab Climb Up Inspection

Referensi

Dokumen terkait

Pemasangan dan pelepasan jumper temporer dari peralatan ke arah busbar/crossbar dengan memanfaatkan peralatan fasa lain pada instalasi Gardu Induk 150 kV dengan kondisi busbar 1

(9) Berdasarkan hasil verifikasi kelengkapan persyaratan dan hasil pemeriksaan lanjutan (follow-up inspection) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4)

Hal ini didapat karena pada sub variabel better farming dan better bussines memiliki skor nilai sebesar 3,28 dengan kategori cukup tercapai, pada better faming skor nilai

[2.4] Bahwa hingga batas waktu yang ditentukan dalam memberikan jawaban/tanggapan keberatan yang dimohonkan oleh Pemohon, Termohon tidak memberikan tanggapan, sehingga

PPID yang memahami Peraturan Menteri Dalam Negeri Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di

IK ini disusun sebagai petunjuk pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan pada Gardu Induk Tegangan Tinggidan Tegangan Ekstra Tinggi TT/TET yang dilaksanakan dalam keadaan bertegangan

IK ini disusun sebagai petunjuk pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan pada Jaringan Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi (TT/TET) yang dilaksanakan dalam keadaan

yang dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan menjadi Magister Teknik pada Kekhususan Manajemen Proyek Program Studi Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas