• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASKEP DAN LAPORAN PENDAHULUAN PNEUMONIA R7HCU RSSA .doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ASKEP DAN LAPORAN PENDAHULUAN PNEUMONIA R7HCU RSSA .doc"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PENGKAJIAN

LEMBAR PENGKAJIAN

ย ASUHAN K

ย ASUHAN KEPERA

EPERAW

WA

AT

TAN

AN

PADA An. A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS PNEUMONIAย 

PADA An. A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS PNEUMONIAย 

DI RUANG 7HCU RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWARย 

DI RUANG 7HCU RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWARย 

MALANG

MALANG

Oleh : Oleh :

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

F

FAKUL

AKULTAS IL

TAS ILMU

MU KESE

KESEHAT

HATAN

AN

N๎€€!๎€€

N๎€€!๎€€ : : HAR"OKO HAR"OKO MUKTI MUKTI APRIAPRI ย WIBOWO

ย WIBOWO NIM

(2)
(3)

UNI(ERSITAS MUHAMMADI"AH MALANG

UNI(ERSITAS MUHAMMADI"AH MALANG

#$%&

#$%&

(4)

LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN

)PNEUMONIA* )PNEUMONIA*

ย A.

ย A. DEFINISIDEFINISI

Pneumonia adalah suatau radang paru yang disebabkan oleh Pneumonia adalah suatau radang paru yang disebabkan oleh Bermacam-mac

Bermacam-macam etiologi seperti am etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan bakteri, virus, jamur dan bendabenda saing. (ngastiyah, 2012๎€€.

saing. (ngastiyah, 2012๎€€.

Pneuminia adalah akibat in!eksi

Pneuminia adalah akibat in!eksi mungkindidamungkindidapatkan secarapatkan secara ransplasenta

ransplasenta, perinatal atau , perinatal atau pasca lahir ("elson, 2000๎€€pasca lahir ("elson, 2000๎€€

B.

B. ETETIOIOLOLOGIGI 1

1.. BBaakktteerri i # # ssttrreeppttooccooccuus s ppnneeuummoonniiaaee, , ssttrreettooccooccuus s ggrruub b $$,, themophilus in%uen&a dan staphylococus aureus.

themophilus in%uen&a dan staphylococus aureus. 2.

2. 'amu'amur r # ๎€istopla# ๎€istoplasma capsusma capsulatimlatim, , coccicoccidioidioidomydomycosiscosis, , aspeaspergi!rgi!osis,osis, biastomyces dermatitis, cryptococosis, )andidia sp.

biastomyces dermatitis, cryptococosis, )andidia sp. *.

*. +i+irurus s # # ๎€‚e๎€‚espspiriratatororik ik sesensnsititiaial l vivirurus s (๎€‚(๎€‚๎€ƒ+๎€ƒ+๎€€, ๎€€, vivirurus s papararainin%u%uenen&a&a,, ade

adenovnoviruirus, s, rhnrhnoviovirurus, s, virvirus us in%in%uenuen&a, &a, virvirus us varvariseisela, la, rurubelbella,la, chla

chlamydimydiatra atra chomchomatis, atis, myocmyoco๎€„lao๎€„lasma sma pneupneumonamonae, e, pneupneumocymocystisstis canii (ngastiyah, 2012๎€€.

canii (ngastiyah, 2012๎€€. /.

/. BendBenda asia asing # ng # $spir$spirasi asi ๎€…aka๎€…akanan, nan, aspiaspirasi rasi bahabahan karn karosen, osen, aspiaspirasirasi amnion, aspirasi hidrokarbon, ali!atik (rudolph, 200๎€†๎€€.

amnion, aspirasi hidrokarbon, ali!atik (rudolph, 200๎€†๎€€. C.

C. PPAATOFITOFISIOLSIOLOGIOGI

Pneumonia merupakan penyebab utama pneumonia. Pneumoccocus Pneumonia merupakan penyebab utama pneumonia. Pneumoccocus ma

masuk suk kedkedalaalam m parparu u melmelalualui i jaljalan an perperna!na!asaasan n secsecarara a perpercikcikanan (dorplet๎€€. Prosen radang pneumonia dibagi menjadi atas / stadium (dorplet๎€€. Prosen radang pneumonia dibagi menjadi atas / stadium ย yaitu

ย yaitu 1.

1. ๎€ƒtad๎€ƒtadium kongium kongesti # kapilesti # kapiler melebaer melebar dan kongr dan kongesti seresti serta didata didalamlam alveolus terdapat eksudat jernih, bakteri dalam jumlah banyak, alveolus terdapat eksudat jernih, bakteri dalam jumlah banyak, beberapa neutro๎€‡l dan makro!ag.

beberapa neutro๎€‡l dan makro!ag. 2.

2. ๎€ƒta๎€ƒtadiudium m hephepatiatisa merasa merah h # # loblobus dan us dan loblobuluulus s terterkenkena a menmenjadjadii padat dan tidak mengandung udara, 3arna menjadi merah dan padat dan tidak mengandung udara, 3arna menjadi merah dan pada perabaan seperti hepar,. 4alam alveolus didapatkan ๎€‡brin, pada perabaan seperti hepar,. 4alam alveolus didapatkan ๎€‡brin, leukosit netro๎€‡l, eksudat dan banyak sekali eritrosit dan kuman, leukosit netro๎€‡l, eksudat dan banyak sekali eritrosit dan kuman, stadium ini berlangsung sangat pendek.

stadium ini berlangsung sangat pendek. *.

*. ๎€ƒt๎€ƒtadadiuium m hehepapatitisa sa kekelalabubu# # lolobubus s memerarah h tetetatap p papadadat, t, 3a3araranana merah menjadi pucat kelabu, $lveolus berisi ๎€‡brin dan leukosit, merah menjadi pucat kelabu, $lveolus berisi ๎€‡brin dan leukosit, tempat terjadinya !agositosis

tempat terjadinya !agositosis pneumococcuspneumococcus /.

/. ๎€ƒtad๎€ƒtadium resolium resolusi eksudusi eksudat berkuat berkurangrang# dalam alve# dalam alveolus, makolus, makro!aro!agg ber

bertatambmbah ah dan dan leuleukoskosit it menmengalgalamami i neknekrorosis sis dan dan dedegengeneraerasisi lemak.

(5)

๎€…ekanisme daya tahan tubuh yang berguna untuk melindungi dari ๎€…ekanisme daya tahan tubuh yang berguna untuk melindungi dari bahaya in!eksi melalui mekanisme daya tahan traktus respiratori bahaya in!eksi melalui mekanisme daya tahan traktus respiratori ย yang terdir

ย yang terdiri darii dari 1.

1. ๎€ƒusu๎€ƒusunan anan anatonatomis damis dan ronn rongga hgga hidunidungg 2.

2. 'ari'aringan ngan lim!olim!oid di id di nasonaso-oro--oro-!ari!aringng *

*.. BBuullu u ggeettaar r yyaanng g mmeelliippuutti i sseebbaaggiiaan n bbeessaar r eeppiitteel l ttrraakkttuuss repiratorius dan sekret yang dikeluarkan oleh sel epitel

repiratorius dan sekret yang dikeluarkan oleh sel epitel tersebuttersebut /.

/. ๎€‚e๎€‚e%e%ek bk batatukย ukย  5.

5. ๎€‚e%๎€‚e%ek ek epiepigloglotis tis yayang ng menmencegcegah ah terterjadjadinyinya a aspaspirairasi si skrskret et yanyangg terin!eksi

terin!eksi 6.

6. 4ra4rainainase se sissistem lim!tem lim!atiatik k dan !ungdan !ungsi si menmenyaryaring kelening kelenjar lim!ejar lim!e regional

regional ๎€†.

๎€†. 77agoagositsitas, as, aksaksi i en&en&imaimatik tik dadan n resrespopon n imuimunohnohumoumoral ral terterutautamama dari imonoglobulin $ (8g$๎€€

dari imonoglobulin $ (8g$๎€€ ana

anak k dedengangan n dadaya ya tahtahan an terterganganggu ggu akaakan n menmenderderita ita pnepneumoumoniania be

berurulalang ng atatau au titidadak k mamampmpu u memengngatatasasi i pepenynyakakit it inini i dedengnganan sempurna. 7aktor lain yang mempengaruhi timbulnya pneumonia sempurna. 7aktor lain yang mempengaruhi timbulnya pneumonia ialah daya tahan tubuh yang menurun, misalnya malnutrisi energi ialah daya tahan tubuh yang menurun, misalnya malnutrisi energi prot

protein ein (๎€…9P(๎€…9P๎€€, ๎€€, penypenyakit akit menamenahaunhaun, , trautrauma ma pada paru, pada paru, aspiaspirasi,rasi, pengobatan dengan antibiotika yang tidak

pengobatan dengan antibiotika yang tidak sempurna.sempurna.

P๎€€+,๎€€-ย  P๎€€+,๎€€-ย 

ย virus

(6)

D. TANDA DAN GEJALAย 

๎€ƒaluran na!as bagian

bronchiol alveous ๎€‚adang pada bronkus dan 7ibrosus dan atelaktas :angguan ;ksigen kejaringan kelemahan 8ntoleransi ๎€‚esiko ๎€ƒtimulasi chemoresept or ๎€ƒet point bertambah ๎€‚espon ๎€‚espon peningkatan panas tubuh hiperemi 9vaporasi meningkat )airan tubuh berkurang 4e๎€‡sit ย volume Peningka tan produksi akumilasi skret ;bstruks i jalan :anggua n ventiasi Bersihan ย jalan na!a Peningka tan !rekuensi Perangsa ngan ๎€‚as (recticula r aktivatin ๎€ƒusah Perubah an pola <eluarga ย $nsietas orangtua ๎€‚angsan gan nyeri :angguan rasa nyaman# Peningkatan tekanan muntah

(7)

1. 4emam, berkeringat dan menggigil

2. ๎€ƒuhu naik cepat *=-/0 derajat celcius atau sampai kejang *. "a!as menjadi sesak, disertai perna!asan cuping hidung

/. Batuk berdahak, tetapi dia3ali batuk tanpa produkti! dahakย  5. "yeri dada saat berna!as dan batukย 

6. :elisah, dispnea dan sianosii ๎€†. <elelahan dan nyeri otot

>. ๎€…ual, untah dan sakit kepala

E. KLASIFIKASI PNEUMONIAย 

Pada umumnya pembagian pneumonia menutrut dasar anatomis dan etiologinya terbagi menjadi#

1. ๎€…enurut anatomisnya a. Pneumonia lobaris

b. Pneumonia lobularis (bronkopneumonia๎€€ c. Pneumonia intertitialis (bronkilitis๎€€

2. ๎€…enurut etiolohinya adalah a. Bakteri

b. +irus

c. ๎€…ycoplasma pneumoniae d. 'amur

e. $spirasi (makanan, kerosen, amnion๎€€ !. Pneumonia hispostatkย 

g. ๎€ƒindrom loe?er (ngastiyah, 2012๎€€.

F. PEMERIKSAAN FISIKย  1. P9":<$'8$" @๎€…@๎€…

a. ๎€‚i3ayat masukย 

ย $nak biasanya diba3a kerumah sakit setelah sesak na!as, sianosi atau batuk disertai demam tinggi. <esadaran kadang menurun apabila anak masuk disertai kejang demam

b. ๎€‚i3ayat penyakit dahulu

Prediksi penyakit saluran perana!asn lain seperti 8๎€ƒP$, in%uen&a sering dlam 3aktu *-1/ hari sebelum diketahui adanya penyakit pneumonia. Penyakit paru, jantung serta kelainan organ vital ba3aan dapat memperberat klinis anakย 

2. P9":<$'8$" 78๎€ƒ8<ย  a. ๎€ƒistem integumen

<ulit pucat, sianosis, turgor kuli menurun (akibat dehidrasi๎€€, bengkak, berkeringa, suhu meningkat, kemerahan.

b. ๎€ƒistem pulmonal

Perna!asan cuping hidung, hiperventilasi, batu produkti! dan batuk non produkti, sputum banyak, penggunaan otot bantu na!as, na!as dia!ragma dan perut meningkat, ๎€‚๎€‚ meningkat, terdengar stridor dan ronchi pada lapang paru.

(8)

:cs menurun, re%eks menurunAnormal, letargi d. ๎€ƒistem kardiovaskuler

"adi meningkat, pembuluh darag vasokontriksi, kualitas darah menurun.

e. ๎€…uscoskleletal

๎€ˆonus otot menurun, nyeri otooA normal, retraksi paru, penggunaan otot aksesoriis na!as (otot abdomen๎€€

!. ๎€ƒistem genitourinarua

Produksi urine menurunAnormal g. ๎€ƒistem digesti!ย 

<onsistensi !eses normalAlembek.

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG

%. S๎€n๎€€r /.

๎€…engidenti๎€‡kasikan distribusi strukstural (mis. Cobar, bronchial๎€€D dapat juga menyatakan abses luasAin๎€‡ltrate, empiema (stapilococcus๎€€D in๎€‡ltrasi menyebar atau terlokalisasi (bacterial๎€€D atau penyebaranAperluasan in๎€‡ltrate nodul (lebih sering virus๎€€. Pada pneumonia mikoplasma, sinar E dada mungkin bersih.

#. GDAย 

๎€ˆidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.

0.ย JDL

Ceukositosis biasanya ada, meskipun sel darah putih rendah terjadi pada in!eksi virus, kondisi tekanan imun.

'. LED !en๎€n12๎€€+

7ungsi paru hipoksemia, volume menurun, tekanan jalan na!as meningkat dan komplain menurun.

3. Ele2+r4l๎€+ N๎€€ d๎€€n Cl !5n12๎€n rend๎€€h

&. B๎€l๎€r56๎€n !en๎€n12๎€€+

7.ย A๎€‚8๎€r๎€€๎€‚๎€ 9 6๎€48๎€‚๎€ ๎€ƒ๎€€r๎€n1๎€€n 8๎€€r5

ย $lat diagnosa termasuk sinar-E dan pemeriksaan sputum. Pera3atan tergantung dari penyebab pneumoniaD pneumonia disebabkan bakteri dira3at dengan antibiotikย . Pemeriksaan penunjang#

โ€ข ๎€‚ontgen dada โ€ข Pembiakan dahakย  โ€ข ๎€itung jenis darah โ€ข :as darah arteri

(9)

H. PENATALAKSANAAN UMUM

Penderita yang penyakitnya tidak terlalu berat, bisa diberikan antibiotik per-oral (le3at mulut๎€€ dan tetap tinggal di rumah.Penderita ย yang lebih tua dan penderita dengan sesak na!as atau dengan penyakit ย jantung atau paru-paru lainnya, harus dira3at dan antibiotik diberikan melalui in!us. ๎€…ungkin perlu diberikan oksigen tambahan, cairan intravena dan alat bantu na!as mekanik.<ebanyakan penderita akan memberikan respon terhadap pengobatan dan keadaannya membaikย  dalam 3aktu 2 minggu.

Penatalaksanaan untuk pneumonia bergantung pada penyebab, sesuai yang ditentukan oleh pemeriksaan sputum mencakup # ;ksigen 1-2 CAmenit. 8+74 dekstrose 10 F # "a)l 0,=F G * # 1, H <)l 10 m9IA500 ml cairan. 'umlah cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, dan status hidrasi.'ika sesak tidak terlalu berat, dapat dimulai makanan enteral bertahap melalui selang nasogastrik dengan !eeding drip.'ika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk memperbaiki transport mukosilier.<oreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.$ntibiotik sesuai hasil biakan atau berikan @ntuk kasus pneumonia community base #

๎€€ย $mpisilin 100 mgAkg BBAhari dalam / kali pemberian.

๎€€ <loram!enikol ๎€†5 mgAkg BBAhari dalam / kali pemberian @ntuk kasus pneumonia hospital base #

๎€€๎€ƒe!atoksim 100 mgAkg BBAhari dalam 2 kali pemberian.

(10)

I. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. :angguan Pertukaran :as berhubungan dengan ventilasi per!usi.

2. <etidake!ekti!an Pola "a!as berhubungan dengan in!eksi paru. *. <etidake!ekti!an Bersihan 'alan "a!as berhubungan dengan

penumpukan sekret.

/. ๎€ipertermi berhubungan dengan pneumonia.

5. 8ntoleran $ktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen ย J. INTER(ENSI KEPRAWATAN 4iagnosa <epera3atan ";) "8) :angguan pertukaran gas berhubungan dengan ventilasi per!usi.

<lien akan mampu menunjukkan

pertukaran gas yang adekuat dalam

3aktu 1E2/ jam, dengan indikator # 1. Pasien dapat berna!as dengan mudah (5๎€€ 2. ๎€ˆidak terdapat dispneu (5๎€€ *. ๎€ˆidak terdapat sianosis (5๎€€ /. ๎€‚๎€‚ normal # J16 K 2/ EAmenit (5๎€€ 5. Pa;2 normal # >0-100mm๎€g (5๎€€ 6. Pa);2 normal # *5-/5mm๎€g (5๎€€ ๎€†. P๎€ arteri normal # ๎€†,*5-Pen1el4l๎€€๎€€n A๎€‚๎€€! B๎€€๎€‚๎€€

1. 'aga kepatenan jalan na!as.

2. 'aga kepatenan akses intravena.

*. ๎€…onitor analisa gas darah, serum dan elektrolit urin.

/. Posisikan pasien untukย  dapat berna!as secara adekuat.

5. ๎€…onitor tanda dan gejala gagal na!as (Pa;2 rendah, Pa);2 tinggi, penggunaan otot perna!asan tambahan,

kelemahan๎€€.

6. ๎€…onitor pola na!as. ๎€†. ๎€…onitor sirkulasi

(11)

๎€†,/5 mm๎€g (5๎€€ >. ๎€ƒaturasi ;2 # =5-100F (5๎€€ =. Per!usi ventilasi seimbang (5๎€€ ๎€b dan cardiac output๎€€.

>. ๎€…onitor hasil lab. (:4$, urin dan serum๎€€. =. ๎€…onitor status neurologi. <etidake!ekti!an Bersihan 'alan "a!as berhubungan dengan penumpukan sekret.

<lien akan mampu menunjukkan jalan na!as paten dalam 3aktu 1E2/ jam, dengan indikator # 1. ๎€ƒuara na!as bersih (5๎€€ 2. ๎€ˆidak ada suara na!as tambahan (5๎€€ *. 8rama na!as normal (5๎€€ /. 7rekuensi perna!asan normal (5๎€€ 5. ๎€ƒputum berkurang (5๎€€ ย A๎€r,๎€€- M๎€€n๎€€1e!en+: 1. Posisikan pasien untuk

memaksimalkan potensi ventilasi dan mengurangi dyspneu. 2. ๎€…onitor status

perna!asan dan status oksigenasi yang sesuai. *. ๎€…onitor kecepatan,

irama, kedalaman, dan upaya pernapasan. /. Perhatikan gerakan

dada, penggunaan otot aksesori, dan

supraklavikula dan retraksi otot

interkostal.

5. Pantau kelelahan otot dia!ragma, seperti yang ditunjukkan gerak

paradoEical.

6. $uskultasi adakah

penumpukan secet atau tidak, apabila ada

terdapat suara tambahan.

๎€†. Berikan ;2nasal canul 2-/ lpm, simple mask, 5-๎€† lpm, "๎€‚B๎€… >-12 lpm.

(12)

dada.

=. Berikan terapi inhalasi ("ebuli&er๎€€.

10. Cakukan suction. 11. Pertahankan hidrasi

ย yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 12. 'elaskan pada pasien

dan keluarga tentang penggunaan peralatan # ;2, ๎€ƒuction, 8nhalasi.

(13)

DAFTAR PUSTAKAย 

ย $ri!, ๎€…ansjoer. 2001. ย Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. 'akarta# 9:).

Brashers, +alentina C. 200๎€†. ย Aplikasi Klinis Patofsiologi: ย Pemeriksaan & Manajemen Edisi 2.ย 'akarta# 9:).

ย 'eremy, dkk. 2005. ย At a Glace Sistem ๎€€espirasi Edisi 2. 'akarta# 9rlangga

๎€…isnadiarly. 200>.ย Pen!akit "n#eksi Sal$ran %apas Pne$monia pada ย Anak๎€ 'alita๎€ (e)asa๎€ *sia +anj$t. 'akarta# Pustaka ;bor

Populer.

๎€ƒomantri, 8rman. 200๎€†. ย As$,an Kepera)atan pada Pasien dengan Gangg$an Sistem Pernapasan. 'akarta# ๎€ƒalemba ๎€…edika.

(14)

ย ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS PNEUMONIAย  DEPARTEMENย $"$<. RUANG ๎€†๎€)@ย RS ๎€ƒ$87@C $"L$๎€‚ ๎€…$C$":

"ama ๎€…ahasis3a# HAR"OKO MAWย  ๎€ˆempat Praktik # 7HCU RSSAย  MALAย ":

"8๎€… # #$%&%$'&%$%%$$% ๎€ˆgl Praktik # #' ; #< OKTOBER #$%&

PENGKAJIAN I. BIODATA ย 

ย A.IDENTITAS KLIEN C. IDENTITAS ORANG TUA ย 

"ama #ย An. Aย  ย A-๎€€h 9 I65

"o. ๎€‚m # %%0%'%&7 "ama # Tn. A 9 N-.

Kย 

@sia # 3 B5l๎€€n @sia # #& T๎€€h5n 9#&

T๎€€h5n

ย 'enis <elamin # Pere!85๎€€n Pendidikan #

D0 9 S!๎€€

๎€ˆgl ๎€…rs # #0 O2+46er #$%6 $gama # I๎€‚l๎€€!

๎€ˆgl Pengkajian # #' O2+46er #$%& Pekerjaan # K๎€€r-๎€€,๎€€n P๎€€6r๎€2ย 

4iagnosa ๎€…edis # Pne5!4n๎€๎€€ Ele2+r4n๎€2ย 

ย $lamat # D๎€‚ M4๎€ƒ4re๎€ƒ4 J5nre๎€ƒ4 = B๎€€+5 $lamat #

D๎€‚ M4๎€ƒ4re๎€ƒ4 J5nre๎€ƒ4 ;

B๎€€+5

B.IDENTITAS SAUDARA KANDUNG

N 4 N๎€€!๎€€ U๎€‚๎€๎€€ H565n1๎€€n S+๎€€+5๎€‚ Ke๎€‚eh๎€€+๎€€n ย $nak Pertama, ๎€ˆidak ๎€…empunyai ๎€ƒaudara <andung ; ; ;

II. RIWA"AT KESEHATAN

ย A.R๎€,๎€€-๎€€+ Ke๎€‚eh๎€€+๎€€n Se2๎€€r๎€€n1

<eluhan @tama # De!๎€€! 0 h๎€€r๎€ ๎€‚e+el๎€€h ๎€!5n๎€๎€‚๎€€๎€‚๎€ DPT d๎€€n ๎€‚e๎€‚๎€€2 ๎€‚el๎€€!๎€€ 0 h๎€€r๎€

๎€‚i3ayat <eluhan @tama #ย An. A de!๎€€! d๎€€n ๎€‚e๎€‚๎€€2 ๎€‚e+el๎€€h d๎€6er๎€2๎€€n I!5n๎€๎€‚๎€€๎€‚๎€ DPT d๎€ 6๎€d๎€€n d๎€ 84l๎€nde๎€‚ de๎€‚๎€€>

2e!5d๎€๎€€n An A d๎€8er๎€2๎€‚๎€€2๎€€n 2e!6๎€€l๎€

(15)

๎€‚e๎€‚๎€€2n-๎€€> ๎€‚e+el๎€€h ๎€+5 An. A d๎€r5๎€ƒ52 2e RS P๎€€r5 B๎€€+5> d๎€๎€‚๎€€n๎€€ 2๎€€ren๎€€ 2๎€€!๎€€r 8en5h ๎€‚eh๎€n11๎€€ An. A d๎€r5๎€ƒ52 2e!6๎€€l๎€ 2e RS I65 d๎€€n ๎€€n๎€€2 IPHI 6๎€€+5> d๎€๎€‚๎€€n๎€€ An. A d๎€r๎€€,๎€€+ ๎€‚el๎€€!๎€€ & h๎€€r๎€ den1๎€€n 24nd๎€๎€‚๎€ ๎€‚e๎€‚๎€€2> n๎€€?๎€€๎€‚n-๎€€ @e8๎€€+ d๎€€n +erd๎€€8๎€€+ +๎€€r๎€2๎€€n d๎€nd๎€n1 d๎€€d๎€€> de!๎€€! n๎€€๎€2 +5r5n> 6๎€€+52 ๎€‚el๎€€!๎€€ 0 h๎€€r๎€> 8๎€le2ย  ; > 2e๎€ƒ๎€€n1 ; > d๎€๎€€re ; > !5๎€€l ๎€„ > !5n+๎€€h ๎€„ > !๎€n5! ๎€… 3$@@ +๎€๎€€8 0$!en๎€+;%๎€ƒ๎€€!. Se+el๎€€h +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ 8er6๎€€๎€2๎€€n An. A r5๎€ƒ52 2e RSSAย  !๎€€๎€‚52 2e IGD +๎€€n11๎€€l #0 O2+46er #$%& den1๎€€n d๎€๎€€1n4๎€‚๎€€ !๎€€๎€‚52 Pne5!4n๎€๎€€> Se+el๎€€h ๎€+5 An. A d๎€8๎€nd๎€€h r5๎€€n1๎€€n 2e R5๎€€n1 7HCU ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ ๎€‚e2๎€€r๎€€n1 +๎€€n11๎€€l #' 42+46er #$%& <eluhan Pada ๎€ƒaat Pengkajian # Kel5๎€€r1๎€€ An. A !en1๎€€+๎€€2๎€€n An. ย A ๎€‚e๎€‚๎€€2 n๎€€?๎€€๎€‚.

