• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelebihan Dan Kelemahan Antara KTSP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kelebihan Dan Kelemahan Antara KTSP"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Kelebihan dan kelemahan antara KTSP

Kelebihan dan kelemahan antara KTSP

(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

dengan KBK (Kurikulum

dengan KBK (Kurikulum

Berbasis Kompetensi)

Berbasis Kompetensi)

POSTED ON

POSTED ON MARET 1, 2012MARET 1, 2012 BYBY I'M SPARKYUI'M SPARKYU

1 1

KTSP

KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sebuah katau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sebuah kurikulumurikulum

operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan

operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masingoleh masing-masing

satuan pendidikan di Indonesia.

satuan pendidikan di Indonesia.KTSPKTSP secara yuridis diamanatkan olehsecara yuridis diamanatkan oleh

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun

dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun

Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun

ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar

ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar

Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah

Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah

sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan

sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun

Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006,2006,

serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. Pada

serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. Pada

prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun

prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun

pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan

pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan

kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP

kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Pendidikan) terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, strukturterdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur

dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan

dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan

silabus. Pelaksanaan

silabus. Pelaksanaan KTSPKTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahunmengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun

2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.

2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL. •

• Kelebihan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Kelebihan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)Pendidikan)

1.

1. MendoMendorong terwrong terwujudnujudnya otonomi sekolya otonomi sekolah dalam menyeah dalam menyelengglenggarakanarakan

pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah

pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalansatu bentuk kegagalan

pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya

pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragamanpenyeragaman

kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di

kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di

lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal.

lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal.

2.

2. MendoMendorong parrong para guru, kepala guru, kepala sekolaha sekolah, dan pihak man, dan pihak manajemeajemen sekolahn sekolah

untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan

untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan

program-program pendidikan.

(2)

3. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk

menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. Sekolah dapat menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. Sebagai contoh daerah kawasan wisata dapat mengembangkan kepariwisataan dan bahasa inggris, sebagai keterampilan hidup.

4. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat. Karena menurut ahli beban belajar yang berat dapat mempengaruhi

perkembangan jiwa anak.

5. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan. 6. Guru sebagai pengajar, pembimbing, pelatih dan pengembang

kurikulum.

7. Kurikulum sangat humanis, yaitu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan isi/konten kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah, kemampuan siswa dan kondisi daerahnya masing-masing.

8. Menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada

pemahaman, kemampuan atau kompetensi terutama di sekolah yang berkaitan dengan pekerjaan masyarakat sekitar.

9. Standar kompetensi yang memperhatikan kemampuan individu, baik kemampuan, kecakapan belajar, maupun konteks social budaya. 10. Berbasis kompetensi sehingga peserta didik berada dalam

proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek

kepribadian, sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan.

11. Pengembangan kurikulum di laksanakan secara desentralisasi (pada satuan tingkat pendidikan) sehingga pemerintah dan

masyarakat bersama-sama menentukan standar pendidikan yang dituangkan dalam kurikulum.

12. Satuan pendidikan diberikan keleluasaan untyuk menyususn dan mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat

mengakomodasikan potensi sekolah kebutuhan dan kemampuan peserta didik, serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah.

(3)

13. Guru sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar siswa.

14. Mengembangkan ranah pengetahuan, sikap, dan ketrampilan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi

individual.

15. Pembelajaran yang dilakukan mendorong terjadinya kerjasama antar sekolah, masyarakat, dan dunia kerja yang membentuk

kompetensi peserta didik.

16. Evaluasi berbasis kelas yang menekankan pada proses dan hasil belajar.

17. Berpusat pada siswa.

18. Menggunakan berbagai sumber belajar.

19. kegiatan pembelajaran lebih bervariasi, dinamis dan menyenangkan

Sedangkan kelemahan dari kurikulum KTSP adalah

1. Kurangnnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru dan sekolah.

2. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP .

3. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif  baik kosepnya, penyusunannya,maupun prakteknya di lapangan

4. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru. Sulit untuk

memenuhi kewajiban mengajar 24 jam, sebagai syarat sertifikasi guru untukmendapatkan tunjangan profesi.

sedangkan KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah seperangkat

rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, serta pemberdayaan sumber daya pendidikan. Batasan tersebut menyiratkan bahwa KBK dikembangkan dengan tujuan agar peserta didik memperoleh kompetensi dan kecerdasan yang mumpuni dalam membangun identitas budaya dan bangsanya. Dalam arti, melalui penerapan KBK tamatan

diharapkan memiliki kompetensi atau kemampuan akademik yang baik, keterampilan untuk menunjung hidup yang memadai, pengembangan moral yang terpuji, pembentukan karakter yang kuat, kebiasaan hidup yang sehat,

(4)

semangat bekerja sama yang kompak dan apresiasi estetika yang tinggi terhadap dunia sekitar.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK ) atau Kurikulum 2004, adalah

kurikulum dalam dunia pendidikan di Indonesia yang mulai diterapkan sejak tahun 2004 walau sudah ada sekolah yang mulai menggunakan kurikulum ini sejak sebelum diterapkannya. Secara materi, sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994, perbedaannya hanya pada cara para murid belajar di kelas.

Dalam kurikulum terdahulu, para murid dikondisikan dengan sistem

caturwulan. Sedangkan dalam kurikulum baru ini, para siswa dikondisikan dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya belajar pada isi materi pelajaran belaka, yakni menerima materi dari guru saja. Dalam

kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTEK tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek, namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.

Kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu. Mengacu pada pengertian tersebut, dan juga untak merespons terhadap keberadaan PP No.25/2000, maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan oleh

pemerintah, dalam hal ini Depdiknas adalah menyusun standar nasional untuk seluruh mata pelajaran, yang mencakup komponen-komponen; (1) standar kompetensi, (2) kompetensi dasar, (3) materi pokok, dan (4)

indikator pencapaian. Sesuai dengan komponen-komponen tersebut maka format Kurikulum 2004 yang memuat standar kompetensi nasional

matapelajaran adalah seperti tampak pada Standar kompetensi diartikan sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilari, sikap, dan tingkat

penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu

matapelajaran. Cakupan standar kompetensi standar isi (content standard) dan standar penampilan (performance standard). Kompetensi dasar,

merupakan jabaran dari standar kompetensi, adalah pengetahuan,

keterampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai dan dapat diperagakan oleh siswa pada masing-masing standar kompetensi. Materi pokok atau

(5)

bidang ajar, isi, proses, keterampilam, serta konteks keilmuan suatu mata pelajaran. Sedangkan indikator pencapaian dimaksudkan adalah

kemampuan-kemampuan yang lebih spesifik yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai ketuntasan belajar.

• Kelebihan / Keunggulan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi )

1. Mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri

2. Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented).Siswa dapat bergerak aktif secara fisik ketika belajar dengan memanfaatkan indera seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta pikiran terlibat dalam proses belajar.dengan demikian, siswa dapat belajar dengan bergerak dan berbuat belajar dengan berbicara, mendengar belajar dengan mengamati dan menggambarkan,serta belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir.Pengalaman-pengalaman itu dapat diperoleh melalui kegiatan mengindera, mengingat, berpikir, merasa, berimajinasi, menyimpulkan, dan

menguraikan sesuatu.Kegiatan tersebut dijabarkan melalui kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

3. Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah/daerah masing-masing

4. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik

5. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten

Referensi

Dokumen terkait

Penulis mewawancarai Jamaluddin Idris wakil ketua MPU Bireuen, ia menjelaskan bahwa meskipun dalam masyarakat Bireuen secara umum melakukan pembagian harta bersama

Tingkat pencapaian payout ratio ADHI telah sesuai dengan yang direncanakan yaitu sebesar 20%, sehingga target pencapaian 100% dengan skor 6..

Sehingga konsekuensinya bank tidak mengakui terjadinya peralihan kredit kepemilikan rumah subsidi yang dibuat oleh debitur KPR subsidi kepada pihak ketiga, dan

Seseorang meninggal dunia dengan ahli waris terdiria tas suami, dua orang anak perempuan, seorang cucu perempuan, dan saudara perempuan sebapak7. Berapa rupiah yang diterima

Namun setelah 3 tiga tahun beroperasi tingkat okupansi KA Bandara masih rendah yaitu 32% sepanjang tahun 2019, sehingga perlu di evaluasi dari segi kinerja operasional

Ujian semula ke atas negara lain dapat dijadikan asas perbandingan dengan dapatan kajian ini untuk memperkembangkan pemadanan antara perakaunan pengurusan dengan faktor

Uniknya, BCAS dan BVS yang keduanya sama-sama baru berdiri tahun 2010 mampu mengungkapkan lebih dari sepuluh item dalam variabel ini mengalahkan BMSI yang hanya

etilendiamin dengan senyawa aldehida yang diperoleh dari hasil ozonolisis. metil