• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKTUALISASI"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

1 1 BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG A. LATAR BELAKANG  Aparatur sipil

 Aparatur sipil Negara (ASN) adalah Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai profesi bagi pegawai negeri dannegeri dan pegawai pemerintah

pegawai pemerintah dengan perjadengan perjanjian njian kerja yang kerja yang bekerja pada insbekerja pada instansitansi pemerintah. P

pemerintah. Pegawai egawai ASN ASN melaksanakan melaksanakan kebijakan kebijakan publik publik yang yang di buatdi buat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas d

dan berkualitas dan memper erat an memper erat persatuan dan persatuan dan kesatuan NKRI.kesatuan NKRI.

Setelah disahkannya Undang-undang (UU) ASN aparatur negara Setelah disahkannya Undang-undang (UU) ASN aparatur negara memiliki kekuatan dan kemampuan profesional kelas dunia, berintegritas memiliki kekuatan dan kemampuan profesional kelas dunia, berintegritas tinggi non parsial dalam melaksanakan tugas, berbudaya kerja tinggi non tinggi non parsial dalam melaksanakan tugas, berbudaya kerja tinggi non parsial

parsial dan kesejahtraadan kesejahtraan tinggi, serta dipercaya n tinggi, serta dipercaya publik dengan dukupublik dengan dukunganngan SDM.

SDM.

Peraturan baru tentang tentang ASN

Peraturan baru tentang tentang ASN tertuang dalam UU No.5 tertuang dalam UU No.5 TahunTahun 2014 sudah secara implisit menghendaki bahwa ASN yang umum di 2014 sudah secara implisit menghendaki bahwa ASN yang umum di sebut sebagai birokrat bukan sekadar merujuk kepada jenis pekerjaan sebut sebagai birokrat bukan sekadar merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan publik. Maka dari itu tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan publik. Maka dari itu sebagai ASN perlu membuat rancangan aktualisasi khususnya di sebagai ASN perlu membuat rancangan aktualisasi khususnya di pelayanan bidang kesehatan yang dilaksanakan di instansi

(2)
(3)

2 2

Pada era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala Pada era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan tekhnologi, kebutuhan Sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan tekhnologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Baik pelayanan yang bersifat

meningkat. Baik pelayanan yang bersifat  preventif,  preventif, promotif, promotif, kuratif kuratif ,, maupun

maupun rehabilitative,rehabilitative, hal ini  hal ini menunjukan bahwa pandangan masyarakatmenunjukan bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatan telah semakin meningkat terutama pada kesehatan terhadap kesehatan telah semakin meningkat terutama pada kesehatan umum masyarakat yang mana hal tersebut berdampak pada tercapainya umum masyarakat yang mana hal tersebut berdampak pada tercapainya derajat kesehatan yang optimal, maka dari itu perlu pelayanan derajat kesehatan yang optimal, maka dari itu perlu pelayanan kesehatan yang tepat, cepat dan akurat di puskesmas dengan kesehatan yang tepat, cepat dan akurat di puskesmas dengan berdasarkan nilai-nilai dasar ANEKA yaitu:

berdasarkan nilai-nilai dasar ANEKA yaitu: 1. Akuntabilitas

1. Akuntabilitas 2. Nasionalisme 2. Nasionalisme 3.

3. Etika Etika PublikPublik 4.

4. Komitmen Komitmen MutuMutu 5.

5. Anti Anti Korupsi.Korupsi.

 Asisten

 Asisten Apoteker, Apoteker, menurut menurut Peraturan Peraturan Pemerintah Pemerintah R.I. R.I. No. No. 51 51 tahuntahun 2009 tentang: Pekerjaan Kefarmasian adalah termasuk sebagai Tenaga 2009 tentang: Pekerjaan Kefarmasian adalah termasuk sebagai Tenaga Kefarmasian.

(4)

Tenaga Kefarmasian merupakan salah satu jenis

Tenaga Kefarmasian merupakan salah satu jenis Tenaga KesehatanTenaga Kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk dapat melakukan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk dapat melakukan pekerjaan kefarmasian.

pekerjaan kefarmasian.

Pekerjaan kefarmasian meliputi pembuatan termasuk pengendalian Pekerjaan kefarmasian meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

bahan obat dan obat tradisional.

Lingkup sediaan farmasi meliputi : obat, bahan obat, obat tradisional Lingkup sediaan farmasi meliputi : obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika.

dan kosmetika.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah satuan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah satuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima

bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau olehdan terjangkau oleh masyarakat. Dengan peran serta masyarakat dengan menggunakan masyarakat. Dengan peran serta masyarakat dengan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi t

hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna denganepat guna dengan biaya yang dapat dipikul

biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat.oleh pemerintah dan masyarakat.

Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitik Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitik beratkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai beratkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan. derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan.

(5)

4

Menurut Kepmenkes Nomor 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas yang merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggungjawab atas pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya.

Sehubungan dengan peran tersebut setidaknya ada tiga fungsi yang diemban Puskesmas yaitu :

1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan 2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat

3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama

Puskesmas Bukit Rawi sebagai bagian dari sIstem kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau bersama sama dengan unit kesehatan lainnya berusaha mencapai Visi Indonesia Sehat 2020.

Sebagai Unit Pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau Puskesmas Bukit Rawi berkedudukan di Kecamatan Kahayan Tengah. Dengan demikian wilayah kerja Puskesmas Bukit Rawi mencakup seluruh desa-desa di Kecamatan Kahayan Tengah.

Pelayanan kesehatan masih kurang dari harapan, karena lokasi yang terpencil sehingga menyulitkan untuk menjangkau daerah tersebut, keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan, sulitnya tranportasi dan kesadaran dari masyarakat yang kurang akan kesehatan.

(6)

B. Tujuan

Ingin melaksanakan dan menerapkan nilai-nilai Dasar ANEKA dalam melaksanakan aktualisasi di UPT Puskesmas Bukit Rawi.

C. Ruang Lingkup

Dalam kegiatan aktualisasi ini saya akan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi pada kegiatan merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi, melakukan pelayanan resep, membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi, menerima dan memeriksa perbekalan farmasi, menyimpan perbekalan farmasi, mendistribusikan perbekalan farmasi.

(7)

6

BAB II

GAMBARAN UMUM PUSKESMAS BUKIT RAWI

A. Gambaran Umum

Puskesmas Bukit Rawi terletak di Kecamatan Kahayan Tengah yang merupakan salah satu dari sepuluh Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Puskesmas Bukit Rawi dipimpin oleh seorang dokter yang bernama dr.Abdi Jauhari.

 Adapun Struktur Organisasi Puskesmas Bukit rawi adalah : 1. Kepala Puskesmas

2. Unit Tata Usaha yang bertanggungjawab membantu Kepala Puskesmas dalam hal :

a. Data dan Informasi

b. Perencanaan dan Penilaian c. Keuangan

d. Umum dan Kepegawaian

 Adapun Program Kegiatan di Puskesmas adalah : 1.Unit I : a. KIA / KB

b. Gizi 2.Unit II : a. P2M

b. Imunisasi

(8)

d. Laboratorium

3.Unit III : a. Kesehatan Gigi dan Mulut b. Kesehatan Manula 4.Unit IV : a. PHN b. UKS/UKGS c. Kesehatan Jiwa d. Kesehatan mata 5.Unit V : PKM/PSM

6.Unit VI : a. Unit Gawat Darurat ( UGD ) b. Rawat Jalan

7.Unit VII : Farmasi

Jumlah dan jenis tenaga Kesehatan Puskesmas Bukit Rawi : 1. Kesmas ( S-1 ) : 3 orang

2. Dokter Umum : 2 orang 3. Dokter Gigi : 1 orang 4. Perawat : 8 orang 5. Bidan : 10 orang 6. Nutrisionis : 1 orang 7. Sanitarian : 1 orang 8. Perawat Gigi : 1 orang 9. Laborat : 1 orang 10. Farmasi : 1 orang

(9)

8

Puskesmas Bukit Rawi membawahi 14 Puskesmas Pembantu yaitu : 1. Pustu Tuwung

2. Pustu Tanjung Sanggalang 3. Pustu Bukit Liti

4. Pustu Tahawa 5. Pustu Balukon

6. Pustu Bereng Rambang 7. Pustu Sigi

8. Pustu Parahangan 9. Pustu Bukit Bamba 10. Pustu Petuk Liti

11. Pustu Penda Barania 12. Pustu Pamarunan 13. Pustu Bahu Palawa 14. Pustu Bukit Rawi

(10)

B. Visi dan Misi 1. VISI

“Mewujudkan Masyarakat Kahayan Tengah Sehat 2020”

2. MISI

a. Menggerakan pembangunan kesehatan yang berwawasan kesehatan. b. Memberdayakan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan

kesehatan.

c. Meningkatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu.

