Warisan Berharga Itu
Bernama Ilmu
Seni Mendidik Anak,
Inilah Curahan Hati Pipik Dian
Irawati
Mendongkrak
Sikap Berani
>>Hal
7
>>Hal
11
>>Hal
22
saparedaksi
APA yang paling berharga dalam hidup ini? Harta, jabatan, atau keluarga? Tentu saja, semua itu pent-ing terutama keluarga. Tapi tahukah sahabat, apa jadinya jika harta, jabatan, dan keluarga tidak dike-lola dengan ilmu? Pasti berantakan.
Segala sesuatu harus didasari dengan ilmu. Harta banyak jika tidak dikelola dengan ilmu akan menjadi masalah. Jabatan jika tidak dijalani tan-pa ilmu, maka timbul masalah baru. Berperilaku sewenang-wenang menurutkan nafsunya. Pun berkeluarga, juga harus dengan ilmu.
Semua sudah ada ilmunya. Tinggal kita yang memilih apakah ilmu tersebut akan diambil atau tidak. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk mencari ilmu, dan Allah meninggikan orang-orang yang berilmu.
“Niscaya Allah akan meninggikan beberapa de-rajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan bebera-pa derajat.” (QS. al-Mujadalah [58]: 11)
Nah, sahabat Swadaya mari kita manfaatkan berbagai fasilitas ilmu dalam kehidupan ini. Khu-susnya menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai ja-lan lebih dekat kepada-Nya. Termasuk meyakini bahwa pendidikan sebagai jalan menggapai hidup lebih berkah. Hidup di bawah naungan rida Allah.
Jika keyakinan ini menghujam erat dalam pola pikir dan keseharian kita, maka kita pun pasti le-bih memilih pendidikan sebagai warisan bagi anak cucu. Alih-alih mewariskan mereka harta benda yang seringkali menimbulkan fi tnah, mewariskan ilmu tentu jauh lebih tepat. Membekali dengan pendidikan formal/non formal yang membuat me-reka menjadi pribadi matang. Pribadi yang layak disebut sebagai insan kamil.
Sapa Redaksi
Kabar Cabang
Kolom A Deda
Kabar DPU
Seputar
Islam
Curhat
Muslimah
Salam
Fokus
Hidup Bugar
& Konsultasi
Hikayat
Pena Sahabat
Hikmah
Info & Kuis
Sahabat
Cinta Wakaf
Serba Serbi
Jejak Program
Kolom Aa Gym
Galeri
hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal Mewariskan Ilmu, Mewariskan Keberkahan Mendongkrak Sikap Berani Zakat untuk MencerdaskanDoa bagi Orang-tua Non Muslim
Mendidik Anak dalam Ketidaksale-han Orangtuanya Zakat, Solusi Kebodohan dan Kemiskinan Umat Warisan Berharga Itu Bernama Ilmu Manfaat Tidur dalam Keadaan Gelap Ibnu Abbas, Teladan bagi Penuntut Ilmu Seni Mendidik Anak, Inilah Curahan Hati Pipik Dian Irawati
Suami Istri Ini Kompak Berwakaf Makanan yang Disukai Rasulullah Berbagi karena Bersyukur Dedikasi Mem-bangun Generasi Mandiri, Cerdas, dan Islami
Gelar, Ilmu, dan Rahmat Allah Peruntukan Beasiswa bagi Mahasiswa
3
22
4
23
Keuangan
hal5
24
6
7
26
10
30
11
32
14
33
15
34
18
20
Mewariskan Ilmu,
Mewariskan Keberkahan
daftarisi
S
Media Komunikasi Daarut TauhiidW
adaya
Diterbitkan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional SK Menteri Agama RI No. 410 Tahun 2004 Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid ISSN 1693-3087 Penasihat KH. Abdullah
Gymnastiar Pengarah H. Gatot Kunta Kumara, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, KH. Hilman Rosyad Syihab, LC, Abu Fadhli Dewan Redaksi H. Herman, H. Cucu Hidayat, Sansan Darajat Pemimpin Redaksi Suhendri Cahya Purnama Redaktur Pelaksana Astri Rahmayanti Staf Redaksi Cristi Aningsih Sarif, Agus Iskandar Darmawan
Ko-responden Inggar Saputra (Jakarta) Taufi k Hidayat (Bogor) Hanifah Andini (Bekasi) Indra (Priangan Timur) Asep Juhandy (Garut) Andri Adi (Semarang) Sodikin (Solo)
Nurdin Syaiful Baladi (Yogyakarta) Eko Yunianto (Lampung) Rizka Zahara (Palembang) Ikro Bismitama (Batam) Ahmad Yulis (Jambi) Layouter Magenta Alamat redaksi Jalan Gegerkalong Girang No. 32 Bandung, Jawa Barat Telp/Fax. 022-2021 861 / 2021 862 e-mail [email protected] website www.dpudt.org
Swadaya Edisi No 161 Januari 2016
H. Herman, S.Sos
Direktur Utama DPU Daarut Tauhiid/Ketua Fozwil Jabar
Oleh:
kabarDPU
Zakat untuk
Mencerdaskan
KONDISI masyarakat Indonesia saat ini, banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Selain kondisi ekonomi mereka yang buruk, tingkat pendidikannya juga rendah. Maka, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid berusaha membantu mengentaskan masalah tersebut. Tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi yang lebih utama membantu dari sisi pendidikan.
S
alah satu hal yang membuat orang tidak berdaya atau lemah itu, tidak hanya dari sisi ekonomi saja, tetapi juga dari pendi-dikannya yang kurang. Maka, bisa jadi ketika seseorang memiliki ekonomi yang kuat, tapi tidak memiliki ilmu yang cukup, maka dia akan jatuh miskin menjadi mustahik.Hal itulah yang membuat dana zakat di DPU Daa-rut Tauhiid, sebagiannya dianggarkan untuk program beasiswa. Karena dengan pendidikan yang tinggi, kami yakin yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa, kehidupannya akan menjadi lebih baik.
Mengapa DPU Daarut Tauhiid memberikan beasiswa kepada yang tidak mampu? Karena dana yang kita gunakan adalah dana zakat, infak dan sedekah. Lalu, mengapa yang dipilih adalah anak-anak tidak mampu dan memiliki prestasi? Karena ketika kita menolong, kita juga harus selektif.
Program beasiswa pendidikan ini merupakan program unggulan di DPU Daarut Tauhiid. Ini kare-na kami meyakini, ketika seseorang dibekali ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik, maka proses perubahan dari mustahik menjadi muzakki bisa lebih cepat.
Apalagi warisan ilmu adalah warisan yang jauh lebih berharga dari harta. Artinya, dengan ilmu yang cukup, kami yakin berdampak pada ekonomi, kesehatan, dan semua aspek kehidupannya. Al-hamdulillah, ribuan penerima beasiswa dari DPU Daarut Tauhiid saat ini sudah banyak yang sukses.
Anak-anak yang menerima beasiswa dari DPU Daarut Tauhiid, tidak hanya dididik agar cerdas dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi agama. Harapan-nya, mereka menjadi generasi berkarakter Baik & Kuat (BAKU) dan berakhlak mulia. Bahkan ada juga yang menjadi hafi z dan hafi zah (penghafal al-Quran).
Jadi, salah satu faktor penunjang untuk mem-berdayakan mustahik adalah dengan memberikan mereka pendididkan. Ada pun DPU Daarut Tauhiid telah memberikan beasiswa pendidikan formal seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga pergu-ruan tinggi. Sedangkan untuk pendidikan non for-mal, DPU memberikan pelatihan-pelatihan. Seperti pelatihan pengurusan jenazah, balai kreatif, dan kewirausahaan.
Semoga beasiswa pendidikan yang kami beri-kan dapat membantu mustahik keluar dari bawah garis kemiskinan. Menjemput masa depan gemi-lang. Hidup sejahtera, selamat dunia dan akhirat.
keuangan
ke
u
anga
n
DOMPET PEDULI UMMAT DAARUT TAUHIID
LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA GABUNGAN BULAN NOVEMBER 2015 (UN AUDITED)
SUMBER DANA
Penerimaan dana Zakat Rp 538,124,474.13 Penerimaan dana Infaq Shadaqah Rp 446,357,795.90 Penerimaan dana Infaq Shadaqah Terikat Rp 440,307,524.00 Penerimaan dana Wakaf Rp 115,853,998.47 Penerimaan dana Pengelola Rp 478,003,273.09 Penerimaan dana Jasa Bank Rp 2,988,243.00
Jumlah Penerimaan Dana Rp 2,021,635,308.59
PENGGUNAAN DANA
Dana Zakat
Penyaluran untuk Fakir Miskin Rp 680,733,005.73 Penyaluran untuk Muallaf Rp 900,000.00 Penyaluran untuk Ibnu Sabil Rp 610,000.00 Penyaluran untuk Fisabilillah Rp 22,284,800.00
Jumlah Dana Zakat Rp 704,527,805.73
Dana Infaq Shadaqah
Program Kebutuhan hidup dasar Rp 417,400.00 Program Pendidikan Rp 12,753,300.00 Program Kesehatan Rp 1,400,000.00 Program Ekonomi Rp 1,325,000.00 Program Dakwah Sosial Rp 365,037,806.00 Program Kemanusiaan Rp 1,762,000.00 Program Pemberdayaan Komunitas Rp 60,000.00 Program Pembangunan Infrastruktur Rp 18,000,000.00
Jumlah Dana Infaq Shodaqoh Rp 400,755,506.00
Dana Infaq Shodaqoh Terikat
Program Dakwah Sosial Rp 53,116,200.00 Program Fidyah Rp 720,000.00 Program Qurban Rp 400,916,600.00 Program Pendidikan Rp 62,533,200.00 program pemberdayaan ekonomi Rp. 55.760.000 Program Kemanusiaan/ Bencana Rp 152,291,300.00 Program Pusosman Rp 5,815,200.00 Program Aqiqah Rp 15,830,000.00 Penyaluran non cash dan lainnya Rp 8,710,000.00
Jumlah Dana Infaq Shodaqoh Terikat Rp 755,692,500.00
Dana Wakaf
Penyaluran wakaf Rp 300,000,000.00
Jumlah dana Wakaf Rp 300,000,000.00
Dana Pengelola
Operasional Kantor Rp 412,287,915.07
Jumlah Dana Pengelola Rp 412,287,915.07
Jumlah Penggunaan Dana Rp 2,573,263,726.80
Surplus / Defi sit Rp (551,628,418.21)
Saldo Awal per 01 November 2015 Rp 11,894,759,753.82
Saldo Akhir per 30 November 2015 Rp 11,343,131,335.61
* Saldo dana yang tersedia merupakan saldo konsolidasi kantor pusat, cabang dan unit DPU (Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Lampung, Palembang, Bogor, Tasikmalaya, Batam, Bekasi, Jambi, Garut , Metro Lampung, dan Solo) dan digu-nakan untuk membiayai program-program bulan berikutnya
D
ari sisi agama, perintah menuntut ilmu juga bisa ditemui dalam al-Quran. Bahkan, ada hadis yang mengatakan, apabila kita ingin selamat di dunia dan akhirat maka harus punya ilmu. Ada pun ilmu tersebut bisa diper-oleh melalui proses pendidikan.Namun sangat disayangkan karena keterbatas-an ekonomi, pendidikketerbatas-an menjadi barketerbatas-ang lketerbatas-angka bagi sebagian orang. Berdasarkan data UNICEF tahun ini, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menik-mati pendidikan lanjutan. Kelompok anak-anak ini sebagian besar berasal dari keluarga miskin, sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang se-lanjutnya.
