• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI SYARAT KECAKAPAN UMUM (SKU) PRAMUKA BERBASIS ANDROID DENGAN PENDEKATAN USER EXPERINCE (UX)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "APLIKASI SYARAT KECAKAPAN UMUM (SKU) PRAMUKA BERBASIS ANDROID DENGAN PENDEKATAN USER EXPERINCE (UX)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI SYARAT KECAKAPAN UMUM (SKU) PRAMUKA BERBASIS ANDROID DENGAN PENDEKATAN USER EXPERINCE (UX)

Siti Yuliyanti1, Haris Irnawan2, Syifa Hasni3

1,2,3STMIK BANDUNG

Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Bandung JL. Cikutra No.113 A, Bandung 40124, INDONESIA

[email protected], [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka merupakan suatu aplikasi untuk mempermudah Pembina pramuka dalam mendokumentasikan SKU setiap anggota yang berguna sebagai backup dari SKU yang dimiliki oleh masing-masing anggota. Aplikasi SKU ini berisi syarat kecakapan tingkat penggalang yang setara dengan sekolah menengah pertama (SMP). Perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah android studio.

Dalam User Experience Quistioneire (UEQ) terdapat 28 item pernyataan dengan skala 1 sampai 7 yang dikelompokkan menjadi 7 komponen. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap 4 responden pengguna yakni Pembina pramuka dan pelatih lapangan Sekolah Wajar Dikdas PPS Baabussalam tingkat SMP diketahui bahwa implementasi aplikasi syarat kecakapan umum pramuka bisa diterima dengan baik dan dapat dimaksimalkan penggunaannya dalam proses penyimpanan data sku serta pengetesan sku itu sendiri.

Metodologi pembangunan perangkat lunak yang digunakan adalah metode Waterfall, yang diharapkan dapat mempermudah dalam pembangunan aplikasi ini.

Dilakukan pengujian berbasis User Experience (UX) dengan menggunakan metode User Experience Quistionaire (UEQ) untuk mengetahui tingkat efektivitas dari implementasi aplikasi syarat kecakapan umum (SKU) pramuka.

Kata kunci : Syarat Kecakapan Umum (SKU), Pramuka Penggalang, User Experience (UX), User Experience Quistionaire (UEQ)

ABSTRACT

Syarat Kecakapan Umum Pramuka (SKU) for the scouts is an application to ease the masterscout in documenting the SKU of every scout. This serves as a back-up document of the printed ones that every scout holds The SKU application contains a requirement of

“Penggalang” level capability equivalent to Junior High School (JHS). Android Studio is the software used for this application.

There are 28 questions with 1 to 7 scale categorized into 7 components on User Experience Questionnaire (UEQ). Based on the result of the conducted test toward 4 respondents; the masterscout and the field trainer of Sekolah Wajar Dikdas PPS Baabussalam Junior High School, it can be concluded that the implementation of SKU is well-accepted and can be maximized upon the storing data process and the the testing of the app itself.

The method used for developing this application is Waterfall in order to simplify the development. User Experience (UX) based test along with User Experience Questionnaire (UEQ) have been conducted in order to find out the effectiveness level of the app implementation.

Keywords: Syarat Kecakapan Umum (SKU), Scout, User Experience (UX), User Experience Questionnaire (UEQ)

(2)

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Gerakan Pramuka adalah ekstrakulikuler wajib di setiap sekolah di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Gerakan Pramuka pula menjadi salah satu badan non pemerintahan, yang berusaha membantu pemerintahan dalam membangun masyarakatnya, khususnya di bidang pendidikan. Pendidikan kepramukaan diperkaya dengan pendidikan nilai - nilai Gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup. Dalam prakteknya di lapangan, pembina gerakan pramuka mewajibkan tiap-tiap anggota pramuka untuk memiliki Buku Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka dan Buku Saku Pramuka.

Meski SKU pramuka begitu penting bagi setiap anggota pramuka, namun ada saja anggota pramuka yang tidak menjaga SKU pramukanya dengan baik. Adakalanya ketika seorang Pembina pramuka akan melakukan pengetasan atau pengisian SKU pramuka, pasti ada yang beralasan bukunya hilang, rusak, sobek dan sebagainya. Berdasarkan hal itu pengetesan atau pengisian SKU pramuka pun tidak dapat dilaksanakan. Seringkali seorang Pembina pramuka tidak memiliki arsip dokumen dari SKU setiap anggotanya, hal ini dikarenakan banyaknya syarat kecakapan umum (SKU) dan banyaknya anggota pramuka yang di bina.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana merancang dan membangun aplikasi syarat kecakapan umum (SKU) Pramuka berbasis android yang tepat guna untuk Pembina Pramuka?

2. Bagaimana melakukan pengujian syarat kecakapan umum (SKU) Pramuka

menggunakan pendekatan User Experience (UX)?

1.3. Maksud dan Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penulisan skripsi ini adalah mencari pengalaman pengguna (User Experience) dalam menggunakan aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) berbasis android ini. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari User Experience Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Berbasis Android ini adalah:

1. Merancang dan membangun syarat kecakapan umum (SKU) Pramuka berbasis android yang dapat membantu Pembina pramuka dalam proses penyimpanan data SKU setiap anggotanya secara sistematis.

2. Melakukan pengujian syarat kecakapan umum berbasis android dengan pendekatan User Experience (UX).

1.4. Batasan Masalah

Agar masalah yang dibahas tidak menyimpang dari tujuan, maka perlu dibuat suatu batasan masalah, yaitu:

1. Aplikasi ini berbasis Android.

2. Aplikasi ini diperuntukkan untuk Pembina pramuka.

3. Aplikasi ini berisi soal kecakapan umum pramuka tingkat penggalang yang setara dengan tingkatan Sekolah Menengan Pertama (SMP).

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dihasilkan dari penelitan ini adalah sebagai berikut :

1. Memberi kemudahan bagi Pembina pramuka dalam proses penilaian dan pelantikan anggota pramuka tingkat Peggalang.

2. Mengetahui manfaat penggunaan aplikasi syarat kecakapan umum dalam menyimpan data SKU Pramuka berdasarkan pengujian berbasis User Experience (UX).

1.6. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data implementasi yaitu metode observasi, metode wawancara

(3)

(interview), dan metode tinjaun pustaka.

Metodologi penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data evaluasi adalah metode angket atau kuisioner. Sedangkan pengembangan sistem yang digunakan pada permasalahan ini adalah menggunakan paradigma waterfall. Langkah umum metode waterfall adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Model Waterfall [2]

Keterangan dari gambar diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut [2]:

1. Analisis kebutuhan perangkat lunak, proses menganalisis dan pengumpulan kebutuhan sistem yang sesuai dengan domain informasi tingkah laku, unjuk kerja, dan antar muka (interface) yang diperlukan.

2. Desain, proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean.

3. Pembuatan kode program, pengkodean merupakan proses menerjemahkan desain ke dalam suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh computer. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian, proses pengujian dilakukan pada logika internal untuk memastikan semua pernyataan sudah diuji. Pengujian eksternal fungsional untuk menemukan kesalahan- kesalahan dan memastikan bahwa input akan memberikan hasil yang aktual sesuai yang dibutuhkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance), perangkat lunak yang telah dikirim ke user. Pemeliharaan meliputi perbaikan error yang tidak ditemukan di awal alur hidup, melakukan peningkatan performa perangkat lunak.

2. LANDASAN TEORI

2.1. Sejarah Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan non formal yang

menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka”

merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada 14 Agustus 1961 tidak hanya di ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta, sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar diikuti dengan pawai pembangunan dan prosesi di depan Presiden dan sekitar Jakarta.

Acara perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 kemudian dilakukan sebagai Scout. Hari yang dirayakan setiap tahun oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka. [4]

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka: [5]

1) Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwalah kepada Allah, mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, kehidupan berkecakapan, kesehatan tubuh, dan spiritual.

