• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan Pendidikan di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Permasalahan Pendidikan di Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

“Permasalahan Pendidikan di Indonesia”

Oleh: Divia Priscilla Email: [email protected]

1.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebersamaan agar dapat membangun diri sendiri dan bersama-sama membangun bangsa. (Saptono, 2017)

Pendidikan adalah sesuatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Pendidikan tidak terlepas dari segala aktivitas yang dilakukan manusia. Dalam kondisi apapun, manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan dalam sehari-hari.

Pendidikan dibagi menjadi tiga, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan non-formal. Pendidikan formal terdiri dari SD hingga ke perguruan tinggi. Pendidikan informal adalah jenis pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga atau masyarkat yang diselenggarakan tanpa ada organisasi tertentu. Pendidikan non-formal adalah segala bentuk pendidikan yang diberikan secara terorganisasi tetapi diluar wadah pendidikan formal. Dan pada kali ini akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan formal.

Pada dasarnya, setiap kegiatan yang dilakukan manusia memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif tentunya merupakan sebuah harapan yang diinginkan oleh setiap manusia. Dan dampak negatif adalah sesuatu yang dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia.

Jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, penerapan pendidikan yang berjalan secara tidak baik akan menimbulkan dampak negatif. Hal ini

(2)

merupakan penghambat bagi suatu proses kelancaran dalam proses belajar mengajar. Dan peristiwa ini banyak terjadi di dalam dunia pendidikan formal.

Permasalahan demi permasalahan pendidikan di Indonesia dituai tiap tahunnya. Permasalahan pun muncul mulai dari aras input, proses, sampai output. Ketiga aras ini sejatinya saling terkait satu sama lain. Input mempengaruhi keberlanjutan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran pun turut mempengaruhi hasil output. Seterusnya, output akan kembali berlanjut ke input dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi atau masuk ke dalam dunia kerja, dimana teori mulai dipraktekkan.

(Megawanti, 2012)

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang dihadapi oleh program- program pendidikan di negara Indonesia. Adapun masalah yang rumit dalam dunia pendidikan seperti; pemerataan, mutu dan relevansi, dan efisiensi dan efektifitas. Setiap masalah yang dihadapi disebabkan oleh faktor-faktor pendukungnya adapun faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya masalah tersebut adalah IPTEK, laju pertumbuhan penduduk, kelemahan tenaga pengajar dalam menangani tugas yang dihadapinya, serta ketidakfokusan peserta didik dalam menjalani proses pembelajaran.

(3)

2. Kajian Pustaka

Permasalahan pendidikan merupakan suatu penghambat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Pada bab ini akan dibahas tentang beberapa masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia. Adapun permasalahan tersebut:

1. Pemerataan Pendidikan

2. Mutu dan Relevansi Pendidikan 3. Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan

Penjelasan mengenai poin-poin di atas adalah sebagai berikut:

1. Pemerataan Pendidikan

Permasalahan Pemerataan dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan, hal ini bisa saja terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah, tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan.

Pada sisi ini, sepintas dapat dipahami bahwa selama ini belum semua masyarakat bangsa Indonesia dapat merasakan manisnya pendidikan. Jika hendak dicermati, maka persoalan pemerataan pendidikan setidaknya disebabkan oleh (1) Perbedaan tingkat sosial ekonomi masyarakat; (2) Perbedaan fasilitas pendidikan; (3) Sebaran sekolah tidak merata; (4) Nilai masuk sebuah sekolah dengan standart tinggi; (5) Rayonisasi. (Idrus, 2016)

Yang paling utama permasalahannya di Indonesia adalah tingkat ekonomi. Semakin rendah tingkat ekonomi masyarakat, maka peluang

(4)

untuk mendapatkan pendidikan yang tenaga pengajarnya berkualitas semakin kecil. Serta fasilitas dalam pendidikan juga dapat diukur dengan uang. Semakin mahal sekolah, biasanya akan semakin memadai fasilitas yang ada.

Iklan “pendidikan gratis” telah membawa anggapan bagi masyarakat untuk tidak mengeluarkan biaya sepeser pun padahal dalam kenyataannya tidak demikian. (Mujahidun, 2017) Anggapan seperti ini salah karna pendidikan pada realita mengeluarkan uang, mulai dari biaya seragam, sumbangan pembangunan, dan lain-lainnya. Bagi orang yang tidak mampu atau di kawasan tertinggal akan memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan dan menyebabkan tidak meratanya pendidikan di Indonesia.

Permasalahan pemerataan pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan. Pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah sebaiknya dikerjakan setransparan mungkin, sehingga tidak ada oknum yang dapat mempermainkan program yang dijalankan ini.

2. Mutu dan Relevansi Pendidikan

Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan juga disebabkan oleh rendahnya kualitas tenaga pengajar. Penilaian dapat dilihat dari kualifikasi belajar yang dapat dicapai oleh guru dan dosen tersebut. Dibanding negara berkembang lainnya, maka kualitas tenaga pengajar pendidikan tinggi di Indonesia memiliki masalah yang sangat mendasar.

Kinerja guru merupakan serangkaian hasil dari proses dalam melaksanakan pekerjaannya yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kemampuan seorang guru untuk menciptakan model pembelajaran baru atau memunculkan kreasi baru akan membedakan dirinya dengan guru lain. (Saptono, 2017)

Itulah sebabnya seorang tenaga pengajar harus mengedepankan kreativitas agar mendapatkan mutu yang baik dan berpengaruh positif terhadap

(5)

rangkaian pembelajaran, hal ini akan berpengaruh juga terhadap kecepatan daya tangkap suatu ilmu yang dicerna oleh peserta didik selama proses pembelajaran.

3. Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan

Pelaksanaan proses pendidikan yang efisien adalah apabila pendayagunaan sumber daya seperti waktu, tenaga dan biaya tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pada saat sekarng ini, pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien, dimana pemanfaatan segala sumberdaya yang ada tidak menghasilkan lulusan yang diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh kualitas pendidikan yang telah mereka peroleh.

Pendidikan yang mereka peroleh tidak menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani.

Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rencana / program yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika rencana belajar yang telah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna, maka pelaksanaan pendidikan tersebut tidak efektif. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Melainkan akan menghasilkan lulusan yang tidak diharapkan. Keadaan ini akan menghasilkan masalah lain seperti pengangguran.

Selanjutnya terdapat faktor pendukung dari permasalahan pendidikan di Indonesia, yaitu:

1. IPTEK

Peningkatan dan pengembangan SDM serta teknologi dalam mempersiapkan generasi penerus suatu bangsa dilaksanakan melalui pembelajaran di sekolah. (Saptono, 2016) Penemuan teknologi baru di dalam dunia pendidikan, menuntut Indonesia melakukan reformasi dalam bidang pendidikan. Pelaksanaan reformasi tidaklah mudah, hal ini sangat menuntut kesiapan SDM Indonesia untuk menjalankannya.

(6)

2. Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan yang sangat pesat akan berpengaruh tehadap masalah pemerataan serta mutu dan relevansi pendidikan. Pertumbuhan penduduk akan berdampak pada jumlah peserta didik. Semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak dibutuhkan sekolah-sekolah untuk menampungnya. Jika daya tampung suatu sekolah tidak memadai, maka akan banyak peserta didik yang terlantar atau tidak bersekolah. Hal ini akan menimbulkan masalah pemerataan pendidikan.

Tetapi apabila jumlah dan daya tampung suatu sekolah dipaksakan, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara tenaga pengajar dengan peserta didik. Jika keadaan ini dipertahankan, maka mutu dan relevansi pendidikan tidak akan dapat dicapai dengan baik.

3. Permasalahan Pembelajaran

Pada saat sekarang ini, kegiatan pembelajaran yang dilakukan cenderung pasif, dimana seorang pendidik selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang serba tahu. Hal ini akan menimbulkan kejengahan terhadap peserta didik. Sehingga pembelajaran yang dilakukan menjadi tidak menarik dan cenderung membosankan. Kegiatan belajar yang terpusat seperti ini merupakan masalah yang serius dalam dunia pendidikan.

(7)

3. Penutup

Kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Dalam usaha pemerataan pendidikan, diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Selain itu, perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan tinggi merupakan kebijaksanaan yang penting dalam usaha pemerataan pendidikan.

2. Pendidikan dalam usaha pengendalian laju pertumbuhan penduduk sangat diperlukan. Pelaksaaan program ini dapat ditingkatkan dengan mengakampanyekan program KB dengan sebaik-baiknya hingga pelosok negeri ini.

3. Pelaksanaan program belajar dan mengajar dengan inovasi baru perlu diterapkan. Hal ini dilakukan karena cara dan sistem pengajaran lama tidak dapat diterapkan lagi.

4. Peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana jika kemampuan dan profesionalisme pendidik dapat ditingkatkan.

Adapun saran-saran dalam makalah permasalahan pendidikan ini adalah sebagai berikut.

1. Perlu dilakukan perubahan yang lebih mengarah pada kurikulum berbasis kompetensi, serta lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat pada saat ini.

2. Perlunya ditingkatkan kualitas pendidik dalam usaha Peningkatan mutu pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan meggunakan metoda baru dalam pelaksanaan pembelajaran.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Idrus, M. (2016). Mutu Pendidikan Dan Pemerataan Pendidikan Di Daerah. PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 1(2). https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v1i2.4603

Megawanti, P. (2012). Permasalahan Pendidikan Dasar Di Indonesia.

Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(3), 227–234.

https://doi.org/10.30998/formatif.v2i3.105

Mujahidun. (2017). PEMERATAAN PENDIDIKAN ANAK

BANGSA: PENDIDIKAN GRATIS VERSUS KAPITALISME PENDIDIKAN Mujahidun. Tarbiyatuna, 8(1), 1–8.

Saptono, A. (2016). Lingkungan Belajar , Sikap Terhadap Profesi Guru terhadap Intensi Menjadi Guru (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta) Ari Saptono, 14(1).

Saptono, A. (2017). Pengaruh Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Dan Kecerdasan Emosional Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas X Di Sma Negeri 89 Jakarta.

Econosains Jurnal Online Ekonomi Dan Pendidikan, 14(1), 105–

112. https://doi.org/10.21009/econosains.0141.08

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi sebagian maupun keseluruhan Tugas Akhir saya dengan judul “ Rancang Bangun Sistem Pembayaran untuk Parkir Di Tepi Jalan Menggunakan RFID

(1) Dalam hal penggabungan perseroan dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1), maka direksi perseroan yang akan menerima

Dari hasil analisis cooking properties mie kering dari campuran tepung mocaf-tepung gandum dapat diketahui bahwa cooking yield dan swelling indeks meningkat hingga

[r]

Berdasarkan hasil analisa dan perancangan yang dilakukan pada penelitian tesis yang berjudul “ Rancang Bangun Sistem Informasi Untuk Mengatur Peredaran Stok Terhadap

Ethymologically, the word photography consist of two words, photos and graphein which means painting with the help of light. Photography nowadays has became a hobby and a trend

(3) Terdapat perbedaan yang signifikan setelah diterapkannya linear note taking style dan non linear note taking style bersetting saintifik ditinjau dari prestasi

lengkap karena tidak menuliskan satuan pada besaran. 4) Menuliskan besaran yang ditanya, dari 30 peserta didik 14 (46,7%) orang. peserta didik menuliskan simbol besaran