B.R๎€,๎€€-๎€€+ Ke๎€‚eh๎€€+๎€€n L๎€€l5 (<husus $nak @sia 0 K 5 ๎€ˆahun๎€€ 1. Prenatal care

I65 An. A !en1๎€€nd5n1 ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ 5๎€‚๎€๎€€ < 65l๎€€n d๎€€n ๎€‚e6el5!n-๎€€ ๎€‚el๎€€l5 !el๎€€252๎€€n 8e!er๎€2๎€‚๎€€๎€€n r5+๎€n 2e 6๎€d๎€€n d๎€ 84l๎€nde๎€‚ de2๎€€+ r5๎€€!hn-๎€€> I65 An. A +๎€d๎€€2 8ern๎€€h ๎€ƒ๎€€+5h ,๎€€2+5 h๎€€!๎€l ๎€€+๎€€585n 8erd๎€€r๎€€h๎€€n> !๎€€2๎€€n d๎€€n !๎€n5! +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€ h๎€€l๎€€n1๎€€n> !๎€€2๎€€n 0 2๎€€l๎€ ๎€‚eh๎€€r๎€ d๎€€n !๎€!5! ๎€‚5๎€‚5 ๎€‚er+๎€€ ๎€€๎€r 85+๎€h ๎€‚e+๎€๎€€8 h๎€€r๎€n-๎€€ 2. 8ntra "atal )are

ย An. A l๎€€h๎€r 5๎€‚๎€๎€€ < 65l๎€€n den1๎€€n ๎€‚e๎€‚๎€€r> BB 0%$$ 1r๎€€! den1๎€€n le+๎€€2 ๎€‚5n1๎€‚๎€€n1> n๎€€?๎€€๎€‚ ๎€‚84n+๎€€n> 1er๎€€2 ๎€€2+๎€?> l๎€€n1๎€‚5n1 !en๎€€n1๎€๎€‚ 25๎€€+> l๎€€h๎€r 8๎€€d๎€€ +๎€€n11๎€€l %$ !e๎€ #$%&

*. Post "atal )are

Se+el๎€€h l๎€€h๎€r An. A n4r!๎€€l +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€ !๎€€๎€‚๎€€l๎€€h > ๎€2+er5๎€‚ ๎€‚el๎€€!๎€€ # h๎€€r๎€ !๎€n5! ASI ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ 5๎€‚๎€๎€€ 0 65l๎€€n> 5๎€‚๎€๎€€ ' 65l๎€€n An. A !๎€n5! ๎€‚5๎€‚5 ?4r!5l๎€€ ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ ๎€‚e2๎€€r๎€€n1. R๎€€+๎€€;r๎€€+๎€€ !๎€n5! ๎€‚e+๎€๎€€8 h๎€€r๎€ An. ย A ๎€… %#$@@ & 2๎€€l๎€ ๎€‚eh๎€€r๎€> BAB d๎€€n BAK l๎€€n@๎€€r.

C.R๎€,๎€€-๎€€+ Ke๎€‚eh๎€€+๎€€n Kel5๎€€r1๎€€ Penyakit :enetikย 

T๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€ 8en-๎€€2๎€+ 2e+5r5n๎€€n d๎€€l๎€€! 2el5๎€€r1๎€€

:enogram <eterangan G tinggal 1 2 2 6 5 bl n โ€ขTn. A d๎€€n N-. K !e!85n-๎€€๎€ An๎€€2

8er+๎€€!๎€€ 6er5!5r 3 6ln 6ern๎€€!๎€€ An. A den1๎€€n S๎€€2๎€+ Pne5!4n๎€๎€€

โ€ขTn. A ๎€€n๎€€2 8er+๎€€!๎€€ d๎€€r๎€ # 6er๎€‚๎€€5d๎€€r๎€€

๎€‚ed๎€€n12๎€€n N-. K ๎€€n๎€€2 2ed5๎€€ d๎€€r๎€ 0 6er๎€‚๎€€5d๎€€r๎€€

โ€ขย "๎€€n1 +๎€n11๎€€l 6er๎€‚๎€€!๎€€ den1๎€€n An. A

๎€€d๎€€l๎€€h Tn.A> N-. K> Ad๎€2 N-. K> I65 N-.

G Caki- G

(16)

III. RIWA"AT IMUNISASI

I!5n๎€๎€‚๎€€๎€‚๎€ An. A len12๎€€8> h๎€€n-๎€€ 25r๎€€n1 I!5n๎€๎€‚๎€€๎€‚๎€ @๎€€!8๎€€2 ๎€‚๎€€๎€ƒ๎€€> +๎€d๎€€2 d๎€€8๎€€+ ๎€!5n๎€๎€‚๎€€๎€‚๎€ @๎€€!8๎€€2 2๎€€ren๎€€ ๎€‚๎€€2๎€+ ๎€n๎€.

I(. RIWA"AT TUMBUH KEMBANG ย $. Pertumbuhan 7isikย 

Berat Badan # '>' 21 ๎€ˆinggi Badan # 3๎€ˆ @!

Laktu ๎€ˆumbuh gigi #ย An. A 6el5! !e!85-๎€€๎€ 1๎€1๎€ B. Perkembangan ๎€ˆiap ๎€ˆahap

U๎€‚๎€๎€€ ๎€€n๎€€2 ๎€‚๎€€๎€€+ : An. A d๎€€8๎€€+ !en1๎€25+๎€ 1er๎€€2๎€€n 2๎€€n๎€€n d๎€€n 2e2๎€r๎€ ,๎€€2+5 +erlen+๎€€n1.

ย (. RIWA"AT NUTRISI

๎€€.Pemberian $๎€ƒ8 #ย ASI 6er๎€2๎€€n ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ 5๎€‚๎€๎€€ 0 65l๎€€n 6.Pemberian ๎€ƒusu 7ormula A P$๎€ƒ8

ย An. A !end๎€€8๎€€+ ๎€‚5๎€‚5 F4r!5l๎€€ 8๎€€d๎€€ U๎€‚๎€๎€€ ' 65l๎€€n ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ ๎€‚e2๎€€r๎€€n1 den1๎€€n 8e!6er๎€๎€€n & 2๎€€l๎€ %#$ @@ den1๎€€n d4+ ย (I. RIWA"AT PSIKOSOSIAL

ย $nak tinggal bersama # 4r๎€€n1 +5๎€€ ๎€†Tn. A d๎€€n N-. K๎€‡> 2๎€€2e2> nene2> d๎€€n Ad๎€2 N-. K d๎€ r5!๎€€h ๎€‚end๎€r๎€

Cingkungan berada di # 8ede๎€‚๎€€๎€€๎€€n> 8e!52๎€!๎€€n +๎€d๎€€2 8๎€€d๎€€+ 8end5d52ย 

๎€‚umah dekat dengan # ๎€‚๎€€,๎€€h> +e!8๎€€+ 6er!๎€€๎€n : d๎€d๎€€l๎€€! r5!๎€€h> d๎€2๎€€!๎€€rย 

<amar klien #ย ๎€ƒ๎€€d๎€ ๎€‚๎€€+5 den1๎€€n Tn. A d๎€€n N-. K> ๎€ƒ๎€‰25r๎€€n1 ๎€Šen+๎€l๎€€๎€‚๎€. ๎€ubungan antara anggota keluarga #

-Pengasuh anak # Or๎€€n1 T5๎€€ ย (II. RIWA"AT SPIRITUAL

๎€ƒupport system dalam keluarga # ๎€6๎€€d๎€€h 4r๎€€n1 +5๎€€ d๎€ r5!๎€€h r๎€€๎€ƒ๎€n <egiatan <eagamaan # 4r๎€€n1 +5๎€€ ๎€‚er๎€n1 !en1๎€25+๎€ 8en1๎€€๎€ƒ๎€๎€€n d๎€€n +๎€€hl๎€l๎€€n r5+๎€n B๎€€8๎€€2;6๎€€8๎€€2ย 

ย (III. REAKSI HOSPITALISASI

๎€€.Pengalaman keluarga tentang sakit dan ra3at inap # 2el5๎€€r1๎€€ @e!๎€€๎€‚ den1๎€€n 24nd๎€๎€‚๎€ An. A d๎€€n 6๎€€r5 8er+๎€€!๎€€ ๎€‚๎€€2๎€+ !๎€€๎€‚52 r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+

6.Pemahaman anak tentang sakit dan ra3at inap # -I/. RIWA"AT ADL๎€‚ ๎€†A@+๎€๎€Š๎€+- D๎€€๎€l- L๎€๎€Š๎€n1๎€‚๎€‡

a. "utrisi

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

๎€ƒelera ๎€…akan ย An. A h๎€€n-๎€€ !๎€n5!

ย ASI ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ 5๎€‚๎€๎€€ 0 65l๎€€n> ๎€‚e+el๎€€h ๎€+5 An. S๎€€๎€€+ ๎€‚๎€€2๎€+ d๎€ R5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ An. A h๎€€n-๎€€ !๎€n5! ๎€‚5๎€‚5 G usia

(17)

ย A !๎€n5! ๎€‚5๎€‚5 ?4r!5l๎€€

?4r!5l๎€€ ๎€ˆ ๎€‹ 0$ @@9h๎€€r๎€

b. )airan

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

ย 'enis ๎€…inuman 7rekuensi ๎€…inum <ebutuhan )airan )ara pemenuhan ย An. A h๎€€n-๎€€ !๎€n5! ๎€‚5๎€‚5 ?4r!5l๎€€ d๎€r5!๎€€h & ๎€‹ %#$@@9 h๎€€r๎€ D๎€ R5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ ย An.A h๎€€n-๎€€ !๎€n5! ๎€‚5๎€‚5 ?4r!5l๎€€ ๎€ˆ๎€‹ 0$ @@9 h๎€€r๎€ c. 9liminasi (B$BAB$<๎€€

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

๎€ˆempat Pembuangan 7rekuensi (Laktu๎€€ <onsistensi <esulitan ;bat Pencahar BAB d๎€ r5!๎€€h %๎€‹ ๎€‚eh๎€€r๎€ ๎€‚e+๎€๎€€8 8๎€€1๎€ h๎€€r๎€> 24n๎€‚๎€๎€‚+en๎€‚๎€ le!6e2> ,๎€€rn๎€€ d๎€€n 6๎€€5 2h๎€€๎€‚. BAK d๎€r5!๎€€h 3๎€‹ ๎€‚eh๎€€r๎€ 1๎€€n+๎€ 84842ย  BAB d๎€ r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ %๎€‹> 24n๎€‚๎€๎€‚+en๎€‚๎€ le!6e2> ,๎€€rn๎€€ d๎€€n 6๎€€5 2h๎€€๎€‚. BAK d๎€r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ 3๎€‹ ๎€‚eh๎€€r๎€ 1๎€€n+๎€ 84842ย  d. 8stirahat