Jauh sebelum teori-teori Barat membahas ten-tang cara mengatasi kemiskinan, Islam sebagai aga-ma rahaga-matan lil ‘alamin terlebih dahulu menegaskan konsep pengentasan kemiskinan. Zakat. Ya, zakat merupakan solusi untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi.
Masih ingatkah kita dengan kisah Umar bin Abdul Aziz? Pada zaman kekhalifahan beliau, tidak ada lagi masyarakat yang berhak menerima zakat.
Betapa sejahteranya umat pada masa itu dengan pemberdayaan dana zakat.
Zakat yang merupakan salah satu dari rukun Islam ini memiliki dua dimensi ibadah. Pertama, di-mensi vertikal. Zakat menjadi bagian ibadah yang harus dilakukan seorang hamba sebagai perwuju-dan taat terhadap perintah Rabb-nya. Kedua, zakat memiliki dimensi horizontal yang berarti, zakat merupakan bentuk tanggung jawab sosial kita ter-hadap lingkungan sekitar.
Zakat untuk pendidikan memiliki nilai lebih pada harta yang disalurkan. Karena dengan zakat yang kita keluarkan untuk program pendidikan, memacu semangat anak-anak untuk bersekolah dengan giat. Dana tersebut produktif, walaupun hasilnya tidak bisa langsung terlihat.
Dengan adanya program-program pendidikan yang digulirkan oleh lembaga amil zakat terutama DPU Daarut Tauhiid, sedikit banyak telah mengurangi angka putus sekolah kalangan masyarakat yang tidak mampu. Bila zakat dapat diimplementasi secara optimal, ia me-miliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan generasi cerdas dan berakhlakul karimah.
Zakat, Solusi Kebodohan
dan Kemiskinan Umat
Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manu-sia. Pendidikan memberikan efek penting dalam berbagai sisi kehidupan. Mulai dari pola pikir, keyakinan, dan sikap hidup yang bermuara pada peningkatan kualitas hidup.
Indra Firdaus
Kepala Cabang DPU Daarut Tauhiid Palembang
Oleh:
fokus
fokus
fokus
APA yang terpikir saat mendengar kata “warisan”?
Tanah, emas, uang, harta, atau rumah beserta
isinya? Semua itu bisa jadi benar. Tak jarang
kebanyakan orang mempermasalahkannya ketika
kedua orangtuanya meninggal. Bahkan masalah
warisan sudah ramai dibahas tatkala keduanya
masih hidup. Malah tidak sedikit yang saling bunuh
hanya karena masalah ini. Astagfi rullah.
WARISAN BERHARGA ITU
BERNAMA ILMU
H
arta, tanah, perhiasan dan sebagain-ya akan habis seiring berjalannsebagain-ya waktu. Jika tidak digunakan dalam kebaikan, maka harta tersebut hanya hilang tanpa arti. Bahkan bisa men-jadi beban kelak di yaumil akhir. Berbeda dengan ilmu, warisan yang satu ini takkan habis dilekang waktu. Walaupun sudah tua atau sudah meninggal dunia, ilmu tetap hidup dan berkembang sesuai perkembangan zaman.Ilmu yang diamalkan menjadi amalan yang ti-dak terputus walaupun seseorang telah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat menjadi “penolong” dan tetap mengalirkan pahala untuk seseorang wa-laupun ia telah tiada.
Rasulullah saw bersabda, “Jika seseorang
me-ninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang diman-faatkan, atau doa anak yang sholeh” (HR. Muslim
no.1631)
Harta berbuah kebaikan jika dikelola dengan ilmu. Harta yang dikelola dengan baik dan di-belanjakan di jalan Allah dapat menjadi “penolong” manusia kelak walaupun telah tiada. Begitu juga dengan anak. Mendidik anak harus tahu ilmunya. Jika salah ilmunya atau bahkan tidak tahu ilmunya, maka berimbas pada anak itu sendiri dan kepada kedua orangtuanya.
Warisan Rasulullah
Pada suatu hari Abu Hurairah berdiri di pasar Kota Madinah. Kemudian dia berkata kepada para pedagang, “Wahai para pedagang, mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?” Mereka bertanya kebingungan, ” Ada apa kiranya ya Abu Hurairah?”
Abu Hurairah menjawab, “Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad saw tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri di sini? Apak-ah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?” Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius, “Di mana ya Abu Hurairah?!” “Di Masjid Rasu-lullah,” jawab Abu Hurairah.
Setelah diberitahu demikian, para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah, sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal di situ, tidak ikut pergi. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kem-bali ke pasar.
Abu Hurairah bertanya kepada mereka, “Men-gapa kalian kembali?” Mereka segera menjawab dengan nada kesal, “Ya Abu Hurairah, kami telah datang ke masjid, tetapi setiba di sana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah.”
Abu Hurairah bertanya lagi, “Apakah kalian tidak melihat seorang pun di masjid?”. “Bukan demikian ya Abu Hurairah, kami melihat banyak orang tetapi
bukan yang seperti yang kau maksud. Kami melihat banyak orang sedang salat, sementara sekelompok lainnya ada yang mengaji al-Quran, dan ada pula yang sedang memelajari soal-soal yang haram dan halal,” jawab para pedagang dengan agak sewot.
Mendengar uraian para pedagang tersebut, Abu Hurairah menjelaskan, “Wahai para pedagang, ketahuilah, itulah warisan Muhammad saw yang paling berharga untuk kalian semua.” (HR. Tabrani)
Banyak benda peninggalan Rasulullah yang tersimpan di beberapa museum. Di antaranya Mu-seum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Beberapa benda peninggalan Rasulullah itu, di antaranya: kunci Ka’bah zaman Nabi Muhammad saw, baju gamis, jejak kaki, beberapa helai rambut dari jang-gut Nabi Muhammad saw, pedang milik Nabi hammad saw, surat yang pernah ditulis Nabi Mu-hammad saw, pintu emas makam Nabi MuMu-hammad saw, dan lain-lain.
Dari sekian banyak benda–benda peninggalan Nabi itu, ternyata al-Quran dan Hadits sebagai wari-san peninggalan Rasulullah yang paling berharga. Keduanya menjadi pedoman umat manusia ke jalan yang benar hingga akhir zaman. Itu artinya, ilmu ternyata lebih penting daripada harta. Dengan ilmu, seseorang dapat menjalani kehidupannya dengan selamat, baik di dunia maupun di akhirat.
“Alif Laam Raa… (ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu (Muhammad) supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada ca-haya terang benderang dengan izin Tuhan, (Yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha terpuji.” (QS. Ibrahim [14]: 1)
Belajar dari Negeri Sakura
Enam hari setelah bom atom dijatuhkan di Hi-roshima dan Nagasaki pada 1945, Jepang meny-erah tanpa syarat pada Perang Dunia II (1942-1945). Kaisar Hirohito (bertakhta 1926-1989) berupaya membangun kembali bangsanya yang sudah por-ak-poranda itu. Ia memerintahkan menteri pendidi-kannya untuk menghitung jumlah guru yang ting-gal dan masih hidup.
Satu sumber menyebutkan, jumlah guru yang tersisa di Jepang pada saat itu adalah sebanyak 45
ribu orang. Sejak itu, Kaisar Hirohito gerilya men-datangi para guru tersebut dan memberi perintah juga arahan. Rakyat Jepang saat itu sangat menjun-jung titah dari kaisar.
Mengapa saat itu kaisar Jepang lebih mement-ingkan jumlah guru daripada jumlah perusahaan atau jumlah pabrik yang tersisa? Itu artinya, kaisar Jepang lebih tahu mana yang lebih menjamin ke-hidupan rakyatnya. Dengan ilmu yang dimiliki para guru tersebut, lihatlah kondisi Jepang sekarang. Setelah pengeboman yang menyakitkan itu, kini Jepang menjadi negara maju dari berbagai sisi.
Namun, memiliki ilmu saja tidak cukup. Ini ka-rena ilmu juga harus didasari dengan iman kepada Allah SWT. Apalagi Allah akan meninggikan orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Allah SWT berfi rman, “… Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang-orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.
al-Mujadalah [58]: 11)
Mengapa Allah SWT menggandengkan antara iman dan ilmu? Karena kedua kata tersebut memi-liki hubungan satu sama lain yang sangat erat. Jika orang bertambah ilmunya, maka semestinya ber-tambah juga imannya. Dengan ilmu dan iman yang dimiliki, maka semestinya semakin cintalah manu-sia kepada pencipta-nya. Karena pada hakikatnya ilmu diciptakan Allah agar manusia mengenal dan menjadi dekat dengan-Nya. Wallahu ‘alam bisha-wab. (Astri Rahmayanti)
hikayat
MENUNTUT Ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan. Kesungguhan dalam melaksanakan kewajiban ini diperlihatkan oleh
para sahabat Rasulullah saw. Salah seorang di antaranya adalah Ibnu Abbas.