C. Sasaran Kerja Pegawai

1. Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi. 2. Melakukan pelayanan resep.

3. Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi. 4. Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi 5. Menyimpan perbekalan farmasi.

(11)

10

D. Penugasan dari Pimpinan

Selain tugas utama sebagai pengelola kefarmasian saya melakukan kegiatan Puskesmas Keliling berupa Posyandu Lansia.

E. Kegiatan Atas Inisiatif Sendiri

Membungkus obat-obatan curai dan membaginya menjadi 1 bungkus agar mudah dan cepat saat pengambilan obat dalam pelayanan resep.

(12)

BAB III RENCANA AKSI

A. Kegiatan Aktualisasi

Untuk melakukan aktualisasi nilai-nilai profesi ASN dalam pelayanan kefarmasian, maka kegiatan atau aksi yang akan saya lakukan selama off kampus adalah sebagai berikut:

Nama Muhammad Khalil Ramadhan Instansi Puskesmas Bukit Rawi

Tempat  Aktualisasi

Puskesmas Bukit Rawi

No Tanggal Kegiatan Output Paraf

mentor 1 03-2-15 Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi Tersedianya rencana data kebutuhan obat Puskesmas 2 04-2-15 Melakukan pelayanan resep Tersedianya obat yang dibutuhkan pasien

(13)

12 3 05-2-15 Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi Tersedianya data pemakaian obat Puskesmas 4 10-2-15 Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi Tersedianya informasi atau data kelengkapan obat 5 10-2-15 Menyimpan perbekalan farmasi Tersusunnya /

tertatanya semua item obat di dalam Gudang Farmasi 6 11-2-15 Mendistribusikan perbekalan farmasi Terbaginya kebutuhan obat ke Apotek, Puskesmas Pembantu, dan Poskesdes

(14)

BAB IV

KEGIATAN DAN HASIL AKTUALISASI

 A. Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi

Kegiatan

Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi

Tanggal 03-2-2015

Tempat aktualisasi Puskesmas Bukit Rawi

Untuk menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari  ANEKA, kegiatan yang saya lakukan adalah merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan Farmasi. Uraian kegiatan yang saya lakukan adalah proses perencanaan kebutuhan perbekalan Farmasi dilakukan dengan mengumpulkan data-data pemakaian dan sisa stock obat selama 1 bulan terakhir. Data-data yang dikumpulkan berasal dari pengeluaran gudang selama 1 bulan terakhir. Proses seleksi permintaan obat dan bahan medis habis pakai dilakukan dengan mempertimbangkan pola penyakit, pola konsumsi obat periode bulan sebelumnya. Setelah ditentukan item obat dan jumlah obat yang dipesan masukan data-data kebutuhan obat-obatan yang dikumpulkan tersebut kedalam laporan pemakaian dan lembar permintaan obat (LPLPO). Setelah semua data tercatat di (LPLPO), minta persetujuan kepala puskesmas untuk dapat mengajukan usulan perencanaan obat ke Dinas Kesehatan.

(15)

14

Sebagai bukti dari tahap-tahap kegiatan ini terdapat pada gambar :

Gambar 1. Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi

Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah tersedianya rencana data kebutuhan obat Puskesmas dan Dinas Kesehatan mendapatkan laporan rencana permintaan usulan obat sehingga Instalasi Farmasi Kabupaten / Kota dapat melakukan kompilasi dan analisa terhadap kebutuhan obat Puskesmas diwilayah kerjanya, menyesuaikan pada anggaran yang

(16)

tersedia dan memperhitungkan waktu kekosongan obat, buffer  stock, serta menghindari stock berlebih. Nilai-nilai ANEKA yang terkandung dalam kegiatan ini adalah :

Nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan benar sesuai SOP dan didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu data-data yang diusulkan dalam usulan perencanaan obat dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan data sebenarnya.