2) Menjadi warga semangat Pancasila, setia, dan taat kepada Republik Indonesia serta menjadi anggota yang baik dari masyarakat, dan berguna, yang dapat membangun dirinya secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan alam.

2.2. Pramuka Tingkat Penggalang

Jenjang pendidikan kepramukaan adalah pengelompokkan satuan pendidikan kepramukaan berdasarkan usia peserta didik.

Pramuka tingkat penggalang termasuk kelompok usia 11 – 15 tahun, setara dengan sekolah menengah pertama (SMP). Jenjang pendidikan penggalang menekankan pada terbentuknya kepribadian dan keterampilan dalam rangka mempersiapkan diri untuk terjun dalam kegiatan masyarakat melalui kegiatan belajar sambil melakukan.

SKU disusun menurut pembagian usia Pramuka, yaitu golongan Siaga, golongan Penggalang, golongan Penegak, dan golongan Pandega. SKU untuk golongan Penggalang ada

(4)

tiga tingkat, yaitu Tingkat Penggalang Ramu, Tingkat Penggalang Rakit, dan tingkat Penggalang Terap. [5]

Jumah soal pada SKU golongan penggalang berjumlah 90 soal. Masing-masing soal kecakapan pada SKU Penggalang adalah 30 soal tingkat penggalang ramu, 30 soal tingkat penggalang rakit dan 30 soal tingkat penggalang terap.

2.3. Pendekatan User Experience (UX) User Experience (UX) merupakan bagian dari Human-Computer Interaction (HCI).

Istilah user experience digunakan pertama kali oleh Donald Norman pada pertengahan 1990-an [9], seorang akademisi bidang cognitive science, design dan usability engineering dan mantan Vice President Apple Inc sekaligus penggagas awal dari user-centered design yakni pendekatan desain yang berfokus pada kebutuhan dan keinginan pengguna [1].

Dalam membuat User Experience (UX) dibutuhkan tahapan proses yang harus dilakukan agar menghasilkan sebuah hasil yang sudah teruji dan dapat diandalkan. Tahapan User Experience Design Process secara umum dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. UX Design Process [10]

3. ANALISIS SISTEM 3.1 Deskripsi Sistem

Sistem yang akan dibangun adalah suatu aplikasi untuk backup (menyimpan data) data anggota, data syarat kecakapan umum (SKU) anggota serta membantu pembina pramuka dalam mendata anggota yang telah selesai dalam pengisian sku dan siap ikut serta dalam pelantikan kenaikan tingkat pramuka penggalang. Sistem yang akan di bangun diharapkan dapat mempermudah dalam pengisian SKU sekaligus penyimpanan data isian SKU Pramuka.

3.2 Analisi Prosedur Sistem Berjalan

Analisis prosedur merupakan serangkaian proses yang dijalankan sesuai dengan sistem yang saat ini berjalan atau digunakan di lingkungan masyarakat sebelum adanya sistem baru. Berdasarkan observasi dan wawancara

terhadap Pembina Pramuka, sistem yang berjalan masih memiliki kekurangan sehingga berpengaruh terhadap pelaksanaan prosedur sistem yang berjalan.

Sebagai contoh dalam sistem sku pramuka yang berjalan, sistem masih berupa buku kecil yang dibawa ketika hendak pengetesan kepada Pembina pramuka. Karena ukurannya yang kecil, bagi sebagian anggota pramuka buku ini dapat saja hilang atau rusak. Akibat dari hilangnya buku, pengetesan harus dilakukan dari awal kembali dikarenakan pembina tidak memiliki data setiap anggota yang telah melakukan pengetesan sku sebelumnya.

3.3 Evalusai Analisis Sistem yang Berjalan Dari hasil analisis sistem yang berjalan maka perlu adanya sistem baru yang tepat guna.

Sistem sku untuk Pembina pramuka guna meminimalisir kehilangan data hasil pengetesan sku yang dipegang oleh masing- masing anggota pramuka.

Dalam melakukan pengembangan aplikasi diterapkan pendekatan User Experience (UX) dengan tujuan menghasilkan aplikasi syarat kecakapan umum pramuka berbasis android yang dapat bermanfaat dalam proses penyimpanan data sku pramuka.

