LEMBAR PENGKAJIAN
LEMBAR PENGKAJIAN
ย ASUHAN K
ย ASUHAN KEPERA
EPERAW
WA
AT
TAN
AN
PADA An. A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS PNEUMONIAย
PADA An. A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS PNEUMONIAย
DI RUANG 7HCU RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWARย
DI RUANG 7HCU RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWARย
MALANG
MALANG
Oleh : Oleh :
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
F
FAKUL
AKULTAS IL
TAS ILMU
MU KESE
KESEHAT
HATAN
AN
N๎!๎N๎!๎ : : HAR"OKO HAR"OKO MUKTI MUKTI APRIAPRI ย WIBOWO
ย WIBOWO NIM
UNI(ERSITAS MUHAMMADI"AH MALANG
UNI(ERSITAS MUHAMMADI"AH MALANG
#$%&
#$%&
LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
)PNEUMONIA* )PNEUMONIA*
ย A.
ย A. DEFINISIDEFINISI
Pneumonia adalah suatau radang paru yang disebabkan oleh Pneumonia adalah suatau radang paru yang disebabkan oleh Bermacam-mac
Bermacam-macam etiologi seperti am etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan bakteri, virus, jamur dan bendabenda saing. (ngastiyah, 2012๎.
saing. (ngastiyah, 2012๎.
Pneuminia adalah akibat in!eksi
Pneuminia adalah akibat in!eksi mungkindidamungkindidapatkan secarapatkan secara ransplasenta
ransplasenta, perinatal atau , perinatal atau pasca lahir ("elson, 2000๎pasca lahir ("elson, 2000๎
B.
B. ETETIOIOLOLOGIGI 1
1.. BBaakktteerri i # # ssttrreeppttooccooccuus s ppnneeuummoonniiaaee, , ssttrreettooccooccuus s ggrruub b $$,, themophilus in%uen&a dan staphylococus aureus.
themophilus in%uen&a dan staphylococus aureus. 2.
2. 'amu'amur r # ๎istopla# ๎istoplasma capsusma capsulatimlatim, , coccicoccidioidioidomydomycosiscosis, , aspeaspergi!rgi!osis,osis, biastomyces dermatitis, cryptococosis, )andidia sp.
biastomyces dermatitis, cryptococosis, )andidia sp. *.
*. +i+irurus s # # ๎e๎espspiriratatororik ik sesensnsititiaial l vivirurus s (๎(๎๎+๎+๎, ๎, vivirurus s papararainin%u%uenen&a&a,, ade
adenovnoviruirus, s, rhnrhnoviovirurus, s, virvirus us in%in%uenuen&a, &a, virvirus us varvariseisela, la, rurubelbella,la, chla
chlamydimydiatra atra chomchomatis, atis, myocmyoco๎lao๎lasma sma pneupneumonamonae, e, pneupneumocymocystisstis canii (ngastiyah, 2012๎.
canii (ngastiyah, 2012๎. /.
/. BendBenda asia asing # ng # $spir$spirasi asi ๎ aka๎ akanan, nan, aspiaspirasi rasi bahabahan karn karosen, osen, aspiaspirasirasi amnion, aspirasi hidrokarbon, ali!atik (rudolph, 200๎๎.
amnion, aspirasi hidrokarbon, ali!atik (rudolph, 200๎๎. C.
C. PPAATOFITOFISIOLSIOLOGIOGI
Pneumonia merupakan penyebab utama pneumonia. Pneumoccocus Pneumonia merupakan penyebab utama pneumonia. Pneumoccocus ma
masuk suk kedkedalaalam m parparu u melmelalualui i jaljalan an perperna!na!asaasan n secsecarara a perpercikcikanan (dorplet๎. Prosen radang pneumonia dibagi menjadi atas / stadium (dorplet๎. Prosen radang pneumonia dibagi menjadi atas / stadium ย yaitu
ย yaitu 1.
1. ๎tad๎tadium kongium kongesti # kapilesti # kapiler melebaer melebar dan kongr dan kongesti seresti serta didata didalamlam alveolus terdapat eksudat jernih, bakteri dalam jumlah banyak, alveolus terdapat eksudat jernih, bakteri dalam jumlah banyak, beberapa neutro๎l dan makro!ag.
beberapa neutro๎l dan makro!ag. 2.
2. ๎ta๎tadiudium m hephepatiatisa merasa merah h # # loblobus dan us dan loblobuluulus s terterkenkena a menmenjadjadii padat dan tidak mengandung udara, 3arna menjadi merah dan padat dan tidak mengandung udara, 3arna menjadi merah dan pada perabaan seperti hepar,. 4alam alveolus didapatkan ๎brin, pada perabaan seperti hepar,. 4alam alveolus didapatkan ๎brin, leukosit netro๎l, eksudat dan banyak sekali eritrosit dan kuman, leukosit netro๎l, eksudat dan banyak sekali eritrosit dan kuman, stadium ini berlangsung sangat pendek.
stadium ini berlangsung sangat pendek. *.
*. ๎t๎tadadiuium m hehepapatitisa sa kekelalabubu# # lolobubus s memerarah h tetetatap p papadadat, t, 3a3araranana merah menjadi pucat kelabu, $lveolus berisi ๎brin dan leukosit, merah menjadi pucat kelabu, $lveolus berisi ๎brin dan leukosit, tempat terjadinya !agositosis
tempat terjadinya !agositosis pneumococcuspneumococcus /.
/. ๎tad๎tadium resolium resolusi eksudusi eksudat berkuat berkurangrang# dalam alve# dalam alveolus, makolus, makro!aro!agg ber
bertatambmbah ah dan dan leuleukoskosit it menmengalgalamami i neknekrorosis sis dan dan dedegengeneraerasisi lemak.
๎ ekanisme daya tahan tubuh yang berguna untuk melindungi dari ๎ ekanisme daya tahan tubuh yang berguna untuk melindungi dari bahaya in!eksi melalui mekanisme daya tahan traktus respiratori bahaya in!eksi melalui mekanisme daya tahan traktus respiratori ย yang terdir
ย yang terdiri darii dari 1.
1. ๎usu๎usunan anan anatonatomis damis dan ronn rongga hgga hidunidungg 2.
2. 'ari'aringan ngan lim!olim!oid di id di nasonaso-oro--oro-!ari!aringng *
*.. BBuullu u ggeettaar r yyaanng g mmeelliippuutti i sseebbaaggiiaan n bbeessaar r eeppiitteel l ttrraakkttuuss repiratorius dan sekret yang dikeluarkan oleh sel epitel
repiratorius dan sekret yang dikeluarkan oleh sel epitel tersebuttersebut /.
/. ๎e๎e%e%ek bk batatukย ukย 5.
5. ๎e%๎e%ek ek epiepigloglotis tis yayang ng menmencegcegah ah terterjadjadinyinya a aspaspirairasi si skrskret et yanyangg terin!eksi
terin!eksi 6.
6. 4ra4rainainase se sissistem lim!tem lim!atiatik k dan !ungdan !ungsi si menmenyaryaring kelening kelenjar lim!ejar lim!e regional
regional ๎.
๎. 77agoagositsitas, as, aksaksi i en&en&imaimatik tik dadan n resrespopon n imuimunohnohumoumoral ral terterutautamama dari imonoglobulin $ (8g$๎
dari imonoglobulin $ (8g$๎ ana
anak k dedengangan n dadaya ya tahtahan an terterganganggu ggu akaakan n menmenderderita ita pnepneumoumoniania be
berurulalang ng atatau au titidadak k mamampmpu u memengngatatasasi i pepenynyakakit it inini i dedengnganan sempurna. 7aktor lain yang mempengaruhi timbulnya pneumonia sempurna. 7aktor lain yang mempengaruhi timbulnya pneumonia ialah daya tahan tubuh yang menurun, misalnya malnutrisi energi ialah daya tahan tubuh yang menurun, misalnya malnutrisi energi prot
protein ein (๎ 9P(๎ 9P๎, ๎, penypenyakit akit menamenahaunhaun, , trautrauma ma pada paru, pada paru, aspiaspirasi,rasi, pengobatan dengan antibiotika yang tidak
pengobatan dengan antibiotika yang tidak sempurna.sempurna.
P๎+,๎-ย P๎+,๎-ย
ย virus
D. TANDA DAN GEJALAย
๎aluran na!as bagian
bronchiol alveous ๎adang pada bronkus dan 7ibrosus dan atelaktas :angguan ;ksigen kejaringan kelemahan 8ntoleransi ๎esiko ๎timulasi chemoresept or ๎et point bertambah ๎espon ๎espon peningkatan panas tubuh hiperemi 9vaporasi meningkat )airan tubuh berkurang 4e๎sit ย volume Peningka tan produksi akumilasi skret ;bstruks i jalan :anggua n ventiasi Bersihan ย jalan na!a Peningka tan !rekuensi Perangsa ngan ๎as (recticula r aktivatin ๎usah Perubah an pola <eluarga ย $nsietas orangtua ๎angsan gan nyeri :angguan rasa nyaman# Peningkatan tekanan muntah
1. 4emam, berkeringat dan menggigil
2. ๎uhu naik cepat *=-/0 derajat celcius atau sampai kejang *. "a!as menjadi sesak, disertai perna!asan cuping hidung
/. Batuk berdahak, tetapi dia3ali batuk tanpa produkti! dahakย 5. "yeri dada saat berna!as dan batukย
6. :elisah, dispnea dan sianosii ๎. <elelahan dan nyeri otot
>. ๎ ual, untah dan sakit kepala
E. KLASIFIKASI PNEUMONIAย
Pada umumnya pembagian pneumonia menutrut dasar anatomis dan etiologinya terbagi menjadi#
1. ๎ enurut anatomisnya a. Pneumonia lobaris
b. Pneumonia lobularis (bronkopneumonia๎ c. Pneumonia intertitialis (bronkilitis๎
2. ๎ enurut etiolohinya adalah a. Bakteri
b. +irus
c. ๎ ycoplasma pneumoniae d. 'amur
e. $spirasi (makanan, kerosen, amnion๎ !. Pneumonia hispostatkย
g. ๎indrom loe?er (ngastiyah, 2012๎.
