• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah The Jackmania dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah The Jackmania dan"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah The Jackmania dan Viking dengan subjek penelitian Anggota Kepenggurusan Viking The Jackmania dan korban konflik.

4.1.1 Sejarah Pembentukan Viking Persib Club

Pada tanggal 17 Juli 1993 di sebuah rumah di jalan Kancra No.

34,Buah Batu, Bandung, sejumlah bobotoh (pendukung fanatik) berkumpul dan akhirnya disepakati membentuk organisasi yang diharapkan bisa mengakomodasi para suporter.Viking Persib Club merupakan sebuah kelompok suporter yang independen dan mandiri serta tidak memiliki aturan-aturan yang mengikat tetapi dilandaskan atas kecintaan terhadap Persib (NuAing Magazine, 2005: 22).Organisasi ini mewadahi para suporter Persib supaya terus memberikan dukungan total bagi kesebelasan Persib dan menerapkan manajemen tersendiri termasuk mendata para anggotanya, serta menerapkan fungsi kontrol dalam setiap menghadapi persoalan anggotanya

4.1.2 Struktur Organisasi

(2)

Sebagai sebuah organisasi, Viking Persib Club memiliki susunan organisasi resmi dimana kepengurusan tersebut akan berlangsung selama para pengurus menginginkannya dalam arti ketika seseorang masih menginginkan dan atau diinginkan untuk menjabat posisi tertentu maka jabatan itu akan tetap menjadi miliknya. Struktur organisasi Viking Persib Club adalah sebagai berikut :

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Viking

4.1.3 Sejarah The Jackmania

Jakmania atau nama lengkapnya The Jakmania merupakan kelompok suporter dari kesebelasan sepakbola Persija Jakarta. Jakmania sudah berdiri sejak Ligina IV tepatnya pada tanggal 19 Desember 1997.

KOORD.

LAPANGAN HENDRA BULE

MERCHANDISE DADAN GARENG

KETUA HERU JOKO

KONFIGURATOR YANA BOOL

TICKETING RUDI & ODOY

PANGLIMA AYU BEUTIK

SEKRETARIS UMUM YOEDY BADUY

ADMINISTRASI YANA & UCOK

PERALATAN DENI JECK&HARIF

(3)

Ide berdirinya The Jakmania, pertama kali dicetus oleh manajer Persija waktu itu adalah Diza Rasyid Ali. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Sutiyoso sendri menjabat sebagai pembina Persija Jakarta. Ia sangat menyukai sepak bola, kecintaannya pada sepakbola inilah, membuat ia ingin membangkitkan dan menghidupkan kembali sepakbola di Jakarta baik tim maupun pendukung atau supporter.

The Jakmania mempunyai markas atau sekretariat di Stadion Lebak Bulus. Di sinilah biasa digunakan para The Jakmania untuk melakukan kegiatan kumpul bersama guna membahas perkembangan The Jakmania serta laporan – laporan dari setiap bidang kepengurusan The Jakmania, tak lupa di markas inilah mereka melakukan pendaftaran atau registrasi anggota baru The Jakmania.

The Jakmania beruntung mempunyai Edi Supatmo yang pada waktu itu menjabat sebagai humas Persija Jakarta. Ia berhasil menciptakan lambang bagi The Jakmania yaitu sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Lambang tersebut masih dipertahankan dan selalu diperagakan hingga sekarang karena merupakan simbol jati diri Jakmania.

Anggota Pada awal terbentuknya organisasi The Jakmania, anggotanya hanya berjumlah 100 orang, dengan pengurusnya sebanyak 40 orang. Berkat keahliannya dalam mengurus organisasi, para pengurus The Jakmania menemukan ide cemerlang untuk menambah anggota The Jakmania. Momentum itu tidak lain adalah saat Tim Merah Putih

(4)

Indonesia berlaga jelang Piala Asia. Mereka membagikan formulir kepada penonton di luar Stadion Gelora Bung Karno. Berkat kegiatan ini, banyak orang mendaftar sebagai anggota The Jakmania dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat 30.000 anggota lebih yang menjadi The Jakmania. Makin banyaknya anggota membuat pengurus perlu membentuk kordinator wilayah, dan melihat data anggotanya yang ada saat ini maka terbentuklah 50 konwil ( kordinator wilayah).

