Transformasi Human
Capital di Era Revolusi
Industri ke – 4
Gatot Trihargo
Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan
Konsultan – Kementerian BUMN
1.BUMN
Eksistensi , Potret & Peran
“BUMN haruslah menjadi milik rakyat dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. BUMN yang sehat dan berkembang berarti
Indonesia yang sehat dan sejahtera”
BUMN DALAM EKONOMI NASIONAL
KONTRIBUSI YANG BESAR
DALAM EKONOMI INDONESIA
DENGAN COVERAGE SEKTOR YANG MENYELURUH
USD
151
bn
~
15%
USD
86
bn
25% of Indonesia
total market cap
USD
538
bn
Total assets of
all SOEs in 2017
Total revenue of all
SOEs in 2017,
representing
of GDP
20 listed
SOEs market
cap
13
Sektor yangdicover
BUMN
143
Jumlah BUMN
Industrial
Financial services
Professional, scientific and technical
services
Construction
29
24
Logistics
10
9
Sectors
with the
most #of
SOEs
19
Others
152
17
84
14
27
Listed/Public SOEs Non Listed SOEsSpecial Purpose Entity (Perum)
KINERJA BUMN
BUMN mampu menjaga kinerja keuangan
dengan baik…
…serta terus bertransformasi menjadi penyedia
produk, jasa dan layanan dengan kualitas global
USD billions1Total
Assets
Total Capital
Expenditure
53
8
474
405
56
5
41
35
22
2
185
179
CAGR:
12%
27%
289
RANKING 2017
386
494
RANKING 2017
Converted from IDR based on average annual exchange rate: 2015 = 13,449, 2016 = 13,343, 2017 = 13,423, 2018 = 13,846 (YTD) SOURCE: LKIP Kementerian BUMN 2017, Ministry of State Owned Enterprises 2 2018target
Total
Equity
Total
Netincome
168
131
16
14
12
11
2018
22015
2016
2017
12%
13%
924
654
KONTRIBUSI BUMN
“Kontribusi langsung ke APBN melalui setoran Dividen, Pajak dan PNBP”
JUMLAH SETORAN BUMN TAHUN 2017
PERTUMBUHAN KONTRIBUSI BUMN
211
100
Rp 353T
Jumlah Setoran
BUMN 2017
178
211
217
189
99
102
43
Setoran Pajak
Setoran Dividen
Setoran Non Pajak-Dividen
40
43
43
2014
2017
2018T
BUMN SEBAGAI AGENT OF DEVELOPMENT
MEMBANGUN
KONEKTIVITAS
Mengakselerasi proyek strategis
nasional dalam rangka mendorong
konektivitas, kapasitas dan daya saing
PEMENUHAN
KEBUTUHAN DASAR
Mendorong pemerataan ekonomi
dan keadilan sosial bagi seluruh
lapisan masyarakat
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
Peningkatan Produktivitas Masyarakat termasuk akses
terhadap lahan dan modal
PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR
BANTUAN SOSIAL
KETAHANAN PANGAN
PENYEDIAAN HUNIAN
Dilakukan oleh HIMBARA dengan 137 ribu agen bank
• 3.5 juta kartu tani di 113 kota/kabupaten
• 9.2 jt penerima PKH (program keluarga harapan)
• 4.8 jt penerima BPNT (bantuan pengan non tunai)
• 8.2 jt penerima KIP (kartu indonesia pintar)
• Pengadaan dan penyaluran
gabah/beras oleh Bulog
• Pembangunan 30 ribu rumah
pangan Kita di 30 Provinsi
• Pembangunan Rusunawa
• Program Sejuta Rumah untuk MBR
PROGRAM BBM SATU HARGA
57 titik distribusi di 2017 dan target
109 titik s.d 2019
INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN
Rasio Elektrifikasi 93.1%
72.557 Desa teraliri listrik
255 PLTD untuk Desa terpencil
MEMBANGUN KONEKTIVITAS
INFRASTRUKTUR JALAN
INFRASTRUKTUR BANDARA
INFRASTRUKTUR PELABUHAN
Pembangunan 9 Bandara untuk
melayani 65 juta penumpang baru
Pembangunan 24 Pelabuhan Strategis
(9 diantaranya berada di Kawasan
Timur Indonesia)
Pembangunan 586 km Jalan Tol baru di
Jawa dan Sumatera
KAWASAN EKONOMI DAN PARIWISATA
INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI
106 ribu jaringan serat optik di 425
kota Indonesia
129 ribu menara BTS di 79 ribu desa
Mendukung pengembangan 10 Destinasi
Pariwisata Baru
Mendukung Kawasan Industri dan Kawasan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT
PROGRAM MEKAAR
PEMBERDAYAAN HUTAN SOSIAL
KREDIT USAHA RAKYAT
Total penyaluran $15M ke 12.7 juta debitur
45% debitur adalah Perempuan
3.2 juta nasabah wanita di 1,743 cabang
meliputi 29 Provinsi
Rekrutmen 1800 Account Officer baru
61 ribu Ha dengan 57 ribu penggarap
RUMAH KREATIF BUMN
Pembangunan 200 RKB BUMN
• Go Modern (193 ribu peserta/81% perempuan)
• Go Digital (23 ribu peserta/75% perempuan)
• Go Online (11 ribu peserta/73% perempuan)
BALKONDES
Pembangunan Balkondes di
19 Desa dan 189 homestay di
BUMN - HADIR UNTUK NEGERI
BUMN hadir untuk negeri menjadi semangat penggerak BUMN dalam berkarya
BUMN PEDULI BENCANA
MUDIK BERSAMA BUMN
Kemeriahan Upacara & lomba 17 Agustus
SISWA MENGENAL NUSANTARA
BEDAH RUMAH VETERAN
BUMN MENGAJAR PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN
Siswa Mengenal Nusantara BUMN Mengajar
2.Transformasi Human Capital
Rewriting the rules for the digital age
“Organisasi saat ini mengalami perubahan secara radikal khususnya terkait dengan workforce, workplace , dunia pekerjaan di
era Revolusi Industry ke -4”
Identifikasi top 10 human capital trends dalam Organisasi
Tren dimana organisasi perlu menutup kesenjangan antara laju perubahan revolusi industry, dengan tantangan pekerjaan dan talent management.
1. Bagaimana mendesain ulang organisasi dan kepemimpinannya untuk masa depan?
• Trend I – Organization of the future • Trend 6 - Leadership
2. Bagaimana membangun manajemen baru untuk pemberdayaan
• Trend 5 – Performance Management • Trend 9 – Diversity dan Inklusi
3. Bagaimana mendesain pengalaman untuk karyawan dalam hal keterlibatan, produktivitas, dan pertumbuhan?
• Trend 4 – Pengalaman pekerjaan : Budaya, engagement , dan lainnya
4. Bagaimana membangun budaya yang berkesinambungan untuk pembelajaran, adaptasi, dan pengembangan pribadi?
• Trend 2 – Careers and Learning
5. Bagaimana kami memanfaatkan teknologi digital untuk merancang dan meningkatkan kinerja ?
• Trend 7 – Digital HR, Platform, People • Trend 10 – The future of work
6. Bagaimana kami memanfaatkan data, kognitif teknologi, untuk meningkatkan organisasi dan timnya
• Trend 3 - Talent Acquisition • Trend 8 – People Analytics
Tren berdasarkan kepentingan dalam Organisasi
Hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam organisasi bedasarkan Tren
3 Trend Utama dalam Human Capital Transformation
Transformasi yang dapat dilakukan untuk menyesuaikan di era revolusi Industry ke -4.
“ khususnya untuk pembentukan Organisasi masa depan, Carreer and Learning, dan Talent Acquisition khususnya untuk generasi milenial ”
1. Organisasi di Masa depan
How Things Were
How Things Are
How Things Work
• Nilai dan budaya yang dibagikan
• Tujuan dan proyek yang transparan
• Aliran informasi yang transparan, tidak
terbatas dan Feedback
• Orang dihargai atas keterampilan dan
kemampuan mereka
1. Meneyesuaikan
kecepatan perubahan:
• Pikirkan baik-baik tentang cara-cara digital bisa merubah model operasi tradisional lambat untuk dipercepat
2. Buat mobilitas
talent menjadi
nilai inti:
• Perpindahan karyawan dari satu fungsi ke fungsi lainnya agar dapat memahami pekerjaan baru yang lebih gesit
3. Bentuk grup kinerja organisasi:
• Membentuk kelompok untuk mewawancarai, menganalisa, dan mempelajari seberapa tinggi kinerja tim, proyek, dan program
4. Me review alat komunikasi
baru dalam manajemen:
• Mengimplementasikannya alat komunikasi (email chat, whatsapp, slack) sebagai melengkapi ERP inti organisasi / Infrastruktur HRMS. 5. Adopsi manajemen kinerja berdasarkan feedback berkelanjutan:
• Feedback untuk mengatur ulang goal secara terus menerus, mengubah proyek, dan merasa dihargai.
Pertimbangan Transformasi : Mulai Dari mana?
Perubahan struktur organisasi, budaya pekerjaan, dan cara kerja dulu (were) vs sekarang (Are) vs seharusnya (How) dan pertimbangan yang dapat dilakukan
2. Career and Learning
1. Evaluasi mobilitas internal
• Seperti permintaan untuk tim lintas fungsional terus meningkat, mobilitas hanya akan menjadi semakin penting.
