• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN ASN PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENSUKSESKAN SDGs

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAN ASN PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENSUKSESKAN SDGs"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Webinar ASN Belajar Seri 20 – “Wujudkan ASN Pro Hijau Mendukung SDGs” – BPSDM Provinsi Jatim Rabu, 25 Mei 2022

PERAN ASN PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENSUKSESKAN SDGs

Dr. Rachman Kurniawan

Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan

Sekretariat Koordinasi Nasional TPB/SDGs, Kementerian PPN/Bappenas

(2)

OUTLINE

1. Pengantar SDGs

2. Pelaksanaan Green/Eco-Office

Mendukung SDGs

(3)

3

1. PENGANTAR SDGs

(4)

SDGs adalah VISI KITA BERSAMA 4

SDGs menawarkan kerangka pelaksanaan yang fokus pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kesenjangan serta memastikan Tidak Ada Satu pun Yang Tertinggal (No one Left behind)

MASYARAKAT ADIL MAKMUR

Memperluas Sumber Pendanaan (Pemerintah,

Swasta, dan Sumber Lain)

Menekankan pada hak asasi manusia

Lebih Komprehensif  Melibatkan lebih banyak negara dengan tujuan universal

Inklusif  no one left behind

Melibatkan Seluruh Pemangku Kepentingan:

Pemerintah; OMS & Media; Filantropi & Bisnis; serta Pakar & Akademisi

”Zero Goals”  Menargetkan untuk menuntaskan seluruh indikator

Memiliki Cara Pelaksanaan (Means of Implementation)

MDG 2000 - 2015 SDGs 2015 - 2030 Sustainable Development for

OUR Future Generation

(5)

Kolaborasi untuk Pelaksanaan SDGs di Indonesia

5

KERJASAMA YANG

KONSTRUKTIF DAN POSITIF

SDGs merupakan target yang ambisius dan hanya dapat dicapai melalui KEMITRAAN antara pemerintah dan nonpemerintah yang dilandasi oleh prinsip-prinsip:

SALING PERCAYA

PRINSIP KEMITRAAN

SALING MENGISI

SALING TERBUKA SALING

MENGHORMATI

NO ONE LEFT BEHIND UNTUK MEMASTIKAN

Pemerintah

dan Parlemen Filantropi dan Pelaku Usaha

Akademisi

dan Pakar Ormas dan

Media

(6)

Indikator SDGs Nasional Edisi II 6

SDGs Nasional

17 Tujuan, 289 Indikator

PILAR PEMBANGUNAN SOSIAL 87 Indikator

Tujuan 1: Tanpa Kemiskinan (14 Indikator) Tujuan 2: Tanpa

Kelaparan (16 Indikator) Tujuan 3: Kehidupan Sehat

dan Sejahtera (31 Indikator) Tujuan 4: Pendidikan

Berkualitas (14 Indikator) Tujuan 5: Kesetaraan

Gender (12 Indikator)

PILAR PEMBANGUNAN EKONOMI

89 Indikator

Tujuan 7: Energi Bersih dan Terjangkau

(7 Indikator)

Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

(19 Indikator)

Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

(21 Indikator)

Tujuan 10: Berkurangnya Kesenjangan (17 Indikator) Tujuan 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan

(25 Indikator)

PILAR PEMBANGUNAN LINGKUNGAN

77 Indikator

Tujuan 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak (10 Indikator) Tujuan 11: Kota dan

Pemukiman Yang Berkelanjutan (17 Indikator)

Tujuan 12: Konsumsi dan

Produksi Yang Bertanggungjawab

(17 Indikator)

Tujuan 13: Penanganan

Perubahan Iklim (9 Indikator)

Tujuan 14: Ekosistem Lautan (10 Indikator)

Tujuan 15: Ekosistem

Daratan (14 Indikator)

PILAR PEMBANGUNAN HUKUM DAN TATA KELOLA

36 Indikator

Tujuan 16:

Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Yang

Tangguh

(36 Indikator)

(7)