F. PEMERIKSAAN FISIKย 1. P9":<$'8$" @๎ @๎
a. ๎i3ayat masukย
ย $nak biasanya diba3a kerumah sakit setelah sesak na!as, sianosi atau batuk disertai demam tinggi. <esadaran kadang menurun apabila anak masuk disertai kejang demam
b. ๎i3ayat penyakit dahulu
Prediksi penyakit saluran perana!asn lain seperti 8๎P$, in%uen&a sering dlam 3aktu *-1/ hari sebelum diketahui adanya penyakit pneumonia. Penyakit paru, jantung serta kelainan organ vital ba3aan dapat memperberat klinis anakย
2. P9":<$'8$" 78๎8<ย a. ๎istem integumen
<ulit pucat, sianosis, turgor kuli menurun (akibat dehidrasi๎, bengkak, berkeringa, suhu meningkat, kemerahan.
b. ๎istem pulmonal
Perna!asan cuping hidung, hiperventilasi, batu produkti! dan batuk non produkti, sputum banyak, penggunaan otot bantu na!as, na!as dia!ragma dan perut meningkat, ๎๎ meningkat, terdengar stridor dan ronchi pada lapang paru.
:cs menurun, re%eks menurunAnormal, letargi d. ๎istem kardiovaskuler
"adi meningkat, pembuluh darag vasokontriksi, kualitas darah menurun.
e. ๎ uscoskleletal
๎onus otot menurun, nyeri otooA normal, retraksi paru, penggunaan otot aksesoriis na!as (otot abdomen๎
!. ๎istem genitourinarua
Produksi urine menurunAnormal g. ๎istem digesti!ย
<onsistensi !eses normalAlembek.
G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
%. S๎n๎r /.
๎ engidenti๎kasikan distribusi strukstural (mis. Cobar, bronchial๎D dapat juga menyatakan abses luasAin๎ltrate, empiema (stapilococcus๎D in๎ltrasi menyebar atau terlokalisasi (bacterial๎D atau penyebaranAperluasan in๎ltrate nodul (lebih sering virus๎. Pada pneumonia mikoplasma, sinar E dada mungkin bersih.
#. GDAย
๎idak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.
0.ย JDL
Ceukositosis biasanya ada, meskipun sel darah putih rendah terjadi pada in!eksi virus, kondisi tekanan imun.
'. LED !en๎n12๎+
7ungsi paru hipoksemia, volume menurun, tekanan jalan na!as meningkat dan komplain menurun.
3. Ele2+r4l๎+ N๎ d๎n Cl !5n12๎n rend๎h
&. B๎l๎r56๎n !en๎n12๎+
7.ย A๎8๎r๎๎๎ 9 6๎48๎๎ ๎๎r๎n1๎n 8๎r5
ย $lat diagnosa termasuk sinar-E dan pemeriksaan sputum. Pera3atan tergantung dari penyebab pneumoniaD pneumonia disebabkan bakteri dira3at dengan antibiotikย . Pemeriksaan penunjang#
โข ๎ontgen dada โข Pembiakan dahakย โข ๎itung jenis darah โข :as darah arteri
H. PENATALAKSANAAN UMUM
Penderita yang penyakitnya tidak terlalu berat, bisa diberikan antibiotik per-oral (le3at mulut๎ dan tetap tinggal di rumah.Penderita ย yang lebih tua dan penderita dengan sesak na!as atau dengan penyakit ย jantung atau paru-paru lainnya, harus dira3at dan antibiotik diberikan melalui in!us. ๎ ungkin perlu diberikan oksigen tambahan, cairan intravena dan alat bantu na!as mekanik.<ebanyakan penderita akan memberikan respon terhadap pengobatan dan keadaannya membaikย dalam 3aktu 2 minggu.
Penatalaksanaan untuk pneumonia bergantung pada penyebab, sesuai yang ditentukan oleh pemeriksaan sputum mencakup # ;ksigen 1-2 CAmenit. 8+74 dekstrose 10 F # "a)l 0,=F G * # 1, H <)l 10 m9IA500 ml cairan. 'umlah cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, dan status hidrasi.'ika sesak tidak terlalu berat, dapat dimulai makanan enteral bertahap melalui selang nasogastrik dengan !eeding drip.'ika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk memperbaiki transport mukosilier.<oreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.$ntibiotik sesuai hasil biakan atau berikan @ntuk kasus pneumonia community base #
๎ย $mpisilin 100 mgAkg BBAhari dalam / kali pemberian.
๎ <loram!enikol ๎5 mgAkg BBAhari dalam / kali pemberian @ntuk kasus pneumonia hospital base #
๎๎e!atoksim 100 mgAkg BBAhari dalam 2 kali pemberian.
I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. :angguan Pertukaran :as berhubungan dengan ventilasi per!usi.
2. <etidake!ekti!an Pola "a!as berhubungan dengan in!eksi paru. *. <etidake!ekti!an Bersihan 'alan "a!as berhubungan dengan
penumpukan sekret.
/. ๎ipertermi berhubungan dengan pneumonia.
5. 8ntoleran $ktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen ย J. INTER(ENSI KEPRAWATAN 4iagnosa <epera3atan ";) "8) :angguan pertukaran gas berhubungan dengan ventilasi per!usi.
<lien akan mampu menunjukkan
pertukaran gas yang adekuat dalam
3aktu 1E2/ jam, dengan indikator # 1. Pasien dapat berna!as dengan mudah (5๎ 2. ๎idak terdapat dispneu (5๎ *. ๎idak terdapat sianosis (5๎ /. ๎๎ normal # J16 K 2/ EAmenit (5๎ 5. Pa;2 normal # >0-100mm๎g (5๎ 6. Pa);2 normal # *5-/5mm๎g (5๎ ๎. P๎ arteri normal # ๎,*5-Pen1el4l๎๎n A๎๎! B๎๎๎
1. 'aga kepatenan jalan na!as.
2. 'aga kepatenan akses intravena.
*. ๎ onitor analisa gas darah, serum dan elektrolit urin.
/. Posisikan pasien untukย dapat berna!as secara adekuat.
5. ๎ onitor tanda dan gejala gagal na!as (Pa;2 rendah, Pa);2 tinggi, penggunaan otot perna!asan tambahan,
kelemahan๎.
6. ๎ onitor pola na!as. ๎. ๎ onitor sirkulasi
๎,/5 mm๎g (5๎ >. ๎aturasi ;2 # =5-100F (5๎ =. Per!usi ventilasi seimbang (5๎ ๎b dan cardiac output๎.
>. ๎ onitor hasil lab. (:4$, urin dan serum๎. =. ๎ onitor status neurologi. <etidake!ekti!an Bersihan 'alan "a!as berhubungan dengan penumpukan sekret.
<lien akan mampu menunjukkan jalan na!as paten dalam 3aktu 1E2/ jam, dengan indikator # 1. ๎uara na!as bersih (5๎ 2. ๎idak ada suara na!as tambahan (5๎ *. 8rama na!as normal (5๎ /. 7rekuensi perna!asan normal (5๎ 5. ๎putum berkurang (5๎ ย A๎r,๎- M๎n๎1e!en+: 1. Posisikan pasien untuk
memaksimalkan potensi ventilasi dan mengurangi dyspneu. 2. ๎ onitor status
perna!asan dan status oksigenasi yang sesuai. *. ๎ onitor kecepatan,
irama, kedalaman, dan upaya pernapasan. /. Perhatikan gerakan
dada, penggunaan otot aksesori, dan
supraklavikula dan retraksi otot
interkostal.
5. Pantau kelelahan otot dia!ragma, seperti yang ditunjukkan gerak
paradoEical.
6. $uskultasi adakah
penumpukan secet atau tidak, apabila ada
terdapat suara tambahan.
๎. Berikan ;2nasal canul 2-/ lpm, simple mask, 5-๎ lpm, "๎B๎ >-12 lpm.
dada.
=. Berikan terapi inhalasi ("ebuli&er๎.
10. Cakukan suction. 11. Pertahankan hidrasi
ย yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 12. 'elaskan pada pasien
dan keluarga tentang penggunaan peralatan # ;2, ๎uction, 8nhalasi.
DAFTAR PUSTAKAย
ย $ri!, ๎ ansjoer. 2001. ย Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. 'akarta# 9:).
Brashers, +alentina C. 200๎. ย Aplikasi Klinis Patofsiologi: ย Pemeriksaan & Manajemen Edisi 2.ย 'akarta# 9:).
ย 'eremy, dkk. 2005. ย At a Glace Sistem ๎espirasi Edisi 2. 'akarta# 9rlangga
๎ isnadiarly. 200>.ย Pen!akit "n#eksi Sal$ran %apas Pne$monia pada ย Anak๎ 'alita๎ (e)asa๎ *sia +anj$t. 'akarta# Pustaka ;bor
Populer.
๎omantri, 8rman. 200๎. ย As$,an Kepera)atan pada Pasien dengan Gangg$an Sistem Pernapasan. 'akarta# ๎alemba ๎ edika.
ย ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS PNEUMONIAย DEPARTEMENย $"$<. RUANG ๎๎)@ย RS ๎$87@C $"L$๎ ๎ $C$":
"ama ๎ ahasis3a# HAR"OKO MAWย ๎empat Praktik # 7HCU RSSAย MALAย ":
"8๎ # #$%&%$'&%$%%$$% ๎gl Praktik # #' ; #< OKTOBER #$%&
PENGKAJIAN I. BIODATA ย
ย A.IDENTITAS KLIEN C. IDENTITAS ORANG TUA ย
"ama #ย An. Aย ย A-๎h 9 I65
"o. ๎m # %%0%'%&7 "ama # Tn. A 9 N-.
Kย
@sia # 3 B5l๎n @sia # #& T๎h5n 9#&
T๎h5n
ย 'enis <elamin # Pere!85๎n Pendidikan #
D0 9 S!๎
๎gl ๎ rs # #0 O2+46er #$%6 $gama # I๎l๎!