2. Tinjau arsitektur pekerjaan organisasi:
• Cepat dan efisien mungkin untuk mendukung model karir baru untuk masa depan.
3. Bangun budaya mempekerjakan dari dalam
• Memperdayakan manajer bertanggung jawab untuk pelatihan dan mendukung kandidat internal dalam peran baru.
4. Melacak metrik belajar:
• Menggunakan teknologi untuk langkah-langkah pengembangan, seperti jumlah jam kerja karyawan pada platform pembelajaran
5. Refocus Learning and Development
• Learning experience software (Online) • Cross – functional training
• Manage Branding kepegawaian
Untuk generasi millennial, “kemampuan untuk belajar dan berkembang” sekarang menjadi penggerak utama dari branding ketenagakerjaan organisasi
Masa Karir Rata-rata masa jabatan Half-life keterampilan
Old rules New rules
❖ Karyawan diberitahu apa yang harus dipelajari oleh manajer atau model karir mereka
❖ Karyawan memutuskan apa yang harus dipelajari berdasarkan kebutuhan
❖ Karir keatas atau Out ❖ Karir pergi ke segala arah
❖ Manajer mengarahkan karier untuk orang ❖ Arah karier dengan bantuan dari para pemimpin dan kolega
❖ Pengembangan dan pelatihan dari perusahaan ❖ Perusahaan menciptakan pengalaman belajar ❖ Orang belajar di kelas ❖ Pembelajaran mikro, ruang kelas, kelompok ❖ Universitas korporat adalah pusat pelatihan ❖ “Korporasi Bersama” dengan lintas fungsi ❖ Teknologi pembelajaran berfokus pada kepatuhan
dan kursus
❖ Pengalaman belajar yang selalu aktif, kolaboratif dengan teknologi
❖ pembelajaran disediakan oleh perusahaan dan ahli
❖ pembelajaran disediakan oleh semua orang dalam organisasi
❖ Kredensial disediakan oleh universitas dan lembaga keterampilan
❖ Kredensial datang dalam bentuk "kredensial yang tidak dikelompokkan"
Pertimbangan Transformasi : Mulai Dari mana?
Identifikasi Sifat Perubahan Karir
3. Talent acquisition
1. Memanfaatkan
teknologi baru
• Explorasi pada teknologi rekruting baru seperti video, gaming experience, online questionere
2. Membangun branding digital
• Membangun brand yang memasarkan semua yang kegiatan yang dilakukan organisasi dengan digital dan media sosial
3. Ciptakan pengalaman kandidat yang
menarik
• Dengan memposisikan diri sebagai kandidat dan pengalaman yang bisa diperoleh oleh mereka
4. Memperluas channel :
• Membuka metode recruitment yang non-traditional
5. Integrasikan SDM
• Recruitment sumber daya bakat harus terhubung di dalam seluruh SDM, bisnis, TI, dan fungsi lainnya.
Kebutuhan perubahaan Talent Acquisition dari “Old Rules” menjadi “New rules”dan pertimbangan transformasi yang dapat dilakukan
Source : 2017 Deloitte Global Human Capital Trends dan * Andre Lavoie, “How to attract the best talent with your job descriptions,” Aberdeen Essentials,
Pertimbangan Transformasi : Mulai Dari mana?
Old rules New rules
Perekrut menggunakan alat internet untuk mencari kandidat
Perekrut terus memperluas penggunaan sosial mereka situs media untuk sumber, termasuk Twitter, Facebook, Quora, LinkedIn
Employment brand sebagai marketing strategy Employment brand memiliki strategi yang lengkap, menjangkau ke dalam semua channel yang memungkinkan
Perekrut menjalankan proses rekrutmen Rekrutmen dengan manajer memanfaatkan jaringan, kebutuhan budaya, dan kriteria Deskripsi pekerjaan mengomunikasikan apa yang
dituntut oleh organisasi dari calon karyawan
Deskripsi pekerjaan berfokus pada kebutuhan para kandidat
Sistem Traccking pelamar satu-satunya teknologi talent acquisition yang dibutuhkan
Perusahaan memiliki platform teknologi akuisisi bakat yang mengelola sumber, wawancara video, manajemen hubungan kandidat, dan onboarding Proses akuisisi bakat dibangun berdasarkan efisiensi,
efektivitas, dan kecepatan perekrutan dengan cara yang efektif untuk perusahaan
Calon kandidat dan manajer perekrutan berada di depan dan tengah dalam proses,
menyesuaikan pengalaman kandidat di sekitar momen yang berarti dalam perjalanan talent acquisition dengan organisasi