• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN SEMINAR IT TODAY 2020 EMPOWERING FUTURE GENERATION WITH DISRUPTIVE MINDSET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN SEMINAR IT TODAY 2020 EMPOWERING FUTURE GENERATION WITH DISRUPTIVE MINDSET"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN SEMINAR IT TODAY 2020

“EMPOWERING FUTURE GENERATION WITH DISRUPTIVE MINDSET”

Disusun Oleh:

Aswar Hanif, S.Kom, MMSI 0323088106

FAKULTAS TEKNIK DAN INFORATIKA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KOMPUTER UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA

TAHUN 2020

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kegiatan

Saat ini kehidupan kita begitu terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Perubahan- perubahan terjadi dalam waktu yang tidak lama dan ke arah yang tidak terduga. Beberapa tahun terakhir ini, terminologi “VUCA” mendapatkan popularitas sebagai istilah untuk mencakup berbagai dimensi dari lingkungan yang seakan “tak terkendali’ ini. VUCA adalah akronim dari Volatility, yang menggambarkan kecepatan perubahan yang menghilangkan kestabilan, Uncertainty, yang menggambarkan ketidak pastian dan sulitnya meramal masa depan, Complexity, kerumitan dan banyaknya faktor-faktor yang harus diperhatikan, dan Ambiguity, kerancuan dan kekurang jelasan mengenai bagaimana menginterpertasikan sebuah keadaan.

Untuk menghadapai ini, upaya dalam mempersiapkan generasi masa depan harus lebih difokuskan, sesuai dengan keadaannya. Salah satunya adalah dengan mengarahkan generasi ini ke pola pikir disruptif yang siap sedia bertindak tanpa batasan ruang dan waktu. Cepat, ringkas, dan cerdas adalah hal yang menjadi bagian dari disruptive mindset. Mengetahui cara kerja, peran, dan bagaimana pengaruh perkembangan teknologi informasi dalam kegiatan ekonomi usaha kecil maupun besar dapat menginspirasi pikiran. Pada dasarnya pengetahuan ini bisa berguna tidak hanya bagi generasi muda, tapi juga bagi semua pihak yang berkecimpung dalam bidang teknologi informasi. Karena perkembangan dan pengaruh ini tidak hanya membawa perubahan dalam satu bagian hidup saja, tapi juga berpengaruh terhadap kehidupan kita secara keseluruhan. Memberdayakan pikiran dengan pengetahuan dan pola pikir inovatif dan disruptif, bisa menjadi kunci bagi keberhasilan dalam dunia yang menyatu dengan teknologi informasi ini.

1.2. Maksud dan Tujuan Kegiatan

Maksud kegiatan ini adalah memberikan informasi dan sudut pandang dari narasumber mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk menemukan solusi, perspektif teknologi informasi baru, dan perspektif pengembangan aplikasi hingga menjadi sebuah startup.

Sedangkan tujuannya seminar ini diharapkan dapat mempersiapakan peserta, pada umumnya, dan generasi muda Indonesia, pada khususnya, untuk memahami lebih dalam tentang disruptive mindset sebagai bekal menghadapi era disruptif.

(3)

BAB II

LAPORAN KEGIATAN

2.1. Bentuk Kegiatan

Kegiatan Webinar ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi web Crowdcast.

2.2. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan seminar dilaksanakan pada:

Hari : Minggu

Tanggal : 6 September 2020 Waktu : 09:00 – 12:30 WIB

Penyelenggara : Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB Media : Aplikasi Web Crowdcast

https://www.crowdcast.io/e/semnas

Kegiatan seminar ini dimoderasi oleh Farhan dan diisi oleh 3 pembicara, yaitu Bapak Andreas Sanjaya, Bapak Panji Wasmana, dan Bapak Febriadi Pratama.