๎gl Pengkajian # #' O2+46er #$%& Pekerjaan # K๎r-๎,๎n P๎6r๎2ย
4iagnosa ๎ edis # Pne5!4n๎๎ Ele2+r4n๎2ย
ย $lamat # D๎ M4๎4re๎4 J5nre๎4 = B๎+5 $lamat #
D๎ M4๎4re๎4 J5nre๎4 ;
B๎+5
B.IDENTITAS SAUDARA KANDUNG
N 4 N๎!๎ U๎๎๎ H565n1๎n S+๎+5๎ Ke๎eh๎+๎n ย $nak Pertama, ๎idak ๎ empunyai ๎audara <andung ; ; ;
II. RIWA"AT KESEHATAN
ย A.R๎,๎-๎+ Ke๎eh๎+๎n Se2๎r๎n1
<eluhan @tama # De!๎! 0 h๎r๎ ๎e+el๎h ๎!5n๎๎๎๎๎ DPT d๎n ๎e๎๎2 ๎el๎!๎ 0 h๎r๎
๎i3ayat <eluhan @tama #ย An. A de!๎! d๎n ๎e๎๎2 ๎e+el๎h d๎6er๎2๎n I!5n๎๎๎๎๎ DPT d๎ 6๎d๎n d๎ 84l๎nde๎ de๎๎>
2e!5d๎๎n An A d๎8er๎2๎๎2๎n 2e!6๎l๎
๎e๎๎2n-๎> ๎e+el๎h ๎+5 An. A d๎r5๎52 2e RS P๎r5 B๎+5> d๎๎๎n๎ 2๎ren๎ 2๎!๎r 8en5h ๎eh๎n11๎ An. A d๎r5๎52 2e!6๎l๎ 2e RS I65 d๎n ๎n๎2 IPHI 6๎+5> d๎๎๎n๎ An. A d๎r๎,๎+ ๎el๎!๎ & h๎r๎ den1๎n 24nd๎๎๎ ๎e๎๎2> n๎?๎๎n-๎ @e8๎+ d๎n +erd๎8๎+ +๎r๎2๎n d๎nd๎n1 d๎d๎> de!๎! n๎๎2 +5r5n> 6๎+52 ๎el๎!๎ 0 h๎r๎> 8๎le2ย ; > 2e๎๎n1 ; > d๎๎re ; > !5๎l ๎ > !5n+๎h ๎ > !๎n5! ๎ 3$@@ +๎๎8 0$!en๎+;%๎๎!. Se+el๎h +๎d๎2 +erd๎8๎+ 8er6๎๎2๎n An. A r5๎52 2e RSSAย !๎๎52 2e IGD +๎n11๎l #0 O2+46er #$%& den1๎n d๎๎1n4๎๎ !๎๎52 Pne5!4n๎๎> Se+el๎h ๎+5 An. A d๎8๎nd๎h r5๎n1๎n 2e R5๎n1 7HCU ๎๎!8๎๎ ๎e2๎r๎n1 +๎n11๎l #' 42+46er #$%& <eluhan Pada ๎aat Pengkajian # Kel5๎r1๎ An. A !en1๎+๎2๎n An. ย A ๎e๎๎2 n๎?๎๎.
B.R๎,๎-๎+ Ke๎eh๎+๎n L๎l5 (<husus $nak @sia 0 K 5 ๎ahun๎ 1. Prenatal care
I65 An. A !en1๎nd5n1 ๎๎!8๎๎ 5๎๎๎ < 65l๎n d๎n ๎e6el5!n-๎ ๎el๎l5 !el๎252๎n 8e!er๎2๎๎๎n r5+๎n 2e 6๎d๎n d๎ 84l๎nde๎ de2๎+ r5๎!hn-๎> I65 An. A +๎d๎2 8ern๎h ๎๎+5h ,๎2+5 h๎!๎l ๎+๎585n 8erd๎r๎h๎n> !๎2๎n d๎n !๎n5! +๎d๎2 ๎d๎ h๎l๎n1๎n> !๎2๎n 0 2๎l๎ ๎eh๎r๎ d๎n !๎!5! ๎5๎5 ๎er+๎ ๎๎r 85+๎h ๎e+๎๎8 h๎r๎n-๎ 2. 8ntra "atal )are
ย An. A l๎h๎r 5๎๎๎ < 65l๎n den1๎n ๎e๎๎r> BB 0%$$ 1r๎! den1๎n le+๎2 ๎5n1๎๎n1> n๎?๎๎ ๎84n+๎n> 1er๎2 ๎2+๎?> l๎n1๎5n1 !en๎n1๎๎ 25๎+> l๎h๎r 8๎d๎ +๎n11๎l %$ !e๎ #$%&
*. Post "atal )are
Se+el๎h l๎h๎r An. A n4r!๎l +๎d๎2 ๎d๎ !๎๎๎l๎h > ๎2+er5๎ ๎el๎!๎ # h๎r๎ !๎n5! ASI ๎๎!8๎๎ 5๎๎๎ 0 65l๎n> 5๎๎๎ ' 65l๎n An. A !๎n5! ๎5๎5 ?4r!5l๎ ๎๎!8๎๎ ๎e2๎r๎n1. R๎+๎;r๎+๎ !๎n5! ๎e+๎๎8 h๎r๎ An. ย A ๎ %#$@@ & 2๎l๎ ๎eh๎r๎> BAB d๎n BAK l๎n@๎r.
C.R๎,๎-๎+ Ke๎eh๎+๎n Kel5๎r1๎ Penyakit :enetikย
T๎d๎2 ๎d๎ 8en-๎2๎+ 2e+5r5n๎n d๎l๎! 2el5๎r1๎
:enogram <eterangan G tinggal 1 2 2 6 5 bl n โขTn. A d๎n N-. K !e!85n-๎๎ An๎2
8er+๎!๎ 6er5!5r 3 6ln 6ern๎!๎ An. A den1๎n S๎2๎+ Pne5!4n๎๎
โขTn. A ๎n๎2 8er+๎!๎ d๎r๎ # 6er๎๎5d๎r๎
๎ed๎n12๎n N-. K ๎n๎2 2ed5๎ d๎r๎ 0 6er๎๎5d๎r๎
โขย "๎n1 +๎n11๎l 6er๎๎!๎ den1๎n An. A
๎d๎l๎h Tn.A> N-. K> Ad๎2 N-. K> I65 N-.
G Caki- G
III. RIWA"AT IMUNISASI
I!5n๎๎๎๎๎ An. A len12๎8> h๎n-๎ 25r๎n1 I!5n๎๎๎๎๎ @๎!8๎2 ๎๎๎๎> +๎d๎2 d๎8๎+ ๎!5n๎๎๎๎๎ @๎!8๎2 2๎ren๎ ๎๎2๎+ ๎n๎.
I(. RIWA"AT TUMBUH KEMBANG ย $. Pertumbuhan 7isikย
Berat Badan # '>' 21 ๎inggi Badan # 3๎ @!
Laktu ๎umbuh gigi #ย An. A 6el5! !e!85-๎๎ 1๎1๎ B. Perkembangan ๎iap ๎ahap
U๎๎๎ ๎n๎2 ๎๎๎+ : An. A d๎8๎+ !en1๎25+๎ 1er๎2๎n 2๎n๎n d๎n 2e2๎r๎ ,๎2+5 +erlen+๎n1.
ย (. RIWA"AT NUTRISI
๎.Pemberian $๎8 #ย ASI 6er๎2๎n ๎๎!8๎๎ 5๎๎๎ 0 65l๎n 6.Pemberian ๎usu 7ormula A P$๎8
ย An. A !end๎8๎+ ๎5๎5 F4r!5l๎ 8๎d๎ U๎๎๎ ' 65l๎n ๎๎!8๎๎ ๎e2๎r๎n1 den1๎n 8e!6er๎๎n & 2๎l๎ %#$ @@ den1๎n d4+ ย (I. RIWA"AT PSIKOSOSIAL
ย $nak tinggal bersama # 4r๎n1 +5๎ ๎Tn. A d๎n N-. K๎> 2๎2e2> nene2> d๎n Ad๎2 N-. K d๎ r5!๎h ๎end๎r๎
Cingkungan berada di # 8ede๎๎๎๎n> 8e!52๎!๎n +๎d๎2 8๎d๎+ 8end5d52ย
๎umah dekat dengan # ๎๎,๎h> +e!8๎+ 6er!๎๎n : d๎d๎l๎! r5!๎h> d๎2๎!๎rย
<amar klien #ย ๎๎d๎ ๎๎+5 den1๎n Tn. A d๎n N-. K> ๎๎25r๎n1 ๎en+๎l๎๎๎. ๎ubungan antara anggota keluarga #
-Pengasuh anak # Or๎n1 T5๎ ย (II. RIWA"AT SPIRITUAL
๎upport system dalam keluarga # ๎6๎d๎h 4r๎n1 +5๎ d๎ r5!๎h r๎๎๎n <egiatan <eagamaan # 4r๎n1 +5๎ ๎er๎n1 !en1๎25+๎ 8en1๎๎๎๎n d๎n +๎hl๎l๎n r5+๎n B๎8๎2;6๎8๎2ย
ย (III. REAKSI HOSPITALISASI
๎.Pengalaman keluarga tentang sakit dan ra3at inap # 2el5๎r1๎ @e!๎๎ den1๎n 24nd๎๎๎ An. A d๎n 6๎r5 8er+๎!๎ ๎๎2๎+ !๎๎52 r5!๎h ๎๎2๎+
6.Pemahaman anak tentang sakit dan ra3at inap # -I/. RIWA"AT ADL๎ ๎A@+๎๎๎+- D๎๎l- L๎๎๎n1๎๎
a. "utrisi
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
๎elera ๎ akan ย An. A h๎n-๎ !๎n5!