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

ย 'am ๎€ˆidur - ๎€ƒiang - ๎€…alam Pola ๎€ˆidur <ebiasaan ๎€ƒebelum ๎€ˆidur <esulitan ๎€ˆidur )ara ๎€…engatasi <esulitan D๎€ R5!๎€€h An. A +๎€d5r ๎€‚er๎€n1 8525l %# ๎€‚๎€๎€€n1 ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ 0 ๎€‚4re> d๎€€n +๎€d5r !๎€€l๎€€! 8525l %<.$$ d๎€€n 2๎€€d๎€€n1 6๎€€n15n 8525l # d๎€n๎€ h๎€€r๎€ d๎€€n +๎€d5r l๎€€1๎€ 8525l 0 8๎€€1๎€ ๎€‚๎€€!8๎€€๎€ ย ๎€ƒ๎€€! 3 8๎€€1๎€. Men5r5+ 4r๎€€n1 +5๎€€ ย An. A +๎€d๎€€2 8ern๎€€h !en1๎€€l๎€€!๎€ 2e๎€‚5l๎€+๎€€n +๎€d5rย  D๎€ r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ An. ย A ๎€‚er๎€n1 +๎€d5r d๎€€n ๎€‚ed๎€2๎€+;๎€‚ed๎€2๎€+ +er6๎€€n15n e. Personal ๎€ygiene

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

๎€…andi ย  )ara ย  7rekuensi $lat ๎€…andi )uci ๎€‚ambut ย  7rekuensi Potong kuku ย  7rekuensi :osok :igi ย  7rekuensi D๎€ r5!๎€€h An. A d๎€ !๎€€nd๎€2๎€€n # 2๎€€l๎€ ๎€‚eh๎€€r๎€ 8๎€€1๎€ d๎€€n ๎€‚4re ๎€‚e2๎€€l๎€15๎€‚ @5@๎€ r๎€€!65+ 9 2r๎€€!๎€€๎€‚ K525 d๎€84+4n1 % !๎€n115 ๎€‚e2๎€€l๎€ D๎€ r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ An. ย A d๎€๎€‚e2๎€€ # 2๎€€l๎€ ๎€‚eh๎€€r๎€ D๎€ r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ An. ย A +๎€d๎€€2 8ern๎€€h 2er๎€€!๎€€๎€‚> C5!๎€€ d๎€6๎€€๎€‚๎€€h๎€ ๎€‚๎€€๎€ƒ๎€€ r๎€€!65+n-๎€€ den1๎€€n ๎€€๎€rย 

(18)

!. $ktivitasA๎€…obilitas 7isikย 

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

<egiatan sehari-hari Pengaturan jad3al harian Penggunaan alat bantu <esulitan gerak tubuh ย J๎€€d,๎€€l ๎€‚eh๎€€r๎€;h๎€€r๎€ An. ย A d๎€ r5!๎€€h ๎€€d๎€€l๎€€h +๎€d5r๎€€n> 6er!๎€€๎€n d๎€+e!8๎€€+ +๎€d5rย  ย An. A d๎€ r5!๎€€h ๎€‚๎€€2๎€+ h๎€€n-๎€€ +๎€d5r d๎€ +e!8๎€€+ +๎€d5r ๎€‚๎€€๎€ƒ๎€€. g. ๎€‚ekreasi

<ondisi ๎€ƒebelum ๎€ƒakit ๎€ƒaat ๎€ƒakit

Perasaan ๎€ƒaat ๎€ƒekolah Laktu luang Perasaan setelah rekreasi Laktu luang keluarga

<egiatan hari libur

ย An. A ๎€ƒ๎€2๎€€ 8๎€€1๎€ d๎€€n ๎€‚4re h๎€€r๎€ 2๎€€d๎€€n1 d๎€ ๎€€๎€ƒ๎€€2 ๎€ƒ๎€€l๎€€n;๎€ƒ๎€€l๎€€n d๎€1end4n1 I65n-๎€€ 2e r5!๎€€h +e+๎€€n11๎€€ ; /. PEMERIKSAAN FISIKย 

%. <eadaan umum # le!๎€€h> An. A 1er๎€€2 ๎€€2+๎€?> !en๎€€n1๎€๎€‚ 2er๎€€๎€‚

#. <esadaran # C4!84๎€‚ Men+is

0. ๎€ˆanda K tanda vital #

๎€€. ๎€ˆekanan darah # %%<93๎€ˆ. !!H1 6. 4enyut nadi # %37 ๎€‹ 9 !en๎€+ @. ๎€ƒuhu # 00>' 4ย C d. Pernapasan # 7% ๎€‹9 !en๎€+ '. Berat Badan # '>' 21 3. ๎€ˆinggi Badan # 3๎€ˆ @! &. <epala # 8nspeksi

<eadaan rambut M ๎€ygiene kepala#

๎€€. Larna rambut # h๎€+๎€€!

6. Penyebaran # !er๎€€+๎€€

@. ย ๎€…udah rontok # +๎€d๎€€2ย 

d. <ebersihan rambut # 6er๎€‚๎€h Palpasi

Benjolan # ada A tidak ada # +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€

"yeri tekan # ada A tidak ada # +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€ ๎€ˆekstur rambut # kasarAhalus # h๎€€l5๎€‚

(19)

7. ๎€…uka 8nspeksi

๎€€. ๎€ƒimetris A tidak # ๎€‚๎€!e+r๎€๎€‚

6. Bentuk 3ajah # l4n๎€ƒ4n1

@. :erakan abnormal # +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€

d. 9kspresi 3ajah # ๎€‚en๎€€n1

+er๎€‚en-5! ๎€ƒ๎€2๎€€ d๎€ h๎€65rย  Palpasi

"yeri tekan A tidak # +๎€d๎€€2ย 

4ata lain # ; ๎€ˆ. ๎€…ata 8nspeksi ๎€€. Pelpebra # 9dema A +๎€d๎€€2ย  ๎€‚adang A +๎€d๎€€2 6. ๎€ƒclera # 8cterus A +๎€d๎€€2 @. )onjungtiva # ๎€‚adang A +๎€d๎€€2ย  $nemis Aย +๎€d๎€€2ย 

d. Pupil # - I๎€‚424r A anisokor

- M-4๎€‚๎€๎€‚ย A midriasis

- ๎€‚e%eks pupil terhadap cahaya # 6๎€€๎€2 96๎€€๎€2ย 

e. Posisi mata # S๎€!e+r๎€๎€‚ย A tidakย 

?. :erakan bola mata # ;

1. Penutupan kelopak mata # spontan

h. <eadaan bulu mata # B5l5 !๎€€+๎€€ +๎€d๎€€2 r4n+42ย 

๎€. <eadaan visus #ย ;

ย ๎€ƒ. Penglihatan # - <abur A +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€ 2๎€€ren๎€€ 6๎€€-๎€

- 4iplopia A +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€ 2๎€€ren๎€€ 6๎€€-๎€ Palpasi

๎€ˆekanan bola mata # ;

4ata lain # ;

<. ๎€idung M ๎€ƒinus

8nspeksi

๎€€. Posisi hidung # D๎€+en1๎€€h> +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€

8e!6en1242๎€€n ๎€‚e85!n๎€€๎€‚๎€

6. Bentuk hidung # ๎€‚๎€!e+r๎€๎€‚> l56๎€€n1

h๎€d5n1 ๎€‚๎€€!๎€€ 6e๎€‚๎€€rย 

@. <eadaan septum # l5r5๎€‚ d๎€+en1๎€€h

d. ๎€ƒecret A cairan # +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€ ๎€€+๎€€5 @๎€€๎€r๎€€n

4ata lain # +er8๎€€๎€‚๎€€n1 NGT d๎€€n +er8๎€€๎€‚๎€€n1 NRBM

den1๎€€n ๎€ˆ l8! $#

%$. ๎€ˆelinga

8nspeksi

๎€€. Posisi telinga # +el๎€n1๎€€ l5r5๎€‚

(20)

6. @kuran A bentuk telinga # ๎€‚๎€!e+r๎€๎€‚

@. ย $urikel # 2e!6๎€€l๎€ ๎€‚e8er+5

๎€‚e!5l๎€€ ๎€‚e+el๎€€h d๎€+e252 2e de8๎€€n

d. Cubang telinga # Ber๎€‚๎€hย A serumen A

nanah

e. Pemakaian alat bantu # +๎€d๎€€2 !e!๎€€2๎€€๎€

๎€€l๎€€+ 6๎€€n+5 8enden1๎€€n๎€€n P alpasi

"yeri tekan A tidakย 

Pemeriksaan uji pendengaran

6. ๎€‚inne # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

@. Leber # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

d. ๎€ƒ3abach # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

Pemeriksaan vestibuler# +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

4ata lain # ;

%%. ๎€…ulut

8nspeksi

๎€€. :igi

- <eadaan gigi #ย An. A 6el5! 85n-๎€€ 1๎€1๎€ - <arang gigi A karies # ;

- Pemakaian gigi palsu # ;

6. :usi

๎€…erah A radang A tidak # 15๎€‚๎€ +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ r๎€€d๎€€n1 ๎€€+๎€€5

6en12๎€€2> 6er,๎€€rn๎€€

!er๎€€h

@. Cidah

<otor A tidak # +๎€d๎€€2 24+4rย 

d. Bibir

- )ianosis A pucat A tidak # T๎€d๎€€2 85@๎€€+

- Basah A kering A pecah # 6๎€6๎€r 2er๎€n1 d๎€€n 8e@๎€€h;8e@๎€€h

- ๎€…ulut berbau A tidak # !5l5+ +๎€d๎€€2 6er6๎€€5

- <emampuan bicara # ย An. A 6el5! d๎€€8๎€€+

6๎€@๎€€r๎€€ 4ata lain # ; %#. ๎€ˆenggorokan ๎€€. Larna mukosa # ; 6. "yeri tekan# ; @. "yeri menelan # ;

4ata lain # +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ n-er๎€ +e2๎€€n> 8e!6en12๎€€2๎€€n d๎€€n

le๎€‚๎€ d๎€

+en114r42๎€€n

%0. Ceher

8nspeksi

(21)

Palpasi

๎€€. <elenjar thyroid # ๎€ˆeraba A +๎€d๎€€2ย 

6. <aku kuduk A tidak # +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ +๎€€nd๎€€ 2๎€€25 25d52ย 

@. <elenjar lim!e # ๎€…embesar atau +๎€d๎€€2ย 

4ata lain # 8๎€€d๎€€ 8e!er๎€2๎€‚๎€€๎€€n leher +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+

n-er๎€

+e2๎€€n91r๎€!๎€€@e ;> 8e!6e๎€‚๎€€r๎€€n d๎€€n le๎€‚๎€.