ANDREAS SANJAYA a. Profil

Lulusan Universitas Indonesia jurusan komputer. Saat ini Andreas juga mengebangakan sebuah aplikasi bernama IGrow yang didirikan sejak 2014. Beberapa yang menarik dari perusahaan ini adalah, berawal dari usaha rintisan yang dikomandani oleh salah satu founder Badr.

iGrow buatan Andreas merupakan sebuah platform yang bisa menghubungkan para petani, pemilik lahan, dan orang-orang yang ingin berinvestasi di bisnis pertanian. Majalah Forbes menyebut iGrow ini sebagai FarmVille di dunia nyata.

b. Ringkasan Materi

Perusahaan teknologi saat ini mengambil peran signifikan. Perusahaan-perusahaan terbesar saat ini sebagian besar adalah perusahaan teknologi. Kehadiran mereka di awal adalah bentuk disrupsi industri yg dimasuki. Hingga saat ini mereka bertahan dengan inovasi, reliabilitas, dan penjualan yang baik. Inovasi penjualan ini termasuk di dalamnya experience

(4)

user yang baik dalam bebelanja dan penciptaan brand yang secara psikologis terlihat keren di masyarakat. Teknologi tidak bisa kita pisahkan dari inovasi di setiap bidang.

Menciptakan sebuah produk yang mampu mendisrupsi sebuah industri, tidak mudah.

Peluang keberhasilan startup 10-20%. Ini adalah sebuah statistik yang tidak menyenangkan, karena berarti 9 dari 10 startup ynag muncul tidak dapat bertahan. Penyebab paling krusial untuk keadaan ini adalah bahwa mereka gagal untuk menghasilkan sebuah produk yang diinginkan atau dibutuhkan oleh masyarakat. Orang-orang tidak ingin dan tidak tertarik menggunakan produk dan inovasi mereka. Menghasilkan sebuah produk bukan hanya kemampuan untuk membuatnya, tapi apakah produk itu dibutuhkan oleh pasar aatu tidak.

Ini dilihat dari level empati. Apakah kita bisa melihat masalah apa yang ada di masyarakat, memilih mana yang paling krusial, untuk bisa diselesaikan. Kadang ada masalah di sekitar kita, yang orang-orang tidak menyadarinya. Karena itu dibutuhkan empati yang bagus oleh seorang inovator. Kemampuan mendeteksi sebuah masalah yang krusial, memvalidasinya, dan mengunakan sumberdaya yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Asumsi yang salah adalah apabila kita membuat sebuah produk atau aplikasi, kemudian kita jual, dan banyak orang akan menggunakannya, kita mendapatkan keuntungan yang besar, kemudian kita bisa membuat perusahaan dari keuntungan itu. Ini terbalik. Temukan permasalahan dahulu, identifikasi apa yang dibutuhkan target pasar kita. Baru kita cari solusinya dengan sebuah produk atau inovasi. Ini dilakukan dengan aktivitas riset, produksi solusi, baru development aplikasi. Kalau kita kesulitan melakukan riset untuk sebuah pasar, ini adalah indikator pasar ini tidak sesuai untuk kita. Karena jika untuk riset saja susah, kegiatan penjualan produk akan lebih susah.

Startup itu bukan hanya karena bisa memiliki petumbuhan yang signifikan, tapi juga berisi aktivitas eksperimen dan eksplorasi. Startup adalah sebuah organisasi sementara yang dirancang untuk mencar dan mengeksplorasi sebuah model bisnis yang repeatable dan scalable. Aktivitas mencari model bisnis yang bekerja, mencari sebuah model yang tervalidasi adalah aktivitas utama sebuah startup.

Peran penting dari seorang founder adalah melakukan eksperimen. Dari rencana A, ke rencana B, dan seterusnya. Ini tidak harus pergantian produk, pergantian strategi pemasaran juga bentuk eksperimen. Ini adalah salah satu bentuk mindset disruptif.

Saat melakukan eksperimen, kita harus melakukan kontrol terhadap sumberdaya agar tetap efisien dalam penggunaannya. harus dijalankan secara terukur. Salah satu contoh bentuknya adalah memulai dengan sederhana, minimum viable product. Masih minimum tapi sudah bisa memberikan solusi bagi sebuah masalah. Banyak inovasi disruptif gagal, karena

(5)

meski bisa membuat sebuah produk yang baik secara teknis, produk itu tidak cukup bergharga untuk digunakan, tidak cukup berharga untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Jadi kita harus memastikan nilai tambah dari solusi kita memang benar-benar krusial. Ini dimiliki oleh teknologi-teknologi disruptif di masa lampau.

