Universitas Kristen Maranatha 2
Daftar Pustaka
Kokusai Kōryū Kikin: Nihongo Kokusai Sentā, Kyōshiyō Nihongo Kyōiku Handbook 4 Bunpō II: Jodōshi wo Chūshin ni Shite, 1991, Tokyo: Bonjinsha.
Nihongo Kyōshi no Tame no Gendai Nihongo Hyougen Bunten, 1996, Tokyo: Bonjinsha.
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bahasa Jepang dikenal bentuk kalimat untuk menyampaikan suatu informasi yang didapatkan dari indera pendengaran atau indera penglihatan, (kutipan
tidak langsung). Bentuk ini dalam bahasa Jepang disebut bentuk denbun (伝聞).
Denbun merupakan ekspresi yang menunjukkan bahwa pembicara mengetahui
tentang suatu hal dengan mendengar dari pihak lain atau membaca. Lalu bermaksud menyampaikan atau memperkenalkan hal tersebut kepada pihak lain. Denbun adalah sebuah bentuk ekspresi bahasa Jepang untuk mengungkapkan suatu informasi (berita) dari pihak lain dengan penyesuaian sudut pandang waktu ketika sang pembicara mengungkapkannya, dan dengan penilaian yang subjektif sesuai dengan penilaian pembicara tanpa membuat isi informasi yang disampaikan bertentangan dengan isi informasi sebenarnya. Singkat kata, denbun adalah bentuk ekspresi bahasa Jepang yang digunakan untuk mengungkapkan suatu hal dengan meminjam kata-kata orang lain.
Universitas Kristen Maranatha 16
BAB III KESIMPULAN
Dalam bahasa Jepang bentuk ekspresi Denbun adalah bentuk ekspresi untuk menyampaikan sebuah informasi (kutipan) yang didapatkan dengan membaca, melihat, atau mendengar dari pihak lain dalam bentuk kalimat tidak langsung. Dalam penggunaan Denbun, informasi yang disampaikan (kutipan) diubah agar sesuai sudut pandang
subjektif pembicara tanpa mengubah substansi isi dari informasi tersebut. Ada beberapa macam bentuk ekspresi Denbun, di antaranya adalah:
III.1. そうそうそうそう (Sōda)
Tidak bisa dipergunakan jika isi informasi bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.
彼 う来 そうそうそうそう 外出 来 X
Karena kita dapat mempersepsikan bahwa sebenarnya dia tidak datang kemarin. Jadi isi informasi tersebut harus diungkapkan dengan cara lain seperti di bawah ini:
彼 う 来 い う こい う こい う こい う こ 外 出 来
(KN)
Atau kita bisa langsung menyampaikan kenyataan yang terjadi bahwa [dia tidak datang] dengan ekspresi tanpa Denbun seperti berikut:
彼 う来
Tidak mempunyai bentuk negatif そう [sōdatta] atau bentuk negatif
lampau atau negatif, bentuk そう [sōda] tak boleh diubah. Contoh:
バンドン い い →バンドン い いそう
バンドン い →バンドン い そう
Untuk menyampaikan kembali informasi seperti contoh di atas dengan bentuk そう
[sōda], maka kalimat tersebut harus diubah menjadi seperti berikut:
III.2. いうこいうこいうこいうこ (toiukotoda), ここここ (tonokotoda)
Lebih umum dari [sōda] dapat diungkapkan kapan saja. Jka isi informasi
adalah hal yang tidak terpengaruh oleh waktu penyampaian atau hal yang belum
terjadi, maka dipergunakan bentuk い う こ (toiukotoda), こ
Kemarin, dalam penjelasan doktor Yoshida yang muncul di majalah, dalam kurang dari setengah abad pasti akan muncul bahaya kelaparan
Akan tetapi jika isi dari informasi merupakan sesuatu yang bertentangan dengan
kenyataan atau hal yang telah terjadi. Maka harus dipergunakan bentuk いう
こ [toiukotodatta] atau ~ こ [~tonokotodatta]
彼 う 来 い う こい う こい う こい う こ 外 出 来
(KN)
Universitas Kristen Maranatha
[menurut cerita mizuno, akhir-akhir ini keadaan kesehatan sensei buruk, karena sensei mengharap kita untuk baik-baik menjaga badan.]
III.3. ~~~~ (~ndatte)
Bahasa percakapan yang tidak formal. Biasa dipergunakan diantara orang-orang
yasng dekat. Merupakan perubahan bentuk dari [nodato] dengan
penghilangan kata-kata い う こ [iukotoda] yang biasanya mengikuti bentuk
tersebut.
Dapat dipergunakan untuk menyiratkan bahwa sang pembicara menyimpan suatu
informasi lain yang melatarbelakangi informasi yang disampaikan dalam bentuk ~
[~ndatte] ini. Sebagai contoh:
Iya, padahal dia tidak begitu bisa menulis skripsi.
Pernyataan A yang menggunakaan bentuk ~ [~ndatte] ini seolah
menunjukkan bahwa ia tahu sesuatu latar belakang dari informasi bahwa [dia lulus] sehingga memancing pertanyaan B [benarkah itu] yang dijawab A dengan penjelasan
mengenai latar belakang ungkapannya yang pertama (ungkapan dalam bentuk ~
[~ndatte]).