IBNU ABBAS,
TELADAN BAGI PENUNTUT ILMU
kau tidak mengutus salah seorang agar aku men-datangimu?”
Ibnu Abbas menjawab, “Tidak, akulah yang lebih berhak mendatangimu. Telah sampai hadis kepadaku darimu bahwa engkau mendengar dari Rasulullah. Aku ingin mendengar langsung darimu.”
Dikisahkan pula bahwa suatu waktu Ibnu Abbas melihat Zaid bin Tsabit hendak menaiki tunggan-gannya. Maka Ibnu Abbas pun berdiri di depannya, lalu memegang t u n g g a n g a n tersebut agar
Zaid naik dan mengambil tali kekangnya.
Zaid ber-kata kepadan-ya, ”Tinggal-kan itu, wahai
anak paman Rasulullah!” Ibnu Ab-bas menjaw-ab, “Demiki-an kami d i p e r i n t a h untuk mem-perlakukan (menghormati) ulama kami.”
Zaid kembali berkata, “Keluarkan tanganmu.” Lalu Ibnu Abbas mengeluarkan tangannya, dan Zaid pun menciumnya seraya berucap, “Demikian kami diperintah untuk memperlakukan ahli bait Rasulullah.”
Semoga para pecinta ilmu senantiasa menel-adani kesungguhan para generasi terdahulu dalam menuntut ilmu. Supaya berbuah keyakinan yang kuat kepada Allah, dan rahmat-Nya tercurah kepa-da para pecinta ilmu. Amiin. (berbagai sumber)
I
bnu Abbas adalah putera paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, dan ibunya bernama Ummul Fadl Lababah binti Harits, saudari Ummul Mukminin Maimunah. Di rumah bibinya ini, Ibnu Abbas terkadang menginap agar dapat belajar langsung dari Rasulullah.Sejak kecil beliau memang gemar menuntut ilmu. Suatu waktu Rasulullah saw mendoakan Ibnu Abbas, “Ya Allah, berilah ia pengertian dalam bidang
agama dan berilah ia pengetahuan takwil (tafsir).”
M e n d a p a t k e b e r k a h a n doa Rasulullah ini, Ibnu Abbas pun dikenal se-bagai seorang ahli tafsir. Selain itu beliau juga banyak meriway-atkan hadis, yakni terbanyak kelima setelah Abu Hurai-rah, Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan Ummul Muk-minin Aisyah.
Setelah
Rasu-lullah wafat, kesungguhan belajar Ibnu Abbas tidak kendur. Beliau terus menimba ilmu dari para saha-bat yang masih hidup. Seperti suatu saat beliau per-nah mendatangi seorang sahabat di waktu siang untuk mendengar hadis darinya. Namun ternyata sahabat tersebut sedang beristirahat. Ibnu Abbas lalu menunggu di depan pintu sehingga ketiduran dan mukanya terkena debu.
Ketika sahabat tersebut membuka pintu, maka ia terperanjat mengetahui kehadiran Ibnu Abbas. Lalu ia berkata, “Wahai anak paman Rasulullah, apa yang membuat engkau datang? Mengapa
eng-t t m y k a a a u l
hikmah
SENI MENDIDIK ANAK,
INILAH CURAHAN HATI PIPIK DIAN IRAWATI
USAI ditinggal wafat suaminya, Ustaz Jefri al-Bukhori (Uje) pada 26 April 2013 lalu, Pipik Dian Irawati (Ummi Pipik) mau tidak mau dituntut menjadi single parent bagi keempat anaknya. Cobaan beruntun pun mewarnai
kehidupan Ummi Pipik.
S
etahun kemudian, pada Juni 2014, ayahanda Ummi Pipik meninggal dunia. Belum genap 40 hari kehilan-gan ayahanda tercinta, ujian kembali menghampiri. Rumah Ummi Pipik di kawasan Rempoa, Jakarta Selatan dilanda musibah kebakaran. Nahasnya, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu meluluhlantak-kan lantai dasar rumah.
Bangkit dari Keterpurukan
Bagi Ummi Pipik, kenangan tentang Uje tidak pernah terlupakan. Ia memahami bahwa Islam melarang umatnya berlarut-larut dalam kesedi-han. Ummi Pipik pun berusaha tegar dan bangkit kembali.
Ummi Pipik berusaha menjelaskan kepada empat anaknya, bahwa kebahagiaan itu tidak didapatkan dari seorang ayah kepada anak, atau suami kepada istri. Ada atau tidaknya ayah dan suami, kebahagiaan tetap datang. Karena ke-bahagiaan berasal dari Allah semata. Ada pun kerinduan pada Uje, menurutnya itu adalah hal manusiawi.
Kendati sempat terpuruk, kini Ummi Pipik mampu bangkit menata hidupnya. Bisnis butik
rumah tangga. Namun, ada kondisi-kondisi yang membuat ibu itu harus bekerja di luar rumah. “Mungkin karena faktor ekonomi yang tidak men-cukupi atau seperti ummi yang ditinggal wafat oleh suami. Kita tidak boleh menghakimi seorang istri dan ibu yang bekerja di luar rumah, berbaik sangka saja dan bersyukur dengan keadaan kita. Jangan merasa diri paling benar, sehingga mudah meng-hakimi orang lain,” lanjutnya.
Mendidik Anak dengan Teladan
Banyak teori dalam mendidik anak. Namun, bagi Ummi Pipik, cara yang paling ampuh adalah dengan memberikan teladan. “Ibu itu sangat pent-ing bagi anak-anak. Ibu adalah icon yang 24 jam pasti bersama anaknya dibandingkan ayah. Karena ayah kan bekerja untuk mencari nafkah,” ujarnya.
“Jika ingin memiliki anak yang saleh, rajin salat, lihat dulu kita sebagai ibunya rajin salat nggak? Anak sering salat berjamaah nggak dengan ibunya? Atau kita sebagai ibu hanya menyuruh saja? Kita ingin punya anak rajin baca al-Quran. Kita lihat ibu-nya, mengajari anaknya membaca al-Quran nggak? Karena anak ini akan melihat, bagaimana yang dia contoh,” lanjut Ummi Pipik.
Menurut Ummi Pipik, jika anak tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka yang harus men-gevaluasi diri adalah orangtuanya. “Jadi, kalau anak kita akhirnya nggak sesuai dengan harapan kita. Ya, yang harus dievaluasi adalah kita dulu sebagai orangtuanya,” katanya.
Ummi Pipik menjelaskan bahwa ada banyak anak yang menganggap orangtuanya sebagai monster yang menyeramkan. Anak-anak itu taat kalau di depan orangtuanya. Sementara di luar, anak-anak itu bebas melakukan apa saja sesukanya. yang ia bangun bersama Uje sudah dibuka
kemba-li, setelah sempat tutup karena musibah kebakaran. Koleksi pakaian di butiknya pun banyak diminati oleh masyarakat.
Selain mengurus anak-anak dan butik, Ummi Pipik juga aktif mengisi tausiah dan beragam keg-iatan sosial lainnya. Ditemui usai mengisi tausiah pada acara yang diselenggarakan oleh Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid beberapa wak-tu lalu di Bandung, Ummi Pipik menceritakan pahit manis pengalaman mengasuh dan mendidik anak. Seni mendidik keempat anaknya sepeninggal Uje. Ibu Rumah Tangga, Sedekah yang Abadi
Menurut Ummi Pipik, menjadi ibu rumah tang-ga adalah profesi santang-gat mulia bagi seorang perem-puan. “Menjadi ibu rumah tangga adalah sedekah yang abadi. Tidak ada yang bisa mengalahkan se-dekah seorang ibu rumah tangga. Ia rela mengu-rus anak dan keluarganya dalam satu hari 24 jam, setiap hari, sepanjang tahun, bahkan tidak ada hari libur,” tuturnya.
Sebelum ditinggal suaminya, konsentrasi Ummi Pipik hanya pada keluarga. Ummi Pipik yang men-gasuh dan mendidik empat orang anaknya. Ada pun bisnis butik yang dibangun bersama suami, itu bukanlah konsentrasi utama.
“Seorang perempuan menikah bukan berarti ide-ide dan kreativitas menjadi mati. Kita tetap bisa berkarya dengan catatan tidak meninggalkan tugas utama, yaitu mengurus dan mendidik anak-anak. Ummi sewaktu Uje masih ada, Uje yang bertugas mencari nafkah. Ummi di rumah, karena memang seharusnya begitu,” ujarnya.
Seorang perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak, idealnya memang menjadi ibu
“Jangan sampai kita jadi orangtua seperti itu. Jadi-lah sahabat yang baik untuk mereka. Memberikan nasihat yang baik. Memberi batasan-batasan mana yang baik dan buruk, utamanya sih memberikan contoh, teladan yang baik,” jelasnya.
“Biasanya, ummi dan almarhum Uje mendidik anak dengan memperlihatkan contoh yang nyata, bukan hanya bicara. Misalnya, waktu kita jalan naik mobil sekeluarga. Kemudian ada tukang minta-minta. Biasanya ummi berhenti dulu. Ummi bilang ke anak-anak, ayo kalian mau ngeluarin uang nggak buat sedekah ke mereka?” ujarnya.
Ummi Pipik memberi saran kepada para orang-tua untuk tidak menyayangi anak secara berlebi-han. “Tidak semua permintaan anak harus dituruti dan dipenuhi. Misalnya, ketika anak minta sepatu baru, karena lihat temannya pakai sepatu baru den-gan merek tertentu. Kita lihat dulu, sepatu anak ma-sih bagus dan layak dipakai nggak. Jangan sampai membelikan sesuatu untuk gaya saja. Itu kebiasaan yang kurang baik,” tuturnya.