Disrupsi bukanlah sekedar penggunaan teknologi tercanggih, atau apakah kita mampu membuat produknya, tapi apakah inovasi yang kita hasilkan sudah relevan untuk menyelesaikan masalah yang ada di sekitar kita. Pencarian, dari satu eksperimen ke eksperimen lainnya. Setiap eksperimen menghasilkan data yang bisa digunakan. Kiat juga harus open mind. Karen bisa saja rencana awal berupah sepanjang perjalanan. 66% startup sukses mengubah rencana awal mereka sepanjang perjalanan. Yang awalnya membuat produk A, akhirnya membuat produk B. Rencana awal tidak selalu berjalan mulus, kita butuh untuk bisa beradaptasi, sehingga kita menemukan bentuk yang bisa bekerja sebelum sumberdaya kita habis.

Mindset berikutnya yang diperlukan adalah bagimana kita bisa mendasarkan aktivitas kita pada data. Dalam mendirikan startup, umumya ada 3 komponen yang harus dilalui

 Problem/Solution Fit

Fase di mana kita mencari masalah. Di sini butuh empati, apakah kita menyelesaikan masalah yang cukup berharga untuk diselesaikan.

 Product/Market Fit

Masa di mana kita menciptakan solusi yang benar-benar bisa menyelesaikan masalah.

Jika belum bisa menyelesaikaan masalah dan belum dicintai user, maka ia belum product/market fit. Ditandai oleh orang menggunakan porduk kita terus menerus.

 Scale

Masa di mana kita bisa melakukan ekspansi. Menambah karyawan, membuka cabang, pemasaran yang ekspansif, dsb. Ini semua akan efektif dilakukan di masa scalling ini.

Mindset disruptif yang lainnya adalah bersabar dalam berproses. Ingin membuat produk dan langsung mengeluarkan biaya besar untuk pemasarannya. Cara seperti ini tidak bekerja, karena produknya belum disempurnakan. Ini butuh waktu, butuh proses. Pastikan inovasi kita benar-benar bekerja, baru melakukan ekspansi. Jangan terburu-buru ingin sukses instan.

Pastikan selama proses itu, kita belajar, kita bersabar, dan kita mengikuti tahapan-tahapannya sampai kita memang mapu untuk melakukan ekspansi.

(6)

FEBRIADI PRATAMA a. Profil

CEO & Chairman at Gringgo. Mengawali kiprahnya pada akhir 2014, startup yang berawal dengan nama "Cash for Trash" yang berbasis di Bali ini berusaha untuk menyelesaikan salah masalah terbesar di Indonesia, yakni sampah.

Banyak yang tidak mengetahui, pendapatan tukang sampah tergantung dari berapa banyak dan nilai jual limbah daur ulang yang mereka kumpulkan. Lewat aplikasi yang sudah dikembangkan Gringgo sejak 2017, tukang sampah di Bali kini mampu melacak jumlah dan tipe sampah yang mereka kumpulkan, juga membuat mereka bekerja lebih efisien.

b. Ringkasan Materi

Berdasarkan data, 72% dari gobal gas emmision dihasilkan oleh segala sesuatu yang berhubungan dengan energi (transportasi, manufaktur, listrik, dsb.). 11% dihasilkan dari agrikultur. Semua yang kita lakukan berdampak pada lingkungan. Tergantung bagaimana kita menyikapinya dan menghasilkan sebuah solusi. Cukup banyak ruang di mana kita bisa jadi disruptif. Menjadi disruptif itu adalah bagaimana caranya kita merubah atau menghindari sesuatu untuk terus berjalan seperti sebelumnya.

Gringgo adalah perusahaan teknologi yang mengkhususkan diri untuk sustainable dvelopment. Bagaimana kita sebagai manusia bisa menjalankan hari-hari kita dan berlanjut untuk selamanya dan tidak memberikan dampak buruk untuk untuk generasi masa depan. 4 poin sustainable development goals.