ย ASI ๎๎!8๎๎ 5๎๎๎ 0 65l๎n> ๎e+el๎h ๎+5 An. S๎๎+ ๎๎2๎+ d๎ R5!๎h ๎๎2๎+ An. A h๎n-๎ !๎n5! ๎5๎5 G usia
ย A !๎n5! ๎5๎5 ?4r!5l๎
?4r!5l๎ ๎ ๎ 0$ @@9h๎r๎
b. )airan
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
ย 'enis ๎ inuman 7rekuensi ๎ inum <ebutuhan )airan )ara pemenuhan ย An. A h๎n-๎ !๎n5! ๎5๎5 ?4r!5l๎ d๎r5!๎h & ๎ %#$@@9 h๎r๎ D๎ R5!๎h ๎๎2๎+ ย An.A h๎n-๎ !๎n5! ๎5๎5 ?4r!5l๎ ๎๎ 0$ @@9 h๎r๎ c. 9liminasi (B$BAB$<๎
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
๎empat Pembuangan 7rekuensi (Laktu๎ <onsistensi <esulitan ;bat Pencahar BAB d๎ r5!๎h %๎ ๎eh๎r๎ ๎e+๎๎8 8๎1๎ h๎r๎> 24n๎๎๎+en๎๎ le!6e2> ,๎rn๎ d๎n 6๎5 2h๎๎. BAK d๎r5!๎h 3๎ ๎eh๎r๎ 1๎n+๎ 84842ย BAB d๎ r5!๎h ๎๎2๎+ %๎> 24n๎๎๎+en๎๎ le!6e2> ,๎rn๎ d๎n 6๎5 2h๎๎. BAK d๎r5!๎h ๎๎2๎+ 3๎ ๎eh๎r๎ 1๎n+๎ 84842ย d. 8stirahat
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
ย 'am ๎idur - ๎iang - ๎ alam Pola ๎idur <ebiasaan ๎ebelum ๎idur <esulitan ๎idur )ara ๎ engatasi <esulitan D๎ R5!๎h An. A +๎d5r ๎er๎n1 8525l %# ๎๎๎n1 ๎๎!8๎๎ 0 ๎4re> d๎n +๎d5r !๎l๎! 8525l %<.$$ d๎n 2๎d๎n1 6๎n15n 8525l # d๎n๎ h๎r๎ d๎n +๎d5r l๎1๎ 8525l 0 8๎1๎ ๎๎!8๎๎ ย ๎๎! 3 8๎1๎. Men5r5+ 4r๎n1 +5๎ ย An. A +๎d๎2 8ern๎h !en1๎l๎!๎ 2e๎5l๎+๎n +๎d5rย D๎ r5!๎h ๎๎2๎+ An. ย A ๎er๎n1 +๎d5r d๎n ๎ed๎2๎+;๎ed๎2๎+ +er6๎n15n e. Personal ๎ygiene
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
๎ andi ย )ara ย 7rekuensi $lat ๎ andi )uci ๎ambut ย 7rekuensi Potong kuku ย 7rekuensi :osok :igi ย 7rekuensi D๎ r5!๎h An. A d๎ !๎nd๎2๎n # 2๎l๎ ๎eh๎r๎ 8๎1๎ d๎n ๎4re ๎e2๎l๎15๎ @5@๎ r๎!65+ 9 2r๎!๎๎ K525 d๎84+4n1 % !๎n115 ๎e2๎l๎ D๎ r5!๎h ๎๎2๎+ An. ย A d๎๎e2๎ # 2๎l๎ ๎eh๎r๎ D๎ r5!๎h ๎๎2๎+ An. ย A +๎d๎2 8ern๎h 2er๎!๎๎> C5!๎ d๎6๎๎๎h๎ ๎๎๎๎ r๎!65+n-๎ den1๎n ๎๎rย
!. $ktivitasA๎ obilitas 7isikย
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
<egiatan sehari-hari Pengaturan jad3al harian Penggunaan alat bantu <esulitan gerak tubuh ย J๎d,๎l ๎eh๎r๎;h๎r๎ An. ย A d๎ r5!๎h ๎d๎l๎h +๎d5r๎n> 6er!๎๎n d๎+e!8๎+ +๎d5rย ย An. A d๎ r5!๎h ๎๎2๎+ h๎n-๎ +๎d5r d๎ +e!8๎+ +๎d5r ๎๎๎๎. g. ๎ekreasi
<ondisi ๎ebelum ๎akit ๎aat ๎akit
Perasaan ๎aat ๎ekolah Laktu luang Perasaan setelah rekreasi Laktu luang keluarga
<egiatan hari libur
ย An. A ๎๎2๎ 8๎1๎ d๎n ๎4re h๎r๎ 2๎d๎n1 d๎ ๎๎๎2 ๎๎l๎n;๎๎l๎n d๎1end4n1 I65n-๎ 2e r5!๎h +e+๎n11๎ ; /. PEMERIKSAAN FISIKย
%. <eadaan umum # le!๎h> An. A 1er๎2 ๎2+๎?> !en๎n1๎๎ 2er๎๎
#. <esadaran # C4!84๎ Men+is
0. ๎anda K tanda vital #
๎. ๎ekanan darah # %%<93๎. !!H1 6. 4enyut nadi # %37 ๎ 9 !en๎+ @. ๎uhu # 00>' 4ย C d. Pernapasan # 7% ๎9 !en๎+ '. Berat Badan # '>' 21 3. ๎inggi Badan # 3๎ @! &. <epala # 8nspeksi
<eadaan rambut M ๎ygiene kepala#
๎. Larna rambut # h๎+๎!
6. Penyebaran # !er๎+๎
@. ย ๎ udah rontok # +๎d๎2ย
d. <ebersihan rambut # 6er๎๎h Palpasi
Benjolan # ada A tidak ada # +๎d๎2 ๎d๎
"yeri tekan # ada A tidak ada # +๎d๎2 ๎d๎ ๎ekstur rambut # kasarAhalus # h๎l5๎
7. ๎ uka 8nspeksi
๎. ๎imetris A tidak # ๎๎!e+r๎๎
6. Bentuk 3ajah # l4n๎4n1
@. :erakan abnormal # +๎d๎2 ๎d๎
d. 9kspresi 3ajah # ๎en๎n1
+er๎en-5! ๎๎2๎ d๎ h๎65rย Palpasi
"yeri tekan A tidak # +๎d๎2ย
4ata lain # ; ๎. ๎ ata 8nspeksi ๎. Pelpebra # 9dema A +๎d๎2ย ๎adang A +๎d๎2 6. ๎clera # 8cterus A +๎d๎2 @. )onjungtiva # ๎adang A +๎d๎2ย $nemis Aย +๎d๎2ย
d. Pupil # - I๎424r A anisokor
- M-4๎๎๎ย A midriasis
- ๎e%eks pupil terhadap cahaya # 6๎๎2 96๎๎2ย
e. Posisi mata # S๎!e+r๎๎ย A tidakย
?. :erakan bola mata # ;
1. Penutupan kelopak mata # spontan
h. <eadaan bulu mata # B5l5 !๎+๎ +๎d๎2 r4n+42ย
๎. <eadaan visus #ย ;
ย ๎. Penglihatan # - <abur A +๎d๎2 +er2๎๎๎ 2๎ren๎ 6๎-๎
- 4iplopia A +๎d๎2 +er2๎๎๎ 2๎ren๎ 6๎-๎ Palpasi
๎ekanan bola mata # ;
4ata lain # ;
<. ๎idung M ๎inus
8nspeksi
๎. Posisi hidung # D๎+en1๎h> +๎d๎2 ๎d๎
8e!6en1242๎n ๎e85!n๎๎๎
6. Bentuk hidung # ๎๎!e+r๎๎> l56๎n1
h๎d5n1 ๎๎!๎ 6e๎๎rย
@. <eadaan septum # l5r5๎ d๎+en1๎h
d. ๎ecret A cairan # +๎d๎2 ๎d๎ ๎+๎5 @๎๎r๎n
4ata lain # +er8๎๎๎n1 NGT d๎n +er8๎๎๎n1 NRBM
den1๎n ๎ l8! $#
%$. ๎elinga
8nspeksi
๎. Posisi telinga # +el๎n1๎ l5r5๎
6. @kuran A bentuk telinga # ๎๎!e+r๎๎
@. ย $urikel # 2e!6๎l๎ ๎e8er+5
๎e!5l๎ ๎e+el๎h d๎+e252 2e de8๎n
d. Cubang telinga # Ber๎๎hย A serumen A
nanah
e. Pemakaian alat bantu # +๎d๎2 !e!๎2๎๎
๎l๎+ 6๎n+5 8enden1๎n๎n P alpasi
"yeri tekan A tidakย
Pemeriksaan uji pendengaran
6. ๎inne # +๎d๎2 +er2๎๎๎
@. Leber # +๎d๎2 +er2๎๎๎
d. ๎3abach # +๎d๎2 +er2๎๎๎
Pemeriksaan vestibuler# +๎d๎2 +er2๎๎๎
4ata lain # ;
%%. ๎ ulut
8nspeksi
๎. :igi
- <eadaan gigi #ย An. A 6el5! 85n-๎ 1๎1๎ - <arang gigi A karies # ;
- Pemakaian gigi palsu # ;
6. :usi
๎ erah A radang A tidak # 15๎๎ +๎d๎2 +erd๎8๎+ r๎d๎n1 ๎+๎5
6en12๎2> 6er,๎rn๎
!er๎h
@. Cidah
<otor A tidak # +๎d๎2 24+4rย
d. Bibir
- )ianosis A pucat A tidak # T๎d๎2 85@๎+
- Basah A kering A pecah # 6๎6๎r 2er๎n1 d๎n 8e@๎h;8e@๎h
- ๎ ulut berbau A tidak # !5l5+ +๎d๎2 6er6๎5
- <emampuan bicara # ย An. A 6el5! d๎8๎+
6๎@๎r๎ 4ata lain # ; %#. ๎enggorokan ๎. Larna mukosa # ; 6. "yeri tekan# ; @. "yeri menelan # ;
4ata lain # +๎d๎2 +erd๎8๎+ n-er๎ +e2๎n> 8e!6en12๎2๎n d๎n
le๎๎ d๎
+en114r42๎n
%0. Ceher
8nspeksi
Palpasi
๎. <elenjar thyroid # ๎eraba A +๎d๎2ย
6. <aku kuduk A tidak # +๎d๎2 +erd๎8๎+ +๎nd๎ 2๎25 25d52ย
@. <elenjar lim!e # ๎ embesar atau +๎d๎2ย
4ata lain # 8๎d๎ 8e!er๎2๎๎๎n leher +๎d๎2 +erd๎8๎+
n-er๎
+e2๎n91r๎!๎@e ;> 8e!6e๎๎r๎n d๎n le๎๎.