DPU Daarut Tauhiid adalah Tabungan Akhirat Bagi ibu empat orang anak itu, DPU Daarut Tauhiid adalah ladang memaksimalkan diri dalam beramal. “Kita hidup di dunia ini kan tidak sendiri, butuh orang lain. Saya melihat DPU Daarut Tauhiid ini sebagai tabungan akhirat. Saya salut dengan ide-ide timnya dalam hal mengajak orang lain untuk berzakat dan
berse-dekah,” katanya.
“Menurut saya, bukan DPU Daarut Tauhiid yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan DPU Daarut Tauhiid untuk menyalurkan zakat dan sedekah. Bayangkan saja, uang sedekah atau zakat yang kita salurkan, di-kelola dalam sebu-ah program untuk kemudian diberikan kepada yang mem-butuhkan. Mustahik (penerima zakat) tidak hanya menda-pat materi saja, tetapi mendapatkan pendidik-an dpendidik-an ilmu wirausaha. Ini menarik sekali bagi saya,” lanjut
Ummi Pipik.
Ummi Pipik dan Uje pun sudah mengajarkan anak-anak mereka tentang pentingnya sedekah sejak kecil. “Saya dan almarhum Uje selalu ber-usaha memberikan teladan yang baik bagi anak-anak kami. Karena kalau kami ingin anak-anak kami menjadi anak-anak yang ahli sedekah, maka kami juga harus menjadi ahli sedekah. Kalau kita se-bagai orangtua pelit, anaknya kemungkinan besar akan jadi anak yang pelit juga,” tuturnya. Ummi Pipik juga mengingatkan agar apa pun yang dilakukan termasuk sedekah, haruslah karena Allah SWT. “Perjalanan akhirat itu panjang. Dunia hanya sebentar. Mari kita perbanyak sedekah untuk bekal kita di akhirat. Satu lagi yang penting, sedekahlah pada yang benar-benar membutuhkan atau ke lembaga yang tepat seperti DPU Daarut Tauhiid,” pungkasnya.
(Cristi Aning-sih Sarif) gan merek tertentu. Kita lihat dulu, sepatu anak ma
sih bagus dan layak dipakai nggak. Jangan sampai membelikan sesuatu untuk gaya saja. Itu kebiasaan yang kurang baik,” tuturnya.
DPU Daarut Tauhiid adalah Tabungan Akhirat Bagi ibu empat orang anak itu, DPU Daarut Tauhiid adalah ladang memaksimalkan diri dalam beramal. “Kita hidup di dunia ini kan tidak sendiri, butuh orang lain. Saya melihat DPU Daarut Tauhiid ini sebagai tabungan akhirat. Saya salut dengan ide-ide timnya dalam hal mengajak orang lain untuk berzakat dan
berse-dekah,” katanya.
“Menurut saya, bukan DPU Daarut Tauhiid yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan DPU Daarut Tauhiid untuk menyalurkan zakat dan sedekah. Bayangkan saja, uang sedekah atau zakat yang kita salurkan, di-kelola dalam sebu-ah program untuk kemudian diberikan kepada yang mem-butuhkan. Mustahik (penerima zakat) tidak hanya menda-pat materi saja, tetapi mendapatkan pendidik-an dpendidik-an ilmu wirausaha. Ini menarik sekali bagi saya,” lanjut
pungkasnya.
(Cristi Aning-sih Sarif)
cintawakaf
S
ebut saja Fulan dan Fulanah. Dari penampi-lannya, terlihat kalau sepasang suami istri ini telah mengalami perjalanan yang jauh. Ternyata benar saja. Fulan dan Fulanah berasal dari Tanah Andalas. Mereka sengaja men-gantarkan sebagian hartanya untuk diwakafkan. Sembari melepas lelah, Fulan dan Fulanah menceri-takan tujuannya datang ke Bandung.Fulan dan Fulanah berasal dari keluarga sederhana. Keduanya hidup pas-pasan. Tidak bergelimang harta, bahkan penghasilannya sebagai petani pun hanya cuk-up untuk makan sehari-hari. Termasuk membiayai anak-anaknya sekolah, yang salah seorangnya sedang nyantri di salah satu pesantren di Jawa Timur.
Keduanya boleh dikatakan sebagai suami istri yang kompak. Setelah mendengar iklan wakaf seta-hun silam, keduanya bersepakat untuk mulai mena-bung dan menyisihkan sebagian uang belanja dan dimasukkan ke celengan khusus. Saat itu keduanya dilanda kebingungan. Setelah uang terkumpul dan celengannya penuh, mereka tidak tahu harus me-wakafkan uang itu kepada siapa. Tempat tinggal mereka cukup terpencil dan sangat jauh jika harus ke bank. Akhirnya keduanya kembali bersepakat menabung untuk pergi ke Bandung.
“Saya nggak ngerti ke bank, jauh. Saya juga
ng-gak punya ATM. Jadi bingung saya serahkan
uang-nya ke mana. Akhiruang-nya kami nabung lagi biar bisa nyerahin ini,” tutur Fulanah.
Tertunai Sudah
Setahun berlalu. Tanpa terasa tabungan mereka sudah banyak. Celengannya pun terasa penuh. Saat anak yang di pesantren lulus, keduanya sengaja datang ke Jawa Timur untuk menjemput anaknya. Setelah menjemput anaknya, mereka berdua me-nyempatkan mampir ke Bandung, khususnya ke DT. Setelah berhari-hari di jalanan dengan perjalan-an yperjalan-ang tidak mudah, akhirnya mereka berdua sam-pai di DT. Penuh kelegaan, keduanya menyerahkan
uang dari celengan. Tidak seperti uang yang baru keluar dari bank, yang lazimnya baru dan segar. Dengan kondisi masih tergulung dan terikat karet gelang, mereka menyerahkan uang yang dikum-pulkannya sejak lama. Jumlahnya terbilang banyak. Kebahagiaan tersirat jelas di wajah keduanya. Den-gan mata yang berkaca-kaca, harapan demi hara-pan mereka sampaikan kepada petugas wakaf DT.
“Alhamdulillah, susah payah akhirnya bisa ke sini. Hati saya sudah tenang, karena saya sudah menunaikan niat saya dari dulu. Kami juga mohon doanya, semoga anak saya bisa sekolah di sini,” tu-tur Fulanah sambil terisak. Keduanya pun pulang dengan penuh kebahagiaan.
Sahabat, ketika Allah tanamkan tekad di hati ham-ba-Nya, maka siapa pun tidak bisa menghalangi. Usia tidak jadi halangan, jarak pun tidak jadi hambatan. Ketika niat sudah mantap, maka berikhtiarlah semak-simal mungkin karena Allah pasti memberi jalan.
Siapa pun, tua-muda, karyawan, direktur, pet-ani, pengusaha, pelajar, semuanya memiliki kesem-patan yang sama. Tidak ada batasan dalam beramal (berwakaf ). Surga itu milik Allah dan siapa saja berhak memiliki rumah di surga-Nya. Bagi sahabat yang ingin berwakaf, dapat bersilaturahim lang-sung ke kantor wakaf di SMM lantai 2 atau transfer ke rekening Mandiri Syariah: 77.66.77.66.33 dan BNI: 2251.2118 a.n Yayasan Daarut Tauhiid. Info: 085-200-123-123. (Astri Rahmayanti)
BEBERAPA waktu lalu, salah seorang petugas wakaf Daarut Tauhiid (DT) kedatangan tamu istimewa. Tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya, seperti biasa Iis Nurlatipah bertu-gas menerima titipan wakaf dari muwakif (orang yang berwakaf). Saat menjelang sore, Iis
kedatangan sepasang muwakif spesial.
SUAMI ISTRI INI
KOMPAK BERWAKAF
Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid hadir
sebagai lembaga amil zakat yang menggulirkan program
pemberdayaan berkelanjutan kepada umat. DPU Daarut
Tauhiid berusaha mengangkat taraf hidup dengan program
yang digulirkan tersebut.
jejakprogram
DEDIKASI MEMBANGUN GENERASI
MANDIRI, CERDAS, DAN ISLAMI
formal maupun non formal. Hal ini disesuaikan den-gan potensi yang terdapat di cabang dan unit terse-but. Secara nasional, DPU Daarut Tauhiid mem-berikan layanan beasiswa kepada 1.407 penerima manfaat (siswa maupun mahasiswa). Sementara itu, penerima manfaat program pendidikan non formal mancapai 970 orang.
Jumlah ini merupakan akumulasi dari berbagai cabang dan unit. Contohnya, Unit Solo yang meng-gulirkan program pendampingan kepada 50 siswa TK Islam Terpadu (TKIT) al-Majida di Dukuh Pulere-jo, Kabupaten Sragen.
Contoh lain, Cabang Yogyakarta memberikan beasiswa dengan dua program unggulan yang dig-ulirkan. Yaitu, Program Beasiswa Mandiri bagi enam mahasiswa di setiap angkatan. Pada 2015 ini meru-pakan angkatan kesepuluh. Kemudian, Program Beasiswa Prestatif yang diberikan kepada siswa di jenjang SMP dan SMA selama satu tahun per peri-ode. Penerima besasiswa ini juga mendapatkan pembinaan berupa halaqah per pekan, serta pen-didikan dan pelatihan karakter BAKU.
Lalu, Unit Bekasi memberikan beasiswa formal melalui pendirian TKIT Fikrul Akbar. Untuk pendidi-kan non formalnya, berupa pendirian Rumah Quran Daarut Tauhiid yang memberikan pengajaran al-Quran dan melahirkan penghafal al-Quran (hafi z).
Untuk Cabang Palembang mendirikan seko-lah MTs Terapan (MTST) at-Tauhiid sebagai program pemberdayaan umat melalui pendidikan. Didirikan pada 2014, kini sekolah tersebut menampung 52 siswa, 39 di antaranya merupakan santri mukim.
Lain halnya dengan Cabang Jakarta yang
S
alah satu pilar program utama DPUDaarut Tauhiid adalah pilar pendidikan. Tidak hanya sekadar mengubah musta-hik menjadi muzakki, tetapi juga mem-bangun generasi mandiri, cerdas, dan islami. Ketiga hal ini merupakan aplikasi dari tiga landasan dasar DT, yaitu Zikir, Pikir, dan Ikhtiar.
Program yang digulirkan DPU Daarut Tauhiid pun mencakup pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal meliputi jenjang pendidikan TK hingga Perguruan Tinggi (S1). Sementara itu, pen-didikan non formal mencakup pelatihan beragam
skill, beasiswa pesantren tahfi z, serta pendidikan
keluarga.
Variasi Program Setiap Cabang
Setiap cabang dan unit DPU Daarut Tauhiid menggulirkan program pendidikan berbeda, baik
fokus pada pemberian beasiswa kepada mahasiswa melalui dua program yakni Beasiswa Pengabdian dan Beasiswa Sinergis. Untuk program pendidikan non formal, Jakarta mendirikan Balai Latihan Kerja Cahaya Indonesia yang memberikan pelatihan tata busana, service HP, dan handcraft.
Ada pun Unit Garut komitmen membangun Rumah Pintar-Ku untuk memberikan pembinaan kepada 60 siswa sekolah dasar. Mulai dari jenjang kelas tiga hingga kelas enam. Pembinaan
yang diberikan meliputi
tah-Ada pun Unit Garut komitmen membangun Rumah Pintar-Ku untuk memberikan pembinaan kepada 60 siswa sekolah dasar. Mulai dari jenjang kelas tiga hingga kelas enam. Pembinaan
yang diberikan meliputi
tah-sin, tahfi z, dan bimbingan belajar.
Sementara itu, untuk 2015, Pusat Bandung memberikan beasiswa kepada siswa dari jenjang TK, SMP, dan SMA. Bandung memberikan bea-siswa bagi 24 bea-siswa TK Khas DT, 29 untuk bea-siswa SMP DT Boarding School, 60 untuk siswa SMK DTBS, dan 70 untuk siswa SMA Khadimul Ummat DT. Untuk beasiswa pendidikan non formal di-alokasikan bagi santri Baitul Qur’an sebanyak 50
orang, dan pendirian Rumah Daarul Ihya yang membina 9 orang.
Inilah dedikasi DPU Daarut Tauhi-id membangun generasi mandiri,
cerdas, dan islami. Semoga dengan program yang digulirkan ini, ma-syarakat Indonesia tidak hanya
menjadi umat yang cerdas dan mandiri, tapi juga
ber-tauhid serta berakhlakul karimah. (Agus Iskandar Darmawan)
galeri
Solo: Proses belajar di TK IT al-Majida, Sragen, binaan DPU DT Solo, Selasa (1/12)
Bandung: Launching armada baru (ambulance) bekerja sama dengan CIMB Niaga Syariah, Kamis (19/11).
Bekasi: Studi banding TK IT Fikrul Akbar binaan DPU DT Bekasi ke TK Khas DT, Jumat (4/12)
Batam : Pengobatan gratis di Lapangan Voli Bengkong Laut, kerja sama dengan Telkomsel, Kamis (3/12).
Jambi: Bantuan keman sama dengan CIMB Niag (30/11).
Bandung: Siswa beasiswa dilibatkan dalam acara Pelatihan
Pengurusan Jenazah, Kamis (3/12).
Lampung : Kerja sama pembuatan 5000 kencleng infak dengan CIMB Niaga
Syariah, Kamis (26/11).
Yogyakarta: Tabligh akbar bersama Ninih Muthamainah (Teh Ninih), Sabtu (14/11)..
Yogyakarta: Peninjauan
perkembangan Program Desa Ternak Mandiri, Rabu (18/11).
Garut: Sinergi program M dengan Komunitas 1112 d Ahad (8/11).
galeri
kemanusiaan bekerja B Niaga Syariah, Senin
Bogor: Pemberian bantuan bagi korban longsor Pamijahan, Rabu (25/11).
Semarang: Pengobatan dan pembagian sembako gratis di Dusun Salem Karep, Sabtu (28/11).
Periangan Timur: Silaturahim dan pelatihan anggota Misykat tentang pengolahan sampah berbasis sekolah, Senin (23/11).
Jakarta: Pemberian bantuan sembako bagi penyandang disabilitas di Kampung Cibunar,
Bogor Barat, Kamis (3/12).
Palembang :Pelayanan kesehatan Peduli Asap bekerja
sama dengan Bank Indonesia, Ahad (15/11).
ram Muharam Ceria 1112 di Aula Antralina,
Garut: Keseharian di Rumah Pintar-ku di Perumahan Bumi Margawati Indah, Rabu (25/11).
Jakarta: Donasi 40 al-Quran Braile digital untuk Komunitas Tuna Netra Peduli Bangsa bekerja sama dengan Yayasan Quran Braile Digital Indonesia, Senin (30/11).
Periangan Timur: Launching Program Desa Ternak Mandiri di Kampung Sindangsalam, Tasikmalaya, Jumat (27/11).
kabarcabangjakarta
PERUNTUKAN BEASISWA
BAGI MAHASISWA
SALAH satu pilar unggulan Dompet
Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid
adalah Pilar Pendidikan. Pilar ini
diwujudkan dalam berbagai jenis
program oleh 12 cabang dan unit DPU
Daarut Tauhiid, yang tersebar dari
Jawa hingga Sumatera.
P
rogram pendidikan yang digulirkan di se-tiap cabang dan unit disesuaikan dengan potensi yang ada, termasuk DPU Daa-rut Tauhiid Cabang Jakarta. DPU DaaDaa-rut Tauhiid Jakarta menggulirkan dua program pendi-dikan yang berfokus kepada segmen mahasiswa, yaitu Program Pengabdian dan Program Beasiswa Sinergis.Program Pengabdian merupakan pemberian dana beasiswa full uang kuliah kepada alumni sekolah binaan DPU Daarut Tauhiid Jakarta, seperti SMA Azkia
Beasiswa diberikan
melalui Progam
Pembinaan Sumber
Daya Manusia
Strategis (PPSDMS),
yang digulirkan
lembaga pendidikan
yang berpusat di
Depok tersebut.
Islamic School (AIS). Setelah lulus kuliah, mahasiswa tersebut mengabdi minimal satu tahun, disesuaikan dengan kebutuhan manajemen DPU Daarut Tauhiid Jakarta. Sampai saat ini, Program Pengabdian telah meluluskan tujuh orang mahasiswa.
Mereka adalah Ade yang lulus dari Program Studi (Prodi) D3 Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Nun yang juga lulus dari IPB dengan Prodi D3 Gizi, Nur’aini dan Lingga yang lulus dari Prodi D3 Manajemen Keuangan Mikro Syariah Tazkia, Indah yang Lulus dari Prodi S1 Manajeman Perbankan Syariah Tazkia, Suneni yang lulus dari Universitas Negeri Tirtayasa Serang dengan Prodi Agroteknolo-gi, dan Annisa yang lulus dari Prodi Akuntansi, Se-kolah Ekonomi dan Perbankan Islam (SEBI).
Sementara itu, Program Beasiswa Sinergis me-rupakan program pemberian beasiswa berupa uang saku untuk mahasiswa, yang sudah dibina se-cara ruhiyah dan akademik dengan lembaga mitra setiap tahun. DPU Daarut Tauhiid Jakarta bekerja sama dengan Nurul Fikri. Beasiswa diberikan mela-lui Progam Pembinaan Sumber Daya Manusia Stra-tegis (PPSDMS), yang digulirkan lembaga pendidik-an ypendidik-ang berpusat di Depok tersebut.
Semoga ke depannya, seiring semakin besar-nya alokasi dana zakat untuk pendidikan, maka program beasiwa ini pun semakin meningkat. Baik kuantitas (jumlah penerima), maupun kualitasnya (nilai beasiswa). Insya Allah.
kolomadeda
Oleh:
Mendongkrak
Sikap Berani
Risiko bagi Penakut
• Hidup terasa sempit. • Tidak tenang dan nyaman.
• Banyak kehilangan kesempatan baik. • Sedikit temannya.
• Risiko menjadi orang yang ditakuti-takuti. • Ilmu, wawasan, dan pengalaman terbatas. • Cenderung menjadi pengikut.
Manfaat bagi Pemberani
• Mampu menciptakan peluang.
• Sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. • Berlimpah kerabat, teman, dan sahabat. • Sanggup menerima segala risiko dan tantangan. • Luas ilmu, wawasan, dan pengalaman. • Berpeluang menjadi pemimpin. • Melejitkan daya kreativitas dalam hidup. • Mampu eksplorasi diri.
• Banyak manfaat bagi umat. • Hidup menyenangkan.
Apa Kata Dunia
• The conquering of fear is the beginning of wisdom
(Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan) - Aristoteles. Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.
• Mereka yang tidak punya keberanian untuk mengambil risiko tidak akan mencapai apa pun dalam hidupnya. - Muhammad Ali
• Sekiranya Anda tidak mau mengambil risiko, berarti Anda mengambil semua risiko. - Geena Davis • Setiap orang memiliki rasa takut, tapi orang-orang
besar belajar memberanikan diri menghadapi rasa takutnya.
• Peluang-peluang terbaik selalu diambil oleh orang-orang pemberani.
• Beranilah untuk bertindak, karena Anda tidak akan rugi. Saat Anda gagal, Anda belajar.
Tips Mendongkrak Sikap Berani
• Yakin bahwa segala sumber kekuatan hanya dari Allah. “Cukuplah Allah yang menjadi penolong kami,
dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali
Imran [3]: 173)
• Mengetahui dan mencontoh sikap berani Rasulullah dan para sahabat.
• Setiap manusia memiliki rasa takut dan pemberani yang mampu mengatasinya.
• Bergaul dengan pemberani. • Buat tujuan besar yang realistis. • Tentukan rencana detail untuk tindakan. • Kuasai ilmu, dan cara untuk melakukannya. • Tanya kepada yang sudah melakukannya (tanya
pada ahlinya).