Permasalahan sampah yang kita hadapi adalah kekurangan regulasi dan infrastruktur yang ada di lapangan. Ini menghasilkan prilaku masyarakat yang menyebabkan bermasalah bagi lingkungan. Karena kita melihatnya sebagai sesuatu yang biasa, jadi tidak terlihat bahwa ini adalah masalah. Setelah divalidasi, ternyata orang-orang memiliki permasalahan yang sama.

Dari situ dicari sebuah solusi yang tepat, dan mengapa orang memiliki sikap tertentu terhadap sampah. Ternyata untuk banyak orang sampah adalah sesuatu yang tidak dipikirkan dan sesuatu yang repot. Akhirnya dicoba bagaimana bisa membuat sistem pengolahan samaph menjadi lebih mudah dan menyenangkan, sebagai sebuah starting poin. Berkembang untuk kemudian merubah sistem pengolahan sampah untuk menjadi digital.

Dari sini juga terlihat banyak pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan sampah tidak tepat sasaran dan tidak tepat guna. Karena saat dibangun, tidak berdasarkan data yang ada. Terlihat juga dari data terkini, 81% sampah masih tercampur di TPA. Kebanyakan sampah hanya bertumpuk di TPA. Ini bisa mengakibatkan kekurangan lahan untuk menumpuk

(7)

sampah lagi.

Sumber: Materi Webinar

Gambar 2.1. Perjalanan sampah

Di posisi TPS, banyak (di tengah) jasa angkut sampah dan pemulung melakukan pemilahan. Jika 81% sampai TPA, berarti 19% terpilah. Tukang sampah dan pemulung memilah dan menjual untuk mendapatkan penghasilan dari situ.

Sikap masyarakat terhadap sampah banyak karena kita tidak tahu bagaimana sampah dikelola, bagaimana perjalanan sampah itu. Dibalik masalah ini ada kesempatan. Contohnya plastik, 50% kebutuhan plastik tidak terpenuhi, jadi ada kesempatan untuk dikelola. Pemulung memilha plastik dari sampah, dijual ke pegepul, hingga akhirnya ke pabrik, dan oleh pabrik dibuat menjadi pelet untuk kemudian dikembangkan lagi. Jadi kesempatannya ada di sini.

Di Indonesia banyak industri yang kekurangan supply. Karena itu kita melihat berita mengenai impor plastik, impor sampah, karena secara industri kita membutuhkan itu. Padahal sebenarnya kita masih punya banyak sumber. Ingat, bahwa hanya 19% yang terpilah, 81%

bertumpuk di TPA. Berdasarkan data dan riset, kita harus memaksa orang melakukan suatu aktivitas untuk merubah sikap mereka. Bagaimana caranya membangun suatu perubahan prilaku dari masyarakat dengan aplikasi yang nantinya akan diintegrasikan dengan sistem jasa pengangkutan sampah untuk menghasilkan big data yang bisa digunakan pemerintah.

Sudah dilakukan pengujian, bahwa semua data yang dikumpulkankan bisa menghasilkan

(8)

perbaikan dalam pengelolaan sampah, dari skala kecil maupun skala besar. Harapannya adalah bisa dikerjasamakan dengan pemerintah agar mereka memiliki data yang jelas dalam pembangunan infrastruktur sampah. Selama ini pemerintah hanya mengeluarkan menggelontorkan dana, membuat infrastruktur, membelikan mesin, tapi akhirnya banyak tidak digunakan. Dari sisi pengangjutan sampah, dibangun sebuah supply chain agar jasa pengangkut sampah bisa memilah dengan lebih efisien dan terhubungkan dengan pasar yang ada yang lebih baik.

Banyak startup, meskipun startup teknologi, yang memiliki operasional yang offline.