Integrasi SDGs

Dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional

7

PENGARUSTAMAAN TPB/SDGs KE DALAM NAWACITA PEMBANGUNAN JILID II ( 7 AGENDA PEMBANGUNAN) RPJMN 2020 – 2024: Indonesia Berpenghasilan Menengah-Tinggi yang Sejahtera, Adil, dan Berkesinambungan

TUJUH

AGENDA PEMBANGUNAN

RPJMN

2020-2024 1. SDM BERKUALITAS

& BERDAYA SAING

2. KARAKTER BANGSA 3. KETAHANAN EKONOMI

UNTUK PERTUMBUHAN BERKUALITAS

5. INFRASTRUKTUR

PENGEMBANGAN EKONOMI &

PELAYANAN DASAR

6. STABILITAS

POLHUKHANKAM &

TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK

7. LINGKUNGAN HIDUP DAN KETAHANAN BENCANA 4. PENGEMBANGAN WILAYAH

UNTUK PEMERATAAN

Melaksanakan TPB/SDGs berarti

Melaksanakan Agenda Pembangunan Nasional

124 Target TPB/SDGs

sudah terintegrasi dengan

RPJMN 2020-2024

(8)

PENGINTEGRASIAN SDGs

DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Perpres 59/2017 ttg Pelaksanaan Pencapaian

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pengintegrasian SDGs dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

KLHS RPJMD

RAD TPB

RENCANA PEMBANGUNAN

JANGKA MENENGAH

DAERAH Permendagri

No. 7 Tahun 2018

“Pembuatan

& Pelaksanaan KLHS dalam Penyusunan RPJMD”

INSTRUMEN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN”

Perpres 59/2017 psl. 15: Gubernur Bersama Bupati di wilayahnya

menyusunan RAD TPB lima tahunan.

Psl. 15 (a) Psl. 15 (b)

Pasal 5 Permendagri no. 86/2017

Rumusan penyusunan

rencana pembangunan

daerah : Transparan

dan berwawasan

lingkungan dan

berkelanjutan.

(9)

Potensi Pelaksanaan SDGs di Daerah

ASN SEBAGAI KOMPONEN UTAMA OPD

(PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DI DAERAH)

Perangkat Daerah adalah organisasi atau lembaga pada pemerintah daerah yg bertanggung jawab kpd Kepala Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di daerah (PP 18/2016)

(10)

10

2. PELAKSANAAN

GREEN/ECO-OFFICE

(11)

Pilar Pembangunan Lingkungan

Mendorong Pelaksanaan Green Office/Eco-office

11

PILAR

PEMBANGUNAN LINGKUNGAN

SDGs

Kebijakan SCP

Efisiensi sumber daya

Reduksi

food loss &

food waste

Pengelolaan limbah

Pengelolaan sampah

Sustainability report

Sustainable public procurement

Kesadaran &

prilaku ramah lingkungan

Kapasitas IPTEK

Sustainable tourism

Rasionalisasi inefisiensi subsidi

Perubahan Sistemik:

Agenda Transformasi

yang Fundamental

(12)

Strategi SCP

Mendorong Pelaksanaan Green Office/Eco-office

12

Perubahan Sistemik:

Agenda Transformasi yang Fundamental

Pemerintah:

Eco/green-office

• Green Public Procurement (GCP)

Bisnis:

• Sustainable sourcing

• Resource Efficient &

Cleaner Production

• SML

• Barang Jasa Ramah Lingkungan

• Consumer Information

Masyarakat:

• Standar Pelayanan

Masyarakat di

Pos-Pos Fasilitas

Publik (SPM-FP)

(13)

Pedoman Aksi SCP

Mendorong Pelaksanaan Green Office/Eco-office

13

• A.1 Kantor Ramah Lingkungan

• A.2 Pengadaan Barang dan Jasa Ramah Lingkungan

• A.3 Perbaikan Fasilitas Publik

• A.4 Bangunan Kantor Ramah Lingkungan

A. Menu Aksi Pemerintah Pusat

dan Daerah

• B.1 Mulai dari Rumah

• B.2 Cegah Sampah Makananmu

• B.3 Event Berkelanjutan

B. Menu Aksi Komunitas

• C.1 Sustainable Sourcing

• C.2 Efisiensi Sumber Daya

• C.3 Sistem Manajemen Lingkungan

• C.4 Produk Ramah Lingkungan

• C.5 Seberapa Hijau Bangunan Kita?