3.4 Analisis Pengguna Sistem

Analisis pengguna sistem dimaksudkan untuk mengetahui siapa saja pengguna yang terlibat beserta karakteristiknya sehingga dapat diketahui tingkat pengalaman dan pemahaman pengguna. Analisis pengguna sebagai berikut : Pengguna yaitu Pembina Pramuka Penggalang, memiliki hak akses melakukan pengolahan data yang terdapat dalam aplikasi syarat kecakapan umum pramuka, tingkat pendidikan minimal SMA (sederajat), memiliki tingkat keterampilan terbiasa menggunakan perangkat android.

3.5 Analisis Kebutuhan Software

Perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah sebagai berikut:

a. Sistem Operasi Windows 10 Pro 32 bit.

b. Pemodelan dan perancangan sistem menggunakan pemodelan berbasis objek dengan tools UML (Unified Modeling Language).

(5)

c. Dikembangkan dengan menggunakan Android Studio 2.3.2.

d. Android SDK dan Java Development Kit (JDK).

3.6 Analisis Kebutuhan Hardware

Pada aplikasi ini, analisis perangkat keras yang digunakan pengembang adalah sebagai berikut :

Laptop

a. Processor Intel Core i3 2.30 GHz b. RAM 4 GB

c. VGA 1664 MB d. Harddisk 250 GB

e. Monitor, Mouse, dan Keyboard Mobile

a. Model Vivo Y35

b. Android Versi 5.0.2 (Lollipop)

c. Processor Snapdragon 410 Quad-core 1.2 GHz

d. RAM 2 GB e. Layar 5”(Inch)

4. PERANCANGAN SISTEM

4.1. Perancangan Sistem Prosedural

Perancangan prosedur merupakan hasil evaluasi dari sistem yang berjalan, Setelah dilakukan analisis pada aplikasi sku pramuka, maka akan dilakukan perancangan sistem prosedural yang digambarkan dengan UML yang meliputi use case diagram, activity diagram, class diagram dan sequence diagram.

4.2.1. Use Case Diagram

Gambar 4.1 Use Case Diagram Aplikasi SKU 4.2.2. Activity Diagram

4.2.3. Class Diagram

Gambar 4.2 Class Diagram Aplikasi SKU Pramuka.

4.2.4. Sequence Diagram

Gambar 4.3 Sequence Diagram Tampil SKU Pramuka

Gambar 4.4 Sequence Diagram Tampil Data Anggota

Gambar 4.5 Sequence Diagram View Data Layak Lantik

(6)

Gambar 4.6 Sequence Diagram Buku Saku Pramuka

4.2 Perancangan Struktur Data

Gambar 4.7 Entity Relationship Diagram Aplikasi Sku Pramuka

4.2.1 Perancangan Struktur Menu

Gambar 4.8 Struktur Menu Aplikasi 4.2.2 Perancangan Antar Muka

Antarmuka (interface) merupakan bentuk tampilan dari program yang tampil pada layar.

Perancangan interface dilakukan untuk

mempermudah dalam mengimplementasikan sistem yang akan dibangun.

5. IMPLEMENTAS 5.1. Pengujian Sistem

Pengujian sistem dimaksudkan untuk menguji beberapa elemen perangkat lunak yang di bangun apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Dengan pengujian akan memungkinkan untuk dilakukannya pengembangan sistem lebih lanjut lagi kedepannya.

Berdasarkan hasil pengujian sistem yang dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa perangkat lunak secara fungsional mengeluarkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

5.2. Pengujian Pengguna

Pengujian terhadap pengguna bertujuan untuk mengetahui seberapa sistematisnya implementasi apliaksi syarat kecakapan umum (SKU) pramuka berbasis android pada Sekolah Wajar Dikdas PPS Baabussalam tingkat SMP. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode User Experience Quistioneir (UEQ). Rencana pengujian pengguna yang akan dilakukan yaitu dengan menyebarkan kuisioner kepada pengguna aplikasi syarat kecakapan umum (SKU) pramuka yang terdiri dari 1 responden Pembina pramuka dan 3 responden pelatih lapangan pramuka.

Setiap responden diminta mengisi kuisioner yang terdiri dari pertanyaan dengan pilihan ganda a sampai e untuk mengevaluasi aplikasi syarat kecakapan umum yang diuji coba sebelumnya, 28 pernyataan untuk mengevaluasi aplikasi syarat kecakapan umum (SKU) pramuka dengan cara memilih salah satu dari setiap item kuisioner dari skala 1 sampai 7.

Dalam melakukan pengujian, ada objek yang harus diuji dimana setelah itu akan didapat hasil dari pengujian tersebut.

(7)

Tabel 5.1 Skala Nilai User Experience Quistioneir (UEQ)

(8)

Tabel 5.2 Data Hasil Pengisian Kuisioner

No Item UEQ

r1 r2 r3 r4

1 6 7 7 4

2 6 7 7 5

3 6 6 6 3

4 6 7 7 4

5 5 7 4 5

6 6 7 6 3

7 7 6 7 6

8 6 7 7 5

9 5 7 6 7

10 5 6 6 6

11 6 7 6 7

12 6 7 7 7

13 6 7 7 7

14 6 6 6 6

15 5 7 7 6

16 6 7 7 7

17 6 7 7 5

18 5 6 7 4

19 6 7 6 7

20 6 7 7 6

21 6 7 7 6

22 6 6 7 5

23 6 7 6 7

24 6 7 7 5

25 6 7 7 7

26 6 7 6 6

27 6 7 6 7

28 6 7 7 7

Tabel 5.3 Rata-rata Skala Nilai Per- Responden

No

Rata-rata Skala Nilai Per-Responden

Daya tarik Kejelasan Efisiensi Ketepatan Stimulasi Kebaruan Efektifitas

r1 1.83 1.75 2.00 1.50 2.00 2.00 2.00 r2 2.83 2.50 2.75 2.75 2.75 3.00 3.00 r3 2.17 2.50 2.50 3.00 2.75 2.50 2.50 r4 0.00 2.00 2.75 1.50 2.00 2.25 3.00

Tabel 5.4 Rata-rata Nilai Komponen UEQ

UEQ Scales

Daya tarik 1.71

Kejelasan 2.19

Efesiensi 2.50

Ketepatan 2.19

Stimulasi 2.38

Kebaruan 2.44

UEQ Scales

Efektifitas 2.63

Gambar 5 Grafik Hasil Pengisian UEQ Berdasarkan hasil pengujian yang terdiri dari 4 responden dapat disimpulkan bahwa implementasi aplikasi syarat kecakapan umum pada Sekolah Wajar Dikdas PPS Baabussalam setara SMP bisa diterima dengan baik dan dapat dimaksimalkan penggunaanya oleh Pembina pramuka yang terdapat di sekolah tersebut.

Dengan adanya aplikasi syarat kecakapan umum berbasis android pada sekolah Wajar Dikdas PPS Baabussalam ini dapat memberi kemudahan bagi pengguna dalam melakukan proses backup data sku dan data anggota sehingga lebih terorganisir dan efektif.

6. PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari implementasi serta evaluasi Aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka berbasis android, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Dibangunnya aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka dapat memberi kemudahan bagi Pembina Pramuka dalam penyimpanan data SKU anggota pramuka, data anggota serta kemudahan dalam pengetesan kecakapan anggota pramuka.

2. Berdasarkan pengujian berbasis User experience (UX) yang dilakukan terhadap pengguna Aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka dengan menggunakan metode User Experience Quisionaire (UEQ), diperoleh hasil bahwa implementasi Aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka berbasis Android bisa diterima dengan baik oleh Pembina

0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50

3,00 excellen

good

above average below average

(9)

Pramuka Sekolah Wajar Dikdas PPS Baabussalam tingkat SMP.

6.2 Saran

Aplikasi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka berbasis android ini masih dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan pengguna aplikasi, guna mencapai kinerja aplikasi yang lebih baik. Berikut adalah beberapa saran untuk pengembangan yang dapat dilakukan :

1. Perlu adanya pengembangan lebih lanjut terhadap isi konten aplikasi syarat kecakapan umum dengan menambahkan kategori golongan.

2. Aplikasi yang awalnya hanya diperuntukkan untuk Pembina dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang dapat digunakan pula oleh anggota pramuka.

Sehingga perlu adanya fungsi login untuk membedakan fasilitas yang dapat digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] S. Yuliyanti and D. A. Rasid,

"Implementasi Dan Evaluasi Sistem Informasi Akademik Sekolah Dasar Negeri 6 Dengan Pendekatan User Experience (Ux)," BANGKIT INDONESIA: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 6, no. 2, pp. 01 - 10, 2017.

[2] Dwi Jaya, Irfan. Metode dan Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak.

http://www.news.palcomtech.com/metode -dan-tahapan-pengembangan-pera ngkat- lunak/, diakses pada 7 November 2017.

[3] Hilmi, Rohid. Ardiansyah. Pengembangan User experience Dan User Interface Aplikasi Igometer taksi. Jurnal Sarjana teknik Informatika 2015. ISSN: 2338- 5197.

[4] Kurniawan. Aris. 2015. Sejarah Pramuka Indonesia Secara Singkat Menurut Para

Sejarawan.

http://www.gurupendidikan.com/sejarah- pramuka-indonesia-secara-singkat-

menurut-para-sejarawan/, diakses 09 mei 2017 pukul 06.39.

[5] Kwarcab Jakarta Pusat, 2011. Syarat dan Tanda Kecakapan Umum (SKU/ TKU), http://kwarcabjakartapusat.blogspot.co.id/

2011/01/bahan -serahan-6.html, diakses 09 Mei 2017 pukul 09.20.

[6] Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Keputusan Musyawarah Nasioanl Gerakan Pramuka 2013 nomor : 11/Munas/2013 Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan. Semarang 2014.

[7] Lawrence, David. Pengertian, Implementasi, dan Pemanfaatan User Experience dalam Bidang TIK.

Mhs.blog.ui.ac.id.

https://mhs.blog.ui.ac.id/david.lawrence/2 016/04/04/pengertianimplementasi-dan- pemanfaatan-userexperience-dalam-

bidang-tik/, diakses pada 9 September 2017.

[8] Rasid, Abdul, Dede. 2016. Implementasi dan evaluasi Sistem Informasi Akademik Sekolah Dasar Negeri 6 Ciamis dengan Pendekatan User Experience (UX).

Skripsi. Stmik Bandung.

[9] Setiawan, Iwan. Sekilas Tentang User Experience. http://www.intraktive.com /article/99-sekilas-

tentanguserexperience.html, diakses pada 30 Agustus 2017.

[10] Trisnio, Kevin. User Experience Design Process. Sis.binus.ac.id.

http://sis.binus.ac.id/2016/07/29/user- experience-design-process, diakses pada 12 September 2017.

[11] Woko, Sri dan Marzuki. Peran Kegiatan Ekstrakulikuler Pramuka Dalam Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Peserta Didik di SMP Negeri 2 Windusari Magelang.

https://media.neliti.com/.../121758-ID- peran-kegiatan-ekstrakurikuler-pramuka- d.pdf, diakses pada 2 November 2017.

Gambar

Gambar 4.2 Class Diagram Aplikasi SKU  Pramuka.
Gambar 4.7 Entity Relationship Diagram   Aplikasi Sku Pramuka
Tabel 5.1 Skala Nilai User Experience Quistioneir (UEQ)
Tabel 5.2 Data Hasil Pengisian Kuisioner  No  Item UEQ  r1  r2  r3  r4  1  6  7  7  4  2  6  7  7  5  3  6  6  6  3  4  6  7  7  4  5  5  7  4  5  6  6  7  6  3  7  7  6  7  6  8  6  7  7  5  9  5  7  6  7  10  5  6  6  6  11  6  7  6  7  12  6  7  7  7  1

Referensi

Dokumen terkait