%'. ๎horaE dan pernapasan
8nspeksi
๎. Bentuk dada # ๎๎!e+r๎๎> n4r!๎l @he๎+
6. 8rama perna!asan # ๎re15lerย
@. Pengembangan di 3aktu bernapas # ;
d. ๎ipe pernapasan # 8ern๎?๎๎๎n ๎6d4!en d๎n
d๎n12๎l Palpasi
๎. ย +okal !remitus # ;
6. ๎ assa A nyeri # ;
ย $uskultasi
a. ๎uara na!as # ย (e๎๎25lerย ย A Bronchial A
Bronchovesikuler
b. ๎uara tambahan # ๎onchi A
Lhee&ing A ๎ales Perkusi
Red58ย A pekak A hypersonor A tympani
4ata lain # terpasang chestlead dan pengukur suhu untukย monitor hemodinamika
%3. ย 'antung
Palpasi
8ctus cordis # ICS & Perkusi Pembesaran jantung # ; ย $uskultasi ๎. B' 8 # +5n11๎l> re15ler> 2er๎๎ 6. B' 88 # +5n11๎l> re15ler> 2er๎๎ @. B' 888 # +๎d๎2 +erd๎8๎+ 65n-ย ย ๎๎n+5n1 III
d. Bunyi jantung tambahan # !5r!5r ๎
4ata lain # 8๎d๎ 8e!er๎2๎๎๎n ๎๎n+5n1
+erd๎8๎+ 65n-๎ ๎๎n+5n1 !5r!5r d๎ 8๎r๎๎๎๎+4l๎2 ICS ';3> d๎n 8e!6e๎๎r๎n ย ๎๎n+5n1 &3๎ %&. ย $bdomen 8nspeksi ๎. ๎ embuncit # +๎d๎2 !e!65n@๎+
6. ย $da luka A tidak # +๎d๎2 +erd๎8๎+ l52๎ d๎ ย A6d4!en
Palpasi
๎. ๎epar # +๎d๎2 +er๎6๎
6. Cien # +๎d๎2 +er๎6๎
@. "yeri tekan # +๎d๎2 +erd๎8๎+ n-er๎
+e2๎n d๎ ๎6d4!en ย $uskultasi Peristaltik # ๎ E A menit Perkusi ๎. ๎ympani # +-!8๎n๎ 6. ๎edup # ; 4ata lain # ;
%7. :enitalia dan $nus # Terd๎8๎+ 1ene+๎l๎๎ d๎n
l56๎n1 ๎n5๎> d๎n +๎d๎2 ๎d๎
8e!6e๎๎r๎n ๎+๎5 n-er๎ ๎1r๎!๎@e ;๎
%๎. 9kstremitas
9kstremitas atas # +erd๎8๎+ r5๎! d๎ len1๎n 2๎n๎n 6๎,๎h
๎. ๎ otorikย
- Pergerakan kanan A kiri # 8er1er๎2๎n ๎2+๎?> n4r!๎l - Pergerakan abnormal # +๎d๎2 +erd๎8๎+ 8er1er๎2๎n
ย -๎n1 ๎6n4r!๎l
- <ekuatan otot kanan A kiri # 3 9 3 - ๎onus otot kanan A kiri # 6๎๎2 9 6๎๎2ย
- <oordinasi gerak # 1er๎2 ๎2+๎?> +๎d๎2 +erd๎8๎+ !๎๎๎l๎h
6. ๎e%eks
- Biceps kanan A kiri # +๎d๎2 +er2๎๎๎
- ๎riceps kanan A kiri # +๎d๎2 +er2๎๎๎
@. ๎ensori - "yeri # ๎ - ๎angsang suhu # ๎ - ๎asa raba # ๎ 9kstremitas ba3ah a. ๎ otorik ย
- :aya berjalan # ย An. A 6el5! 6๎๎๎
6er๎๎l๎n> 1er๎2 ๎2+๎? 8๎d๎
e2+re!๎+๎๎ 6๎,๎h
- <ekuatan kanan A kiri # 3 9 3
- ๎onus otot kanan A kiri # 6๎๎2 9 6๎๎2ย
b. ๎e%eks
- <P๎ kanan A kiri # ;
- ย $P๎ kanan A kiri # ;
c. ๎ensori
- "yeri # ๎
- ๎angsang suhu # ๎
- ๎asa raba # ๎
4ata lain # ย An. A 1er๎2 ๎2+๎?> KU le!๎h> GCS
'939&> ๎2r๎l d๎n1๎n> Ter8๎๎๎n1 ๎n?5๎ 5n+52 @๎๎r๎n C %:' #'$@@9#' ๎๎!> Sel๎l5 6er2er๎n1๎+ 8๎d๎ E2+re!๎+๎๎ d๎n 6๎,๎h %<. ๎tatus "eurologi.
๎ara! K sara! cranial
๎. "ervus 8 (;l!actorius๎ # penghidung # +๎d๎2ย +er2๎๎๎
6. "ervus 88 (;pticus๎ # Penglihatan # +๎d๎2 +er2๎๎๎ @. "ervus 888, 8+, +8 (;culomotorius, ๎rochlearis,
ย $bducens๎
- <onstriksi pupil # ๎
- :erakan kelopak mata # ;
- Pergerakan bola mata # ๎ > 64l๎ !๎+๎ An Aย
!en1๎25+๎ 8er1er๎2๎n 6end๎
ย -๎n1 6er1er๎2 d๎de8๎nn-๎
- Pergerakan mata ke ba3ah M dalam # ๎ > 64l๎
!๎+๎ An A !en1๎25+๎ 8er1er๎2๎n 6end๎ -๎n1 6er1er๎2 2e 6๎,๎h d๎n 2e ๎๎!8๎n1 d๎de8๎nn-๎ d. "ervus + (๎rigeminus๎
- ๎ensibilitas A sensori # +๎d๎2 +er2๎๎๎
- ๎e%eks dagu # +๎d๎2 +er2๎๎๎
- ๎e%eks cornea # +๎d๎2 +er2๎๎๎
e. "ervus +88 (7acialis๎
- :erakan mimik # +๎d๎2 +er2๎๎๎
- Pengecapan 2 A * lidah bagian depan # +๎d๎2 +er2๎๎๎
?. "ervus +888 ($custicus๎
- 7ungsi pendengaran # ย An. Aย
!en1๎25+๎ ๎5๎r๎ -๎n1 d๎ den1๎rn-๎
1. "ervus 8N dan N (:losopharingeus dan +agus๎
- ๎e%eks menelan # ๎
- ๎e%eks muntah # ๎
- Pengecapan 1A* lidah bagian belakang # ;
h. "ervus N8 ($ssesorius๎
- ๎ emalingkan kepala ke kiri dan ke kanan # ย An. Aย
!en1๎25+๎ 8er1er๎2๎n den1๎n
!e!๎l๎n12๎n 2e 2๎r๎ d๎n 2e 2๎n๎n
- ๎ engangkat bahu # ;
๎. "ervus N88 (๎ypoglossus๎
- 4eviasi lidah # ;
๎anda K tanda perangsangan selaput otakย
๎. <aku kuduk # ;
6. <ernig ๎ign # ;
@. ๎e%eks Brud&inski # ;
d. ๎e%eks Casegu # ;
4ata lain # ;
/I. Pen12๎๎๎๎n T๎n12๎+ Ke@e!๎๎๎n 8๎d๎ Kel5๎r1๎
"o <omponen yang
dikaji )emas ๎ingan
)emas
๎edang )emas Berat )emas Panikย
1 ;rientasi
terhadap orang, tempat, 3aktu
๎ย ๎ย O baikย ๎ O menurun ๎ O salah ๎ O tdk ada
reaksi
2 Capang
persepsi
๎ O baikย ๎๎ย O menurun ๎ O
menyemput
๎ O kacau
* <emampuan
menyelesaikan masalah
๎ O mampu ๎๎ย O mampu
dengan bantuan ๎ O tidak mampu ๎ O tidak ada tanggapan
/ Proses ber๎kir ๎๎ย O mampu
berkonsentras i dan mengingat dengan baikย ๎ O kurang mampu mengingat dan berkonsentras i ๎ O tidak mampu mengingat dan berkonsentr asi ๎ O alur pikiran kacau
5 ๎ otivasi ๎ O baik ย ๎๎ O menurun ๎ O kurang ๎ O putus asa
H๎๎๎l: @e!๎๎ ๎ed๎n1
/II. Pen12๎๎๎๎n Re๎๎24 J๎+5h 8๎d๎ An๎2 ๎H5!8+- D5!8+-๎
F๎2+4rย
R๎๎๎24 S2๎l๎ P4๎n S24r
@mur <urang dari * tahun / '
* tahun K ๎ tahun * ;
๎ tahun K 1* tahun 2 ;
Cebih 1* tahun 1 ;
ย 'enis <elamin Caki Klaki 2 ;
Lanita 1 %
4iagnosa "eurologi / ;
๎espiratori, dehidrasi, anemia, anoreEia,
syncope *
0
Perilaku 2 ;
Cain K lain 1 ;
<ogniti! Pelupa, berkurangnya orientasi sekitar 2 ; 4apat menggunakan daya pikir tanpa
hambatan 1
; 7aktor
Cingkungan ๎i3ayat jatuh atau bayi A balita yangditempatkan di tempat tidur /
; Pasien yang menggunakan alat bantuA
bayi balita dalam ayunan *
;
Pasien di tempat tidur standar 2 #
ย $rea pasien ra3at jalan 1 ;
๎espon terhadap pembedahan, sedasi, dan anestesi 4alam 2/ jam * ; 4alam /> jam 2 ;
Cebih dari /> jam A tidak ada respon 1
;
Penggunaan obat-obatan
Penggunaan bersamaan sedative, barbiturate, anti depresan, diuretik, narkotikย
*
;
๎alah satu dari obat di atas 2 #
;batan Kobatan lainnya A tanpa obat 1 ;
๎;๎$C %#
H๎๎๎l ๎ %# : Re๎๎24 T๎n11๎ J๎+5h
/III. Pe!er๎2๎๎๎n Pen5n๎๎n1 9 D๎๎1n4๎+๎2 Med๎2ย
6. L๎64r๎+4r๎5! Kl๎n๎2 ย
๎anggal Pemeriksaan # #' 9 %$ 9 #$%&
H๎๎๎l Pe!er๎2๎๎๎n H๎๎๎l S๎+5๎n N๎l๎๎ R5๎52๎n Ke+er๎n1๎ n He!๎+4l41๎ He!41l46๎n ๎HGB๎ %%>๎$ 19dl %%>';%3>% Er๎+r4๎๎+ ๎RBC๎ '><7 . %$&9๎L '>$;3>$ Le524๎๎+ ๎WBC๎ 3>$3 . '>7;%%>0
%$09๎L He!๎+42r๎+ 07>'$ ๎ 0๎;'# TURUN Tr4!64๎๎+ '$3 . %$09๎L %'#;'#' MC( 73>0$ ?L ๎$;<0 TURUN MCH #0>7$ 81 #7;0% TURUN
MCHC 0%>&$ 19dl 0#;0& TURUN
RDW 0%>&$ 19dl %%>3;%'>3 NAIK ย
P;LCR %&>'$ ๎ %3>$;#3>$
E4๎๎n4๎l %0>< ๎ $;'
B๎๎4๎l $># ๎ $;%
Ne5+r4๎l '3>% ๎ 3%;&7 TURUN
L๎!?4๎๎+ '0>$ #3;30 NAIK ย K๎!๎๎ 2l๎n๎2ย G5l๎ d๎r๎h ๎e,๎2+5 ๎GDS๎ %33 M19dl ๎#$$ Pr4@๎l@๎+4n๎n $>$7 ๎$>3;# ๎ $>3 RESIKO RENDAH SEPSIS ๎ S"OKย K๎l๎๎5! ๎C๎๎ %$>$ M!4l9 L 7>&;%%$ N๎+r๎5! ๎N๎๎ %0% M!4l9 L %0&;%'3 TURUN K๎l๎๎5! ๎K๎ 3>#< M!4l9 L 0>3;3>$ NAIK ย Cl4r๎d๎ ๎Cl๎ <3 M!4l9 L <๎;%$& TURUN ย An๎l๎๎๎ G๎๎ D๎r๎h PH 7>#7 7>03;7>3' TURUN PCO# '3>3 !!H1 03;'3 NAIK ย PO# 03>< !!H1 ๎$;%$$ TURUN B๎2๎r64n๎+ ๎HCO0๎ #%>% M!4l9 L #%;#๎ Kele6๎h๎n 6๎๎๎ ;&>$ M!4l9 L ๎;0๎;๎๎0๎ TURUN S๎+5r๎๎๎ O# &#>% ๎ ๎<3 TURUN @. R๎d๎4l41๎ ๎/;R๎-> C+;S@๎n> USG> EEG> ECG๎
%. FOTO THORA/ ๎ Pe!er๎2๎๎๎๎n +๎n11๎l : #09%$9#$%&๎
C4r : 525r๎n !e!6e๎๎r> den1๎n ๎8e๎ +5!85l> CTR ๎ &3๎ ย A4r+๎ : +๎d๎2 +๎!8๎2 d๎l๎+๎๎๎ 9 el4n1๎๎๎> 2l๎๎๎๎2๎๎๎ ๎;๎ Tr๎@he๎ : d๎ +en1๎h P5l!4 : @4r๎2๎n (๎๎25l๎r !en๎n12๎+ +๎!8๎2 ๎n๎l+r๎+ 8๎d๎ l๎8๎n1 ๎+๎๎> +en1๎h 8๎r5 2๎n๎n; 2๎r๎ ๎5d5+ @4๎+48hren๎@5๎ D9S : l๎n@๎8