C. Menu Aksi Bisnis

• D.1 Socio-preneurship dan start-up jasa profesional pengelolaan sampah

D. Menu Aksi

Cipta Kerja

(14)

Green Office / Eco -office 14

Green Office atau Kantor Hijau adalah kantor yang struktur dan proses pengelolaanya efisien dalam menggunakan sumber daya dan berwawasan lingkungan sepanjang siklus hidupnya

(penentuan lokasi, desain & kontribusi gedung kantor, kegiatan operasional, pemeliharaan & renovasi, hingga perilaku

penggunanya).

Eco-office adalah kantor peduli lingkungan yang telah

mewujudkan penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran.

Tujuannya menciptakan lingkungan kantor yang bersih, indah, nyaman, menyehatkan, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian sumber daya alam dengan melibatkan seluruh

aktivitas individu yang berada di dalam kantor.

“Environmental elements fostering innovative behavior” (John E Tropman)

A SPE K K EB ER LAN JUT AN Desain Teknologi

Prilaku

Ramah Lingkungan Efisiensi

Kenyamanan Produktivitas

INDI K A TOR K INE R JA

Desain

Efisiensi energi Efisiensi air Efisiensi material

Kualitas lingkungan

Operasionalisasi &

pemeliharaan

Pengurangan limbah

(15)

Green Office / Eco-office Contoh Penerapan di KLHK

15

(16)

Praktek Baik

Kantor Eco Office PPE KLHK Makassar

16

Aspek efisiensi & konservasi energi

Penerapan kantor hemat energi, pengunaan AC tidak terlalu dingin, sekitar 27

o

C; sebagian besar ruangan

tidak ber-AC tapi sirkulasi udara terbuka

Aspek konservasi air

Menerapkan konsep rain water harvesting atau pemanenan air hujan untuk penggunaan toilet dan

wudhu; penggunaan air PDAM dan air tanah dikurangi.

Aspek tepat guna lahan

Menata lahan kantor sesuai tata ruang; tersedia ruang-ruang hijau dan tempat bermain anak.

Aspek kualitas dan kenyamanan udara dalam ruang

Penggunaan AC dikurangi namun tidak membuat ruang terlalu panas. “Kenyamanan dikurangi tapi orang bisa

bekerja dengan baik,”.

Aspek manajemen lingkungan bangunan

Dilengkapi taman ekologi (eco educational park); orang bisa belajar tentang berbagai hal terkait LH & kehutanan (zona perubahan iklim; konservasi energi: kincir angin dan

lampu surya; kehidupan akuatik; serta zona daur ulang).

Aspek sirkulasi material

semua peralatan kantor harus berasal dari bahan ramah lingkungan & berkelanjutan, semua kertas berasal dari legal

wood (ecolabel), semua peralatan elektronika harus bisa didaur

ulang, semua sampah dikelola (zero waste: kompos & non- organik dijual), memiliki bank sampah (internal & dari kantor lain)

Sudah memperoleh sertifikat ISO

14001:2004 untuk eco office,

sebagai kantor yang berbudaya

lingkungan

(17)

tempat sampah terpilah baik; petugas kebersihan tidak mencampur kembali sampah terpilah; membangun bank sampah; mengolah sampah organik menjadi kompos;

menyediakan dropbox untuk pengumpulan sampah B3 perkantoran.

Pengelolaan sampah

menjaga kebersihan ruang kerja; memilah & membuang sampah sesuai jenisnya pd tempat sampah terpilah yg disediakan; tidak merokok di dalam gedung kantor.

Kebersihan/ kenyamanan ruang kerja

mematikan kran air yg tidak digunakan; memperbaiki segera kran bocor;

meningkatkan penggunaan kran otomatis; memaksimalkan pengolahan &

pemanfaatan air bekas perkantoran secara sederhana untuk menyiram tanaman perkantoran; mempercepat pembuatan lubang resapan air hujan (biopori)

Penghematan penggunaan air

tidak menggunakan peralatan makan & minum dari bahan plastik, styrofoam, & kertas sekali pakai; peralatan makan & minum yg digunakan berulang & membawa alat makan pribadi;

menggunakan reusable bag; air siap minum (water tap); naskah dinas & penyebaran informasi via media elektronik; menggunakan kertas dua sisi & optimalisasi kertas bekas

Pengurangan sampah plastik dan kertas

mematikan lampu ruangan yg tidak digunakan; mencabut stop kontak dan/atau

mengatur peralatan elektronik dalam kondisi auto off ketika tidak digunakan; mematikan AC sentral pada akhir jam kerja; membatasi pemberian fasilitas AC bagi unit/pegawai yang lembur; penggunaan peralatan elektronik yang hemat energi; penggunaan sensor gerak/cahaya/panas untuk penerangan pada area tertentu; penggunaan lampu LED

Penghematan energi listrik

Praktek Baik

Kantor Ramah Lingkungan (Eco-Office) Kemenkeu

17

perancangan bangunan gedung baru dan/atau renovasi gedung memperhatikan prinsip-prinsip green building.

Lain-lain

(18)

Praktek Baik

Panduan Green Office Kecamatan Jonggol – Kab. Bogor

18

Operasionalisasi Komitmen, sosialisasi, advokasi, implementasi &

dokumentasi.

Mengkaji kembali Evaluasi menyeluruh dan

menyusun kebijakan yg lebih baik.

Perencanaan Menyusun Green Team;

menyusun program dan SOP efisiensi.

Pengecekan &

perbaikan

Monev dan perbaikan, serta audit internal.

L5 L4

L3 L2

Kebijakan Menerapkan prinsip kantor ramah lingkungan;

kenyamanan pegawai;

efisiensi.

L1

Langka h Pe n e ra p an GO

Pe n er apan GO

Tata Guna Lahan Efisiensi Energi

Konservasi Air Siklus Material

Kualitas Udara

Manajemen Lingkungan

TI & SDM

(19)

Tantangan Pencapaian SDGs Terutama Peran ASN Pemda

Pemahaman konsep, kerangka dan prinsip SDGs belum merata

Perencanaan dan regulasi

Pemanfaatan teknologi

Prilaku dan budaya ramah lingkungan

Pengarusutamaan SDGs dalam pembangunan daerah belum holistik, termasuk implementasi nyata pada unit kerja

pemerintahan. Perlu pemahaman holistik ASN bahwa SDGs bagian dari tugas utama & terkait berbagai sektor pembangunan.

Untuk memastikan pelaksanaan SDGs melalui penerapan

green/eco-office dari hulu hingga ke hilir. Perlu perencanaan dan kepatuhan ASN terhadap aturan dan mekanisme kerja ramah lingkungan.

Penerapan teknologi memerlukan investasi tinggi dan perawatan serta pemanfaatan yang tepat. Perlu kesadaran setiap ASN dalam pemanfaatan dan perawatan infrastruktur teknologi ramah

lingkungan.

Perubahan prilaku ramah lingkungan memerlukan edukasi, diseminasi dan pembiasaan secara terus menerus. Perlu kesadaran bersama bahwa budaya ramah lingkungan akan bermanfaat dalam meningkatkan kenyamanaan, keamanan dan produktivitas kerja ASN.

19

(20)

TERIMA KASIH

Sekretariat Koordinasi Nasional TPB/SDGs

Website : http://sdgs.bappenas.go.id/

Instagram : @sdgs_indonesia Facebook : SDGsIndonesia Twitter : @SDGs_Indonesia

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait