V. PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA
ANALISA SMULASI AWAL
1.1 Analisa Output per Bulan dan Utilitas tiap Operator
Simulasi awal dilakukan selama 1 bulan jam kerja simulasi untuk menunjukkan hasil output produksi atas produk yang diteliti (Round Table dan Square Table ). Hasil produksi lengkap kedua produk tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5.1
Hasil Output Simulasi Awal Jenis Produk
Square Table Round Table
Jumlah (pieces)
350 200
Rata-Rata Demand (pieces)
419 380
Jumlah Produk yang Tidak
Dapat diproduksi
69 180
Pada Tabel 5.1 dapat dilihat bahwa dalam keadaan awal, PTC mampu memproduksi produk Square Table sebanyak 350 buah dan Round Table sebanyak 200 buah.. Jumlah produksi tersebut berada dibawah rata- rata demand perbulan, hal ini menyebabkan hilangnya keuntungan akibat PTC tidak mampu memenuhi rata-rata demand per bulan
Tabel 5.2 Data Demand
Bulan 1 2 3 4 5
6 _
Square Table (pc) 400 480 450 350 380 450
Round Table (pc) 400 350 400 300 380 450
Terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan PTC tidak dapat memenuhi rata-rata dernand per bulan, dalam tugas besar ini akan dibahas mengenai salah satu faktor pendukung utamanya, yaitu tenaga kerja di PTC.
Tabel 5.3
Utilitas Tenaga Kerja ( Operator) Simulasi Awal
Keterangan : op = operator
Dilihat dari tabel diatas, yaitu utilitas para pekerja (operator) untuk simulasi awal, maka dapat disimpulkan :
• Produksi Square Table : Pekerja yang utilitasnya melebihi batas (hal ini terjadi karena banyak kegiatan yang harus dilakukan, sedangkan operaior terlalu sedikit), yaitu pada :
Departemen Precut 1(100%), Fincut(95,96%), Spindel 1(87,67%) &
Assembling(100%).
Sedangkan pekerja yang utilitasnya jauh di bawah batas (hal mi terjadi karena terialu banyak operator sedangkan tugas yang harus dilakukan terlalu sedikit), di departemen :
Precut3(47,97%>),Sizing(12,46%>)Jlollsander(33,60%),Primesandr (6,49%),Brushsander(48,45%), WBS(12,74%),Doweldrill2(28,99%
) dan Doweldrill 3(13,12%).
• Produksi Round Table: Pekerja yang utilitasnya melebihi batas (hal ini terjadi karena banyak kegiatan yang harus dilakukan, sedangkan operator terlalu sedikit), yaitu pada departemen:
Precut 1(100%), Spindel 1(97,22%) dan Gluing(100%).
Sedangkan pekerja yang utilitasnya jauh dibawah batas (hal ini terjadi karena terlalu banyak operator sedangkan tugas yang harus dilakukan terlalu sedikit), di departemen:
Fincut(33,46%),Precut3(54,35%),Spindel2(22,73%)Rollsander(32, 35%)frimesander(l3,12%), Thickneser(2,74%),Doweldrill2(26,56
%),Doweldrill 3(10,67%),WBS(41,11%) & Edgesander(33,93%) Disini asumsi yang digunakan adalah Batas atas Utilitas adalah 80 % dan batas bawahnya adalah 55 %.
1.2 Analisa Biaya Simulasi Awal
Hasil analisa pada simulasi awal menunjukkan banyaknya jumlah produk yang hilang akibat tidak terpenuhinya rata-rata demand per bulan.
Data Harga Pokok Produksi dan harga jual untuk tiap produk dapat dilihat pada tabel 5.3 dibawah ini.
Tabel 5.4
Harga Produk dan Keuntungan (perpieces) Nama Produk
Sguare Table Round Table
HPP Rp. 40.433,- Rp. 38.897,-
Harga Jual Keuntungan Rp. 46.500,-
Rp. 44.750,-
Rp. 6.067,- Rp. 5.853,-
Berdasarkan data pada tabel 5.3 dapat dihitung jumlah keuntungan yang hilang di PTC untuk Sguare Table dan Round Table.
Tabel 5.5
Analisa Biaya Simulasi Awal Nama Produk
Sguare Table Round Table
Keuntungan Rp. 6.067,- Rp. 5.853,-
Jumlah Produk yang Tidak Dapat Diproduksi
69 180
Keragian Rp. 418.623,- Rp. 1.053.540,- Total :Rp. 1.472.163,-
Berdasarkan tabel 5.4 diatas dapat dilihat bahwa kerugian yang ditanggung oleh PTC akibat demandymg tidak bisa dipenuhi adalah Rp. 1.472.163,00 setiap bulannya.
2. ANALISA SIMULASIUSULAN
Dalam Tugas Akhir ini diberikan 3 macam usulan yang dilakukan simulasi ulangnya, yaitu:
• Simulasi Usulan 1, dimana dalam usulan dilakukan Penambahan operator guna menurunkan Utilitas operator yang terlalu tinggi (dalam hal ini disebabkan karena terlalu banyak pekerjaan yang harus
Round : Penambahan 2 operator dalam departemen Gluing (utilitas=lOO%), dalam hal ini secara otomatis menyebabkan bertambahnya sarana meja imtuk proses gluing sebanyak 1 unit
Square : Penambahan 2 operator dalam departemen Assembling (utilitas=100%).
Sedangkan untuk proses Fincut pada Square Table tidak dilakukan perubahan operator (walaupun utilitasnya tinggi, yaitu sebesar 95,96%) karena pada Round Table utilitasnya rendah.
• Usulan 2, dimana dalam usulan ini dilakukan pengalihan operator dari departemen yang kurang membutuhkan (Utilitas rendah) menuju ke departemen yang lebih membutuhkan (Utilitas tinggi)., tanpa mengurangi jumlah operator secara keseluruhan.
Round & Square : Pengalihan 1 operator dari departemen Primesander (utilitas untuk square=6,49% dan untuk round=13,l2%) menuju ke departemen Spindell(utUitas untuk round=87,67% & square=
97,22%).
Round : Pengalihan 2 operator Doweldrill 3 (utilitas= 13,12%) ke departemen Gluing (utilitas=100%).
Square : Pengalihan 2 operator Doweldrill 3 (utilitas=10,67%) ke departemen Assembling (utilitas=100%).
• Usulan 3, dimana dalarn usulan ini dilakukan pengalihan operator seperti yang dilakukan pada usulan 2 ditambah dengan pengurangan operator yang kurang diperlukan.
Round & Sguare : Pengurangan 2 operator pada departemen Dowldrill2 (utilitas untuk round=26,56% & untuk square=28,99%) dan departemen Rollsander (utilitas untuk round=32,25% & untuk square=36,60%),serta. pengurangan 1 operator pada Departemen Precut 3 (utilitas untuk round=54,35% & untuk square=47,97%), sedangkan pada departemen WBS dan Sizing tidak dilakukan perubahan operator, karena operator yang dimiliki adalah jumlah operator minimum.
2.1 Analisa Simulasi Usulan 1
Berdasarkan pada hasil yang diperoleh pada simulasi awal dilakukan perubahan jumlah operator, berupa :
• Round dan Square Table : operator pada departemen Precut 1 menjadi 5 orang dan Spindel 1 menjadi 3 orang.
• Round Table : operator pada departemen Gluing menjadi 4 orang yang diikuti dengan penambahan jumlah meja produksi menjadi 2 unit.
• Square Table : operator pada departemen Assembling menjadi 10 orang.
Hasil dari perubahan ini adalaih jumlah output untuk Round table menjadi 450 unit dan untuk Square table menjadi 500 unit. Disertai dengan penambahan operator sebanyak 4 orang.
2.2 Analisa Simulasi Usulan 2
Berdasarkan pada hasil yang diperoleh pada simulasi awal dilakukan perubahan jumlah operator berupa :
• Round dan Square table : operator Primesander menjadi 1 orang, Spindel 1 menjadi 3 orang dan Doweldrill 3 menjadi 2 orang.
• Round Table : operator Gluing menjadi 4 orang disertai bertambahnya 1 meja Gluing.
• Square Table : operator Assembling menjadi 10 orang.
Dari hasil perubahan ini didapatkan bahwa jumlah output Round Table menjadi 450 unit dan Square Table menjadi 500 unit, tanpa mengalami perubahan jumlah operator secara keseluruhan.
2.3 Analisa Simulasi Usulan 3
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari simulasi awal, dilakukan perubahan jumlah operator menjadi:
o Round dan Square table : operator Primersander menjadi 1 orang, Spindel 1 menjadi 3 orang, Rollsander menjadi 2 orang, Precut 3 menjadi 3 orang, Dowidrill 2 menjadi 2 orang dan Doweldrill 3 menjadi 2 orang
• Square Table : operator Assembling menjadi 10 orang
Dari hasil perubahan yang dilakukan diperoleh hasil output Round Table sebanyak 450 unit, sedangkan untuk Square table sebanyak 400 unit, serta pengurangan jumlah operator keseluruhan sebanyak 5 orang.
ANALISA BIAYA UNTUK SMULASIUSULAN
Berdasarkan hasil rata-rata demand untuk produk round dan square table selama 6 bulan, apabila demand tersebut dapat dipenuhi, maka harga pokok penjualan yang harus ditanggung oleh PTC adalah sebagai berikut:
Tabel 5.6
Harga Pokok Penjualan
Total Keuntungan yang diraih oleh PTC setiap bulannya adalah:
Keuntungan = Total Penjualan - HPP
Keuntungan = Rp. 36.488.500,00-Rp. 31.722.287,00 = Rp. 4.766.213,00
3.1 Analisa Biaya untuk Simulasi Usulan 1
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari simulasi usulan 2, didapatkan output yang dihasilkan bila dilakukan usulan 2 adalah 500 unit untuk Sguare table dan 450 unit untuk Round table, sehingga rata-rata demand per bulan dapat dipenuhi. Keuntungan yang dapat diperoleh PTC setiap bulannya apabila demand dapat dipenuhi adalah sebesar Rp. 4.766 213,00. Penambahan operator sebanyak 4 orang, memerlukan biaya per operator Rp. 2.850,00 per jam, jadi penambahan tersebut memerlukan biaya sebesar Rp. 2.850,00 x 4 x 53, sebesarRp.604.200,00.
Jadi keuntungan bersih bila menggunakan usulan 2 ini adalah sebesar:
Rp. 4.766.213,00-Rp. 604.200,00 = Rp. 4.162.013,00.
3.2 Analisa Biaya untuk Simulasi Usulan 2
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari simulasi usulan 2, didapatkan output yang dihasilkan adalah 500 unit untuk Sauare table dan 450 unit untuk Round table, sehingga rata-rata demand per bulan dapat dipenuhi tanpa adanya penambahan operator. Untuk penambahan sarana meja Gluing tidak diperhitungkan biayanya, karena di PTC sudah memiliki beberapa meja Gluing yang tidak
dioperasikan. Keuntungan bersih yang dapat diperoleh PTC setiap bulannya apabila demand dapat dipenuhi adalah sebesar Rp.4.766.213,00.
3.3 Analisa Biaya untuk Simulasi Usulan 3
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari simulasi usulan 3, didapatkan output yang dihasilkan adalah 450 unit untuk Square table dan 400 unit untuk Round table, sehingga rata-rata demand per bulan dapat dipenuhi. Keuntungan yang dapat diperoleh PTC setiap bulannya apabila demand dapat dipenuhi adalah sebesar Rp.4.766.213,00. Pengurangan operator sebanyak 5 orang, menghemat biaya sebesar Rp.2.850,00 x 5 x 53, sebesar Rp.755.250,- Untuk penambahan sarana meja Gluing tidak diperhitungkan biayanya, karena di PTC sudah memiliki beberapa meja Gluing yang tidak dioperasikan.
Jadi keuntungan bersih bila menggunakan usulan 2 ini adalah sebesar:
Rp. 4.766.213,00 + Rp. 755.520,00 = Rp. 5.521.463,00