Nilai etika publik yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan Profesional dalam mengerjakan rancangan dan usulan perbekalan farmasi sesuai SOP.

Nilai anti korupsi yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah dalam pengumpulan data harus jujur melakukan pencatatan dan permintaan agar tidak ada dari hasil data yang ditambah atau dikurangi.

(17)

16

B. Melakukan Pelayanan Resep

Kegiatan Melakukan Pelayanan Resep

Tanggal 04-2-2015

Tempat Aktualisasi Puskesmas Bukit Rawi

Untuk menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari  ANEKA, kegiatan yang saya lakukan adalah melakukan pelayanan resep. Uraian kegiatan yang saya lakukan adalah menerima resep dan kelengkapannya. Pasien menyerahkan resep ke Apotek Puskesmas. Petugas Apotek mempersilahkan pasien menunggu di tempat yang sudah disediakan. Petugas Apotek mengecek kelengkapan resep yang terdiri dari nama pasien, umur, tanggal resep, nama obat, jumlah, dosis, aturan pakai obat dan paraf Dokter. Jika ada keraguan terhadap resep, Asisten Apoteker mengkonsultasikan kepada Dokter penulis resep dengan memberikan pertimbangan dan alternatif seperlunya. Bila perlu meminta persetujuan setelah pemberitahuaan. Menyiapkan obat dan memberi etiket, racikan ataupun non racikan. Menyiapkan obat jadi dengan mengambil obat dari rak sesuai dengan nama dan jumlah obat yang diminta dan periksa mutu dan tanggal kadaluarsa obat yang akan diserahkan pada pasien. Untuk sediaan sirup kering harus dalam keadaan sudah dicampur air matang sesuai dengan takarannya pada saat diserahkan kepada pasien. Untuk sediaan obat racikan, langkah- langkah sebagai berikut : Mencuci tangan sebelum bekerja dan keringkan dengan lap/ tisu bersih. Menyiapkan dan memastikan tempat dan alat untuk meracik siap digunakan bersih.

(18)

Mengecek kembali obat-obat yang sudah terkumpul kesesuaiannya dengan resep dan menyiapkan kertas puyer sesuai jumlah dan sediaan yang diminta / diresepkan. Mulai meracik obat, gerus obat yang jumlahnya sedikit terlebih dahulu, lalu digabungkan dengan obat yang jumlahnya lebih besar, digerus sampai homogen. Bagi dan bungkus obat dengan merata ke dalam kertas puyer. Obat yang sudah disiapkan diperiksa kembali sesuai resep dan baik racikan maupun non racikan kemudian dimasukkan ke dalam klip kemasan obat. Tuliskan nama pasien dan cara penggunaan obat pada etiket yang sesuai dengan permintaan dalam resep dengan jelas dan dapat dibaca. Masukkan etiket yang sudah dibuat pada klip kemasan obat yang sudah siap. Obat yang telah disiapkan sesuai dengan resep diperiksa kembali sesuai resep. Mengecek kembali kesesuaian antara jenis, jumlah dan cara penggunaan dan telah lengkap diberi etiket sesuai dengan yang tertera di dalam resep. Obat diserahkan pada pasien dengan memanggil nama pasien, menyerahkan obat disertai pemberian informasi obat yang  jelas secara pro aktif dan pasif. Menjawab pertanyaan dari pasien dan memastikan pasien telah memahami cara penggunaan obat. Meminta pasien untuk menyimpan obat di tempat yang aman dan jauh dari  jangkauan anak.

(19)

18

Sebagai bukti dari tahap-tahap kegiatan ini terdapat pada gambar :

(20)

Gambar 2. Melakukan pelayanan resep

Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah tersedianya obat yang dibutuhkan pasien. Masyarakat memperoleh obat sesuai dengan kebutuhan pengobatan. Masyarakat memahami tujuan pengobatan dan mematuhi instruksi pengobatan. Meningkatkan mutu dan memperluas cakupan pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Memberikan pelayanan kefarmasian yang dapat menjamin efektivitas, keamanan dan efesiensi obat. Nilai-nilai ANEKA yang terkandung dalam kegiatan ini adalah :

Nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan benar didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan SOP dan bekerja dengan amanah. Asisten Apoteker melakukan kegiatan pemberian informasi obat secara transparan dengan memberikan informasi tentang tata cara pemakaian obat, indikasi obat, efek samping obat, dan aturan pakai obat pada pasien.

(21)

20

adalah Asisten Apoteker dalam penyiapan obat, peracikan dan pemberian informasi obat tidak membeda-beadakan agama, budaya, status sosial dalam pelayanan obat.

Nilai etika publik yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan menyapa pasien dengan ramah dan sopan serta mempersilahkan pasien duduk agar pasien merasa nyaman. Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan professional dalam pelayanan obat sesuai dengan SOP. Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan memanggil pasien dan memberikan informasi obat dengan ramah dan sopan.

Nilai komitmen mutu yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah melakukan pengecekan kelengkapan resep untuk pelayanan resep seperti ; Nama pasien, umur, tanggal resep, nama, jumlah, dosis, aturan pakai obat dan paraf Dokter. Dengan kepatuhan dan kemampuan asisten apoteker melakukan pengecekan yang sesuai dengan SOP kefarmasian. Memberikan informasi obat dengan rasa peduli agar pasien memahami penjelasan yang diberikan.

Nilai anti korupsi yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah dalam penyiapan obat jadi dan racikan harus jujur agar tidak ada obat yang ditambah atau dikurangi.

(22)

C. Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi

Kegiatan Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi

Tanggal 05-2-2015

Tempat Aktualisasi Puskesmas Bukit Rawi

Untuk menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari  ANEKA, kegiatan yang saya lakukan adalah Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi. Uraian kegiatan yang saya lakukan adalah proses pelaporan pemakaian obat dilakukan dengan mengumpulkan data-data pemakaian dan sisa stock obat selama 1 bulan terakhir. Data-data yang dikumpulkan berasal dari pengeluaran gudang selama 1 bulan terakhir ke  Apotek, Puskesmas Pembantu, Poskesdes, Pusling. masukan data-data

pemakaian obat-obatan yang dikumpulkan tersebut kedalam laporan pemakaian. Setelah semua data tercatat, kemudian melakukan pelaporan pemakaian obat ke Dinas Kesehatan. Sebagai bukti dari tahap-tahap kegiatan ini terdapat pada gambar :

(23)

22

Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah tersedianya data pemakaian obat Puskesmas dan Dinas Kesehatan mendapatkan bukti bahwa pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai telah dilakukan di Puskesmas Bukit Rawi. Nilai-nilai ANEKA yang terkandung dalam kegiatan ini adalah :

Nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan benar sesuai SOP dan didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu Data-data yang diusulkan dalam usulan perencanaan obat dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan data sebenarnya.

Nilai etika publik yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan Profesional dalam mengerjakan laporan pemakaian perbekalan farmasi sesuai SOP.

Nilai anti korupsi yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah dalam pengumpulan data harus jujur melakukan pencatatan dan pelaporan agar tidak ada dari hasil data yang ditambah atau dikurangi.

(24)

D. Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi

Kegiatan Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi

Tanggal 10-2-2015

Tempat Aktualisasi Puskesmas Bukit Rawi

Untuk menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari  ANEKA, kegiatan yang saya lakukan adalah Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi. Uraian kegiatan yang saya lakukan adalah menerima Barang yang datang dari Gudang Logistik Farmasi. Barang diterima beserta form PA yang telah ditanda tangani oleh kepala gudang Logistik Farmasi.  Asisten Apoteker mengecek kesesuaian pesanan dengan barang yang diterima (Bentuk fisik, jumlah, tanggal kadaluarsa), ditanda tangani oleh petugas penerima dan diketahui oleh Kepala Puskesmas. Bila tidak memenuhi syarat, maka penerima dapat mengajukan keberatan. Masa kadaluarsa minimal dari obat yang diterima disesuaikan dengan periode pengelolaan di Puskesmas ditambah 1 bulan. Sebagai bukti dari tahap-tahap kegiatan ini terdapat pada gambar :

(25)

24

Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah tersedianya informasi atau data kelengkapan obat sehingga penerimaan obat sesuai dengan kebutuhan obat berdasarkan permintaan yang diajukan oleh Puskesmas. Nilai-nilai  ANEKA yang terkandung dalam kegiatan ini adalah :

Nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan benar sesuai SOP dan didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu penerimaan obat dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan fisik barang dan isi dokumen LPLPO pemesanan.

Nilai etika publik yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan Profesional dalam melakukan penerimaan perbekalan farmasi sesuai SOP.

Nilai komitmen mutu yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah melakukan penerimaan obat secara teliti dengan melakukan pengecekan terhadap obat mencakup jumlah kemasan, jenis dan jumlah obat, bentuk obat sesuai dengan isi (LPLPO).

Nilai anti korupsi yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah dalam penerimaan obat harus jujur melakukan pengecekkan obat agar tidak ada dari hasil data yang ditambah atau dikurangi.

(26)

E. Menyimpan perbekalan farmasi

Kegiatan Menyimpan perbekalan farmasi

Tanggal 10-2-2015

Tempat Aktualisasi Puskesmas Bukit Rawi

Untuk menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari  ANEKA, kegiatan yang saya lakukan adalah menyimpan perbekalan farmasi. Uraian kegiatan yang saya lakukan adalah penyimpanan barang disimpan di rak-rak obat sesuai dengan sistem yang digunakan (Golongan obat generik/paten), bentuk sediaan, alfabetis. Obat-obatan injeksi disimpan di lemari tersendiri. Untuk obat-obatan jenis narkotika dan psikotropika disimpan di lemari khusus (di tempat yang lebih gelap dan tersembunyi). Alkes disimpan di tempat khusus alkes. Sebagai bukti dari tahap-tahap kegiatan ini terdapat pada gambar :

(27)

26

Gambar 5. Menyimpan perbekalan farmasi

Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah Tersusunnya / tertatanya semua item obat di dalam Gudang Farmasi sehingga terjaminnya mutu obat yang tersedia di Puskesmas dapat dipertahankan sesuai persyaratan yang

(28)

ditetapkan. Nilai-nilai ANEKA yang terkandung dalam kegiatan ini adalah : Nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan benar sesuai SOP dan didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu penyimpanan obat dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan persyaratan penyimpanan obat.

Nilai etika publik yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan dengan Profesional dalam melakukan penyimpanan perbekalan farmasi sesuai SOP.

Nilai komitmen mutu yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah melakukan penerimaan obat secara teliti dengan melakukan penyimpanan obat sesuai dengan sistem yang digunakan bentuk dan jenis sediaan, stabilitas (suhu, cahaya, kelembapan). Narkotika dan psikotropika disimpan dilemari khusus.

(29)

28

F. Mendistribusikan perbekalan farmasi

Kegiatan Mendistribusikan perbekalan farmasi

Tanggal 11-2-2015

Tempat Aktualisasi Puskesmas Bukit Rawi

Untuk menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari  ANEKA, kegiatan yang saya lakukan adalah Mendistribusikan perbekalan farmasi. Uraian kegiatan yang saya lakukan adalah mendistribusian obat ke Pustu dan Poskesdes. Gudang farmasi Menerima permintaan obat dari Pustu dan Poskesdes. Kemudian mengecek pemakaian dan sisa stock dari permintaan pustu dan poskesdes. Menyiapkan obat sesuai dengan permintaan obat. Menentukan jumlah dan jenis obat yang akan diberikan. Melakukan pencatatan pada kartu stock pengeluaran obat. Setelah itu melakukan pendistribusian obat ke Pustu dan Poskesdes secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan unit-unit pelayanan kesehatan. sedangkan pendistribusian ke jaringan Puskesmas dilakukan dengan penyerahan obat sesuai kebutuhan obat (floor stock).

(30)

Sebagai bukti dari tahap-tahap kegiatan ini terdapat pada gambar :

Gambar 6. Mendistribusikan perbekalan farmasi

Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah terbaginya kebutuhan obat ke  Apotek, Puskesmas Pembantu, dan Poskesdes yang ada diwilayah kerja Puskesmas dengan jenis, mutu, jumlah dan waktu yang tepat. Nilai-nilai  ANEKA yang terkandung dalam kegiatan ini adalah :

Nilai akuntabilitas yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan pendistribusian obat Melakukan pendistribusian secara transparan sesuai SOP dan didasari rasa tanggung jawab yang tinggi. Selain itu pendistribusian obat dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan.