He!๎d๎๎18r๎!๎ D9S : D4!e ๎h๎8ed
S2ele+4n : n4r!๎l
S4?+ +๎๎๎5e : n4r!๎l
KESIMPULAN :
๎ KARDIOMEGALI den1๎n @4r๎2 ๎๎๎25ler !en๎n12๎+ ๎588 le?+ +4 r๎1h+ ๎h5n+
๎ PNEUMONIAย
/I(. Ter๎8๎ S๎๎+ In๎ (๎ulis dengan ๎inci๎ TERAPI TANGGAL #'9%$9#$%&
OBAT INJEKSI : AMPISILIN 0 ๎ %3$ !1 ๎๎ย
CHLORAMPHENICOL 0 ๎ 73 !1 ๎๎ย
FUROSEMIDE 0 ๎ #>3 !1 ๎๎ ย
PARACETAMOL 0 ๎ '>3 !1 ๎๎ ย
OBAT PERORAL : CAPTOPRIL 0 ๎ #>3 !1 ๎๎๎ NGT
NEBULIQER : PQ 9 # JAM DIET : ๎5๎5 ?4r!5l๎ ๎ ๎ #3 @@ ๎๎๎ NGT OKSIGEN : NRBM ๎ l8! INFUS : C๎๎r๎n C %:' #'$@@9#'๎๎! ๎ %$@@9๎๎! ๎ %$ +8! Ner๎ M5d๎ ๎๎$๎๎;<; ๎ @<๎8 $ LO
/(. An๎l๎๎๎ D๎+๎ N 4 D๎+๎ E+๎4l41๎ M๎๎๎l๎h Ke8er๎,๎+๎n 1 2 * #'9%$9#$%& 4๎ # - ;rang ๎ua $n. $ mengatakan $n. $ sesakย 4;# - ๎๎ ๎1 (๎iperventilasi๎, -<elelahan A lemas
-Pengunaan otot bantu na!as
-Pola na!as abnormal (ireguler, ๎1EAmenit, dangkal๎ -๎erpasang "๎B๎ >lpm -๎4 naik 11=A5>mm๎g (2*A10A2016๎
-"adi naik 15๎EAmenit (2/A10A2016๎ 4๎ # - ;rang ๎ua $n. $ mengatakan $n. $ sesakย 4;# - ๎๎ ๎1 (๎iperventilasi๎, ๎asil labolatorium -P);2 naik /5,5 (2*A10A2016๎ -P;2turun *5,= (2*A10A2016๎ -๎a;2turun 62,1 F (2/A10A2016๎ -๎4 naik 11=A5>mm๎g (normal =0A60๎ (2*A10A2016๎ -๎iperventilasi <eletihan otot perna!asan Penurunan laju metabolisme <etidake!ekti!an pola na!as :angguan ventilasi spontan hipotermia
/
"adi naik 15๎EAmenit (normal 1*0EAmenit๎ (2/A10A2016๎ 4๎ # - ;rang ๎ua $n. $ mengatakan $n. $ kaki dan tubunya dingin 4;# - akral dingin (kukui pucat๎ -๎4 naik 11=A5>mm๎g (normal =0A60๎ (2*A10A2016๎
-"adi naik 15๎EAmenit (normal 1*0EAmenit๎ (2/A10A2016๎ -๎uhu **,/ (2/A10A2016๎ ๎asil labolatorium ย $sidosis metabolikย -P๎ turun ๎, 2๎ (2*A10A2016๎ -B92turun -6,0 (2*A10A2016๎ 25A10A2016 4๎ # - ;rang ๎ua $n. $ mengatakan $n. $ masih sesakย 4;# - ๎๎ 6> (๎iperventilasi๎ (25A10A2016๎ -"a!as dangkal A pendek-pendekย ๎asil Cabolatorium# -P๎ ๎,2๎ (2/A10A2016๎ -"adi 1*0EAmenit -Perubahan membran alveolar kapiler :angguan pertukaran gas
๎p;2ย =6 F -P);2ย naik /,=1mm๎g (2/A10A2016๎ -P;2ย ๎urun 1=,๎ (2/A10A2016๎
Prioritas 4iagnosa <epera3atan
1. <etidake!ekti!an pola
na!as berhubungan dengan hiperventilasi (2/A10A2016๎
2. :angguan ventilasi
spontan berhubungan dengan keletihan otot perna!asan (2/A10A2016๎
*. ๎ipotermia behubungan
dengan penurunan laju metabolisme (2/A10A2016๎
/. :angguan pertukaran gas
berhubungan dengan perubanhan membran alveolar kapiler (25A10A2016๎
/(I. Ren@๎n๎ Ke8er๎,๎+๎n
N 4 D๎. Ke8er๎,๎ +๎n NOC NIC 1 <etidake!e kti!an pola na!as berhubung an dengan ย ventilasi ๎etelah dilakukan tindakan kepera3atan selama 1 E > ย jam, pola na!as
pasien e!ekti! ditandai dengan# a. ๎tatus perna!asan (ventilasi๎ 1. 7rekuensi na!as (2Q5๎ 2. 8rama perna!asan (*Q5๎ *. <edalaman inspirasi (*Q5๎ /. Penggunaa n otot bantu na!as (*Q5๎ b. ๎tatus
ย $. ๎ anajemen jalan na!as
1. Buka jalan na!as dengan tehnik chin li!t atau ja3 trust
2. Posisikan pasien untuk memakasimalkan ย ventilasi
*. ๎ asukan alat nasopharingeal air3ay ("P$๎ atau otopharyngeal air3ay
(;P$A;P๎๎
/. Cakukan ๎sioterapi dada 5. <elola pengobatan aerosol 6. <elola nebuli&er
๎. <elola udara atau oksigen yang dilembabkan
>. ๎egulasi asupan cairan untuk
mengoptimalkan keseimbangan cairan =. Posisikan untuk meringankan na!as 10. ๎ onitor ststus perna!asan dan
oksigenasi
B. ๎ onitor perna!asan
1. ๎ onitor kecapatan, irama, kedalaman dan kesulitan berna!as
2. )atat pergerakan dada, catat
ketidaksimetisan, penggunaan otot-otot bantu na!as
*. ๎ onitor suara na!as tambahan ngorok A mengi
2 :angguan ย ventilasi spontan behubunga n dengan keletiahan otot perna!asan perna!asan 1. 7rekuensi perna!asan (2Q5๎ 2. 8rama na!as (*Q5๎ *. <edalaman na!as (*Q5๎ /. ๎aturasi oksigen (/Q5๎ c. ๎tatus Perna!asan # pertukaran gas 1. Pa;2ย (2Q5๎ 2. Pa);2 ( /Q5๎ *. P๎ (/Q5๎ d. ๎tatus perna!asan# <epatenan ย jalan na!as 1. 7rekuensi perna!asan (2Q5๎ 2. 8rama na!as (*Q5๎ *. <edalaman inspirasi (*Q5๎ ๎etetalah dilakukan tindakan kepera3atan selama 1 E > ย jam, gangguan ย ventilasi spontan pasien berkurang
๎akipnea, hiperventilasi, kusmaul๎
5. ๎ onitor saturasi oksigen (๎a;2ย A ๎p;2๎ 6. )atat lokasi trachea
๎. ๎ onitor kelelahan otot diag!ragma >. ๎ onitor kelelahan, kecemasan,
kekurangan oksigen pasien
=. )atat perubahan saturasi oksigen dan perubahan B:$ย
10. Berikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan
ย $. ๎ onitor perna!asan
1. ๎ onitor kecepatan, irama, kedalaman, dan kesulitan berna!as
2. )atat pergerakan dada, catat
ketidaksimetrisan, penggunaan otot-otot bantu na!as
*. ๎ onitor suara na!as tambahan (ngorok A mengi๎
/. ๎ onitor pola na!as (bradipnea, takipnea, hiperventilasi, kusmaul๎
5. ๎ onitor saturasi oksigen (๎a;2A ๎p;2๎ 6. )atat lokasi trachea
๎. ๎ onitor kelelahan, kecemasan, kekurangan oksigen pasien
>. ๎ onitor kelelahan otot dia!ragma
=. )atat perubahan saturasi oksigen dan perubahan B:$ย
10. Berikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan
* / ๎ipotermia berhubung an dengan penurunan laju metabolis me :anguan pertukaran gas berhubung an dengan perubahan membran kapiler ditandai dengan a. ๎tatus perna!asan 1. 7rekuensi perna!asa n (2Q5๎ 2. 8rama na!as (*Q5๎ *. <edalama n (*Q5๎ /. ๎aturasi okigen (/Q5๎ b. ๎tatus perna!asan# ย +entilasi 1. 7rekuensi na!as (2Q5๎ 2. 8rama na!as (*Q5๎ *. <edalama n ispirasi (*Q5๎ /. Pengguna an otot bantu na!as (*Q5๎ c. ๎tatus perna!asan# pertukaran gas 1. Pa;2 (2Q5๎ 2. Pa);2 (/Q5๎ *. P๎ (/Q5๎ setelah dilakukan tindakan kepera3atan selama 1E> jam, hipotermia
pasien
1. Pertahankan kepatenan jalan na!as 2. ๎ onitor perubahan posisi pada
oksigenasi (B:$, ๎p;2๎
*. ๎ uali dan pertahankan oksigen tambahan seperti yang ditentukan
/. ๎ onitor perna!asan dan status oksigen ). ๎ anajemen ventilasi mekanik # noninvasi!ย
1. ๎ onitor kondisi yang memerlukan dukungan ventilasi non invasi! (pneumonia๎
2. <onsuktasikan dengan pro!esi
kesehantan laiinya dalam memilih jenis ย ventilator non invasi!ย
*. ;bservasi berkelanjutan pada 1 jam pertama penggunaan ventilaor untuk mengkaji toleran pasien
/. ๎ onitor aturan ventilator secara rutin termasuk suhu dan humidi๎er udara 5. ๎ onitor gejala-gejala yang menunjukan
peningkatan konsumsi oksigen (nadi, ๎๎, ๎4, perubahan status mental๎
6. 4okumentasi semua tindakan perubahan pengaturan ventilator
ย $. Pera3atan hipotermia
1. ๎ onitor tanda-tanda vital
2. Berikan oksigen sesuai kebutuhan *. ๎ onitor suhu pasien
/. Bebaskan pasien dari lingkungan yang dingin
5. Bebaskan pasien dari pakaian yang basah
6. ๎empatkan pasien pada posisi supine ๎. Berikan penghangat A pemanas akti!