• Evaluasi setiap kesalahan, kekurangan, dan kegagalan.
• Bertawakal kepada Allah SWT. “Dan barang siapa
yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (QS. ath-Thalaq
[65]: 3) Abdurrahman Yuri
Dewan Pembina Yayasan Daarut Tauhiid
seputarislam
Doa bagi
Orangtua Non Muslim
Oleh:
Apa betul anak di luar nikah tidak boleh menjadi imam salat?
+62815-8585-xxxx Tidak ada ketentuan seperti itu. Orang yang lahir di luar nikah boleh menjadi imam, menjadi pemimpin, dan lain-lain. Seperti lahir dari pernikahan pada umumnya.
Saya tinggal di Bandung tapi sering bertugas di Jakarta. Apakah saya boleh menjama salat di Jakarta, walaupun saya lebih banyak di Jakarta daripada di Bandung?
+62857-3545-xxxx Pada dasarnya, ketika safar itu boleh kita menjama salat. Kalau kita lama tinggal di tempat shafar (di luar kampung halaman kita), silakan pertimbangkan antara jama dan tidak jama.
Kiai, saya seorang mualaf. Pada suatu ketika saya mengajak tetangga untuk membaca Yasin di rumah. Saya menyiapkan nama arwah yang akan dikirimi al-Fatihah. Di antara arwah tersebut, termasuk orang tua saya yang non muslim. Ketika itu, saya dikagetkan dengan sebuah pernyataan dari seseorang, “Orangtuamu kafi r jadi orang akan keberatan untuk
mendoakan. Kalau pun didoakan, pasti tidak sampai.” Bagaimana cara saya berbakti kepada orang tua kalau dengan doa tidak sampai?
+62853-6956-xxxx Doa untuk orang lain itu baik. Tapi untuk non muslim yang sudah wafat tidak dengan doa. Cara berkhidmat kepada orangtua yang sudah wafat dengan melanjutkan kebiasaan baiknya, membayar utang-utangnya, berusaha menjadi orang yang saleh.
Bagaimana menurut kiai, jika saya
berkurban atas nama almarhumah ibu mertua? sebaiknya bagaimana?
+62857-2504-xxxx Sebaiknya kita berkurban seperti biasanya berkurban. Setelah berkurban, berdoa untuk keselamatan dan ampunan bagi almarhumah. Kurban menjadi tawasul untuk dikabulkannya doa.
Pak kiai, saya perempuan berusia 35 tahun. Sampai saat ini belum dikaruniai jodoh. Saya merasa seorang diri. Semua keluarga menjauh karena masalah saya rumit, yakni belum bisa melunasi lilitan utang yang di luar kemampuan. Selama lima tahun berusaha ke sana kemari, belum mendapatkan jalan keluar. Mohon saran dan solusinya, pak kiai.
+62822-1415-xxxx Jangan putus asa berusaha terus dan berdoa terus untuk mendapatkan jodoh. Dekatkan diri kita kepada Allah dengan cara salat malam, saum sunnah serta minta didoakan oleh orang-orang yang saleh.
Bagaimana ya pak kiai, cara menghilangkan rasa iri dan syirik kepada orang lain dan agar tidak mudah marah ketika dizalimi orang lain?
+62857-4880-xxxx
Kita harus yakin bahwa iri dan dengki itu dosa dan dapat menghapuskan pahala amal ibadah. Iri dan dengki itu dapat menyebabkan hati tidak tenang. Ketika ada rasa iri dalam diri kita segeralah beristighfar. Sama kalau ada rasa marah segera istighfar.
Prof. Dr. KH. Miftah Faridl
Dewan Syariah DPU Daarut Tauhiid dan Ketua MUI Kota Bandung
Oleh:
curhat
muslimah
Assalamu’alaikum Teteh, bagaimana cara mendidik anak agar menjadi orang saleh sedangkan salah satu orangtuanya belum baik sehingga tidak bisa menjadi contoh? Terima kasih atas jawabannya.
+62856-4302-xxxx Ninih Muthmainnah
Ketua Dewan Pembina Yayasan Daarul Muthmainnah
SMS/WA: 0856 24000 445, PIN BB: 7E 854 357 Oleh:
curhat
muslimah
Assalamu’alaikum Teteh, bagaimana cara mendidik anak agar menjadi orang saleh sedangkan salah satu orangtuanya belum baik sehingga tidak bisa menjadi contoh? Terima kasih atas jawabannya.
+62856-4302-xxxx
Ninih Muthmainnah
Ketua Dewan Pembina Yayasan Daarul Muthmainnah
SMS/WA: 0856 24000 445, PIN BB: 7E 854 357
MENDIDIK ANAK DALAM
KETIDAKSALEHAN
Wa’alaikumussalam wr wb. Saudariku yang di-rahmati Allah, kita tidak dapat memungkiri bahwa kondisi keluarga setiap orang itu berbeda-beda, beraneka ragam. Ada yang kedua orangtuanya su-dah saleh, lingkungan bagi tumbuh kembangnya akhlak mulia sangat kondusif, sehingga lahirlah anak-anak yang saleh pula. Namun, ada juga yang kedua orangtuanya belum saleh atau salah satu-nya (ayah atau ibu) belum saleh, sehingga anak mengalami kesulitan untuk mendapatkan teladan kebaikan.
Namun, sebagai orangtua, kita layak untuk te-tap berbaik sangka kepada Allah Ta’ala. Dialah yang menggenggam hati anak-anak kita. Dialah Zat Yang Mahakuasa untuk mendatangkan atau mencabut hidayah dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka, tidak ada seorang pun yang dapat memberi hidayah keimanan kepada orang lain, termasuk ke-pada anak sendiri, kecuali Allah semata. Orangtua hanya “sekadar” perantara saja bagi datang dan me-karnya keimanan di dalam diri seorang anak.
Peran sebagai perantara datangnya hidayah inilah yang harus kita optimalkan. Kalau kita ber-posisi sebagai ibu yang lebih paham tentang Islam, kitalah yang bertanggung jawab untuk mendidik atau menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak, termasuk memahamkan kepada anak akan perbuatan-perbuatan buruk yang tidak patut un-tuk dicontoh.
Jadi, dalam mendidik anak, kita dapat menggu-nakan rumus 3C.
C yang pertama adalah CONTOH. Kalau bapak-nya belum bisa menjadi contoh, kitalah yang harus menjadi contoh dalam kebaikan. Kita ingin anak
ra-jin membaca al-Quran, awali dengan kita menjadi orang yang gemar membaca al-Quran. Kita ingin anak rajin salat, jadilah kita sosok orangtua yang menjadi ahli salat. Apa pun yang kita ingin dari anak, jadilah kita yang mengawalinya. Anak akan melihat dari apa yang kita lakukan.
C yang kedua adalah CINTA. Mendidik anak ha-rus disertai cinta dan kasih sayang. Anak bukanlah boneka atau robot. Dia adalah sosok yang memiliki hati dan akal pikiran. Semua itu hanya bisa disentuh dengan cinta. Bukankan hati itu akan tersentuh de-ngan bahasa hati lagi? Maka, tugas orangtua bukan sekadar mengenyangkan perut anak dengan ma-kanan bergizi, memberinya pakaian dan uang jajan. Tetapi juga mengisi hatinya dengan kasih sayang.
C yang ketiga adalah COMMUNICATION atau komunikasi. Komunikasi ini terkait erat dengan cinta, sebagai hadirnya rasa tanggung jawab dan harapan agar anak kita selamat dunia dan akhirat. Tanggung jawab kepada siapa? Tentu saja, tang-gung jawab kepada Allah. Anak adalah amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hada-pan-Nya. Apabila hatinya penuh cinta, komunikasi dengan anak pun anak menjadi komunikasi yang dibimbing Allah. Sebagai akibatnya, bahasa yang disampaikan kepada anak pun, baik bahasa verbal (lisan) maupun bahasa non verbal (non lisan), pasti penuh dengan kebaikan. Jauh dari merendahkan, tidak kasar, dan terjaga dari sesuatu yang tidak pan-tas diucapkan.
Saudariku, ketiga hal ini adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Tidak ada teladan kebaikan bila tidak ada cinta. Dan, tidak dikatakan cinta apa-bila tidak disertai dengan komunikasi yang baik. Semoga Allah menguatkan kita menjadi sosok orangtua yang mampu menjaga amanah terbesar dari-Nya, yaitu anak-anak kita. Amiin.
MENDIDIK anak harus disertai cinta
dan kasih sayang. Anak bukanlah
boneka atau robot. Dia adalah sosok
yang memiliki haƟ dan akal pikiran.
Semua itu hanya bisa disentuh
dengan cinta. Bukankan haƟ itu
akan tersentuh dengan bahasa haƟ
lagi? Maka, tugas orangtua bukan
sekadar mengenyangkan perut
anak dengan makanan bergizi,
memberinya pakaian dan uang
jajan. Tetapi juga mengisi haƟ nya
dengan kasih sayang.
Wa’alaikumussalam wr wb. Saudariku yang di-rahmati Allah, kita tidak dapat memungkiri bahwa kondisi keluarga setiap orang itu berbeda-beda, beraneka ragam. Ada yang kedua orangtuanya su-dah saleh, lingkungan bagi tumbuh kembangnya akhlak mulia sangat kondusif, sehingga lahirlah anak-anak yang saleh pula. Namun, ada juga yang kedua orangtuanya belum saleh atau salah satu-nya (ayah atau ibu) belum saleh, sehingga anak mengalami kesulitan untuk mendapatkan teladan kebaikan.
Namun, sebagai orangtua, kita layak untuk te-tap berbaik sangka kepada Allah Ta’ala. Dialah yang menggenggam hati anak-anak kita. Dialah Zat Yang Mahakuasa untuk mendatangkan atau mencabut hidayah dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka, tidak ada seorang pun yang dapat memberi hidayah keimanan kepada orang lain, termasuk ke-pada anak sendiri, kecuali Allah semata. Orangtua hanya “sekadar” perantara saja bagi datang dan me-karnya keimanan di dalam diri seorang anak.