Untuk bisa terhubung dengan komunitas-komunitas pemulung sampah, butuh untuk turun ke jalan dan berinteraksi dengan mereka. Jadi dalam satu platform bisa mengukur, memonitor, dan mencoba memperbaiki apa yang sudah mereka lakukan selama ini. Meski tidak membawa sesuatu yang baru, tapi melihat apa kebutuhan mereka, diimplementasikan sedikit demi sedikit, dengan tujuan bagaimana apa yang mereka lakukan menjadi lebih baik lagi.

Tujuannya adalah ingin membangun sebuah sistem yang bisa merubah prilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap apa yang mereka pakai, gunakan, konsumsi, dan produksi. Harapannya adalah apabila orang sudah membuat sebuah perubahan prilaku ini kita bisa menciptakan lingkungan yang jauh lebih baik dan lebih baik secara kesehatan, sehingga mereka bisa terpapar dengan pendidikan yang lebih baik. Dan dari ini juga, diharapkan prosesnya bisa berputar.

PANJI WASMANA a. Profil

Chief Technology Officer, IBM Indonesia yang memiliki pengalaman hampir 20 tahun di industri Teknologi Informasi dan akademisi. Pengalaman industrinya meliputi perencanaan, desain, pengembangan dan integrasi sistem aplikasi kecil hingga perusahaan.

Dia juga bersemangat dalam mengeksplorasi teknologi edge baru seperti blockchain, IoT, AI, cloud, dan komputasi Kuantum dan menggunakan teknologi tersebut untuk mengembangkan agenda Transformasi Digital untuk kliennya. Pengalaman akademisnya meliputi pengembangan modul dan kurikulum, mengajar di tingkat pascasarjana dan pascasarjana, dan mengawasi tesis siswa.

b. Ringkasan Materi

Bagaimana industri finansial (bank, asuransi, dsb) melakukan mereka melakukan model bisnis dalam lingkungan mereka? Institusi seperti perbankan umumnya dipandang sudah

(9)

dewasa dari sisi implementasi TI-nya. Karena bank sudah beroperasi ratusan tahun, dan sudah didukung teknologi informasi pada awal mereka mulai bekerja dan mengoperasikan dirinya.

Core banking adalah sebuah sub-sistem utama di dalam ssistem perbankan yang memuat data- data terkait dengan customer, ledger, dan juga hal-hal lain yang sangat penting. Proses yang terjadi dalam core banking ini, sebagian besar tidak pernah berubah sejak ratusan tahun masa operasinya. Jadi tidak banyak yang dilakukan dari sisi transformasi. Tapi jika diperhatikan, dari hari ke hari, semakin berubah sisi layanannya.

Dulu kita datang ke bank untuk ambil uang dan menabung, ke ATM untuk ambil uang, dsb. Belakangan kita hampir tidak pernah ke teller. Bahakan untuk beberapa proses konvensional, sperti pembukaan deposito, semua bisa dilakukan dalam genggaman tangan kita dengan menggunakan aplikasi mobile. Inilah yang disebut sebagai sesuatu yang membuat ekosistem di dalam bank yang tadinya bersifat rigid, sedikit demi sedikit berubah. Ini menjadi tren yang muncul dalam sektor industri finansial, di mana adanya ekosistem yang kait- mengkait di antara pelaku bisnis tertentu yang saling mendukung satu sama lain. Mereka saling berkolaborasi membentuk ekosistemnya. Inilah yang kita lihat sebagai disruptif thinking.

Sumber: Materi Webinar

Gambar 2.2. Kolaborasi Bank Membentu Ekosistem

(10)

Secara global, dalam industri finansial, mereka mengalami berbagai disrupsi. Bank yang umumnya dianggap sebagai lembaga yang sangat dewasa dari sisi bisnis, mereka juga mengalami banyak disrupsi, ketika banyak startup yang menawarkan berbagai macam inovasi dari sisi pelayanan keuangan yang sebelumnya tidak mereka bayangkan. Yang terjadi adalah jika sebelumnya perbankan rigid, mereka menjadi lebih fleksibel dan modular. Mereka berharap bisa mencontoh spirit startup ke lingkungan enterprise, untuk bisa lebih agile, lebih modular, atau bagaimana mereka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada customer mereka.