seperti lampu radiasi, pemanas udara. >. ๎ onitor tanda-tanda syok, 3arna kulit
dan suhu kulit. B. Pengaturan suhu
1. ๎ onitor suhu setiap 2 jam sekali 2. Pasang alat monitor suhu secara
kontinue
*. ๎ onitor suhu dan 3arna kulit
/. ๎ingkat intake cairan dan nutrisi yang adekuat
5. Berikan topi meminimalkan kehilangan panas
6. :unakan matras, selimut yang hangat untuk meningkatkan suhu tubuh sesuai kebutuhan
berkurang, ditandai dengan# ";)# termoregulasi 1. Peningkatan suhu tubuh (*Q5๎ 2. ๎๎ (!rekuensi na!as๎ (2Q5๎ *. "adi (!rekuensi nadi๎ (2Q5๎ /. Perubahan 3arna kulit (/Q5๎ ๎etelah diakukan tindakan kepera3atan selam 1E> jam, gangguan pertukaran gas pasien berkurang ditandai dengan# ย $. ๎tatus perna!asan 1. 7rekuensi perna!asa n (2Q5๎ 2. 8rama na!as (2Q5๎ *. <edalama n inspirasi (*Q5๎ /. ๎aturasi oksigen (5Q5๎
1. Buka jalan na!as dengan tehnik chin li!t atau ja3 trust
2. Pastikan pasien untuk memaksimalkan ย ventilasi
*. ๎ asukan alat myopharingeal tube ("P๎๎ atau ;ropharingeal tube (;:๎๎
/. Cakukan ๎sioterapi dada 5. <elola pengobatan nebuli&er 6. <elola pengobatan aerosol
๎. <elola udara atau oksigen yang dilembabkan
>. ๎egulasi asupan cairan untuk
mengoptimalkan keseimbangan cairan =. Posisikan untuk meringankan na!as 10. ๎ onitor status perna!asan dan
oksigenasi
B. ๎ onitor perna!asan
1. ๎ onitor kecepatan, irama, kedalaman, dan kesulitan berna!as
2. )aat pergerakan dada,
ketidakseimbangan, penggunaan otot-otot bantu na!as
*. ๎ onitor suara na!as tambahan (ngorok A mengi๎
/. ๎ onitor pola na!as (bradipnea, takipnea, hiperventilasi, kusmaul
5. ๎ onitor saturasi oksigen (๎a;2ย A ๎p;2๎ 6. )atat lokasi trakhea
๎. ๎ onitor kelelahan otot dia!ragma >. ๎ onitor kelelahan, kecemasa,
kekurangan oksigen pasien
=. )atat perubahan saturasi oksigen dan periksa B:$ย
10. Berikan bantuan terapi na!as yang dilembabkan
). ๎erapi okigen
1. Pertahankan kepatenan jalan na!as 2. ๎iapkan peralatan oksigen dan berikan
mealui humidi๎er
*. Berikan terapi oksigen tambahan seperti ย yang diperintahkan
/. ๎ onitor aliran oksigen
5. Periksa perangkat A alat pemberian oksigen secara berkala untuk
/(II. I!8le!en+๎๎๎ 4E. <epera3atan ๎gl A ย 'am ๎8"4$<$" ๎๎4 %. Ke+๎d๎2 e?e2+๎?๎n 84l๎ n๎?๎๎ 6erh565n 1๎n den1๎n h๎8er๎en+๎ l๎๎๎ 2/A10A 16 10.25 25A10A 16 10.05 26A10A 16 15.00
ย $. ๎ anajemen jalan na!as
1. memposisikan pasien untuk
memakasimalkan ventilasi (๎58๎n๎๎๎๎ 2. mengelola nebuli&er (!e!6er๎2๎n
+er๎8๎ ne65l PQ9'๎๎!๎
*. mengelola udara atau oksigen yang dilembabkan (!e!6er๎2๎n NRBM ๎l8! d๎n !en1๎๎๎ ๎๎r h5!๎d๎๎ern-๎๎ /. meregulasi asupan cairan untuk
mengoptimalkan keseimbangan cairan (!e!6er๎2๎n +er๎8๎ @๎๎r๎n C%:' #'$ @@9#'๎๎!๎
5. memonitor ststus perna!asan dan
oksigenasi (RR 7$๎9!en๎+> ๎re15lerย ๎ B. ๎ onitor perna!asan
%. memonitor kecapatan, irama,
kedalaman dan kesulitan berna!as (RR 7$๎9!en๎+> ๎rre15ler> d๎n12๎l๎
#. mencatat pergerakan dada, catat
ketidaksimetisan, penggunaan otot-otot bantu na!as (n๎?๎๎ ๎6d4!๎n๎l๎
0. memonitor suara na!as tambahan (R4@h๎๎
'. memonitor pola na!as (+๎2๎8ne๎, h๎8er๎en+๎l๎๎๎๎
3. memonitor saturasi oksigen (S8O#
๎n+๎r๎ r๎+๎;r๎+๎ <'๎;<&๎๎ &. mencatat lokasi trachea (l42๎๎๎
+r๎@he๎ 6er๎d๎ d๎+en1๎h๎
7. memberikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan (!e!6er๎2๎n 42๎๎1en den1๎n NRBM den1๎n 2e@e8๎+๎n
#. G๎n115๎ n ย ๎en+๎l๎๎๎ ๎84n+๎n 6erh565n 1๎n den1๎n 2ele+๎h๎n 4+4+ 8ern๎?๎๎ ๎n 2/A10A 16 10.*5 25A10A 16 10.05 26A10A 16 15.00 ๎l8! d๎n !e!6er๎2๎n +er๎8๎
ne65l๎๎er den1๎n PQ ๎e+๎๎8 ' ๎๎!๎
ย $. ๎ emonitor perna!asan
1. memonitor kecepatan, irama,
kedalaman, dan kesulitan berna!as (RR7$> ๎rre15ler> d๎n12๎l๎
2. mencatat pergerakan dada, catat ketidaksimetrisan, penggunaan otot-otot bantu na!as (8er1er๎2๎n d๎d๎ ๎๎!e+r๎๎> !en115n๎2๎n n๎?๎๎ ๎6d4!en๎
*. memonitor suara na!as tambahan (r4n@h๎๎
/. memonitor pola na!as (+๎2๎8ne๎๎ 5. memonitor saturasi oksigen (S8O#
๎n+๎r๎ <'๎;<&๎๎
6. mencatat lokasi trachea (l42๎๎๎ +r๎@he๎ d๎+en1๎h๎
๎. memberikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan (!e!6er๎2๎n 42๎๎1en den1en NRBM den1๎n d4๎๎๎ ๎l8! d๎n !e!e6er๎2๎n +er๎8๎ ne65l๎๎er den1๎n PQ ๎e+๎๎8 ' ๎๎!๎
B. Bantuan ventilasi
%. mempertahankan kepatenan jalan na!as #. memonitor perubahan posisi pada
saturasi oksigenasi (S8O# <'๎;<&๎๎ 0. memulai dan pertahankan oksigen
0. H๎84+er! ๎๎ 6erh565n 1๎n den1๎n 8en5r5n๎ n l๎๎5 !e+๎64l๎ ๎!e 2/A10A 16 10./5 25A10A 16 10.15 (!e!6er๎2๎n d๎n !e!8er+๎h๎n2๎n +er๎8๎ 42๎๎1en den1๎n NRBM ๎l8!๎ '. ๎ onitor perna!asan dan status oksigen
(RR 7$๎9!en๎+> ๎rre15ler> d๎n12๎l> n๎?๎๎ ๎84n+๎n๎
). ๎ anajemen ventilasi mekanik # noninvasi!ย 1. memonitor kondisi yang memerlukan
dukungan ventilasi non invasi! (8ne5!4n๎๎๎
2. mengkonsuktasikan dengan pro!esi kesehantan laiinya dalam memilih jenis ย ventilator non invasi! (!en124n๎5l+๎๎๎
8e!6er๎๎n NRBM ๎l8!๎
*. mengobservasi berkelanjutan pada 1 ย jam pertama penggunaan ventilaor
untuk mengkaji toleran pasien
/. memonitor aturan ventilator secara rutin termasuk suhu dan humidi๎er udara (๎5h5 00>'4C> !en11๎n+๎
@๎๎r๎n h5!๎d๎๎er ๎๎2๎ 25r๎n1 9 h๎6๎๎๎
5. memonitor gejala-gejala yang
menunjukan peningkatan konsumsi
oksigen (!en1525r n๎d๎ %37๎9!en๎+> RR 7%๎9!en๎+> TD %%<97๎๎
6. mendokumentasi semua tindakan perubahan pengaturan ventilator
ย $. Pera3atan ๎ipotermi
1. memonitor tanda-tanda vital (TD %%<97๎!!h1> n๎d๎ %37๎9!en๎+> ๎5h5 00>'4C > RR 7%๎9!en๎+๎
#. Berikan oksigen sesuai kebutuhan
(!e!6er๎2๎n +er๎8๎ 42๎๎1en den1๎n NRBM ๎l8!๎
0. menempatkan pasien pada posisi supine '. memberikan penghangat A pemanas
akti! seperti lampu radiasi, pemanas udara (!e!6er๎2๎n ๎el๎!5+ d๎n l๎!5 8en1h๎n1๎+๎