%'. ๎€ˆhoraE dan pernapasan

8nspeksi

๎€€. Bentuk dada # ๎€‚๎€!e+r๎€๎€‚> n4r!๎€€l @he๎€‚+

6. 8rama perna!asan # ๎€re15lerย 

@. Pengembangan di 3aktu bernapas # ;

d. ๎€ˆipe pernapasan # 8ern๎€€?๎€€๎€‚๎€€n ๎€€6d4!en d๎€€n

d๎€€n12๎€€l Palpasi

๎€€. ย +okal !remitus # ;

6. ๎€…assa A nyeri # ;

ย $uskultasi

a. ๎€ƒuara na!as # ย (e๎€‚๎€25lerย ย  A Bronchial A

Bronchovesikuler

b. ๎€ƒuara tambahan # ๎€‚onchi A

Lhee&ing A ๎€‚ales Perkusi

Red58ย A pekak A hypersonor A tympani

4ata lain # terpasang chestlead dan pengukur suhu untukย  monitor hemodinamika

%3. ย 'antung

Palpasi

8ctus cordis # ICS & Perkusi Pembesaran jantung # ; ย $uskultasi ๎€€. B' 8 # +5n11๎€€l> re15ler> 2er๎€€๎€‚ 6. B' 88 # +5n11๎€€l> re15ler> 2er๎€€๎€‚ @. B' 888 # +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ 65n-ย  ย ๎€ƒ๎€€n+5n1 III

d. Bunyi jantung tambahan # !5r!5r ๎€„

4ata lain # 8๎€€d๎€€ 8e!er๎€2๎€‚๎€€๎€€n ๎€ƒ๎€€n+5n1

+erd๎€€8๎€€+ 65n-๎€ ๎€ƒ๎€€n+5n1 !5r!5r d๎€ 8๎€€r๎€€๎€‚๎€๎€‚+4l๎€2 ICS ';3> d๎€€n 8e!6e๎€‚๎€€r๎€€n ย ๎€ƒ๎€€n+5n1 &3๎€Œ %&. ย $bdomen 8nspeksi ๎€€. ๎€…embuncit # +๎€d๎€€2 !e!65n@๎€+

(22)

6. ย $da luka A tidak # +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ l52๎€€ d๎€ ย A6d4!en

Palpasi

๎€€. ๎€epar # +๎€d๎€€2 +er๎€€6๎€€

6. Cien # +๎€d๎€€2 +er๎€€6๎€€

@. "yeri tekan # +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ n-er๎€

+e2๎€€n d๎€ ๎€€6d4!en ย $uskultasi Peristaltik # ๎€† E A menit Perkusi ๎€€. ๎€ˆympani # +-!8๎€€n๎€ 6. ๎€‚edup # ; 4ata lain # ;

%7. :enitalia dan $nus # Terd๎€€8๎€€+ 1ene+๎€€l๎€๎€€ d๎€€n

l56๎€€n1 ๎€€n5๎€‚> d๎€€n +๎€d๎€€2 ๎€€d๎€€

8e!6e๎€‚๎€€r๎€€n ๎€€+๎€€5 n-er๎€ ๎€†1r๎€!๎€€@e ;๎€‡

%๎€ˆ. 9kstremitas

9kstremitas atas # +erd๎€€8๎€€+ r5๎€€! d๎€ len1๎€€n 2๎€€n๎€€n 6๎€€,๎€€h

๎€€. ๎€…otorikย 

- Pergerakan kanan A kiri # 8er1er๎€€2๎€€n ๎€€2+๎€?> n4r!๎€€l - Pergerakan abnormal # +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ 8er1er๎€€2๎€€n

ย -๎€€n1 ๎€€6n4r!๎€€l

- <ekuatan otot kanan A kiri # 3 9 3 - ๎€ˆonus otot kanan A kiri # 6๎€€๎€2 9 6๎€€๎€2ย 

- <oordinasi gerak # 1er๎€€2 ๎€€2+๎€?> +๎€d๎€€2 +erd๎€€8๎€€+ !๎€€๎€‚๎€€l๎€€h

6. ๎€‚e%eks

- Biceps kanan A kiri # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

- ๎€ˆriceps kanan A kiri # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

@. ๎€ƒensori - "yeri # ๎€„ - ๎€‚angsang suhu # ๎€„ - ๎€‚asa raba # ๎€„ 9kstremitas ba3ah a. ๎€…otorik ย 

- :aya berjalan # ย An. A 6el5! 6๎€๎€‚๎€€

6er๎€ƒ๎€€l๎€€n> 1er๎€€2 ๎€€2+๎€? 8๎€€d๎€€

e2+re!๎€+๎€€๎€‚ 6๎€€,๎€€h

- <ekuatan kanan A kiri # 3 9 3

- ๎€ˆonus otot kanan A kiri # 6๎€€๎€2 9 6๎€€๎€2ย 

b. ๎€‚e%eks

- <P๎€‚ kanan A kiri # ;

- ย $P๎€‚ kanan A kiri # ;

(23)

c. ๎€ƒensori

- "yeri # ๎€„

- ๎€‚angsang suhu # ๎€„

- ๎€‚asa raba # ๎€„

4ata lain # ย An. A 1er๎€€2 ๎€€2+๎€?> KU le!๎€€h> GCS

'939&> ๎€€2r๎€€l d๎€n1๎€n> Ter8๎€€๎€‚๎€€n1 ๎€n?5๎€‚ 5n+52 @๎€€๎€r๎€€n C %:' #'$@@9#' ๎€ƒ๎€€!> Sel๎€€l5 6er2er๎€n1๎€€+ 8๎€€d๎€€ E2+re!๎€+๎€€๎€‚ d๎€€n 6๎€€,๎€€h %<. ๎€ƒtatus "eurologi.

๎€ƒara! K sara! cranial

๎€€. "ervus 8 (;l!actorius๎€€ # penghidung # +๎€d๎€€2ย  +er2๎€€๎€ƒ๎€

6. "ervus 88 (;pticus๎€€ # Penglihatan # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€ @. "ervus 888, 8+, +8 (;culomotorius, ๎€ˆrochlearis,

ย $bducens๎€€

- <onstriksi pupil # ๎€„

- :erakan kelopak mata # ;

- Pergerakan bola mata # ๎€„ > 64l๎€€ !๎€€+๎€€ An Aย 

!en1๎€25+๎€ 8er1er๎€€2๎€€n 6end๎€€

ย -๎€€n1 6er1er๎€€2 d๎€de8๎€€nn-๎€€

- Pergerakan mata ke ba3ah M dalam # ๎€„ > 64l๎€€

!๎€€+๎€€ An A !en1๎€25+๎€ 8er1er๎€€2๎€€n 6end๎€€ -๎€€n1 6er1er๎€€2 2e 6๎€€,๎€€h d๎€€n 2e ๎€‚๎€€!8๎€n1 d๎€de8๎€€nn-๎€€ d. "ervus + (๎€ˆrigeminus๎€€

- ๎€ƒensibilitas A sensori # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

- ๎€‚e%eks dagu # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

- ๎€‚e%eks cornea # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

e. "ervus +88 (7acialis๎€€

- :erakan mimik # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

- Pengecapan 2 A * lidah bagian depan # +๎€d๎€€2 +er2๎€€๎€ƒ๎€

?. "ervus +888 ($custicus๎€€

- 7ungsi pendengaran # ย An. Aย 

!en1๎€25+๎€ ๎€‚5๎€€r๎€€ -๎€€n1 d๎€ den1๎€€rn-๎€€

1. "ervus 8N dan N (:losopharingeus dan +agus๎€€

- ๎€‚e%eks menelan # ๎€„

- ๎€‚e%eks muntah # ๎€„

- Pengecapan 1A* lidah bagian belakang # ;

(24)

h. "ervus N8 ($ssesorius๎€€

- ๎€…emalingkan kepala ke kiri dan ke kanan # ย An. Aย 

!en1๎€25+๎€ 8er1er๎€€2๎€€n den1๎€€n

!e!๎€€l๎€n12๎€€n 2e 2๎€r๎€ d๎€€n 2e 2๎€€n๎€€n

- ๎€…engangkat bahu # ;

๎€. "ervus N88 (๎€ypoglossus๎€€

- 4eviasi lidah # ;

๎€ˆanda K tanda perangsangan selaput otakย 

๎€€. <aku kuduk # ;

6. <ernig ๎€ƒign # ;

@. ๎€‚e%eks Brud&inski # ;

d. ๎€‚e%eks Casegu # ;

4ata lain # ;

/I. Pen12๎€€๎€ƒ๎€๎€€n T๎€n12๎€€+ Ke@e!๎€€๎€‚๎€€n 8๎€€d๎€€ Kel5๎€€r1๎€€

"o <omponen yang

dikaji )emas ๎€‚ingan

)emas

๎€ƒedang )emas Berat )emas Panikย 

1 ;rientasi

terhadap orang, tempat, 3aktu

๎€„ย ๎€ย O baikย  ๎€„ O menurun ๎€„ O salah ๎€„ O tdk ada

reaksi

2 Capang

persepsi

๎€„ O baikย  ๎€„๎€ย O menurun ๎€„ O

menyemput

๎€„ O kacau

* <emampuan

menyelesaikan masalah

๎€„ O mampu ๎€„๎€ย O mampu

dengan bantuan ๎€„ O tidak mampu ๎€„ O tidak ada tanggapan

/ Proses ber๎€‡kir ๎€„๎€ย O mampu

berkonsentras i dan mengingat dengan baikย  ๎€„ O kurang mampu mengingat dan berkonsentras i ๎€„ O tidak mampu mengingat dan berkonsentr asi ๎€„ O alur pikiran kacau

5 ๎€…otivasi ๎€„ O baik ย  ๎€„๎€ O menurun ๎€„ O kurang ๎€„ O putus asa

H๎€€๎€‚๎€l: @e!๎€€๎€‚ ๎€‚ed๎€€n1

/II. Pen12๎€€๎€ƒ๎€๎€€n Re๎€‚๎€24 J๎€€+5h 8๎€€d๎€€ An๎€€2 ๎€†H5!8+- D5!8+-๎€‡

F๎€€2+4rย 

R๎€๎€‚๎€24 S2๎€€l๎€€ P4๎€n S24r

@mur <urang dari * tahun / '

* tahun K ๎€† tahun * ;

๎€† tahun K 1* tahun 2 ;

Cebih 1* tahun 1 ;

ย 'enis <elamin Caki Klaki 2 ;

Lanita 1 %

4iagnosa "eurologi / ;

๎€‚espiratori, dehidrasi, anemia, anoreEia,

syncope *

0

Perilaku 2 ;

Cain K lain 1 ;

(25)

<ogniti! Pelupa, berkurangnya orientasi sekitar 2 ; 4apat menggunakan daya pikir tanpa

hambatan 1

; 7aktor

Cingkungan ๎€‚i3ayat jatuh atau bayi A balita yangditempatkan di tempat tidur /

; Pasien yang menggunakan alat bantuA

bayi balita dalam ayunan *

;

Pasien di tempat tidur standar 2 #

ย $rea pasien ra3at jalan 1 ;

๎€‚espon terhadap pembedahan, sedasi, dan anestesi 4alam 2/ jam * ; 4alam /> jam 2 ;

Cebih dari /> jam A tidak ada respon 1

;

Penggunaan obat-obatan

Penggunaan bersamaan sedative, barbiturate, anti depresan, diuretik, narkotikย 

*

;

๎€ƒalah satu dari obat di atas 2 #

;batan Kobatan lainnya A tanpa obat 1 ;

๎€ˆ;๎€ˆ$C %#

H๎€€๎€‚๎€l ๎€Ž %# : Re๎€‚๎€24 T๎€n11๎€ J๎€€+5h

/III. Pe!er๎€2๎€‚๎€€๎€€n Pen5n๎€ƒ๎€€n1 9 D๎€๎€€1n4๎€‚+๎€2 Med๎€2ย 

6. L๎€€64r๎€€+4r๎€5! Kl๎€n๎€2 ย 

๎€ˆanggal Pemeriksaan # #' 9 %$ 9 #$%&

H๎€€๎€‚๎€l Pe!er๎€2๎€‚๎€€๎€€n H๎€€๎€‚๎€l S๎€€+5๎€€n N๎€l๎€€๎€ R5๎€ƒ52๎€€n Ke+er๎€€n1๎€€ n He!๎€€+4l41๎€ He!41l46๎€n ๎€†HGB๎€‡ %%>๎€ˆ$ 19dl %%>';%3>% Er๎€+r4๎€‚๎€+ ๎€†RBC๎€‡ '><7 . %$&9๎€L '>$;3>$ Le524๎€‚๎€+ ๎€†WBC๎€‡ 3>$3 . '>7;%%>0

(26)

%$09๎€L He!๎€€+42r๎€+ 07>'$ ๎€Œ 0๎€ˆ;'# TURUN Tr4!64๎€‚๎€+ '$3 . %$09๎€L %'#;'#' MC( 73>0$ ?L ๎€ˆ$;<0 TURUN MCH #0>7$ 81 #7;0% TURUN

MCHC 0%>&$ 19dl 0#;0& TURUN

RDW 0%>&$ 19dl %%>3;%'>3 NAIK ย 

P;LCR %&>'$ ๎€Œ %3>$;#3>$

E4๎€‚๎€n4๎€l %0>< ๎€Œ $;'

B๎€€๎€‚4๎€l $># ๎€Œ $;%

Ne5+r4๎€l '3>% ๎€Œ 3%;&7 TURUN

L๎€!?4๎€‚๎€+ '0>$ #3;30 NAIK ย  K๎€!๎€๎€€ 2l๎€n๎€2ย  G5l๎€€ d๎€€r๎€€h ๎€‚e,๎€€2+5 ๎€†GDS๎€‡ %33 M19dl ๎€‘#$$ Pr4@๎€€l@๎€+4n๎€n $>$7 ๎€‘$>3;# ๎€‘ $>3 RESIKO RENDAH SEPSIS ๎€’ S"OKย  K๎€€l๎€‚๎€5! ๎€†C๎€€๎€‡ %$>$ M!4l9 L 7>&;%%$ N๎€€+r๎€5! ๎€†N๎€€๎€‡ %0% M!4l9 L %0&;%'3 TURUN K๎€€l๎€‚๎€5! ๎€†K๎€‡ 3>#< M!4l9 L 0>3;3>$ NAIK ย  Cl4r๎€d๎€€ ๎€†Cl๎€‡ <3 M!4l9 L <๎€ˆ;%$& TURUN ย An๎€€l๎€๎€‚๎€€ G๎€€๎€‚ D๎€€r๎€€h PH 7>#7 7>03;7>3' TURUN PCO# '3>3 !!H1 03;'3 NAIK ย  PO# 03>< !!H1 ๎€ˆ$;%$$ TURUN B๎€2๎€€r64n๎€€+ ๎€†HCO0๎€‡ #%>% M!4l9 L #%;#๎€ˆ Kele6๎€h๎€€n 6๎€€๎€‚๎€€ ;&>$ M!4l9 L ๎€†;0๎€‡;๎€†๎€„0๎€‡ TURUN S๎€€+5r๎€€๎€‚๎€ O# &#>% ๎€Œ ๎€“<3 TURUN @. R๎€€d๎€4l41๎€ ๎€†/;R๎€€-> C+;S@๎€€n> USG> EEG> ECG๎€‡

(27)

%. FOTO THORA/ ๎€† Pe!er๎€2๎€‚๎€€๎€€๎€€n +๎€€n11๎€€l : #09%$9#$%&๎€‡

C4r : 525r๎€€n !e!6e๎€‚๎€€r> den1๎€€n ๎€€8e๎€‹ +5!85l> CTR ๎€…&3๎€Œ ย A4r+๎€€ : +๎€d๎€€2 +๎€€!8๎€€2 d๎€l๎€€+๎€€๎€‚๎€ 9 el4n1๎€€๎€‚๎€> 2l๎€€๎€‚๎€๎€2๎€€๎€‚๎€ ๎€†;๎€‡ Tr๎€€@he๎€€ : d๎€ +en1๎€€h P5l!4 : @4r๎€€2๎€€n (๎€€๎€‚25l๎€€r !en๎€n12๎€€+ +๎€€!8๎€€2 ๎€n๎€l+r๎€€+ 8๎€€d๎€€ l๎€€8๎€€n1 ๎€€+๎€€๎€‚> +en1๎€€h 8๎€€r5 2๎€€n๎€€n; 2๎€r๎€ ๎€‚5d5+ @4๎€‚+48hren๎€@5๎€‚ D9S : l๎€€n@๎€8

He!๎€d๎€๎€€18r๎€€!๎€€ D9S : D4!e ๎€‚h๎€€8ed

S2ele+4n : n4r!๎€€l

S4?+ +๎€๎€‚๎€‚5e : n4r!๎€€l

KESIMPULAN :

๎€ KARDIOMEGALI den1๎€€n @4r๎€€2 ๎€Š๎€€๎€‚25ler !en๎€n12๎€€+ ๎€‚588 le?+ +4 r๎€1h+ ๎€‚h5n+

๎€ PNEUMONIAย 

/I(. Ter๎€€8๎€ S๎€€๎€€+ In๎€ (๎€ˆulis dengan ๎€‚inci๎€€ TERAPI TANGGAL #'9%$9#$%&

OBAT INJEKSI : AMPISILIN 0 ๎€‹ %3$ !1 ๎€๎€Šย 

CHLORAMPHENICOL 0 ๎€‹ 73 !1 ๎€๎€Šย 

FUROSEMIDE 0 ๎€‹ #>3 !1 ๎€๎€Š ย 

PARACETAMOL 0 ๎€‹ '>3 !1 ๎€๎€Š ย 

OBAT PERORAL : CAPTOPRIL 0 ๎€‹ #>3 !1 ๎€Š๎€๎€€ NGT

NEBULIQER : PQ 9 # JAM DIET : ๎€‚5๎€‚5 ?4r!5l๎€€ ๎€ˆ ๎€‹ #3 @@ ๎€Š๎€๎€€ NGT OKSIGEN : NRBM ๎€ˆ l8! INFUS : C๎€€๎€r๎€€n C %:' #'$@@9#'๎€ƒ๎€€! ๎€” %$@@9๎€ƒ๎€€! ๎€” %$ +8! Ner๎€‚ M5d๎€€ ๎€„๎€$๎€‚๎€‰;<; ๎€…@<๎€ˆ8 $ LO

(28)

/(. An๎€€l๎€๎€‚๎€€ D๎€€+๎€€ N 4 D๎€€+๎€€ E+๎€4l41๎€ M๎€€๎€‚๎€€l๎€€h Ke8er๎€€,๎€€+๎€€n 1 2 * #'9%$9#$%& 4๎€ƒ # - ;rang ๎€ˆua $n. $ mengatakan $n. $ sesakย  4;# - ๎€‚๎€‚ ๎€†1 (๎€iperventilasi๎€€, -<elelahan A lemas

-Pengunaan otot bantu na!as

-Pola na!as abnormal (ireguler, ๎€†1EAmenit, dangkal๎€€ -๎€ˆerpasang "๎€‚B๎€… >lpm -๎€ˆ4 naik 11=A5>mm๎€g (2*A10A2016๎€€

-"adi naik 15๎€†EAmenit (2/A10A2016๎€€ 4๎€ƒ # - ;rang ๎€ˆua $n. $ mengatakan $n. $ sesakย  4;# - ๎€‚๎€‚ ๎€†1 (๎€iperventilasi๎€€, ๎€asil labolatorium -P);2 naik /5,5 (2*A10A2016๎€€ -P;2turun *5,= (2*A10A2016๎€€ -๎€ƒa;2turun 62,1 F (2/A10A2016๎€€ -๎€ˆ4 naik 11=A5>mm๎€g (normal =0A60๎€€ (2*A10A2016๎€€ -๎€iperventilasi <eletihan otot perna!asan Penurunan laju metabolisme <etidake!ekti!an pola na!as :angguan ventilasi spontan hipotermia

(29)

/

"adi naik 15๎€†EAmenit (normal 1*0EAmenit๎€€ (2/A10A2016๎€€ 4๎€ƒ # - ;rang ๎€ˆua $n. $ mengatakan $n. $ kaki dan tubunya dingin 4;# - akral dingin (kukui pucat๎€€ -๎€ˆ4 naik 11=A5>mm๎€g (normal =0A60๎€€ (2*A10A2016๎€€

-"adi naik 15๎€†EAmenit (normal 1*0EAmenit๎€€ (2/A10A2016๎€€ -๎€ƒuhu **,/ (2/A10A2016๎€€ ๎€asil labolatorium ย $sidosis metabolikย  -P๎€ turun ๎€†, 2๎€† (2*A10A2016๎€€ -B92turun -6,0 (2*A10A2016๎€€ 25A10A2016 4๎€ƒ # - ;rang ๎€ˆua $n. $ mengatakan $n. $ masih sesakย  4;# - ๎€‚๎€‚ 6> (๎€iperventilasi๎€€ (25A10A2016๎€€ -"a!as dangkal A pendek-pendekย  ๎€asil Cabolatorium# -P๎€ ๎€†,2๎€† (2/A10A2016๎€€ -"adi 1*0EAmenit -Perubahan membran alveolar kapiler :angguan pertukaran gas

(30)

๎€ƒp;2ย =6 F -P);2ย naik /,=1mm๎€g (2/A10A2016๎€€ -P;2ย ๎€ˆurun 1=,๎€† (2/A10A2016๎€€

Prioritas 4iagnosa <epera3atan

1. <etidake!ekti!an pola

na!as berhubungan dengan hiperventilasi (2/A10A2016๎€€

2. :angguan ventilasi

spontan berhubungan dengan keletihan otot perna!asan (2/A10A2016๎€€

*. ๎€ipotermia behubungan

dengan penurunan laju metabolisme (2/A10A2016๎€€

/. :angguan pertukaran gas

berhubungan dengan perubanhan membran alveolar kapiler (25A10A2016๎€€

/(I. Ren@๎€€n๎€€ Ke8er๎€€,๎€€+๎€€n

N 4 D๎€‹. Ke8er๎€€,๎€€ +๎€€n NOC NIC 1 <etidake!e kti!an pola na!as berhubung an dengan ย ventilasi ๎€ƒetelah dilakukan tindakan kepera3atan selama 1 E > ย jam, pola na!as

pasien e!ekti! ditandai dengan# a. ๎€ƒtatus perna!asan (ventilasi๎€€ 1. 7rekuensi na!as (2Q5๎€€ 2. 8rama perna!asan (*Q5๎€€ *. <edalaman inspirasi (*Q5๎€€ /. Penggunaa n otot bantu na!as (*Q5๎€€ b. ๎€ƒtatus

ย $. ๎€…anajemen jalan na!as

1. Buka jalan na!as dengan tehnik chin li!t atau ja3 trust

2. Posisikan pasien untuk memakasimalkan ย ventilasi

*. ๎€…asukan alat nasopharingeal air3ay ("P$๎€€ atau otopharyngeal air3ay

(;P$A;P๎€ˆ๎€€

/. Cakukan ๎€‡sioterapi dada 5. <elola pengobatan aerosol 6. <elola nebuli&er

๎€†. <elola udara atau oksigen yang dilembabkan

>. ๎€‚egulasi asupan cairan untuk

mengoptimalkan keseimbangan cairan =. Posisikan untuk meringankan na!as 10. ๎€…onitor ststus perna!asan dan

oksigenasi

B. ๎€…onitor perna!asan

1. ๎€…onitor kecapatan, irama, kedalaman dan kesulitan berna!as

2. )atat pergerakan dada, catat

ketidaksimetisan, penggunaan otot-otot bantu na!as

*. ๎€…onitor suara na!as tambahan ngorok A mengi

(31)

2 :angguan ย ventilasi spontan behubunga n dengan keletiahan otot perna!asan perna!asan 1. 7rekuensi perna!asan (2Q5๎€€ 2. 8rama na!as (*Q5๎€€ *. <edalaman na!as (*Q5๎€€ /. ๎€ƒaturasi oksigen (/Q5๎€€ c. ๎€ƒtatus Perna!asan # pertukaran gas 1. Pa;2ย (2Q5๎€€ 2. Pa);2 ( /Q5๎€€ *. P๎€ (/Q5๎€€ d. ๎€ƒtatus perna!asan# <epatenan ย jalan na!as 1. 7rekuensi perna!asan (2Q5๎€€ 2. 8rama na!as (*Q5๎€€ *. <edalaman inspirasi (*Q5๎€€ ๎€ƒetetalah dilakukan tindakan kepera3atan selama 1 E > ย jam, gangguan ย ventilasi spontan pasien berkurang

๎€ˆakipnea, hiperventilasi, kusmaul๎€€

5. ๎€…onitor saturasi oksigen (๎€ƒa;2ย A ๎€ƒp;2๎€€ 6. )atat lokasi trachea

๎€†. ๎€…onitor kelelahan otot diag!ragma >. ๎€…onitor kelelahan, kecemasan,

kekurangan oksigen pasien

=. )atat perubahan saturasi oksigen dan perubahan B:$ย 

10. Berikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan

ย $. ๎€…onitor perna!asan

1. ๎€…onitor kecepatan, irama, kedalaman, dan kesulitan berna!as

2. )atat pergerakan dada, catat

ketidaksimetrisan, penggunaan otot-otot bantu na!as

*. ๎€…onitor suara na!as tambahan (ngorok A mengi๎€€

/. ๎€…onitor pola na!as (bradipnea, takipnea, hiperventilasi, kusmaul๎€€

5. ๎€…onitor saturasi oksigen (๎€ƒa;2A ๎€ƒp;2๎€€ 6. )atat lokasi trachea

๎€†. ๎€…onitor kelelahan, kecemasan, kekurangan oksigen pasien

>. ๎€…onitor kelelahan otot dia!ragma

=. )atat perubahan saturasi oksigen dan perubahan B:$ย 

10. Berikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan

(32)

* / ๎€ipotermia berhubung an dengan penurunan laju metabolis me :anguan pertukaran gas berhubung an dengan perubahan membran kapiler ditandai dengan a. ๎€ƒtatus perna!asan 1. 7rekuensi perna!asa n (2Q5๎€€ 2. 8rama na!as (*Q5๎€€ *. <edalama n (*Q5๎€€ /. ๎€ƒaturasi okigen (/Q5๎€€ b. ๎€ƒtatus perna!asan# ย +entilasi 1. 7rekuensi na!as (2Q5๎€€ 2. 8rama na!as (*Q5๎€€ *. <edalama n ispirasi (*Q5๎€€ /. Pengguna an otot bantu na!as (*Q5๎€€ c. ๎€ƒtatus perna!asan# pertukaran gas 1. Pa;2 (2Q5๎€€ 2. Pa);2 (/Q5๎€€ *. P๎€ (/Q5๎€€ setelah dilakukan tindakan kepera3atan selama 1E> jam, hipotermia

pasien

1. Pertahankan kepatenan jalan na!as 2. ๎€…onitor perubahan posisi pada

oksigenasi (B:$, ๎€ƒp;2๎€€

*. ๎€…uali dan pertahankan oksigen tambahan seperti yang ditentukan

/. ๎€…onitor perna!asan dan status oksigen ). ๎€…anajemen ventilasi mekanik # noninvasi!ย 

1. ๎€…onitor kondisi yang memerlukan dukungan ventilasi non invasi! (pneumonia๎€€

2. <onsuktasikan dengan pro!esi

kesehantan laiinya dalam memilih jenis ย ventilator non invasi!ย 

*. ;bservasi berkelanjutan pada 1 jam pertama penggunaan ventilaor untuk mengkaji toleran pasien

/. ๎€…onitor aturan ventilator secara rutin termasuk suhu dan humidi๎€‡er udara 5. ๎€…onitor gejala-gejala yang menunjukan

peningkatan konsumsi oksigen (nadi, ๎€‚๎€‚, ๎€ˆ4, perubahan status mental๎€€

6. 4okumentasi semua tindakan perubahan pengaturan ventilator

ย $. Pera3atan hipotermia

1. ๎€…onitor tanda-tanda vital

2. Berikan oksigen sesuai kebutuhan *. ๎€…onitor suhu pasien

/. Bebaskan pasien dari lingkungan yang dingin

5. Bebaskan pasien dari pakaian yang basah

6. ๎€ˆempatkan pasien pada posisi supine ๎€†. Berikan penghangat A pemanas akti!

seperti lampu radiasi, pemanas udara. >. ๎€…onitor tanda-tanda syok, 3arna kulit

dan suhu kulit. B. Pengaturan suhu

1. ๎€…onitor suhu setiap 2 jam sekali 2. Pasang alat monitor suhu secara

kontinue

*. ๎€…onitor suhu dan 3arna kulit

/. ๎€ˆingkat intake cairan dan nutrisi yang adekuat

5. Berikan topi meminimalkan kehilangan panas

6. :unakan matras, selimut yang hangat untuk meningkatkan suhu tubuh sesuai kebutuhan

(33)

berkurang, ditandai dengan# ";)# termoregulasi 1. Peningkatan suhu tubuh (*Q5๎€€ 2. ๎€‚๎€‚ (!rekuensi na!as๎€€ (2Q5๎€€ *. "adi (!rekuensi nadi๎€€ (2Q5๎€€ /. Perubahan 3arna kulit (/Q5๎€€ ๎€ƒetelah diakukan tindakan kepera3atan selam 1E> jam, gangguan pertukaran gas pasien berkurang ditandai dengan# ย $. ๎€ƒtatus perna!asan 1. 7rekuensi perna!asa n (2Q5๎€€ 2. 8rama na!as (2Q5๎€€ *. <edalama n inspirasi (*Q5๎€€ /. ๎€ƒaturasi oksigen (5Q5๎€€

1. Buka jalan na!as dengan tehnik chin li!t atau ja3 trust

2. Pastikan pasien untuk memaksimalkan ย ventilasi

*. ๎€…asukan alat myopharingeal tube ("P๎€ˆ๎€€ atau ;ropharingeal tube (;:๎€ˆ๎€€

/. Cakukan ๎€‡sioterapi dada 5. <elola pengobatan nebuli&er 6. <elola pengobatan aerosol

๎€†. <elola udara atau oksigen yang dilembabkan

>. ๎€‚egulasi asupan cairan untuk

mengoptimalkan keseimbangan cairan =. Posisikan untuk meringankan na!as 10. ๎€…onitor status perna!asan dan

oksigenasi

B. ๎€…onitor perna!asan

1. ๎€…onitor kecepatan, irama, kedalaman, dan kesulitan berna!as

2. )aat pergerakan dada,

ketidakseimbangan, penggunaan otot-otot bantu na!as

*. ๎€…onitor suara na!as tambahan (ngorok A mengi๎€€

/. ๎€…onitor pola na!as (bradipnea, takipnea, hiperventilasi, kusmaul

5. ๎€…onitor saturasi oksigen (๎€ƒa;2ย A ๎€ƒp;2๎€€ 6. )atat lokasi trakhea

๎€†. ๎€…onitor kelelahan otot dia!ragma >. ๎€…onitor kelelahan, kecemasa,

kekurangan oksigen pasien

=. )atat perubahan saturasi oksigen dan periksa B:$ย 

10. Berikan bantuan terapi na!as yang dilembabkan

). ๎€ˆerapi okigen

1. Pertahankan kepatenan jalan na!as 2. ๎€ƒiapkan peralatan oksigen dan berikan

mealui humidi๎€‡er

*. Berikan terapi oksigen tambahan seperti ย yang diperintahkan

/. ๎€…onitor aliran oksigen

5. Periksa perangkat A alat pemberian oksigen secara berkala untuk

(34)

/(II. I!8le!en+๎€€๎€‚๎€ 4E. <epera3atan ๎€ˆgl A ย 'am ๎€ˆ8"4$<$" ๎€ˆ๎€ˆ4 %. Ke+๎€d๎€€2 e?e2+๎€?๎€€n 84l๎€€ n๎€€?๎€€๎€‚ 6erh565n 1๎€€n den1๎€€n h๎€8er๎€Šen+๎€ l๎€€๎€‚๎€ 2/A10A 16 10.25 25A10A 16 10.05 26A10A 16 15.00

ย $. ๎€…anajemen jalan na!as

1. memposisikan pasien untuk

memakasimalkan ventilasi (๎€‚58๎€n๎€€๎€‚๎€๎€€ 2. mengelola nebuli&er (!e!6er๎€2๎€€n

+er๎€€8๎€ ne65l PQ9'๎€ƒ๎€€!๎€€

*. mengelola udara atau oksigen yang dilembabkan (!e!6er๎€2๎€€n NRBM ๎€ˆl8! d๎€€n !en1๎€๎€‚๎€ ๎€€๎€r h5!๎€d๎€๎€ern-๎€€๎€€ /. meregulasi asupan cairan untuk

mengoptimalkan keseimbangan cairan (!e!6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€ @๎€€๎€r๎€€n C%:' #'$ @@9#'๎€ƒ๎€€!๎€€

5. memonitor ststus perna!asan dan

oksigenasi (RR 7$๎€‹9!en๎€+> ๎€re15lerย ๎€€ B. ๎€…onitor perna!asan

%. memonitor kecapatan, irama,

kedalaman dan kesulitan berna!as (RR 7$๎€‹9!en๎€+> ๎€rre15ler> d๎€€n12๎€€l๎€€

#. mencatat pergerakan dada, catat

ketidaksimetisan, penggunaan otot-otot bantu na!as (n๎€€?๎€€๎€‚ ๎€€6d4!๎€n๎€€l๎€€

0. memonitor suara na!as tambahan (R4@h๎€๎€€

'. memonitor pola na!as (+๎€€2๎€8ne๎€€, h๎€8er๎€Šen+๎€l๎€€๎€‚๎€๎€€

3. memonitor saturasi oksigen (S8O#

๎€€n+๎€€r๎€€ r๎€€+๎€€;r๎€€+๎€€ <'๎€Œ;<&๎€Œ๎€‡ &. mencatat lokasi trachea (l42๎€€๎€‚๎€

+r๎€€@he๎€€ 6er๎€€d๎€€ d๎€+en1๎€€h๎€€

7. memberikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan (!e!6er๎€2๎€€n 42๎€‚๎€1en den1๎€€n NRBM den1๎€€n 2e@e8๎€€+๎€€n

(35)

#. G๎€€n115๎€€ n ย ๎€Šen+๎€l๎€€๎€‚๎€ ๎€‚84n+๎€€n 6erh565n 1๎€€n den1๎€€n 2ele+๎€h๎€€n 4+4+ 8ern๎€€?๎€€๎€‚ ๎€€n 2/A10A 16 10.*5 25A10A 16 10.05 26A10A 16 15.00 ๎€ˆl8! d๎€€n !e!6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€

ne65l๎€๎€•er den1๎€€n PQ ๎€‚e+๎€๎€€8 ' ๎€ƒ๎€€!๎€‡

ย $. ๎€…emonitor perna!asan

1. memonitor kecepatan, irama,

kedalaman, dan kesulitan berna!as (RR7$> ๎€rre15ler> d๎€€n12๎€€l๎€€

2. mencatat pergerakan dada, catat ketidaksimetrisan, penggunaan otot-otot bantu na!as (8er1er๎€€2๎€€n d๎€€d๎€€ ๎€‚๎€!e+r๎€๎€‚> !en115n๎€€2๎€€n n๎€€?๎€€๎€‚ ๎€€6d4!en๎€€

*. memonitor suara na!as tambahan (r4n@h๎€๎€€

/. memonitor pola na!as (+๎€€2๎€8ne๎€€๎€€ 5. memonitor saturasi oksigen (S8O#

๎€€n+๎€€r๎€€ <'๎€Œ;<&๎€Œ๎€€

6. mencatat lokasi trachea (l42๎€€๎€‚๎€ +r๎€€@he๎€€ d๎€+en1๎€€h๎€€

๎€†. memberikan bantuan terapi na!as yang dibutuhkan (!e!6er๎€2๎€€n 42๎€‚๎€1en den1en NRBM den1๎€€n d4๎€‚๎€๎€‚ ๎€ˆl8! d๎€€n !e!e6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€ ne65l๎€๎€•er den1๎€€n PQ ๎€‚e+๎€๎€€8 ' ๎€ƒ๎€€!๎€€

B. Bantuan ventilasi

%. mempertahankan kepatenan jalan na!as #. memonitor perubahan posisi pada

saturasi oksigenasi (S8O# <'๎€Œ;<&๎€Œ๎€‡ 0. memulai dan pertahankan oksigen

(36)

0. H๎€84+er! ๎€๎€€ 6erh565n 1๎€€n den1๎€€n 8en5r5n๎€€ n l๎€€๎€ƒ5 !e+๎€€64l๎€ ๎€‚!e 2/A10A 16 10./5 25A10A 16 10.15 (!e!6er๎€2๎€€n d๎€€n !e!8er+๎€€h๎€€n2๎€€n +er๎€€8๎€ 42๎€‚๎€1en den1๎€€n NRBM ๎€ˆl8!๎€€ '. ๎€…onitor perna!asan dan status oksigen

(RR 7$๎€‹9!en๎€+> ๎€rre15ler> d๎€€n12๎€€l> n๎€€?๎€€๎€‚ ๎€‚84n+๎€€n๎€€

). ๎€…anajemen ventilasi mekanik # noninvasi!ย  1. memonitor kondisi yang memerlukan

dukungan ventilasi non invasi! (8ne5!4n๎€๎€€๎€€

2. mengkonsuktasikan dengan pro!esi kesehantan laiinya dalam memilih jenis ย ventilator non invasi! (!en124n๎€‚5l+๎€€๎€‚๎€

8e!6er๎€๎€€n NRBM ๎€ˆl8!๎€€

*. mengobservasi berkelanjutan pada 1 ย jam pertama penggunaan ventilaor

untuk mengkaji toleran pasien

/. memonitor aturan ventilator secara rutin termasuk suhu dan humidi๎€‡er udara (๎€‚5h5 00>'4C> !en11๎€€n+๎€

@๎€€๎€r๎€€n h5!๎€d๎€๎€er ๎€ƒ๎€2๎€€ 25r๎€€n1 9 h๎€€6๎€๎€‚๎€€

5. memonitor gejala-gejala yang

menunjukan peningkatan konsumsi

oksigen (!en1525r n๎€€d๎€ %37๎€‹9!en๎€+> RR 7%๎€‹9!en๎€+> TD %%<97๎€ˆ๎€€

6. mendokumentasi semua tindakan perubahan pengaturan ventilator

ย $. Pera3atan ๎€ipotermi

1. memonitor tanda-tanda vital (TD %%<97๎€ˆ!!h1> n๎€€d๎€ %37๎€‹9!en๎€+> ๎€‚5h5 00>'4C > RR 7%๎€‹9!en๎€+๎€€

#. Berikan oksigen sesuai kebutuhan

(!e!6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€ 42๎€‚๎€1en den1๎€€n NRBM ๎€ˆl8!๎€€

0. menempatkan pasien pada posisi supine '. memberikan penghangat A pemanas

akti! seperti lampu radiasi, pemanas udara (!e!6er๎€2๎€€n ๎€‚el๎€!5+ d๎€€n l๎€€!5 8en1h๎€€n1๎€€+๎€‡

(37)

'. G๎€€n115๎€€n 8er+52๎€€r๎€€ n 1๎€€๎€‚ 6erh565n 1๎€€n den1๎€€n !e!6r๎€€n ๎€€l๎€Še4l๎€€r; 2๎€€8๎€lerย  25A10A 16 10.15

1. memonitor suhu setiap 2 jam sekali (๎€‚5h5 00>'4C d๎€€n 0'>#ย 4C๎€€

2. memasang alat monitor suhu secara kontinue (!e!๎€€n๎€‚๎€€n1 8ende2+4r ๎€‚5h5 d๎€ he!4d๎€n๎€€!๎€2๎€€๎€‡

*. memonitor suhu dan 3arna kulit (๎€‚5h5 00>'ย 4C d๎€€n ,๎€€rn๎€€ 25l๎€+ +๎€d๎€€2 85@๎€€+๎€‡ 2. meningkat intake cairan dan nutrisi

ย yang adekuat (!e!6er๎€2๎€€n @๎€€๎€r๎€€n ๎€n?5๎€‚ C%:' #'$@@9#' ๎€ƒ๎€€! d๎€€n

!e!6er๎€2๎€€n n5+r๎€๎€‚๎€ den1๎€€n ๎€‚5๎€‚5 ?4r!5l๎€€ ๎€ˆ๎€‹#3@@9h๎€€r๎€๎€€

*. memberikan topi untuk meminimalkan kehilangan panas

/. menggunakan matras, selimut yang hangat untuk meningkatkan suhu tubuh sesuai kebutuhan

ย $. ๎€…anajemen jalan na!as

1. memastikan pasien untuk

memaksimalkan ventilasi (?4,lerย ๎€€

#. melakukan ๎€‡sioterapi dada (!el๎€€l52๎€€n ย ๎€Š๎€6r๎€€๎€‚๎€ d๎€€n 8er25๎€‚๎€ le!65+

(38)

0. mengelola pengobatan nebuli&er

(!e!6er๎€2๎€€n ne65l๎€๎€•er ๎€‚e+๎€๎€€8 ' ๎€ƒ๎€€! ๎€‚e2๎€€l๎€ den1๎€€n PQ๎€€

'. mengelola udara atau oksigen yang dilembabkan (!e!6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€ 42๎€‚๎€1en den1๎€€n NRBM ๎€ˆl8! -๎€€n1 d๎€le!6๎€€62๎€€n 4leh @๎€€๎€r๎€€n h5!๎€d๎€๎€erย ๎€€ 3. meregulasi asupan cairan untuk

mengoptimalkan keseimbangan cairan (!e!6er๎€2๎€€n @๎€€๎€r๎€€n den1๎€€n ๎€n?5๎€‚ C%:' #'$@@9#'๎€ƒ๎€€! d๎€€n den1๎€€n 8er4r๎€€l ๎€‚e6๎€€n-๎€€2 ๎€ˆ๎€‹0$@@9#'๎€ƒ๎€€!๎€€ &. memonitor status perna!asan dan

oksigenasi (RR 8๎€€๎€‚๎€en &3๎€‹9!en๎€+> S8O#ย <&๎€Œ๎€‡

B. ๎€…onitor perna!asan

%. memonitor kecepatan, irama,

kedalaman, dan kesulitan berna!as (RR &3๎€‹9!en๎€+> n๎€€?๎€€๎€‚ d๎€€n12๎€€l> ๎€rre15ler๎€‡ #. memonitor suara na!as tambahan

(r4n@h๎€๎€€

0. memonitor pola na!as ๎€†+๎€€2๎€8ne๎€€๎€€

'. ๎€…onitor saturasi oksigen (S8O# <&๎€Œ๎€‡ 3. mencatat lokasi trakhea (l42๎€€๎€‚๎€

1r๎€€@he๎€€ d๎€+en1๎€€h๎€‡

&. memberikan bantuan terapi na!as yang dilembabkan (!e!6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€ 6๎€€n+5๎€€n NRBM ๎€ˆl8! d๎€€n

!e!6er๎€2๎€€n +er๎€€8๎€ ne65l๎€๎€•er PQ ๎€‚e+๎€๎€€8 # ๎€ƒ๎€€!๎€€

C. Ter๎€€8๎€ 42๎€๎€‚๎€1en

%. menyiapkan peralatan oksigen dan berikan melalui humidi๎€‡er (!en1๎€๎€‚๎€ d๎€€n !en11๎€€n+๎€ @๎€€๎€r๎€€n h5!๎€d๎€๎€er๎€‡ #. memberikan terapi oksigen tambahan

seperti yang diperintahkan

(!e!6er๎€2๎€€n +er8๎€€๎€ 42๎€‚๎€1en den1๎€€n NRBM ๎€ˆl8!๎€€

0. Periksa perangkat A alat pemberian oksigen secara berkala untuk

memastikan konsentrasi optimal

/(III. E๎€Š๎€€l5๎€€๎€‚๎€ #'9%$9#$%&

(39)

<epera3atan 1. <eridake!ekt i!an pola na!as berhubunga n dengan hiperventila si 5. :angguan ย ventilasi spontan berhubunga n dengan keletihan otot perna!asan 6. ๎€ipotermia berhubunga n dengan penuruan laju metabolik 2/A10A20 16 1/.25 2/A10A20 16 1/.25 2/A10A20 16 1/.25

๎€ƒ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesak.

; # - 7rekuensi na!as 62EAmenit

- 8rama na!as irreguler

- <edalaman inspirasi

dangkal, menggunakan perna!asan perut

- ๎€ƒaturasi oksiegen =2F

ย $ # masalah teratasi sebagian

P # lanjutkan intervensi - $. ๎€…anajemen na!as 1-5

-B. ๎€…onitor perna!asan 1-6

๎€ƒ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesakย 

; # - !rekuensi na!as 62EAmenit

- 8rama na!as irreguler

- <edalaman inspirasi

dangkal, perna!asan abdominal

- ๎€ƒaturasi oksigen =2F

ย $ # masalah teratasi sebagian

P lanjutkan intervensi - $. ๎€…onitor perna!asan 1-> -B. Bantuan ventilasi 1-/ -). ๎€…anajemen ventilasi mekanik noninvasi! 1-6

๎€ƒ # orangtua pasien mengatakan, pasien masih dingin di kaki dan ditubuhnya ; # - suhu tubuh *5,1;)

- ๎€‚๎€‚ 62EAmenit

- 8rama irreguler

- "adi 1*0EAmenit

- Larna kulit kuning

ย $# masalah teratasi sebagian

P lanjutkan intervensi - $. Pera3atan hipotermia 1-/

(40)

E๎€Š๎€€l5๎€€๎€‚๎€ #39%$9#$%& 4E. <epera3atan ๎€ˆgl A 'am ๎€ˆ8"4$<$" ๎€ˆ๎€ˆ4 1. <eridake!ekt i!an pola na!as berhubunga n dengan hiperventila si 2. :angguan ย ventilasi spontan berhubunga n dengan keletihan otot perna!asan *. ๎€ipotermia berhubunga n dengan penuruan laju metabolik 25A10A20 16 1/.05 25A10A20 16 1/.05 25A10A20 16 1/.*5 25A10A20 16 1/./0 ๎€ƒ #

-; # - 7rekuensi na!as 56EAmenit

- 8rama na!as irreguler

- <edalaman inspirasi

dangkal, menggunakan perna!asan perut

- ๎€ƒaturasi oksiegen =๎€†F

ย $ # masalah teratasi sebagian

P # lanjutkan intervensi - $. ๎€…anajemen na!as 1-5

-B. ๎€…onitor perna!asan 1-6

๎€ƒ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesakย 

; # - !rekuensi na!as 56EAmenit

- 8rama na!as irreguler

- <edalaman inspiras

dangkal, perna!asan abdominal

- ๎€ƒaturasi oksigen =๎€†F

ย $ # masalah teratasi sebagian

P lanjutkan intervensi - $. ๎€…onitor perna!asan 1-> -B. Bantuan ventilasi 1-/ -). ๎€…anajemen ventilasi mekanik noninvasi! 1-6

๎€ƒ # orangtua pasien mengatakan, pasien tidak kedinginan di kaki dan

ditubuhnya ; # - suhu tubuh *6,2;) - ๎€‚๎€‚ 56EAmenit - 8rama irreguler - "adi 1*0EAmenit ย $ # masalah teratasi P # hentikan intervensi

(41)

/. :angguan perukaran gas berhubunga n dengan perubahan membran alveolar-kapiler

๎€ƒ # orangtua pasien mengatakan pasien masih ssesakย 

; # - ๎€‚๎€‚ 56EAmenit

- 8rama irreguler

- <edalaman inspirasi

dangkat dan cepat, pena!asan abdominal

- ๎€ƒaturasi =๎€†F

ย $ # masalah teratasi sebagian

P # lanjutkan intervensi K $. ๎€…anajemen ย jalan na!as 1-10 -B. ๎€…onitor perna!asan

1-/

-). ๎€ˆerpai oksigen 1-5

E๎€Š๎€€l5๎€€๎€‚๎€ #&9%$9#$%&

4E. <epera3atan ๎€ˆgl A 'am ๎€ˆ8"4$<$" ๎€ˆ๎€ˆ4 1. <eridake!ekti !an pola na!as berhubungan dengan hiperventilas i 2. :angguan ย ventilasi spontan berhubungan dengan keletihan otot perna!asan /. :angguan 26A10A20 16 21.00 26A10A20 16 21.00 26A10A20 16 21.00

๎€ƒ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesak.

; # - 7rekuensi na!as 62EAmenit

- 8rama na!as irreguler

- <edalaman inspirasi

dangkal, cepat,, menggunakan perna!asan perut

- ๎€ƒaturasi oksiegen

=0F

ย $ # masalah teratasi sebagian P # lanjutkan intervensi - $. ๎€…anajemen na!as 1-5

-B. ๎€…onitor

perna!asan 1-6

๎€ƒ # orang tua pasien mengatakan, pasien masih sesakย 

; # - !rekuensi na!as 65EAmenit

- 8rama na!as irreguler

- <edalaman inspirasi

dangkal, cepat, perna!asan abdominal

- ๎€ƒaturasi oksigen =0F

ย $ # masalah teratasi sebagian

P lanjutkan intervensi - $. ๎€…onitor perna!asan 1->

-B. Bantuan ventilasi 1-/

Referensi

Dokumen terkait