• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biotik. ar-raniry.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Biotik. ar-raniry.ac.id"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

P-ISSN 2337-9812, E-ISSN 2549-1768

Jurnal Biotik adalah jurnal berbasis open-access yang memuat artikel tentang hasil penelitian dan informasi ilmiah ilmu-ilmu biologi dan pendidikan biologi dalam berbagai aspeknya. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan

Keguruan UIN Ar-Raniry, terbit dua kali dalam setahun, 2 nomor edisi April dan September.

Alamat Sekretariat Jurnal:

Program Studi Pendidikan Biologi, Gedung B Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh, 23111

[email protected]

Biotik

ar-raniry.ac.id

(2)

OPEN JOURNAL SYSTEMS

Journal Help

USER Username Password

Remember me Login

NOTIFICATIONS

View

Subscribe

JOURNAL CONTENT Search

Search Scope

All

Search Browse

By Issue

By Author

By Title

Other Journals

FONT SIZE

HOME ABOUT LOGIN REGISTER SEARCH CURRENT

ARCHIVES ANNOUNCEMENTS AUTHOR GUIDELINES

Home > Announcements

Announcements

No announcements have been published.

Indexed by :

(3)

OPEN JOURNAL SYSTEMS

Journal Help

USER Username Password

Remember me Login

NOTIFICATIONS

View

Subscribe

JOURNAL CONTENT Search

Search Scope

All

Search Browse

By Issue

By Author

By Title

Other Journals

FONT SIZE

HOME ABOUT LOGIN REGISTER SEARCH CURRENT

ARCHIVES ANNOUNCEMENTS AUTHOR GUIDELINES

Home > Archives > Vol 4, No 2 (2016)

Vol 4, No 2 (2016)

JURNAL BIOTIK

Table of Contents

Fage Litik Spesifik Escherichia coli pada Limbah Cair Pasar Tradisional di Kota Banda Aceh

Iswadi Iswadi

PDF 95-99

Kadar Air dan Vitamin C pada Proses Pembuatan Tepung Cabai (Capsium annuum L)

Nico Syahputra Sebayang

PDF 100-110

Teknologi Daur Ulang Limbah Tekstil Padat yang Dikoleksi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa Banda Aceh

Novita Novita

PDF 111-116

Kupu-Kupu (Rhopalocera) di Kawasan Hutan Kota BNI Banda Aceh

Nurdin Amin, Alfida Alfida

PDF 117-127

Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal dan Pengembangan Hutan Desa di Mukim Lutueng Kecamatan Mane Kabupaten Pidie Provinsi Aceh

Ainul Mardhiah, Supriatno Supriatno, Djufri Djufri

PDF 128-135

Pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di MTsN Rukoh Kota Banda Aceh

Wahyu Rizki, Cut Nurmaliah, Muhammad Ali Sarong

PDF 136-142

Pembelajaran Biologi Pokok Bahasan Sistem Pernapasan pada Manusia melalui Media Gambar di MTsN Jongar Kabupaten Aceh Tenggara

Safryadi A

PDF 143-148

Penggunaan Model Tipe STAD dalam Materi Ajar Sistem Reproduksi di Sekolah Menengah

Ibrahim Ibrahim

PDF 149-155

Analisis Kesesuaian Materi Kuliah dengan Materi Praktikum Biologi Bidang Tumbuhan pada Prodi Pendidikan Biologi UIN Ar- Raniry

Elita Agustina

PDF 156-162

(4)

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa pada Konsep Pencemaran Lingkungan di SMP

Cut Zaitun Umara, Cut Nurmaliah, Khairil Khairil

PDF 163-171

Indexed by :

(5)

[95]

FAGE LITIK SPESIFIK Escherichia coli PADA LIMBAH CAIR PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH

Iswadi

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Darussalam 23111, Banda Aceh

Email: [email protected] ABSTRAK

Perubahan kondisi lingkungan dan perilaku pasien dalam mengkonsumsi antibiotik menyebabkan beberapa bakteri patogen menjadi resisten. Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong aplikasi fage sebagai biokontrol untuk mereduksi bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi fage litik pada limbah cair pasar tradicional yang mampu melisis bakteri Escherichia coli. Metode plak assay digunakan dalam mendeteksi fage litik pada limbah cair. Hasil assay fage dari sampel limbah cair pasar tradisional di Kota Banda Aceh memperlihatkan tidak terdeteksi adanya fage litik spesifik E.coli, hal ini diperlihatkan oleh tidak adanya pembentukan zona bening pada media double layer (plak assay negatif).

Kata Kunci: Fage litik, Escherichia coli, Limbah Cair

ABSTRACT

Changes in environmental conditions and behavior in patients taking antibiotics causes some pathogenic bacteria become resistant. Increased bacterial resistance to antibiotics encourages applications as biocontrol phage to reduce pathogenic bacteria. This research aims to detect lytic phage on liquid waste traditional market in lysizing Escherichia coli bacteria. Plaque assay method was used in detecting lytic phage in wastewater. The Phage assay results from samples of wastewater traditional markets in Banda Aceh showed that specific lytic phage of E. coli was not detected; it is shown by the absence of clear zone formation on double-layer media (plaque assay negative).

Keywords: Lytic Phage, Escherichia coli, Wastewater

PENDAHULUAN

iare menjadi penyakit gastroenteritis akut dan persisten yang menjadi salah satu penyebab paling umum morbiditas dan mortalitas di Indonesia, meskipun banyak laporan menyebut kan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan pesat dalam pemberantasan diare. Prevalensi diare tertinggi di Indonesia pada tahun 2007 adalah Provinsi Aceh dengan angka tertinggi 18,9% [1].

Escherichia coli merupakan salah satu penyebab diare yang merupakan permasalahan kesehatan bagi masyarakat di Indonesia meskipun pada umumnya baru terindikasi pada kejadian luar biasa [2].

Hasil pengujian polaresistensi terhadap beberapa jenis antibiotik secara in vitro

menunjukkan bahwa Escherichia coli mengalami resistensi terhadap antibiotik jenis - laktam , aminoglukosida, golongankuinolon, dan beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan lainnya [3]. Kemudian Suardana, dkk. (2014) menyimpulkan bahwa hampir semua isolat Escherichia coli yang diisolasi dari feses ayam memperlihatkan sifat resitensi terhadap metisilin dan penisilin G dan sebagian lainnya menunjukkan sifat resistensi terhadap sulfa metoxazole-trimetoprim, doksisiklin hidroklorida dan streptomisin [4].

Perubahan kondisi lingkungan dan perilaku pasien dalam mengkonsumsi antibiotik menyebabkan beberapa bakteri patogen menjadi resisten. Peningkatan resistensi bakteri terhadap Jurnal Biotik, ISSN: 2337-9812, Vol. 4, No. 2, Ed. September 2016, Hal. 95-99

(6)

Fage Litik Spesifik Escherichia coli pada Limbah Cair Pasar Tradisional di Kota Banda Aceh

[96]

antibiotik mendorong aplikasi fage sebagai biokontrol untuk mereduksi bakteri patogen.

Fage litik adalah suatu metode alami dan non toksik untuk mereduksi dan mengontrol pertumbuhan bakteri patogen manusia, karena fage adalah bagian dari gastrointestinal dan ekosistem lingkungan.

Fage dapat diisolasi dari limbah, tinja, tanah, air, jaringan tubuh yang terserang penyakit atau produk dari pabrik susu. Sumber fage yang paling baik dan paling umum digunakan untuk mereduksi bakteri patogen adalah fage yang berasal dari hábitat inangnya.

Berdasarkan laporan Ongunseitan et al (1992), fage umum ditemukan di lingkungan terutama

pada sampel limbah cair, yaitu sebesar 3,16x106 fage dalam 1 mL air. Limbah merupakan hábitat bakteri fekal (coliform) dan diduga di dalam limbah mengandung banyak galur fage bakteri koliform yang beragam. Beberapa fage telah diaplikasikan sebagai biokontrol pencemaran air dan makanan, namun belum banyak dilakukan di Indonesia [5].

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi fage litik pada limbah cair pasar tradicional yang mampu melisis bakteri Escherichia coli, dan diharapkan dapat diaplikasikan sebagai biokontrol pencemaran air dan makanan sehingga dapat mencegah penyakit diare tanpa menggunakan terapi antibiotik.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Sampel limbah cair diperoleh dari Pasar Lamnyong Baru, Pasar Peunayong dan Pasar Kampong Baro Kota Banda Aceh.

Penelitian ini memiliki beberapa tahapan utama yaitu:

Peremajaan Bakteri Escherichia coli

Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Escherichia coli koleksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Peremajaan dilakukan secara berkala pada media NA. Sebanyak satu lup bakteri Escherichia coli digoreskan pada media agar miring NA secara aseptik, kemudian diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam, disimpan pada suhu ruang dan diremajakan setiap dua bulan.

Isolasi Fage

Pengambilan dan Filtrasi Sampel Sampel untuk isolasi fage dikumpulkan dari limbah cair Pasar Lamnyong Baru Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, Pasar Peunayong dan Pasar Kampong Baro Kota Banda Aceh yang disentrifugasi pada kecepatan 1052 x g selama 25 menit dan diulang dua kali.

Escherichia coli digunakan sebagai detektor keberadaan fage spesifik. Sebanyak 5mL dari sel pada fase logaritmik dari bakteri yang dibiakkan di dalam Nutrient Broth (NB), 10 mL

sampel air dan 50 mLNB dicampurkan.

Campuran tersebut diinkubasi di dalam inkubator yang diatur pada suhu 37 °C selama 48 jam. Setelah masa inkubasi berakhir, suspensi dijernihkan dengan sentrifugasi1052 x g selama 25 menit dan dua ulangan. Selanjutnya disaring menggunakan membran selulosa dengan ukuran pori 0,22 µm. Suspensi yang diperkirakan mengandung fage disimpan pada suhu 4 °C.

Asai Fage. Uji plak dua lapis agar (Adams 1959) dilaksanakan sebagai berikut. Sebanyak 100 µL suspensi fage ditambahkan ke dalam 100 µL kultur Escherichia coli yang telah diinkubasi satu malam pada NB dan dicampur dengan 7 mL agar lembut (NB yang mengandung 0,7 % agar).

Campuran agar lembut tersebut dituang ke atas lempengan Nutrient Agar(NA) dan kemudian diinkubasi satu malam pada suhu 37°C dan diamati pembentukan plak.

Pemurnian Fage. Pemurnian fage dilakukan dengan mengadopsi metode Goodridge et al (2003). Plak tunggal dengan ciri-ciri tersendiri yang berasal dari plak assay dipindahkan dengan menggunakan pipet Pasteur ke dalam tabung, kemudian dicampurkan dengan 2–3 mL pelarut Ringers konsentrasi 25%.

Suspensi fage dihomogenkan dan dibiarkan selama 5–10 menit pada suhu ruang. Suspensi tersebut kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 1052 x g, suhu 4°C selama 25 menit dan diulang dua kali. Supernatan difiltrasi

(7)

Iswadi

[97]

menggunakan dengan filter berpori 0,22 µm, untuk selanjutnya disimpan sebagai stok fage.

Preparasi Persediaan Fage. Sebanyak 10 µL kultur Escherichia coli (108CFU mL-1) umur satu malam dan 100 µL fage (108PFU mL-1) dicampur dengan 50 mLNB dan diinkubasi di dalam inkubator pengocok yang diatur pada kecepatan 120 rpm, suhu 37 °C selama 9jam.

Suspensi diinkubasi dengan tambahan waktu 10 menit dan dikocok pada suhu 37 °C. Suspensi kemudian disentrifugasi pada 1052 x g selama 25 menit dan diulang dua kali. Supernatannya disaring dengan saringan berpori 0,22 µm.

Suspensi fage disimpan pada suhu 4 °C [6].

Kuantifikasi Fage. Kuantifikasi fage diukur dengan cara menghitung jumlah plak yang terbentuk (PFU mL-1), penentuannya dilakukan berdasarkan metode Foschino et al.

(1995). Stok fage diencerkan sampai dengan 1010, kemudian dari masing-masing pengenceran tersebut diambil 100µL ditambahkan dengan 100µL kultur bakteri E.

coli yang telah diinkubasi selama 9 jam pada media NB. Suspensi diinkubasi selama 15 menit pada suhu 37 °C. Sebanyak 7 mL soft agar bersuhu 42 °C dicampurkan, selanjutnya dituang ke media NA, diinkubasi pada 37 °C selama 24 jam, diamati pembentukan plak dan dihitung jumlahnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penentuan fase logaritmik dari bakteri inang dilakukan dengan melakukan penentuan kurva pertumbuhan. Metode turbidimetri (pengukuran jumlah sel bakteri berdasarkan kekeruhan) digunakan untuk análisis jumlah sel

bakteri inang, dimana Optical Density (OD) berbanding lurus dengan jumlah sel [7].

Metode turbidimetri memiliki kelebihan, yaitu cepat, tidak destruktif, dan tidak mahal.

Kurva pertumbuhan bakteri inang Escherichia coli ditampilkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Kurva Pertumbuhan Bakteri E. coli Sampel untuk isolasi fage dikumpulkan

dari limbah cair Pasar Lamnyong Baru Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala, PasarPeunayongdanPasar Kampong Baro Kota Banda Aceh. Hasil asai fage dari sampel limbah

cair pasar-pasar tradisional tersebut memperlihatkan tidak terdeteksi adanya fage litik spesifik Escherichia coli, hal ini diperlihatkan oleh tidak adanya pembentukan zona bening pada media double layer (plak

0,0 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Optical Density (600 nm)

Waktu (Jam)

(8)

Fage Litik Spesifik Escherichia coli pada Limbah Cair Pasar Tradisional di Kota Banda Aceh

[98]

assay negatif) (Gambar 2). Salah satu indikator bahwa di dalam cairan limbah yang digunakan sebagai sampel tidak ditemukan mengandung bakteri Escherichia coli yang merupakan inang bagi fage yang dideteksi adalah tidak

ditemukannya zona pada saat plak assay. Namun demikian, pernyataan ini belum dapat diterima sepenuhnya, mengingat pada saat kegiatan penelitian dilaksanakan sedang berlangsung musim hujan dengan intensitas tinggi.

Gambar 2. A, B, dan C Menunjukkan Hasil Plak Assay Negatif Kemudian, fage merupakan virus yang

menginfeksi bakteri dan hanya akan bereplikasi ketika menginfeksiinangnya. Pertumbuhan inang sangat mempengaruhi pembentukan plak, apabila pertumbuhan inang tidak merata akan mempengaruhi kemampuan infeksi fage dari satu sel ke sel lainnya. Pembentukan plak tidak

dapat berlangsung jika hanya beberapa sel terdekat saja dapat diinfeksi. Penggunaan media pendukung pertumbuhan bakteri yang lambat dapat menyebabkan penurunan ukuran ledakan sel yang terinfeksi dan memungkinkan plak yang terbentuk juga akan berukuran sangat kecil sehingga tidak terdeteksi.

KESIMPULAN

Fagelitik yang mampu melisis bakteri Escherichia coli tidak terdeteksi pada limbah cair pasar tradisional. Tidak terdeteksinya fage

tersebut dapat dipengaruhi oleh musim hujan dengan intensitas tinggi atau plak yang terbentuk berukuran sangat kecil.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.

2011. SituasiDiare di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, 2(2): 1-18.

[2] Hannif, Mulyani NS., dan Kuschithawati S.

2011. FaktorResikoDiareAkut pada Balita.

Berita Kedokteran Masyarakat, 27(1): 10- 17.

[3] Noviana H. 2004. Pola Kepekaan Antibiotika Escherichia coli yang Di isolasi dari

Berbagai Spesimen Klinis. Jurnal Kedokteran Trisakti, 23(4): 122-126.

[4] Suardana IW, Utama IH, Putiningsih PAS, dan Rudiyanto MD. 2014. Uji Kepekaan Antibiotika Isolat Escherichia coliO157:H7 Asal Feses Ayam. Buletin Veteriner Udayana, 6(1): 19-27.

[5] Ongunseitan OA, Sayler GS, Miller RV.

1992. Aplication of DNA probes to analysis of bacteriofage distribution

A B C

(9)

Iswadi

[99]

patterns in the environment. Appl Environ Microbiol 58:2046-2052.

[6] Goodridge L, Gallaccio A, Griffiths WM.

2003. Morphological, host range, and genetic characterization of two colifages.

ApplEnviron Microbiol 69: 5364-5371.

[7] Setya RA dan Putra SR. 2010. Identifikasi Biohidrogen secara Fermentatif dengan Kultur Campuran Menggunakan Glukosa sebagai Substrat. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Sepuluh November.

[8] Volk AW dan Wheeler MF. 1988.

MikrobiologiDasar, Jilid I. Jakarta:

PenerbitErlangga.

Gambar

Gambar 1. Kurva Pertumbuhan Bakteri E. coli Sampel  untuk  isolasi  fage  dikumpulkan
Gambar 2. A, B, dan C Menunjukkan Hasil Plak Assay Negatif Kemudian,  fage merupakan  virus  yang

Referensi

Dokumen terkait