'. G๎n115๎n 8er+52๎r๎ n 1๎๎ 6erh565n 1๎n den1๎n !e!6r๎n ๎l๎e4l๎r; 2๎8๎lerย 25A10A 16 10.15
1. memonitor suhu setiap 2 jam sekali (๎5h5 00>'4C d๎n 0'>#ย 4C๎
2. memasang alat monitor suhu secara kontinue (!e!๎n๎๎n1 8ende2+4r ๎5h5 d๎ he!4d๎n๎!๎2๎๎
*. memonitor suhu dan 3arna kulit (๎5h5 00>'ย 4C d๎n ,๎rn๎ 25l๎+ +๎d๎2 85@๎+๎ 2. meningkat intake cairan dan nutrisi
ย yang adekuat (!e!6er๎2๎n @๎๎r๎n ๎n?5๎ C%:' #'$@@9#' ๎๎! d๎n
!e!6er๎2๎n n5+r๎๎๎ den1๎n ๎5๎5 ?4r!5l๎ ๎๎#3@@9h๎r๎๎
*. memberikan topi untuk meminimalkan kehilangan panas
/. menggunakan matras, selimut yang hangat untuk meningkatkan suhu tubuh sesuai kebutuhan
ย $. ๎ anajemen jalan na!as
1. memastikan pasien untuk
memaksimalkan ventilasi (?4,lerย ๎
#. melakukan ๎sioterapi dada (!el๎l52๎n ย ๎๎6r๎๎๎ d๎n 8er25๎๎ le!65+
0. mengelola pengobatan nebuli&er
(!e!6er๎2๎n ne65l๎๎er ๎e+๎๎8 ' ๎๎! ๎e2๎l๎ den1๎n PQ๎
'. mengelola udara atau oksigen yang dilembabkan (!e!6er๎2๎n +er๎8๎ 42๎๎1en den1๎n NRBM ๎l8! -๎n1 d๎le!6๎62๎n 4leh @๎๎r๎n h5!๎d๎๎erย ๎ 3. meregulasi asupan cairan untuk
mengoptimalkan keseimbangan cairan (!e!6er๎2๎n @๎๎r๎n den1๎n ๎n?5๎ C%:' #'$@@9#'๎๎! d๎n den1๎n 8er4r๎l ๎e6๎n-๎2 ๎๎0$@@9#'๎๎!๎ &. memonitor status perna!asan dan
oksigenasi (RR 8๎๎๎en &3๎9!en๎+> S8O#ย <&๎๎
B. ๎ onitor perna!asan
%. memonitor kecepatan, irama,
kedalaman, dan kesulitan berna!as (RR &3๎9!en๎+> n๎?๎๎ d๎n12๎l> ๎rre15ler๎ #. memonitor suara na!as tambahan
(r4n@h๎๎
0. memonitor pola na!as ๎+๎2๎8ne๎๎
'. ๎ onitor saturasi oksigen (S8O# <&๎๎ 3. mencatat lokasi trakhea (l42๎๎๎
1r๎@he๎ d๎+en1๎h๎
&. memberikan bantuan terapi na!as yang dilembabkan (!e!6er๎2๎n +er๎8๎ 6๎n+5๎n NRBM ๎l8! d๎n
!e!6er๎2๎n +er๎8๎ ne65l๎๎er PQ ๎e+๎๎8 # ๎๎!๎
C. Ter๎8๎ 42๎๎๎1en
%. menyiapkan peralatan oksigen dan berikan melalui humidi๎er (!en1๎๎๎ d๎n !en11๎n+๎ @๎๎r๎n h5!๎d๎๎er๎ #. memberikan terapi oksigen tambahan
seperti yang diperintahkan
(!e!6er๎2๎n +er8๎๎ 42๎๎1en den1๎n NRBM ๎l8!๎
0. Periksa perangkat A alat pemberian oksigen secara berkala untuk
memastikan konsentrasi optimal
/(III. E๎๎l5๎๎๎ #'9%$9#$%&
<epera3atan 1. <eridake!ekt i!an pola na!as berhubunga n dengan hiperventila si 5. :angguan ย ventilasi spontan berhubunga n dengan keletihan otot perna!asan 6. ๎ipotermia berhubunga n dengan penuruan laju metabolik 2/A10A20 16 1/.25 2/A10A20 16 1/.25 2/A10A20 16 1/.25
๎ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesak.
; # - 7rekuensi na!as 62EAmenit
- 8rama na!as irreguler
- <edalaman inspirasi
dangkal, menggunakan perna!asan perut
- ๎aturasi oksiegen =2F
ย $ # masalah teratasi sebagian
P # lanjutkan intervensi - $. ๎ anajemen na!as 1-5
-B. ๎ onitor perna!asan 1-6
๎ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesakย
; # - !rekuensi na!as 62EAmenit
- 8rama na!as irreguler
- <edalaman inspirasi
dangkal, perna!asan abdominal
- ๎aturasi oksigen =2F
ย $ # masalah teratasi sebagian
P lanjutkan intervensi - $. ๎ onitor perna!asan 1-> -B. Bantuan ventilasi 1-/ -). ๎ anajemen ventilasi mekanik noninvasi! 1-6
๎ # orangtua pasien mengatakan, pasien masih dingin di kaki dan ditubuhnya ; # - suhu tubuh *5,1;)
- ๎๎ 62EAmenit
- 8rama irreguler
- "adi 1*0EAmenit
- Larna kulit kuning
ย $# masalah teratasi sebagian
P lanjutkan intervensi - $. Pera3atan hipotermia 1-/
E๎๎l5๎๎๎ #39%$9#$%& 4E. <epera3atan ๎gl A 'am ๎8"4$<$" ๎๎4 1. <eridake!ekt i!an pola na!as berhubunga n dengan hiperventila si 2. :angguan ย ventilasi spontan berhubunga n dengan keletihan otot perna!asan *. ๎ipotermia berhubunga n dengan penuruan laju metabolik 25A10A20 16 1/.05 25A10A20 16 1/.05 25A10A20 16 1/.*5 25A10A20 16 1/./0 ๎ #
-; # - 7rekuensi na!as 56EAmenit
- 8rama na!as irreguler
- <edalaman inspirasi
dangkal, menggunakan perna!asan perut
- ๎aturasi oksiegen =๎F
ย $ # masalah teratasi sebagian
P # lanjutkan intervensi - $. ๎ anajemen na!as 1-5
-B. ๎ onitor perna!asan 1-6
๎ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesakย
; # - !rekuensi na!as 56EAmenit
- 8rama na!as irreguler
- <edalaman inspiras
dangkal, perna!asan abdominal
- ๎aturasi oksigen =๎F
ย $ # masalah teratasi sebagian
P lanjutkan intervensi - $. ๎ onitor perna!asan 1-> -B. Bantuan ventilasi 1-/ -). ๎ anajemen ventilasi mekanik noninvasi! 1-6
๎ # orangtua pasien mengatakan, pasien tidak kedinginan di kaki dan
ditubuhnya ; # - suhu tubuh *6,2;) - ๎๎ 56EAmenit - 8rama irreguler - "adi 1*0EAmenit ย $ # masalah teratasi P # hentikan intervensi
/. :angguan perukaran gas berhubunga n dengan perubahan membran alveolar-kapiler
๎ # orangtua pasien mengatakan pasien masih ssesakย
; # - ๎๎ 56EAmenit
- 8rama irreguler
- <edalaman inspirasi
dangkat dan cepat, pena!asan abdominal
- ๎aturasi =๎F
ย $ # masalah teratasi sebagian
P # lanjutkan intervensi K $. ๎ anajemen ย jalan na!as 1-10 -B. ๎ onitor perna!asan
1-/
-). ๎erpai oksigen 1-5
E๎๎l5๎๎๎ #&9%$9#$%&
4E. <epera3atan ๎gl A 'am ๎8"4$<$" ๎๎4 1. <eridake!ekti !an pola na!as berhubungan dengan hiperventilas i 2. :angguan ย ventilasi spontan berhubungan dengan keletihan otot perna!asan /. :angguan 26A10A20 16 21.00 26A10A20 16 21.00 26A10A20 16 21.00
๎ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesak.
; # - 7rekuensi na!as 62EAmenit
- 8rama na!as irreguler
- <edalaman inspirasi
dangkal, cepat,, menggunakan perna!asan perut
- ๎aturasi oksiegen
=0F
ย $ # masalah teratasi sebagian P # lanjutkan intervensi - $. ๎ anajemen na!as 1-5
-B. ๎ onitor
perna!asan 1-6
๎ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesakย
; # - !rekuensi na!as 65EAmenit
- 8rama na!as irreguler
- <edalaman inspirasi
dangkal, cepat, perna!asan abdominal
- ๎aturasi oksigen =0F
ย $ # masalah teratasi sebagian
P lanjutkan intervensi - $. ๎ onitor perna!asan 1->
-B. Bantuan ventilasi 1-/