Kepengurusan Adalah Gugun Gondrong yang merupakan salah satu sosok yang paling ideal untuk memimpin The Jakmania. Dipilihnya Gugun Gondrong karena ia figur yang dikenal masyarakat banyak, walaupun Gugun Gondrong dari kalangan artis tetapi ia ingin disamakan dengan yang lainnya, tidak ada perbedaan diantara anggotanya, semuanya sama tidak ingin perlakukan khusus atau berlebihan diberikan kepadanya.

Seiring berjalannya waktu, kepengurusan Gugun Gondrong pun berakhir. Dan ia digantikan oleh Ir. T. Ferry Indrasjarief atau biasa disapa dengan Bung Ferry. Bung Ferry menjabat untuk periode 1999 – 2001.

Keberhasilannya dalam mengolah organisasi ini menjadi lebih baik membuat ia terpilih dan dipercaya kembali untuk memimpin The Jakmania, untuk periode 2001 – 2003, 2003 – 2005.Keberhasilannya memimpin The Jakmania selama 3 periode ini menuai banyak kesuksesan. Maklum saja, Ir. T. Ferry Indrasjarief atau Bung Ferry ini memang

(5)

dibesarkan dalam kegiatan organisasi dan Bung Ferry ini pernah menjadi anggota supporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania Setelah kepemimpinan Bung Ferry, The Jakmania mengadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih ketua umum baru The Jakmania periode 2005 – 2007. Akhirnya setelah melalui proses yang agak panjang, terpilihlah Hanandiyo Ismayani atau biasa disapa dengan Bung Danang.

4.1.4 Struktur Organisasi

Richard Achmad Supriyanto (ketua Umum)

Febrianto (Sekjend)

Komarul Hajat (W.Ketua

Umum)

Duto Pamungkas

(Ketua I)

Suryadi (Bendahara

Umum)

Alit Kustizjar

(Ketua II) Muhamad

Ramdani (Ketua III)

Kabid Kesekretari atan : Ingga

Prawira

Kabid Tour &

Tiketing. : Susanto

Kabid Keanggota

an. : Samsudin

Kabid Korlap. :

Syarif Hidayat

(Jest)

Kabid LitBang. :

Eko Purnomo

Kabid Infokom &

Media : Diky Soemarno Kabid

Hukum, Advokasi Dan LBH. :

Jeffri Ricardo

(6)

Gambar 4.1. Struktur Organisasi The Jackmania

4.2 HASIL PENELITIAN

Data hasil penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan, observasi partisipan dan beberapa data sekunder yang terdiri dari media sosial informan dan catatan lapangan sepanjang penelitian berlangsung.

Wawancara yang dilakukan peneliti adalah dengan memilih Dua narasumber, dimana 1 key informan dan 1 informan key informan selaku ketua umum the jakmania dan informan adalah korban konflik antar the jak dan Viking

4.2.1. Faktor Pendorong dan pemicu konflik

Konflik antar suporter bola ini merupakan konflik antar kelompok atau yang biasa disebut dengan konflik horizontal. Konflik antar suporter bola ini telah terjadi sejak lama, akan tetapi konflik ini tidak pernah selesai sampai saat ini.

Berbicara mengenai pembangunan suporter, Jakmania pun tentunya memerlukan rujukan dan konon kota Bandunglah yang mereka jadikan rujukan, maka tak perlu heran jika pengurus-pengurus Jakmania pada awalnya justru sering berkunjung ke bilangan gurame di kota

(7)

Bandung untuk “belajar”, tepatnya di markas salah satu kelompok bobotoh yaitu Viking. Maka tak perlu heran jika pada awalnya pengurus kedua kelompok suporter ini sebenarnya saling mengenal dan jauh dari bayangan keadaan saat ini.

Awal mula terjadinya bentrokan antar suporter sepakbola Persib vs Persija terjadi sekitar tahun 2000an di Siliwangi Bandung, saat itu Persija yang disuntik dana besar oleh Sutiyoso hadir dengan materi-materi terbaik, sedangkan PERSIB bermaterikan pemain-pemain veteran dan lokal yang tak terlalu mentereng namanya. Karena hal itu, mulailah timbul kecemburuan dikalangan suporter Persib.

Gesekan-gesekan pertentangan mulai tercium antara suporter Persija dengan Persib. Dulu Viking masih menguasai tribun selatan, dan elemen-elemen bobotoh yang menjadi cikal bakal BOMBER masih tersebar seperti stone lovers, suporter forever, BFT, Provost PERSIB, Vorib, robokop, Casper, tiger fortune dll.

Disaat itu puluhan ribu bobotoh masih tertahan diluar tak dapat masuk stadion, sementara suasana di dalam stadion pun semakin tak nyaman karena penonton berdesakan. Disaat itulah tiba-tiba banyak bus mendekat ke area stadion, mereka adalah bus-bus yang membawa Jakmania, kalau tidak salah ada sekitar 7 bus, cukup banyak memang karena gratisan dan disupport dana oleh sutiyoso. Terbayang apa yang terjadi, disaat “penduduk asli” yaitu suporter tuan rumah pun emosi karena tidak dapat masuk stadion, tiba-tiba datanglah “tamu tak diundang” dari

(8)

ibukota, dengan gaya yang mungkin dianggap kurang berkenan maka terjadilah gesekan itu, saya kurang tau persisnya namun beberapa bus memutar ke arah jalan Menado dengan kaca-kaca pecah dan terdengar kata-kata makian.

Di masa itu PERSIB memang kurang bersinar, nama besar dan loyalitas bobotoh-nya lah yang membuat PERSIB tetap disegani, dan diantara keredupannya itu, tetap ada satu nama yang mampu menjada track PERSIB sebagai penyuplai pemain untuk tim nasional setelah berakhirnya era Robi Darwis, satu-satunya pemain PERSIB yang tetap dipanggil oleh tim nasional itu adalah pemilik VO2MAX tertinggi di timnas pada saat itu, dia adalah Yaris Riyadi.

Dengan adanya satu wakil PERSIB di timnas maka sudah menjadi alasan yang cukup kuat bagi bobotoh untuk tetap setia memberi dukungan kepada tim merah putih, terutama saat berlaga di GBK, dan diantara mereka yang rajin nonton timnas adalah anak-anak Viking Jabodetabek (sekarang kan memekarkan diri menjadi vkg bekasi, bogor dsb), nah konon katanya, anak-anak Jakmania mulai melakukan intimidasi dan gangguan-gangguan serius kepada anak-anak Viking jabodetabek ataupun para penonton asal Bandung.

Alkisah makin lama makin hot dan dibalas pula dalam setiap kesempatan meskipun itu diluar laga PERSIB vs Persija. Salah satunya adalah gangguan yang ditujukan pada Jakmania ketika Persija

(9)

bertandang ke kandang Persikab di stadion Sangkuriang Cimahi, rupanya acara ganggu-mengganggu ini cukup banyak juga peminatnya.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa peletup dan momentum yang membuat pertikaian ini semakin membara dan sulit padam adalah kejadian setelah kuis siapa berani di Indosiar. Saat itu anak-anak Viking yang tampil sebagai jauara kuis rupanya telah diincar dan siap dihabisi sejak mulai studio hingga jalan tol, insiden terhebat adalah di pintu tol tomang, anak-anak Viking di hajar habis-habisan.

Bentrokan terhebat yang terjadi pasca insiden kuis siapa berani terjadi sekitar tahun 2001. Saat itu PERSIB dijamu Persija di GBK Jakarta, kebetulan saat itu isu-nya masih terbatas Viking dan Jakmania, belum bobotoh ataupun suporter PERSIB secara keseluruhan. Saat itu anak- anak Viking berangkat menggunakan banyak bus, sedangkan Bobotoh lain berangkat menggunakan banyak mobil pribadi. Jika tak salah, para bobotoh menggunakan jalan via Puncak belum Cipularang, semua masih tertawa-tawa hingga memasuki tol dalam kota Jakarta. Disamping beberapa bobotoh melaju sejajar dengan metromini Jakmania yang terus menunjuk-nunjuk dan meneriaki mobil bobotoh, saat itu atmosfer permusuhan mulai tercium.

Hingga pada puncaknya Mei 2012 konflik antar kedua kelompok ini terjadi lagi sampai menimbulkan korban jiwa. Pendukung Persib Bandung Rangga asal Cimenyan meninggal pada usai laga pertandingan PERSIB

(10)

lawan Persija di GBK Senayan Jakarta. Kasus tersebut merupakan kasus terakhir yang menelan korban jiwa.

Menurut hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap salah satu anggota suporter, konflik ini pasti akan terus terjadi tanpa ada sumber kejelasan yang pasti. Adanya anggapan yang sering melecehkan masing- masing suporter maupun klub bolanya masing-masing, membuat konflik ini semakin terus berkembang. Secara garis besar hal yang menjadi faktor utama penyebab konflik ini adalah sikap konformitas yang terlalu tinggi pada setiap suporter bola menyebabkan setiap anggotanya menganggap bahwa fanatisme merupakan hal yang biasa dan wajar sekalipun mereka sampai melakukan tindakan anarkis. Adanya rasa ingin dipandang oleh kelompok lain membuat kedua suporter bola ini terus belomba-lomba munujukan popularitasnya masing-masing.

Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar.

Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.Kebodohan the jak terekspos keseluruh negeri ketika mereka tak berdaya menghadapi Viking dalam kuis Siapa Berani. Kuis yang menguji wawasan dan kemampuan berpikir. Itu merupakan edisi khusus kuis Siapa Berani, edisi supporter sepak bola. Menghadirkan Viking, the jak, Pasoepati (Solo), Aremania, dan ASI (Asosiasi Suporter Indonesia).

(11)

Pemenangnya, Viking. Perwakilan Viking berhasil melewati babak bonus dan berhak atas uang tunai 10 juta rupiah. Seperti biasanya, rasa iri dari the jak muncul. Malu dikalahkan di kotanya sendiri, ketua the jak saat itu, Ferry Indra Syarif memukul Ali, seorang Viker yang menjadi pemenang kuis. Sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ketua.Kejadian itu terjadi di kantin Indosiar, ketika dilangsungkannya acara pemberian hadiah. Kontan keributan sempat terjadi, namun berhasil diatasi.

Kesirikan the jak tak sampai disitu. Mereka menghadang rombongan Viking dalam perjalanan pulang menuju Bandung, tepatnya di pintu tol Tomang. Anak-anak Bandung yang berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan dua mobil Mitsubishi Colt milik Indosiar dan satu mobil Dalmas milik kepolisian. Ketiga mobil ini dihadang sebuah Carry abu-abu. Dua lolos, namun nahas bagi salah satu Mitsubishi Colt yang ditumpangi para anggota Viking. Mobil itu terperangkap gerombolan the jak. Kontan, mobil dirusak, Viking disiksa, dan uang para pendukung pangeran biru itu pun dijarah. Termasuk handphone dan dompet mereka.

Tercatat sembilan anggota Viking mengalami luka-luka. Tiga diantaranya terluka parah. Namun sayang, pihak kepolisian lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam menangkap the jak yang merampok dan menganiaya anggota Viking Persib Club.Hingga saat ini perseteruan kedua kelompok supporter itu masih terus berlanjut. Viking, yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia, memiliki kreatifitas tinggi,

(12)

terbukti dengan julukan "Bandung kota mode, musik, dan seniman"

dengan the jak yang memiliki title kota ibukota.

Sesungguhnya berbagai upaya juga sepertinya sudah dilakukan berbagai pihak baik itu dari pihak Persib sendiri maupun dari pihak Persija bahkan pernah juga dilakukan PSSI/MENPORA untuk mendamaikan kedua belah pihak dan memberikan sangsi tegas tapi upaya yang dilakukan tetap saja tak membuahkan hasil, karena benih perselisihan memang terus terpelihara dan bahkan tak jarang perselisihan itu berdampak buruk pada pemain kedua tim dan pihak tak bersalah lainnya.

“Sebenarnya konflik tersebut sudah turun temurun konflik awal berawal dari tahun 200an,masih penggurusnya ferry dan gugun gondrong,,konflik tersebut terjadi akibat iri hati fans yang terlalu fanatik terhadap klub kesayangannya melakukan provokasi dan membuat yel-yel yang mengundang provokasi dari kelompok fans yang tidak terima atas kekalahan timmnya.mantan pemain yang pernah bermain untuk persija pindah ke persib pun bisa menjadi bumbu konflik ke fans (Richard).”

4.2.2. Dampak Konflik antara Viking dan The Jakmania

Pada setiap konflik pasti memiliki dampak negatif maupun positif, begitupun dengan konflik suporter ini memiliki dampak yang sangat luar biasa yang bersifat materi maupun non materi, adapun dampak negatif yang terjadi ialah:

1. Fisik

(13)

Konflik yang berujung pada kekerasan dapat memiliki dampak kerusakan materi, seperti pada kasus ini kerusakan yang dialami dapat menyentuh berbagai elemen dari pelaku suporter sendiri, pihak Panpel, keamanan, hingga warga sekitar juga warga yang tidak tahu menahu hingga menjadi korban, dampak ini sudah memakan banyak korban luka maupun jiwa salah satunya pada setahun yang lalu ada salah seorang anggota viking yang terbunuh di GBK yaitu salah seorang warga Cimenyan kota Bandung, hal ini sangat membuat publik Bandung terkejut hingga mendapat berbagai respon.

Selanjutnya, dampak yang memakan infrastruktur sepertri stadion, sarana umum hingga rumah warga, pada setiap pertandingan stadion mengalami kerugian hingga jutaan rupiah begitupun pemerintah yang harus memperbaiki infrastruktur umum yang menjadi sasaran pengrusakan para ulah suporter tersebut dan yang paling memprihatinkan ialah rumah warga yang menjadi sasaran oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau korban kita semua korban banyak sekali korban yang dilarikan kerumah sakit karena terkena lemparan batu di kepala dan mengalami pendarahan yang hebat,dan bis-bis kami pun pecah kacah- kacahnya banyak sekali yang terkena serpihan-serpihan kaca dari anggota kepolisian juga banyak terkena lemparan tersebut.(Ayi)”

(14)

2. Non- Fisik

Dampak ini merupakan dampak yang paling penting yaitu dampak sosial yang terjadi pada masyarakat bandung maupun masyarakat jakarta, dengan adanya konflik ini banyak kedua masyarakat ini menjadi takut bila berkunjung, ketidakharmonisan ini justru menjadi hal yang turun temurun hingga secara tidak langsung konflik ini dipelihara. Dampak psikologi juga sudah menyentuh berbagai kalangan khsusnya kalangan pelajar atau pemuda yang masih memiliki jiwa loyalitas tinggi, yaitu dampak akan rasa benci kedua tim ini hingga banyak kalangan pelajar atau pemuda yang terlibat pada konflik ini.

Dibalik banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan, terdapat beberapa dampak positif yang cukup menguntungkan bagi beberapa pihak diantaranya, konflik ini menjadi komoditas bagi para pedagang kaos juga merchandise. Dimana mereka menggunakan konflik ini sebagai design yang sangat menguntungkan bagi ekonomi. Kemudian dampak positif ini menjadi menumbuhkan rasa kompetensi dari kedua kubu ini untuk menciptakan karya-karya dengan kreativitasnya masing-masing seperti membuat lagu dan sebagainya. Adanya rasa solidaritas yang semakin tinggi diantara masing-masing anggota suporter.

“Untuk itu sih banyak yah dari track record yang kita lihat banyak korban yang berjatuhan dan banyak fasilitas-fasilitas negara yang rusak akibat konflik tersebut (Richard)”

(15)

4.2.3. Pencegahan dan Penanggulangan konflik Viking dengan The Jakmania

Upaya yang dilakukan ini menyeret berbagai pihak yang terkait dari pihak yang berkonflik hingga pihak ke tiga seperti pemerintah dan pihak keamanan, konflik ini bukan menjadi konflik yang disepelekan. Adapun pihak-pihak yang merdam konflik :

Pihak yang berkonflik

Pihak yang bertikai pun tidak semuanya berkonflik ada juga dari mereka yang berupaya merendam konflik, salah satunya para ketua dari kelompok-kelompok pendukung persib, ketua viking sudah sangat ingin menyelesaikan konflik yang bertolak belakang dengan para anggotanya, salah satu upayanya ialah agar tidak menyanyikan chance berbau intimidasi atau rasis pada pertandingan, kemudian mencabut keanggotaan bila didapati bertindak kriminal pada suporter lain, upaya-upaya itu merupakan sebagian upaya dalam meredam konflik. Hal sama juga berlaku pada ketua the jak yang selama ini juga berupaya untuk meredam konflik bahkan sampai berdamai.

Pihak ketiga

Upaya yang dilakukan oleh pihak ketiga ialah pihak panpel hanya menyediakan tiket untuk pendukung persib saja, kemudian senjata tajam atau alat yang membahayakan dilarang masuk stadion, dilarang pula menyanyikan chance rasis. Di pihak keamanan ini sangat penting yaitu

(16)

pemberian izin pertandingan dan izin penonton, kedua laga persib persija ini bahkan sudah sangat sulit untuk mendapatkan izin menggelar pertandingan apalagi menonton. Di pihak pemerintah pula ini menjadi pekerjaan rumah bagi mereka, bahkan gubernur jawa barat, walikota bandung dan jakarta ikut turun tangan untuk meredam sampai menyelesaikan konflik ini, untuk caranya sendiri, kedua gubernur dan walikota ini sudah sering berhubungan untuk membahas masalah ini.

Antisipasi konflik selalu diadakan di jawa barat dengan melakukan pertemuan antar penggurus dan menkomunikasikan soal kejadian- kejadian tersebut dengan aksi perdamaian kata Richard ,,dan kedua supporter menandatangani ikrar perdamaian seperti dikatakan ketua umum ini seperti inilah ikrarnya:

1. Saling menghormati antara suporter Persib Bandung dengan Persija Jakarta untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kebencian, konflik fisik, maupun tindakan anarkis lainnya dengan cara mengendalikan seluruh pendukung demi terwujudnya suasana kondusif dalam setiap pertandingan maupun di luar pertandingan dimana pun lokasi pertandingan tersebut dilaksanakan khususnya di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

2. Menghentikan pertikaian antar suporter di setiap pertandingan sepak bola antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang berlangsung di Wilayah Jawa Barat maupun DKI Jakarta dan wilayah lainnya.

(17)

3. Melaksanakan tugas bersama-sama antara kedua koordinator lapangan dan suporter dengan aparat keamanan dalam pengamanan kegiatan pertandingan sepak bola antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta yang melibatkan pengarahan massa dari kedua belah pihak.

4. Secara proaktif akan membantu aparat keamanan dalam memelihara dan menjaga keamanan serta ketertiban dengan mengoptimalkan koordinasi yang efektif antara suporter Persib dan Persija terkait dalam pertandingan sepak bola baik antara Persib dan Persija ataupun dengan kesebelasan lainnya serta kegiatan lainnya.

5. Dengan islah antara suporter Persib dan Persija kita tingkatkan hubungan silaturahmi dan persaudaraan guna meraih prestasi sepak bola.

6. Menaati seluruh ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, diantaranya mematuhi ketertiban lalu lintas, apabila terjadi pelanggaran, tindak pidana yang harus diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum, tidak akan mencampuri, mengintervensi yang dapat mengganggu proses penyidikan, penuntutan dan persidangan.

“Kita sebagai penggurus the jak melakukan pertemuan dan mengkomunikasikan pertemuan kepada Viking dan akhirnya proses tersebut tidak membuahkan hasil Seperti membuat surat ikrar perdamaian dan mengkomunikasikan ke pihak Viking. Dan lokasinya pun selalu di jawa barat (Richard)”

(18)

Dari pihak the jakmania pun mencegah atau mengantisipasi konflik dengan pembinaan organisasi internalnya seperti yang dikatakan ketua umum ini:

“Tentunya klub sama fans atau supporter ini harus seimbang konsepnya apa dsbg,Artinya ini harus diupgrade klubnya di upgrade supporternya juga harus diupgrade upgrade itu dalam artian kita harus belajar dewasa cerdas, persoalan kita tidak akur sama fans lain biarkan saja dalam arti tidak dibesar-besarkan(Richard)”

4.2.4. Solusi untuk Mengatasi Konflik

Solusi terbaik masih menjadi perkerjaan rumah bagi kedua juga ketiga, pada penelitian ini saya mencoba memberikan solusi untuk menyelesaikan konflik ini, solusi yang tepat ialah dengan mediasi, arbitrasi yaitu melibatkan pihak ketiga untuk bersama-sama menyelesaikan konflik ini, seperti dalam meredam konflik perlu ada upaya-upaya dari berbagai pihak untuk menyelesaikan konflik ini.

Pihak yang berkonflik ini perlu memberikan pengetahuan kepada seluruh anggotanya akar demi akar permasalahannya hingga anggotanya dapat bertindak sesuai dengan yang mereka ketahui bukan hanya ikut-ikutan, memang sulit namun ini penting agar mendewasakan bagi para anggota yang masih terlibat konflik, aturan

(19)

yang jelas dari organisasi maupun kelompok pendukung juga dirasa sangat perlu agar anggotanya disiplin, kemudian “pembelajaran dan pembinaan edukasi,, harus lebih sabar diri karena kita adalah pusat ibukota harus menjadi panutan untuk fans yang lainnya ,kita juga meminta pihak pemerintah Untuk Memberikan Pengarahan Jadi kita memulai dari Internalnya dulu baru externalnya s(Richard)”

diberikan ruang positif untuk mewadahi konflik ini diluar pertandingan yaitu dengan kegiatan-kegiatan olahraga maupun yang lainnya agar para anggotanya menjadi kreatif juga kompeten dengan suporter lainnya.