Dari sisi regulator di negara kita, diberikan ruang yang sangat fleksibel untuk mendukung digital payment system sampai 2025. Dalam regulasi juga sudah mengenal yang namanya sandbox. Sandbox adalah sebuah lingkungan di mana setiap pemangku kepentingan dapat mengajukan sistem yang mereka inginkan, kemudian akan diuji bersama. Dan andaikata ada regulasi yang belum bisa mengakomodasi kebutuhan mereka, maka OJK melakukan studi bersama. Jadi regulasi saat ini, jika anda datang membawa inovasi yang masuk akal, regulator akan melakukan studi. Bisa saja jawabannya tidak, tapi ada kemungkinan untuk diiyakan dengan berbagai macam regulasi yang melingkupinya.

Kemudian ada yang disebut sebagai digital platform. Ini adalah bentuk konsep baru, di mana saat kita mengmbangkan sistem, kita berpikir bahwa ini adalah bagian dari sebuah ekosistem. Ciri bagian dari ekosistem adalah keterbukaan (API dan model bisnis). Ini adalah trennya. Jika melakukan inovasi, selalu berpikir sebagai bagian dari ekosistem.

Bank atau lembaga finansial, memiliki sebuah privilige yang tidak dimiliki service provider lain. Di mana customer tidak pernah menanyakan dua atau tiga kali ketika bank menanyakan indentitas.

Ada 4 karakteristik bagi institusi finansial ketika mereka ingin bisa melakukan inovasi.

1. Banks will collaborate to source and coordinate capabilities.

Bank melakukan kolaborasi dengan lembaga lain untuk memberikan jaminan dan pelayan tambahan pada mereka. Contohnya payment gateway.

2. Specialist services will be employed in everything.

Akan dicari spesialisasi dalam sebuah ekosistem.

3. Innovation among partners.

Inovasi tidak lagi terbatas tentang entitasnya. Bank lebih terbuka untuk berkerjasama dan berkolaborasi dengan perusahaan startup. Kolaborasi adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

(11)

4. New opportunities for research, design, manufacture, and distribution of financial services will be created.

Kapabilitas suatu bank ke depannya, mereka hanya bisa bersaing ketika mereka berbicara tentang bagaimana memperbaiki customer experience, bangaimana menyatukan customer experience. Bagaimana kita melihat customer kita, bisa berinteraksi dan memberikan nilai lebih, adalah satu-satunya cara bagaimana sebuah institusi finansial mampu memberikan pelayanan terbaik kepada customernya.

Apakah yang harus dilakukan institusi finansial ke depannya ketika mengalami disrupsi?

Pertumbuhan eksponensial, di mana dalam organisasi baru 20% data yang dianalisa sedangkan 80% belum bisa dicover karena keterbatasan teknologi atau proses yang ada saat ini. Ditambah dengan Technologial force (AI, blockchanin, robotics & atomation, cloud & security). Pada akhirnya, tren dalam teknologi ke depan akan mengenai apa yang disebut sebagai suatu platform. Bukan lagi mengenai aplikasi dan sistem, tapi mengenai pembangunan platform.

Terlihat akan ada 3 jenis platform yang akan dikembangkan oleh pasar ke depannya.

1. Market Platform

Fokus pada bagaimana membangun teknologi yang tepat dalam pasar itu sendiri.

2. Business Process Platform

Bagaimana dalam internal perusahaan melakukan perubahan proses untuk lebih baik.

3. Technology Platform

Mengenai tatanan teknologi informasinya (cloud, security, AI, dsb).

Technology platform menjadi pondasi di mana Business Process Platform bekerja. Dan business process platform akan memberikan output kepada market platform. Sulit untuk memperluas pasar, tanpa memperbaiki proses-proses. Jika pada startup kita membangun hype, konsep dan mengambil perhatian dari pasar kemudian membangun kemampuannya, sedangkan pada enterprise, di mana sudah ada platform teknologi dan proses sebelumnya, maka ketika meningkatkan pasarnya harus memperbaiki proses bisnisnya terlebih dahulu, sehingga mereka siap untuk mengambil pasar baru. Inilah kacamata berbeda antara startup dengan enterprise.