Nilai nasionalisme yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan tersebut adalah Asisten Apoteker melakukan kegiatan tidak diskriminatif atau tidak membeda-bedakan Pustu dan Poskesdes. Sehingga pendistribusian obat

(31)

30

pelayanan kesehatan.

Nilai etika publik yang dapat diterapkan dalam uraian kegiatan ini adalah melakukan pendistribusian obat secara adil dengan melakukan pendistribusian secara merata.

(32)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari kegiatan pelaksanaan aktualisasi di Puskesmas Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau ada 6 kegiatan aktualisasi yang dapat saya lakukan adalah :

1. Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi. Mencerminkan nilai ANEKA : Akuntabilitas (bertanggung jawab), Etika Publik (Profesional), Anti Korupsi (Jujur).

2. Melakukan pelayanan resep.

Mencerminkan nilai ANEKA : Akuntabilitas (bertanggung jawab), Nasionalisme (tidak diskriminatif), Etika Publik (ramah dan sopan), Komitmen Mutu (teliti), Anti Korupsi (jujur).

3. Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi.

Mencerminkan nilai ANEKA : Akuntabilitas (bertanggung jawab), Etika Publik (profesional), Anti Korupsi (jujur).

4. Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi.

Mencerminkan nilai ANEKA : Akuntabilitas (bertanggung jawab), Etika Publik (profesional), Komitmen Mutu (teliti), Anti Korupsi (jujur).

(33)

32

5. Menyimpan perbekalan farmasi.

Mencerminkan nilai ANEKA : Akuntabilitas (bertanggung jawab), Etika Publik (professional), Komitmen Mutu (teliti).

6. Mendistribusikan perbekalan farmasi.

Mencerminkan nilai ANEKA : Akuntabilitas (transparansi), Nasionalisme (tidak diskriminatif), Etika Publik (Adil).

7. Kegiatan aktualisasi yang saya lakukan dengan hasil yang sangat baik, presentasi 91-100% dengan kisaran nilai 81-100%.

B. SARAN / REKOMENDASI

1. ASN khususnya Asisten Apoteker dapat menerapkan nilai-nilai dasar  ANEKA dalam tugas pokok dan fungsi profesi dalam melayani

masyarakat, demi terwujutnya Kahayan Tengah Sehat 2020.

2. Dalam rangka mewujudkan Kahayan Tengah sehat 2020 hendaknya masyarakat bekerja sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya petugas Apotek dalam pemahaman mengenai obat. Masyarakat tidak sembarangan menggunakan obat dan menggunakan obat sesuai petunjuk.

3. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang prima perlu adanya penyediaan sarana dan prasarana pelayaanan kesehatan yang maksimal.

4. Dalam rangka mewujudkan pelayanan Puskesmas yang baik maka perlu menerapkan fungsi manajemen secara efektif.

Gambar

Gambar 1. Merencanakan dan mengajukan usulan kebutuhan perbekalan farmasi
Gambar 2. Melakukan pelayanan resep
Gambar 3. Membuat laporan pemakaian perbekalan farmasi
Gambar 5. Menyimpan perbekalan farmasi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Oemi Abdurrachman (1993), di dalam penyampaian sesuatu pesan seringkali timbul salah pengertian, sehingga dengan demikian terjadi hal-hal yang tidak

Agar penelitian ini terarah dan tidak menyimpang dari pokok permasalahan, maka penulis membatasi permasalahan pada peran lembaga simpan pinjam perempuan (SPP)

Dalam amandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal ayat disebutkan bahwa Negara )ndonesia adalah negara hukum.. Pemilihan penetapan negara

Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan (istri), yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara

atas segala nikmat cahaya ilmu pengetahuan, kemudahan serta petunjuk yang telah diberikan sehingga dapat terselesaikan dengan baik penulisan tesis dengan Pengujian Keseragaman

EFEKTIFITAS FLASH CARD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA SISWA TUNARUNGU KELAS TK-A2 DI SLB NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Laporan Tugas Akhir ini mengkaji tentang masalah potensi wisata yang terdapat di Pasar Jumat Karanganyar, strategi pengembangan Pasar Jumat Karanganyar, dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah di daerah penelitian adalah sesuai marginal (S3) dengan luas 1.165,77 ha atau 99,11% dan