Peran sebagai perantara datangnya hidayah inilah yang harus kita optimalkan. Kalau kita ber-posisi sebagai ibu yang lebih paham tentang Islam, kitalah yang bertanggung jawab untuk mendidik atau menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak, termasuk memahamkan kepada anak akan perbuatan-perbuatan buruk yang tidak patut un-tukkkkk kkkdicontoh.
Ja
J
J
J di, dalam mendidik anak, kita dapat
menggu-na n n n na naaa na na na n na na n naa n n n n n kkan rumus 3C.
C yang pertama adalah CONTOH. Kalau bapak-nya belum bisa menjadi contoh, kitalah yang harus menjadi contoh dalam kebaikan. Kita ingin anak
ra-jin membaca al-Quran, awali dengan kita menjadi orang yang gemar membaca al-Quran. Kita ingin anak rajin salat, jadilah kita sosok orangtua yang menjadi ahli salat. Apa pun yang kita ingin dari anak, jadilah kita yang mengawalinya. Anak akan melihat dari apa yang kita lakukan.
C yang kedua adalah CINTA. Mendidik anak ha-rus disertai cinta dan kasih sayang. Anak bukanlah boneka atau robot. Dia adalah sosok yang memiliki hati dan akal pikiran. Semua itu hanya bisa disentuh dengan cinta. Bukankan hati itu akan tersentuh de-ngan bahasa hati lagi? Maka, tugas orangtua bukan sekadar mengenyangkan perut anak dengan ma-kanan bergizi, memberinya pakaian dan uang jajan. Tetapi juga mengisi hatinya dengan kasih sayang.
C yang ketiga adalah COMMUNICATION atau komunikasi. Komunikasi ini terkait erat dengan cinta, sebagai hadirnya rasa tanggung jawab dan harapan agar anak kita selamat dunia dan akhirat. Tanggung jawab kepada siapa? Tentu saja, tang-gung jawab kepada Allah. Anak adalah amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hada-pan-Nya. Apabila hatinya penuh cinta, komunikasi dengan anak pun anak menjadi komunikasi yang dibimbing Allah. Sebagai akibatnya, bahasa yang disampaikan kepada anak pun, baik bahasa verbal (lisan) maupun bahasa non verbal (non lisan), pasti penuh dengan kebaikan. Jauh dari merendahkan, tidak kasar, dan terjaga dari sesuatu yang tidak pan-tas diucapkan.
Saudariku, ketiga hal ini adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Tidak ada teladan kebaikan bila tidak ada cinta. Dan, tidak dikatakan cinta apa-bila tidak disertai dengan komunikasi yang baik. Semoga Allah menguatkan kita menjadi sosok orangtua yang mampu menjaga amanah terbesar dari-Nya, yaitu anak-anak kita. Amiin.
MENDIDIK anak harus disertai cinta
K
dan kasih sayang. Anak bukanlah
boneka atau robot. Dia adalah sosok
yang memiliki haƟ dan akal pikiran.
Semua itu hanya bisa disentuh
dengan cinta. Bukankan haƟ itu
akan tersentuh dengan bahasa haƟ
lagi? Maka, tugas orangtua bukan
sekadar mengenyangkan perut
anak dengan makanan bergizi,
memberinya pakaian dan uang
jajan. Tetapi juga mengisi haƟ nya
dengan kasih sayang.
SMS/WA: 0856 24000 445, PIN BB: 7E 854 357 Oleh:
MANFAAT TIDUR
DALAM KEADAAN GELAP
PERGANTIAN siang dan malam termasuk salah satu tanda
kekuasaan Allah Ta’ala bagi siapa saja yang mau berpikir.
”Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada
yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi
orang-orang yang mempunyai penglihatan.” (QS. an-Nuur [24]: 44).
Demikian al-Quran mengungkapkan.
hidup bugar & Konsultasi
Dr. Tauhid Nur Azhar, M.Kes
Akademisi, peneliti, penulis buku, trainer, konsultan, dan pendiri Fakultas Kedokteran Unisba
F
enomena siang dalam malam telah melahi-rkan sejumlah konsekuensi biologis pada tubuh manusia. Semisal lahirnya variasi di-urnal yang disebut bioritme yang berlangs-ung dalam 24 jam. Ritme biologis ini dinamakan pula ritme sirkadian ”circadian rhytm” yang dikon-trol oleh serangkaian jam biologis yang terjadi pada tubuh. Contoh mekanisme bioritme adalah tidur, ekskresi kortisol dan melatonin. Produksi hormon melatonin dari kelenjar pineal itu sendiri sangat di-pengaruhi oleh tingkat intensitas cahaya.Intensitas tersebut akan bertambah banyak ke-tika manusia berada dalam lingkungan yang gelap dan suasana hening. Ada pun pada siang hari, ca-haya yang memasuki mata diteruskan ke otak. Kon-disi ini merangsang kelenjar pineal untuk meng-hambat pelepasan melatonin.
Sebagai hormon yang memiliki fungsi utama menciptakan kualitas tidur yang baik, melatonin memiliki sejumlah kegunaan, di antaranya:
Menjaga keharmonisan metabolisme sel, mem-pertahankan efi siensi dan efektivitas kerja sel, membuat sel tidak mudah rusak sehingga me-ningkatkan daya tahan sel terhadap berbagai gangguan dari luar.
Mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Mempengaruhi kerja organ tubuh terutama ke-tika tidur.
Mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, terutama orang yang kurang tidur akan me-miliki kadar melatonin yang rendah sehingga mengalami berbagai gangguan mood, seperti
mudah gelisah, lelah, dan marah.
Berperan sebagai sistem alami yang mengatur masa penuaan tubuh.
Membuat tidur menjadi lebih nyenyak sehingga meningkatkan kualitas tidur.
Membantu tubuh memerangi sel-sel kanker seperti pada kanker payudara, kanker prostat, penyakit parkinson, dan jantung aritmia. Berdasarkan hal ini, tidur dalam keadaan gelap jauh lebih baik bagi kesehatan daripada ti-dur dalam keadaan terang. Titi-dur dalam keadaan gelap adalah tidur yang alami. Tidur yang dicon-tohkan Rasulullah saw. “Apabila kalian tidur, maka padamkanlah lampu-lampu kalian. Sebab, setan-setan berkeliaran seperti tikus dan menabrak (lam-pu-lampu kalian) sehingga kalian terbakar.” (HR Ibnu Hibban)
Sejumlah penelitian pun membuktikan tidur terlalu banyak terpapar cahaya pada malam hari dapat meningkatkan risiko depresi. Sebuah peneli-tian yang disajikan pada pertemuan tahunan Soci-ety for Neuroscience di San Diego, November 2010 menjelaskan bahwa pekerja shift malam dan orang yang selalu terkena cahaya pada malam hari, lebih berisiko terkena gangguan mood atau depresi.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Can-cer Genetics and Cytogenetics Journal membukti-kan menyalamembukti-kan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur, memiliki dampak negatif pada jam biologis tubuh. Hal tersebut dapat menjadi pemicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan de-ngan pembentukan sel kanker.
KONSULTASI KESEHATAN
TERAPI TIDUR MENDENGKUR
Pak dokter, suami saya kalau tidur suka mendengkur. Keras pula. Jujur saja, saya mera-sa terganggu. Adakah cara menyembuhkan atau setidaknya menguranginya. Apa
deng-kuran itu semacam gangguan juga? Terima kasih atas jawabannya. +62856-4866-xxxx
Walaupun terdengar jamak dan bahkan sudah menjadi hal lumrah ditemui dalam keseharian, mendengkur dalam tidur perlu juga diperhatikan dan dicermati dengan saksama. Ada beberapa jenis dengkur yang justru menjadi petunjuk atau gejala awal dari penyakit-penyakit yang lebih serius. Salah satu kondisi mendengkur adalah obstructive sleep apneau (OSA) yang terjadi karena adanya sum-batan atau hamsum-batan aliran udara ke saluran napas.
Mendengkur dapat disebabkan pula oleh penekanan aliran udara di saluran napas secara
sentral (dari sistem saraf pusat). Atau, bisa juga campuran antara obstruksi dan efek sentral. Ap-neau ditandai dengan adanya jeda napas di antara suara dengkur. Kondisi ini dapat diakibatkan karena adanya penumpukan lemak di sekitar saluran per-napasan, gangguan metabolisme, gangguan pada sistem endokrin, dan gangguan neuromuskular (saluran napas dilengkapi dengan serabut otot po-los, dan untuk memasukkan udara ke rongga dada dibutuhkan peran otot lurik).
risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke karena adanya rangsang simpatik berulang yang dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini kemudian memicu terjadinya aterosklerosis dan pecahnya pembuluh darah otak.
Terapi tanpa obat yang dapat dilakukan adalah mengatur posisi tidur agar lebih sering miring, khususnya ke kanan (hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah), mengurangi berat badan, perbanyak minum air putih agar dahak dan lendir cenderung encer, bisa juga menggunakan terapi nCPAP (nasal Continous Positive Air Pressure) dan mandibular advancement yang membantu melegakan saluran pernapasan. Rajin melakukan olahraga dan senam yang menyasar otot-otot pernapasan dan saluran napas, juga dapat membantu mengatasi gangguan tidur berupa dengkur.
Dokter, beberapa bulan terakhir, saya sering mengalami masalah hidung tersumbat, bahkan bisa seharian. Sudah coba pakai inhaler, tapi hanya sebentar melegakannya,
sete-lah itu mampat lagi. Bagaimana cara mengobatinya? Syukran.
+62853 1766 xxxx
Hidung tersumbat dapat diakibat-kan oleh sejumlah faktor penyebab. Dari semua penyebab, hal yang perlu diwaspadai adalah adanya polip hidung, terlebih kalau rasa tersumbat berlang-sung terus menerus. Terapinya melalui tindakan pengambilan polip oleh dokter spesialis THT.
Ada juga faktor alergi yang biasanya terkait de-ngan faktor pencetus alergi yang disebut alergen. Mencegahnya adalah dengan mengenali faktor alergen. Apabila sudah terpicu, kita dapat menggu-nakan obat anti alergi.
Ada pun untuk proses pencegahan, kita bisa menggunakan suplemen yang bersifat imunomod-ulasi seperti minyak ikan. Jika produksi lendir atau ingus berlebih disertai dengan adanya kelainan anatomis septum deviasi, hal tersebut dapat meng-akibatkan terjadinya sinusitis atau radang sinus yang mendatangkan rasa nyeri dan sangat tidak nyaman.
Penyebab lain adalah infeksi virus infl uenza dan bakteri hemofi lus infl uenza. Penanganan cukup sederhana. Kita dapat menggunakan baskom yang diisi air panas, diberi garam, kerudungi kepala de-ngan handuk, lalu hirup dalam-dalam udara hangat untuk mencairkan lendir yang pekat. Kita pun bisa mengonsumsi suplemen imunostimulator, seperti ekstrak meniran dan vitamin C.
BERBAGI
KARENA
BERSYUKUR
TABUNGAN dunia sudah
biasa. Banyak insan yang
mempersiapkan masa tua
dengan berbagai cara, agar kelak
hidupnya sejahtera. Hal tersebut
wajar, karena ia tidak ingin
sengsara ketika tua.
penasahabat
S
aya memiliki pemikiran serupa. Ingin me-lihat anak-anak tumbuh dewasa, selalu bersyukur dan memiliki keluarga yang saki-nah, mawaddah, dan wa rahmah. Memiliki anak saleha adalah impian dan doa yang selalu di-panjatkan bagi ketiga putri saya.Tabungan Akhirat
Namun, saya berpikir kembali, untuk dunia saja saya persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan kerja keras, lalu apa tabungan akhirat saya? Pertanyaan besar ini menyeruak dalam benak saya.
Apalagi ketika meninggal, hanya ada tiga amalan yang abadi. Yakni ilmu yang bermanfaat, doa anak yang saleh, serta amal jariah. Saya ingin menerapkan ketiganya sebagai bekal dan tabun-gan di akhirat kelak.
Untuk itu, saya mendidik ketiga puteri saya un-tuk selalu dekat kepada-Nya, berhijab, dan menjaga kehormatan dirinya. Ada pun ilmu yang bermanfaat saya terapkan di kantor, sebagai wujud syukur atas titipan ilmu yang Allah berikan. Lalu, amal jariah apa yang akan saya berikan? Yaitu rumah pusaka yang kelak ketika saya meninggal, akan saya amanahkan
Oleh: Tina Sirait
kepada anak- anak untuk dijual. Lalu, uangnya di-wakafkan atau diberikan ke pondok pesantren. Di mana pun uang itu diberikan, semoga harta titipan Allah itu dapat bermanfaat untuk umat dan Islam.
Usia di dunia ini hanya sebentar. Entah besok, lusa atau beberapa tahun lagi saya akan tutup usia. Saya tidak tahu. Namun, kematian itu pasti. Persia-pannya pun saya upayakan sebaik mungkin dari se-karang. Semoga Allah rida dengan niat ini, dan saya bisa istiqamah hingga menutup mata.
Ujian Single Parent
Menjadi single parent adalah ujian luar biasa buat saya. Setelah berpisah dengan suami, tang-gung jawab menafkahi dan juga mendidik semua tertumpu pada saya. Di situlah titik balik pola pan-dang saya terhadap makna hidup.
Jatuh bangun dalam mendidik ketiga puteri, membuat saya semakin yakin terhadap pertolong-an Allah SWT. Seberat apa pun masalah ypertolong-ang diha-dapi, pasti ada Allah di balik semua itu. Oleh karena itu, saya ikhlas dan rida dengan apa yang sudah di-takdirkan oleh-Nya.
Wujud syukur atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya adalah dengan berbagi. Sedekah ada-lah pembuka pintu rejeki. Setiap kesempatan, saya berusaha untuk tidak meninggalkan amalan ter-sebut.
Oleh karena itu, saya pun menerapkan kepada anak-anak untuk selalu bisa bersyukur dengan cara berbagi dan bersedekah. Karena, apa pun yang kita miliki, semua hanya titipan Allah SWT. Tidak boleh berlebihan dan kikir dengan harta titipan yang di-miliki itu.
Banyak pihak yang sudah berjasa dalam hi-dup saya. Mendukung dan membantu baik moril maupun materil. Saya mendoakan mereka semua, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Karena kasih sayang mereka, adalah bukti kasih sayang dari Allah. Alhamdulillah.
info
&kuissahabat
info
&kuissahabat
info
&kuissahabat
infosahabat
INFAQ
ZAKAT
KANTOR PUSATJl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung 40153
Telp./Fax. 022-2021861, 2021862 Website: www.dpu-daaruttauhiid.org
KANTOR CABANG DPU DAARUT TAUHIID & REKENING:
JAKARTA
Komplek Depkes Blok B No. 16 B Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 7823039, Hotline. 021-99966498
Rek: Bank CIMB Syariah 5200 1004 69000 a/n. DPU Daarut Tauhiid
BOGOR
Jalan Johar Raya, Ruko Perum Johar Grande No. 3 Taman Cimanggu, Tanah Sareal, Bogor
Telp/Fax. 0251-8358441
Rek: BNI Syariah 009-1540-948 a/n. Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid
TASIKMALAYA
Jalan Ir. H. Juanda Komplek Juanda Offi ce Center No. 4, Tasikmalaya Telp. 0265-7296890
Rek: BSM 700-8274-163 a/n. DPU DT Priangan Timur
YOGYAKARTA
Jalan KH. Agus Salim No. 56 A Notoprajan, Ngampilan, D.I.Y Telp. 0274-6560086
Rek: BSM 700-5029-958 a/n. DPU DT Yogyakarta Zakat
SEMARANG
Jalan Sriwijaya No. 130, Semarang Telp. 024-8444272
Rek: Mandiri Syariah 700.793.4836 a/n. daarut tauhiid
SOLO
Jalan Setiabudi No. 110, Solo Telp. 024-8444272
Rek: Mandiri Syariah 700.793.4836 a/n. daarut tauhiid
LAMPUNG
Jalan Terusan Way Semangka No. 42 Pahoman, Bandar Lampung Telp. 0721-5600613
Rek: Bank Mandiri 114 000 571 7726 a/n. DPU DT Lampung
PALEMBANG
Jalan Gersik Lrg. Bakung No.1455, Sekip Tengah, Palembang Telp. 0811-7879009
Rek: BSM 700-3146-361 a/n. DPU DT Palembang Zakat
BATAM
Jalan Suprapto No. 10, Ruko Pemda 2, Batuaji, Batam
Telp. 0778-361944
Rek: BMI 4130.0022.77 a/n. Zakat dpu dt
JAMBI
Jalan Jenderal Sudirman (depan Polda) No. 02 A RT 29 Kel. Tambaksari, Kec. Jambi Selatan
Telp. 0823 7746 4808
Rek: BNI Syariah 30301-30307 a/n DPU Daarut Tauhiid Zakat
GARUT:
Jalan Ranggalawe No. 72, Garut Telp. 0822 171 80001
Rek: Bank Muammalat 104.000.6758 a.n dpu dt priatim
BEKASI:
Jalan Raya Candrabaga C Blok AQ No. 6 A, Kab. Bekasi
Telp. 0812 8063 6868
Rek. Mandiri 15600-267-88788 a.n yayasa n fi krul akbar
DifabelCare
PEDULI KEMANUSIAAN
CP. P Bambang Aji
Per orang
Rp
200.000
1 Kursi Roda Rp
2.000.000
INVESTASI AMAL
0819 1020 6855
5300.10025.1003Melahirkan
Menikah
Putra dari Resmiyanti dan Sakup (donatur DPU DT Bandung Group
Siti Khodijah), pada 12 Oktober 2015. dengan
Satrio Panji
Nugroho
pada 20 September 2015.donatur DPU DT Bandung Group Ibu Sonny S.R)
Rival Eka Gustiyana
serbaserbi
SETIAP menit, tubuh kita sekarat. Ini karena setiap 60 detik, tubuh kita kehilangan 300 juta sel. Angka tersebut merupakan jumlah sel yang sangat besar. Mungkin ada yang kemudian ber-pikir, jumlah sel yang mati sangatlah banyak, lalu mengapa tubuh manusia tidak membusuk? Sebabnya, jumlah sel yang lahir lebih banyak daripada jumlah sel yang mati. Setiap hari, 10-50 triliun sel digantikan di dalam tubuh kita. Masyaallah!
RAMBUT manusia bagaikan superman. Ini karena rambut merupakan salah satu bagian tubuh yang sulit dihancurkan. Kerusakan rambut berjalan pada tingkat yang sangat lambat (ribuan tahun), sehingga rambut bertahan lebih lama daripada bagian tubuh lain. Perubahan iklim, kelembaban, suhu, atau akibat zat asam dan kimia, tidak da-pat merusak rambut. Satu-satunya yang merusak rambut adalah api, karena struktur pembentuk rambut terdiri dari karbon.
RASULULLAH punya makanan yang disukai. Tahukah apa makanan yang disukai oleh beliau? Kurma jawabannya. Rasulullah selalu memakan buah kurma dalam jumlah ganjil. Beliau tidak per-nah mengumpulkan kurma dengan bijinya dalam satu piring atau di telapak tangannya. Tetapi, Rasu-lullah menjatuhkan biji-biji tersebut dari mulutnya ke telapak tangan. Terkadang Rasulullah melem-parkan biji-biji itu ke tanah dengan dua jarinya.
PARA ahli fi sika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia. Jika laki-laki mengenakan emas dalam jumlah ter-tentu dan dalam jangka waktu lama, maka dam-paknya bisa mengakibatkan penyakit alzheimer. Ada pun mengapa Islam membolehkan perem-puan mengenakan emas, ini karena siklus men-struasi pada perempuan dapat mengeluarkan partikel berbahaya tersebut.