GD 319 PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
KOREKSI GEOMETRIK CITRA
Tanggal Penyerahan : 20 Oktober 2016 Disusun Oleh :
Kelompok : 7 (Tujuh)
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 Kelas : B
Nama Asisten :
1. Panji Pradhikta Wahyudi 23-2013-152
2. Anjar Hermawan 23-2013-118
LABORATORIUM SISTEM INFORMASI SPASIAL
JURUSAN TEKNIK GEODESI
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2016
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Maksud dan Tujuan Praktikum ... 1
1.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktikum ... 1
BAB II DASAR TEORI ... 2
2.1 Koreksi Geometrik Citra ... 2
2.1.1 Sumber Kesalahan Geometrik Citra ... 2
2.1.2 Metode Koreksi Kesalahan Geometrik Citra ... 2
BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM ... 4
3.1 Langkah Koreksi Geometrik Citra Menggunakan GCP ... 4
3.2 Langkah Geometrik Citra Menggunakan Image to Image ... 7
BAB IV HASIL DAN ANALISIS ... 10
4.1 Hasil Geometrik Citra ... 10
BAB V KESIMPULAN ... 11
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Maksud dan Tujuan Praktikum
Praktikum ini dimaksudkan sebagai pengaplikasian dari teori-teori yang sudah didapat pada saat mengikuti mata kuliah Pengolahan Citra Digital seperti melakukan koreksi geometri dengan menggunakan Ground Control Point (GCP) atau dengan metode Image to Image.
Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat memahami pengaplikasian mata kuliah Pengolahan Citra Digital serta dapat melakukan Koreksi Geometrik dengan mengoperasikan software yang berkaitan dengan mata kuliah ini seperti ENVI dan ERMapper
1.2Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 13 Oktober 2016 Pukul : 15.00 WIB - Selesai
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 2
BAB II
DASAR TEORI
2.1Koreksi Geometrik Citra
Akibat pengaruh perputaran bumi, arah gerakan satelit dan lengkung permukaan bumi, informasi posisi koordinat citra satelit harus diperbaiki dan dibetulkan antara lain dengan menggunakan acuan koordinat peta topografi. Proses ini dikenal dengan koreksi geometrik.
Koreksi geometrik merupakan proses memposisikan citra sehingga cocok dengan koordinat peta dunia yang sesungguhnya. Ada beberapa cara dalam pengoreksian ini, antara lain triangulasi, polynomial, orthorektifikasi dengan menggunakan titik-titik kontrol lapangan (ground control point), proyeksi peta ke peta, dan registrasi titik yang telah diketahui (known point registration).
Dalam proses ini akan ditampilkan juga ketidaktepatan dalam memasukkan koordinat dengan letak titik sesungguhnya. Pada dasarnya kesalahan tersebut masih dapat diterima sepanjang masih memenuhi kaidah-kaidah kartografi.
2.1.1 Sumber Kesalahan Geometrik Citra
Berdasarkan sumbernya kesalahan geometrik pada citra satelit dapat dikelompokkan menjadi dua tipe kesalahan, yaitu kesalahan internal (internal
distorsion), dan kesalahan eksternal (external distorsion). Kesalahan geometrik
menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kesalahan sistematik dan kesalahan random. Kesalahan sistematik merupakan kesalahan yang dapat diperkirakan sebelumnya, dan besar kesalahannya pada umumnya konstan, oleh karena itu dapat dibuat perangkat lunak koreksi geometrik secara sitematik. Kesalahan geometri yang bersifat random (acak) tidak dapat diperkirakan terjadinya, maka koreksinya harus ada data referensi tambahan yang diketahui.
2.1.2 Metode Koreksi Kesalahan Geometrik Citra
Koreksi geometrik dilakukan sesuai dengan jenis atau penyebab kesalahannya, yaitu kesalahan sistematik dan kesalahan random, dengan sifat distorsi geometrik pada citra. Koreksi geometrik mempunyai tiga tujuan, yaitu:
1. Melakukan rektifikasi (pembetulan) atau restorasi (pemulihan) citra agar koordinat citra sesuai dengan koordinat geografis.
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 3 2. Meregistrasi (mencocokan) posisi citra dengan citra lain yang sudah terkoreksi
(image to image rectification) atau mentransformasikan sistem koordinat citra
multispektral dan multi temporal.
3. Meregistrasi citra ke peta atau transformasi sistem koordinat citra ke koordinat peta (image to map rectification), sehingga menghasilkan citra dengan sistem proyeksi tertentu.
Koreksi geometrik yang biasa dilakukan adalah koreksi geometrik sistematik dan koreksi geometrik presisi. Masing-masing sebagai berikut.
1. Koreksi geometrik sistematik melakukan koreksi geomertri dengan menggunakan informasi karakteristik sensor yaitu orientasi internal (internal orientation) berisi informasi panjang fokus sistem optiknya dan koordinat titik utama (primary point) dalam bidang citra (image space) sedangkan distorsi lensa dan difraksi atmosfer dianggap kecil pada sensor inderaja satelit, serta orientasi eksternal (external
orientation) berisi koordinat titik utama pada bidang bumi (ground space) serta
tiga sudut relatif antara bidang citra dan bidang bumi.
2. Koreksi geometrik presisi pada dasarnya adalah meningkatkan ketelitian geometrik dengan menggunakan titik kendali / kontrol tanah (Ground Control
Point biasa disingkat GCP). GCP dimaksud adalah titik yang diketahui
koordinatnya secara tepat dan dapat terlihat pada citra inderaja satelit seperti perempatan jalan dan lain-lain.
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 4
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
3.1Langkah Koreksi Geometrik Citra Menggunakan GCP
No. Gambar Keterangan
1. Buka ERMapper
2. Pada menu File pilih
Open
3. Pilih Citra_Natural
(Registered).tif lalu klik
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 5
4. Pada menu Process pilih
Geocoding Wizard
5. Pada Geocoding Type
pilih poin Polynominal kemudian lanjut pada proses 2) Polynominal Setup
6. Pada Polynominal Order
pilih poin Linear. Lanjut pada proses 3) GCP Setup
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 6
7. Pada GCP Setup ubah
sistem koordinat seperti pada gambar di samping, lanjut pada proses 4) GCP Edit
8. Pada tahap ini, tentukan
titik-titik kontrol pada citra yang sudah ditandai sebelumnya titik-titik kontrol diedit, jika sudah maka lanjut pada tahap 5) Rectify
9. Ini merupakan tahap
terakhir dimana proses rektifikasi akan
dilakukan, pilih tempat penyimpanan serta nama data yang akan disimpan, tipe data yakni
GeoTIFF/TIFF (tif. Tiff) kemudian klik OK
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 7
10. Jika sudah melakukan
langkah sebelumnya, maka selanjutnya klik Save File and Start
Rectification, jika sudah
maka klik Save lalu klik Close
11. Hasil dari koreksi
geometrik citra
menggunakan ERMapper
3.2Langkah Geometrik Citra Menggunakan Image to Image
No. Gambar Keterangan
1. Buka ENVI 4.5
2. Pada menu File pilih
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 8
3. Pilih file Citra_Natural
(Unregistered).jpg lalu
klik Open
4. Setelah muncul tampilan
seperti pada gambar di samping, klik Load RGB kemudian buat tampilan baru dengan cara klik pada Display #1 lalu pilih New Display
5. Selanjutnya buka lagi file
yakni Citra_Natural
(Registered).tif lalu klik
Open
6. Aktifkan mode RGB
Color dengan saluran
citra 3-2-1, lalu klik Load RGB
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 9
7. Pada menu Map, pilih
Registration Select
GCPs; Image to Image
8. Pada Base Image pilih
Display #2 sedangkan
pada Warp Image pilih
Display #1 lalu klik OK
9. Arahkan mouse pada
peta lalu klik pada titik-titik kontrol yang telah ditentukan sebelumnya, lakukan pada kedua peta. Jika sudah maka klik Add
Point. Lakukan langkah
ini pada titik-titik yang lainnya
10. Pada menu sebelumnya,
klik File Save, maka akan muncul tampilan ini. Klik Choose untuk menentukan tempat penyimpanan serta nama file, kemudian klik OK
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 10
BAB IV
HASIL DAN ANALISIS
4.1Hasil Geometrik Citra
Gambar di atas merupakan citra hasil koreksi menggunakan metode Ground
Control Point (GCP) yang diolah dengan menggunakan software ENVI.
Gambar di atas merupakan titik-titik hasil koreksi menggunakan 2 (buah) citra yakni dengan menggunakan metode Image to Image pada software ERMapper.
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 11
BAB V
KESIMPULAN
Dari praktikum yang dilakukan hingga pembuatan laporan, dapat disimpulkan bahwa koreksi geometrik merupakan proses memposisikan citra sehingga cocok dengan koordinat peta dunia yang sesungguhnya. Ada beberapa cara dalam pengoreksian ini, antara lain triangulasi, polynomial, orthorektifikasi dengan menggunakan titik-titik kontrol lapangan (ground control point), proyeksi peta ke peta, dan registrasi titik yang telah diketahui (known point registration).
Dengan melakukan proses koreksi geometric, kita dapat mengetahui bentuk/ukuran citra yang sesuai dengan keadaan pada permukaan bumi. Maka selanjutnya citra tersebut dapat digunakan pada proses pengolahan citra lainnya.
Achmad Faisal Marasabessy / 23-2013-052 / Kelas B 12
DAFTAR PUSTAKA
Supriatna W., Sukartono (2002), Teknik Perbaikan Data Digital (Koreksi dan
Penajaman) Citra Satelit. Buletin Teknik Pertanian Vol. 7. Nomor 1, 2002. Bogor.
Puspita Sari C. (2014), BAB II Tinjauan Pustaka. Diakses pada tanggal 16 Oktober 2016 di: http://eprints.undip.ac.id/42756/3/BAB_II.pdf.