Pihak ketiga sebagai penengah dari kedua kubu ini perlu mengambil tindakan tegas seperti panpel dengan perbaikan kinerja pada setiap pertandingan, pihak keamanan yang mengizinkan namun mendisiplinkan, dan pihak pemerintah yang mewadahi berbagai aspirasi juga kreasi masyarakatnya yaitu pendukung sepak bola tersebut.

4.3 PEMBAHASAN

Telah dibahas pada bab metode penelitian ,bahwa penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan judul konflik sosial antara Viking dan the jakmania

(20)

Banyak sekali konflik yang pernah terjadi antar pertemuan supporter sepak bola ini dan banyak sekali korban berjatuhan dalam konflik ini,organisasi yang yang menciptakan sarana hobi bagi penikmat sepakbola haruslah bisa mencegah atau mengantisipasi konflik tersebut dengan baik

Akibat daripada itu sepakbola yang menjadi tontonan menarik berubah menjadi kekacauan dan merugikan semua masyarakat didalamnya,organisasi besar haruslah bisa menyelesaikan konflik ini dengan baik tanpa adanya pertumpahan darah,maka dari itu komunikasi dan tindakan yang tegas sangat diperlukan dalam organisasi.

Organisasi harus bisa membina dan mererat setiap hubungan dengan organisasi lain, untuk menghadapi itu organisasi haruslah memulai itu dari internalnya.melakukan pembinaan kepada anggotanya supaya tidak gampang termakan provokasi,

Tugas seorang pemimpin yaitu mampu memecahklan masalah dengan baik, mampu mengembangkan konflik sehingga dapat mencapai titik kritis namun jangan sampai tiba pada titik kepatahan atau “breaking point” , adalah betul-betul mengandung resiko dan bahaya dan merupakan tugas yang sangat berat. Seorang Pemimpin memerlukan jiwa yang dinamis, kreatif, berani, bertanggung jawab dan berdedikasi penuh pengabdian, yang hanya dimiliki oleh pribadi pemimpin yang berkarakter kuat. Pemimpin modern harus mampu mendorong bawahannya agar

(21)

menemukan ide-ide sendiri, berpartisipasi aktif dan mau menerima banyak perbedaan dan keragaman. Lalu menciptakan kondisi yang merangsang konflik positif yang terkendali dan menyelesaikannya dengan baik. Adapun cara pemimpin untuk mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi,yaitu:

1. Konflik dari dalam diri individu (individual conflict) Konflik yang terjadi dalam organisasi jika dibiarkan akan menimbulkan keadaan yang tidak menyenangkan, konflik yang ada didalam diri individu dapat menyebabkan seseorang merasa bimbang bingung sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Peran seorang pemimpin harus dapat memberikan arahan terhadap bawahannya, yaitu :

a. Memberikan waktu kepada bawahan untuk merenung dan memikirkan jalan keluarnya

b. Apabila cara tidak berhasil, pimpinan mencarikan beberapa alternatif, saran, masukan yang baik dan memberikan rasa percaya diri kepada bawahan supaya yakin apa yang akan dipilih adalah solusi terbaik untuk menentukan tujuan yang dilaksanakannya.

2.Konflik antar individu maupun antar kelompok Banyak cara untuk memecahkan persoalan konflik antar pribadi maupun antar kelompok, misalnya membuka diri, menerima umpan balik,

(22)

menaruh kepercayaan terhadap orang lain. Ada beberapa strategi untuk mengurangi konflik di organisasi,yaitu : Memecahkan masalah melalui sikap kooperatif Bila dua kelompok atau dua individu memiliki tujuan yang berbeda karena masing-masing menganut sistem nilai yang berbeda, maka penyelesaian masalahnya ialah:

a. Duduk bersama, berunding, dan bermusyawarah

b. Melihat masalah dengan kepala dingin dan mendiskusikannya

c. Melalui sikap kooperatif orang berusaha melepaskan perbedaan perbedaan yang tidak prinsipil, untuk lebih banyak menemukan titik-titik persamaan

d. Tidak selalu mau menang sendiri dan mengharuskan pihak lain mengalah. Bersedialah mengalah dengan itikad baik untuk memecahkan masalah. Mempersatukan tujuan Tujuan yang dipersatukan ini sama dengan tujuan yang harus dicapai oleh kelompok yang tengah berselisih. Tujuan bersama itu harus bisa dicapai karena sifatnya imperative atau memaksa. Melalui jalan kooperatif dan disertai rasa solidaritas tinggi, orang harus bisa bekerjasama atas dasar saling percaya-mempercayai satu sama lain.

(23)

Menghindari konflik

Cara paling wajar dan mudah yaitu menghindari suatu konflik, yang bertujuan untuk tidak melakukan, menentang, lalu mendesak semua kesebalan dan kekecewaan kedalam ketidaksabaran sehingga menjadi kompleks-kompleks terdesak, yang sering menjadi sumber pengganggu bagi ketenangan batin sendiri. Dengan jalan pendesakan bertujuan menghindari kesusahan. Yang penting adalah menghindari orang yang tidak disenangi, dan menghindari konflik terbuka. Selanjutnya cepat atau lambat orang harus berani saling berkonfrontasi dan mencari jalan penyelesaiannya.

Memperhalus konflik

Memperhalus konflik itu berarti melicinkan jalan atau memperhalus penyelesaian konflik dengan jalan:

a. Mengecilkan perbedaan-perbedaan sikap dan ide dari perorangan dan kelompok yang tengah bertikai

b. Dan memperbesar titik persamaan/ titik singgung dari tujuan atau kepentingan bersama, yang harus dicapai dengan cara kooperatif.

Dengan memperhalus konflik dan melicinkan jalan penyelesaian orang berusaha dengan sengaja dan sadar menyingkirkan perbedaan untuk lebih menonjolkan persamaan serta kepentingan bersama, sehingga jalan damai dapat ditempuh untuk memecahkan masalah yang

(24)

berjanjiantara kedua belah pihak yang bersedia melepaskan sebagian dari tuntutannya. Dalam peristiwa kompromi boleh dikatakan tidak ada pihak yang menang dan yang kalah secara mutlak. Kedua belah pihak bersedia mengorbankan sedikit dari pendirian dan tuntutanya sehingga tersapai satu keputusan bersama, sekalipun keputusan itu tidak bisa disebut sebagai hasil yang optimal bagi kedua belah pihak. Keputusan hasil kompromi itu merupakan produk penalaran,saling mengalah, saling memberi dan menerima dimana kedua belah pihak saling terpuaskan.

Tindakan yang otoriter

Dalam struktur organisasi formal dengan adanya relasi atasanbawahan, maka otoritas dan kewibawaan pemimpin yang berkedudukan paling tinggi merupakan suara pemutus bagi konflik antar- individu dan antar-kelompok. Kekuasaan formal merupakan bentuk arbitrage atau perwasitan dan sebagai alat penentu. Kepemimpinan otoriter dengan tindakan-tindakan yang tegas dan drastis itu disaat genting itu bisa menegakkan orde, bisa menjadi alat koordinasi yang efektif.

Mengubah struktur individual dan struktur organisasi

Cara lain untuk mengurangi konflik yaitu dengan cara mengubah struktur organisasi. Memindahkan dan mempertukarkan anggota anggota kelompok dan pemimpinnya, dengan semboyan “the right man in the right place”, membentuk badan koordinasi, memperkenalkan sistem konsultasi

(25)

dan sistem apel, memperluas partisipasi aktif para anggota dan anak buah. Dengan menukar-nukar anggota dan pemimpin dapat tercapai iklim psikis baru, sehingga suasana kompetitif dan konfliktius bisa dikurangi menjadi seminim mungkin.

Gambar

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Viking

Referensi

Dokumen terkait

Pencadangan ataupun penetapan suatu daerah menjadi kawasan ekowisata bertujuan untuk mengharmonisasikan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dengan keinginan untuk

Menurut Gagne, Wager, Goal, & Keller [6] menyatakan bahwa terdapat enam asusmsi dasar dalam desain instruksional. Keenam asumsi dasar tersebut dapat dijelaskan

Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu menerapkan dan menguasai konsep dasar analisis survival dalam melakukan inferensi pada bidang ilmu kehidupan

Oleh karena itu, yang akan dilakukan judul penelitiannya adalah “Pengelolaan Evaluasi Pembelajaran oleh Kepala Madrasah dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di

Hal ini dapat terjadi melalui dua mekanisme yaitu diawali dengan terjadinya hipertrofi ventrikel kiri yang menyebabkan kepayahan otot jantung dalam memompa, maupun

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Namum sejauh ini, dalam penegakan hukum di dalam masyarakat adat Aceh, masih terdapat kendala-kedala yang dihadapi, sehingga proses pembangunan hukum adat di Indonesia, khususnya di

Otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepenting an masyarakat setempat sesuai dengan