Platform ini bisa apa saja, digital maupun fisik, di mana komunikasi, kolaborasi, dan transaksi terjadi. Platform adalah konsep, bukan mengenai produk. Startup memiliki keluwesan dari sisi bagaimana mereka bekerja secara internal dan menguasai teknologi, lebih baik dari enterprise. Ketika enterprise bergerak, mereka seperti dinosaurus. Karena sudah tua

(12)

dan besar sekali, gerakannya lambat. Banyak prosedur untuk melakukan perubahan kecil. Ini dilakukan untuk konsistensi. Ini yang menyebabkan mengapa sebuah enterprise bisa kalah oleh startup yang lebih agile. Memang berbeda. Oleh karena itu platform dibutuhkan untuk bisa menjembatani perubahan.

(13)

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Mindset disruptif bisa dimulai melalui berinovasi dengan mengidentifikasi permasalahan krusial terlebih dahulu, dengan cara berempati. Setelah itu kita validasi dengan riset dan baru mencari solusi yang sesuai dan digunakan oleh orang sesuai target pasarnya. Kita harus bersabar dalam proses dan mengikuti tahapan-tahapan yang harus dilewati. Di Indonesia banyak industri yang kekurangan supply. Karena itu kita melihat berita mengenai impor, salah satunya adalah plastik. Dari data kita melihat bahwa hanya 19% sampah yang dipilah untuk kemudian dijual ke pabrik. Di sini terlihat jelas kesempatan dan potensi sumberdaya yang bisa digunakan dengan menerapkan sistem yang lebih tepat. Startup memiliki keluwesan dari sisi bagaimana mereka bekerja secara internal dan menguasai teknologi, lebih baik dari enterprise.

Ketika enterprise bergerak, mereka seperti dinosaurus. Karena sudah tua dan besar sekali, gerakannya lambat. Banyak prosedur untuk melakukan perubahan kecil. Ini dilakukan untuk konsistensi. Ini yang menyebabkan mengapa sebuah enterprise bisa kalah oleh startup yang lebih agile. Memang berbeda. Oleh karena itu platform dibutuhkan untuk bisa menjembatani perubahan.

Kegiatan seminar ini memberikan informasi yang cukup untuk menambah pengetahuan dan memberikan inspirasi mengenai midnset disruptif. Pengetahuan-pengetahuan yang dibagikan oleh narasumber, yang berasal dari pengalaman nyata, dapat berguna untuk diri sendiri maupun untuk diteruskan ke siapa pun yang ingin belajar.

3.2. Saran

Mindset disruptif bisa berguna jika diterapkan dengan tepat. Pengetahuan mengenai pasar, lingkungan dan prosedur akan sangat membantu dalam penerapannya. Seminar seperti ini sangat berguna bagi yang menginginkan dan membutuhkan informasi seperti ini. Akan lebih baik jika waktu yang diberikan ke pembicara lebih jelas, sehingga penyampaian materi bisa lebih padat dan menarik.

(14)

Referensi

Dokumen terkait

: tempat dimana para pengusaha (pembeli faktor produksi) mengadakan transaksi dengan pemilik faktor produksi untuk menentukan jumlah dan harga (pendapatan) faktor produksi yang akan

Dalam Hal ini Mahasiswa STP Sahid dan Pemerintah harus bekerja sama untuk mensosialisasikan berbagai tujuan atau destinasi wisata yang ada di Indonesia.. Mahasiswa

[r]

 Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh. beberapa orang atau badan hukum secara

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenaikan suhu dapat menyebabkan warna minyak menjadi semakin gelap, antara lain vitamin yang terkandung dalam minyak menjadi

Sedangkan cara tidak langsung disebut iodometri (oksidator yang dianalisis kemudian direaksikan dengan ion iodida berlebih dalam keadaan yang sesuai yang

Yang menjadi ketertarikan penulis adalah bagaimana analisis bimbingan dan konseling Islam dengan pelaksanaan metode SEFT Total Solution dalam menangani trauma

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan hidayahnya serta kesehatan jasmani dan rohani sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas